home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > The Wrong Way

The Wrong Way

Share:
Author : AdeLululu
Published : 12 Jun 2015, Updated : 16 Jun 2015
Cast : Suho EXO, Kai EXO, FC, EXO member, Other Cast
Tags :
Status : Ongoing
1 Subscribes |995 Views |2 Loves
The Wrong Way
CHAPTER 2 : The Wrong Way II

“Ahjussii .. Stop di sini” perintah Baekhyun mendadak, membuat Kwon Ahjussi langsung menepikan mobil yang tengah melaju dalam kecepatan sedang.

 

“Oppa ..”

“Sekolah masih jauh” protes Hae Ra, memandang kesal ke arah Baekhyun.

 

“Tuessoo ...”

“Cepat pakai tasmu, dan Ya !! Rapikan sedikit rambutmu itu !! Apa kau tadi pagi tidak memakai make up ? Byun Hae Ra !! Jadilah yeoja yang cantik dan anggun !!” protes Baekhyun sembari merapikan sedikit rambut Hae Ra yang memang terlihat agak berantakan pagi itu.

 

“Byun Baekhyun, sejak kapan kau peduli dengan penampilanku ?” Hae Ra menampik tangan Baekhyun yang tengah mencoba merapikan rambutnya.

“Ya !! Ini demi kebaikan kita !” jelas Baekhyun aneh

“Kebaikan kita ?” Hae Ra menyunggingkan bibirnya

 

“Ahh sudahlaahh .. Cepat keluar !!” Baekhyun bergegas keluar dari mobil sedan hitam yang membawanya, lalu membuka pintu mobil di sisi lain dan langsung menarik paksa Hae Ra agar keluar dari mobil.

 

 

“Yaaa !! Apa yang salah denganmu !!”

“Mengapa kita harus jalan kaki ? Sekolah masih cukup jauh dari sini !!”

“Aku tak ingin berkeringat pagi-pagi !!”

“YA Byun Baekhyun !! Kau tak mendengarkanku ?” Hae Ra menghempaskan tangannya dari genggaman erat Baekhyun, membuat Baekhyun yang sedaritadi cukup sabar untuk tak terpancing dengan omelan-omelan Hae Ra akhirnya mengalah dan menghentikan langkahnya.

 

“Apa yang salah denganmu ?” tanya Hae Ra kesal, ini bukan seperti Oppanya yang Ia kenal. Bukan seperti Byun Baekhyun yang Ia tahu, Baekhyun tak pernah kasar hingga menariknya dengan paksa untuk sebuah hal yang tak memiliki alasan jelas, Baekhyun bukan tipe orang yang akan memaksa orang lain untuk melakukan apa yang Ia inginkan. Tapi hari ini ?

 

“Tak bisakah kau hanya diam dan mengikutiku saja kali ini ?” tanya Baekhyun tiba-tiba serius, merubah raut wajahnya yang selalu sumringah menjadi sangat mengerikan untuk ukuran seorang Byun Baekhyun.

 

“Neo waeire ? Apa ada sesuatu yang salah ?” Hae Ra yang masih tak mengerti dengan sikap Baekhyun mencoba ikut bersikap serius, memandang tegas saudara kembarnya itu.

 

“Yaa .. Aku semalam tak bisa tidur dan bangun untuk memasak Ramyun !”

“Kau tak lihat pipiku bengkak ?”

“Temani aku berjalan pagi ini !! Paling tidak matahari pagi akan membuatnya sedikit mengecil” jelas Baekhyun dengan nada khawatir, menepuk-nepuk kedua pipinya pelan.

 

“Mwo ?” pekik Hae Ra tak percaya

“Jadi kau menarikku hanya untuk itu ? Ya Byun Baekhyun !! Neo !!” Hae Ra melayangkan tangannya, ingin memukul kepala Baekhyun sekuat-kuatnya agar saudara kembarnya itu sadar betapa menyebalkannya Ia pagi ini namun tertahan ..

 

 

“Byuuunn !!” pekik seorang namja yang baru saja turun dari bus ke arah Byun bersaudara yang tengah perang keluarga itu.

“Ohh, Suho-yyaaa !!” Baekhyun segera saja melarikan diri, menjauh dari Hae Ra dengan berlari secepat kilat menghampiri Suho.

“Ishh ..” gerutu Hae Ra kesal kehilangan kesempatannya memukul Baekhyun.

 

 

 

“Mengapa kalian jalan kaki ? Kemana Kwon Ahjussi ?” tanya Suho bingung melihat Byun bersaudara yang dikenal sama sekali tak menyukai olahraga itu pagi-pagi begini berada di trotoar jalan bukan di dalam mobil mewah.

“Ahh .. Baekhyun Oppa .....”

“Ya Ya, Apa yang mau kau katakan !!” potong Baekhyun cepat, mengunci leher Hae Ra dan langsung membekap mulutnya.

 

“Yaa .. Apa yang terjadi dengan kalian pagi ini ?”

“Apa kalian bertengkar ?” Suho menarik Hae Ra cepat, memisahkan keduanya sebelum terjadi perang yang lebih besar.

 

“Byun Baekhyun, jangan menyakitinya !” Suho memberikan peringatan tegas, membuat Hae Ra langsung menjulurkan lidahnya meledek Baekhyun.

“Ciihhh .. Chukettaa Byun Hae Ra !”

“Puas karena memiliki pahlawan supermu ?" sindir Baekhyun malas

 

“Tuessoo !! Kajjaa !!” Suho menarik Hae Ra berjalan cepat meninggalkan Baekhyun yang mendadak terdiam melihat punggung sahabat dan saudara kembarnya semakin menjauh darinya.

 

“Geuree .. Kau harus selalu bersamanya Byun Hae Ra”

"Aku melakukan ini agar kau bisa terus bersamanya Hae Ra-ya .."

“Untuk kebahagiaanmu .. dan untuk keluarga kita” gumam namja itu pelan

 

 

Flashback

“Oppa, makan malam sudah siap. Tolong panggilkan Oemma dan Appa !!” perintah Hae Ra yang tengah merapikan posisi piring dan sendok di atas meja membuat Baekhyun yang beberapa langkah lagi sampai di meja makan terpaksa berbalik menuju ruang kerja Ayahnya.

 

 

“Hanya K&J Coorporation yang masih bertahan dan beberapa perusahaan kecil”

“Meskipun tak banyak, tapi setidaknya kita masih bisa bertahan”

“Keuangan Rumah Sakit semakin sulit akhir-akhir ini, kita harus membayarkan gaji dokter juga tunggakan-tunggakan lainnya yang tak sedikit”

“Tolong terus jaga hubungan baik kita dengan keluaraga Kim, kita akan benar-benar hancur jika K&J Coorporation menarik investasinya dari Rumah Sakit”

 

Baekhyun terdiam, menarik kembali kaki kanannya yang telah sampai di bibir pintu dan memilih berbalik meninggalkan ke dua orangtuanya. Berjalan cepat, menggegaskan langkah kakinya meninggalkan tempat itu, mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang Ia dengar hanyalah sebatas ilusinya. Berlari menuju kamarnya, mengunci dirinya dalam gelap. Keluarganya bangkrut ?

Flashback End

 

 

“Selamatkan kami, Hae Ra-yya .."

"Jebbaalll !!"

 

 

* * *

 

 

 

 

“Aiggooo .. Coba kita lihat .. Ada siapa di sini ?”

Hae Ra bergegas membilas tangannya setelah mendengar suara sinis yang di sertai suara gerombolan langkah itu memasuki toilet wanita. Ia mendengar jelas suara klik pintu toilet yang di kunci namun Ia berusaha tak menanggapinya, menganggap Kim Hye Sun dan teman-teman sadisnya itu tak ada di sana. Namun bukan Kim Hye Sun namanya jika Ia dengan baik hati membiarkan Hae Ra lepas satu hari saja dari candaannya yang tak lucu.

 

“Ciihhh .. Byun Hae Ra !!” jemari Hye Sun yang semula membelai lembut rambut Hae Ra langsung menjambaknya kuat

 

“Yaa !! Kau yang melaporkanku lewat kotak pengaduan siswa itu kan ?”

“Geureee .. Tentu saja kau !!”

“Si pengecut Byun Hae Ra, gadis licik yang hanya berani bersembunyi di balik punggung ketenaran saudara kembarnya Byun Baekhyun dan merengek pada sahabat baiknya Kim Suho yang berkuasa"

 

“Hye Sun-ahh ..”

“Lepaskan !! Sakitt !!” pekik Hae Ra tertahan, mencoba memberontak dan melepaskan diri dari Kim Hye Sun namun gadis itu seolah tanpa ampun terus menarik rambut Hae Ra semakin kuat.

 

“Lepaskan ?” tanya Hye Sun sinis

“Lepaskan dirimu paling tidak dari Suho !! Menjauh darinya !!” Hye Sun berteriak tepat di telinga Hae Ra, membuat yeoja itu sontak memejamkan matanya ketakutan.

“Dengan itu paling tidak, aku bisa sedikit melepaskanmu Byun Hae Ra !!” Hye Sun menarik lebih keras rambut Hae Ra, lalu mendorong kepala gadis itu yang langsung saja membuat Hae Ra tersungkur ke lantai.

 

“Kau harus di siram dengan air seperti ini agar sifat licikmu itu berkurang Byun Hae Ra !!” Hye Sun yang sama sekali tak mempedulikan erangan sakit Hae Ra menyiramnya dengan seember air dingin, tanpa ampun.

 

“Pergilah ke atap ! Semakin sering kau membolos, semakin cepat kau pergi dari sekolah ini !!” bantingan ember keras sontak membuat tubuh yang kini basah kuyup itu ikut terhentak kaget. Namun tak ada yang bisa Hae Ra lakukan, atau mungkin Hae Ra tak ingin melakukan apapun atas perlakuan barusan yang Ia terima, bukan karena Ia takut tapi karena Ia mencoba menebus rasa bersalahnya meskipun dengan bertindak bodoh dan lemah.

- - -

 

 

 

“Haaaahhhh ..”

“Syukurlah matahari bersinar sangat cerah dan hangat”

“Paling tidak aku bisa mengeringkan diriku sebelum jam pelajaran berakhir, atau dua namja cerewet itu akan mengomeliku lagi” Hae Ra mengibaskan rambut basahnya, sembari menggosok-gosoknya pelan dengan tangan kosong. Ia sama sekali tak berniat pergi ke UKS ataupun membeli seragam baru di koperasi sekalipun Ia bisa melakukannya dengan mudah. Untuknya, cukup seperti ini, diamkan saja dan biarkan saja seperti ini dan semuanya akan berlalu.

Yeoja itu melipat kakinya, duduk bersila beralaskan kardus bekas yang Ia ambil seperjalanannya menuju atap gedung. Dengan baju setengah kering dan wajah yang sangat kumal, yeoja itu hanya diam .. terus diam. Memaksakan mata terus menatap dan menantang kilauan matahari yang tengah menyorot dirinya.

 

“Geuree ..”

“Kalau di pikir, siapa yang akan menganggapku ada di dunia ini jika aku tak hidup menjadi saudara kembar Byun Baekhyun dan bermain bersama seorang Kim Suho”

“Bahkan anjing di pinggir jalan pun tak akan menoleh ke arahku !” desah Hae Ra berat, kembali terlibat dengan lamunan panjang tanpa suara. Hanya desahan nafas beratnya yang justru menggambarkan jelas betapa kacaunya pikiran yeoja ini.

 

“Haaahhhh !! Mwollaaaa ..”

“Lebih baik aku segera kembali ke kelas sebelum pelajaran terakhir di mulai” Hae Ra bangkit dari duduknya, mengibas-ngibaskan rok kotak-kotaknya dan sedikit merapikan dasi juga jas sekolahnya. Menyisir rambutnya yang kusut dengan jari seadanya.

Dan ketika Ia berbalik ..

 

“Mwoyaa .. !!” kagetnya bukan main ketika menoleh kebelakang dan melihat seorang namja yang tak pernah Ia temui sebelumnya tengah duduk tenang menyandar sembari memejamkan matanya.

 

“Yaa !! Neo nugu-nya ?”

“Sejak kapan kau ada di sana ?” tanya Hae Ra waspada, menatap namja dengan seragam sekolah yang sama dengannya namun Ia menyakini benar jika Ia tak pernah melihat namja itu sebelumnya.

 

“Aku hanya anjing di pinggir jalan yang tak akan menoleh ke arahmu”

“Pergilah, dan jangan ganggu tidurku” gumam namja itu datar, tanpa membuka matanya sedikitpun.

 

 

Flashback

“Anak-anaaakk !! Perhatiannya !!” Kang Saem dengan tangan berototnya menggebrak meja membuat penghuni kelas 2-3 itu seketika hening

“Kita kedatangan murid baru” Kang Saem menoleh ke arah pintu, ketika seorang siswa laki-laki berjalan gontai masuk ke dalam kelas. Dengan tas ransel yang tak disandang sempurna, rambut panjang dan tak bermodel untuk ukuran siswa laki-laki baik-baik.

 

“Perkenalkan dirimu” perintah Kang Saem

 

“Aku Kim Kai” ucap namja itu singkat

 

“WWOOOOWWWWWWWW !!” pekik siswi perempuan langsung merasakan aura berbeda dari si Bad Boy Kim Kai meskipun namja itu hanya menyebut namanya saja.

“HWWUUUUUUUUU !!” kesal siswa laki-laki yang tak begitu suka dengan kesan pertama mereka bertemu anak baru itu.

 

“Kai-ssi !!”

“Mulai besok potong rambutmu, pastikan kau mengancing bajumu dengan benar dan memasukkannya dengan rapi. Ganti sepatumu sesuai yang bagaimana sekolah perintahkan dan aku tak ingin melihatmu dengan gelang dan kalung aneh seperti itu” perintah Kang Saem serius seperti biasa kemudia berlalu meninggalkan kelas yang kini penuh dengan keriuhan.

Tapi namja bernama Kim Kai itu tak gentar, sejak tadi Ia telah melirik kursi kosong di pojok belakang untuk menjadi spot paling menguntungkan baginya. Dengan cool dan tenangnya Ia berjalan melewati siswa-siswa yang tak berhenti meriuhkan dirinya, lalu duduk di sana tanpa peduli apa mungkin ada siswa lain yang telah menduduki tempat itu.

Flashback End

 


 

POPULAR FANFICTION

BERITA PILIHAN

COPYRIGHT 2024 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK