home_icon
SIGN IN
SIGN UP
https://nagaempire1.com/ https://empire88m.com/ https://botakempire19.com/ https://uncleempire19.xyz/ https://indobet11g.com/ https://mukapoker1.lol/ https://mukacasinob.com/ https://138.197.6.28 https://138.68.168.98 https://152.42.182.182/ https://planetaryconquest.com/ https://internationalpeaceday.com/ https://weidenfeldlaw.com/ https://notariamc.com/ https://inetskate.com/ https://newdatingway.com/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/store/botak-empire/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/shop/empire88/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/uncle-empire/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/indobet11/ https://misau.gov.mz/wp-content/uploads/naga-empire/ https://pakbol88.com/
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > My First Love And Blue Moon

My First Love And Blue Moon

Share:
Author : Rainita
Published : 14 Oct 2013, Updated : 14 Oct 2013
Cast : Lee Jung Shin, Hana & CN Blue
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |1701 Views |4 Loves
My First Love and Blue Moon
CHAPTER 1 : Chapter 1: My First Love Is Hana

Kata orang cinta pertama itu sungguh menyenangkan, bagaimana rasanya itu? Aku belum pernah merasakannya. Lalu kapan aku merasakannnya dan dengan siapa??

Pertanyaan-pertanyaan itu terus muncul dalam lamunanku ketika aku sedang bersepeda keliling taman sore ini. Setelah cukup lama bersepeda aku pun kehausan dan mengendarai sepedaku ke arah mini market dekat taman. Sesampainya di mini market langsung saja ku ambil sebotol air putih dingin dari lemari pendingin di mini market tersebut. Tanpa membuang waktu aku langsung menuju kasir berniat ingin membayar. Saat sang kasir menyebutkan nominal uang yang harus ku bayarkan, kesialan menimpaku. Aku lupa membawa dompet.

“Aduh, bagaimana ini ya? Begini sepertinya aku lupa membawa dompet…” Jungshin mencoba menjelaskan kepada sang kasir.

“Lupa membawa dompet? Lalu?” tanya kasir perempuan itu bingung.

“Bagaimana kalau aku membawa minuman ini dulu lalu aku kembali lagi dan memberikan uangnya.”

“Jadi kau tidak mau membayar air minum yang kau beli ini?” nada sang kasir mulai kesal.

“Bukannya tidak mau bayar, kan sudah ku bilang aku akan kembali lagi kesini untuk membayarnya. Rumahku tidak jauh dari sini kok.”

“Bagaimana bisa aku langsung percaya padamu? Bagaimana kalau kau tidak kembali lagi? Lagipula ini hanya air putih yang tidak mahal, apa kau benar-benar tidak punya uang?” tanya sang kasir curiga sambil memperhatikan tampilan cowo tinggi di depannya yang hanya memakai kaos putih dan celana pendek yang agak sedikit kucel namun tetap terlihat tampan. Dan di depan mini market terparkir sepeda milik cowo tersebut.

“Bukannya aku tidak punya uang, aku hanya lupa membawa dompetku. Apa kau tidak percaya padaku? Apa kau tidak mengenaliku?” balas Jungshin dengan nada tersinggung.

“Memang kau siapa? Aku tidak mengenalimu.”

“Hontou? Aku ini seorang musisi terkenal. Apa kau tidak memiliki televisi di rumah?”

“Wajahmu memang tidak terlalu jelek untuk seorang artis, tapi aku sama sekali tidak tau kalau seorang musisi apalagi musisi terkenal.” jawab sang kasir sambil mengangkat kedua bahunya.

“Sudahlah sekarang kau mau bayar minuman atau tidak? Pelanggan lain sudah menunggu. Atau kau ambil sajalah minuman itu, itung-itung aku beramal padamu.” usir sang kasir sambil memberikan minumannya pada cowo tinggi itu.

“Beramal padaku katanya? Memangnya aku pengemis. Dasar cewe aneh. Kenapa dia begitu galak?” gerutu Jungshin pelan sambil pergi membawa minumannya. Tidak lupa sebelum pergi jungshin melihat name tag yang terpasang di seragam cewe itu, tertulis “Hana”.

Nama cewe itu sungguh bagus “Hana” yang berarti bunga dalam bahasa Jepang, wajahnya pun memang manis seperti bunga tapi kenapa tingkahnya sangat kasar? Loh kenapa aku jadi memikirkan cewe itu terus ya? Apa jangan-jangan aku…. Ah sudahlah sedang berpikir apa aku ini?

Tanpa terasa lamunanku telah membawa aku sampai ke rumah.

***

Sudah 30 menit aku menunggu di depan mini market yang tadi pagi aku datangi. Entah kenapa aku ada disini dan menunggu. Ah, iya aku kesini kan untuk membayar minuman ku tadi pagi. Yakinkan diriku sendiri. Tiba-tiba keluar cewe dengan ransel dipundaknya, jalan dengan terburu-buru. Aku pun mengejar cewe itu.

“Hey nona, aku mau membayar minuman ku tadi pagi.” teriak Jungshin mengejar cewe itu.

Cewe itu pun menoleh sambil bilang “Oh kau lagi, cowo yang katanya musisi terkenal itu ya. Aku kan sudah bilang aku memberikan minuman itu padamu.”

“Aku memang musisi terkenal kok, kau masih tidak percaya padaku? Aku harus membayar minumanku, aku tidak ingin berhutang.”

“Aku masih ga percaya kalau kamu musisi terkenal. Kalau kau memang tidak mau berhutang kenapa kau tidak langsung masuk dan membayarnya di dalam? Aku sedang buru-buru sekarang, sudahlah.” Cewe itu terus jalan ke depan meninggalkan Jungshin.

Jungshin terdiam mendengar jawaban Hana dan tidak mengejarnya. Jungshin pun berpikir, iya ya kenapa aku malah menunggunya di depan mini market, tidak masuk ke dalam dan membayarnya?

 

*Keesokan harinya*

Lagi-lagi aku menunggu di depan mini market padahal mini marketnya sudah buka dan aku bisa masuk ke dalam tapi entah kenapa aku malah menunggunya di luar. Entah ada apa denganku ini?

Dari arah timur nampak seorang cewe tak lupa dengan ranselnya berjalan ke arah mini market. Itu Hana. Senang sekali aku bisa melihatnya pagi ini. Lalu aku pun menyapanya “Ohayou”

Dengan dahi mengernyit kaget, Hana membalas “Ohayou” seketika dia langsung masuk ke mini market.

Pagi ini aku menunggunya hanya untuk bilang “Ohayou” dan tidak berkata apa-apa lagi. Ada apa denganku ini? Kenapa aku hanya melakukan seperti itu saja? Tapi dengan meihatnya pagi ini aku sudah sangat senang.

 

*Sore hari*

Entah kenapa aku jadi terbiasa menunggu Hana di depan mini market tempat dia berkerja. Kali ini aku menunggu di jam yang sama ketika dia pulang kemarin. Hana yang melihatku langsung menegur duluan.

“Kau lagi? Kenapa kau selalu ada disini? Apa kau menguntitku ya?”

“Aku tidak menguntitmu, aku hanya menunggumu disini.” balas Jungshin dengan kikuk.

“Menungguku?”

“Apa bisa aku berkenalan denganmu?”

“Ku pikir kamu sudah tau namaku.”

Aku memang sudah tau namamu tapi mungkin dengan bertanya namamu bisa menjadi awal dari perkenalan kita.

“Namaku Hana.” ucap hana sambil menundukkan kepalanya dengan kedua tangan di depan (cara perkenalan orang jepang)

“Aku Jungshin.” balasku sambil menundukkan kepala juga.

 

Setelah perkenalan itu, kami jadi sering berbincang tentang banyak hal. Baik berbincang di taman setelah Hana pulang kerja atau berbincang di telepon. Berbincang tentang hal yang kami suka, sedikit tentang kehidupan kami masing-masing, aku juga menceritakan tentang profesiku dan CN Blue yang akhirnya Hana percaya bahwa aku ini seorang musisi terkenal. Sangat menyenangkan berbincang dengan Hana. Aku menjadi diri sendiri saat bersamanya. Sepertinya aku jatuh cinta pada Hana. Tapi, entah kenapa aku merasa ada hal yang belum aku tahu dari Hana.

 

**

“Jadi kapan kau akan menyatakan perasaanmu pada Hana?” tanya Minhyuk dengan nada menggoda.

Jungshin hanya menggeleng.

“Jadi benar dongsaengku yang paling muda ini sedang jatuh cinta? Apa benar Hana cinta pertamamu?” Yonghwa pun tak mau kalah menggoda Jungshin.

“Iya hyung sepertinya ini memang cinta dan Hana orang pertama yang ku suka. Rasanya aku selalu ingin mendengar suaranya, melihat wajahnya tiap hari, menjaganya dan melakukan apapun agar dia bisa tersenyum.”

Jungshin memang tidak pernah sekalipun melirik seorang gadis padahal banyak fans wanita yang selalu menggandrungi Jungshin setiap kali CN Blue bertemu dengan Boice perempuan.

“Kalau begitu cepat nyatakan perasaanmu pada Hana.” usul Jonghyun. “Kami akan membantumu menyiapakan semuanya.”

 

Malam spesial yang telah dinanti Jungshin datang juga. Semua telah dipersiapkan oleh personil CN Blue yang lain. Makan malam romantis dengan Jungshin yang telah bersiap dengan gitarnya akan menyanyikan sebuah lagu. Lagu “Starlit Night” pun mengalun dari jari-jemari Jungshin. Hana yang duduk persis di depan Jungshin menyanyi, menikmati lagu itu sambil tersenyum.

Selesai lagu itu dinyanyikan, Jungshin pun mulai menyatakan perasaannya.

“Boku, Hana ga suki desu. Hontou ni suki desu.” (Saya suka kamu. Sangat menyukaimu)

Hana menyuruh Jungshin turun dari panggung dan ia pun mulai bicara. Mereka saling berhadapan dan memulai pembicaraan yang serius.

“Kamu orang yang baik, aku sangat senang bersamamu tapi ada hal yang belum kau ketahui tentangku.” ucap Hana memulai pembicaraan.

“Apa kamu percaya kalau di dunia ini ada blue moon? Aku sedang mencarinya dan aku harus mencarinya untuk pacarku.” lanjut Hana lagi.

“Apa? Pacar? Jadi kamu sudah punya pacar?” Tanya Jungshin kaget.

“Pacarku di Jepang, dia menyuruhku mencari blue moon dan menyerahkan padanya. Aku sampai di Korea untuk membantu orang tuaku dan ku pikir aku bisa menemukan blue moon disini. Aku yuri, ini pacarku” sambil menunjukan foto Hana dan pacarnya di Jepang yang seorang perempuan.

Jungshin sangat kaget mendengarnya. Ini pertama kalinya bagi Jungshin untuk jatuh cinta pada seorang gadis dan pertama kali juga bagi jungshin untuk menyatakan perasaannya. Tapi kenyataan yang harus diterima Jungshin sungguh mengejutkan, gadis yang ia cintai untuk pertama kalinya ternyata adalah seorang yuri.

“Hontou gomen ne, Jungshin. Jya, mata.” (Aku sungguh minta maaf, Jungshin. Sampai jumpa) ucap Hana seraya meninggalkan Jungshin.

“Hana” panggil Jungshin kemudian. “Aku akan membawakan blue moon itu padamu.”

Hana yang menoleh hanya mendengarkan Jungshin dan tidak membalasnya dengan kata apapun, Hana hanya menundukkan kepala tanda pamit lalu pergi.

 

**

Selama 4 bulan ini Jungshin telah menyiapkannya dengan baik, ia telah latihan dengan keras untuk konser CN Blue. Konser yang bertemakan “Blue Moon” ini datang dari Jungshin. Semua ide dan konsep dari Jungshin dan dengan sungguh-sungguh Jungshin telah mempersiapkan konser ini dengan apik.

Kabar terakhir yang didengar oleh Jungshin pun, Hana telah kembali ke Tokyo. Oleh karena itu, konser ini akan diselenggarakan di Tokyo. Tak lupa Jungshin mengirimkan satu tiket kepada Hana.

 

*Hari Konser*

Konser ini benar-benar bertajuk “Blue Moon”. Lighting yang berwarna biru, hiasan bulan di setiap sudut panggung dan penonton yang selalu bersorak CN Blue dan blue moon. Di pertengahan konser, Jungshin mulai bicara menggunakan mic yang ada di depannya.

“Aku benar-benar memenuhi janji ku, aku membawakan blue moon ini dan aku akan menunggumu sampai kapan pun itu.” Jungshin mengucapkan itu sambil melihat ke arah penonton mencari seseorang tapi ia tidak menemukan sosok Hana yang dicari.

“Aku tidak tau kau datang atau tidak ke konser ini, tapi aku harap kamu bisa melihat dan mendengarnya.” ucap Jungshin lirih.

Di kejauhan dari panggung, Hana telah melihat dan mendengar semuanya. Hana sangat terkesan dengan apa yang telah dilakukan Jungshin untuknya. “Hontou ni Arigatou, Jungshin.” ucap Hana dengan lirih.

 

Lagu Arigatou (Japanese version) mengalun dengan merdu dibawakan oleh CN Blue membuat Boice sangat menikmati konser “Blue Moon” ini.

POPULAR FANFICTION

BERITA PILIHAN

COPYRIGHT 2024 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK