home_icon
SIGN IN
SIGN UP
https://nagaempire1.com/ https://empire88m.com/ https://botakempire19.com/ https://uncleempire19.xyz/ https://indobet11g.com/ https://mukapoker1.lol/ https://mukacasinob.com/ https://138.197.6.28 https://138.68.168.98 https://152.42.182.182/ https://planetaryconquest.com/ https://internationalpeaceday.com/ https://weidenfeldlaw.com/ https://notariamc.com/ https://inetskate.com/ https://newdatingway.com/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/store/botak-empire/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/shop/empire88/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/uncle-empire/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/indobet11/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/naga-empire/ https://pakbol88.com/
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Miss You, My Sunflower

Miss You, My Sunflower

Share:
Author : patriciarisa
Published : 07 Sep 2013, Updated : 11 Nov 2013
Cast : Kyuhyun, Cha Yoo Ri (OC), Sora, Cho Family, Bibi Min, Dokter Lee Sung Min
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |5135 Views |1 Loves
Miss You, My Sunflower
CHAPTER 1 : Miss You, My Sunflower

“Oppa, pelan-pelan dong gandengnya! Nanti aku jatuh!” seorang gadis kecil berumur 9 tahun merengek pada sahabatnya. Wajahnya yang sangat cantik tampak berkeringat dan gaun yang ia kenakan juga jadi sedikit berantakan. Ia sudah pegal berlari diajak oleh sahabatnya yang bernama Cho Kyu Hyun, meskipun mereka berbeda 3 tahun (Yoo Ri 9 dan Kyu 12 tahun) tapi mereka sangat dekat, rumah mereka juga bersebelahan. Jadi mereka sering bermain bersama.

“Sabarlah Yoo Ri, ini kita sudah sampai.  Lihat! Taman ini bagus kan? Ada bunga matahari kesukaan kamu loh!” Kyuhyun melirik Yoo Ri yang sudah tampak terpana melihat hamparan bunga matahari di hadapannya. “Wahh, bagus semua bunganya! Oppa! Aku suka semua ini, siapa yang menanam ini semua?” Yoo Ri bertanya sambil memetik setangkai bunga matahari tersebut. ”Tentu saja seorang Cho Kyuhyun! Aku hebat kan?” Kyuhyun membanggakan dirinya. "Cih, kau terlalu bangga, oppa hehehe... Tapi kau memang hebat!" jawab Yoo Ri dengan mimik jahilnya.

Kemudian Yoo Ri sibuk lagi menggagumi bunga kesukaannya, sementara itu Kyuhyun sibuk memerhatikan Yoo Ri, ia ingin menceritakan sesuatu, tapi takut mengatakannya. Namun hal itu harus dikatakan sekarang, tidak bisa ditunda lagi. Akhirnya, Kyuhyun mendekati Yoo Ri. “Yoo Ri, sebenarnya bunga-bunga ini semuanya itu kado dari aku untuk ulangtahun kamu lusa nanti”, Kyuhyun berkata dengan mimik serius.

Yoo Ri menatap Kyuhyun dengan heran “Kenapa oppa menunjukkan ini semua sekarang?”. Kyuhyun tertunduk “Karena....emm...karena lusa aku akan ke Swiss, noona ku akan kuliah di sana, jadi keluargaku memutuskan untuk ikut saja ke sana. Dan..mungkin aku akan di sana sampai lulus kuliah juga dan…” Kyuhyun belum sempat mengakhiri ceritanya, tapi Yoo Ri sudah terlihat sangat sedih. Mukanya yang semula berseri - seri, kini tampak murung.

“Kenapa oppa baru cerita??” Yoo Ri berteriak marah, pipi Yoo Ri sudah dibasahi oleh air matanya. Kyuhyun jadi sedih, “Maaf....sebenarnya... aku ngga mau kamu sedih, jadi aku baru berani kasih tau sekarang. Maaf Yoo Ri....aku…” tiba-tiba Yoo Ri berlari meninggalkan Kyuhyun. “OPPA JAHAT!!!” ia berteriak sambil menangis kencang.  Sesampai di rumah, Yoo Ri menutup pintu kamarnya, tidak ingin bertemu siapapun. Ibunya memanggil tapi ia mendiamkannya saja.

*2 hari kemudian….

“Kyu, kau sudah siap?” Ahra, kakak perempuan Kyuhyun masuk ke dalam kamar adik nya. “Hmm....ya noona. Ayo kita berangkat” jawab Kyu dengan lesu. “Jangan sedih begitu,dongsaeng ku” Ahra menepuk kepala adik kesayangannya dengan lembut. “Ayo kebawah..ayah dan ibu sudah menunggu!” lanjut noona. Kyuhyun pun menurut, ia ikut turun ke bawah. Kemudian keluarga Cho bergegas memasukkan semua barang ke dalam bagasi mobil. Saat semuanya sudah di dalam mobil, tiba-tiba Kyuhyun ijin untuk ke suatu tempat sebentar. Kyu berlari menuju ke taman itu, ia berharap bisa menemukan Yoo Ri di sana, dan ternyata…Yoo Ri memang ada di sana, “Yoo Ri!!” teriak Kyu. “Oppa, kau belum berangkat?” tanya Yoo Ri, “Belum,aku ingin menyanyikan lagu selamat ulangtahun untuk kamu” jawabnya.

Kyuhyun pun menyanyikan lagu selamat ulangtahun, lengkap dengan tepuk tangan. Yoo Ri tersenyum tipis dan ikut bernyanyi pelan. Setelah selesai bernyanyi, Kyuhyun mengulurkan tangannya, ingin memberi Yoo Ri selamat. “Terimakasih oppa” Yoo Ri tersenyum, meskipun masih tampak sedih. “Yoo Ri, suatu saat nanti aku akan pulang dan menemuimu. Kita akan bermain lagi di taman ini. Jangan lupakan aku ya! Janji?” Kyu mengusap puncak kepala Yoo Ri dengan lembut. Yoo Ri tersenyum dan menanggukkan kepalanya “Iya, oppa juga jangan lupakan aku nanti.”

Kyu mengangguk dan memeluk Yoo Ri dengan erat, kemudian Kyu menunduk sedikit dan mencium pipi Yoo Ri secepat kilat dan berlari. “Sampai jumpa nanti,Yoo Ri!” katanya sambil berlari.

*1 tahun kemudian…

“Yoo Ri, selamat ulangtahun yaa nak!” ayah dan ibu Yoo Ri serempak mengucapkan selamat pada anak mereka. Yoo Ri tersenyum senang, “Hari ini kita jadi jalan-jalan ke Nami Island kan?” Yoo Ri menagih ajakan orangtuanya untuk ke pulau  Nami hari ini. “Jadi dong, ayo siap-siap sekarang putriku!” jawab ibunya.

“Tapi, aku mau ke taman matahari dulu yaa” Yoo Ri segera turun dari tempat tidurnya dan berlari menuju taman itu, ia berharap ada Kyuhyun di sana. Tapi...ia tidak menemukannya. Akhirnya ia duduk sendiri di ayunan di taman itu dan menyanyikan lagu selamat ulangtahun sendiri. Yoo Ri menatap bunga-bunga matahari yang Kyuhyun tanam, semuanya masih terawat dan sangat cantik. “Bogoshipoyo...” bisiknya pelan sambil berjalan kembali ke rumah. Beberapa jam kemudain, Yoo Ri dan keluarga nya menaiki mobil menuju ke pulau. Di perjalanan, mereka bertiga tampak bahagia. Tiba-tiba…

Ada sebuah truk yang kecepatannya tinggi datang dari arah berlawanan di saat jalanan sangat menikung, tabrakkan pun tidak bisa dihindarkan, Yoo Ri merasakan ibunya memeluknya erat, mobil mereka terbalik dan kacanya pecah semua. “ARRGHH!!!” teriakkan orangtua Yoo Ri terdengar namun Yoo Ri terlepas dari pelukan ibunya, pelipisnya membentur badan mobil hingga berdarah, ayah Yoo Ri berusaha mendorong anaknya agar bisa keluar dari mobil. Dan akhirnya Yoo Ri bisa keluar, kini ia tergeletak di luar mobil, penglihatannya mulai kabur. Saat ia ingin berlari mencari pertolongan, tiba-tiba ada ledakan yang berasal dari mobilnya, Yoo Ri shock. Ia berusaha mendekati mobilnya, tapi ia merasakan penglihatannya semakin kabur…

“APPA!!! EOMMAAAA!!!…” Kini Yoo Ri telah kehilangan mereka.

-AT HOSPITAL-

“Nak, apa kau sudah sadar? Coba buka matamu” Yoo Ri mendengar sebuah suara. Yoo Ri berusaha membuka matanya.

HITAM…PEKAT….. Hanya itu yang bisa ia lihat. “Aku berada di mana?” tanyanya. “Ah, kau sudah sadar. Kau sedang di RS, perkenalkan saya Dokter Lee Sung Min” jelas orang itu. “Tapi, aku tidak melihat apapun, kenapa gelap sekali?” Yoo Ri mulai panik. Dokter Lee langsung memeriksa mata Yoo Ri. Beberapa menit kemudian, Dokter Lee selesai memeriksa Yoo Ri, ia menghela napas pelan, ”Nona, sepertinya benturan di pelipis anda terlalu keras sehingga merusak saraf-saraf di sekitar mata anda. Maafkan,aku..anda mengalami kebutaan” dokter Lee menjelaskan. Yoo Ri makin shock. Kematian kedua orangtuanya sudah membuat dirinya sangat terpukul,dan sekarang ia harus menerima kenyataan kalau ia buta.

“Ah,ya...maaf, tapi apakah kau mempunyai keluarga? Mereka harus segera diberitahu” seorang perawat bertanya pada Yoo Ri. Akhirnya Yoo Ri memberitahu alamat Adik ayahnya, bibi Min Se Jung. Beberapa jam kemudian bibi Min datang dan memeluk Yoo Ri, sepupu Yoo Ri yang bernama Sora juga ikut. Suami bibi Min sudah meninggal 2 tahun yang lalu, jadi hanya mereka yang datang. Mereka bertiga menangis bersama. Bibi Min menyuruh Yoo Ri untuk tinggal bersama dia saja karena Yoo Ri sudah tidak punya keluarga lagi selain mereka, Yoo Ri pun setuju saja.

Sebelum pindah, Yoo Ri, bibi Min dan Sora menguburkan orangtua Yoo Ri. Yoo Ri dituntun berjalan oleh Sora sampai ke makam. Sesampai di makam, Yoo Ri menangis sangat kencang ,tapi setelah itu ia menghapus air matanya. “Appa..eomma..aku berjanji kalau tadi itu air mata terakhirku, aku akan berusaha tetap ceria dan bersemangat. Doakan aku yah..Sampai jumpa appa, sampai jumpa eomma.” Yoo Ri meraba makam kedua orangtuanya dan meletakkan bunga di atasnya.

*12 Tahun kemudian……

Seorang pria tampak sibuk membereskan koper-koper yang ia bawa, ia baru saja mendarat di Korea. “Akhirnya, aku bisa menghirup udara dari negeri ini lagi!” pria itu tersenyum senang, tampak sangat antusias. “Ah,ya..Yoo Ri sekarag seperti apa yah? Aku sangat merindukannya. Hey!! Hari ini kan dia berulangtahun!” gumam pria itu. “Kyu, cepat masuk! Katanya kau ingin cepat-cepat ke rumah!” Pria itu menoleh. “Ya,noona. Kajja!” Kyuhyun pun masuk ke dalam mobil. Kyuhyun melihat kota Seoul yang ia lewati. Ia jadi semakin tidak sabar untuk menemui Yoo Ri, maka ia memutuskan untuk langsung ke rumah Yoo Ri saja.

Tapi Kyuhyun tidak menemukan keluarga Yoo Ri dan juga Yoo Ri di rumah mreka. Ia pun memutuskan untuk ke taman bunga matahari, Kyuhyun berharap bisa menemukan Yoo Ri di sana, tapi trnyata juga tidak ada. Dan ia melihat bunga-bunga matahari yang dulu ia tanam tampak tidak terawat lagi. “Kau,di mana Yoo Ri? Kita pasti akan bertemu lagi” bisik Kyu. Kemudian Kyuhyun memutuskan untuk menanam bunga matahari yang baru. Ia bergegas pergi menuju toko bunga.

Sementara itu… Yoo Ri tumbuh dengan cantik, meskipun ia buta tapi ia tetap ceria dan sabar. Sebenarnya, ia sudah lama mencari donor mata, tapi  belum ada yang cocok untuknya. Hari itu, tiba-tiba Yoo Ri merasa kangen pada Kyuhyun, Ia sudah 12 tahun tidak mengunjungi taman mataharinya. Tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi taman itu. “Yoo Ri, apa yang kau pikirkan?” tiba-tibab Sora sudah ada di sampingnya. “Hmm, apa kau mau mengantarku?”

“Tentu saja, kamu mau kemana?” tanya Sora. “Aku mau mengunjungi taman di dekat rumahku dulu, boleh kan?” Tanya Yoo Ri. “Ah,tentu saja. Ayo bersiap-siap!” jawab Sora. Hampir sejam kemudian, Yoo Ri dan Sora sampai di taman itu. Kemudian Sora menuntun Yoo Ri duduk di sebuah ayunan karena ia memintanya. “Hmm, boleh tidak aku pergi membeli bahan makanan di pasar dulu? aku ingin kita makan-makan nanti malam, sekarang kan hari ulangtahun mu.” tanya Sora. “Apa tidak merepotkan jika makan-makan?” jawab Yoo Ri. “Tentu saja tidak, kita kan keluarga!” Sora tersenyum dan memeluk Yoo Ri. Yoo Ri juga tersenyum. “Baiklah, kau jangan kemana-mana ya. Tunggu aku di sini” pesan Sora. Yoo Ri mengangguk. Kemudian Sora melajukan mobil menuju pasar.

Setelah Sora pergi, Yoo Ri menyanyikan lagu selamat ulangtahun. “Lagi-lagi, oppa belum datang.Apa dia sudah melupakanku?” tanyanya dalam hati. Kemudian Yoo Ri berusaha menghibur dirinya sndiri, “Mungkin, aku harus sering-sering  ke taman ini agar bisa bertemu oppa” katanya. Tiba-tiba Yoo Ri teringat pada bunga-bunga matahari itu. “Andaikan aku masih bisa melihat bunga-bunga itu” katanya dalam hati. Dengan perlahan, Yoo Ri melangkah berusaha menemukannya, tapi sebelum menemukannya, tiba-tiba terdengar suara Sora “Yoo Ri, ayoo kita pulang sekarang! Aku sudah membeli semua. Ternyata ada pasar yang sangat dekat dari tempat ini hehe” ajaknya sambil menuntun Yoo Ri, mereka berjalan menuju mobil, saat berjalan menuju mobil, Kyuhyun tampak berjalan beberapa meter dari mereka, ia baru kembali dari toko bunga. Mereka sempat berpapasan tapi tidak ada yang sadar…..

Setelah itu Kyuhyun mulai menanam bunga-bunga  matahari itu lagi, ia menggantinya dengan yang baru. Setelah itu, ia memutuskan untuk ke rumah, besok ia akan kembali lagi ke taman ini. Sementara itu Yoo Ri sedang makan malam bersama bibi Min dan Sora. Yoo Ri mendapat hadiah tongkat baru dari bibi Min, karena tongkat Yoo Ri yang kemarin sudah rusak, Sora juga memberikannya sebuah dress yang cantik. Yoo Ri sangat terharu mendapat perhatian dri mreka.

Keesokan harinya, Kyuhyun kembali ke taman. Ia membawa kanvas dan cat minyak. Ia mengambil jurusan seni di Swiss, jadi ia mahir melukis. Sesampai di taman, Kyuhyun terkejut mendapati ada seorang gadis yang duduk di ayunan. Di dekat gadis itu ada sebuah tongkat yang biasa dipakai oleh orang buta. Gadis itu tampak melamun, pandangannya kosong. “Apa dia benar - benar buta?” tanya Kyu dalam hati. Ia pun memutuskan untuk memastikannya sndiri, maka ia berjalan ke hadapan gadis itu dan bolak-balik di depannya. “Ah, dia benar-benar buta” katanya dalam hati ketika menyadar pandangan mata gadis itu masih kosong. Kemudian Kyu memerhatikan wajah gadis itu, ia memuji kecantikan gadis itu. Gadis itu tampak tegar meskipun ia buta. Tiba-tiba Kyu merasa simpati pada gadis itu. Sebenarnya Kyu penasaran, untuk apa gadis itu di sini tapi ia mengurungkan niatnya karena suatu ide muncul dibenaknya.

Kyuhyun kembali ke tempat duduknya semula dan menyiapkan kanvas serta cat nya. Ia memandangi gadis itu “Lukisan ini akan kubuat untuk Yoo Ri, kalau kami bertemu, akan kuberikan untuknya hehe” gumam Kyu. Ia pun mulai menggambar sketsa taman matahari itu beserta gadis itu. Kyuhyun terus melukis tanpa menyadari kalau  gadis yang sedang ia lukis adalah Yoo Ri, gadis yang amat ia rindukan. 10 Menit kemudian, handphone Yoo Ri berbunyi, Yoo Ri mengangkatnya. Ternyata dari Sora, sudah saatnya Yoo Ri pulang, kemudian Yoo Ri mengambil tongkat di sampingnya dan berjalan perlahan, katanya Sora sudah berada di luar taman. Kyuhyun hanya diam saat menyaksikan Yoo Ri berjalan keluar. “Semoga gadis itu datang lagi ke sini besok, agar aku bisa menyelesaikan lukisan ini” gumam Kyuhyun.

Setelah Yoo Ri pergi, kini Kyuhyun yang duduk di ayunan tadi. “Aku merindukanmu, Yoo Ri. Sangat-sangat ingin bertemu denganmu, tapi kenapa tidak ada yang tahu kau di mana?” Keesokan harinya, lagi-lagi Kyuhyun mendatangi taman itu dan membawa peralatan lukis. Ternyata gadis itu sudah ada lagi di sana, hari ini dia juga duduk di ayunan yang sama.Tiba-tiba Kyu teringat pada Yoo Ri karena Yoo Ri juga suka duduk di ayunan. Kemudian Kyu mulai melukis lagi, ia sibuk menggoreskan warna. Saat lukisannya sudah hampir selesai, tiba-tiba Yoo Ri kembali mendapat telpon dan pergi lagi seperti kemarin.

Begitulah, keesokan harinya Kyuhyun kembali ke taman dan mendapati Yoo Ri lagi, ia pun melanjutkan lukisannya. Namun hari itu, tiba-tiba ada seorang gadis yang tampak girang menghampiri Yoo Ri. Ternyata itu Sora, “YOO RI!! , aku punya kabar gembira untukmu!!” teriak Sora. “APA??” Kyuhyun terlonjak karena gadis yang datang itu memanggil gadis yang ia lukis dengan nama YOO RI!  “Apakah dia Yoo Ri ku?” Kyuhyun merasa bingung. Di saat ia memerhatikan, tiba-tiba mereka sudah pergi, Kyuhyun ingin mengejar, tapi ia tidak membawa kendaraan. Maka ia memutuskan untuk datang lagi ke taman ini besok.

Sementara itu..

“Apa kabar gembiranya??” tanya Yoo Ri di dalam mobil. “Kau akan segera bisa melihat lagi!! Tadi ibuku mendapat telpon dari dokter Lee, katanya sepertinya dokter Lee sudah menemukan mata yang cocok untukmu” jelas Sora bersemangat. Yoo Ri tersenyum lebar, ia menangis terharu.

Sementara itu, Kyuhyun dipenuhi rasa penasaran. Ia terus memikirkan gadis buta itu. Ia tidak sabar ingin cepat-cepat ke taman itu besok. Keesokan harinya, Kyuhyun datang lebih pagi. Ia duduk lagi di taman,menuggu gadis itu. Sejam kemudian gadis itu datang, kali ini Kyuhyun melihat wajah gadis itu tampak lebih bahagia dari biasanya. Kyuhyun yang sudah sangat penasaran, segera menghampiri gadis itu yang sekarang sudah duduk lagi di ayunan yang sama.

“Annyeong!” sapa Kyuhyun dengan sangat ramah. Yoo Ri  tampak bingung. ”Siapa itu?” tanya Yoo Ri dengan panik, tangannya lebih erat menggenggam tongkat. “Tidak usah panik, aku orang baik-baik kok” Kyuhyun menenangkan gadis itu (Yoo Ri). “Apa yg sedang kau lakukan?” Kyuhyun bertanya lagi.

“Hmm…aku sedang menunggu seseorang, dia sahabatku. Kau sendiri?” Yoo Ri balik bertanya. Kyuhyun tersenyum, “Sepertinya dia benar-benar Yoo Ri yang kucari” katanya dalam hati. “Aku sedang melukis, suatu saat... kau mau kan melihat lukisanku?” tanya Kyuhyun. “Hmm, tentu saja. Terimakasih!” jawab Yoo Ri sambil tersenyum manis sekali. Kyuhyun terpana melihatnya, ia merasakan desiran dalam hatinya melihat senyum gadis itu. “Jika kau Yoo Ri, kenapa kau bisa menjadi buta??” Kyu lagi-lagi bertanya dalam hati.

Tiba-tiba.. “Yoo Ri, siapa yang berbicara denganmu? Kau harus berhati-hati pada orang asing!” Sora menasihati Yoo Ri. Kyu memperhatikan Sora, “Kau siapa?” tanyanya pada Sora. “Aku sepupu Yoo Ri, Sora imnida” jawab Sora. Kemudian Kyu menarik tangan Sora menjauhi Yoo Ri, Sora ingin melepas,tapi tidak bisa. “Sora-ssi ,jawab aku dengan jujur, apakah sepupumu itu bernama lengkap Cha Yoo Ri??” tanya Kyuhyun to the point. “Memang kau siapa? Kau mengenal Yoo Ri??” Sora malah balik bertanya. “Jawab dulu! ” balas Kyuhyun tegas. Sora pun mengangguk, kemudian Kyuhyun jatuh terduduk. Matanya mengeluarkan air mata. “Ceritakan padaku, apa yang terjadi padanya? Mengapa ia bisa buta??” Kyuhyun tampak sangat sedih dan terpukul. Akhirnya, Sora pun menceritakan tentang kecelakaan 12 tahun lalu yang telah menewaskan kedua orangtua Yoo Ri dan kecelakaan itu jug amenyebabkan Yoo Ri buta. Kyuhyun benar-benar  shock mendengarnya. Setelah itu, Kyu menjelaskan siapa dirinya pada Sora.

“Jadi, kaulah orang yang selama ini Yoo Ri tunggu, ia selalu berharap bisa menemukanmu di taman itu. Meskipun ia tidak pernah menceritakannya. Tapi aku tau ia sangat merindukanmu” ucap Sora. Kyuhyun mengangguk,  “Ya, aku memang juga sangat merindukannya” jawab Kyu. Kemudian Kyuhyun dan Sora kembali ke taman, “Kalian habis darimana?” tanya Yoo Ri. “Hanya bicara sebentar,oya..Yoo Ri, pria ini ingin bicara” kata Sora. Kemudian Sora pergi dan Kyuhyun langsung memeluk Yoo Ri dengan erat. “Yoo Ri-ah! aku sangat merindukanmu” bisik Kyu lembut. Yoo Ri terkejut.

“Apaa..apa kau Kyuhyun oppa?” tanya Yoo Ri. “Ya, ini aku. Aku sedang memelukmu, Yoo Ri-ah” jawab Kyuhyun tepat di telinga Yoo Ri. Tangis Yoo Ri pecah “Aku juga merindukan,oppa. Sangat merindukan oppa. Apa ini benar-benar kau, oppa?” Yoo Ri bertanya lagi. Kini ia melepas pelukan Kyu dan menaruh tangannya di muka Kyu. “Ya,i ni benar - benar aku: Cho Kyu Hyun” jawab Kyuhyun. Yoo Ri masih meraba wajah Kyu, “Oppa, sepertinya kau lebih tampan ya sekarang?” kata Yoo Ri. Kyu tertawa. “Kau juga, kau selalu cantik, ah bukan!. Kau selalu sangat cantik di mataku” jawab Kyu dengan tulus. Tiba-tiba Yoo Ri menarik tangannya dari wajah Kyu. “Oppa, sekarang aku buta. Aku tidak pantas di dekatmu” katanya lirih. Kyuhyun kaget dengan perkataan Yoo Ri.

Kyu pun menggenggam tangan Yoo Ri perlahan. “Bagiku, itu tidak berpengaruh Yoo Ri. Baik dulu dan sekarang, aku ingin slalu berada di sisimu. Maafkan aku karena selama ini aku tidak ada bersamamu di saat kamu berduka.Tapi sekarang aku ingin selalu bersamamu.” Kyuhyun mengangkat tangan Yoo Ri dan menciumnya lembut. Tapi Yoo Ri lagi-lagi melepaskan tangan Kyu dan mengambil tongkat dan berjalan meninggalkan Kyu, “Entahlah oppa, tapi kau lebih pantas bersama gadis lain” kata Yoo Ri, Kyuhyun ingin mengikuti Yoo Ri tapi tiba-tiba Sora datang menahannya, “Biarkan dia berpikir dulu, Kyuhyun-ssi” kata Sora. Kemudian Sora dan Yoo Ri pulang meninggalkan Kyu yang tidak bisa berbuat apa-apa saat itu.

“Yoo Ri ,bibi mau bicara denganmu ” bibi Min menghampiri Yoo Ri. “Ada apa,bibi?” tanya Yoo Ri. “Apa kau sudah siap jika kita melakukan operasi mata lusa? Kau harus siap degan segala kemungkinannya, Yoo Ri. Kalau operasinya gagal, kau jangan patah semangat yah nak “jelas bibi Min. “Ya, bibi aku siap” jawab Yoo Ri. Dalam hati Yoo Ri berharap, mungkin dengan cara ini ia bisa lebih pantas untuk bersama Kyuhyun.

2 Hari kemudian…

Yoo Ri sudah di RS, sebentar lagi ia akan menjalani operasi mata. Yoo Ri tidak menyadari kalau Kyuhyun ada di dekatnya, kira-kira mereka berjarak 3m. “Semoga operasimu berjalan lancar, Yoo Ri-ah” bisik Kyu dari jauh. Beberapa menit kmudian Yoo Ri memasuki ruang operasi. Sementara itu Sora, bibi Min dan Kyuhyun menunggu di ruang tunggu. Mereka tampak cemas, apalagi Kyu. Ia bahkan tidak makan sedikit pun demi menunggu Yoo Ri. 5 Jam kemudian, dokter Lee keluar dari ruang operasi. Kyuhyun langsung menghampirinya “Bagaimana operasinya? apa lancar?”  Kyuhyun tampak cemas. Dokter Lee mengangguk,  “Kita tinggal menunggu Yoo Ri sadar baru kita bisa mengambil kesimpulan. Semoga operasi ini berhasil” jelas Dokter Lee. Kyuhyun, Sora dan bibi Min mengangguk mengerti.

Kemudian Yoo Ri dipindahkan ke kamar perawatan, Kyuhyun langsung masuk. Tapi Yoo Ri belum siuman, sebagian wajahnya masih ditutupi perban. Ia mendekat dan menggenggam erat tangan Yoo Ri, “Cepatlah sadar Yoo Ri-ah, aku ingin memperlihatkan lukisan yang waktu itu aku buat” bisik Kyu, kemudian Kyuhyun mencium kening Yoo Ri yang masih belum sadar. Kemudian ia keluar dan menemui Sora, ”Sora-ssi, apa kita bisa bicara sebentar?” tanya Kyuhyun. Sora tampak berpikir sebentar, namun akhirnya ia pun mengiyakan.

*Part Kyu sama Sora ngobrolnya, dia rahasiakan yah, biar penasaran* :D

Sekarang, Yoo Ri sudah siuman. Saat ia sadar, ia menanyakan dimana Kyuhyun, tapi Sora bilang kalau Kyuhyun sedang pergi mengurus sesuatu. Yoo Ri merasa sedih karena Kyuhyun tidak ada di sini untuk mendukungnya, padahal hari ini perban di matanya akan dibuka untuk mengetahui keberhasilan operasi. “Yoo Ri, bagaimana kalau kita menghirup udara segar pagi ini?” ajak Sora. “Hmm, baiklah” jawab Yoo Ri. Sora menuntun Yoo Ri untuk naik ke kursi roda dan keluar dari kamar. “Ayo kita berangkat. Kajja!!” itu suara bibi Min dan tiba-tiba saja suara mesin mobil yang dinyalakan terdengar. “Kita mau kemana? Kenapa naik mobil?” tanya Yoo Ri. “Nanti kau juga akan tau” jawab Sora. Yoo Ri pun pasrah saja. 40 menit kemudian, mobil berhenti. Sora menuntun Yoo Ri duduk lagi di kursi roda, “Yoo Ri, di sana ada yang menunggumu. Temuilah dia” bisik Sora sambil mendorong kursi rodanya. “Siapa yah?” tanya Yoo Ri dalam hati.

Kemudian Sora meninggalkan Yoo Ri. “Hai,Yoo Ri” suara itu..Itu Kyuhyun. “Oppa,bagaimana bisa?” Yoo Ri tampak bingung. “Hehe, aku minta tolong pada sepupumu untuk mempertemukan kita. Aku ingin menjadi orang pertama yang kau lihat hari ini” kata Kyu lembut. “Apa kau sudah siap membuka perban itu?” 

“Tapi... bukankah hanya dokter yang boleh membukanya” jawab Yoo Ri. Kyuhyun terkekeh, “Tenang saja, aku sudah berlatih pada dokter Lee semalam, ia mengajariku lho”

Kemudian Kyuhyun berlutut di depan Yoo Ri yang sedang duduk di kursi roda. Perlahan-lahan, ia membuka perban di mata Yoo Ri. Setelah terbuka semua, Kyuhyun menyuruh Yoo Ri jangan membuka matanya. Kyu merogoh sesuatu di kantung celananya. Setelah siap, Kyuhyun mempersilakan Yoo Ri membuka matanya, Yoo Ri membuka matanya perlahan, ia merasa deg degan, awalnya masih gelap....kemudian ia merasakan bisa melihat cahaya yang sangat banyak,sepertinya akan berhasil!

Beberapa detik kemudian, ia melihat seorang pria yang sangat tampan, berlutut di hadapannya. Pria itu menyodorkan sebuah cincin padanya. “YOO RI-ah, MARRY ME?” tanya pria itu.  “Oppa..kaukah ini??” Yoo Ri tidak menyangka ia benar-benar bisa melihat sekarang. Kyuhyun langsung memeluk Yoo Ri, “Yoo Ri, kau bisa melihatku!!”  ia menangis bahagia, begitu juga Yoo Ri. “Ah, akan kuulangi sekali lagi, dijawab ya” kata Kyuhyun.

“Yoo Ri, sejak dulu sampai sekarang aku selalu menyayangimu. Sewaktu aku di Swiss, aku berusaha belajar dengan baik agar kau bisa bangga padaku ,aku selalu merindukanmu dan menunggu saat perjumpaan kita lagi. Dan sekarang, kita sudah bertemu. Aku tidak mau berpisah denganmu lagi, karena aku benar-benar mencintaimu. Aku ingin selalu membahagiakanmu. Jadi, maukah kau menikah denganku?” Kyu tersenyum penuh harap. Yoo Ri merasa terharu. Ia memang memiliki perasaan yang sama pada Kyu.

Yoo Ri mengangguk, “Nado saranghae...” jawabnya. Kyuhyun tersenyum lega dan senang, “Jadi kau ingin menikah denganku kan?” tanya Kyuhyun memastikan. Yoo Ri hanya tersenyum malu dan mengangguk. Senyum Kyuhyun makin cerah, kemudian ia mengajak Yoo Ri berdiri dan memasangkan cincin berlian yang ia pesan khusus untuk Yoo Ri. Yoo Ri baru sadar kalau mereka sedang berada di taman matajari. “Lihat, bunganya sudah mekar lagi, bagus kan?” Kyuhyun melirik Yoo Ri. Kemudian Yoo Ri berlari memetik bunga kesukaannya, “Sudah lama aku tidak melihat bunga kesukaanku!!” kata Yoo Ri, kemudian Kyuhyun menyodorkan sebuah lukisan pada Yoo Ri.  “Apa ini lukisan yang waktu itu,oppa?”

“Iya, ternyata gadis yang ada di lukisan itu kau. Lihatlah, kau cantik kan?” jawab Kyuhyun. Yoo Ri melihatnya dan tersenyum sangat senang. Kemudian ia  memeluk Kyu. “Jeongmal gomawo! terimakasih karena kau ingin bersama denganku” bisiknya lembut, kemudian Kyuhyun membalas pelukan Yoo Ri dan mencium kening gadis yang akan ia nikahi itu.

“Dulu aku memang sempat megalami keterpurukkan, tapi Tuhan memang adil karena sekarang aku merasa sangat bahagia” kata Yoo Ri dalam hati. Kini ia tahu bahwa hidupnya akan lebih baik, karena Kyuhyun selalu di sisinya.

THE END

author: @patriciamarlin (Twitter)

Thank you for reading my fan fiction ^_^

POPULAR FANFICTION

BERITA PILIHAN

COPYRIGHT 2024 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK