Suho menghentikan mobilnya di depan gerbang sekolah Chorong.... Dia terlihat menelpon seseorang..
"Eoh, aku sudah di depan gerbang"
Tidak berapa lama kemudian, seseorang yang ditunggu-tunggunya berjalan menuju mobilnya. Suho langsung keluar dari dalam mobil untuk menyambut orang tersebut...
"Ku harap kau bisa seperti ini terus kepadaku, Suho'ah" Ucap Irene sambil tersenyum
Suho langsung membukakan pintu mobilnya untuk Irene, dan masuk ke dalam mobil. Suho langsung melajukan mobilnya ke suatu tempat..
"Apa yang ingin kau bicarakan padaku??" Tanya Irene penasaran
"Tentang perusahaanmu"
"Wae??"
"Kenapa kau memberikan sahammu kepada Ibuku??" Tanya Suho sambil fokus menyetir
Irene hanya bisa tersenyum sambil melihat ke arah Suho..
"Wae?? Kau terlihat khawatir sekali.. Apa karena perusahaan Ibumu sudah melampaui perusahaanmu??"
"Jawab saja pertanyaanku.." Suho masih sibuk menyetir
"Arasseo... Ibumu menawarkan sesuatu yang sangat berharga bagiku"
"Apa dia menawarkan uang?? Mobil?? Perhiasan??"
"Ani...... Dia menawarkan dirimu padaku"
"Mwo??!!! Museunsuriya???" Suho langsung meminggirkan mobilnya dan berhenti
"Kau mengerti perkataanku, Suho'ah.. Aku tidak perlu menjelaskannya lagi.." Irene terus melihat ke arah Suho
Sejenak Suho terdiam......
"Menikahlah denganku, Suho'ah.... Aku akan mengalihkan saham ke perusahaanmu" Irene memegang tangan Suho
"Keluar dari mobilku... "
"Suho'ah.... "
"Keluar!!!!" Suho berteriak ke arah Irene
"Ingatlah. Ibumu akan melakukan berbagai macam cara untuk menjatuhkan perusahaanmu" Ucap Irene sebelum turun dari mobil Suho
Sementara itu....
Chorong tampak termenung di dalam mobil Hoya...
"Wae??? Apa kau tidak senang, kita akan ke Taman bermain??"
"Eo-eoh?? A-aniya.. Mi-mian.. Ada yang sedang ku pikirkan, hehee"
"Mwoga??? Daritadi kuperhatikan, kau menjadi pendiam. Apa ada masalah dengan sekolahmu?? "
"A-ani... Heheee"
Chorong menatap ke arah luar jendela...
"Kenapa dia menemui Irene??? " ucap Chorong di dalam hati
Suho tampak masih terdiam di dalam mobilnya.. Tiba-tiba handphonenya berbunyi..
"Suho'ssi.. Ibumu datang ke kantor, dia ingin menemuimu"
"Arasseo, Minseok'ah. Aku akan segera ke sana"
Suho langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi...
Sesampainya di kantor. Suho langsung menuju ruangannya.. Dia melihat Minseok berdiri di depan pintu ruangannya..
"Dia sudah menunggumu sejak tadi.."
"Arasseo.."
Suho masuk ke dalam ruangan. Dia melihat Ibunya duduk sambil membaca sebuah majalah di tangannya..
"Wasseo???" Ucap Ibu Suho sambil fokus ke majalah
"Apa yang kau lakukan di sini??"
"Aku hanya ingin bertemu dengan anakku, apa tidak boleh??"
Suho hanya terdiam....
"Bagaimana kehidupan pernikahanmu?? Apa kau senang??"
"Apa tujuanmu kesini??"
Ibu Suho sedikit tersenyum mendengar pertanyaan Suho..
"Aku hanya ingin melihat keadaanmu saja. Rupanya kau masih baik-baik saja.. Apa kau tidak khawatir terhadap sesuatu??"
"Museunsuriya???"
Ibu Suho kembali tersenyum saat bangun dari duduknya..
"Aniya..... Senang melihatmu, Suho'ah.." Ucap Ibu Suho sebelum meninggalkan ruangan
Sementara itu, mobil Hoya berhenti di parkiran taman bermain. Chorong langsung turun dari mobil..
"Waahhh, sudah lama sekali aku tidak kesini" Chorong tampak tidak sabar melihat beberapa wahana permainan dari kejauhan
"Kajja..." Hoya memegang tangan Chorong dan mengajaknya masuk ke area taman bermain
Chorong tampak ceria dan menikmati waktunya bermain.. Hoya yang melihat Chorong, tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya..
Mereka berdua mengantri sebuah wahana.. Chorong tidak bisa berhenti bercerita kepada Hoya..
"Apa kau ingat saat kita berdua baru bertemu?? Waahhh aku tidak bisa menyembunyikan rasa canggungku. Aku selalu merasa kagum dengan seorang dokter, sampai hari ini.. Aku sama sekali tidak menyangka bisa berteman dengan dokter termuda di perusahaan Ayahku...."
Hoya terus tersenyum mendengarkan Chorong bercerita...
"Wa-wae?? Apa ada sesuatu di wajahku??" Chorong melihat Hoya terus memperhatikannya
"Eoh..." Jawab Hoya singkat
"Jinjja???" Chorong langsung mengeluarkan kaca kecil dari saku blazernya
"Neomu yeppeo...."
"Mwo-mwoya???????? Aishhh... Kau membuatku malu" Chorong tersenyum malu mendengar ucapan Hoya
"Ani... Maksudku, pameran di depan. Apa kau tidak melihatnya??? Sangat cantik sekali lukisan-lukisan itu"
"Aaaahhhh......"
Chorong langsung terdiam dan tampak tidak tertarik..
Hoya tersenyum melihat ekspresi Chorong...
"Chorong'ah...."
Chorong terkejut saat dia menengok ke arah Hoya... Wajah mereka tampak sangat dekat..
"Tersenyumlah, atau aku akan menciummu"
Chorong hanya bisa terdiam saat wajah Hoya menjauh..
"Mwo-mwoya????? Dia mengejutkanku" Ucap Chorong dalam hati
Tidak berapa lama kemudian, mereka berdua naik wahana.. Chorong tampak senang sekali..
Saat turun dari wahana permainan, tampak beberapa orang memperhatikan Chorong dari kejauhan..
"Yaa, bukankah dia Chorong sunbae??"
"Eodie??"
"Itu di depan kita...."
"Aaahhh benar.... Tapi, siapa namja yang bersamanya?? Kurasa, itu bukan Suho.."
"Yaa, cepat ambil foto.."
Saat yeoja itu mengeluarkan handphonenya dan mengambil foto, tampak dari jauh, Hoya sedang memakaikan topi ke kepala Chorong....
"Mwoya??? Kenapa kau memberiku ini??" Chorong sedikit terkejut
"Kurasa ada yang memperhatikan kita" Hoya sedikit berbisik ke arah Chorong
"Jinjja???" Chorong menengok ke segala arah
"Kajja....." Hoya memegang tangan Chorong
Langit sudah mulai gelap...
"Bagaimana kalau kita naik itu sebelum pulang??" Chorong menunjuk ke arah bianglala
"Call..."
Mereka berdua naik ke dalam bianglala dan menikmati pemandangan dari ketinggian....
"Wahhhh... Jinjja ippuda...." Chorong melihat ke arah luar jendela
"Eoh... Neomu yeppo...." Hoya berbicara sambil melihat ke arah Chorong
Chorong tidak menyadari Hoya yang sedari tadi memperhatikannya.. Pandangannya masih fokus ke arah luar jendela. Saat dia menengok ke arah Hoya, Chorong tampak terdiam..... Mata mereka bertemu satu sama lain..
Perlahan, Hoya mendekatkan wajahnya ke arah Chorong...
"Eottokhajji?? Eottokhajji????" Ucap Chorong dalam hati
Chorong menutup kedua matanya dan perlahan menundukkan kepalanya...
Dia bisa merasakan tangan Hoya memegang kedua pipinya... Dan chu~
Hoya mencium lembut kening Chorong...
"Gomawo, sudah menemaniku hari ini" Ucapan Hoya membuat Chorong membuka matanya
Chorong langsung mengalihkan pandangannya dari Hoya...
"Apa sangat berat bagimu??"
"Eoh??"
"Kehidupan pernikahanmu dengan Suho.."
Chorong terdiam....
"Apa kau masih tidak bisa melepas Suho???"
Chorong masih terdiam....
"Aku..... tidak suka melihatmu dengannya"
"Mworago??"
"Aku ingin kau melepaskannya, Chorong'ah... Dan terimalah aku.."
"M-mwo??"
"Aku menyukaimu, Chorong'ah...." Ucap Hoya sambil memegang tangan Chorong
-------------------------------------------------To Be Continued---------------------------------------