home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > By Your Side

By Your Side

Share:
Author : khaiicheen
Published : 03 Sep 2015, Updated : 22 Aug 2017
Cast : SHINee - Minho Im Hyura (OC) Infinite - Sungyeol
Tags :
Status : Ongoing
4 Subscribes |10845 Views |9 Loves
By Your Side
CHAPTER 3 : Are You Sure?

By Your Side

Part – 3

Author : tiara ekha (@khaiicheen)

 

Are you sure?

SHINee’s Valentine Party

Kelima member SHINee telah memesan sebuah ruangan di salah satu restaurant yang suasanannya cukup cozy di kawasan Dongdaemun untuk merayakan hari valentine yang sedikit terlambat karena jadwal kelimanya. Ini hanya sebuah makan malam bersama dengan kelima pasangan mereka, tunggu bukan pasangan, mungkin lebih tepatnya adalah dengan yeoja yang tengah dekat dengan mereka. Dan ini juga bukan makan malam formal, hanya saja karena status kelimanya sebagai idol, mereka tidak mungkin merayakan acara ini di tempat yang terbuka, maka dari itu, dengan ide dari Taemin juga, kelimanya memutuskan untuk memesan sebuah ruangan makan malam sederhana agar mereka lebih leluasa.

“Kemana yang lainnya Taemin-ah?” tanya Key. Keduanya datang bersamaan dengan pasangan mereka, Naeun dan Eunji.

“Mungkin mereka masih dalam perjalanan.” Balas Taemin.

“Hyura eonni bilang mereka sebentar lagi sampai. Aku sedang berbalas pesan dengannya.” Ujar Naeun. Malam ini yeoja itu nampak cantik dengan terusan bertangan bewarna peach selutut dan rambut yang dikuncir setengah.

“Baiklah, tunggu disini sebentar, Naeun-ie, aku dan Kibum hyung akan memesan makanan untuk kita dulu.” Ujar Taem. “Ah, iya. Pakai ini untuk menutupi kakimu.” Lanjut Taemin perhatian lalu memberikan selembar kain penutup kaki pada sang yeoja.

“Eunji-ya, aku kira kau tidak perlu menggunakan kain seperti Naeun. Kau kan sudah memakai celana panjang. Tapi kau juga tak kalah cantik dengan visualmu.” Ujar Key.

Eunji memang tidak kalah cantik dengan Naeun, malam ini gadis itu menggunakan kaus hitam ditambah dengan blazer bewarna putih dan juga celana panjang. “Nde, oppa. Sudah, temani Taemin saja. Aku juga memang tidak membutuhkannya.” Balas Eunji dan disambut dengan kekehan dari Taemin dan Naeun kompak.

“Ya, hyung kau seharusnya sedikit bersikap manis pada Eunji. Kau ini.” seru Taemin gemas. “Ya sudah, kalian berdua tunggu di sini dulu sebentar. Arra? Kami akan segera kembali.”

Tidak lama setelah Key dan Taemin meinggalkan ruangan, ketiga member yang lain datang dengan pasangan masing-masih, tapi hanya ada 2 yeoja diantara mereka. Hyura dan Minji yang masih dengan pakaian kerja mereka. Sepertinya Minho dan Jonghyun baru saja menjemput keduanya dari perusahaan. Dan sang leader? Tidak nampak ada yeoja yang menemaninya malam ini. Sepertinya si pecinta ayam itu memang benar-benar tidak mengajak teman yeojanya dan akan menerima hukuman dari para member yang lainnya.

“Annyeong hasseo..” sapa Jonghyun yang pertama kali memasuki ruangan, diikuti Minji, Hyura, Minho dan Onew yang berjalan berdampingan di belakang.

“Ah, annyeong hasseo oppa.” Balas Naeun lalu bangkit dari kurisnya. “Annyeong hasseo eonni.” Sapanya juga pada kedua yeoja yang lainnya.

“Annyeong hasseo, Naeun-ah, Eunji-ah.” Balas Hyura lalu memeluk akrab Naeun dan Eunji bergantian. Sedangkan Minji hanya tersenyum menyapa kedua gadis Taemin dan Key itu.

“Oppa sedang memesan makanan untuk kita terlebih dahulu.” Balas Naeun.

“Ah, kalau begitu kalian semua tunggu disini saja. Kami akan menemui mereka. Mengobrolah.” Ujar Jonghyun lalu mengajak Onew dan Minho turut serta.

“Arraso, oppa. Baiklah, pesankan kami makanan yang enak ya.” Seru Hyura.

“Nde, Im Hyura.” balas Minho lalu diikuti suara tawa dari para penghuni ruangan itu.

Ketiganya pun segera meninggalkan ruangan dan bergegas menuju tempat Taemin dan Key memesan makanan. Suasana canggung sempat terjadi diantara para yeoja yang ada di ruangan itu. mungkin untuk Naeun, Minji dan Hyura, ketiganya sudah akrab dan pernah beberapa kali jalan bersama tetapi tidak dengan Eunji, ini adalah baru kali ini bertemu dengan Minji.

“Ah iya, eonni kenalakan ini Eunji eonni. Eonni terdekatku di group.” Ujar Naeun.

“Annyeong hasseo Eunji-ssi. Aku Kwon Minji, kekasih Jonghyun oppa.” Balas Minji hangat.

“Annyeong hasseo eonni.” Balas Eunji. “Kau bisa memanggilku Eunji saja, tidak perlu terlalu formal.” Lanjut gadis itu.

“Oh, iya. Eonni, kenapa Onew oppa tidak mengajak teman yeojanya. Dia sendiri?” tanya Naeun yang sejak tadi sebenranya penasaran dengan hal ini.

“Iya, Jinki oppa tidak mengajak teman yeojanya. Dia sudah mengatakan pada kami sejak di Jepang kemarin. Tapi untungnya ia masih mau ikut dalam acara ini.” balas Hyura.

“Ah, begitu. Tapi tidak apa-apa. Yang penting kita tetap bisa merayakan valentine ini bersama-sama.” Ujar Naeun.

“Oh iya, aku punya ini untuk kalian. Hadiah kecil. Jangan kalian lihat dari seberapa besarnya ya.” Ujar Hyura lalu mengeluarkan 3 kotak bewarna merah bata untuk ketiganya. “Ini untuk eonni, ini untuk Naeun dan ini untukmu Eunji-ya.” Lanjut Hyura lalu memberikan hadiah itu berurutan.

“Gomawo, Hyura-ya.” Balas Minji, Naeun dan Eunji bergantian.

“Yeppo, eonni. Terima kasih untuk hadiahnya.” Balas Naeun. Sebuah sapu tangan untuk ketiganya dengan warna pastel yang berbeda dan ada bordiran nama mereka di sudut kirinya.

“Cheonmaneyo.” Balas gadis itu.

*****

Acara makan malam para member SHINee dan keempat yeoja yang tengah dekat dengan mereka berjalan dengan penuh canda, tawa dan ledekan para member satu sama lain. Ledekan-ledekan kepada satu sama lain pun muncul karena dimulai oleh keisengan Key meledek Minho. Hingga akhirnya suasana menjadi sangat riuh dengan ledekan dari keempat member, kecuali Onew. Namja itu hanya ikut sesekali saja dan selebihnya memperhatikan kegilaan yang diciptakan oleh keempat dongsaengnya.

“Hyung, sudahlah. Sampai kapan kita akan saling membuka aib didepan mereka?” seru Taemin karena dirinyalah yang paling sering kena bully ketiga hyungnya yang lain.

“Wae Taeminnie?” goda Jonghyun.

“Hyuuuung.” Seru Taemin kesal. Ia kesal dipanggil seperti itu di depan Naeun dan yang lainnya.

“Waeyou uri baby?” goda Minho juga.

“Aish, jinjja. Hyung, geumanhae.” Tegas Taemin.

“Oppa, sudah. Hentikan. Kasihan Taemin kalian ledek seperti itu terus. Ada Naeun disini.” Ujar Minji dan Naeun hanya tersenyum menahan geli meilihat kelakuan para member SHINee tersebut yang sangat bersemangat ketika meledek Taemin.

“Oppaa, gwenchana. Dengan begini kan aku bisa jauh lebih tau mengenai dirimu.” Ujar Naeun pada sang mankane group. Tangannya pun memegang tangan Taemn untuk meredakan kesesalan namja itu.

“Naah, kau dengar sendiri bukan. Naeun saja senang mendengarnya. Ya, hitung-hitung ia belajar mengerti Taemin lebih jauh lagi. Agar terbiasa dengan sikap namjachingunya nanti. Seperti Hyura yang sudah sangat mengerti Minho. Benarkan, Hyura?” ledek Key.

“Aku tidak berkomentar untuk itu, oppa.” Balas Hyura lalu melakukan gerakan menandakan tutup mulut.

“Ya, Kim Kibum. Wajar bukan kalau dia sangat mengenalku dan sudah terbiasa dengan sikapku. Kami sudah kenal cukup lama, sejak kami masih sekolah.” Balas Minho.

“Iya, bahkan terlalu lama untuk tidak memperjelas hubungan kalian.” Potong Jonghyun cepat.

“Memperjelas? Bukankah sudah cukup jelas hyung?” tanya Minho lalu menarik pundaak gadis yang duduk disebelahnya itu dalam dekapannya.

“Perjelas dulu hubungan kalian, jelaskan status yang sebenarnya.” Ledek Taemin bergantian. “Baru kami yakin.” Evil smirk muncul di wajahnya, ekspressi senang karena bukan dia lagi yang dibully oleh para hyungnya itu.

“Memangnya kau juga sudah memperjelas hubunganmu dengan Naeun?” tanya Minho.

“Kami? Hanya kami berdua yang tahu, hyung.” Balas Taemin tidak mau kalah. “Benarkan, Naeun.” Hanya rona merah yang muncul di kedua pipi putihnya.

“Sepertinya mereka memang sudah kencan. Naeun pernah...” ujar Eunji.

“Eonni. Stssss.” Potong Naeun dan Eunji pun langsung diam dan tertawa melihat tingkah dongsaengnya itu.

“Sudaah, kalian jangan saling meledek satu sama lain kalau kalian berdua pun sama-sama belum memiliki status yang jelas.” Ujar Onew gemas melihat kedua dongsaeng terkecilnya di dalam group.

“Kalau kami tidak perlu memperjelasnya lagi, hyung. Semuanya akan jelas seiring berjalannya waktu.” Ujar Minho.

“Oppa, sudah jangan dilanjutkan lagi. Dan lepaskan tanganmu dari sini, sakit.” Ujar Hyura polos.

“Wae, Hyura-ya? Kau lelah karena hubungan kalian yang tidak pernah diperjelas olehnya? Jadi kau tidak ingin membahasnya?” tanya Key.

“Bukan seperti itu, oppa. Aku perjelas sekarang, aku dan Minho oppa hanya oppa-dongsaeng. Sudah jelas?” Ujar Hyura.

“Baiklah, kalian hanya oppa-dongsaeng. Jangan dilanjutkan lagi.” Ujar Minji.

“Sudah-sudah. Bagaimana kalau kita main truth or dare saja?” usul Jonghyun. “Kita sudah lama tidak bermain ini. Dan aku rasa permainan ini akan menjadi seru karena ada mereka disini.”

“Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan meminjam botol dulu.” Ujar Key.

*****

Hyura POV

Truth or dare? Sepertinya ide Jonghyun oppa ini bukan ide yang buruk. Mungkin dari permainan ini aku bisa melihat bagaimana keseriusan Minho kepadaku. Semoga saja. Aku berharap bisa mengetahuinya.

*****

“Baiklah, kita mulai sekarang.” Seru Key ketika ia kembali.

“Baik, ayo kita mulai, hyung.” Balas Taemin.

“Dan untuk kalian para namja, kalau kalian benar-benar namja sejati kalian pasti akan mengambil truth. Arra?” seru Jonghyun.

“Baiklah, kita mulai sekarang.” Putus Onew.

Key mulai memutar botol kaca yang sudah dibawanya tadi. Ekspressi tegang tampak di wajah masing-masing. Putaran botol yang awalnya kcukup kencang pun lama kelamaan melambat. Arah tutup botol mulai menunjuk ke arah Onew, Hyura dan Minho. Hingga akhirnya berhenti di...

“Truth or dare?” tanya Key menantang.

“Truth.” Balas si korban.

“Baiklah. Kalau begitu aku yang bertanya padamu.” Ujar Jonghyun.

“Baiklah. Silahkan, oppa.” Ujar Hyura.

Hyura, gadis itulah yang mendapat kesempatan pertama menjadi korban dalam permainan ini. Dengan yakin, ia memilih TRUTH. Entah apa yang ada dalam pikirannya untuk memilih truth.

“Pertanyaan yang simple saja tapi aku ingin kau menjawabnya dengan sejujur-jujurnya. Dan mungkin apa yang akan kau jawab nanti bisa memberikan suatu yang baik untukmu kedepannya.” Ujar Jonghyun.

“Nde, oppa.” Balas hyura.

“Bagaiamana sebenarnya perasaanmu dengan Minho saat ini? Masihkan kau menginginkan kejelasan statusmu dengannya?” tanya Jonghyun.

DEG..!!!

Haruskah aku menjawab yang sejujurnya? Haruskah? Tapi, benar kata Jonghyun oppa ini bisa menentukan kejelasan hubungan kami kedepannya nanti. Pikir Hyura.

“Kau sudah bisa menjawabnya, Hyura-ya?” tanya Key.

“Nde oppa.” Balas gadis itu setelah terlihat beberpa saat memikirkan jawabannya.

“Baiklah, silahkan jawab pertanyaan Jonghyun, Hyura-ya.” Ujar Onew lalu menempuk pundak gadis yang duduk disebelahnya itu.

“Mengenai perasaanku pada Minho oppa, sejujurnya aku masih belum yakin dengan apa yang aku rasakan sebenarnya saat ini. Saat ini aku hanya nyaman dengan kedekatan kami kembali. Lebih dari 6 tahun kami bersama, walaupun sempat terpisah cukup lama juga tapi saat ini aku hanya ingin membayar waktu kami yang sudah terbuang ketika kami tidak bersama beberapa tahun yang lalu.” Jalas Hyura. “Oppa.. “ panggilnya pada Minho.

“Wae?” toleh Minho pada gadis itu.

“Yang perlu kau tahu, aku akan selalu berusaha untuk selalu disampingmu. I will always by your side.” Balas Hyura tertahan. “Tapi aku tidak tahu sampai kapan aku akan mampu melakukan itu. Tidak menutup kemungkinan kalau mungkin perasaanku pun bisa berpaling kepada yang lain lagi seperti yang lalu. Jadi kalau aku ditanya apa yang kuinginkan dengan hubunganku denganmu. Kau bisa mengartikannya sendiri.” Lanjut gadis itu lagi.

“Yaaa, Im Hyura, jinjja. Kau benar-benar jujur.” Seru Key.

“Eonni, kau hebat.” Seru Naeun.

“Aku hanya mencoba menjawab sejujurnya saja. Karena tantangan ini kan memang dituntut untuk menjawab dengan jujur.” Balas Hyura.

“Minho-ya, kau mendengarnya? Hyura saja berani mengatakan yang sejujurnya. Kenapa kau tidak jujur sampai sekarang?” tanya Minji. Eunji hanya memperhatikan saja apa yang terjadi di depannya. Ia masih belum paham sepenuhnya dengan apa yang terjadi diantara Minho dan Hyura.

“Nde, noona. Tapi maaf, aku belum bisa mengatakan yang sejujurnya saat ini.” balas Minho. “Tapi yang perlu kalian tahu, aku menyayangi gadis ini lebih dari sekedar adik bagiku. Kami sudah bersama dalam waktu yang lama dan ketika ia kembali lagi kepadaku aku sangat menghargainya, aku sangat bahagia.” Lanjutnya.

*****

“Terima kasih untuk hari ini oppa. Terima kasih atas kejujuranmu tadi. Semoga kau benar-benar akan menjelaskan yang sejujurnya papdaku nanti.” Ujar Hyura ketika Minho mengantarnya pulang.

“Cheonmaneyo adikku sayang.” Balas Minho lalu mengusap puncak kepala gadis yang duduk disebelahnya itu.

Keduanya sedang dalam perjalanan mengantarkan gadis itu pulang. Mereka sudah sempat kembali ke dorm SHINee seusai acara valentine mereka tadi. Hadiah valentine bagi para member SHINee pun telah Hyura berikan pada kelimanya. Dan saat ini, Minho tengah menggunakan hadiah yang Hyura berikan untuknya, sebuah semi blazzer bewarna hitam.

“Oppa, kalau seandainya aku kembali berpaling pada yang lain, bagaimana?” tanya gadis itu polos.

“Tidak boleh. Kau hanya boleh berada disampingku saja. Tidak pada yang lain.” Balas Minho.

“Tapi, aku kan adikmu. Aku juga perlu pendamping oppa. Aku ingin merasakan punya kekasih. Seperti dengan Jongin dulu.”

“Yaa, yaa. Kau hanya boleh disebelahku. Arra?”

“Molla.” Balas Hyura singkat lalu mengalihkan padangannya ke luar jendela mobil.

“Raa-ya, aku hanya ingin kau tahu kalau aku menyayangimu. Tetap disampingku, saeng.” Ujar Hyura lalu kembali mengelus rambut gadis itu.

“Arraso oppa, aku juga menyayangimu.” Balas Hyura lalu menoleh pada Minho.

Kedua manik mata yeoja dan namja ini saling bertemu. Tatapan keduanya sama-sama dalam. Entah apa yang ada dalam pikiran keduanya masing-masing. Hingga akhirnya sebuah kecupan manis mendarat di puncak kepala Hyura. Ia merengkuh gadis itu dalam dekapannya, mengusap lembut bahu Hyura.

*****

Suasana dorm SHINee hari ini cukup lengang. Sudah beberapa hari sejak kelimanya kembali dari Jepang untuk menyelesaikan rangkaian konser JAT mereka, Hyura juga menjadi sering berada di dormitori group yang juga tengah mempersiapkan gelaran konser tunggal ketiganya ini. Tapi, hari ini beberapa member sedang tidak terlihat berada di dorm. Hanya ada Onew dan Key saja disana. Hyura pun berada disana karena urusannya dengan Key.

“Jangan lupa dengan jadwal photo jacket albummu lusa oppa. Hanya sepertinya aku tidak bisa menemanimu nanti. Mian, ada tugas lain yang harus aku kerjakan.” Ujar Hyura ketika ia dan Key tengah memakan beberapa potong buah di ruang makan.

“Nde, kau ingatkanku kembali saja nanti.” Balas Key. “Geurigo, tapi kenapa kau tidak bisa menemaniku lusa?”

“Minwook oppa meminta bantuanku untuk ikut dalam jadwal EXO hari itu. Dan jangan bilang-bilang pada Minho oppa tentang ini.” pinta Hyura.

“Arraso.” Balas Key lalu meneguk segela jus apel yang sudah dibuat gadis yang sedang berada di dorm SHINee itu sebelumnya.

“Kibum-ah..” panggil Onew.

“Oppa, kau mau jus apel juga?” tawar Hyura.

“Boleh, terima kasih Hyura-ya.” Balas Onew.

“Baiklah, tunggu sebentar. Aku buatkan dulu.”

Hyura beranjak dari kursinya dan berjalan menuju lemari pendingin untuk mengambil beberapa buah apel yang akan dibuatnya menjadi jus untuk Onew yang tengah mengobrol dengan Key. Hari ini memang pekerjaan Hyura sedang tidak banyak dan bisa membuatnya mampir ke dorm SHINee lebih lama. Lagipula, pekerjaannya hari ini adalah dengan Key dan Key sendiri yang memintanya untuk membahas di dorm, ia sedang malas berangkat ke perusahaan.

“Kibum-ah, boleh aku minta bantuanmu?” tanya Onew membuka obrolannya dengan Key yang masih tengah asyik memakan beberapa potong mangga sambil memainkan ponselnya dan sesekali berbalas pesan dengan Eunji.

“Hmm, wae hyung?” tanya Key.

“Bisa kau meminta Woohyun kesini?”

“Mwo? Woohyun. Tumben?” tanya Key bingung, namun tidak lama ia menangkap maksud dari permintaan Onew sebelumnya.

Bukan Woohyun yang ingin dimintanya mengunjungi dorm SHINee, tapi gadis berambut merah yang bertemu dengan mereka di final recording ToHeart beberapa hari yang lalu, Kim Sunhee.

“Arrasso hyung. Aku akan memintanya mengajak Sunhee besok. Hari ini mereka sedang memiliki jadwal off-air.”

“Gomawo, Kibum-ah.” Balas Onew.

“Sunhee, nugu oppa? Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu.” ujar Hyura ketika kembali dengan segelas jus apel ditangannya.

“Adik Sunggyu hyung, leader Infinite. Gadis yang bersama Woohyun ketika mengantarkamu kemarin.” Balas Key.

“Ah, aku ingat. Eonni yang cantik dengan mata sipitnya.” Balas Hyura lalu duduk di kursinya. “Ah, tapi bukankah itu adik Woohyun oppa? Ia bilang ketika kami berangkat bersama waktu itu, gadis itu adalah adiknya.”

“Dia memang cantik.” Balas Onew.

“Bukan. Sunhee itu adik Sunggyu hyung. Tapi memang, member Infinite sudah menganggapnya seperti adik mereka sendiri. Sama sepertimu.” Balas Key. “Eiys, sepertinya kau menyukainya, hyung?” tanya Key polos. Hyura menganggukan kepalanya tanda mengerti penjelasan Key sebelumnya.

“Molla, tapi kupikir dia yeoja yang menyenangkan dan baik.” Jawab Onew.

“Ah iya, Hyura-ya, kapan-kapan nanti kau akan ku ajak ke dorm Infinite. Woohyun ingin mengenalkanmu pada membernya.” seru Key.

“Untuk apa oppa?”

“Berkenalan dan menambah teman baru. Ada Sungjoong yang seusia denganmu, sama seperti Taemin. Maknae group. Lagipula, memangnya kau hanya ingin berteman dengan artis SM saja? Aku juga ingin mengenalkanmu pada teman-temanku yang lain agar pertemananmu menjadi lebih luas. Kau mau kan?” tanya Key.

“Hati-hati Kibum-ah. Kalau sampai Hyura dekat dengan salah satu temanmu itu bisa-bisa kau habis dimarahi oleh Minho.” seloroh Onew.

“Gwenchana, oppa. Dengan senang hati dan aku pun tidak keberatan.” Balas Hyura.

“Ah, dan ini, ada hadiah dari Woohyun untukmu. Album mereka, kemarin ia menitipkanya padaku.” Ujar Key lalu mengeluarkan 2 buah album, INFINITE – Man In Love dan Destinty dari tasnya.

“Gomawo oppa, tolong sampaikan ucapan terima kasihku pada Woohyun oppa. Aku akan mendengarkannya nanti.” Balas Hyura lalu beranjak menuju tasnya di ruang TV dan memasukan album permberian Woohyun itu.

“Woohyun bilang kau harus mendengarkannya. Harus. Agar kau tahu lebih banyak para member Infnite, bukan hanya si visual dan leader saja yang kau tahu dan tentunya juga lagu-lagu mereka.” Lanjut Key.

“Visual? Nugu? Aku tidak tahu siapa visual Infnite oppa. Mian, member Infinite yang ku tahu hanya Woohyun oppa dan Sunggyu oppa, itu pun karena belakangan ini kita sering bertemu.” Balas Hyura.

“Jinjja? Kau tidak tahu L Infinite? Lalu dengan Sunggyu hyung. Kau mengetahuinya darimana? Kau kan tidak terlalu mengetahui idol group lain kecuali 2AM dan BTOB. Karena hanya mereka saja yang terkadang suka kulihat ada di playlistmu, diluar artis SM.” Ujar Key dengan gaya menelisiknya yang khas.

“Hyura kan pernah kita ajak bertemu dengan Sunggyu saat perayaan ulang tahunku dan Minho kemarin. Kau tidak ingat, Kibum?” jelas Onew.

“Nugu? Aku tidak mengenalnya oppa dan juga tidak mengetahuinya. Aku hanya tau kedua member itu dari Infnite.” Balas Hyura lalu tertawa. “Oppa, kedua group itu memiliki lagu yang enak di dengar dengan harmonisasi vocal mereka. Dan juga member yang tampan.”

“Ahh, arraso. Aku lupa, hyung. Ya sudah, kalau kau tidak mengenalnya.” Balas Key. “Ngomong-ngomong, memang siapa yang kau sukai dari kedua group itu?”

“Hmm, Seulong oppa dari 2AM dan Hyunsik oppa dari BTOB. Mereka berdua tampan dan suara mereka juga merdu.” Ujar Hyura lalu tersenyum sendiri.

“Ingin ku kenalkan pada mereka?” tawar Key. “Tapi jangan bilang pada Minho.”

“Dwesso. Tidak perlu oppa. Aku hanya mengaggumi mereka saja.” Balas Hyura.

“Minho kan dekat dengan salah satunya, Seulong hyung. Minta tolong saja padanya untuk bertemu. Seperti yang Kibum katakan tadi, perluaslah pergaulanmu dengan idol sahabat kami, jangan hanya dengan para artis SM saja.” Ujar Onew.

“Baiklah oppa. Kapan-kapan aku akan meminta Minho oppa mengenalkannya padaku.”

“Tapi jangan bilang pada si pangeran kodok itu kalau kau menyukai mereka. Bisa-bisa..” ujar Key.

“Bisa-bisa apa, oppa?” tanya Hyura.

“Lupakan.” Balas Key cepat.

Ketiganya kembali mengobrol dan membuat suasana dorm tidak sepi lagi, walaupun hanya ada mereka bertiga. Hyura hanya tersenyum menahan geli sendiri kalau kembali membicarakan mengenai ia yang menyukai 2AM dan BTOB, terutama Seulong dan Hyunsik. Aku bukan hanya menyukai kedua namja itu tapi juga menyayangi mereka. Batin Hyura.

*****

Hyura POV

Setiap kali aku mampir ke dorm SHINee, aku selalu melihat wajah leader kami nampak ceria. Kalau menurut Kibum oppa, wajah Jinki oppa belakangan ini nampak seperti bunga sakura yang tengah mekar di musim semi. Seminggu belakangan ini aku memang jarang bertemu dengan keluarga kedua di tempat kerjaku ini, aku memiliki jadwal dengan EXO. Tapi, setiap kali pulang awal, aku pasti mampir kesini bersama dengan Minji eonni. Seperti saat ini.

Akan tetapi, sebenarnya kali ini aku mampir bukan hanya untuk berkunjung tapi untuk menemui Minho oppa yang sudah memintaku untuk bertemu dengannya dan melaporkan segala kegiatanku bersama EXO.

“Oppa, sepertinya ada yang berbeda denganmu belakangan ini. Apa terjadi sesuatu?” tanyaku.

“Anniyo. Aku baik-baik saja.” Balas Jinki oppa.

 “Iya, baik-baik saja sampai ia melupakan semua kelelahannya hanya demi pergi dengan Sunhee.” Ujar Kibum oppa.

Saat ini, Minho oppa sedang membersihakn dirinya, Jonghyun oppa dan Minji eonni tengah berada di kamar, menikmati waktu mereka. Eits, tapi jangan salah paham dulu dengan yang kumaksud dengan menikmati waktu mereka di kamar. Eonni sedang menemani Jonghyun oppa menyelesaikan beberapa arransement ulang lagu-lagu SHINee yang akan mereka tampilkan di konser yang kurang dalam hitungan 1 minggu lagi. Sedangkan Taemin, entah kemana manknae group itu. Ia sedang berada dalam suasana hati yang tidak baik belakangan ini. Sejak acara valentine kami kemarin, Naeun juga sedang kembali sibuk dengan persiapan combeack groupnya dan itu membuat Taemin menjadi uring-uringan dan pulang terlambat.

“Sunhee?” tanyaku.

“Iya, Sunhee adik Sunggyu hyung. Kau masih ingat?” tanya Kibum oppa.

“Aah, yeoja bersurai merah yang datang bersama Woohyun oppa waktu itu?” tanyaku lagi. “Sepertinya banyak hal yang aku lewati.” Balasku.

“Makanya, kau jangan terlalu sibuk dengan EXO.” Ujar Jinki oppa lalu melahap beberapa potong ayam yang ada dihadapannya.

“Mian oppa. Ini tuntutan pekerjaan.” Balasku. Seminggu saja tidak bertemu dengan mereka, rasanya seperti lama sekali. Banyak hal yang terjadi dan aku melewatkan itu.

Kibum oppa pun akhirnya menceritakan semua cerita yang terlewatkan olehku. Dan wajah Jinki oppa mendadak seperti udang rebus setiap kali nama yeoja itu disebut, Kim Sunhee. Wajahnya selalu tampak merona kemerahan dan terlihat sekali bagaimana ekspressi bahagia itu nampak, ditambah dengan eye-smile nya itu. Terlihat sangat jelas.

“Kau tahu, walaupun malam sebelumnya ia mengeluh kelelahan, tapi pagi-pagi sekali Jinki hyung sudah bangun dan bersiap pergi dengan Sunhee.” Ujar Kibum oppa.

“Ah, jadi dia yeoja yang berhasil mencuri perhatian leader kami. Yeoja yang mampu membuat Jinki oppa rela menempuh jarak yang cukup jauh untuk mengajaknya ke kebun anggur pamanmu, oppa dan melupakan segala kelelahannya.” Ujarku.

“Jinki hyung sepertinya sedang jatuh cinta. Dan Sunhee lah yang mampu membuatnya seperti ini.” ujar namja bersuara berat yang sudah ku ketahui siapa pemiliknya, Minho.

“Kau sudah selesai?” tanyaku.

“Seperti yang kau lihat.” Balasnya dengan wajah yang tampak lebih segar dibandingkan sebelumnya.

“Itu hanya karena aku sudah berjanji mengajaknya, Hyura-ya. Apa kau mau kuajak juga lain kali?” tanyanya.

“Kalaupun bukan juga tidak apa, oppa. Kenalkan padaku lain waktu.” Balasku.

“Kau tidak perlu repot-repot, hyung. Aku yang akan mengajaknya. Atau bagaimana kalau kita double date lain kali?” ajak Minho oppa.

“Double date?” tanyaku dan Kibum oppa bersamaan.

“Iya, kau tidak mau, Raa-ya?” goda namja bermata kodok itu.

“Ya, Choi Minho. Kalau yang namanya double date itu, pergi kencan bersama dengan pasangan atau calon pasangan. Bukan dengan oppa atau dongsaeng sepertimu dengan Hyura.” celetuk Kibum oppa.

“Memangnya kenapa? Ada yang salah? Bukankah sama saja. Intinya ada dua pasangan yang pergi.” Balas Minho oppa tak mau kalah.

“Sudah-sudah. Terserah kalian saja oppa. Aku tidak ikut berkomentar.” Balasku lalu meninggalkan kursi dan menuju tempat mencuci piring.

*****

“ooh, iya. Hyura, kau sudah mendengarkan lagu-lagu mereka yang kuberikan di album kemarin?” tanya Key.

“Sudah oppa. Lagu-lagu mereka sangat enak. Sama seperti milik kalian.” Balas gadis berambut coklat itu.

“Album?” tanya Minho bingung. “Lagu-lagu siapa yang kau dengarkan, Raa-ya?”

“Infinite. Woohyun memberikan album mereka pada Hyura beberapa waktu yang lalu. Ia menitipkannya pada Kibum.”  Jelas Onew.

“Lagu mana yang kau sukai? Dan, siapa yang kau suka dari group Woohyun itu? Diluar ia dan Sunggyu hyung.” Lanjut Key mengabaikan pertanyaan Minho.

“Man In Love dan salah satu lagu ballad mereka dari album Destiny. Kalau tidak salah judulnya Mom. Itu benar-benar enak di dengar oppa. Bahkan aku sampai nyaris menangis ketika mendengarkannya.” Balas Hyura lalu kembali ke kursinya.

“Kau menyimpannya di ponselmu?” tanya Key.

“Nde, oppa. Aku menyimpan kedua lagu itu. Kalau sedang lengang aku suka mendengarkannya.” Balas Hyura.

“Jadi lagu di playlistmu sudah bertambah dengan idol lain, Raa-ya? Tidak hanya artis SM, 2AM dan BTOB?” tanya Minho.

“Nde, sudah ada Infnite juga oppa di dalamnya. Walaupun hanya 2 lagu.”

“Lalu dengan member? Kau sudah melihat foto mereka di photobook nya bukan?” tanya Key.

“Sudah, tapi hanya satu yang menarik perhatianku diluar Woohyun dan Sunggyu oppa.” Balas Hyura.

“Nugu?” tanya Onew.

“Hmm, aku lupa namanya. Tapi dia adalah member paling tinggi di foto group mereka.”

“Ah, itu Sunggyeol. Baiklah kalau begitu. Nanti akan ku kenalkan kau pada mereka secara langsung.” Jelas Key.

“Jangan meracuni Hyura dengan teman-temanmu, Kibum-ah.” Ujar Minho.

“Wae?” tanya Key polos walaupun sebenarnya ia sudah menangkap maksud Minho. Ketakutannya muncul kembali.

“Nde, oppa. Aku akan dengan senang hati berkenalan dengan mereka.” Balas Hyura.

“Yaa, Im Hyura. Awas saja kalau kau berani.” Potong Minho.

“Wae oppa? Hanya berkenalan saja. Memang salah?” tanya gadis itu.

“Sepertinya sifat Kibum yang mudah bergaul dan terbuka sudah tertular padamu, Hyura-ya.” Ujar Onew.

Hyura lalu tertawa. “Selama sifat positif Kibum oppa yang aku ambil, bukankah itu tidak masalah oppa?” tanyanya.

“Ndee, tidak masalah. Aku lebih senang melihatmu lebih ceria sekarang. Semoga dengan sering bersama dengan Kibum pergaulanmu dengan teman-teman idol kami semakin luas.” Balas Onew.

“Andwe, hyung. Tidaak, jangan berubah seperti Kibum, Raa-ya. Tetap jadi dirimu saja.” Balas Minho.

“Memangnya kenapa Minho-ya? Kau takut?” goda Key.

“Takut? Siapa yang takut. Biasa saja. Aku hanya menjaganya saja.” Balas Minho tidak mau kalah.

“Gwenchana oppa. Tenang saja, aku bisa menjaga diriku. Lagipula tidak mungkin Kibum oppa menjerumuskanku ke hal-hal yang negatif bukan?” tanya Hyura lalu menepuk pelan kedua pipi Minho dengan tangannya.

“Tapi kau janji tidak akan melakukan hal macam-macam?” tanya Minho.

“Nde, oppa. Aku berjanji.” Balas gadis itu.

*****

Setelah puas bersama dengan Jonghyun, Minji mengajak Hyura untuk segera kembali. Jam sudah menunjukan waktu hampir pukul 10 malam. Hyura juga sudah selesai bercerita dan melaporkan segala kegiatannya dengan EXO pada Minho. Sesuai permintaan namja bermata kodok itu. Sepanjang Hyura bercerita pada Minho, cibiran tidak berhentinya keluar dari mulut Key. Sang diva merasa Minho terlalu protectif pada Hyura padahal gadis itu bersama dengan EXO bukan karena urusan pribadi, melainkan karena pekerjaan.

“Hyura-ya, kau sudah selesai?” tanya Minji saat gadis itu baru saja keluar dari kamar Jonghyun dan diikuti sang namja di belakangnya yang sudah menggeliat melepaskan rasa lelahnya. Sebuah kacamata pun masih menggantung di hidung mancung namja bersuara lembut itu.

“Sudah. Mau kembali sekarang eonni?” tanya Hyura.

“Nde, sudah malam. Besok kau juga kan harus kembali ke kantor lagi. Menemani mereka berlatih dan final meeting untuk konser nanti.” Balas Minji.

“Baiklah. Aku ke toilet dulu sebentar.” Pamit gadis itu.

Namun, suara bel dorm beberapa kali berbunyi. Nada yang dimunculkan seperti nada yang tidak sabar. Jonghyun yang berdiri di dekat intercom langsung mengecek layar dan melihat siapa orang yang menimbulkan suara yang mengganggu itu. Kai, dan dia sedang memapah seorang namja yang sepertinya tengah mabuk, ya siapa lagi kalau bukan maknae mereka, Lee Taemin.

“Hyung, mian membuat sedikit keributan.” Ujar Kai ketika pintu baru saja di buka oleh Jonghyun. Minho, Key, Minji dan Onew berdiri dibelakangnya.

“Gwenchana. Minho-ya, bantu aku membawanya. Kasihan Jongin sudah memapahnya sampai sini.” Titah Jonghyun. “Jongin-ah, masuk. Istirahatlah dulu sebentar.” Lanjut Jonghyun.

Ketujuh orang itu pun masuk ke ruang tv dorm lalu meletakan Taemin di sofa yang ada di ruangan itu. Hyura yang baru saja kembali bingung melihat keadaan ruang TV yang menjadi ramai seperti itu dan juga keberadaan Kai disana.

“Jongin-ah, sedang apa kau disini?” tanya Hyura bingung.

“Ah, kau disini juga?” tanyanya.

“Nde, aku baru saja menemani Minji eonni. Ada apa dengan Taemin?” tanya Hyura bingung. “Kau yang mengantarkannya?” tanya Hyura setelah melihat keadaan sang maknae group yang tengah mabuk tak sadarkan diri. Sebenrnya gadis ini bingung sekaligus penasaran dengan apa yang terjadi dan menyebabkan hal tersebut terjadi. Tiba-tiba juga tangannya ditarik oleh Minho.

“Hyura-ya. Kesini.” Ujar namja itu.

“Oppa, jaebal. Tidak perlu seperti anak kecil. Aku hanya bertanya pada Jongin, tidak lebih.” Balas Hyura.

“Minho-ya, bisa kau bersikap biasa aja. Bukan waktunya untuk cemburu disaat seperti ini.” ujar Key gemas melihat sikap Minho.

“Jongin-ah, ada apa sebenarnya? Kenapa Taemin bisa pulang denganmu dalam keadaan mabuk seperti ini?” tanya Onew lebih tenang. “Kalian habis minum?”

“Jongin tidak mungkin minum, oppa. Dia sama sepertiku, buruk kalau soal minum.” Ujar Hyura polos yang semakin menimbulkan kilatan di mata besar Minho.

“Lalu kenapa Taemin sampai seperti ini?” tanya Onew lagi. Suara racauan pun mulai terdengar keluar dari mulut Taemin. Nama Naeun pun beberapa kali terdengar dalam ocehan tidak sadarnya itu.

“Sebelumnya, aku minta maaf hyung. Tadi, Taemin memintaku bertemu. Ia bilang ada yang ingin ia ceritakan padaku dan aku rasa kalian mengerti kemana arah cerita Taemin.” Keempat namja yang ada di ruangan itu pun mengangguk bersamaan, sedangkan Hyura dan Minji mencoba mengembalikan kesadaran Taemin dari alam mabuknya itu tanpa menghilangkan konsentrasi pada penjelasan Kai. “Tapi ketika aku tiba di restoran daging yang dijanjikannya, ia sudah hampir mabuk. Aku tidak ikut minum dengannya. Aku hanya mendengarkan semua yang di ceritakannya saja. Maaf aku tidak bisa melarangnya minum hingga mengakibatkan ia mabuk parah seperti ini.” jelas Kai.

“Arraso, gomawo Jongin-ah. Kami tidak menyalahkanmu.” Ujar Key bijak.

“Maafkan aku sekali lagi hyung. Dan kalau begitu, aku pamit lebih dulu, hyung-deul, noona, Hyura-ya. Driver ajusshi menungguku dibawah.” Pamit Kai.

“Baiklah, hati-hati dijalan.” Balas Jonghyun.

“Kuantar kau sampai lift.” Ujar Hyura. Hyura pun bangkit dan mengantar Kai sampai ke lift tanpa menggubris tatapan cemburu yang di keluarkan oleh Minho.

“Terima kasih sudah mengantar Taemin, Jongin-ah.” Ujar Hyura.

“Cheonmaneyo, Hyura-ya. Sudah cepat kembali kedalam, sebelum Minho hyung marah padamu. Sedaritadi dia sudah menatap kita berdua dengan tatapan yang berbeda.” Balas Kai.

“Sudah, kau tidak perlu menghiraukannya. Hati-hati.” Ujar Hyura akhirnya.

Keduanya pun berpisah di depan lift sebelum akhirnya Hyura kembali masuk ke dorm. Sekembalinya ke dorm, Hyura sudah mendapati tatapan kesal terpancar dari wajah Minho. Ia pun menghampiri namja tersebut.

“Oppa, tolong jangan bersikap seperti ini lagi. Aku dan Jongin sudah menjadi teman biasa. Sama seperti dengan member EXO lainnya. Jadi aku harap kau tidak perlu cemburu lagi dengannya. Arraso?” Ujar Hyura lalu menepukbahu Minho pelan.

“Baiklah, aku pegang perkataanmu itu.” balas Minho.

“Dimana Taemin?” tanya Hyura.

“Dia sudah berada di kamar. Kami sudah membawanya ke kamar tadi ketika kau mengantarkan Jongin.” jawab Minho.

“Baiklah, kita ke sana saja.” Ajak Hyura.

*****

Maaf aku baru sempet lanjutin sekaligus posting kelanjutan cerita yang terbaru..

Terima kasuh untuk kalian yang udah setia membaca :)

Dan jangan lupa untuk memberikan LOVE dan comment nya..

Don't be a silent reader..

Serta nggak usah ragu untuk mememberikan masukan atau saran untuk kelanjutan cerita di chapter berikutnya..

Big Hug and Gomawo :D

POPULAR FANFICTION

BERITA PILIHAN

COPYRIGHT 2024 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK