Shin hye melihat sebuah cahaya. Ternyata cahaya lampu kamarnya. Shin hye sekarang sudah berada dikamarnya.
Disampingnya terdapat piere yang tidur. Piere menunggu shin hye hinga sadar. Gerakan shin hye membuat piere terbangun.
“Shin hye. Kamu sudah sadar? Kamu sudah baikkan?”
“Piere. Aku dimana?”
“Kamu tadi pingsan. Sekarang kamu ada dikamarmu. Semuanya shin hye sudah sadar”
Keluarga piere dan para pelayan datang melihat shin hye yang sudah kembali sadar.
“Kamu sudah tidak apa-apa kan sayang?. Tanya nyonya Roselline.
“Iya. Nyonya aku sudah baikkan. Aduh…” Shin hye tidak sengaja menggerakkan punggungnya.
“Bagaimana tidak apa-apa?” Cetus piere.
“Kami sangat berterimakasih karena keberanianmu. Kami sudah mendengar ceritanya dari piere, dan kami sudah menangkap penjahat yang melakukan hal kepada shin hye. Serta penjahat yang berusaha mencuri berlian kerajaan kami. Saya ayahnya Piere.”
Ternyata ketiga penjahat tersebut sudah ditangkap. Setelah shin hye pingsan. Piere mengetahui. Menyusun rencana untuk menangkap penjahat tersebut.
“Tidak… aku tidak melakukan apa-apa.” Jawab sin hye dengan rendah hati.
“Sekarang. Kamu istirahat ya sayang.”
“Iya. Kakak istirahat ya”
“Sejak kapan kamu panggil sin hye dengan kakak?” Tanya piere.
“Sejak, kemarin. Oh.. iya bagaimana kalau kita adakan pesta buat kak shin hye atas keberaniannya. Bagaimana?”
“Hmmm… gagasan yang bagus”
“Ah.. tidak perlu lagi….” Piere memotong pembicaraan shin hye
“Ya. Boleh juga”
to be continued