home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Yesterday Story

Yesterday Story

Share:
Author : JaeJae
Published : 02 Aug 2015, Updated : 04 Aug 2015
Cast : Lee Tae Yong, Choi Min Hye, Kim Jong In, Lee Ji Hyeon, Lee Sung Yeol, Park Bo Geum (cameo), Lee Won
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |3257 Views |1 Loves
Yesterday Story
CHAPTER 2 : 2/3

YESTERDAY STORY

Black Romance present…

A story by JH Nimm

 

Title: Yesterday Story

Also known as: Yesterday Story

Genre: Romance, Sad

Rating: T (PG-15)

Length: 2 of 3

Cerita ini adalah sebuah FIKTIF belaka, apabila ada kesamaan nama, tempat dan kejadian, semata-mata karena ketidaksengajaan.

All casts are belong to God, but this is story is JH Nimm’s.

Don’t re-share without my permission.

Don’t forget to leave your appreciation.

Happy reading… Thank you… :3

 

Note: yang di tulis miring adalah FLASHBACK!!!

 

BGM:

Kang Nam of M.I.B – What should I do?

Suzy of Miss A and Bernard Park – Farewell Under the Sunshine

Acoustic Collabo – Don’t be like that (High Society OST)

 

Cast(s):

  • Choi Min Hye
  • Lee Tae Yong
  • Kim Jong In
  • Lee Ji Hyeon (Tae Yong’s sister)
  • Lee Sung Yeol
  • Lee Cheon Sa
  • Park Bo Gum (cameo)
  • Lee Won Geun (cameo)
  • And another casts.

 

== GLOSARIUM ==

  1. Waeyo: Mengapa, Kenapa, Ada apa
  2. Aniyo: Tidak
  3. Eonni: Kakak (dari perempuan untuk perempuan)
  4. Gwaenchanhayo: Tidak apa-apa
  5. Annyeong: Halo
  6. Noona: Kakak (dari laki-laki untuk perempuan)
  7. Gomawo: Terima kasih
  8. Hyung: Kakak (dari laki-laki untuk laki-laki)
  9. Annyeong haseyo, Choi Min Hye imnida: Halo, saya Choi Min Hye
  10. Oppa: Kakak (dari perempuan untuk laki-laki)
  11. Ne: Iya
  12. YA: Hei
  13. Mworago: Apa
  14. Geurae: Baiklah
  15. Gomabseumnida: Terima kasih (formal)
  16. Kaja: Ayo

 

== PROLOGUE ==

Seperti malaikat, kehadiranmu seolah membawa kedamaian

Kedatanganmu seperti membawa kembali kebahagaiaan yang pernah meninggalkanku

(July 26, 2015)

 

~~ Previous scene ~~

Aigoo…”

            Tiba-tiba sebuah tangan meraih bahan makanan yang hendak Min Hye ambil.

            “Ini…” ucap seorang pria seraya menyerahkan bahan masakan itu pada Min Hye.

            Min Hye hanya menatap pria berkulit kecoklatan itu. Pria tinggi berkulit kecoklatan itupun mengambilkan 5 buah bahan masakan itu dan menyimpannya di keranjang belanjaan Min Hye.

Min Hye pun pergi untuk mencari bahan masakan lain. Sedangkan pria itu masih menatap kepergian Min Hye dengan sesungging senyuman yang terkembang diwajah tampannya.

            ‘Manis sekali…’ batinnya.

****

 

== CHAPTER 2 ==

            Setelah menemukan semua bahan makanan yang akan digunakan, Min Hye pun pulang. Saat Min Hye pulang, Ji Hyeon pun segera membantu untuk membuatkan makanan. Sedangkan Sung Yeol masih setia mengasuh Cheon Sa.

            “Waeyo[1]?” tanya Ji Hyeon. (http://jh-nimm.blogspot.com)

            Rupanya Min Hye tampak melamun ketika ia mengambil sebuah bahan masakan.

            “Aniyo[2],” jawab Min Hye.

            “Apa kau sakit?” tanya Ji Hyeon.

            “Ah, aniyo, Eonni[3], gwaenchanhanyo[4]…” jawab Min Hye.

            Ji Hyeon dan Min Hye pun mulai memasak makanan yang akan mereka sajikan untuk makan malam. Mereka berdua menyiapkan makanan-makanan khas Korea dan beberapa hidangan lainnya. Setelah semua  makanan siap, Ji Hyeon dan Min Hye pun mulai memindahkan makanan-makanan tersebut ke meja makan.

            TING TONG!!!

            “Oh, rupanya mereka sudah datang,” ucap Sung Yeol.

            “Biar aku yang membukakan pintunya,”

            Ji Hyeon pun membukakan pintu untuk tamunya malam itu.

            “Annyeong[5], Noona[6]…” sapa Jong In, Kim Jong In, salah satu detektif junior yang kini satu tim dengan Ji Hyeon dan Sung Yeol.

            “Kalian datang tepat waktu,” ucap Ji Hyeon.

            “Apa makanannya sudah siap?” tanya Won Geun, Lee Won Geun, salah satu detektif yang juga satu tim dengan Ji Hyeon dan Sung Yeol.

            “Masuklah…” ajak Ji Hyeon.

            “Noona, ini kami bawakan sedikit bingkisan,” ucap Bo Geum, Park Bo Geum, salah satu detektif yang juga masih satu tim dengan Ji Hyeon dan Sung Yeol seraya menyerahkan sebuah bingkisan.

            “Ah… gomawo[7]…

            Jong In, Won Geun dan Bo Geum pun masuk ke rumah Ji Hyeon.

            “Ketua Tim tidak datang?” tanya Sung Yeol.

            Jong In, Won Geun dan Bo Geum menatap Sung Yeol. Mereka terkejut bukan dengan pertanyaan Sung Yeol, tapi justru dengan Sung Yeol yang saat itu sedang menggendong seorang bayi yang manis.

            “Hyung[8]…

            “Aigoo, ini Cheon Sa, keponakanku,” ucap Sung Yeol.

            Jong In pun menghampiri Cheon Sa yang saat itu sedang berada dipangkuan Sung Yeol.

            “Cantik sekali…” ucap Jong In seraya mencubit lembut pipi Cheon Sa yang menggemaskan itu.

            “Eonni, makanannya sudah siap…”

            Min Hye telah selesai menyiapkan meja makan. (http://www.twitter.com/JH_Nimm)

            “Eoh,” jawab Ji Hyeon.

            Begitu mendengar suara Min Hye, Jong In pun segera mengalihkan tatapannya pada Min Hye. Rupanya saat itu Min Hye juga sedang menatap Jong In yang memang sedang bermain dengan Cheon Sa.

            “Ah, kenalkan, ini Min Hye,” ucap Ji Hyeon.

            “Annyeong haseyo, Choi Min Hye imnida[9]…

            Min Hye pun memperkenalkan dirinya.

            “Oh, Won Geun imnida, ini Bo Geum dan itu Jong In,”

            Won Geun memperkenalkan teman-temannya satu per satu pada Min Hye.

            “Ah, senang bertemu kalian,” ucap Min Hye.

            Jong In masih tak melepaskan tatapannya dari Min Hye. Hingga tanpa Jong In sadari sebuah senyuman tersungging di wajah tampannya.

            ‘Choi Min Hye, aku juga senang bertemu lagi denganmu…’ batin Jong In.

            “Oh, aku sudah lapar, sebaiknya kita makan,” ajak Sung Yeol.

            Min Hye pun mengambil Cheon Sa dari pangkuan Sung Yeol.

            “Gwaenchanha, aku akan menyuapi Cheon Sa,” ucap Sung Yeol.

            “Ah, gwaenchanha, Oppa[10]…” jawab Min Hye seraya tetap mengambil Cheon Sa dari pangkuan Sung Yeol.

            Suasanan makan malam pun berlangsung dengan hangat. Suasana makan malam yang dipenuhi dengan bahan obrolan yang membuahkan rasa kekeluargaan yang begitu erat dan hangat. Di tambah juga dengan canda tawa yang mengiringi makan malam menciptakan sebuah suasanan yang memang hanya akan terjadi jika sedang berada di meja makan dimana semua anggota keluarga dan mereka yang seperti keluarga sedang berkumpul.

            Di saat yang lainnya sibuk berbincang dan bercanda, Jong In justru lebih banyak terdiam. Ia hanya merespon apa yang memang bisa ia tangkap dari pembicaraan senior-seniornya itu. Ia lebih banyak terfokus pada Min Hye yang saat itu sedang sibuk menyuapi Cheon Sa. Seiring dengan matanya yang seolah tak dapat terlepas dari Min Hye, saat itu juga senyuman terkembang di wajah tampannya. Seolah ada sebuah kehangatan yang menyapa hatinya ketika menatap Min Hye, seseorang yang bahkan baru ditemuinya beberapa jam.

            ‘Aku rasa waktu bukan masalah untuk menemukan sebuah perasaan yang hangat, yang dengan tiba-tiba datang dan menghangatkan hatiku…’ batin Jong In.

            Ji Hyeon rupanya menangkap tatapan Jong In terhadap Min Hye. Ia merasakan ada sesuatu yang berbeda dari cara menatap Jong In terhadap Min Hye. (http://www.facebook.com/JHNimm.official)

            ‘Semoga saja yang aku lihat dan aku pikirkan ini salah…’ batin Ji Hyeon.

            Makan malam selesai. Sung Yeol pun mengajak Won Geun, Bo Geum dan Jong In untuk minum soju. Ji Hyeon pun membantu menyiapkan beberapa botol soju dan beberapa snack untuk suami dan rekan satu timnya itu. Sedangkan Min Hye pun pergi ke balkon untuk menimang Cheon Sa yang tampak mengantuk itu.

            “Noona, kau tak ikut minum?” tanya Won Geun.

            “Aniyo, aku sedang tidak ingin minum,” jawab Ji Hyeon.

            Sung Yeol, Bo Geum, Won Geun dan Ji Hyeon pun kembali terlibat dalam beberapa obrolan. Sedang yang lainnya sibuk berbagi cerita, Jong In pun tiba-tiba beranjak dari duduknya.

            “Mau kemana kau?” tanya Won Geun.

            “Mencari udara segar,” jawab Jong In.

            Jong In pun meninggalkan Sung Yeol, Ji Hyeon, Won Geun dan Bo Geum. Ia menuju ke balkon. Awalnya memang ia berniat untuk mencari udara segar. Namun begitu menemukan Min Hye disana, ia pun terpikir untuk menjadi lebih dekat lagi dengan Min Hye.

            “Makanannya sangat enak,” ucap Jong In.

            Min Hye jelas terkejut ketika mendengar suara Jong In yang tiba-tiba muncul itu.

            “Apa kau yang memasaknya?” tanya Jong In.

            “Ne[11]…” jawab Min Hye.

            Jong In pun bersandar pada pagar balkon yang memang lumayan tinggi itu.

            “Aku tidak menyangka bahwa kita akan bertemu lagi di sini,” ucap Jong In.

            Min Hye pun hanya merespon ucapan Jong In itu dengan menganggukkan kepalanya.

            “Cheon Sa cantik sekali,” puji Jong In.

            Sebisa mungkin Jong In mencoba mencairkan suasana yang memang terasa sangat canggung itu.

            “Apa Cheon Sa itu adikmu?” tanya Jong In.

            Min Hye pun menatap Jong In. Jelas ia sedikit terkejut dengan pertanyaan Jong In.

            “Sebenarnya Cheon Sa adalah puteriku,” jawab Min Hye.

            Jong In jelas terkejut mendengar jawaban Min Hye. Namun ia tak dapat menunjukkan keterkejutannya itu dihadapan Min Hye karena ia takut bahwa Min Hye akan salah paham.

            “Ji Hyeon Eonni adalah kakak iparku,” ucap Min Hye.

            “Ah… rupanya begitu…” jawab Jong In. (http://jh-nimm.blogspot.com)

            Di balik pintu rupanya Ji Hyeon memperhatikan Min Hye dan Jong In. Seketika timbul keyakinan dalam dirinya bahwa Jong In menaruh ketertarikan akan Min Hye. Namun pada kenyataannya Min Hye bagaimanapun adalah adik iparnya. Ia harus menjelaskan semuanya pada Jong In, tetapi ia juga tidak bisa melukai perasaan Jong In dan Min Hye. Karena bagaimanapun, Ji Hyeon masih dapat menangkap bahwa Min Hye masih menunggu kembalinya Tae Yong. Min Hye masih menyimpan kepercayaannya untuk Tae Yong dan Ji Hyeon tidak bisa begitu saja menghancurkan kepercayaan itu.

****

 

            Siang ini tim detektif Kepolisian Elit Gangnam itu sedang beristirahat setelah selama berjam-jam menginterogasi pelaku pembunuhan yang tidak juga membuka suaranya. Saat itu Ji Hyeon dan Sung Yeol sedang meminum kopi bersama di balkon kantor. Mereka sedang mencoba untuk menghirup udara segar setelah di buat kesal dan kehilangan kesabaran ketika pelaku yang mereka interogasi itu membuat mereka kesulitan.

            “Ji Hyeon Noona…

            Tiba-tiba Jong In datang.

            “Waeyo?” tanya Ji Hyeon.

            Jong In pun menatap Sung Yeol.

            “Hyung, aku pinjam istrimu sebentar,” ucap Jong In.

            “YA[12]!” bentak Sung Yeol.

            “Tenang saja, aku tidak akan menyentuhnya,” ucap Jong In seraya menarik tangan Ji Hyeon.

            Jong In pun membawa Ji Hyeon ke ruangan penyimpanan barang bukti yang memang jarang sekali ada orang disana.

            “Noona, ada yang ingin kutanyakan padamu,” ucap Jong In.

            Ji Hyeon dapat menangkap bahwa Jong In pasti akan menanyakan hal-hal yang ada kaitannya dengan Min Hye. Ji Hyeon pun mencoba mempersiapkan jawaban yang memang harus ia sampaikan dan mengantisipasi pertanyaan apa yang akan Jong In tanyakan itu.

            “Ini tentang Min Hye…”

            “Mworago[13]?

            “Apa benar Cheon Sa itu adalah puterinya Min Hye?”

            Ji Hyeon terdiam dan menatap Jong In. (http://www.twitter.com/JH_Nimm)

            “Min Hye mengatakan hal itu agar aku tak mendekatinya? Apa Min Hye benar-benar tidak menyukaiku? Apa aku terlihat aneh? Atau aku terlihat seperti penjahat?”

            Ji Hyeon masih terdiam meskipun Jong In ‘menyerangnya’ dengan begitu banyak pertanyaan yang bahkan seolah tak memberikannya kesempatan untuk memberikan jawaban itu.

            “Noona, karena ini adalah kau, maka aku akan jujur padamu. Aku menyukai Min Hye. Bahkan mungkin aku menyukainya sejak pandangan pertama. Mungkin ini terdengar aneh bahkan lucu bagimu, tapi bagiku ini adalah kenyataan. Kenyataan bahwa aku benar-benar menyukai Min Hye,” jelas Jong In.

            “Jong In-a…”

            Ji Hyeon akhirnya membuka suaranya dan menatap Jong In.

            “Noona, jangan menatapku seperti itu dan membuatku khawatir,”

            “Sekarang aku tanya, bisakah kau diam dan mendengarkan jawabanku atas semua pertanyaanmu tadi?” pinta Ji Hyeon.

            Jong In pun menganggukkan kepalanya dan berusaha untuk terdiam seperti yang Ji Hyeon mintakan.

            “Cheon Sa memang benar adalah puteri dari Min Hye. Mungkin lebih tepatnya dikatakan puteri dari Min Hye dan adikku, Lee Tae Yong,”

            DEG!!!

            Seketika jantung Jong In solah berhenti berdetak untuk sejenak setelah mendengar jawaban Ji Hyeon.

            “Min Hye mengatakan bahwa Cheon Sa atau Lee Cheon Sa adalah puterinya itu adalah memang benar pada kenyataannya seperti itu. Min Hye tidak sedang berbohong apalagi bercanda hanya untuk membohongimu. Min Hye bukan orang seperti itu dan Min Hye tidak sekanak-kanak itu. Apa yang Min Hye jelaskan padamu memang semuanya benar. Aku mendengar apa yang kalian bicarakan malam itu,” jelas Ji Hyeon.

            “Noona…

            Seketika Jong In merasa lututnya melemas seolah tak sanggup lagi menahan beban tubuhnya. Namun sebisa mungkin ia harus berusaha untuk menopang tubuhnya.

            “Apa kau sungguh-sungguh menyukai Min Hye?” tanya Ji Hyeon.

            Jong In pun menatap Ji Hyeon.

            “Ne…” jawab Jong In.

            “Apa kau ingin melihat Min Hye bahagia?” tanya Ji Hyeon.

            Jong In hanya menjawab pertanyaan Ji Hyeon dengan menganggukkan kepalanya.

            “Sekarang, maukah kau mendengarkan ceritaku?” tanya Ji Hyeon.

            Jong In menganggukkan kepalanya. (http://www.facebook.com/JHNimm.official)

            “Sebenarnya aku tidak tahu apa aku harus menceritakannya padamu atau tidak. Tapi aku menaruh kepercayaan itu padamu. Kau tahu, sebenarnya ini adalah sebuah kesalahan yang dilakukan oleh Tae Yong, juga olehku. Saat itu aku meminta Min Hye untuk menjadi tutor dan membantu adikku, Tae Yong dalam pelajarannya. Karena aku tahu Min Hye memiliki kemampuan untuk membantu Tae Yong dan Min Hye bersedia untuk membantu Tae Yong. Dan akhirnya Min Hye pun selalu membantu Tae Yong belajar bahkan hingga Tae Yong bisa lulus dari SMA dengan nilai yang baik,”

            Perlahan buliran bening itu mulai memenuhi mata indah Ji Hyeon.

            “Sayangnya malam itu, aku tidak bisa menyebutnya kesalahan atau mungkin aku juga tidak tahu bagaimana aku menyebutnya. Malam itu adalah kelulusan Tae Yong. Min Hye datang dan ia membawakan sebuah hadiah untuk kelulusan Tae Yong. Sayangnya aku harus pergi karena ada sebuah kasus dan aku meninggalkan Min Hye di rumah. Rupanya Tae Yong pulang dalam keadaan mabuk dan hingga terjadilah sesuatu yang tidak diinginkan. Hingga akhirnya Min Hye mengandung anak Tae Yong dan sialnya Tae Yong justru pergi setelah ia berjanji bahwa ia akan mempertanggungjawabkan kesalahannya,”

            Jong In semakin terkejut mendengar apa yang baru saja Ji Hyeon ceritakan.

            “Apa kau bisa bayangkan bagaimana perasaan Min Hye?” tanya Ji Hyeon.

            “Min Hye pasti sangat terluka,” jawab Jong In.

            “Kau tahu, meskipun terluka Min Hye masih merawat dan melahirkan seorang bayi yang ia beri nama Cheon Sa. Bahkan selain merawat dan membesarkan Cheon Sa, Min Hye juga masih menaruh kepercayaan bahwa Tae Yong akan pulang. Meskipun sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda bahwa anak kurang ajar itu akan pulang dan aku sendiri tidak tahu dimana ia berada,”

            Ji Hyeon kembali menatap Jong In.

            “Setelah mendengar ceritaku, sekarang masihkah kau bersedia untuk membuat Min Hye bahagia?” tanya Ji Hyeon.

            Jong In terdiam. Ia mencoba untuk menetralkan pikirannya dari segala bisikan-bisikan busuk yang mulai terngiang ditelinganya.

            “Selama lebih dari 1 tahun ini Min Hye menderita. Mungkin memang ia tak menunjukkannya, tapi sebagai sesama wanita aku dapat memahaminya. Di saat seperti ini, aku sangat merasa bersalah karena sebagai kakak, aku tidak bisa mendidik adikku dengan baik. Hingga dengan bodohnya ia melukai seorang gadis yang bahkan sangat baik terhadapnya. Hal itu membuatku ingin menebus kesalahanku dengan segala cara dan aku ingin melihat Min Hye kembali bahagia,”

            “Noona, bisakah kau percayakan hal itu padaku?” tanya Jong In.

            Ji Hyeon menatap Jong In. Ia mencoba mencari ketulusan dari mata Jong In.

            “Aku mungkin bukan seorang pria yang layak dengan segala kekuranganku, tapi aku ingin membahagiakan Min Hye. Karena jujur, saat pertama kali aku melihatnya, saat pertama kali aku menatapnya, satu hal yang tampak dimataku adalah kesepian yang begitu mendalam dan hal itu terlihat dimatanya. Hal itu membuatku ingin melindunginya dan membuatnya bahagia, terlebih setelah mendengarkan ceritamu ini,”

            “Bisakah aku mempercayakan hal itu padamu?” tanya Ji Hyeon. (http://jh-nimm.blogspot.com)

            “Tentu,” jawab Jong In pasti. “Aku bahkan akan menjaminkan nyawaku dan kau boleh memberikanku hukuman mati jika saja aku tidak menepati kata-kataku,”

            Ji Hyeon terdiam. Ia mencerna setiap kata-kata yang Jong In ucapkan. Ia mencoba menyakini setiap apa yang Jong In ucapkan.

            “Bahkan jika Min Hye bersedia menerimaku, aku akan menjadi Ayah bagi Cheon Sa,” ucap Jong In mantap.

            Setelah terdiam, akhirnya Ji Hyeon bermuara pada sebuah keputusan yang ia harap ini adalah keputusan yang benar dan ia pun juga harus siap menanggung segala resiko yang mungkin saja akan terjadi.

            “Geurae[14]…” jawab Ji Hyeon.

            “Gomabseumnida[15]…” ucap Jong In.

            Ji Hyeon pun keluar dari ruangan tersebut dan saat Ji Hyeon keluar rupanya Sung Yeol menunggu di depan pintu. Sung Yeol pun menarik tangan Ji Hyeon dan kembali membawa Ji Hyeon ke balkon.

            “Kau mendengarnya?” tanya Ji Hyeon.

            Sung Yeol hanya menganggukkan kepalanya dan kemudian menarik Ji Hyeon ke dalam pelukannya.

            “Apa yang aku lakukan itu salah?” tanya Ji Hyeon.

            “Aniyo,” jawab Sung Yeol.

            Sung Yeol pun melepaskan Ji Hyeon dari pelukannya dan menatap Ji Hyeon.

            “Kau sudah melakukan hal yang benar, jadi jangan terus selalu merasa bersalah,” ucap Sung Yeol.

            Ji Hyeon menatap Sung Yeol. Hanya Sung Yeol lah yang bisa membuatnya tenang dan yakin di saat ia merasa lelah dan kesulitan seperti ini.

            “Gomawo…” ucap Ji Hyeon.

            Sebuah sentuhan lembut bibir Sung Yeol pun dengan sempurna menyapa kedua sayap bibir Ji Hyeon. Sentuhan hangat yang sanggup memberikan semangat dan kasih sayang.

            “Sekarang kau harus lebih banyak tersenyum atau aku akan ‘menghukummu’ seperti tadi,” goda Sung Yeol. (http://www.twitter.com/JH_Nimm)

            Ji Hyeon pun memeluk pria yang begitu dicintai dan mencintainya itu.

            “Kalau begitu, aku tidak akan pernah tersenyum agar kau bisa ‘menghukum’ku,” goda Ji Hyeon.

            “Gadis nakal,” ucap Sung Yeol seraya mengeratkan pelukannya pada Ji Hyeon.

            Rupanya di balik pintu, ada seorang pria yang memperhatikan Ji Hyeon dan Sung Yeol. Pria itu adalah Park Bo Geum yang memang sudah sejak lama menyukai Ji Hyeon. Bahkan sebelum Ji Hyeon menikah dengan Sung Yeol.

            ‘Ah… rupanya begini rasanya mengagumi istri orang lain, ini mungkin membuatku seperti pria yang jahat, tapi apa yang bisa kulakukan?’ batin Bo Geum.

****

 

            Di minggu pagi yang cerah, Min Hye pun memutuskan untuk membawa Cheon Sa berjalan-jalan untuk sekedar menghirup udara segar itu. Min Hye pun mempersiapan Cheon Sa dengan segala keperluannya juga kereta bayi.

            “Mau kemana?” tanya Ji Hyeon.

            “Aku akan pergi berjalan-jalan di taman sekitar rumah bersama Cheon Sa,” jawab Min Hye.

            “Oh, itu bagus. Cuaca hari ini juga sangat baik,” ucap Ji Hyeon.

            “Apa kalian juga akan bergabung?” tanya Min Hye pada Ji Hyeon dan Sung Yeol.

           “Sepertinya tidak. Setelah satu minggu ini kami bekerja, rasanya di hari Minggu sebaiknya kami beristirahat,” jawab Sung Yeol.

            Sung Yeol pun memberikan isyarat pada Ji Hyeon untuk membiarkan Min Hye pergi sendiri.

            “Kalau begitu, aku dan Cheon Sa akan berangkat sekarang,” ucap Min Hye.

            “Berhati-hatilah,” jawab Ji Hyeon.

            Min Hye pun keluar dari rumah Ji Hyeon. Segera setelah Min Hye keluar, Sung Yeol pun menghampiri Ji Hyeon yang saat itu sedang menyeduh teh hangat.

            “Bagaimana?” tanya Sung Yeol.

            “Jong In mengatakan bahwa ia sedang dijalan menuju ke sana,” jawab Ji Hyeon.

            Ji Hyeon dan Sung Yeol pun melakukan high-five  untuk ‘misi’ yang sedang mereka jalankan itu.

            “Semoga rencana ini berhasil,” ucap Sung Yeol. (http://www.facebook.com/JHNimm.official)

            Di taman, Min Hye pun menyusuri jalanan yang mulai menghangat karena sinar matahari yang semakin terik di minggu pagi musim panas ini. Ia tampak menghirup udara segar yang dihembuskan angin musim panas itu. Wangi dedaunan pun turut berhembus terbawa angin membuat udara semakin segar dan seolah memberikan semangat baru bagi siapa saja yang menghirupnya.

            “Cheon Sa-ya, lihatlah langitnya indah sekali bukan?”

            Cheon Sa yang berada dikereta bayi itu juga tampak tersenyum dan senang bisa berjalan-jalan menghirup udara segar. Jika saja ia sudah bisa berjalan, mungkin ia akan berlarian di taman untuk menikmati setiap pemandangan yang ada.

            “Kaja[16]…” ajak Min Hye.

            Min Hye pun melanjutkan perjalanannya sembari menikmati setiap pemandangan taman. Hingga ia tidak menyadari bahwa ada seorang pria dengan menggunakan pakaian serba hitam juga menggunakan hoodie untuk menutupi kepala dan sebagian wajahnya tengah memperhatikannya dari balik pepohonan. Pria itu terus mengikuti Min Hye. Hingga seketika langkahnya terhenti ketika melihat seorang pria berdiri dihadapan Min Hye dan membuat Min Hye juga menghentikan langkahnya.

            “Annyeong…

            “Jong In-sshi…”

            “Rupanya kita bertemu lagi,”

            Min Hye pun hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab Jong In.

            “Apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Jong In.

            “Hanya berjalan-jalan untuk menghirup udara segar,” jawab Min Hye.

            “Bolehkah aku bergabung?” tanya Jong In.

            Min Hye sedikit terkejut dengan pertanyaan Jong In. Namun sebelum Min Hye memberikan jawabannya, justru Jong In meraih kereta bayi Cheon Sa dan mendorongnya.

            “Kaja…” ajak Jong In.

            Meskipun suasana sangat canggung, akhirnya Min Hye pun berjalan-jalan bersama dengan Jong In.

            “Lihatlah, Cheon Sa tampak sangat senang,” ucap Jong In.

            “Ini pasti karena aku jarang mengajaknya keluar seperti ini,” jawab Min Hye.

            “Aeiy~ tidak baik terus berada di dalam rumah. Kau harus lebih sering membawa Cheon Sa berjalan-jalan keluar. Ajak Cheon Sa untuk mengenal bahwa dunia yang ada di sekitarnya itu begitu indah,”

            Min Hye hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum untuk menjawab Jong In.

            “Jika kau malas membawa Cheon Sa berjalan-jalan, maka aku yang akan membawa Cheon Sa berjalan-jalan seperti ini,”

            “Ah, gwaenchanhayo…” (http://jh-nimm.blogspot.com)

            Jong In pun menghentikan langkahnya dan kemudian menatap Min Hye.

            “Gwaenchanha…” ucap Jong In.

            Min Hye hanya menatap Jong In. Ia sedikitnya dapat memahami makna dari tatapan Jong In itu terhadapnya. Bahkan ia pun dapat merasakan sebuah ketulusan dari Jong In.

            “Aku hanya ingin menjadi lebih dekat denganmu dan menghilangkan kecanggungan ini,” ucap Jong In.

            Min Hye pun menundukkan kepalanya. Ia sungguh tak berani membalas tatapan Jong In saat ini.

           “Ji Hyeon Noona sudah menceritakan semuanya padaku dan aku ingin membuatmu bahagia,” ucap Jong In.

            “Aku…”

            “Kau tidak perlu memberikan jawaban. Kau hanya perlu melihat sejauh mana usaha yang akan kulakukan untuk membuatmu bahagia. Apapun usaha yang kulakukan, tolong terimalah. Terimalah hingga nanti pada akhirnya aku siap untuk mendengar jawaban apapun yang akan kau berikan padaku. Aku tidak akan memaksamu dan aku juga selalu siap untuk menunggu,”

            Mendengar setiap ucapan Jong In, Min Hye merasakan sebuah ketenangan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia merasa seolah akan ada sebuah semangat baru yang membangkitkan seluruh semangatnya yang sempat meredup dan memudar ketika masa-masa sulit yang ia lalui. Namun meskipun ia merasakan ketenangan itu dari Jong In, ia masih memikirkan akan Tae Yong yang masih ia harapkan akan kembali padanya dan Cheon Sa itu.

****

 

            Malam hari kembali datang. Jam tepat menunjukkan pukul 10 malam. Saat itu Ji Hyeon dan Sung Yeol baru pulang setelah berjalan-jalan mengenang masa-masa kencan mereka. Mendengar Ji Hyeon dan Sung Yeol datang, Min Hye pun segera keluar dari kamarnya.

            “Kau belum tidur?” tanya Ji Hyeon saat melihat Min Hye.

            “Aku menunggumu,” jawab Min Hye.

            “Wae?” tanya Ji Hyeon.

            “Ada yang ingin kubicarakan,” jawab Min Hye.

            Ji Hyeon menatap Sung Yeol. Mereka paham benar bahwa pasti Min Hye akan membicarakan apa yang Jong In katakan. Sung Yeol pun menganggukkan kepalanya sebagai isyarat bahwa Ji Hyeon harus mendengarkan apapun yang akan Min Hye katakan.

            “Geurae…” ucap Ji Hyeon. [http://www.twitter.com/JH_Nimm]

            Min Hye pun mengajak Ji Hyeon menuju ke balkon.

            “Eonni…

            Min Hye menatap Ji Hyeon. Terbesit sebuah keraguan dalam benaknya untuk bagaimana mengatakannya pada Ji Hyeon. Namun bagaimanapun ia membutuhkan seseorang untuk membagi apa yang sejatinya ada dalam pikiran dan perasaannya. Ia membutuhkan setidaknya sedikit masukan untuk membantunya berpikir dan mempertimbangkan sekiranya apa yang harus ia lakukan.

            “Katakan saja,”

            “Ini tentang pria bernama Jong In itu,”

            Meskipun sudah mengetahui dengan benar bahwa Min Hye pasti akan membicarakan mengenai Jong In, namun Ji Hyeon masih menaruh rasa penarasan akan apa yang Min Hye pikirkan dan pertimbangkan.

            “Hari ini kami bertemu saat aku mengajak Cheon Sa berjalan-jalan. Tiba-tiba dia mengatakan bahwa dia ingin lebih dekat denganku. Aku juga mendengar darinya bahwa dia sudah mengetahui tentangku darimu. Yang membuatku terkejut adalah dia mengatakan bahwa dia ingin membahagiakanku. Aku sangat terkejut mendengarnya karena bagaimanapun aku tidak pernah mengenalnya. Bahkan aku baru bertemu dengannya. Itupun saat aku pergi berbelanja saat kalian makan malam. Waktu yang sangat singkat. Aku tidak terpikirkan mengapa dia mengatakan hal itu,”

            “Lalu apa kau memberikan jawabanmu?”

            “Aku tidak bisa memberikan jawaban apapun dan Jong In juga mengatakan bahwa aku tidak perlu memberikan jawaban sampai waktunya tiba,”

            Ji Hyeon pun menggenggam tangan Min Hye. Saatnya baginya untuk menanyakan sebuah pertanyaan penting yang akan menjadi titik awal penentu nantinya.

            “Min Hye-ya, aku tidak tahu apakah pertanyaan ini akan melukaimu, tetapi bagaimanapun aku harus menanyakannya padamu,”

            “Mworago?

            “Min Hye-ya…”

            Ji Hyeon menatap Min Hye tepat dimatanya.

            “Apakah kau masih mengharapkan bahwa Tae Yong akan kembali?”

            “Eonni…

 

To be continued…

 


facebook: https://www.facebook.com/notes/milky-daidouji/chaptered-infinite-sm-rookies-exo-yesterday-story-23/10207212689385955

blog: http://jh-nimm.blogspot.com/2015/08/chaptered-infinite-sm-rookies-exo_3.html

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2021 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK