SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Stupid Girl!! Aka (Baka Onna)

Stupid Girl!! Aka (Baka Onna)

Share:
Author : indeenski
Published : 04 Jan 2017, Updated : 04 Jan 2017
Cast : Baekhyun, OC
Tags :
Status : Complete
1 Subscribes |413 Views |2 Loves
Stupid Girl!! aka (Baka Onna)
CHAPTER 1 : Oneshot: Stupid Girl!!

Cast :

-Lee Sora (OC)

-Baekhyun EXO

Genre     : Romance, school life dll.

Annyeong reader, hari ini author datang bersama Baekhyun *gandeng erat-erat si cabe* untuk menghibur kalian ^^. Oh iya FF ini emang rada gak jelas karna hanya fiktif belaka, yah walaupun terinspirasi dari kisah nyata *curhat* jadi maklumin aja ya dan kuatkan diri kalian saat membaca karna akan ada banyak kejutan *baca TYPO, tapi ini murni kok dari pemikiran author yang penuh dengan imajinasi dibandingkan dengan pelajaran yang seharusnya dipelajari *curhat lagi*, yaudah deh daripada kebanyakan curhat mending langsung aja baca ffnya....

Selamat membaca :)

**

Apa rasanya menjadi pengaggum rahasia??

 

Menyedihkan? yah aku tau itu.

 

Karna apa?

 

Karna aku juga merasakanya.

 

Lalu jika seperti itu mengapa aku masih menjadi pengagum rahasia??

 

Ummm mungkin jawaban yang tepat untuk itu semua adalah lebih pada rasa takut yang hinggap di hatiku. Aku takut perasaan ini tak terbalas dan hanya akan membuatnya semakin jauh dariku.

 

Jika kau seorang pengagum rahasia kau pasti mengerti akan ketakutanku ini.

 

Terkadang rasa bosan menghinggapiku ketika aku hanya dapat memandangnya dari kejauhan tanpa bisa melakukan apapun. Aku juga lelah menunggu waktu hingga ia menyapaku atau sekedar menatapku sekilas saja.

 

Hah menyedihkan!

 

Well sesungguhnya kehidupan cintaku tak semenyedihkan yang kalian kira. Jika dipikir-pikir aku sedikit beruntung karna ia berada sangat dekat denganku sebab dia teman sekelasku sendiri. Nama lengkap namja itu adalah Byun Baekhyun namun kami lebih sering memanggilnya Baekhyun, ya memang tidak ada bedanya sih hehe.

 

Baekhyun merupakan namja tampan yang pandai bernyanyi dan tegabung dalam sebuah band sekolah, sehingga bisa dibilang seantero sekolah tahu siapa dia. Dan karna itu juga ia dilirik oleh banyak gadis hingga terkadang membuat hati dan mataku terasa sakit jika melihat ada gadis yang berusaha mendekatinya.

***

Ini adalah tahun kedua aku sekelas dengannya, awalnya aku tak memiliki perasaan apapun pada namja itu, aku menganggapnya sama seperti teman sekelasku yang lain. Akan tetapi aku mulai merasakan perasaan yang berbeda padanya saat pertama kali aku mendengarnya menyanyi dalam festival sekolah setahun silam. Entah mengapa namja itu begitu menarik perhatianku. Suara lembutnya menelusup dalam pendengaranku dan perlahan menggetarkan hatiku. Dia terlihat sangat tampan saat membawakan lagu Baby. Kalian tahu lagu tersebut bukan? Lagu itu dinyanyikan oleh boyband papan atas EXO yang juga merupakan boyband favoritku. Aku masih ingat bagaimana suara merdu Baekhyun beradu dengan suara Kyungsoo saat menyanyikan bait-bait lirik yang begitu sarat akan makna yang mendalam. Aku terpana pada namja itu, hanya butuh waktu kurang dari semenit ia berhasil meluluhkan perasaanku.

 

Sejak itulah aku menjadi pengaggumnya, pengggum yang selalu memperhatikan apa yang namja hiperaktif itu lakukan. Ekor mataku selalu berusaha menangkap sosok namja bermarga Byun itu dimanapun ia berada.

 

Tapi jangan kalian kira aku adalah gadis pemalu yang hanya berdiam diri dipojok kelas dengan sebuah buku yang selalu ada dalam genggaman tangan serta kacamata yang bertengger di telingga.

 

No! Big No! Kenyataannya aku adalah gadis periang yang hampir selalu tersenyum. Tidak selalu, hanya hampir karna aku juga manusia biasa yang memiliki emosi seperti rasa marah, sedih dan sakit yang terkadang menggapi hatiku. Yaa intinya aku bukanlah gadis introvert, aku juga mudah akrab dengan siapapun namun entah mengapa di depan namja itu semua kata yang di dunia ini seolah tak pernah ada. Aku hanya bisa membisu dan sesekali melakukan hal bodoh akibat rasa canggung yang hinggap di dalam dada. Tapi tetap saja aku berusaha menutupi itu dan berusaha bersikap 'normal’, walau terasa begitu sulit membangun pembicaraan di antara kami berdua sebab biasanya pembicaraan kami tak lebih dari 4 kalimat. 2 kalimat darinya dan 2 kalimat dariku itupun hanya berisi ejekan atau juga pertengkaran tak bermutu sama sekali -_-

 

Aku juga bingung kenapa kata-kata yang keluar dari mulutku bukan membuatnya semakin dekat denganku tapi justru menciptakan jurang yang menjauhkan kami. Sungguh bodoh!

**

 

Aku lelah dengan keadaan ini karna sepertinya tak ada harapan untuk cintaku, dan akibat dari semua itu adalah....

 

Akhirnya aku mulai meyakinkan diri untuk berhenti melakukan hal bodoh yang sia-sia.

 

'Cukup Sora! Anggap saja Baekhyun adalah bayangan ataupun mitos yang tak nyata!' itu kata yang sering kuucapkan pada diriku sendiri untuk mengontol perasaanku. Karna kupikir cara yang paling baik untuk menghilangkan rasa yang bersarang di hati ini adalah dengan meyakinkan diriku untuk berhenti!

 

Namun apa kalian tahu yang terjadi selanjutnya? Setiap aku meyakinkan diriku bahwa Bakehyun adalah ilusi maka entah bagaimana caranya namja itu selalu bergentayangan di depan mataku dengan sejuta alasan yang bahkan aku tak mengerti, aku akan menjadi lebih sering berpapasan denganya.

 

Huuhhh sungguh menyiksa batin!.

**

 

Dimasa puncak deperesiku Aku sungguh bersyukur liburan sekolah datang, karna dengan begitu aku memiliki banyak waktu untuk menenangkan diri. Sedikit menarik nafas untuk mengeluarkan racun-racun Baekhyun dari otakku yang sudah mulai terkontaminasi ini dan walaupun sedikit sulit tapi kurasa usahaku mulai membuahkan hasil, setidaknya setengah dari masa liburan itu aku bisa melakukan aktifitas dengan tenang tanpa berfikir tentang namja menyebalkan itu, berfikir apa yang sedang dilakukannya sekarang? Apa sekali saja ia pernah merindukanku atau setidaknya memikirkanku? Mungkinkah dia tiba-tiba akan muncul di depan rumahku dengan senyum merekah dari bibirnya? 

 

Tidak. Aku sudah mulai berhenti memikirkan hal-hal semacam itu dan semua ini terasa sangat melegakan jiwa, aku sungguh bangga akan kemampuan yang aku miliki, thanks GOD!

 

Tapi kalian juga tahu bukan bahwa kita tak bisa sepenuhnya lari dari kenyataan? Aku tak dapat melepaskan kenyataan bahwa Baekhyun masih mengisi hatiku *sedikit* dan aku harus tetap menghadapi kenyataan lain bahwa liburan indahku telah usai, yang berarti aku harus kembali menatap wajah tampan Baekhyun dalam hari-hariku.

 

Dan hari pertama sekolah pun dimulai.

 

Selama di sekolah aku berusaha sekuat tenaga untuk tak menghiraukan Baekhyun, dan berita baiknya sepertinya 'meditasi' selama liburan itu masih menunjukan sedikit efek positif karna aku tak lagi mematung di hadapanya dan rasa suka ini tak sedalam dulu. Sekarang aku dapat berbicara dengan santai dan hanya mencuri pandang sesekali, tak sebanyak dulu.

 

Ini merupakan kemajuan besar yang harus di catat dalam buku rekor dunia. Wow itu pencapaian yang luar biasa untuku!

 

Tetapi ternyata ujian yang lebih berat datang.

 

Aku mendapat tugas kelompok dengannya. Hanya  kami berdua.

 

'Ohh Tuhan apa yang harus aku lakukan?? Oke Sora kau harus tenang, kau bisa mengahadapi semua ini dan bersikap sewajar mungkin pada namja hiperaktif itu.’ aku menarik nafas dalam-dalam sebelum menatap Baekhyun yang duduk dihadapanku dengan ice moccacino di tanganya.

 

Ya, kami memutuskan untuk mengerjakan tugas di cafe dengan alasan agar lebih santai *itu pendapat Baekhyun*.

Dating? Tentu saja ini bukan kencan! Bagaimana bisa mengerjakan tugas kelompok dianggap sebagai kencan. Tidak! ini bukan kencan!

 

‘Sora ini bukan kencan! Ini adalah kerja kelompok! Ya, hanya kerja kelompok!’ aku berulangkali menenangkan diriku sendiri. Well sekarang aku merasa seperti orang yang sedang terkena depresi akut.

 

"Jadi bagaimana cara mengerjakan tugas ini?" tanyaku pada namja bermarga Byun itu.

 

"Molla, aku juga tak mengerti” jawabnya santai dan meminum ice moccacinonya tanpa beban.

 

'Huuhhh kenapa aku bisa suka pada namja sebodoh dia?!' aku hanya menatapnya sebal, jujur saja Baekhyun bukanlah murid yang suka dengan kegiatan belajar mengajar. Ia hanya tertarik dengan musik, titik. Jika ada kesempatan namja imut itu lebih memilih untuk tidur dibandingkan memperhatikan apa yang sedang guru jelaskan didepan kelas dan saat hal itu terjadi aku bisa dengan leluasa memperhatiakan setiap lekuk wajah damainya saat tertidur pulas, ia akan tampak seperti bayi yang begitu polos membuatku semakin tertarik padanya.

 

Ohh tidak! Aku mulai membayangkan hal-hal itu lagi! Fokus! aku harus fokus!

 

"Seharuanya kau memperhatikan apa yang Guru Nam jelaskan tadi!" keluhku padanya. Aku merasa sangat sebal, sebal karna ia tak tahu apa-apa tentang tugas ini dan sebal karna namja bodoh ini telah mengganggu hampir setiap malamku dengan memimpikanya.

 

"Kenapa kau marah padaku? Bukankah kau juga tidak mengerti?!" Baekhyun  memandangku kesal.

 

"Yak! Byun Baekhyun jangan membuatku semakin naik darah! Sudah kerjakan saja tugas ini" teriakku padanya. Entah dari mana aku mendapatkan energi untuk berteriak-teriak seperti itu karna sejak tadi pagi aku hanya meminum jus apel yang ada di hadapanku sekarang.

 

"Bagaimana bisa kita mengerjakanya jika tak tahu apa-apa tentang tugas itu?!" serunya.

 

Sungguh kata-katanya itu membuat emosiku meluap-luap dan tanpa sadar tangaku bergerak untuk menjambak rambut coklatnya itu.

 

"Aaaaahhhh! Lee Sora! Apa yang kau lakukan?!" teriaknya kesakitan.

 

"Menyalurkan energiku yang berlebihan!" jawabku sekenanya. Lalu perlahan aku melepaskan tanganku dari rambunya sebab merasa sedikit kasihan pada wajahnya yang memelas.

 

"Dari pada tanganmu itu kau gunakan untuk menjambak rambutku, akan lebih baik jika kau gunakannya untuk menghubungi teman sekelas kita!" perintahnya dengan tangan yang terus memegangi kepala yang aku yakin terasa sedikit berdenyut karna jambakanku tadi.

 

“Untuk apa aku menghubungi mereka?” tanyaku tak mengerti dan memasang tampang bodoh.

 

“Yak! Tentu saja untuk menanyakan bagaimana cara mengerjakan tugas ini!” ujarnya menahan emosi.

 

“Ohhh” aku mengangguk mengerti lalu menuruti sarannya itu.

 

Tak perlu menunggu lama kami sudah dapat menyelesaikan tugas tersebut setelah mendapatkan keterangan dari Yoon Hwa *anak paling pintar di kelas* yang dengan senang hati menjelaskan apa sebenarnya maksud dari tugas laknat itu.

 

"Kau bisa pulang sendirikan?" tanya Baekhyun saat kami mulai berkemas untuk pulang.

 

"Apa pedulimu?!" jawabku pendek dan pergi meninggalkannya begitu saja. Tapi dalam hati aku sungguh berharap dia akan menahanku dan menawarkan diri untuk mengantarku pulang namun harapan tinggal harapan karna hal itu tak pernah terjadi.

 

Menyedihkan!

 

Ohh tidak! Kenapa aku berharap ia akan menahanku? Apakah aku jatuh kedalam pesonanya lagi?

 

HAH! Aku rasa aku membutuhkan psikolog sekarang karna kukira aku berkepribadian ganda! Satu sisi menginginkan Mr. Byun dan sisi lain yang sangat ingin menginjak-injanknya!

 

Ohhh apa yang harus aku lakukan!

**
 

Hari Minggu-pun tiba, hari yang begitu kunantikan sebab hari ini merupakan hari dimana aku dilahirkan ke dunia. Aku menerima ucapan selamat serta doa-doa dari keluarga, sahabat, dan hampir semua temanku.

 

Kalian pasti bertanya apakah aku mendapatkan ucapan dari Baekhyun?

 

Tidak. Tak ada ucapan darinya, lagipula aku tak terlalu berharap akan mendapatkannya, mengingat kelakuan bodoh dan pertengkaran kami yang terjadi tempo hari.

 

Meskipun aku mengatakan hal itu namun kalian pasti tak percaya.

 

Iya, aku mengaku bahwa hati kecilku masih berharap Baekhyun akan mengingat hari ulang tahunku, ini terbukti sudah berulangkali aku mengecek akun SNS ku berharap namanya tersangkut di sana.

 

Namun hasilnya nihil.

 

Aku melempar posel putihku ke ranjang dan merebahkan diri disana.

"Jelas saja ia tak akan peduli" gumamku lalu membenamkan wajah ke bantal yang selalu mememani tidurku ini.

 

Akan tetapi entah mengapa tanpa sadar tanganku kembali meraih ponsel putih itu.

"Hey Byun Baek! Apa kau benar-benar tak perduli denganku?! Apa kau tak punya waktu sedikit saja untuk mengirimkan ucapan selamat padaku?! Namja menyebalkan!" aku mendesis pada ponselku, untung saja tak ada orang lain dikamar ini pasti mereka sudah menggapku gila saat melihat kelakuanku ini.

 

'Tinggg' sebuah pesan masuk ke ponselku dan dengan cepat aku mengeceknya.  Namun yang tertulis di sana adalah nama lain. Lee Nana.

 

-chukae uri Sora ^^-

From: Lee Nana

 

"Pendek sekali pesannya" gumamku. Tapi tak apalah setidaknya ini menunjukan kepeduliannya padaku. Baru saja aku akan menjawab pesan itu tiba-tiba ponselku kembali menerima sebuah sms, namun aku berfikir lebih baik untuk membalas pesan dari Nana lebih dulu sebelum membuka sms yang baru masuk tersebut. Setelah selesai akupun membuka pesan masuk itu.

 

-otanjoubi baka onna-

From: Byun Baekhyun

 

Kata-kata itu tertulis di layar ponselku, aku mengerjapkan mata beberapa kali agar yakin tak salah membaca siapa nama pengirim sms yang sedang kubuka ini, dan itu benar-benar nomer namja bodoh yang sudah menghantuiku setahun belakangan!

 

Tunggu dulu! Tapi apa maksud dari tulisan ini? bukankah ini bahasa jepang?

 

Ummm sebenarnya aku pernah belajar bahasa jepang dulu, tapi pengetahuan itu sudah tertimbun jauh dalam otaku sehingga aku lupa, hehehe, dan yang aku ingat hanyalah tanjoubi, kata itu memiliki arti ulang tahun.

 

Ummm lalu apa arti dari baka onna?  Karna penasaran jadi aku memutuskan untuk mencari arti dari kalimat itu di internet *karna malu jika harus bertanya langsung pada Baekhyun*.

 

Dan kalian tau apa arti dari kalimat tersebut? Artinya kurang lebih begini 'Selamat ulang tahun gadis bodoh' ya itulah artinya.

 

Baka onna berarti gadis bodoh!.

 

Menyedihkan kuadrat.

 

Lalu dengan cepat jari-jemariku beradu dengan layar ponsel untuk membalas pesanya itu

 

-Gadis bodoh? Ohhh sungguh apa tak ada kata lain yang lebih baik didunia ini?-

 

Yah tentu saja! Mana mungkin namja itu bersikap baik padaku. Tapi walaupun aku sudah tahu akan hal itu entah mengapa hatiku merasa sedikit terluka karna pesannya.

 

'Tingg' suara itu muncul lagi dari poselku, dengan malas aku membaca pesan balasan Baekhyun.

 

-Hahaha tak kukira kau tahu arti kalimat itu. Selamat ulang tahun gadis bodoh-

From: Byun Baekhyun.

 

Aku kembali mengerjapkan mataku tak percaya ia menuliskan lagi kata-kata menyebalkan itu.

 

Ahhh lebih baik aku tak usah membalas pesan itu dan melupakannya.

 

Aku berniat untuk menghapus pesan itu, dan tak berapa lama ponselku kembali berbunyi.

 

-Hey gadis bodoh, bisa kau temui aku di taman dekat rumahmu? Aku sedang mencari alamat di dekat sini-

From: Byun Baekhyun

 

Ohhh apa-apaan ini? bagaimana ia bisa meminta bantuan setelah mengataiku seperti ini!

 

“NAMJA PABO! JINJA PABO!” aku melampiaskan rasa kesalku pada ponsel yang kugenggam *lagi*, dan berulangkali meyakinkan diriku agar tak menemuinya.

 

'Tingg' ponselku berbunyi untuk kesekian kalinya.

 

-Kenapa kau belum datang?- tanya Baekhyun dan pesan terakhirnya itu sukses membuat pertahananku luluh lantah. Tanpa berfikir dua kali aku segera berlari keluar rumah untuk menemuinya.

 

Begitu tiba di taman dengan nafas yang masih tersengal aku mengedarkan pandangan mencari sosok namja yang berhasil mendebarkann jantungku itu.

 

"Kenapa lama sekali?" aku menangkap suara dari balik punggungku dan menemukan Baekhyun di sana.

 

"Yak! Namja pabo! Beraninya kau menyuruhku kemari setelah mengataiku bodoh!" teriakanku itu hanya dibalas sebuah senyum manis darinya.

 

"Sengil chuka hamnida, gadis bodohku" 

 

Deg.

 

Apa?

 

Apa aku tak salah dengar? Gadis bodohku? Ia berkata gadis bodohku? Aku.... adalah gadisnya? Sungguh aku merasa sepertinya telingaku sedikit bermasalah.

 

Kulihat perlahan Baekhyun mendekatiku tanpa menghilangkan sedikitpun senyumnya. Langkah kakinya perlahan menghapuskan jarak diantara kami. Selangkah demi selangkah hingga akhirnya sepatu ketsnya bertemu dengan sepatu flatku.

 

Mataku tak bisa teralih dari wajahnya yang hanya berjarak beberapa senti dariku dan namja itu melakukan hal yang sama, ia menatapku lekat-lekat.

 

"Mulai sekarang kau adalah gadisku" namja itu berbisik pelan padaku dan ia berhasil membuat mataku membulat sempurna karnanya.

 

"Kau adalah miliku" ucapnya dan perlahan wajah Baekhyun semakin mendekat hingga akhirnya tak ada lagi jarak diantara kami.

 

Chu~

 

Bibir hangat Baekhyun melekat pada bibirku. Membuat jantungku terasa seperti berhenti berdetak.

 

Sebuah kecupan singkat yang mampu membungkam seluruh kerja otakku.

 

Baekhyun menciumku? Ia menciumku? Tunggu apa ini nyata? atau sekarang aku hidup dalam imajinasiku sendiri?

 

Baekhyun kembali menarik wajahnya dariku yang masih mematung.

 

Lalu memeluku lembut, melingkarkan tanganya dipinggangku membenamkan tubuh kecilku dalam dekapannya. Aku dapat menghirup aroma parfum yang biasa ia kenakan disela kerancuan pikiranku, aroma parfum yang begitu kusuka.

 

"Jangan pernah berusaha menjauh dariku lagi karna itu membuatku gila. Kau, Lee Sora hanya boleh menatapku, hanya aku." Ucapnya.

 

“Tapi bagaimana kau tahu?” tiba-tiba kata-kata itu keluar begitu saja di sela keterkejutanku akan semua hal yang masih terasa tak nyata ini.

 

Baekhyun melepaskan pelukannya dan menatapku.

 

“Kau kira aku namja bodoh yang tak menyadari ada seseorang yang selalu menatapku?” ucap Baekhyun lembut dan seketika itu juga aku langsung menundukan kepala karna rasa malu yang luar biasa.

 

“Hahaha kenapa kau malu seperti itu, huh? aku sangat suka saat kedua mata indahmu menatapku.” Ucap namja itu lalu mengerlingkan matanya.

 

Ohhh sungguh namja ini membuatku hampir gila karna kelakuannya.

 

“Dan jujur saja aku marasa sedih saat kau menghindariku, saat kau tak lagi memperhatikanku.” Lanjutnya kemudian dengan lembut ia menggenggam kedua tanganku.

 

“Namun aku sangat senang ketika kita mendapatkan tugas yang harus dikerjakan barsama, karna aku dapat dekat denganmu walau sebentar. Ummm sebenarnya saat itu aku sangat ingin mengantarmu pulang tapi kau kembali bersikap acuh lalu pergi begitu saja....” Baekhyun menggantung kalimatnya, matanya yang sedari tadi menatapku kini beralih memandang sepatu kets yang ia kenakan.

 

“Dan setelah kejadian itu aku berfikir bahwa jika seperti ini terus maka kau akan semakin jauh dariku, aku tak mau hal itu terjadi. Aku tak mau kau pergi, aku tak ingin kehilanganmu, aku ingin kau terus menatapku dan aku ingin kau menjadi yeojaku” ucap Baekhyun lirih namun penuh perasaan.

 

“maukah kau menjadi yeojachinguku?” ucap bibir tipisnya.

 

Aku.....

Aku...

Bingung!

Aku hanya bisa berdiam saat mendengarkan semua pengakuannya.

 

“Sora?” Baekhyun memanggil namaku untuk memastikan aku baik-baik saja.

 

“Ummm Baekhyun... apa kau tak membawakan hadiah apapun untukku?” tanyaku dan seketika itu juga wajah Baekhyun langsung kebingungan karna ia sama sekali tak membawa apa-apa.

 

“Tidak” jawabnya pasrah penuh penyesalan.

 

“Kalau begitu.. maukah kau menjadi hadiah ulang tahunku?” tanyaku dengan mengyunggingkan senyuman semanis mungkin.

 

Baekhyun tersenyum dan mengangukan kepalanya lalu dengan cepat kembali menarikku dalam pelukannya.

 

“Apa kau senang mendapatkanku sebagai hadiah ulang tahun?” bisik Baekhyun lembut.

 

“Sangat-sangat senang” ucapku penuh rasa bahagia.

 

Siapa yang tak bahagia mendapatkan Byun Baekhyun sebagai kado ulang tahun? Namja yang selama ini kupandangi dari jauh ternyata menyadari apa yang aku rasa. Menikmati setiap tatapanku untuknya, perhatian diam-diam yang kuberikan padanya dan sekarang namja yang itu kusuka sedang memelukku. Mengatakan bahwa aku adalah miliknya, mengatakan jangan pernah menatap laki-laki lain selain dirinya. 

 

Ya Baekhyun, tak akan ada yang lain. Hanya akan ada kau mengisi setiap udara dalam paru-paruku, hanya ada kau yang mengisi setiap sel dalam otaku dan hanya akan ada kau dalam setiap degupan jantungku.

Hanya Kau.

_End_

 

Hore!! Happy ending, akhirnya bisa juga bikin Oneshot yang berakhir bahagia. Gimana kalian suka gak? Gak suka ya?? Gak papa sih kalo gak suka *nangis di pojokan*,

buat kalian yang pingin baca ff ku yang lain silahkan klik judul ini Destiny And The Winte Story

seee yaaa!!

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK