home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Reason To Love

Reason To Love

Share:
Author : boomie
Published : 21 Jul 2014, Updated : 26 Aug 2014
Cast : Jang Wooyoung, Bae Suzy, Ok Taecyeon, Jooyeon, Jonghyun
Tags :
Status : Ongoing
1 Subscribes |4122 Views |2 Loves
Reason to Love
CHAPTER 1 : Reason To Love (part 1)

Part 1

“oppa saranghae ....” Suzy bertingkah aegyo didepan Wooyoung yang sedang asyik membaca buku didepan TV.

“eiihss ...” desis Wooyoung kesal dan kembali membaca bukunya

“aaa ... oppaa ..” geliat manja Suzy

“ya!” Taecyeon langsung menjitak kepala Suzy dari belakang

“aw ..  appo !!” kesal Suzy pada Taecyeon

“Wooyoung~ah kajja !” seru Taecyeon pada Wooyoung.

“ouh andwae .” Suzy langsung menatap Wooyoung lagi berharap Wooyoung tak akan pergi secepat itu, tapi Wooyoung lebih memilih menurut pada Taecyeon, dia memasukan buku yang dibacanya kedalam tasnya.

“annyeong ..” serunya berpamitan dengan Suzy

“oppa ..” rengek manja Suzy berharap Wooyoung tidak akan pergi, tapi Wooyoung mengacuhkannya dan terus berjalan keluar menyusul Taecyeon.

“ahh mwoya .. “ Suzy memukul-mukul sofa yang didudukinya tak terima ditolak untuk kesekian kalinya oleh pria yang tidak lain adalah adalah teman kakaknya sendiri Taecyeon.

***

“wooyoung~ah ... kau tidak makan?” tanya Taecyeon pada Wooyoung yang sedang asyik mendengarkan lagu dari I-pod nya.

Wooyoung kemudian melepas satu headsetnya “aku tidak lapar” jawab Wooyoung singkat

Pandangan Taecyeon kemudian terarah ke pintu kelasnya, dimana ada 3 anak perempuan yang sedang berbisik-bisi malu.

“mau taruhan?” tantang Taecyeon pada Wooyoung.

Wooyoung terlihat bingung, namun Ia kemudian melihat kearah pintu dan melihat apa yang dilihat Taecyeon, Wooyoung kemudian tersenyum sombong menatap Taecyeon.

“wae? Kau kenal mereka?” tanya Taecyeon penasaran dengan arti senyuman Wooyoung.

Tak lama kemudian 3 gadis itu masuk kekelas perlahan mendekati Wooyoung dan Taecyeon.

“oppa .. terimalah ini !” seru salah satu gadis diantara mereka sambil memberikan sebuah kotak cake kearah Wooyoung.

“gamsahamnida ..” Wooyoung menerima kotak cake itu dengan satu tangan dan memberi senyuman pada gadis itu.

“aww oppa JJANG !! saranghae ..” seru gadis itu dan langsung berlari meninggalkan Wooyoung dan Taecyeon bersama teman-temannya.

“jinjja .. “ desis kesal Taecyeon melihat tingkah sahabatnya itu.

Wooyoung tersenyum sombong menanggapi tatapan sirik Taecyeon.

“itu sebabnya aku tidak pernah setuju Suzy menjadi pacarmu”

“wae?” Wooyoung menanggapinya dengan tertawa kecil

“kau selalu memberi mereka harapan kosong, berapa banyak perempuan yang kau sakiti?”

“mwo? ya .. aku hanya membalas senyuman mereka, berusaha bersikap ramah dan menerima hadiah pemberian mereka, apa aku menyakiti mereka? jadi seharusnya aku menolak hadiah mereka dan bersikap dingin, begitu?? it’s not me Ok Taecyeon ..” seru Wooyoung sambil mencondongkan badannya kearah Taecyeon

“gurae .. seharusnya kau langsung mengatakan pada mereka kalau kau sudah memiliki kekasih”

“kekasih?” Wooyoung terdiam mendengarnya, dia kemudian mengalihkan pandangannya menatap langit diluar jendela kelasnya, memikirkan sesuatu yang selalu membuatnya tak pernah bisa memiliki pacar lagi dan hanya bisa bersikap manis pada semua gadis yang mendekatinya, seolah memberi harapan kosong pada mereka.

***

“wooyoung oppa, wooyoung oppa, wooyoung oppa ..” lindur Suzy sambil menutup kedua matanya dan memuluk bantalnya.

“ya !” Taecyeon melemparkan bantal tepat mengenai wajah Suzy.

“aw .. oppa !!” teriak kesal Suzy pada Taecyeon

“cepat masuk kamarmu dan belajar!” seru Taecyeon

“aah .. oppa jinja ... kenapa oppa selalu menjadi perusak mimpi-mimpiku?” geliat kesal Suzy

“mwo?? mimpi? setiap hari diotakmu hanya ada Wooyoung, mimpi apa yang kau punya?”

“mimpi menjadi istri Wooyoung oppa” yakin Suzy dengan tatapan menantang pada Taecyeon

“ya neon !” geram Taecyeon menatap kesal pada Suzy.

“oppa .. kenapa oppa tak pernah mau menyetujui hubungan kami? Dia itu kan sahabatmu, dan aku ini adikmu, tidak ada masalah kan?”

“hubungan kalian? aaa ... maksudmu cinta bertepuk sebelah tangan?”

“oppa ..” rengek kesal Suzy

“jangan buang waktuku, cepat masuk kamarmu dan belajar !!”

“aah jinjja ... aku ini sudah 1 SMA, kenapa oppa terus saja memperlakukan seperti anak kecil!”

“kau mau masuk atau tidak!” geram Taecyeon dengan mengambil ancang-ancang bersiap memencet tombol 1 pada HPnya yang langsung terhubung dengan no orang tua mereka.

“arra arra ..” takut Suzy dan langsung berlari masuk kekamarnya.

Taecyeon menghela nafasnya melihat kelakukan adiknya satu-satunya, tapi sebaris senyuman tergambar diwajahnya.

***

Wooyoung dan Taecyeon sudah memasuki kelas 3 SMA akhir yang artinya mereka sedang bersiap-siap untuk menerima ujian masuk Universitas. Karena itu mereka jadi sering pulang malam untuk menerima mata pelajar ekstra atau terkadang mereka belajar bersama.

 “aku pulaaang ...” seru Wooyoung saat baru saja memasuki rumahnya

“oppa ... “

“oo kamjaggiya .. “ sontak Wooyoung terkejut saat melihat Suzy sudah berdiri didepannya menyambut kepulangannya “aissh jinjja ... “ desisnya melihat tawa ceria Suzy yang menyambutnya.

“kau sudah pulang, cepat kemari kita makan bersama ..” seru ibunya Wooyoung yang berdiri dibelakang Suzy

“ne kajja oppa !” Suzy menarik tangan Wooyoung, tapi Wooyoung langsung menghempasnya

“aku ganti baju dulu omma ,, “ serunya dan langsung masuk ke kamarnya mengacuhkan Suzy dengan raut kecewa.

Saat jam makan malam, Wooyoung, kedua orang tua Wooyoung dan Suzy duduk bersama didepan meja makan.

“ooh masta ..” riang Suzy mencicipi masakan ibunya Wooyoung

“gurae .. makan yang banyak ya .. gadis sepertimu harus tumbuh dengan sehat ..” ramah ibu Wooyoung

“nee ..” balas Suzy ceria, pandanganya kemudian teralihkan pada Wooyoung yang asyik menyantap makanannya “oppa igo mokko ..” Suzy meletakan telur gulung diatas nasi Wooyoung

“oo ..” balas Wooyoung singkat tanpa melihat kearah Suzy sedikitpun.

“Suzy~ah .. kau ini benar-benar perhatian ... kelak kau pasti bisa menjadi istri yang baik .. “ sahut Ayah Wooyoung saat melihat sikap perhatian Suzy pada Woyoung.

Mendengar perkataan Ayahnya, Wooyoung hampir menumpahkan makanan yang ada dimulutnya.

“aboji !” seru Wooyoung pada Ayahnya

“jongmalyeo? Apa ini artinya ahjussi dan ahjumma menyetujui hubungan kami?” sahut Suzy penuh harap

“mwo?? ya !!” seru Wooyoung kesal pada Suzy “aissh jinjja, aku kenyang !” Wooyoung melepas sumpitnya keras dan langsung pergi meninggalkan meja makan.

“wooyoung~ah ...” panggil ibunya tapi tak dihiraukan oleh Wooyoung “aigoo .. Suzy~ah lanjutkan makanmu ya ..” seru Ibunya Wooyoung yang langsung menyusul Wooyoung kearah belakang rumah.

Suzy mengeha nafasnya seolah kehilangan nafsu makannya.

“jangan dipikirkan .. makanlah .” sahut Ayahnya Wooyoung “kau ini masih muda Suzy~ah, masih banyak laki-laki yang lebih baik dari anakku Wooyoung .. karena itu jangan selalu memikirkan dia..” nasihat Ayah Wooyoung

“tapi aku hanya ingin bersama Wooyoung oppa” lemas Suzy menundukan kepalanya

“aigoo ... ckckckckck ..” gumam Ayah Wooyoung dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.

***

“tidak baik kau bersikap kasar padanya ..” hangat Ibu Wooyoung dengan perlahan duduk didekat Wooyoung

“dia itu masih kecil tapi sudah bermimpi menikah dengannku” kesal Wooyoung

“bukankah semua orang berhak punya mimpi ...”

“arra .. tapi dia itu masih sangat kecil untuk memikirkan sebuah pernikahan..”

“Ayahmu dan ibu berbeda 10 tahun, kau tau itu?”

“omma .... “ kesal Wooyoung “kenapa kalian selalu membela anak kecil itu., jangan katakan kalian menjodohkanku dengannya..”

“aniya .. Ayahmu itu sangat menyukai Suzy, karena Suzy mengingatkannya pada Yoobi adikmu, Ibu juga berpikir seperti itu, mungkin karena itu Ayahmu dan Ibu sangat menyukainya .. kami tidak pernah memikirkan dia menjadi istrimu, dia hanya mengingatkan kami pada Yoobi...”

“omma ..” lemah Wooyoung, Ia merangkul Ibunya karena melihat raut wajah Ibunya yang berubah sedih saat menyebutkan nama Yoobi.

Yoobi adalah adik Wooyoung yang meninggal 5 tahun lalu, dan dia seumuran dengan Suzy. Keluarga Wooyoung sangat terpukul saat itu, sejak itu lah Wooyoung bertekat menjadi dokter, karena itu dia berusaha keras untuk mengikuti ujian masuk Unversitas kedokteran.

                                                                        ***

Wooyoung masih duduk tenang diperpustakaan membaca tumpukan-tumpukan buku saat teman-temannya justru sedang beristirahat makan siang.

 “aahh himdero ..” serunya menggeliatkan tubuhnya “begeoppa ..” gumamnya sambil memegang perutnya.

Tiba-tiba HPnya bergetar menandakan ada SMS. Wooyoung langsung membuka SMS itu dan ternyata SMS dari Suzy.

“Oppa, jangan lupa makan ^^ aku sudah meletakan bekal makan siang ditasmu, FIGHTING OPPA !! kau pasti bisa masuk Univeritas kedokteran, karena Wooyoung oppa JJANG!!”

Wooyoung tersenyum membaca SMS penyemangat dari Suzy. Wooyoung kemudian melihat kearah tasnya, dia segera melihat isi tasnya, dan benar saja ada sebuah kotak makan didalamnya.

“kapan anak itu memasukannya?” bingung Wooyoung dibalik senyumnya “jika dia bersikap manis seperti ini aku bisa jatuh cinta padanya, dasar anak ingusan ..” tawa Wooyoung sambil memasukan nasi kedalam mulutnya. “seharusnya aku mengucapkan terima kasih padanya” lanjutnya sambil menngambil kembali HP nya.

***

“ya Suzy~ah .. kau tidak makan?” tanya Hyera pada Suzy yang sedang menidurkan kepalanya pada tumpukan buku diatas meja.

“bagaimana aku bisa makan kalau Wooyoung oppa sedang marah padaku” gumamnya

“bukannya dia selalu marah padamu? kenapa kau baru sakit hati sekarang?”

“molla .. “ lemas Suzy

“dari pada terus menuju pada satu jalur yang tidak pasti, lebih baik kau memilih jalur yang sudah pasti, lihat dia terus memperhatikanmu, sekarang ini dia pasti sedang menulis lirik lagu lagi untukmu” bisik Hyera yang terus memandang kearah pemuda yang sedang duduk dibangku paling belakang yang saat itu memang sedang memandangi Suzy.

Suzy mengacuhkannya dan tetap pada posisinya. Tiba-tiba HP nya bergetar, dengan lemas dia membuka HP nya dan 1 SMS masuk.

From : Wooyoung Oppa

Gomawo ^^

Suzy langsung bangkit dari posisinya saat membaca SMS itu. Raut wajahnya seperti tak percaya.

“oppa .. “ gumamnya tak percaya

“wae?” tanya Hyera penasaran

“AAAAAAA..... Wooyoung oppa mengirimiku SMS dan mengatakan terimakasih ... ottokke? AAAAAAA ...” histeria Suzy membuat satu kelas terkejut.

“jinjja??” riang Hyera juga dan segera merebut HP Suzy dari tangannya untuk mambaca SMS itu. “aah ... Suzy~ah chukkaee ..” seru Hyera ikut senang dan melompat-lompat kegirangan bersama Suzy seolah mendapat hadiah lottre bermiliaran.

***

Pulang sekolah Suzy dengan semangatnya bersiap-siap kerumah Wooyoung. Tapi langkahnya terhenti didepan pintu keluar sekolahnya karena Hujan yang tiba-tiba turun deras.

“aah ottokke?” cemas Suzy.

“tunggu saja sampai reda” balas hyera

“ani .. hari ini Wooyoung oppa tidak membawa payung, bagaimana kalau dia kehujanan?” ujarnya semakin cemas “aku harus menyusulnya ..” seru Suzy yang langsung megorek isi tasnya untuk mencari payung.

“annyeong ..” seru Suzy pada Hyera yang langsung berlari sambil membuka payungnya.

***

“kita akan tutup jam 3 ..” seru pengurus perpustakan pada Wooyoung yang masih asyik membaca bukunya.

“nee ..” jawab Wooyoung yang kemudian segera membereskan buku-buku yang sudah dibacanya.

Wooyoung pun keluar dari perpustakaan dan bersiap untuk pulang. Tapi ia baru menyadari hujan turun saat sudah dilantai bawah.

“oh my god, hari ini aku tidak bawa payung” gumamnya sendiri.

Wooyoung berdiri didepan pintu utama sekolahnya, menatapi rintik demi rintik hujan yang turun, Wooyoung mengadahkan tangannya untuk merasakan rintikan air hujan. Satu bayangan masa lalu meuncul dipikirannya saat rintikan-rintikan hujan itu membasahi tangannya. Tapi bayangan masalalu itu terbuyarkan saat Wooyoung melihat sesuatu  dari kejauhan, sesuatu yang mengalihkan pandangannya. Seseorang dengan payungnya berlari dari arah gerbang sekolah, dan Wooyoung merasa mengenal sosok itu. Dia semakin mendekat, membuat Wooyoung semakin yakin dengan siapa yang dilihatnya. Suzy. Dia  berlari dengan tawa cerianya saat melihat Wooyoung sudah ada didepan, dia berlari semakin cepat.

“oppa ..” sambut Suzy yang sudah berdiri didepan Wooyoung dengan nafas yang tak beraturan dan baju yang hampir basah.

Wooyoung masih terpatung ditempatnya menatap Suzy yang tersenyum lega didepannya.

“kau berlari kemari?” tanyanya dengan serius diimbangi dengan rasa tak percaya.

Suzy mengangguk cepat “tadi pagi saat memasukan bekal kedalam tasmu, aku tidak melihat ada payung ditasmu, karena itu aku takut oppa akan pulang kehujanan, makanya aku berlari kemari, tapi aku lega, oppa belum pulang jadi aku tidak terlambat” jelasnya dengan senyuman lega

Wooyoung semakin diam mematung mendengar kata-kata Suzy dan mencoba mengerti arti senyuman yang ditunjukan Suzy.

“oppa, igo .. “ Suzy memberikan satu buah payung lagi pada Wooyoung

“kau basah .” ujar Wooyoung dengan memandangi seragam Suzy yang basah.

“nee?” Suzy kebingungan, kemudian dia memperhatikan dirinya sendiri dan baru sadar kalau bajunya sudah hampir basah keseluruhannya “oo ..” kejut Suzy “goenchana oppa, aku bisa menjemurnya malam ini” Suzy tetap memasang wajah ceria didepan Wooyoung.

Wooyoung merasa kasihan pada Suzy, tapi dia tak mengerti mengapa Suzy mau melakukan semua itu, berlari dari gedung sekolahnya yang lumayan jauh hanya untuk mengantar payung bahkan tak menyadari dia sudah basah karena berlari agar tidak terlambat mengantarkan payung untuknya. Wooyoung benar-benar tak mengerti.

Wooyoung kemudian melihat payung yang diarahkan padanya. Perlahan Wooyoung mengambil payung itu dari tangan Suzy.

“oppa kajja !“ Ajak semangat Suzy karena senang payungnya diterima oleh Wooyoung, tapi itu justru membuat Wooyoung semakin tak mengerti dengan jalan pikiran Suzy.

Akhirnya mereka pulang bersama dibawah payung mereka masing-masing. Suzy mengikuti Wooyoung dari belakang, dan Wooyoung terus saja berjalan mengikuti jalan pulang kerumahnya dengan sesekali tersenyum melihat tingkah Suzy yang terus mengikutinya dari belakang.

“oo, ujannya berhenti ..” seru Suzy mengalihkan payungnya dari atas kepalanya.

Wooyoung menghentikan langkahnya dan menjulurkan tangannya untuk merasakan rintikan air hujan yang tersisa, tapi ternyata hujannya memang sudah reda. Wooyoung kemudian menoleh pada Suzy yang masih berdiri dibelakangnya. Wooyoung kemudian menurunkan payungnya dan melipatnya kembali.

“ini .. pulanglah !” seru Wooyoung sambil memberikan payungnya pada Suzy

“oppa ..” Suzy kebingungan apa maksud Wooyoung mengembalikan payungnya.

“gomawo .. tapi kau bisa pulang sendiri kan?”

Suzy memasang raut wajah kecewanya. Tapi karena tak ada pilihan lain untuknya atas pengusiran secara tidak langsung dari Wooyoung itu, akhirnya dia memilih menerima kembali payung itu dari tangan Wooyoung.

“kanda ,,” seru Wooyoung setelah payungnya diambil oleh Suzy, dia membalikan badannya dan mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Suzy yang masih kecewa ditempatnya.

Baru beberapa langkah yang dilewatinya, Wooyoung kemudian teringat dengan sesuatu, dia kembali menoleh kebelakang, dia melihat Suzy masih berdiri ditempatnya dengan wajah kecewanya. Tapi Wooyoung menaruh perhatiannya pada seragam Suzy yang masih belum kering itu. Wooyoung kemudian perlahan membuka jaketnya, kemudian dia berjalan mendekati Suzy.

“kau bisa mati kedinginan karena seragammu yang basah” ujar Wooyoung sambil meletakan jaketnya pada tubuh Suzy.

Suzy sangat terkejut dan langsung membalikan badannya, dia tak percaya Wooyoung lah yang memasangkan jaket itu padanya.

“oppa ...” gumamnya tak percaya

“pulanglah, annyeong ..” Wooyoung tersenyum dan perlahan kembali membalikan badannya dan mulai meninggalkan Suzy lagi.

Suzy tersenyum haru tak percaya atas perlakuan manis Wooyoung. Dia mengembangkan senyum bahagianya sambil memeluk jaket yang diberikan Wooyoung. Baginya hari itu adalah hari paling indah selama hidupnya.

***

Seharian Suzy hanya duduk di sofa depan TV dengan sesekali tersenyum membayangkan perlakuan manis Wooyoung tadi siang padanya, bahkan jaket yang diberikan Wooyoung tak dilepasnya dan terus-menerus diciumnya.

Taecyeon yang baru keluar dari kamar mandi menyadari sikap aneh Suzy yang sejak tadi senyum-senyum sendiri didepan TV. Taecyeon melihat kearah TV untuk mancari tau apakah yang ditontonnya adalah sebuah acara komedi atau drama romantis, tapi ternyata sebuah siaran berita. Taecyeon semakin bingung dan akhirnya mendekati adiknya itu.

“mwo hae??” tanyanya sambil perlahan duduk disofa yang terpisah dari sofa yang Suzy duduki.

“oppa ... aahh jinjja, hari ini aku benar-benar bahagia“ bahagianya sambil memeluk jaket yang dikenakannya.

Taceyeon semakin bingung, tapi kemudian dia melihat jaket yang dikenakan Suzy dan baru menyadari sesuatu “ya ! bukankah itu jaket Wooyoung?” tanyanya menerka

“nee ..” Suzy mengangguk malu pada Taecyeon

“ya ! kau mencurinya??” curiga Taecyeon

“mwo?? aniya .. Wooyoung oppa memberikannya padaku” sombong Suzy

“mwo? hari ini kau mengikuti dia lagi??” reka Taecyeon yang dibalas dengan anggukan Suzy “neon jinjja !” desis Taecyeon

“wae?” tantang Suzy, tapi Ia segara berlari kekamarnya sebelum Taecyeon memukulnya atau bahkan merebut paksa jaket Wooyoung darinya.

Taecyeon dengan wajah kesal langsung mengambil HP nya.

***

Wooyoung berbaring diatas tempat tidurnya menatap atap-atap kamarnya. Dia memikirkan hari ujian yang semakin dekat, itu cukup membuatnya semakin cemas.

Saat itu juga HP nya bergetar, segara Wooyoung meraihnya dan membaca isi SMSnya yang ternyata dari Taecyeon.

                                   Taecyeon : Kau sudah tidur? Maafkan Suzy hari ini

Wooyoung terdiam membaca isi sms Taecyeon, dia langsung teringat dengan Suzy yang tadi siang berlari dibawah derasnya hujan demi mengantarkan payung untuknya. Ia tak pernah mendapat perlakuan seperti yang dilakukan Suzy tadi siang. Belum lagi bekal makan siang hari ini yang sengaja diletakan Suzy langsung di dalam tasnya, baginya semua yang dilakukan Suzy hari ini adalah diluar dugaannya. Suzy yang setiap hari baginya adalah ‘Annoying Girl’ bisa membuatnya tersenyum dengan perlakukannya hari ini. Wooyoung kembali membaca sms Taceyeon dan memilih untuk membalasnya.

                 Me  : dia berbuat manis hari ini

                 Taecyeon : dia mengambil jaketmu

                 Me: aku yang memberikannya

                 Taecyeon : wae?

                 Me : hadiah untuk perbuatan manisnya hari ini

                 Taecyeon : kau tidak menyukainya kan?

                  Me : eommaku bilang, dia adalah Yoobi

                  Taecyeon : jadi dia adik bagimu

                  Me : ne

                  Taecyeon : baguslah, setidaknya aku tidak harus memperingatimu setiap hari

                  Me : ini ancaman?

                  Taecyeon : aku tidak mau dia kecewa, karena aku tau siapa kau

                   Me : kau mengataiku?

                   Taecyeon : aku tau isi hatimu

                   Me : arra, jalja.

                   Taecyeon : jalja

Wooyoung melemas membaca sms Taecyeon. Iya hanya Taecyeon yang tau isi hati Wooyoung, dan alasan kenapa Ia tak bisa mencintai Suzy, hanya Taecyeon yang tau.

***

“odiga?” tanya Wooyoung saat berpapasan dengan Taecyeon didepan pintu kelas saat jam istirahat

“Suzy pingsan disekolahnya, aku harus segera kesana, kanda !” seru Taecyeon yang langsung berlalu dari hadapan Wooyoung

“Suzy pingsan?” gumamnya terkejut, dia kemudian teringat dengan kejadian kemarin siang “apa dia sakit karena hujan kemarin?” reka nya sendiri.

Jam makan siangpun Wooyoung habiskan diperpustakaan kembali melanjutkan membaca sisa tumpukan buku yang tak sempat dibacanya kemarin. Saat ingin mencatat beberapa hal  penting yang ditemukannya dalam buku, Wooyoung langsung merogoh isi tasnya untuk mencari polpen, tapi tangannya justru menemukan hal lain. Wooyoung mengeluarkan benda yang ditemukan tangannya. Sebuah kotak makan dan sebuah kertas kecil diatasnya.

Oppa belajar tanpa makan itu sia-sia , jangan sampai sakit, FIGHTING! ^^

Itu yang tertulis diatas kertas itu.

“Suzy .. “ gumam Wooyoung mengingat kalau hari ini Suzy pingsan disekolahnya, dia mengingatkan Wooyoung agar tidak sakit, tapi dia sendiri hari ini jatuh pingsan karena sakit.

Wooyoung segera mengambil HP nya dan mencari no Taecyeon. Baru saja dia ingin menekan tombol telpon, Ia langsung mengurungkan niatnya. Dia berpikir lebih baik bertanya lewat sms saja.

Me : bagaimana Suzy?

Lama Wooyoung menunggu balasan Taecyeon, tapi tak kunjung mendapat balasan.

“apa lebih baik menelponnya ya ??” tanyanya sendiri dengan nada cemas “ah nanti juga pasti dibalas” serunya sendiri dan melanjutkan membaca bukunya.

“permisi aku boleh pinjam pensil?” tanya seorang murid pada Wooyoung

“ouh ne ..” Wooyoung langsung merogoh isi tasnya lagi, tapi sekali lagi tanganya menemukan yang lain bukan pensil.

Wooyoung segera mengeluarkan benda temuan tangannya itu. Sebuah payung. Wooyoung langsung teringat dengan kejadian kemarin siang, wooyoung langsung dapat menebak siapa yang menyimpan payung itu didalam tasnya, siapa lagi kalau bukan Suzy.

“sepertinya aku harus kesana !” serunya lagi dan segera berdiri dari duduknya dan dengan cepat keluar dari perpustakaan.

Sambil berlari menuruni anak tangga sekolahnya Wooyoung menekan tombol HP nya untuk menelpon Taecyeon, dan akhirnya Teacyeon menjawab telponnya.

“odiya?” tanya Wooyoung langsung

“rumah sakit” jawab Taecyeon disebrang telpon

“mwo?” Wooyoung menghentikan langkahnya “Suzy masuk rumah sakit?” kejutnya

“ani .. nega”

“mwoo?” bingung Wooyoung

***

Sampai dirumah sakit Wooyoung segara mencari ruangan yang disebutkan Taecyeon tadi ditelpon. Setelah menemukannya, Wooyoung langsung membuka pintu ruangan itu. Didalam ruangan dia menemukan Taecyeon berbaring di tempat tidur.

“annyeong” sambut Taecyeon yang sudah terbaring ditempat tidur dengan lemasnya

“waegurae?” tanya Wooyoung sambil berjalan mendekati Taecyeon

“aku tertabrak mobil” jawab lemas Taecyeon

“mwo? lalu Suzy?”

“dia masih disekolahnya”

“kau bilang dia pingsan”

“dia pingsan karena terkena lemparan bola voli”

“mwo??” kejut Wooyoung tak terpikirkan olehnya “aish jinjja” desisnya “lalu kau, gwoenchana?”

“oo .. hanya luka kecil dikakiku, tapi orang yang menabrakku ketakutan karena itu dia memaksa membawaku kemari”

“oppa !!” Suzy tiba-tiba datang dari arah pintu dengan wajah berbinar-binar saat melihat Wooyoung ada didepannya, dengan cepat dia menghampiri Wooyoung. “oppa, kau sudah makan bekal makan siangmu?” tanyanya manja pada Wooyoung

“eihh !” Wooyoung menjitak kepala Suzy

“aww ..” jeritnya sambil mengelus jitakan Wooyoung

“kakakmu sedang sakit kau malah memperhatikan orang lain?” seru Wooyoung setengah kesal

“siapa yang orang lain? aku memperhatikan calon suamiku”

“YA!” bentak Wooyoung dan Taecyeon bersamaan

“mian ..” Suzy melemas menundukan kepalanya menerima bentakan dari dua pria yang lebih tua darinya itu.

“lalu dimana orang yang menabrakmu itu?” tanya wooyoung setelah melepas kekesalanya pada Suzy

“mungkin diluar ... tunggu saja ..” balas Taecyeon sambil melihat kearah pintu, dan saat itu juga pintu terbuka dan sosok seorang perempuan tinggi dengan rambut pendek sebahu dan paras yang sangat cantik dengan kulit putih susunya menambah kecantikan sosok wanita itu.

“oo ..” kejut wanita itu melihat sudah banyak orang diruangan itu “annyeonghaseo” sapanya dengan menundukan kepalanya.

“nunna ...” seru Wooyoung yang sangat terkejut melihat sosok wanita itu, matanya terbelanga tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tubuhnya mematung dengan matanya yang tak teralihkan pada wanita itu.

“oo wooyoung~ah ..” sapa wanita itu yang juga baru menyadari kehadiran Wooyoung.

Kini mata mereka bertemu penuh sirat dengan tubuh yang mamatung ditempat mereka berdiri, hanya mata mereka yang bicara.

To be continue.......................

***

POPULAR FANFICTION

BERITA PILIHAN

COPYRIGHT 2024 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK