home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > See The Light

See The Light

Share:
Author : ThisisWinn
Published : 03 Feb 2017, Updated : 08 Feb 2017
Cast : Suzy, Mark, Young jae
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |298 Views |0 Loves
See the light
CHAPTER 1 : See The Light

Aku yang selalu membantu orang tua di toserba, hampir setiap saat melihat Mark. Mark yang selalu datang untuk membeli sesuatu ataupun hanya untuk sekedar menggoda dan membantuku.

"Hey... kapan kau selesai bekerja?" tanya Mark mengagetkanku

" Aku masih harus merapikan barang-barang ini. Kenapa?" Jawabku merasa aneh

" Sini aku bantu, agar aku bisa mengajakmu keluar." Kata Mark

"Baiklah....." Gumamku

Mark sering sekali menemani dan membantuku di toserba. Kadang aku merasa tidak enak padanya karena aku tidak bisa memberinya apa-apa sebagai ucapan terima kasih. Mark bilang, jika ingin berterima kasih aku hanya harus menemaninya dan selalu ada disampingnya kapanpun. Hal inilah yang membuatku makin menyukai Mark.

" Ayo kita pergi sekarang!" Ajak Mark bergegas

" Kita mau kemana?" Tanyaku penasaran

" Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu " Jawab Mark sambil tersenyum

Dengan cepat Mark meraih tanganku dan menggenggamnya. Tanpaku sadari jantungku berdeguk dengan cepat dan kakiku mengikuti langkah Mark yang bergegas. Dalam pikiranku bertanya sebenarnya apa yang ingin ditunjukkan Mark padaku.

"  Tada..... Kita sudah sampai..." Kata Mark penuh ceria

" Apa ini? " Tanyaku bingung

Dihadapanku ada sebuah kursi dan gitar. Aku masih bertanya-tanya sebenarnya apa yang ingin dilakukan Mark dengan semua ini. Mark pun berjalan kehadapanku dan duduk dikursi tepat didepanku.

" Perhatikan baik-baik, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu " kata Mark sambil terssenyum manis

“Ya Tuhan kejutan apa ini? Kenapa hatiku tak karuan gini?” tanyaku dalam hati

Mark yang duduk dihadapanku memegang gitarnya dan mulai menyanyikan sebuah lagu ballad. Aku terdiam mematung sambil memandangnya dan hanya mendengarkan lagu yang dia mainkan dengan sangat bagus.

" Bagaimana penampilanku?" tanya penasaran Mark

 “ ................... “ aku masih terdiam sambil bertepuk tangan kecil

" Heeeey, tolong berikan komentar untuk penampilan pertamaku tadi" kata Mark

Ini adalah penampilan pertama Mark sejak dia mengambil jurusan seni musik yang sangat dia inginkan sejak dulu. Mark bercita-cita menjadi musisi hebat. Aku pun mendukungnya.

" Hwaaaaaa, luar biasa!!! Mengagumkan!!! Penampilanmu sangat bangus, aku sampai tidak bisa berkata apapun lagi” kataku yang masih heran sambil tepuk tangan

“ Jadi ini yang ingin kau tunjukkan padaku?" tanyaku penasaran

" Aku sudah berlatih dengan serius dan menyiapkan ini semua untuk ditunjukkan padamu" jawab Mark dengan yakin

" Terimakasih telah menjadikan aku sebagai orang pertama yang melihatmu bernyanyi dan bermain gitar" kataku dengan haru

“ Kapan kau menyiapkan ini semua” tanyaku penasaran

“Euuumm sebentar, sekitar 3 hari hehe” kata Mark dengan senyum

“ Serius? Benarkah? Bagaimana bisa?” kataku penasaran

" Ayo kita nyanyi lagu kesukaan kita bersama" ajak Mark dengan semangat

Lets go... music play!” kataku dengan semangat juga

Dalam perjalanan pulang, aku masih terlihat senang dan tanpa sadar tersenyum sendiri. Mark pun terlihat puas karena pertunjukkannya berhasil membuatku senang dan tersentuh. Seperti biasa, Mark mengantarkanku sampai depan rumah dan menyapa orang tuaku sebelum dia pulang.

" Aku pulang sekarang ya " kata Mark sambil tersenyum

" Eum, Terimakasih untuk hari ini " kataku sambil tersenyum juga

***

Keesokan harinya, saat aku sedang berada ditoserba, ponselku berdering. Telepon tersebut panggilan kerja untukku. Saat aku sedang bersiap-siap, ponselku berdering lagi. Ternyata Mark yang menelpon.

" Kau sedang apa? " tanya Mark

" Aku sedang bersiap-siap untuk wawancara kerja, tadi aku mendapat panggilan kerja" dengan semangat aku memberi tahu Mark.

" Waaaah berita bagus.... Mau aku antar" kata Mark gembira

“ Tidak! aku bisa pergi sendiri “ potongku cepat

“ Baiklah semoga berhasil, jangan lupa pakai jaket dan bawa payungmu! “ perintah Mark

" Iya..... Aku buru-buru nanti kita bicara lagi" Kata ku mengakhiri pembicaraan dengan Mark ditelpon sambil bergegas pergi

Setelah menutup telepon dari Mark, aku bergegas ke halte bus. Pada saat ingin menaiki bus dan hendak membayar, aku lupa membawa kartu bus.

“ Astaga! Dimana kartuku? Harusnya ada ditas!” kataku panik sambil memeriksa tas

" Silahkan, kau bisa menggunakan punyaku dulu" kata orang yang berdiri tepat dibelakangku

" Terima kasih banyak, maaf merepotkan" kataku dengan nada sungkan berbicara tanpa melihat mukanya

“ Tidak kok” katanya santai

Aku memutar badanku dan melihat orang tersebut. Dihadapanku berdiri seorang pria yang terlihat lebih muda dariku. Dia pun tersenyum dan mempersilahkanku duduk dibangku yang kosong.

" Sepertinya kau terburu-buru, Kau mau pergi kemana?" tanyanya penasaran

" Aku ingin wawancara kerja" kataku sopan

" Kau hanya sendiri" tanyanya lagi

" iya " jawabku singkat

" Apakah tempatnya jauh? " tanyanya lebih penasaran

" Tidak, maaf aku ingin belajar untuk mempersiapkan wawancaraku nanti" jawabku ketus

" Oh, maaf aku mengganggumu" katanya sambil merasa canggung

" Tidak apa-apa" potongku

Tidak beberapa lama kemudian aku akan sampai tempat tujuannya. Sebelum turun dari bus aku pun berpamitan pada pria tadi.

" Aku turun duluan, terimakasih tadi telah membantuku. Jika kita bertemu lagi aku pasti akan membayarnya. Kataku canggung

" Tidak masalah, sampai jumpa lagi!" katanya dengan yakin

“ Dasar pria aneh! Kenapa dia begitu yakin kita akan bertemu lagi? Tanyaku dalam hati

Bus pun berhenti dan aku bergegas turun agar tidak terlambat. Dari dalam bus terdengar teriakan keras seorang pria.

" Semoga berhasil........Fighting!" dengan penuh semangat

Aku yang mendengarnya, merasa aneh dan tidak menengok sedikitpun, aku pun terus saja berjalan dengan cepat agar tidak terlambat sampai ditempat wawancara kerja. Setelah sampai ditempatnya, aku mengikuti prosesnya sampai selesai dan akan dihubungi lagi jika aku lolos. Saat ingin pulang, ponselku berdering. Aku mencari ponselku dalam tas. Setelah melihatnya ternyata Mark yang menelepon.

" Kau dimana?" tanya Mark

" Aku sedang dijalan pulang" jawabku dengan suara lemah

" Mau ku jemput?" tanya Mark khawatir

" Tidak perlu, kau juga pasti lelah seharian beraktivitas" kataku yang lelah

" Baiklah. Hati-hati dijalan" kata Mark

" Iya" kataku lalu menutup telpon

Sesampainya dirumah, aku berganti pakaian lalu makan kemudian beristirahat. Sebelum tidur, aku berpikir siapa orang yang tadi menolongku dibus. kenapa dia begitu baik padaku. Begitu banyak pertanyaan tentang orang itu sampai lama kelamaan aku terlelap tidur.

­­***

Keesokan hari, saat aku sampai ditoserba, aku melihat Mark sedang membantu orang tua ku merapikan barang-barang. Dengan sigap, aku mengambil barang-barang yang sedang di pegang Mark.

" Kenapa kau disini? " tanyaku merasa aneh

" Tentu saja membantu orang tua mu" jawab Mark cool

" Tidak perlu. Selama Ini kau sudah banyak membantu" kataku canggung

" Aku senang melalukannya. Berikan itu padaku!  Bagaimana wawancara kerjamu?" tanya penasaran Mark

" Berjalan dengan lancar. Aku menjawab semua bertanyaan mereka dengan baik. Mereka akan menghubungiku jika aku diterima" kataku jelas

" Semoga kau diterima" kata Mark penuh harap

" Oh ya... kemarin aku meninggalkan kartu bus ku lalu ada seorang pria yang lebih muda dari ku menolong. Aku terus memikirkan pria itu sejak kemarin." Ceritaku pada Mark

" Kau selalu saja ceroboh. Aku sudah bilang ingin mengantarmu tapi kau menolak" kata Mark menyalahkanku

" Maafkan aku" kataku menyesal

" Lain kali dengarkan kata-kataku!" kata Mark tegas

" Baiklah.." jawabku pelan

Setelah membantuku di toserba, Mark pulang karena harus pergi berlatih. Aku pun melanjutkan pekerjaannya di toserba. Seusai aku membereskan pekerjaannya di toserba, aku meminta ijin pada ibu untuk pergi keluar mencari udara segar.

“ Ibu, aku sudah selesai. Aku ijin keluar yaaaa” kataku bergegas

“ Iya, jangan pulang larut malam!” seru ibu dari dalam

“ Baik, bu...” jawabku sambil melangkah keluar

Aku keluar dari toserba dan berjalan sambil menghirup udara malam, merasakan hembusan angin dan ingin melepaskan lelahnya. Ditengah perjalanan, aku melihat sebuah kerumunan dan mendengar suara musik dari arah kerumunan tersebut. Langkah kecilku menghampiri kerumunan tersebut. Badan mungilku, berusaha menerobos satu persatu orang yang berkerumun. Setelah cukup dekat dengan suara musik yang membuatku penasaran, aku pun melihat orang-orang yang melainkan musik tersebut. Dengan perasaan tidak percaya aku melihat Mark dan pria yang menolongku waktu itu bermain musik bersama. Mark memainkan gitarnya dengan baik dan pria itu memainkan piano yang tidak kalah baiknya. Aku pun memandang Mark dengan tatapan tidak percaya dan banyak pertanyaan. Mark pun melihatku sambil tersenyum manis.

Setelah menyelsaikan pertunjukkannya, Mark menghampiriku dengan tergesa-gesa.

“ Bagaimana kau bisa disini?” tanya Mark penasaran

“ Tadi aku sedang mencari udara segar setelah menyelesaikan pekerjaan di toserba. Dalam perjalanan aku melihat kerumunan orang yang ramai, karena penasaran jadi aku menghampirinya. Aku terkejut ternyata itu kau. Bagaimana bisa  kau dengan pria itu?” ceritaku dengan rasa penasaran
“ Oh maksudmu Young jae.. Dia adalah juniorku di kampus, tiga tingkat dibawahku. Kami cukup dekat dan berteman baik. Aku akan kenalkan kau dengan dia.” jelaskan Mark

Young jae.......” teriak Mark

“ Ya, ada apa? Tanya Young jae dengan cepat

“ Kenalkan ini Suzy, temanku sejak kecil. Suzy ini Young jae, juniorku di kampus” kata Mark

“ Hallo..... aku Young jae” sapa young jae dengan riang

“ Hallo, aku Suzy” sapaku dengan sopan

“ Kita pernah bertemu sebelumnya kan?” kata Young jae yakin

“ Maaf, mungkin kau salah orang” tepisku

“ Benar! Aku yakin! kau yang di bus waktu itu kan, ya kan?” kata Young jae semakin yakin

“ Oh! kejadian waktu itu.. iya aku ingat. Maaf tidak mengenalimu karena penampilanmu berbeda” kataku ragu

“ Seperti inilah penampilanku saat ada pertunjukkan, sedikit berbeda hehe. Aku seorang pianis, dan bisa bernyanyi juga” jelas Young jae

“ Aaaah Jadi begitu... maaf aku permisi ke toilet” kataku canggung

“ Baiklah kami akan menunggu disini” kata Mark

“ Astaga takdir macam apa ini? Kenapa bisa pria itu? Teman baik Mark? Apa yang harus kulakaukan?” kataku dalam hati sambil jalan ke toilet

Aku kembali dari toilet dan menghampiri Mark dan Young jae. Young jae telah menceritakan kejadian yang terjadi antara aku dan dia di bus. Mark pun tidak menyangka yang diceritakan aku adalah Young jae, temannya. Kami bertiga melanjutkan mengobrol sampai tidak menyadari malam semakin larut.

“ Jam berapa sekarang” tanya Mark tiba-tiba

“ Jam 22.30” jawabku datar

“ Aku harus mengantarmu pulang sekarang” lanjut Mark

“ Baiklah.. Ayo kita pulang. Ibuku pasti khawatir. Sampai jumpa lagi Young jae” pamitku pada young jae

“ Baiklah, pasti! Sampai jumpa lagi.....” ucap Young jae sambil melambaikan tangannya.

Sejak pertemuanku dengan Young jae malam itu, entah bagaimana kami menjadi dekat. Mark juga sering mengajak Young jae ke toserbaku dan mereka juga membantuku. Terkadang Young jae datang sendiri hanya untuk menemaniku dan mengobrol agar aku tidak bosan di toserba. Semakin lama aku mengenal Young jae, ternyata dia orang yang baik, menyenangkan, humoris dan sering tertawa. Setiap kami mengobrol ada saja hal yang membuat kami tertawa. Itulah yang membuatku menyukai Young jae, dia selalu membuatku tertawa.

Mark yang sibuk dengan urusannya, mulai jarang menemui aku dan Young jae. Sesekali Mark datang ke toserba atau hanya menelepon saja untuk menanyakan kegiatanku. Ku dengar Mark sedang melakukan persiapan untuk pertunjukkan besarnya. Aku pun mengerti kesibukkan Mark dan selalu mendukungnya, serta mengingatkan jangan lupa makan. Mark bilang ini adalah pertunjukkan besar pertamanya. Mendengarnya aku sangat senang, tapi aku pun sedih karena merasa kehilangan. Walaupun Mark sedang sibuk, tapi ada sosok teman baru yang selalu menemaniku akhir-akhir ini, ya... Young jae yang membuatku tidak kesepian. Kami juga sering pergi bersama ke tempat-tempat menyenangkan.

“  Kau sedang apa?” tanya Young jae mengagetkanku

“ Apa? ” aku terkejut

“ Eeey pasti sedang melamun” kata Young jae meledek

“ Tidak! hey untuk apa kau kesini pagi-pagi, kau tidak kuliah?” tanyaku heran

“ Aku tidak ada jadwal kuliah hari ini jadi aku ingin mengajakmu ke taman hiburan ” kata Young jae penuh ceria

“  Tunggu! Aku harus minta ijin pada ibu dulu” jawabku cepat

“ Baiklah cepat! hehe” kata Young jae semangat

Aku segera masuk untuk meminta ijin pada ibu. Setelah mendapatkan ijin aku bersiap-siap dan berganti pakaian.

“ ....Ayo kita pergi sekarang” ajakku ceria

“ ...........” Young jae terdiam menatapku

“ Kenapa? Penampilanku aneh ya?” tanyaku ragu

“ Ti.... tidak. Bu... bukan begitu!” jawabnya gagap

“ Lalu?” tanyaku bingung

“ Kau sangat bersinar” katanya terpesona

“ Maksudmu? Tanyaku malu

“ Kau tidak perlu pakai sepatu hak tinggi, hanya pakai celana jeans, t-shirt, dan sepatu kets serta sedikit aksesoris, kau sudah jadi gadis yang sempurna” katanya heran

“ Apa yang kau katanya? Kau membuatku malu. Ayo kita pergi sekarang!” kataku canggung

“ Ayo.......” ajaknya sigap

Sesampainya di taman hiburan kami menaiki banyak permainan disana. Kami berfoto bersama dan tidak lupa makan untuk mengisi perut yang lapar karena seharian bermain. Young jae mengahampiriku yang sedang duduk sendiri sambil menatap langit.

“ Hey, sedang memikirkan apa?” tanyanya penasaran

“ Tidak ada!” gumamku

“ Kau senang hari ini? ” tanyanya tiba-tiba

“ Tentu saja, senang sekali!” jawabku pasti

“ Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” katanya dengan serius

“ Eum..... Katakanlah...” kataku santai

“ Sejak pertemuan kita di bus waktu itu, aku sudah menyukaimu, maukah kau menjadi pacarku?” tanyanya jelas

“ .................. “ aku terdiam dan bingung

“ Kau tidak harus menjawabnya sekarang ” potongnya cepat

“ Apa kau serius dengan yang ucapanmu tadi?”  tanyaku ragu

“ Tentu saja!” jawabnya pasti

“ Eeuummm Banyak hal yang aku pikirkan dan banyak pula perbedaan antara kita. Sepertinya kau lebih cocok jadi adikku. Sebenarnya apa yang membuatmu tertarik padaku?” tanyaku ragu

“ Aku tahu umurku lebih muda dari padamu, tapi aku akan menjagamu dan terus menggenggam tanganmu. Karena kau begitu bersinar. Orang lain akan melihatmu. Caramu berpakaian membuat orang-orang gila termasuk aku. Ketika orang lain melihatmu, entah bagaimana aku gelisah. Setiap hari yang ku pikirkan hanya dirimu” jelaskan Young jae

“ Sebenarnya aku juga menyukaimu Young jae. Kau pria yang mampu mengalihkan duniaku. Kau selalu membuatku selalu tertawa hingga aku melupakan semua kesedihanku. Kau adalah pria baik yang menerimaku apa adanya. Aku sangat tersentuh dan tidak menyangka kau akan mengatakan ini. “ kataku yang masih tak percaya

“ Mulai ssekarang mau kah kau menggenggam tanganku?” sambil mengulurkan tangannya

“ .....Ya” menggenggam tangan Young jae

“ Katakan padaku setiap hari, aku adalah milikmu” minta Young jae

“ Tentu!” kataku pasti

Malam yang panjang bagiku yang masih belum bisa percaya apa yang sudah terjadi padaku. Sambil berbaring, aku terus saja memikirkan ini semua mimpi atau kenyataan. Aku sampai menelepon Young jae untuk memastikannya. Pembicaraanku dan Young jae yang panjang hingga membuatku tertidur duluan padahal teleponnya belum dimatikan.

***

Keesokan harinya Mark tiba-tiba muncul di toserba. Mark yang sedang punya waktu luang berencana mengejutkanku seperti biasa dan ingin mengajakku pergi.

“ Hey... apa kau sibuk?” mengagetkanku

“ Apa?” jawabku yang kaget

“ Aku ingin mengajakmu ke taman. Kita sudah lama tidak pergi bersama. Apa kau bisa?” tanya Mark penuh harap

“ Hey, Mark” sapa Young jae dari belakang

“ Hey, apa yang kau lakukan disini sepagi ini?” tanya Mark sedikit kaget

“ Tentu saja membantu Suzy. Aku sering sekali kesini. Kau terlalu sibuk makanya kau tak tahu.” Jelas Young jae

“ Oh... begitu. Aku ingin mengajak Suzy ke taman, kau mau ikut?” tanya Mark pada Young  jae

“ Tentu saja! Ayo kita pergi!” spontan Young jae menarik tanganku

Mark yang sedikit bingung berjalan dibelakang mengikutiku dan Young jae. Mark berpikir bagaimana bisa mereka menjadi dekat begitu, apa ada hal yang dia lewatkan dan tidak memberitahunya. Sesampainya di taman, Mark membelikan es krim untukku dan Young jae yang sedang duduk di bangku taman. Aku terlihat canggung tidak seperti biasanya, seperti ada yang ingin dikatakan pada Mark.

“ Ini untuk kalian” kata Mark sambil memberikan es krim padaku dan Young jae

“ Terimakasih “ kataku dan Young jae

“Sudah lama kita tidak pergi bersama seperti ini. Young jae apa kau sering menemui Suzy?” tanya Mark penasaran

“ Ya.... hubungan kami jadi dekat sejak pertemuan malam itu.” Jawab Young jae ceria

“ Tidak! Tidak!” potongku cepat

“ Hey... ada apa dengan kalian? Apa ada sesuatu yang aku lewatkan?” tanya Mark bingung

“ Maksudmu?” tanyaku gugup

“ Kau dan Young jae sedikit aneh hari ini. Apa ada yang tidak kau ceritakan padaku?” tanya Mark penasaran sekaligus bingung

“ Tentu!” kata Young jae sambil memakan es krimnya

“ Hey, apa yang kau lakukan?” bisikku pada Young jae

“ Aku hanya ingin memberi tahu Mark kabar bahagia” bisik Young jae padaku

“ Apa yang sedang kalian berdua lakukan? Berbisik-bisik? Tidak sopan!” kata Mark kesal

“ Tidak bukan begitu maksudku” potongku cepat

“ Ayolah... cepat beritahu Mark! Atau aku saja yang mengatakannya?” kata Young jae memaksa

“ Apa yang ingin kalian katakan? Cepat katakan!” kata Mark tidak sabar

“ Baiklah.... baiklah.... kalian berdua tenang dulu!” kataku sambil menghela napas

“ Cepatlah....!” kata Young jae

“ Mark, sebelumnya aku minta maaf karena baru memberitahumu. Sebenarnya belum lama ini aku jadian dengan Young jae” kataku canggung

“ Apa! Kau serius? Bagaimana bisa?” kata Mark kaget

“ Tentu saja!” kata Young jae santai

“ Tenang dulu Mark! Biar aku jelaskan. Sejak pertemuan malam itu, entah bagaimana aku dan Young jae menjadi semakin dekat bahkan disaat kau sedang sibuk, kami sering bertemu. Sampai pada satu hari Young jae mengungkapkan perasaannya padaku. Dia pria pertama yang bisa mengalihkan pikiranku tentangmu, Mark. Aku juga merasa nyaman bersamanya. Dia selalu membuatku tertawa jadi aku tidak bisa menolaknya.” Jelasku

“ Aku pikir kau hanya menyukaiku dan kita akan......” kata Mark pelan

“ Iya, aku juga berpikir begitu tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku pada Young jae. Berjanjilah padaku setelah kau mendengar ini kita tetap berteman!” mintaku

“  Young jae, tolong jaga dia baik-baik. Jangan sampai kau buat dia menangis! Atau aku akan.....” kata Mark tegas

“ Aku berjanji” kata Young jae yakin

“ Baiklah, aku sedikit terkejut tapi aku harusnya senang melihat dua sahabatku bahagia. Tentu saja kita tetap berteman, kalian sahabat terbaikku” kata Mark

“ Terima kasih Mark” kataku sambil memeluknya

Sejak saat itu hubungan kami bertiga berjalan seperti biasa. Mark dan Young jae tetap bersahabat dan bermain musik bersama, aku dan Mark juga tetap menjadi sahabat, dan Young jae dengan aku yang berpacaran. Tidak jarang kami menjadi canggung, tapi selalu ada hal yang dapat mencairkan suasana. Sesekali juga Young jae mengenalkan teman perempuannya pada Mark, tentu saja atas persetujuanku. Kami bertiga tidak mau melewatkan masa muda kami dengan penyesalan.

***TAMAT***

POPULAR FANFICTION

BERITA PILIHAN

COPYRIGHT 2022 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK