home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > The Adorable Relationship

The Adorable Relationship

Share:
Author : wulanuswatun
Published : 31 Jan 2015, Updated : 31 Jan 2015
Cast : Song Ga Yeon Park Min woo Manajer O Seo kang Joon
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |482 Views |0 Loves
The adorable Relationship
CHAPTER 1 : Song Gayeon Maukah Kau Menjadi Pacarku?

 

"Song Gayeon, maukah kau menjadi pacarku?" 
Suara tersebut menggema di ruangan. Suara dari seorang pria putih berbadan 187 cm, berambut hitam gelombang dengan sebuket bunga ditangannya. Pakaian santai yang dikenakannya berupa celana pendek sedengkul atasan kaos hitam dan jaket musim dingin tak menghentikannya untuk menyatakan perasaannya Park Min Woo.
Ruangan tersebut ada banyak orang tapi entah mengapa sejak pria yang mereka anggap asing tersebut memasuki ruangan hampir semua orang memerhatikan arah langkahnya.


"Oppa...Ige mwoya?" Gayeon yang sedang latihan hanya bisa mematung melihat cowok yang sudah berdiri dihadapannya.
Tepuk tangan pun riuh dari orang-orang lebih tepatnya para petarung sunbae di ruangan tersebut tak hanya tepuk tangan sorak sorai dan ledekkan pun mereka keluarkan melihat kejadian seperti ini.
"Wahhhh magnae kita sekarang sudah besar. Dia akan segera punya pacar" " Sudah terima saja hanya dia yang berani menyatakan cintanya padamu" Itu sebagian kecil dari sorak riuh yang terdengar di ruangan tersebut.

"Ah ani, ani, ani. Kalian semua salah paham. Min Woo oppa hanya bercanda" Gayeon mencoba menenangkan keramaian yang di buat Min Woo.
"Tidak, aku serius."
"Yaaaaa, oppa jangan kau memperkeruh suasana." 
Suarapun semakin riuh di ruangan tersebut.
"Ayo ikut aku." Tangan Gayeon segera menarik pergelangan tangan Min Woo yang menyodorkan sebuket bunga padanya membawanya keluar gedung. Tampak seorang laki-laki dengan badan besar memperhatikan gerak gerik mereka berdua.


Gayeon menghentikan langkahnya di depan gedung tanpa melepaskan pegangannya tersebut.
"Oppa apa yang baru saja kau lakukan? Kau ingin membuat aku malu di depan teman-temanku,heuh".


Min Woo memerhatikan Gayeoon berdiri di depannya hanya mengenakan tanktop hitam dan celana army sebatas lutut yang biasa dia kenakan saat latihan tak rambutnya yang kuncir . Pakaiannya memang tidak salah dan pakaian tersebut memang membuat dia terlihat seksi dengan keringat yang masih membasahi badannya. Tetapi bukan pikiran negatif yang ada di otaknya, Min Woo berpikir "apa dia tidak merasa dingin keluar hanya memakai ini dan tanpa alas kaki padahal sekarang akhir musim gugur di bulan Agustus?"
Min Woo pun melepaskan genggaman tangan Gayeon dan mengganti genggaman tangan tersebut dengan bunga yang dibawanya. Melepaskan jaket yang dikenakannya dan menggantungkannya ke badan Gayeon tanpa meminta izin dahulu.Serta melepaskan sepatu yang dipakainya dan memasukan kaki wanita tersebut ke sepatunya.

 

Gayeon sedikit kaget atas perlakuan yang sudah dianggap kakaknya sendiri dan baru merasakan dinginnya angin sedari tadi menyentuh kulitnya.
"Jika kau keluar jangan lupa memakai mantel yang tebal dan jangan lupa gunakan alas kaki mu dan satu lagi.hahhah ku tiup dan gosokkan telapak tanganmu biar lebih hangat"
"Oppaa..." 
" Nah sekarang sudah sedikit lebih hangat pastinya."
"Gayeon-a aku tahu ini terlalu tiba-,tiba jika kau terlalu kaget dan belum siap dengan semua ini. Ayo kita lakukan ini secara pelan-pelan. Aku akan menunggu mu hingga kau siap dan benar-benar menerima ku sebagai kekasihmu bukan hanya seorang kakak di matamu." Min Woo seakan bisa membaca semua yang ada di dalam hati Gayeon. Tangan Min Woo yang memegang pundak Gayeon seakan meyakinkan Gayeon akan semua yang dikatakannya.
 

"Bbbbrrrrrr, Udara semakin dingin. Cepatlah masuk kedalam.Aku akan pulang.Maaf telah membuat keramaian di tengah latihanmu. Masuklan.Bye..." Min Woo membalikkan dan menuntun badan Gayeon yang kaku agar masuk kedalam. Kaki yang kedinginannya pun sedikit berlari meninggalkan Gayeon yang mamasih mematung di depan gedung tempat dia latihan.

Minwoi segera masuk ke dalam Mini Cooper yang terparkir tidak jauh dari gedung tersebut. Dan segera mengaktifkan penganhangat dengan daya full di dalam mobilnya dengan sesekali meniup telapak tangannya agar rasa dingin tersebut segera hilang. 
" Yaa, apa aku sudah gila? Ada apa denganku kenapa aku bisa seperti ini?"
Mini cooper  warna biru miliknya pun dia kendarai menninggalkan gedung latihan tersebut.

@ruang latihan

“ ­­Gayeon-a konsentrasilah.Ingat turnamen mu sudah semakin dekat.” Pelatih mengingatkan Gayeon bahwa pertandingan selanjutnya yang akan diikuti Gayeon sudah semakin dekat dan setelah kejadian tadi tampak dirinya sudah tidak dapat berkonsentrasi lagi sehingga dengan mudah dijatuhkan oleh pelatihnya.

“Maaf pelatih. Baik aku akan mengingatnya dan lebih bekerja keras.” Perkataan pelatih menghilangkan pikiran-pikiran yang ada di bersarang di otaknya.

Apakah Min Woo oppa serius dengan perkataannya. Atau oppa hanya ingin menjahili ku. Tapi aku benar-benar menyukainya. Atau perasaan aku ini hanya rasa sayang untuk kakak saja. Aaaa kenapa kau buat ku bingung. Tapi jika aku mengiyakannya apakah manajer O mengizinkanku, dia kan yang selalu bilang melarangku untuk menjalin hubungan karena takut mengganggu konsentrasi latihan ku

“Sudah kita hentikan latihan untuk hari ini.” Tampak laki-laki dengan badan besar yang sedari tadi mengawasi latihan Gayeon yang sudah sedikit kacau.

“ Nee.. Baik pelatih. Terima kasih untuk hari ini pelatih.” Gayeon segera ke luar ring dan mendekati tasnya yang bersi air dan handuk. Kemudian duduk disamping tas tersebut untuk sedikit memulihkan kembali tenaganya yang sudah tinggal separuh.

“Sudah cepat kau bilang iya padanya jika kau menginginkannya juga untuk menjadi pacarmu.” Perkataan manajer O sedikit membuat kaget Gayeon. Gayeon segera memeluk badan manajernya dan menggoyang-goyangkan badan manajer karena senang mendengarnya. “Gamsahamnida manajer.” “Aku hanya tak ingin konsentrasimu akan terus berkurang karena terus memikirkan hal tersebut. Dan ingat di pertandinga nanti kau harus menang.” “Yes  Sir.” Sambil menaruh telapak tangan di pelipisnya sebagai memberi hormat.

Saat hendak pulang dia melihat sepatu dan jaket yang di berikan Min Woo oppa dan segera sms oppa.

Oppa dimana? Kita harus bicara mengenai masalah tadi.

Tak lama balasannya pun masuk ke inbox nya

Aku ada di daerah dongdaemun. Baiklah kita bertemu di tempat yang waktu itu kita pergi bersama saat di Roommate. Semoga kau masih mengingatnya. See you awas kalau kau telat. Akan ada hukuman untukmu.

Tempat pergi bersama saat di Roommate?Dimana?Semoga aku benar

Gayeon segera membawa jaket dan sepatu yang dia masukkan kedalam tasnya dan pergi menuju tempat yang dipikirkannya.

@Dongdaemun

“Oppa apa kau sudah lama menungguku?”

“Kau telat, tidak lihat aku sudah kedinginan menunggumu. Tapi untung kau masih mengingat tempatnya.” Min Woo yang sudah hampir setengah jam menunggunya dengan pakaian yang terakhir dikenakan saat menemui Gayeon tanpa jaket dan sandal.

“Maap Oppa aku tadi salah tempat jadi sampai sini telat. Ini ku kembalikan punya mu.” Sambil memberikan jaket dan sepatu milik Min Woo.

“Apakah kencan waktu itu begitu tidak berarti buat mu sampai-sampai sudah lupa tempatnya.” Min Woo yang sibuk mengenakan jaket, sepatu dan sedikit mengumpat tentang Gayeon.

“Mo kencan? Gayeon sedikit bingung dengan perkataan Min Woo karena menurutnya pada saat itu hanya pergi jalan seperti biasa dan buka sebuah kencan.

“Oppa mengenai pertanyaan mu yang tadi di tempat latihan. Aku tidak bisa bilang iya karena aku aku juga tidak yakin perasaan yang ku miliki ini apakah sama denganmu atau tidak.” Pernyataan Gaeon membuat kecanggungan di antara mereka.

“Itu berarti kau mau.” Min Woo tampak senang dengan jawaban Gayeon karena di pikirannya dia memiliki peluang. “Tapi oppa..” “Sudah sekarang kau resmi miliku” Min Woo merentangkan tangannya segera ingin mengangkap badan gadis yang sudah dianggap pacarnya itu tetapi Gayeon menolaknya. “Baiklah kita bisa bilang itu iya, tapi aku punya peraturan untuk hubungan kita oppa. Dan jika kau tidak mau berarti kita..” Belum selesai Gayeon bicara sudah di potong oleh Min Woo.

“Baiklah,baiklah aku akan menurutinya.”

“Pertama kau tidak usaha memberikan aku bunga lagi karena aku lebih menyukai ice cream dibandingkan bunga. Kedua oppa boleh datang ke tempat latihanku tapi tidak boleh membuat kegaduhan dengan hal-hal semacam tadi.Ketiga…. Kau tidak boleh datang ke turname ku.”

“Kenapa aku tidak boleh datang ke turnamenmu?Aku selaku namjachingu mu ingin memberikan support untuk mu. Beriakan alasanmu agar aku setuju.”

“Karena jika kau datang aku takut kau dapat mengganggu konsentrasi ku dan aku tidak mau menghancurkan turnamen ku.”

“Baiklah, baiklah. Tapi sekarang waktunya kau menerima hukuman dari ku karena telah membuatku menunggu. Sekarang kau ikut aku.”

“Yaaa, Oppa mau membawaku kemana.” Gayeon hanya bisa mengikuti kemauan Min Woo yang sudah memegang pundaknya dan mengarahkan badannya untuk berjalan kedepan.

 

-TBC-

Kemana kira-kira Min Woo membawa Gayeon?

Hukuman seperti apa yang akan diterimanya? Gayeon sebenarnya ingin menolak Min Woo tapi dia tidak ingin melukai orang yang sudah dianggap kakaknya sendiri dia akan berusaha menghilangkan perasaan yang sebelumnya dan menerima Min Woo oppa tapi  akan kah Gayeon bisa menerima Min Woo seutuhnya sebagai pacarnya atau hanya bisa seatas oppa untuknya.

Awal ceritanya mungkin masih biasa saja karena ini baru permulaan belum ada konflik di dalamnya. Nanti mungkin mulai ada konflik.

Terima kasih sudah membaca ff ini. Mohon  komentarnya agar bisa di perbaiki di chapter selanjutnya. Sekali lagi salam kenal semoga menyukai ff ini ^o^

 

POPULAR FANFICTION

BERITA PILIHAN

COPYRIGHT 2024 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK