home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction

LOVE

Share:
Author : tiamissa
Published : 27 Aug 2013, Updated : 15 May 2014
Cast : Kim Myungsoo (INFINITE) , Bae Suzy (MISS A), Choi Minho (SHINEE), Jung Soo Jung (F(X))
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |8967 Views |2 Loves
LOVE
CHAPTER 1 : First Love

Author POV

Hujan itu turun. Terus menerus turun. Masih terlihat jelas dari jendela yang mulai berkabut. Tak ada tanda-tanda akan berhenti. Hingga jam pulangpun berbunyi. Langit berwarna keabuan itu masih tetap menjatuhkan butiran-butiran airnya. Semua siswa-siswi tampaknya memang siap siaga membawa payung. Pernah dengar? Sedia Payung sebelum hujan. Tentu saja, karena ini musim hujan! "sepertinya hanya aku yang akan menunggu hingga hujan reda!" namja itu merutuki nasibnya.

 "Gunakan ini" seseorang menyodorkan payung berwarna kuning lembut dari belakang tubuh sang namja yang sedang merutuki nasibnya tersebut.

Mata namja tersebut membulat dan dengan segera matanya menelusuri payung kuning lembut, hingga ia melihat sebuah tangan, kembali matanya menelusuri tangan tersebut dan berhasil menangkap wajah seorang yeoja. Bibir merah, hidung mancung dan mata bulat yang berbinar. Rambutnya sepundak, ikal berwarna cokelat gelap "tapi kau?" ucapnya sembari menjulurkan tangan untuk menerima payung tersebut.

Yeoja itu tersenyum "ini" ucapnya menunjukkan payung berwarna pink lembut yang berada dalam tas selempangnya. Ia menarik payung yang ada didalam tas selempangnya, kemudian membuka payung tersebut dan berteduh dibawahnya. Dengan segera berlalu meninggalkan sang namja yang masih berdiri mematung.

"Yaa... aku lupa menanyakan namanya" rutuknya separuh kesal. Setelah punggung yeoja itu sudah tak terlihat lagi, karena ia berbelok kearah kanan. Namja itupun membuka payung yang ia terima tadi dan segera bergegas meninggalkan gedung sekolahnya.


***

Seminggu kemudian

Kim Myungsoo POV

Lagi dan lagi. Hujan ini tak ada henti-hentinya mengguyur kota SEOUL. Bahkan hari inipun tak tanggung-tanggung, sejak dini hari.

"Kim Myungsoo" teriak seorang namja dari depan pintu kelas dan dengan segera aku menoleh kearah namja yang memanggilku.

Aku melambaikan tangan sebagai ucapan salamku "Oi, Choi Minho" tanganku kini mengaba-abakan agar namja bernama Choi Minho itu menghampiriku. Ia berjalan mendekatiku dan melempar tasnya begitu saja pada meja disampingku.

"Musim hujan membuatku tak bisa berkutik" keluhku pada Minho seraya menatap kaca jendela disampingku yang sangat berkabut.

Minho menyikutku "aah… kau mau ku kenalkan pada seorang yeoja tidak?" ucapnya dengan mata berkedip.

"Eish, apa hubungannya dengan keluhanku barusan?" ucapku tak bersemangat.

Aku lihat ia mendengus pelan "Yaa… Kim Myungsoo, menurutku kau itu sangat menarik! Ani, bukan hanya menurutku saja. Geunde, yang lain juga pasti berfikir seperti itu. Dan… aahhh, aku hanya tak mau kau dikira penyuka sesama jenis" ucapnya terkekeh.

Sontak lenganku mengapit kepalanya "jinca, penyuka sesame jenis kau bilang! Nugu? Nae? Yaa! Jaga ucapanmu, aku masih normal, eisssh!"

Ia mencoba melepaskan lenganku yang masih terus mengapit kepalanya "araseo... araseo, kalau begitu antarkan aku saja! Ikut denganku, ne" dengan malas, kulepaskan lenganku dari kepanya.

***

Author POV

Kedua namja itu berjalan melewati koridor. Keduanya sangat tampan, namun memiliki cirri khas masing-masing. Banyak siswa-siswi yang berhamburan, namun hanya didepan kelas mereka. Bisa dilihat, lapangan yang biasanya ramai, sekarang terlihat kosong, hanya terlihat butiran-butiran air yang saling memburu untuk menghantam daratan, membuat aroma tanah terus menguar dan tercium jelas.

Kedua namja tersebut berhenti didepan sebuah kelas bertuliskan IX.I pada papan kecil dipojok atas sebelah kanan.

 "Soo Jung~ah", Ucap Minho memasuki kelas tersebut, meninggalkan Myungsoo berdiri diluar.

Myungsoo menunggu Minho didepan kelas IX.I, kelas yeoja yang namannya baru saja dipanggil oleh sahabatnya, Minho. Tampaknya didepan kelas ini tak seramai didepan kelas-kelas sebelumnya yang baru ia lewati. Hanya ada dirinya sendiri yang tengah berdiri. Myungsoo menyandarkan tubuhnya pada tembok. Dingin yang ia rasakan, sehingga menautkan kedua tangannya kearah dada. Kedua matanya kini memandangi lapangan yang begitu kosong. Dengan perlahan matanya terus mengitari area sekolahnya, matanya berhenti tepat saat ia memandangi gedung tingkat 1, Gedung yang berada diseberang Gedung tingkat 3 tempat Myungsoo kini berdiri. Matanya kini menyipit saat melihat seorang yeoja berambut sepundak, ikal, berwarna cokelat gelap yang tengah tertawa lepas, membuat eye smilenya terlihat.

 "Gadis payung itu" gumam Myungsoo.

"Myungsoo-ya, kajja, kembali kekelas! Sebentar lagi Bel masuk" Minho dengan segera menyeret lengan Myungsoo yang masih memandangi yeoja tersebut.


***

Kim Myungsoo POV

Aku sama sekali tak berkonsentrasi untuk mendengarkan penjelasan Jung Seonsaengnim. Yeoja itu, benar yeoja yang meminjamkanku payung. Payung berwarna kuning lembut itu masih ada dirumahku, bukan karena aku tak berusaha untuk mengembalikannya, geunde, aku paling tak suka berjalan kesana kemari disaat hujan seperti ini. Lebih baik tinggal dikelas. Dan berkutat dengan gameku. Itulah sebabnya hujan membuatku tak bisa berkutik.

"Baiklah pelajaran selesai" ucap Jung Seonsaengnim menyudahi pelajarannya.

Beberapa menit kemudian pelajaranpun berganti. Masih tetap sama... aku tak berkonsentrasi dengan pelajaran yang dijelaskan Kang Seonsaengnim. Padahal aku sangat sangat menyukai pelajaran ini. Pelajaran matematika. Sial! Pikiranku masih terus terbayang dengan eye smilenya. Akupun kembali menatap kaca jendela disebelahku yang berkabut. Apakah begitu banyaknya air laut yang menguap? Berapa ribuan literkah air laut yang mengguap? Hujan ini benar-benar ingin menenggelamkan SEOUL! Ah... aku berlebihan, itu tak mungkin. Berapa lama aku melamun seperti ini? Jam istirahat pun tiba.

"Eoh, hujannya sudah mulai sedikit mereda" ucap Minho yang kini berada disampingku sambil menerawang kearah jendela.

Aku menganggukan kepalaku, karena aku menyetujui ucapannya. Hujannya memang mulai agak sedikit mereda. Pandanganku masih sama… tertuju pada kaca jendela yang berkabut.

"Ahh! kajja... aku lapar! Soo Jung, sudah pasti juga ada disana" ucapnya dengan segera menyeretku. Hmm… dia ini sering sekali menyeretku.

Minho ini sahabatku sedari SD, di SMP ini pun kami tetap saja terus bersama, dia sebenarnya laki-laki yang baik, eoh... geunde, jangan ditanya! Jika mengenai yeoja. Minho adalah seorang play boy. Dengan wajahnya yang tampan dan sikap kharismatiknya dengan mudah dia bisa menaklukkan seorang yeoja. Ini masih di tingkat SMP, bayangkan jika kami SMA atau kami masuk keperguruan tinggi? Eoh... sedangkan aku, banyak juga yeoja yang melirikku, terpikat dengan tatapanku, hidungku, senyuman mautku, prestasipun jangan dipermasalahkan, selama 2 tahun berturut-turut selalu mendapat peringkat 3 besar. Ini kenyataan! hmm... sayangnya aku tak begitu tertarik untuk masalah percintaan.

"Soo Jung-ah" pekik Minho melambaikan tangannya pada seorang yeoja. Eoh, itu yeoja kelas IX.I yang tadi pagi ia datangi.

Minho menghampiri yeoja tersebut namun aku tetap berdiri mematung didepan kantin. Karena apa? Ahh… ya, karena mataku menangkap sesosok yeoja yang sedang tertawa, lagi-lagi ia menampakkan eye smilenya.

"Yaa! Myungsoo-ya" suara ini! Suara ini selalu saja membuyarkan segala perhatianku pada yeoja itu dan mau tak mau, aku segera menghampiri Minho.

"Dia yang kuceritakan padamu" ucap Minho pada yeoja yang bernama Soo Jung tersebut sembari meminum minumannya.

Minumannya? Kapan dia memesannya? Eoh... minuman itu milik yeoja yang ada disampingnya ternyata.

"Annyeong, Jung Soo Jung ibnida" ucap yeoja itu tersenyum. Hmm... Cantik.

Akupun tersenyum “Kim Myungsoo ibnida" kemudian duduk berhadapan dengan Minho yang sedang duduk disamping Soo Jung.

Bingo! Mataku lagi-lagi menatap yeoja dengan eye smile itu. Saat Minho dan Soo Jung berdiri untuk memesan makanan. Dia duduk bersama ke 4 temannya dibangku seberang. Eeh… sekarang dia tidak sedang tertawa, lucu sekali wajahnya itu, bibir merah yang dimanyunkan kedepan, terlihat seperti ikan. Membuatku tersenyum geli.

"Myungsoo-ya"

Dengan kesal aku menatap seseorang yang ada dihadapanku. Tuhan, kenapa dia ‘Minho’ ini selalu saja membuyarkan perhatianku pada yeoja itu! Eoh, andwe! Sekarang yeoja itu tertutup oleh tubuh Minho.

"Aiish" desisku pelan.

Tak lama Minho duduk, yeoja eye smile dan ke 4 temannya bangkit berdiri dari bangku, kemudian mereka berlalu keluar kantin. Hujan yang agak sedikit reda mulai menderas kembali. ke 5 yeoja itu berlari dibawah guyuran hujan. Kenapa tak melewati koridor saja? Mencari penyakit, eoh! Memang sih, itu jalan pintas satu-satunya daripada harus melewati koridor yang berada diujung sana. Ah… molla. Akupun segera menyantap makananku yang tadi dipesan oleh Minho.

***

"Myungsoo-ya, aku pulang duluan, ne" ucap Minho membereskan bukunya dan berlari keluar kelas.

Sahabatku itu pasti akan pulang bersama Soo Jung. Oh, mungkin mereka sebentar lagi akan berpacaran. Geunde, entahlah, kita lihat saja nanti. Aku membereskan buku-bukuku, kulihat hujan masih terus saja turun. Heh, tenang saja, kali ini aku membawa payung jadi tak perlu khawatir. Aku berjalan dengan santai melewati koridor-koridor yang mulai sepi. Saat melewati gedung tingkat 1, kuhentikan langkahku. Eung... yang mana kelas yeoja itu ya? Apa benar dia masih tingkat 1? Pantaslah aku tak pernah melihatnya. Kemudian aku kembali melangkahkan kakiku.

***

3 bulan kemudian.

Hujan mulai sudah jarang turun. Hanya sesekali dan itupun untuk beberapa jam saja, tidak seperti sebelum-sebelumnya, bisa seharian penuh hujan mengguyur Seoul. Sekarang setiap jam istirahat, sahabatku Minho dengan cepat segera berlari keluar kelas untuk menemui yeojachingunya. Siapa lagi jika bukan Jung Soo Jung. Seminggu yang lalu mereka meresmikan hubungannya. Wah… hebat sekali Soo Jung. Kurasa kali ini Minho tak main-main.

"Myungsoo-ya" pekik Lee Sungyeol padaku. Ia teman sekelasku sejak kelas VII sampai kelas IX ini.

"Wae..." tanyaku sembari membereskan buku matematikaku.

"Kau mau ikut bermain bola?" tanyanya “Yang lain sudah bersiap-siap dilapangan”

Tentu saja aku menganggukan kepalaku. Sudah lama sekali tak pernah menginjakkan kakiku pada lapangan sekolah ini untuk berolahraga.

Sesampainya dilapangan. Aku, Sungyeol, beberapa teman sekelasku seperti Hoya, Sunggyu, Woohyun, Dongwoo dan Sungjong mulai melakukan pemanasan. Kami mengganti baju seragam dengan baju olahraga diruang khusus pria tadi. Baju olahraga? Yaa... tentu saja ada didalam loker kami masing-masing lengkap dengan sepatunya. Lapangan saat ini mulai ramai dengan siswa, dan pastinya dengan berbagai macam kegiatan berolahraga. Yeoja-yeoja juga mulai ramai duduk ditepi-tepi lapangan. Biasanya sih, mereka yang ingin melepas penat. Tapi sebagian besar yang kudengar dari Minho, yeoja-yeoja itu ingin melihat gebetannya atau bisa dibilang, namja yang mereka incar. Kami masih melakukan pemanasan. Tentu saja mataku tak fokus pada satu tempat, namun juga kuedarkan keseluruh lapangan. Dan benar saja... yeoja dengan eye smile yang kuperhatikan selama berbulan-bulan ada ditepi lapangan itu. Hoh, apa ada namja yang ia incar? Eish... kenapa hatiku tak suka, jika memang ia sedang mengincar seorang namja dilapangan ini! Sial! Baru kali ini aku merasakan sesak didadaku. Tak lama kami memulai permainannya.Terkadang sedikit kulirik yeoja eye smile itu, dia tertawa bersama teman-temannya.

"Hosh... hosh... hosh!" kami pun mengatur nafas setelah permainan selesai. Bel masukpun berbunyi sekarang lapangan mulai sedikit sepi, kecuali terisi dengan siswa-siswi yang memang ada jam pelajaran olahraga.

***

Hari ini tugas piketku dan seorag yeoja dikelas "Myungsoo-ya, kau hapus papan tulis, nee" ucap yeoja yang bernama Son Naeun. Dia teman sekelasku. Eh… bukannya aku ingin pamer. Son Naeun saat kelas VII sempat menyukaiku. Geunde, karena aku tak pernah menanggapinya, akhirnya ia lelah.

"Yaa... Myungsoo-ya" pekik seorang namja berwajah imut menepuk bahuku, Lee Taemin.

"Eoh... kau membuat kupingku berdengung, Taemin~ah"

Dia tidak sekelas denganku, geunde, dikelas 1 dia adalah teman sekelasku, kami sangat akrab waktu itu. Oh, kenapa dia disini? Tentunya menunggu Naeun. Taemin adalah namjachingu Naeun. Mereka resmi berpacaran sejak kelas VIII.

"Chagi... cepatlah! Sebelum hujan turun lagi" ucap Lee Taemin tak sabar, sekarang ia sedang menyandar pada meja guru dan memainkan kakinya.

"Araseo araseo..." dumel Naeun yang masih terus menyapu kelas.

Beberapa menit kemudian piket kamipun selesai.

"Myungsoo-ya, kami duluan eoh..." ucap mereka bersamaan.

Aku melambaikan tanganku dan kemudian mengekor dibelakang mereka. Sepertinya aku sendiri yang terkurung dalam kesendirianku. Sama sekali tak memiliki seorang yeojachingu. Heh… ngomong-ngomong sampai saat ini akupun tidak tau yeoja eye smile itu berada dikelas yang mana. Sekali lagi... bukan karena aku tak mau mencari tau. Baiklah ini bukan karena hujan lagi alasannya. Tapi karena aku tak tau caranya mendekati seorang yeoja.

Pikiranku kembali pada saat dilapangan tadi. Namja mana yang sedang dia incar? Eoh... hatiku sakit mengingat itu! Minho pernah bilang padaku. Jika kau mulai jatuh cinta, kau akan berdebar saat kau berada didekat yeoja tersebut, jantungmu akan berpacu lebih cepat dari biasanya. Saat dia tersenyum kaupun akan ikut tersenyum. Saat ia sedang merasa sedih kau akan ikut sedih untuknya. Saat dia dekat dengan lawan jenisnya selain dirimu... kau akan merasakan sakit dihatimu! Tunggu... tunggu... selama beberapa bulan ini aku selalu memperhatikannya dan memang hatiku berdebar, saat dia tertawa akupun ikut tertawa, tapi aku tak pernah melihatnya dengan raut wajah sedih! Dan dilapangan tadi aku begitu takut dia mengincar namja lain! Pikiranku terus merancau kemana-mana.

***

Sebulan kemudian

"Jadi begitulah" pada akhirnya mau tak mau, aku menceritakan semuanya kepada Minho. Dan apa tanggapannya?

"Eoh... namja pabo!" pekiknya hingga tertawa terbahak-bahak!

Aku jadi tak bersemangat untuk bicara lagi melihat reaksinya yang seperti itu! Seharusnya aku tak bicara apapun mengenai perasaanku! Menyebalkan.

"Yaa! Kim Myungsoo... sudah hampir 5 bulan ini kau memendam perasaanmu dengan seorang yeoja yang tak kau ketahui namanya? Aigooo" ucapnya lagi dengan terkekeh.

"Ya... ya... terserahmu sajalah" batinku, memutar kedua bola mataku.

"Baiklah akan aku bantu" ucapnya dengan terus terkekeh.

Aku segera menoleh. Kau ingin membantuku? Baiklah... kutarik kata-kataku yang seharusnya aku tak bicara apapun mengenai perasaanku "geurae?"

Dia menganggukkan kepalanya pasti, seolah mengatakan percayakan saja padaku.

Jam istirahatpun tiba. Kali ini ia ‘Minho’ tak mendatangi yeojachingunya, tentu saja karena saat ini dia akan membantuku.

Di kantin kuedarkan pandanganku "Minho-ya" ucapku menunjuk kearah yeoja eye smile yang sedang asyik dengan ice creamnya. Minho membulatkan mulutnya, tandanya ia mengerti. Segera kurangkul lehernya menyeretnya kearah bangku dan kami duduk sekitar 4 bangku dari yeoja eye smile itu.

"Aigo... ternyata ada makhluk secantik dia! Kenapa aku tak menyadari keberadaannya!" dumel Minho.

Eish, dia ini sahabatku atau bukan sih "ya!" pekikku.

"Ani... ani...” Minho menepuk-nepuk pundakku “pantas kau menyukainya pada pandangan pertama! dia memang sungguh cantik..."

Memang dia cantik. Tapi itukan relatif, setiap orang punya cara pandang masing-masing. hmmm... maksudku, bukan kecantikan fisiknya juga yang aku lihat, tapi karena kebaikannya meminjamkanku payung beberapa bulan yang lalu. Aku terus menatapnya. Kali ini jantungku hampir saja keluar. Saat mataku dan matanya ‘yeoja eye smile’ itu saling berpandangan! Aku tak salah lihatkan! Dia tersenyum padaku? Tersenyum? Yaa... aku yakin dia tersenyum padaku. Tunggu, tunggu... kenapa ke 4 temannya ikut menoleh melihatku? Oho, mereka semua tersenyum padaku. Yaa... baiklah. Akupun membalas senyum mereka. Dan dalam hitungan detik mereka mulai bicara lagi, sesekali yeoja eye smile itu melihat kearahku dan tersenyum lagi.

"Yoo..." Minho menepuk pundakku, membuatku kaget.

Aku cerita atau tidak ya? Dia ini ingin membantuku apa! Ahh... sudahlah jangan berharap pada Minho. Tapi aku berterima kasih padamu sobat! Karena baru saja aku mendapatkan senyumannya. Tak lama Yeoja eye smile berdiri dan meninggalkan bangkunya, sebelum dia keluar dari kantin, ia menghentikan langkahnya dihadapanku, menatapku dan membungkukkan badannya untuk memberi salam, diikuti dengan ke 4 temannya. Mwoya ige! Kemudian pergi berlalu.

"Aigoo..." pekik Minho yang juga melihat kejadian barusan, oh, ini bukan mimpikan? "aku tak perlu membantumu! lihat dia yang lebih dulu memberi salam padamu!"

"Hhh... yah, yah, terserah padamu lagi", gumamku pelan. Oh… aku masih kaget.

"Kau cukup memiliki keberanian! Kau tampan, matamu, hidungmu, senyummu, pintar itupun keunggulanmu, banyak yeoja yang tertarik padamu! Bahkan teman sekelas Soo Jung selalu menanyaiku tentang dirimu. Mereka pasti patah hati saat tau namja yang mereka incar sudah memiliki tambatan hati" ucapnya panjang lebar “cepatlah bergerak, sebelum kau menyesal” sambungnya lagi.

Benar yang sahabatku ini katakan. Aku hanya butuh keberanian. Baiklah akan kucoba, tapi tak sekarang.

***

3 minggu kemudian.

Setiap kali aku bertemu dengan yeoja eye smile itu, ia selalu tersenyum padaku, begitu pula aku yang membalas senyumnya. Namun sayangnya aku masih belum tau namanya. Sahabatku Minho sudah sering kali menyuruhku untuk cepat melakukan pendekatan, toh yeoja itu selalu merespon. Cepat bergerak, sebelum menyesal! Baiklah hari ini aku akan menanyakan namanya, mungkin sepulang sekolah.

Aahhh… Sial! Selalu saja! Ada jam pelajaran tambahan hingga aku harus pulang lebih sore lagi. Pelajaran tambahan? Aku sudah tingkat akhir…

Akhirnya jam pelajaran tambahanpun selesai. Minho sudah lebih dulu pulang. Dia bilang ingin mengantar Soo Jung kerumah kerabatnya yang sedang ada acara. Aku berjalan menelusuri koridor, sudah sangat sepi, hanya beberapa siswa-siswi tingkat 3 yang berlalu melewatiku.

“Ohh… Myungsoo-ya, kau ingin pulang bersama kami?” tanya Sungyeol.

“Eoh, kalian duluan saja” ucapku tersenyum pada Sungyeol dan yang lainnya.

“Geure… kami duluan” Mereka melambaikan tangannya padaku.

Sekarang aku melewati gedung tingkat 1, langkah kakiku kuhentikan tepat didepan kelas yang pintunya masih sedikit terbuka. Eh… kenapa kelas ini masih terbuka? Heh… mungkin hobae-hobaeku lupa menutupnya, saat aku hendak memegang knop pintu kelas untuk menutupnya, tiba-tiba terlihat sebuah rambut. ASTAGA! Dengan segera kuelus dadaku karena kaget. Seorang yeoja keluar dari pintu itu. Hhh… bukan makhluk halus dan sejenisnya ternyata.

"Omo..." pekikku tak kalah kaget dari jantungku.

Yeoja itu segera melihatku "sunbae..." ucapnya terkejut juga.

Mimpi apa aku hari ini?! "kenapa kau masih disini dan belum pulang?", ucapku pelan. Ah… kurasa baru kali ini aku berinteraksi dengannya.

"Aku sedang memberaskan buku-bukuku yang berada dikelas" ucapnya kikuk. Mataku beralih pada buku-buku tebal yang ia bawa.

Dibereskan? Untuk apa? "eoh... biar aku bantu" ucapku tersenyum.

"Aniya... biar aku saja, aku tak mungkin merepotkan sunbaeku"

Apa dia ingat tentang payungnya? "eohh... payungmu, mianhae... aku belum sempat mengembalikannya, apa kau marah?" tanyaku ragu.

Yeoja itu tersenyum, eye smile yang biasa aku lihat dari jarak yang jauh, kini bisa ku lihat dalam jarak sedekat ini! Asataga! Ada kalanya aku benar-benar berterimakasih pada Kang Seonsaengnim yang telah menambah jam pelajaran "simpan saja sunbae..." ucapnya.

"Ahh... aku jadi tidak enak padamu!" jawabku menggaruk-garuk kepalaku yang tak gatal.

Kami pun berjalan bersama. Tak banyak yang dibicarakan, bahkan namapun belum aku dapatkan! SIAL! KIM MYUNGSOO ayolaah! Tanyakan, tidak, tanyakan, tidak. Aku masih terus berkutik dalam pemikiranku sendiri.

"Sunbae... kau duluan saja, aku akan membereskan buku-bukuku yang ada didalam loker" ucapnya tersenyum.

Lagi? Membereskannya lagi? Untuk apa sebenarnya? Toh masih ada hari esok, lagipula buku-buku itukan memang tempatnya diloker, jika dibereskan akan susah nantinya "eooh... nee" ucapku tak banyak bertanya.

Akupun mulai mendekatinya, barang-barangnya cukup banyak juga "biar aku bantu" tawarku.

"Eoh... ani Myungsoo sanbae, biar aku saja" ucapnya menundukkan kepala.

Mataku sontak membulat! Kau memanggilku apa? Myungsoo? kau tau namaku! Eh… Bahkan aku tak tau namamu! "eoh.. kau tau siapa aku?"

Ia mengangguk dan tersenyum "Tentu saja aku tau siapa sunbae... bahkan aku sudah lama memperhatikan Myungsoo sunbae"

Oo… omo. Aku tak salah dengar? Kau bilang apa? Aku serasa ingin melayang. NADO! NADO! Aku juga selalu memperhatikanmu "eooh... benarkah?" ucapku tersenyum dan masih menampakkan wajah tenangku.

"Suzy. Naneun Bae Suzy ibnida..." ucapnya memperkenalkan dirinya sambil membungkkukkan badannya dan tersenyum. Senyuman eye smile yang meluluhkan hatiku.

Suzy. Sekarang aku tau namanya, Suzy. Bae Suzy. Nama yang bagus "senang berkenalan denganmu Bae Suzy" ucapku tersenyum.

Kami melanjutkan langkah kami dan berpisah dipintu gerbang sekolah. Jujur saja, hari ini aku sungguh bahagia. Besok akan kuceritakan semuanya pada Minho! Dia pasti akan iri padaku! Jika dia sudah lama memperhatikanku, bukankah itu artinya dia memiliki perasaan khusus? Eung… ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan! Aku akan mimpi indah... Bae Suzy!

***

Aku belum menceritakan apapun pada Minho tentang kejadian kemarin sore. Kupikir nanti saja aku akan menceritakannya, sekarang aku sedang mencari sosok Bae Suzy, yeoja yang membuatku selama berbulan-bulan ini gusar. Oh, aku akan menyatakan perasaanku hari ini juga! Tapi kenapa aku tak melihatnya.

Jam Istirahatpun tiba. Dikantin aku melihat 4 siswi yang selalu menemani Bae Suzy selama ini, tapi dimana yeoja eye smile itu? Apa aku harus menanyakannya pada ke 4 yeoja itu? Ah, baiklah, aku sudah bertekad, tak ada lagi Kim Myungsoo yang hanya diam dan diam...

"Chogii..." ucapku dan itu membuat 4 siswi tingkat 1 inipun terkejut. Yah, jelas terlihat dari mata mereka  yang membulat kompak.

"Hmm... Bae Suzy eoddi?"  akhirnya aku bertanya juga dengan tersenyum tanpa ragu.

Wajah mereka yang sesaat tadi terkejut kini menjadi lesu "..." eish, kenapa malah diam sih?

"Chogii..." tanyaku lagi.

"Suzy-ya... dia hari ini pindah ke Amerika" jawab seorang yeoja berambut panjang ikal dan bermata seperti kucing.

Amerika? Pindah? Entah apa yang aku rasakan sekarang saat yeoja bermata kucing ini menjawab pertanyaanku. Tenggorokanku kering seketika. Badanku serasa ingin merosot. Oh… apakah ini yang Minho bilang, cepatlah sebelum kau terlambat? Sepertinya mataku mulai memanas... perih sekali! Jangan sampai aku mengeluarkan cairan yang mendesak mataku ini disini! Karena aku seorang namja, hal itu tak akan terjadi. Aishh!

"Go... gomawo" ucapku meninggalkan 4 yeoja yang biasa menemani Bae Suzy.

Menyesal. Aku tak mungkin masuk kekelas sekarang dan memilih untuk membolos dari sekolah! Baru kali ini aku melakukannya! Sungguh aku bingung... apa yang harus aku lakukan! Menyesal?  Menyalahkan dirikukah? Sahabatku benar... ia selalu menyuruhku untuk bertindak cepat! Tapi apa... eoh Kim Myungsoo! Akhirnya aku mulai meneteskan cairan yang mendesak ingin keluar dari mataku sedari tadi. ATAP memang tempat yang sangat pas untuk sekarang! SEPI!

Untuk apa dia memberekan buku-bukunya! SEHARUSNYA AKU BERTANYA PADANYA KEMARIN!

Dia bilang selama ini dia selalu memperhatikanku! Eoh, SIAL! Kepalan tanganku kini sukses menghantam tembok yang ada dihadapnku. SEHARUSNYA AKU BILANG BAHWA AKU JUGA MEMPERHATIKANNYA! BAHKAN AKU AKAN BILANG BAHWA AKU SANGAT MENCINTAIMU BAE SUZY!

Dia lebih dulu tau namaku? Sedangkan namamu? BAHKAN AKU TAU BARU KEMARIN! ITUPUN KAU YANG MEMBERITAHU!

Bolehkah aku memutar waktu? Jika waktu bisa diputar! Aku ingin mengatakan apapun yang ada diotakku sekarang!

SIAL! air mataku tak kunjung berhenti! Tangisku mulai terisak. Ah… memang namja pabo kau Myungsoo. Aku benci hujan! Aku benci hujan! Seharusnya kita tidak usah saling bertemu. Jika akhirnya berakhir dengan perpisahan.

Tidak... tidak... aku tidak membenci HUJAN! HUJAN yang mempertemukan aku denganmu. Ya… aku tak akan menyalahkan hujan ataupun takdir yang sudah mempertemukan aku dank au Bae Suzy. Hanya aku sajalah yang kurang peka dan cepat. Padahal kau sudah member lampu hijau padaku.

ohh... BAE SUZY! Sebenarnya air mataku sungguh tak berarti bukan?

***

Sudah 2 hari aku tidak masuk sekolah. Hmm... air mataku sudah kering. Mataku juga sangat sembab. Aku bangkit berdiri dari kursiku untuk berangkat ke Sekolah. Namun mataku tak sengaja menatap payung berwarna kuning lembut yang berada dipojok ruangan kamarku. Aku tersenyum melihat itu. Bae Suzy cinta pertamaku.

Kulangkahkan kakiku keluar melewati pintu rumahku. Kutengadahkan kepalaku keatas, menatap langit, hmm... hari ini cuaca sangat cerah. Baiklah... selamat pagi dunia.

THE END- ^^

COPYRIGHT 2020 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK