"selamat pagi" sapa kai pada eun yi yang sudah berada di depan pintu rumahnya
"hm. pagi" jawab eun yi yang hanya menatap kai sekilas
"apa kau tidur dengan nyenyak?" tanya kai lagi, kali ini dapat membuat eun yi berhenti pemanasan
"ne, nyenyak. begitu nyaman. gomawo" kata eun yi yang sudah mulai berlari
akhirnya mereka jogging bersama, sampai terik matahari benar-benar menganggu..
***
"kalian sudah pulang?" sapa halmonie
"anyyeonghaseyo halmonie" sapa eun yi
"ne. kalian makanlah dulu sebelum mengerjakan tugas kelompok kalian" halmonie lalu pergi meninggalkan mereka berdua di ruang makan
-
"apa hanya halmonie yang tinggal disini?" tanya eun yi
"waeyo? kau mulai tertarik dengan kehidupanku?" goda kai
"aish, jinjja. kau percaya diri sekali"
"ada beberiapa oarang yang tinggal dirumah ini, tapi dia menyuruh mereka pergi tadi pagi" jelas kai
"wae?"
"karena kau" lanjut kai
"aku? waeyo? aku tidak mengerti"
"jangan kau percaya diri dulu. aku baru membawa orang datang kesini. jadi dia mengira kau adalah kekasihku. aku suda menjelaskannya, tapi ......" kai tak melanjutkannya
"ya! kau berani sekali kai.." bentak eun yi
"sstt. jangan kau marah. aku hanya tidak ingin dia ......." belum sempat kai melanjutkan kata-katanya, terdengar suara piring jatuh dari arah dapur. lalu mereka segera berlari menuju dapur. mereka melihat halmonie sudah terkapar tak sadarkan diri
"waeyo? nenekmu kenapa?" tanya eun yi panik
"tolong siapkan mobil . palli" teriak kai yang tidak kalah panik dengan eun yi
eun yi menyiapkan mobil, kai mengemudi menuju rumah sakit terdekat. terlihat diwajah eun yi dan kai kehawatiran, terlebih kai . dia sangat hawatir dengan keadaan nenek nya yang pingsan seperti itu
"cinta tak hanya datang padanya, tapi juga ditengah tengah kita. jangan tinggalkan aku. walau ada dia disisiku, kau takkan pernah tergantikan. kau yang terbaik setelah wanita yang melahirkanku. sadarlah nek"
tobecontinue -e-