home_icon
SIGN IN
SIGN UP
https://nagaempire1.com/ https://empire88m.com/ https://botakempire19.com/ https://uncleempire19.xyz/ https://indobet11g.com/ https://mukapoker1.lol/ https://mukacasinob.com/ https://138.197.6.28 https://138.68.168.98 https://152.42.182.182/ https://planetaryconquest.com/ https://internationalpeaceday.com/ https://weidenfeldlaw.com/ https://notariamc.com/ https://inetskate.com/ https://newdatingway.com/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/store/botak-empire/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/shop/empire88/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/uncle-empire/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/indobet11/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/naga-empire/ https://pakbol88.com/
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Bunshin High School

Bunshin High School

Share:
Published : 07 Jan 2016, Updated : 11 Jan 2016
Cast : Super junior, Exo, Shinee, U-kiss, BTS, Dll
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |1455 Views |1 Loves
Bunshin High School
CHAPTER 2 : New Student

~Prolog~

           

            ~The body control~

“ apa? Jadi eomma mau aku pindah sekolah?”

“ iya................. eomma rasa keberadaanmu di dunia manusia tidak cocok”

“ maksud eomma? Aku bukan manusia? Eomma.............. aku manusia!! Lihat aku sama dengan eomma dan appa”

“ Binwoo.................. eomma tahu kamu manusia tapi yang ada dalam dirimu yang membuatmu berbeda!!”

“ kenapa? Apa karena aku sehingga appa jadi patung seperti itu” binwoo yang sudah berusia 16 tahun menunjuk dengan polos sosok seorang pria yang berdiri diam di depan kulkas

“ nah itu salah satunya! Cepat lepaskan totokanmu..........”

“ aku tidak tahu caranya eomma”

“ astaga Binwoo demi apa kau ini..............” dengan santai wanita paruh baya itu melangkah dan menotok ulang sang suami, dan tak lama badan lelaki itu bergerak dan helaan nafas leganya membuat binwoo diam karena takut

“ aku tidak mau tahu, pokoknya besok binwoo sudah pindah ke sekolah yang memang cocok untuk dia”

“ appa............. hiks............ appa marah nde?”

“ bukan begitu binwoo sayang, tapi ini demi kebaikanmu, mulai besok kamu akan mulai sekolah di Bunshin High School” ucap appa nya pelan

“ hah? Berarti isinya anak SMA semua?”

“ hanya namanya high school tapi isinya beragam, ada yang masih kecil ada juga yang dewasa”

“ appa tahu darimana?”

“ appa dan eomma alumni sekolah itu” saut sang eomma sembari menatap anaknya yang masih polos

“ ow............berarti aku dapet keturunan gitu?”

“ nde, nah sekarang binwoo siapkan semua barang yang mau dibawa ya”

“ nde eomma, oh ya eomma.................... chika boleh aku bawa?”

“ anjing itu tetap di sini! Kamu tidak boleh memelihara binatang apapun di sana”

“ hufft............... padahal aku sayang chika”

“ maaf ya sayang”

“ appa, apa nanti aku bakal punya teman?”

“ pasti, appa yakin kamu akan betah di sana”

“ kita lihat saja nanti appa” jawab binwoo lemah

            ~ Teleportation~

Di sebuah rumah yang terbilang klasik seorang anak laki-laki dengan tatapan dingin menatap sedih sebuah foto keluarga yang terpajang indah di atas perapian, lampu temaram menyinari ruangan itu.

“ tuan muda, ini ada surat untuk anda” seorang pria dengan setelan tuxedo mendekati anak laki-laki itu dan menyerahkan sepucuk surat dengan membungkukkan badan

“ iya, kau taruh saja di meja”

“ baik tuan” pria itu meletakkan surat itu lalu keluar dari ruangan itu

“ ayah............... ibu............ hari ini hari ke 200 kalian meninggalkan aku, tidakkah kalian merindukan aku?” batin anak laki-laki itu, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya dan tak perlu waktu lama, air mata itu terjun dengan indahnya membasahai pipi tirus pria dengan warna kulit tan itu.

“ jawab aku ibu.......... ayah................hiks............. hari ini juga hari ulangtahunku, tidakkah kalian ingin mengucapkan selamat ulangtahun untukku?”

            Hening hanya keheningan yang menghiasi ruangan itu. Anak lelaki itu menatap meja yang jaraknya sekitar 10 meter darinya.

‘wush’

            Dalam hitungan detik anak lelaki itu menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul lagi di dekat meja itu. Kemudian dia mengambil posisi duduk dan membuka amplop itu

“ Bunshin high school? Sekolah apaan nih?”

            ‘untuk kamu Kim Jongin yang bisa juga aku atau kami panggil Kai, itu menurut orangtuamu! Mulai besok di karenakan sekolah akan memulai musim baru maka kamu wajib masuk sekolah ini! Usiamu saat ini 16 tahun jadi kamu sudah saatnya masuk sekolah ku! Tidak ada penolakan karena ini perintah dan sudah fix! Ingat besok bis akan menjemput mu dan juga beberapa teman mu! Kamu itu spesial jadi kamu harus masuk sekolah ini

                                    Tertanda

                        Kepala sekolah paling kece yang pernah ada

                                    Park Jungsoo or Leeteuk’

 

Kai selesai membaca surat itu bersamaan dengan itu, wajahnya mengernyit.

“ apa-apaan ini? Surat atau apa sih ini?”

“ tuan................... kenapa koper anda ada di luar semua?”

“ apa??” kai segera berlari keluar dan melihat 4 koper miliknya sudah terisi barang-barangnya dan astaga koper itu sangat berat dan enggan untuk di bawa masuk

“ biarkan saja Pak lee, besok aku akan pindah sekolah”

“ Bunshin High School ya?” tanya pelayannya

“ eh?” kai buru-buru membaca kop surat tadi dan benar nama sekolah itu

“ darimana anda tahu?” tanya kai bingung

“ dulu ibu, tuan juga sekolah disana”

“ ow............” kai berjalan masuk ke kamarnya dan tidur

 

~ Time Control~

            “ aku mau makan ini-ini-ini dan ini”

“ iya........................”

“ itu juga”

“ iya.........”

“ kalau yang ini?”

“ terserah kamu saja”

“ wahh................ ada permen kapas............”

“ kamu mau kemana?”

“ beli permen kapas................”

“ jangan...................kyaaa.......................” teriakan wanita yang memanggil adik laki-lakinya itu sontak membuat semua orang terpaku, adik nya yang sedang berlari menyebrang jalan secara sembarangan tidak menyadari jika sebuah truk besar sedang berjalan dengan cepat ke arahnya. Anak laki-laki itu hanya diam dan membolakkan matanya melihat truk yang semakin mendekat. Kakinya lemas.

            ‘TIIK’

Waktu berhenti, semua yang ada di sekitarnya ikut mematung dan keheningan menyeruak menyadarkan anak laki-laki itu.

“ eh? Kenapa diam semua?” anak itu menurunkan tangannya yang menghalangi wajahnya

“OAAAAAA............................ TRUUUKKK..................KYAAAA...............” pekiknya saat melihat sebuah truk besar hanya berjarak beberapa centi di depan wajahnya, segera badannya yang sejak tadi lemas ambruk dan menatap benda besar itu dengan nafas yang tersenggal-senggal

“ ke-kenapa bisa begini?”

“ itulah kekuatanmu nak” saut sebuah suara

“ siapa~~?” tanya anak itu masih menatap truk yang ada di depannya

“ aku sensei bunshin high school, namaku Lee Sungmin”

“ hoaaa......................... ada truk bisa bicara!!!”

“ YA!! Bukan truk yang bicara tapi aku, berdiri dan balik badanmu!!” perintah sura itu

            Anak lelaki itu berdiri dengan gemetar dan membalikkan badan

“ anda siapa?” tanyanya gemetaran

“ busyet!! Tinggi sekali!” batin sungmin

“ anda siapa?” ulang anak itu

“ sudah di bilangin namaku Sungmin!! Astaga!! Sebentar” pria bernama sungmin itu mengeluarkan Ipad dan matanya menatap serius layar ipad nya dan

“ nah! Namamu Huang Zi Tao, di panggil Tao!”

“ iya, benar!! Hei anda memata-matai saya? Anda fans saya ya?” saut Tao yang langsung mendapat hadiah jitakan atau lebih tepatnya pukulan kayu rotan dari sungmin

“ aoww............... sakit tahu!!”

“ mulai sekarang kamu panggil saya Sensei!”

“ hah? Sensei! Untuk apa?”

“ mulai hari ini kamu sekolah di Bunshin High School”

 

~ Whirlwind~

            “ eomma................ aku ke sekolah dulu nde”

“ hati-hati di jalan ya sehunie”

“ nde eomma............” sehun seorang anak laki-laki dengan wajah yang ya menurut kebanyakan orang tampak seperti anak kecil yang siap menangis, sedang memasang sepatu kets nya dan meyampirkan tas slempangnya

“ hufft.............. dingin................ teman-teman aku datang” sehun mengangkat kaki kirinya lalu memutar badannya sedikit dan

            WUSSHH...........................

Dengan secepat angin, sehun berlari dan mengakibatkan beberapa barang di rumahnya berhamburan kemana-mana

“ OH SEHUUUNN............................” teriak sang eomma

“ ada apa sih sayang?” tanya sang suami

“ lihat................. rumah kita berantakan lagi......” rengek sang istri pada sang suami dengan nada manjanya

“ anak itu......... selalu begini” sang suami mengangkat tangan kanannya dan dengan sekali kibasan ruangan tadi sudah kembali seperti sedia kala

“ waa................ suamiku kau keren sekali”

“ iya dong............... ngomong-ngomong, kamu sudah siap melepas sehun?”

“ mau di  lepas kemana? Sayang............. kau fikir sehun itu seekor burung?”

“ astaga! Bukan begitu! Maksudku, sekarang sehun kan sudah berusia 16 tahun dan..........”

“ huaa............ iya aku lupa!! Sehun sudah harus masuk sekolah itu”

“ uljima, jangan nangis ya”

“ aku kan nanti bakalan kesepian, anak kita kan Cuma satu”

“ ya gampang! Kita bikin lagi aja”

“ hah? Gak mau ah................. males”

“ istriku.............. satu lagi ya”

“ nggak” dengan jutek sang istri melangkahkan kakinya ke ruang tengah dan memilih menonton TV

@sehun

            “ sehun-ah................ kenapa terlambat?”

“ maaf................ tadi aku beli ini dulu” sehun menunjukkan sekeresek minuman

“ wuahh................. kebetulan aku haus”

“ Sungjae ambilkan satu untukku ya” pinta seorang pria yang sedang menggiring bola

“ nde............ oh ya sehunie, sepertinya kamu kecapean ya?”

“ tahu darimana?” sehun membuka tutup cola nya dan menenggaknya

“ tuh rambutmu berubah warna hitam”

“ eh?” sehun meraba rambutnya

“ ya mana kamu tahu sehunie................ nih lihat di cermin” Sungjae menunjuk cermin besar yang terpampang di dekat ruang latihan bela diri di sekolahnya itu

“ wuahh................... rambutku berubah warna lagi, mana topiku ketinggalan lagi”

“ aduh sehunie................ tenang saja! Orang yang tahu tentang rambutmu kan hanya kita” Ilhoon merangkul pundak sehun, Gikwang dan Daehyun juga mendekati sehun dan tersenyum ke arah sehun

“ aku mau minum juga” Sungkyu mendekati sehun yang masih terpaku menatap ke 4 sahabatnya itu

“ hei rambut pelangi mana minumannya?” Sungkyu meninju pelan pundak sehun

“ ah........ eh ini hyung”

“ loh rambutmu?”

“ iya, sehun sedang kelelahan hyung” saut Ilhoon

“ ow................ seandainya aku punya kelebihan sepertimu sehunie”

“ Sungkyu hyung! Ini sama sekali tidak menyenangkan, entah berapa kali aku di marahi guru hanya karena mereka menyangka kalau aku suka ganti-ganti warna rambut, padahal kan ini bukan kemauanku”

“ iya-iya aku paham, oh ya sehun, ada seorang gadis yang menyukaimu loh namanya bora, nam bora” jelas Sungkyu

“ apa? Nam bora noona?”

“ nde........”

“ aish......... aku kan malu hyung” blush................ dalam sekejap rambut sehun berubah warna menjadi pink

“ hahahaha............. sehun rambutmu jadi merah muda” tawa Gikwang

“ kyaaa................. kenapa jadi begini?”

“ sudahlah kami main lagi ya, kamu mau ikut?” tawar Sungjae

“ nde, tapi aku ganti baju dulu ya”

“ yo man” kelima namja tadi berlari ke tengah lapangan dan sehun berjalan ke ruang ganti yang jaraknya agak jauh dari lapangan

“ kalau begini terus bagaimana caranya aku hidup normal? Ayah........ ibu......... kenapa aku mendapat warisan seperti ini?”

Sehun meletakkan tas slempangnya dan mengeluarkan celana olahraga nya, dengan malas sehun melepas celananya dan menggantinya dengan celana olahraga tadi, tangannya dengan lemas melepas T-shirt abu-abunya.

“mmmmmmmm......................... nama Oh Sehun usia 16 tahun, sekarang masih kelas 1 sma, memiliki 5 sahabat yang baik” sebuah suara dari belakang sehun mengabsen semua data sehun

“ KYAAA.......................... “ sehun yang kaget alang kepalang langsung memasang lagi T-shirtnya dan bersamaan dengan itu rambutnya berubah jadi ungu

“ nah benar dugaanku kau anak terpilih itu, anak dengan kekuatan angin dan perasaan yang kuat”

“ eomma............. appa.......... ada hantu” sehun masih menutup matanya dan suaranya sangat gemetaran

“ hantu? Mana?” suara itu juga ikut bingung dengan ucapan sehun

“ eomma................. T_T hantunya masih ada” tangis sehun akhirnya pecah

            Orang yang bersangkutan yang merasa dirinya di sebut hantu, segera sadar dan memelototkan matanya

“ Ya.................. aku bukan hantu! Dasar anak bodoh!! Aku sensei tampan yang akan mengajarmu”

“ hah?” sehun membuka matanya pelan dan dengan gemetaran membalikkan badannya”

“ hai.........” hening.............. tik........... tok.......... tik..........tok

“ siapa?”

“ fiuhh............. tak kusangka akan sesulit ini, oh.....Jungsoo kenapa harus aku?”

“ anda siapa?” tanya sehun sambil mengusap air matanya

“ ow........... baiklah aku akan memperkenalkan diri, hem..... ehem.........”

“ aduh lama -_-#”

“ eh iya, nama saya Kim Jongwoon tapi kamu panggil saja Yessung! Sensei paling keceh se bunshin high school, jurusan controlling power dan kehebatan ku adalah bermain pasir” jelas Yessung dengan wajah serius sedangkan sehun hanya ber ‘o’ ria

“ main pasir ya?”

“ iya! Tapi bukan pasir pantai”

“ lalu?”

“ mulai hari ini kamu resmi jadi murid Bunshin high school”

“ apa?”

 

            ~Earth~

            Kyungsoo sedang asyik memasak di dapur rumahnya yang terbilang mewah, tangannya dengan lihai memasukkan beberapa bahan masakan. Matanya menatap serius masakan yang sedang dia masak, aroma lezat terkuar di penjuru dapur itu.

“ kyungsoo-ah, apa sudah jadi masakannya?”

“ sebentar lagi appa”

“ appa lapar nak”

“ iya........... mm masukkan ini lalu ini dan ini........... huahh......... kurang sedikit merica” kyungsoo berjalan ke lemari gantung yang ada di belakangnya dan membuka lemari itu

“BLUSSH” sesosok pria dengan wajah simetris maksudnya tampan dengan tuxedo hitam entah darimana sudah muncul di depan kyungsoo

“ uhuk............ uhuk.............. asap apa itu?” kyungsoo menutup hidung dan mulutnya sedangkan matanya dia mulai buka sedikit dan matanya langsung membentu O sempurna

“ nu-nuguya?” tanya kyungsoo gemetaran

“ nan........ Choi Siwon, sensei magicion kehebatan ku adalah black lighter”

“ darimana kau muncul?”

“ dari situ” siwon menunjuk lemari gantung yang tadi

“ hah? Mana bisa?”

“ kan aku magicion”

“ pesulap? Bohong! Kau pasti mahkluk gaib”

“ huft.......... pria tampan sepertiku dikatai mahkluk gaib lagi” siwon pundung

“ hei pria ajaib! Mau apa kau kesini?”

“ oh ya, namamu Do Kyungsoo biasa di panggil kyungsoo atau Dio? Hei darimana asal nama Dio? Kekuatan mu bumi! Gempa bumi dan lainnya yang berhubungan dengan bumi”

“ marga ku Do, ya aku ingin keren aja jadi namaku aku jadikan Dio! Kenapa? Masalah untukmu?”

“ tidak! Sudahlah mulai hari ini kau resmi jadi murid Bunshin High School”

“ apa? Tidak mau! Aku tidak mau pindah  sekolah”

“ sudah di putuskan! Sejam lagi bis sekolah akan menjemputmu! Bersiap-siaplah, kau murid terakhir yang kami rekrut! Bye” BLUSH..................... siwon menghilang lagi dan meninggalkan Dio yang menganga bingung

“ kyungsoo ada bis sekolah! Kau mau kemana?”

“ TIDAAKKK.........................!”

 

            Dan begitulah akhirnya ke 5 murid baru di rekrut, bagaimana kehidupan mereka di Bunshin High School? 

POPULAR FANFICTION

BERITA PILIHAN

COPYRIGHT 2024 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK