home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > 60 SECOND

60 SECOND

Share:
Author : nanda18
Published : 13 Oct 2015, Updated : 18 Oct 2015
Cast : SUGA BTS, Fictional character
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |683 Views |0 Loves
60 SECOND
CHAPTER 2 : Your Time '60 Second'

 ketika orang itu memang cinta sejatimu, kau akan jatuh cinta pada orang tersebut untuk kesekian kalinya ditempat yang sama dan diwaktu yang sama, tanpa kau duga.

                Hye Bin berjalan menujuh sebuah cafe tak jauh dari rumahnya dan mendapati Yoongi sedang menikmati kopinya. Gadis itu mendekat dan melihat sebuah cincin menghias jari manis Yoongi. “Kau lagi ?” sapa Yoongi.

                “Baiklah Min Yoongi hari ini kau tidak boleh pergi kemana-mana,okey ?” Hye bin kembali mengulas senyumnya. “Arraseo, apa yang ingin kau tanyakan?”

                “Baiklah aku akan menanyakan hal yang lebih dalam tentang mu, apa dalam lagumu kau pernah menulis tentang orang yang kau cintai ?”

                “Iya.” Yoongi tertunduk menutupi kesedihannya. Batinnya berdecak, Hye bin-ah tolong jangan seperti ini aku mohon. “Lanjut,apakah gadis itu sekarang menjadi pacarmu ? katakan padaku. ” Hye bin bersemangat.

                “Aku rasa lebih dari itu,dia menjadi istriku.”

                “APA? Mahasiaswa apa kau ini sudah menikah ? bahkan orang tua mu tidak pernah memberi tahuku.” Mata Hye Bin membulat dengan pernyataan yang diucapkan oleh Yoongi.

                “Orang tuaku tidak merestuiku denganya.” Yoongi berucap lirih. Batin Yoongi masih tidak mau mendengarkan ucapannya untuk berhenti sedih,tapi situasi ini sudah cukup meroboh dan melulu lantahkan pertahannan hatinya, ini sudah hampir 3 tahun.

                “Hye bin-ah cukup.”  Tanpa sadar air mata Yoongi mengalir deras. Dia mengambil cincin yang ada dijemari manisnya. Hye Bin terkejut dengan apa yang dia lihat apa pertanyaannya terlalu mendalam ? atau salah kan dia membuka kenangan Yoongi yang perih? Yoongi berdiri mendekat pada Hye Bin. Dia menarik tangan Hye Bin meberikan sebuah cincin yang dia pegang.

                “Aku tidak tahan lagi Hye Bin-ah , aku tidak sanggup lagi jika setiap hari dalam hidupmu adalah 23 juni 5 tahun yang lalu, aku mohon. Aku membutuhkanmu, Leo juga membutuhkanmu.”  Yoongi berpamita dengan hati yang terluka. Entah apa yang terjadi tapi Hye bin juga ikut menangis mendengar keluhan Yoongi. Tiba-tiba Kepalanya seperti tersambar sesuatu yang keras,bayang-bayang punggung Yoongi makin lama-makin semu. Hatinya terasa perih. Tiba-tiba dalam benaknya dia berlari kearah Yoongi dan memeluknya erat-erat. Apa yang terjadi?kenapa dan ada apa ? aku tidak tau ? batin Hye bin terus bertanya-tanya.

flashback

Pagi hari Hye bin mencari-cari note dan bulpennya, dia sangat binggung padahal tadi malam dia menaruhnya di tempat belajarnya bersama dengan data-data yang akan dia priksa. Ini sudah pukul 11 siang dia pasti ketinggalan akan sosok Yoongi. Dia berlarian mencari Yoongi tapi pria itu tak kunjung ada di kampus, “Kau tau dimana Yoongi?” tanya Hye Bin dengan seorang gadis yang duduk manis bersama dengan seorang pria didakatnya. “Aniyo, Hye Bin ah? Bagaimana keadaanmu?” tanya gadis itu. “Aku baik-baik saja Min-ah.” Jawabnya. “Kemarilah,duduk bersamaku.” Ajak Min.

                Min membuah sebuah kotak cincin, ada sebuah cincin didalamnya. Mata hye bin terbelalak kagum melihat cincin Indah yang ada di dalamnya. “Wow,apa kekasihmu memberimu ini? Selamat ya.” Hye bi menjabat tangan Min,tapi sahabatnya itu hanya menggelengkan kepalanya lemas.

                “Hye bin-ah,sampai kapan kau akan seperti ini kau sudah menikah. Ini cincin mu dengan Yoongi.” Min menjelaskan pelan. Susan menjadi hening hati Hye bin sedikit tergoyah tapi dia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Yoongi. Hye bin tertawa terbahak-bahak.

                “Kau bercanda? Aku dan Yoongi? Min-ah kau harus memeriksa otakmu.” Hye bin menepuk pundak sahabatnya itu. “Hye bin-ah aku mohon kau sudah menikah,kau sudah mempunyai anak, kau punya Leo Hye bin-ah.”

                “Leo? Siapa itu ?” tanyanya dengan polos.

Kepalanya semakin sakit ketika melihat sosok Yoongi dalam ingatannya. dia ingat saat dia haru mengejar-ngejar Yoongi untuk majalanya, dia ingat Ciuman pertamanya dengan Yoongi lalu dia Ingat pesta pernikahan dan Leo anak mereka. Hye Bin terhanyut dalam kilasan ingatan masalalunya yang merebohkan pertahanan hatinya. Saat tersadar dia berlari mencari Yoongi tapi Yoongi telah terlanjut jauh menaiki mobilnya.

23 juli 5 tahun yang lalu.

                “Min Yoongi, tolonglah bantu aku. Ini untuk majalah kampus kau rapper ternama sekarang, produser yang hebat.” Gadis itu mengacungkan kedua jempolnya berharap pria bermarga Min itu tidak keras kepala untuk menolak wawancaranya. “Aku tidak mau. Aku seorang seniman,buakan Rapper.” Pria itu memili pergi dari hadapan Hye Bin dengan sepedanya sementar Hye Bin  masih belum menyerah untuk mengganggu Yoongi. 2 minggu berlalu Hye Bin masih tetap sama melakukan kegiatannya mencari eluang untuk mewawancarai Yoongi, tapi pria itu sudah sangat kesal dan mengisolasi diri di ruang Gym yang tak terpakai dekat kampusnya. Dia duduk di lemari yang tak terpakai yang cukup besar untuk menampung tubuhnya,tempat itu juga cukup sepi untuk membuat sebuah lagu baru. “Hikks..Hikkss...” terdengar suara tangisan seorang wanita da langkah kaki. Yoongi melihat kanan-kirinya tidak ada seorangpun yang datang. Bulu kuduknya berdiri dia menutup lemari yang dia duduki. Sesaat seorang wanita datang duduk di samping lemari, sosok yang dia kenali.

                “Apa yang kau lakukan?” Yoongi mengerutkan dahinya. Sulit sekali menyingkirkan gadis reporter ini,tapi gadis itu tidak menjawab hanya diam menghapus airmatanya. Yoongi mendengus kesal. “Sudah aku bilang,aku tidak mau kau wawancarai. Pergilah darisini! Jangan mengikutiku.” Nada Yoongi meninggi. “YA!! Aku tidak mengikutimu! Aku hanya mencari tempat untuk menangis, berkat kau! Aku cepat putus dengan Ho Seok!” sekarang gadis itu lebih galak daripada Yoongi. Pria bermarga Min itu hanya diam. “Apa salahku sampai kau putus denganya, semua tidak ada hubungannya denganku?” Yoongi tidak mau mengalah. “Berkat seseorang yang tidak mau aku wawancarai,tapi aku tetap mengejarnya! Aku sering membatalkan janjiku dengan Ho Seok!” Hye Bin berteriak kesal dan meneruskan tangisannya sementara pria itu hanya diam,lalu memberikan satu pak tisu kecil ke Hye Bin. Gadis itu mengambilnya begitu saja dengan tangis yang keras. Yoongi mengulurkan tangannya ragu mendekati punggung kecil Hye Bin dan mulai mengelus punggungnya.

3 tahun yang lalu

                “Kenapa kau ini kau selalu pulang malam bersama dengan anak-anak gadis itu, apa kau tidak melihat Leo sedang sakit?”

                “Aku sedang berusaha menangani projek baru coba mengertilah.”

                “Aku membutuhkanmu saat ini Yoongi?” jelas Hye Bin tapi Yoongi masih saja keras kepala dan hanyut dalam kesibukkannya sendiri. Beberapa saat kemudian, Yoongi pergi keluar rumah tinggallah Hye Bin sendirian. Tengah malam Yoongi belum pula kembali sementara Leo demam tinggi. Hye Bin menaiki bus menujuh rumahh sakit dengan tergesah-gesah dadanya sesak melihat anaknya yang sakit sementara Yoongi masih mementingkan Projeknya ketimbang keluarganya. Hye Bin mengangkat heandphonenya dan menelpon seseorang. “Yoonie, anakmu sedang sakit. Ini menyebalkan kau tidak ada disini.” Hye Bin menelan ludahnya. “Aku benci padamu. Aku ingin melupakanmu!” Hye Bin mematikan sambungan teleponnya. “BRAAAAAKKKKKKKKK”

                Yoongi berlari tergesa-gesa melewati lobi, pandanganya sangat kabur karena airmatanya menutupi pandanganya. “Shin Hye Bin korban kecelakaan bus,dia membawa anak laki-laki di gendongannya. “

“Sebelah sana tuan.” Perawat itu menujukan arah kamar Shin Hye Bin dan anaknya. Yoongi berlari dengan cepat terlihat dokter sedang mengecek ananknya Leo. “Aku ayahnya,bagaimana keadaannya?” tanyanya. “Tidak ada luka atau benturan dikepalanya aku hanya memberikan dia obat demam karena panasnya sangat tinggi.”

“Terima kasih dokter.” Yoongi menjabat tangan sanga dokter sekarang dia mencoba mencari Shin Hye Bin. Dia melihat para suster membawa Hye Bin keruang UGD. Yoongi sangat menyesal karena lebih mementingkan dirinya ketimbang anak dan istrinya dia lupa kalau dia sudah memiliki keluarga. Sang dokter keluar dari ruang UGD. “Bagaimana?” tanya Yoongi.

                “Dia kehilangan ingatannya, ada benturan keras saat kecelakaan membuatnya kehilangan sebagian memorinya.” Jelas sang dokter. Sejak hari itu Yoongi keluar dari pekerjaannya menjadi produser dan memilih menjadi seorang dosen di universitas yang dulu menjadi universitasnya.

Now

“Yooniee!!!” teriak Hye Bin kakinya sudah sangat lemas untuk berlari.                            

                Yoongi memukuli kemudinya dengan kesal. Seorang anak laki-laki yang tadinya sibuk dengan mainananya sekarang berbalik memperhatikan ayahnya. “Ayah apa kau marah padaku?” tanyanya dengan lugu. “Tidak sayang.” Jawab Yoongi menelan ludah perih. Dia mengigit keras bibirnya hatinya semakin sakit mendengar anaknya bertanya. Dia sangat kesal dan putus asa dengan apa yang terjadi pada Hye Bin. Ini sudah dua tahun, dia berusaha. Tiap Hye Bin tidur Yoongi memanggil dokter untuk mengkemonya,menaruh obat dalam kamarnya dan juga pesan untuknya, membuatkan makanan yang biasa dia makan dengan Hye Bin, mengatakan hal yang sebenarnya tiap kali merka bertemu tiap kali Hye Bin mengira hari itu adalah 23 Juli saat mereka berbicara panjang lebar untuk wawancara.

Tiba-tiba heandponenya berdering. Suatu keajaiban ketika layar itu terlihat nomor telepon Hye Bin. Dia segera mengangkat teleponnya.

                “Aku ingat,aku mohon kembalilah.” Ucap Hye Bin diseberang sana dengan balutan tangis. Tanpa banyak bicara Yoongi membalikkan kemudinya menujuh tempat Hye Bin. Hatinya berdecak semoga ini adalah keajaiban. Yoongi turun dari mobil mendapati Hye Bin sedang berdiri dengan tangis. Hye Bin berlari dan memeluk Yoongi. “Aku Ingat semua, aku mohon jangan pergi.” Ucap Hye Bin mengengelamkan kepalanya dibahu Yoongi. “Aku pikir kau benar-benar melupakanku.” Yoongi memeluk erat tubuh Hye Bin. “Aku mencoba dengan keras untuk menyadarkanmu tapi setiap hari adalah 23 juli 5 tahun yang lalu bagimu. Mianhae, Mianhae Chagiya.”

                “Tidak apa-apa mana Leo?”

                “APPA!!” seorang anak laki-laki turun dari mobil. Berlari ke Yoongi dan Hye Bin. Yoongi menggendong anak laki-laki itu mendekapnya dan menciumnya. Leo melihat Hye Bin yang sedang berdiri tak henti-hentinya meneteskan airmata. “Eomma.” Leo meminta untuk turun dan memeluk Ibunya. Hari itu adalah hari terbaik dalam hidup Hye Bin,dapat mengingat kembali segala yang ada dalam masalalunya dan menemukan kembali keluarganya. Karena aku rasa ketika memang dia adalah cinta sejatimu,meski jarak memisakanmu,meski memorimu hilang dalam fikiranmu tapi kau akan tetap jatuh cinta padanya untuk sekian dan sekian kalinya.

POPULAR FANFICTION

BERITA PILIHAN

COPYRIGHT 2024 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK