home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Songfiction : Can You Hear Me?

Songfiction : Can You Hear Me?

Share:
Author : AyunaKusuma
Published : 23 Sep 2013, Updated : 23 Sep 2013
Cast : Na Hyun Chul and You
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |1074 Views |0 Loves
Songfiction : Can you hear me?
CHAPTER 1 : Can You Hear Me?


Author : Ayuna Kusuma

Song : 신승훈 - 너에겐 들리지 않는 그 말 (너의 목소리가 들려 OST - Part.4)

Maincast : Hara and You

Genre : Sad Romance

***

Semua cinta selalu ada kata pertama, tapi cintaku, lain daripada yang lain. Aku bertemu denganmu cintaku, ketika terakhir kau menghembuskan nafasmu.

Kucoba berkali-kali menghentakkan dadamu, menggunakan alat pernafasan yang lebih canggih dari rumah sakit yang lainnya, agar kau tetap hidup.

"jugji anhneun ! jebal!" teriakku saat itu, tapi tubuhmu melemas. Kala itu, aku hanya seorang dokter baru, yang tugas beberapa minggu, sebelum kau datang ke rumah sakit tempatku bekerja.

Hari itu, Nenekmu mengantarkanmu ke Lobi, ia mengatakan kalau kau harus di rawat segera karna kanker paru-paru. Sialnya, Nenekmu sama sekali tak bisa membayar biaya oprasi dan perawatan.

Kala itu, tak ada yang mau membantumu, mereka tak peduli sedikitpun tentang keselamatanmu. Sebagai dokter yang baru saja bertugas, idealismeku begitu menjulang tinggi.

Aku menyerahkan gajiku sebagai dokter untuk biaya perawatanmu, mulai hari itu, kau mendapatkan banyak perawatan dari dokter lainnya. Aku tak bisa merawatmu, bukan tak mau. Tapi, pekerjaanku tak ada sangkut pautnya dengan penyakitmu.

***

Tak kusangka, setiap hari kau selalu menyempatkan diri keluar rumah sakit, untuk membeli kimbab kesukaanku. Entah darimana kau tahu apa saja yang kusukai.

Kau selipkan kimbab di bawah pintu kantorku. Dan kutahu itu darimu, karna tak ada orang lain yang mau membelikan kimbab sepagi itu untukku.

Setiap hari, kumakan kimbab yang kau belikan untukku. Siang hari, setelah melakukan kemotrapi, aku menyaksikan sendiri, bagaimana kau merapikan ruang kerjaku.

Saat ada dirimu, aku tak pernah cemas mencari barang yang kuperlukan. Karna kau selalu memberikan tanda dan catatan kecil.

Ketika malam, aku tahu kau tak bisa tidur nyenyak, aku tahu, kau kembali berjalan-jalan di tengah malam. Susah payah mencari kopi dengan harga murah, yang akan kau berikan untukku.

***

Malam itu, malam terakhir dan pertama aku bisa bicara denganmu, ya... berdua denganmu. Aku tak membiarkan diriku tertidur dan melewatkan aksimu yang membuatku jatuh cinta.

Kau berjalan begitu pelan, hampir tanpa suara. Lalu dengan halus kau selimuti diriku dengan jasku. Kau letakkan kopi yang masih panas di depanku.

Ketika kau ingin pergi meninggalkanku seperti orang bodoh, aku berhasil mencegahmu, kugenggam tanganmu yang dingin. Dan, saat itu bisa kulihat wajahmu yang cantik.

Seketika, ada perasaan kecewa dalam hatiku, mengapa tak sedari dulu aku menangkap basah dirimu, wanita yang sudah membuatku jatuh cinta.

"Ah... Mianhae..." ujarmu dengan suara kecil yang khas.
"Hehe... untuk apa meminta maaf..."
"Aku mengganggu tidur anda..." Katamu sambil menyibakkan rambutmu yang panjang.

"Aku sama sekali tak merasa terganggu... Kau... gadis yang akan di operasi kan? kanker paru paru?" tanyaku sedikit kikuk.

"Ye... mianhae... bisakah anda melepas tanganku...?"

"Apakah kau takut?"

"Aku sudah siap dokter..."

"Apa kau tak takut operasinya akan gagal?"

"Anniya... aku sudah siap bila harus meninggalkan dunia ini... hanya saja... Aku tak bisa mengembalikan uang yang kau berikan untuk perawatanku... apa yang harus kulakukan untuk mengembalikannya? Kalau aku meninggal, Nenekku tak akan bisa membayarnya... Dokter... apa yang harus kulakukan.."

Tak terasa, malam itu aku sudah memelukmu, mendekapmu yang sedang menangis pilu. Aku tak tega melihatmu seperti ini.

"Sudah... aku sama sekali tak memikirkan uang yang kuberikan untukmu... aku tak pernah meminjamkan padamu... semuanya kuberikan padamu...Sudah... jangan menangis.. arra?" kataku menenangkanmu, sambil membelai rambutmu yang sedikit basah karna keringat.

"tapi..."

"Apakah kau menyangka? apa yang kau lakukan padaku, menyediakan kimbab setiap pagi, merapikan ruanganku setiap siang, dan menyelimutiku seperti itu... kau sudah membayar semuanya bahkan lebih dari yang kuharapkan... Sudahlah... hapuslah air matamu..." Pelan-pelan kuhapus airmatamu, yang membasahi cantiknya wajahmu.

"Dokter... aku tak bisa melakukannya lagi besok... saat ini... saat ini... aku tak bisa bernafas lega seperti dulu... di dadaku... terasa sakit sekali.... Dokter... mianhae..." Itulah kata terakhir yang kau utarakan padaku. Kata yang membuatku semakin jatuh cinta padamu, dan tak ingin semuanya berakhir.

Tubuhmu yang mulai melemah, kubawa berlari ke ruang operasi, lima menit kemudian, semua dokter yang menanganimu sudah hadir di ruang operasi. Mereka membedah dan mengambil penyakitmu.

Operasi berjalan lancar, tapi kau bukannya sadar, kau malah memilih untuk melepaskan nyawa terakhirmu.

Saat itu, aku seperti orang gila, berteriak-teriak, mencoba semua alat pernafasan, mengecek nyawamu berkali-kali. Dan menangis memelukmu.

"wae ? dangsin-eun wae nal tteona ?..." tanyaku sambil memelukmu yang sudah melemas.

"nal tteona jima. eotteohge nae salang? bangbeob-e daehan nae salang? BANGBEOB-E HAH!!!!" Semua dokter yang juga ikut berduka atas kepergianmu, membiarkanku begitu saja. Agar bisa lebih lama memelukmu.

Selamat jalan cinta pertamaku, aku harap kau mau menungguku di surga. Karna sampai sekarang, aku tak bisa mendapatkan cinta yang sama seperti yang kau berikan padaku.

Pada acara pemakaman, satu, dua dokter mengatakan padaku, kalau kau begitu bahagia ketika menanyakan segala sesuatu tentangku ke semua orang. Beberapa suster juga mengatakan, kalau kau sering bertanya kepada mereka bagaimana membuat kimbab yang bagus.

Ternyata semua kimbab yang kumakan adalah buatanmu, lidah dan bibir ini, masih ingat bagaimana rasa kimbab yang kau buatkan untukku. Walaupun isinya hanya timun dan telur. Sampai sekarang... aku tak pernah bisa menemukan kimbab dengan rasa yang sama.

Mungkin, rasa cintamu dan terima kasihmu padaku, yang membuatnya begitu istimewa. Kini... sebagai rasa terima kasihku padamu yang telah memberikanku cinta, aku akan hidup sendiri bersama kenanganmu, hingga suatu hari nyawaku habis. Aku akan bertemu lagi denganmu.

The End

***

언제부터였는지
어디부터 사랑인 건지
나를 버리고 어느새
너에게로 물들어
이제 나는 너여야만 하는데

너는 들리지 않니
세상 모두 아는 내 마음
다른 곳을 바라봐도
사랑 아니라 해도 난 괜찮아
너에겐 들리지 않는 그 말

사랑해 이대로 바라볼게
너라는 습관이 이제는 나를 살게 하니까
니가 없인 나도 없을 테니까
눈물 흘리지마

모든 아픔은 너를 비켜서 나에게 오길
내가 늘 해왔던 기도일테니
행복이 반으로 줄어도 좋아
너만 있다면

사랑해 이대로 바라볼게
너라는 습관이 이제는 나를 살게 하니까
니가 없인 나도 없을 테니까
눈물 흘리지마

모든 아픔은 너를 비켜서 나에게 오길
내가 늘 해왔던 기도일테니
행복이 반으로 줄어도 좋아
너만 있다면

나를 버려도 너만은 지킬게

POPULAR FANFICTION

BERITA PILIHAN

COPYRIGHT 2024 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK