SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Magic School

Magic School

Share:
Author : fangirlkiddo
Published : 30 Jan 2015, Updated : 18 May 2016
Cast : Ahn Jiyoung (OC) Kim Jiwon Kim Woobin Choi Sulli Choi Minho Choi Siwon Jung Soojung Park Jiyeon
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |842 Views |0 Loves
Magic School
CHAPTER 1 : Magic School

Title: Magic School

Cast:

-   Ahn Jiyoung (OC)

-   Choi Siwon

-   Kim Jiwon

-   Kim Woobin

-   Jung Soojung (Krystal)

-   Park Jiyeon

-   Song Jihyo

-   Kim Ryeowook

-   Choi Minho

-   Choi Sulli

-   Lee Hyunwoo

Length: Sequel

Genre: Romance, Fantasy.

Rating: PG15+

 

Jiyoung POV

Mungkin aku menjadi orang yang sangat aneh ketika aku sekolah di sekolah biasa, yang tidak ada keistimewaan sama sekali dengan murid-muridnya. Berulang kali aku keluar masuk sekolah dan pindah sana-sini hanya mencari sekolah yang bisa menerima aku dengan semua keanehan ini.

Perkenalkan aku Ahn Jiyoung, gadis remaja yang aneh bagi orang-orang yang normal. Namun, untuk sekarang aku tidak merasa aneh lagi seperti dulu. Aku sudah menemukan siapa aku dan dimanakah bakatku. Aku bersekolah di salah satu sekolah yang ada di film dan novel karya J.K Rowling. Hogwarts School adalah sekolah Harry Potter, namun aku bersekolah di Korea Magic of School. Memang aneh jika di Negara ini ada sekolah sihir seperti di cerita fiksi Harry Potter. Tapi inilah kenyataannya, aku lebih tertarik masuk ke sekolah sihir ketimbang sekolah seni yang melahirkan bakat-bakat yang luar biasa.

Seperti biasa, kelas yang berisik karena tidak ada guru yang mengajar membuatku bosan. Teman-temanku Jiwon, Soojung dan Sulli sibuk bergosip, memang dasar mereka suka sekali dengan hal itu.

“Jiyoung..” panggil Soojung.

“Apa?” jawabku sambil mengketukan-ketukan tongkat sihirku ke meja.

“Kau tahu Choi Siwon? Itu murid laki-laki yang tampan dan berasal dari keluarga berada.” Jelas Soojung.

“Tidak, aku tidak tahu dan tidak kenal dia siapa. Memangnya kenapa?” jawabku.

“Dia terlihat angkuh, tinggi hati. Namun ia bisa menjadi playboy dalam sikapnya yang jelek itu.” Ujar Soojung.

“Dan ia bisa membuat gadis-gadis jatuh cinta dengannya karena rayuan dan mantra yang ia buat sendiri.” tambah Sulli.

“Oh, sepertinya aku tahu. Dia itu mantan pacar dari Park Jiyeon kan? Senior yang sombong itu?” ucapku sinis.

“Yap, betul sekali.” Sahut Jiwon.

“Lalu? Mengapa kalian menanyakan hal ini kepadaku?” tanyaku heran.

“Kami hanya ingin kau terperangkap dalam bujuk rayu dan mantra cintanya.” Jelas Jiwon.

“Tidak. Aku tidak akan termakan oleh jurus-jurus mematikan darinya.” Jawabku meyakinkan.

“Baiklah jika begitu. Ayo, temani aku ke pet shop.” Ajak Soojung.

“Mau apa kau kesana Soojung? Apa yang ingin kau beli?” tanya Jiwon.

“Aku mau beli anak anjing. Habisnya jika kalian sudah tidur dan insomniaku kambuh aku sendirian.” Ucap Soojung manja.

“Baiklah, ayo. Sekalian aku ingin melihat-lihat hewan.” Ajakku seraya bangun dari kursi.

*Jiyoung POV end*

 

Author POV

Jiyoung, Jiwon, Sulli dan Soojung pergi ke pet shop untuk membeli anak anjing.

“Ahjussi, aku ingin yang warna putih itu.” Ucap Soojung pada penjaga toko.

Lalu ia mengambilkan anak anjing yang diinginkan Soojung.

Ketika mereka sedang menunggu Soojung melihat anak anjing yang ia ingin beli datanglah Siwon, Woobin dan Minho.

“Hey, kalian rupanya.” Sapa Sulli.

“Kalian mencari apa kesini? Jarang sekali aku melihat anak laki-laki pergi ke pet shop” ledek Soojung.

“Kita kesini untuk menemani Siwon yang ingin mengambil anak anjing untuk dikirimkan kepada kakaknya.” Jelas Minho.

“Oh, begitu rupanya.” Ucap Sulli.

“Oh, ya Sulli. Kau tidak membeli anak anjing seperti Soojung? Kan ada Minho yang membayarnya.” Goda Siwon

Sulli hanya mendengus kesal karena godaan Siwon yang menurutnya tidak lucu. Tak berapa lama kemudian Jiyoung datang menghampiri mereka.

“Soojung sudah selesai?” tanya Jiyoung.

Sulli dan Jiwon hanya menggelengkan kepala mereka.

“Sepertinya aku tidak pernah melihat dia.” Ujar Siwon sambil menunjuk kearah Jiyoung.

“Memang tidak pernah. Dia sangat jarang keluar dari asrama, dia keluar hanya jika hanya sekolah, makan, dan keperluan lain.” Jelas Jiwon.

Jiyoung hanya menatap datar Siwon.

“Aku sudah selesai. Ayo, kita kembali ke kelas.” Ajak Soojung.

“Baiklah, kami duluan ya.” Ucap Jiwon.

Akhirnya Soojung, Jiwon, Sulli dan Jiyoung pergi meninggalkan pet shop.

“Kau sudah tahu kan siapa Siwon?” tanya Soojung.

“Ne.” jawab Jiyoung singkat.

“Menurutmu dia tampan, bukan? Wajar saja banyak wanita yang mendekatinya.” Ucap Soojung lagi.

“Dan wajar saja dia memiliki banyak mantan pacar.” Tambah Jiyoung.

“Kau tidak tertarik?” tanya Jiwon sambil menatap Jiyoung dengan sedikit aneh.

“Tertarik? Ayolah, laki-laki seperti dia itu tidak mungkin bisa membuat aku tertarik apalagi dengan pengalamannya yang memiliki banyak mantan pacar.” Ujar Jiyoung.

“Alasanmu masuk akal juga.” Jawab Sulli.

 

*Sepulang sekolah*

“Jiwon dan Soojung kau pulang ke asrama duluan ya. Aku ingin ke perpustakaan dulu dengan Sulli.” Ucap Jiyoung.

“Baiklah, ayo kita pulang.” Ajak Jiwon kepada Soojung.

*di Perpustakaan*

“Kau sudah mengambil bukunya?” tanya Jiyoung kepada Sulli.

“Sudah, ini.” Jawab Sulli sambil menunjukan setumpuk buku yang ia pegang.

“Ini, kau bawa semua buku ini ke meja penjaga perpustakaan ya. Kartu perpustakaanku ketinggalan di kelas.” Ujar Jiyoung panik.

Akhirnya Jiyoung pergi ke kelas untuk mengambil kartu perpustakaannya yang tertinggal di kelas. Ketika ia berjalan menuju perpustakaan lagi, tiba-tiba ia melihat Siwon dan Jiyeon sedang berduaan di lorong sekolah. Jiyoung sempat menghentikan langkah kakinya dan bersembunyi di belakang loker. Jiyoung mengintip Siwon dan Jiyeon yang sedang berpelukan lalu berciuman.

“Eohh..” ucap Jiyoung sambil melihat sinis kearah mereka.

Tak berapa lama Sulli datang menghampiri Jiyoung.

“Jiyoung, kau sedang apa disini?” tanya Sulli dengan suara pelan.

“Tidak, aku hanya kebetulan lewat dan aku melihat mereka.” Jawab Jiyoung sambil menunjuk Siwon dan Jiyeon yang sedang berciuman.

“Oh, mereka. Itu hal biasa bagi mereka, untung saja mereka tidak ketauan kepala sekolah. Jika ketahuan tamatlah riwayat mereka.” Jelas Sulli.

“Ah, aku tidak peduli. Ayo kita ke asrama.” Ajak Jiyoung sambil menarik tangan Sulli.

 

*Di asrama Folkstraad*

“Soojung, aku tidak ingin anak anjingmu buang air sembarangan ya.” Ucap Jiwon memperingatkan.

“Ne.. aku pastikan ia tidak akan buang air sembarangan.” Jawab Soojung.

Disela-sela pembicaraan mereka tiba-tiba Sulli masuk dengan Jiyoung.

“Kalian cepat sekali ke perpustakaannya. Biasanya kalian paling lama pergi kesana.” Ledek Jiwon.

“Kita kesana Cuma 15 menit saja dan kita melihat sesuatu.” Ucap Sulli.

“Melihat apa??” ucap Jiwon dan Soojung bersamaan.

“Kita melihat Siwon dan Jiyeon berciuman di lorong sekolah.” Jawab Sulli sambil melihat kearah Jiyoung yang wajahnya sedikit risih.

“Yaampun mereka,tapi mereka sangat jarang berduaan di lorong. Sangat jarang sekali.” Jelas Jiwon.

“Ah, sudahlah jangan membahas mereka. Aku risih mendengarnya.” Gerutu Jiyoung.

“Baiklah, kita tidak akan membicarakan soal Jiyeon dan Siwon.” Ucap Sulli.

 

*Asrama Folkstraad jam 18.00*

“Ayolah, Soojung. Kau lama sekali.” Keluh Jiwon.

“Ne.. kau lama sekali. Aku sudah lapar.” Gerutu Sulli sambil memegang perutnya.

“Iya..” ucap Soojung yang tak berapa lama keluar dari kamar.

“Sudah? Ayo cepat. Jika kita terlambat kita akan dimarahi oleh kepala asrama.” Ucap Jiyoung.

Akhirnya Jiyoung,Jiwon, Soojung dan Sulli segera menuju ruang makan. Ketika mereka sudah sampai di ruang makan, disana sudah sangat ramai dengan para murid yang sedang makan malam.

“Seperti biasa ya, kalian duduk di meja dan aku dengan Sulli mengambil makanan.” Jelas Jiyoung.

Jiwon dan Soojung mengangguk.

Beberapa saat kemudian Sulli dan Jiyoung kembali dari stand makanan dan duduk di meja yang sudah ia tempati. Ini giliran Jiwon dan Soojung mengambil makanan. Ketika Sulli dan Jiyoung sedang makan tiba-tiba Jiyeon dan teman-temannya pun datang menghampiri mereka.

“Permisi, sepertinya ini meja makan kami ya. Mengapa kalian sangat lancing menempatinya.” Ucap Jiyeon.

“Sudah ada orangnya? Kau yakin? Tadi di meja ini belum ada yang menempati, jadi siapa saja bisa makan disini jika belum ada yang menempati.” Jelas Sulli sambil memakan buah miliknya.

“Lebih baik sekarang kau minggir atau makanan ini aku tumpahkan ke wajah kalian.” Ancam Jiyeon.

“Oh, Hello. Kau siapa? Seenaknya kau menyuruh orang sembarangan.” Ujar Sulli.

Jiyoung yang tadinya diam saja mendengar perdebatan Sulli dan Jiyeon tiba-tiba ikut-ikutan bicara.

“Cari saja meja makan lain. Ini sudah ada orangnya, kau buta atau bagaimana?” ucap Jiyoung.

“Kau siapa beraninya bicara seperti itu. Dengar ya, disini aku yang berkuasa. Seharusnya kau takut.” Jiyeon mulai kesal.

“Tapi nyatanya aku tidak takut denganmu. Cepat cari meja makan lain.” Usir Jiyoung.

“Beraninya kau.” Jiyeon sudah bersiap menumpahkan semangkuk sup panas ke wajah Jiyoung namun Jiyoung menangkisnya hingga sup itu tumpah ke kepala Jiyeon sendiri.

“Kau kurang ajar!” Jiyeon berteriak lalu menjambak rambut Jiyoung.

Sulli membantu melerai pertengkaran mereka dan beberapa saat Jiwon dan Soojung datang menghampiri dan membantu melerai pertengkaran mereka.

Ketika mereka sedang repot melerai dan memisahkan Jiyoung dan Jiyeon tiba-tiba Siwon, Minho dan Woobin datang menghampirinya. Siwon langsung menarik Jiyeon.

“Ada apa ini??!” Siwon berteriak.

“Chagi.. aku disiram sup oleh orang ini.” Jiyeon menunjuk Jiyoung.

“Enak saja kau bicara. Kau duluan yang memulai pertengkaran!” umpat Jiyoung.

“Hey, kau gadis bodoh. Jangan pernah aku lihat kau mencari ribut dengan pacarku. Sekali saja aku melihatnya kau akan tau akibatnya.” Ancam Siwon.

Jiyoung yang tadinya kesal dengan Jiyeon menjadi kesal lagi dengan ancaman Siwon. Ia mengambil gelas yang berisikan air lalu menyiram ke baju Siwon.

“Silahkan saja! Aku tidak takut.” Tantang Jiyoung.

“Kau kurang ajar sekali.” Siwon sudah menggenggam tangannya dan bersiap memukul wajah Jiyoung, namun ditahan oleh Woobin dan Minho.

“Jangan hyung, kau bisa dihukum jika kau melukai murid lain.” Ucap Woobin memperingatkan.

“Untung saja kau perempuan. Jika bukan sudah aku habisi kau.” Ucap Siwon sambil menatap Jiyoung dengan marah.

“Woobin dan Minho. Kau bawa teman kalian, sebelum kepala sekolah tahu jika ada keributan.” Suruh Jiwon.

Akhirnya Jiyeon, Minho, Woobin dan Siwon meninggalkan ruang makan.

*Author POV end*

 

Jiyoung POV

Aku tidak habis pikir pacar bodoh Jiyeon itu memilih untuk membela dia yang jelas-jelas bersalah. Seharusnya ia tidak dibela seperti itu, harusnya pacarnya tahu jika dia sudah salah. Ini malah sebaliknya. Entahlah, mungkin pacarnya menjadi bodoh karena sudah mencintai perempuan seperti Jiyeon sehingga susah membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

“Jiyoung, kau tidak terkena sup panas itu kan?” tanya Soojung khawatir.

“Tidak, untung saja aku tidak terkena sup panas itu.” Jawabku.

“Memang dasar dia senior yang kurang ajar.” Umpat Jiwon.

“Sudahlah Jiwon. Memang sifatnya begitu, mau diapakan lagi jika ia sudah begitu? Diubah? Tidak mungkin.” Jawab SOojung.

Akhirnya aku, Jiwon, Soojung dan Sulli melanjutkan makan malam yang sempat tertunda karena insiden tadi. Setelah makan aku kembali ke asrama.

*Jiyoung POV end*

 

Siwon POV

Aku masih tidak terima pacarku disiram oleh kuah panas dari sup untuk makan malam tadi. Mengapa dia sebegitu lancangnya menyiram kuah panas kepada Jiyeon? Lihat saja, akan aku beri pelajaran kepada perempuan itu.

Aku mengantarkan Jiyeon ke asramanya dan aku sangat mengkhawatirkannya karena sup panas yang tertumpah di kepalanya.

“Apa kepalamu masih terasa panas?” tanyaku.

“Tidak, tapi wajahku agak sedikit panas karena sup itu.” Jawab Jiyeon sambil mengusap wajahnya.

“Tidak usah kau apa-apakan ya. Biarkan itu sembuh sendiri, jika kau beri air di wajahmu aku takut wajahmu akan melepuh.” Ucapku khawatir.

“Ne, tidak kok. Makasih ya kau sudah mengkhawatirkanku.” Jiyeon memelukku.

Aku pun membalas pelukkannya.

“Ne, sama-sama. Aku sayang denganmu Jiyeon.”

*Siwon POV end*  

 

 

Author POV

Keesokan harinya, Jiyoung pergi sekolah dan berharap ia tidak akan bertemu dengan gadis pengacau kemarin malam. Seperti biasa juga ia berangkat bersama sahabatnya Jiwon, Soojung, dan Sulli.

“Hari ini kelas Jihyo eonni?” tanya Jiyoung.

“Ne, kemarin katanya ia mengajar digabung.” Jawab Sulli.

“Digabung maksudnya?” tanya Jiyoung terkejut.

“Maksudnya digabung dengan kelas Woobin.” Ucap Jiwon menambahkan.

“Pasti ada Siwon, si laki-laki bodoh itu.” Umpat Jiyoung.

Jiwon dan Sulli mengangguk.

Jiyoung sangat kesal, dan jengkel jika mendengar nama ‘Siwon’ itu. Apalagi jika bersamaan dengan nama Jiyeon. Yang ia gambarkan dalam pikirannya hanya sepasang kekasih yang bodoh dan pengrusuh.

Guru Jihyo datang dan menyuruh seluruh murid yang ada di kelas Jiyoung untuk pergi ke aula untuk belajar. Satu persatu murid dari kelas Jiyoung maupun Siwon memenuhi aula tersebut.

“Eh.. itu Siwon.” Seru Soojung sambil menunjuk kearah Siwon yang duduk di meja paling depan.

“Ish.. biarkan saja. Aku sudah muak mendengar namanya dan melihat wajahnya.” Umpat Jiyoung.

Siwon melihat dengan sinis Jiyoung yang duduk di kursi belakang.

“Lihat, Jiyoung sedang menatap dengan dalam Siwon yang duduk dibawah sana. Kkk.” Ucap Jiwon terkekeh.

Sulli, Jiwon dan Soojung tertawa bersama karena meledek Jiyoung.

“Ish! Diam! Aku tidak sedang menatapnya dalam atau menatap penuh arti. Aku hanya benci dengannya, sangat-sangat benci!” ucap Jiyoung penuh dengan rasa marah.

Sahabat-sahabat Jiyoung hanya tertawa melihatnya marah dan jengkel karena ledekan mereka. Setelah kelas Guru Jihyo selesai Jiwon, Jiyoung, Sulli dan Soojung keluar bersama-sama. Namun, ketika mereka berjalan keluar melewati lorong dan kelas kosong Jiyoung ditarik oleh Siwon yang sudah menunggu di kelas kosong. Dengan secepat kilat Jiyoung ditarik masuk olehnya tanpa sepengetahuan teman-teman Jiyoung.

Ia mendorong Jiyoung hingga Jiyoung bersandar di dinding dan tangan Siwon diletakkan disamping kepalanya.

“Kau mau apa? Masalah kita sudah selesai!” teriak Jiyoung.

Siwon menutup mulut Jiyoung dengan tangannya.

“Ssst.. masalah kita belum selesai! Aku belum memberi perhitungan denganmu!” jawab Siwon.

“Perhitungan apa??! Sudahlah aku mau kembali ke asrama” Jiyoung beranjak pergi namun lengannya ditahan olehnya.

“Perhitungan karena kau telah melukai pacarku!” Siwon pun berteriak kencang, kali ini lebih kencang dari teriakkan Jiyoung.

Siwon sudah menyiapkan segelas air yang sangat panas dan siap ia tumpahkan ke tangan kanan Jiyoung. Tanpa hitungan dan tanpa aba-aba ia menumpahkan air panas itu hingga Jiyoung meringis lalu berteriak sangat kencang.

“Rasakan pembalasanku.” Siwon meninggalkan Jiyoung yang masih kesakitan di kelas kosong itu dengan luka bakar karena air panas itu.

“Dasar kau laki-laki gila! Bodoh!” umpat Jiyoung sambil sedikit meringis kesakitan.

Namun tidak dipedulikan oleh Siwon yang pergi meninggalkan Jiyoung di kelas kosong. Semakin Siwon melangkah menjauhi ruang kelas kosong itu, suara Jiyoung semakin pelan. Dan bahkan suaranya tidak terdengar lagi.

“Mengapa suaranya tidak terdengar lagi? Jangan bilang…” Siwon langsung berlari menuju kelas kosong lagi dan benar saja Jiyoung sudah tergeletak lemas dan pingsan karena efek dari air panas itu.

Ia menggendong Jiyoung dan membawanya ke UKS. Dengan perasaan gugup, takut dan was-was bercampur jadi satu ia membawa Jiyoung ke UKS. Ia sangat takut jika Jiyoung sadar lalu menceritakan semua kejadian ini kepada kepala sekolah yaitu Guru Jihyo.

Siwon membalut luka bakar Jiyoung dan mencoba menyadarkannya dari pingsan. Hingga dua kali ia mencoba menyadarkannya namun ia belum terbangun juga. Ia melihat wajah Jiyoung yang masih pingsan itu dan membuatnya iba karena ia telah membuatnya terluka hingga menjadi seperti ini.

“Mengapa aku sangat jahat dan kejam dengannya? Aku boleh saja emosi, sejujurnya. tapi mengapa aku sampai menyiramnya dengan air panas?” batin Siwon.

“Kau membuat masalah baru Choi Siwon. Memang dasar kau bodoh.” Batin Siwon lagi.

Tak lama setelah itu Jiyoung sadar.

“Aku di UKS? Apa yang terjadi denganku?” tanya Jiyoung pada Siwon.

Siwon tidak menjawab sepatah kata pun. Jiyoung yang bingung pun tak sengaja melihat tangannya yang sudah terbalut dengan perban.

“Kau mencelakakanku!” Jiyoung memukul tubuh Siwon yang kekar itu namun ia merasakan sakit pada tangannya yang terluka.

“Aduh.. tanganku.” Keluh Jiyoung.

Siwon memegang tangan Jiyoung yang terluka.

“Kau tidak lihat tanganmu terluka? Jangan kau coba-coba untuk memukul, jika kau bergerak sedikit saja itu akan terasa sakit.” Ucap Siwon dengan jengkel.

Jiyoung masih dirundung rasa jengkel dan kesal sekaligus ia harus merasakan sakit karena luka itu.

“Aku mohon jangan bilang hal ini dengan Jihyo noona.” Pinta Siwon.

“Tidak! Aku akan mengadu padanya! Kau berbuat seharusnya kau berani bertanggung jawab!” ujar Jiyoung sambil marah-marah.

“Ini kedua kalinya aku melukai murid disini. Jika aku terkena pengaduan lagi aku akan mendapat surat peringatan.” Siwon memohon sambil berlutut.

Lama-kelamaan dengan permintaanya untuk tidak mengadukannya kepada kepala sekolah, timbullah ide jahil Jiyoung.

“Baiklah. Untuk kali ini aku tidak akan mengadu dengan Jihyo eonni tapi ada syaratnya.” Ucap Jiyoung sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Syarat? Apapun syaratnya akan aku turuti.” Janji Siwon.

“Jadi, syaratnya itu. Selama 1 bulan kau harus menjadi bodyguardku. Dan kau harus mengawalku kemana pun aku pergi bersama sahabatku dan kau tidak boleh bertemu dengan Jiyeon ketika kau sedang bersamaku. Sanggup?” Jiyoung menunjukan smirknya.

Tanpa pikir panjang Siwon langsung menyanggupi permintaan Jiyoung itu.

“Baiklah, sekarang antarkan aku ke asrama.”perintah Jiyoung.

Akhirnya Siwon mengantarkan Jiyoung ke asrama Folkstraad.

“TOK TOK TOK..” Siwon mengetuk pintu asrama Jiyoung.

Pintu dibukakan oleh Jiwon dan Jiwon terkejut ketika ia mengetahui jika Jiyoung diantar pulang oleh Siwon.

“Kalian??! Mengapa kau mengantarkan Jiyoung??” ucap Jiwon terkejut.

“Ceritanya panjang.” Jawab Jiyoung sambil masuk ke  kamar asramanya dibantu oleh Siwon.

“Aku kembali ke asramaku ya, maaf soal yang tadi.” Ucap Siwon.

“Ne, tapi kau harus ingat tugasmu besok.” Ucap Jiyoung.

Siwon mengangguk lalu meninggalkan ruang asrama.

“Apa yang terjadi? Tanganmu kenapa? Kau tidak melakukan hal yang aneh-aneh kan?” Jiwon bertanya sambil memasang wajah aneh.

“Tentu tidak. Hanya saja Siwon itu yang berbuat aneh dan nekat!” jawab Jiyoung.

“Memangnya apa yang ia lakukan denganmu? Jangan-jangan…” Jiwon melirik Jiyoung dengan penasaran.

“Aishh.. tidak. Jadi ketika kita berjalan melewati kelas kosong, tanpa kalian tahu aku ditarik sama dia dan mulutku ditutup.” Jelas Jiyoung.

“Ditutup? Dan? Apa yang kau lakukan dengannya di kelas kosong?” Jiwon merendahkan nada suaranya.

“Dia menyiramku dengan air yang panas karena ia masih kesal karena aku mempermalukan Jiyeon ketika makan malam.” Jelas Jiyoung.

“Jadi kesimpulannya ia membalaskan dendam Jiyeon?” Soojung tiba-tiba bergabung diantara percakapan Jiwon dan Jiyoung.

Jiyoung mengangguk.

“Hhh.. tidak Jiyeon dan tidak Siwon pun mereka sama-sama gila.” Ucap Sulli sambil menghela nafas.

“Sejujurnya, ketika ia meninggalkanku sendiri di ruang kelas kosong itu aku sudah mati rasa dan pingsan. Namun, ia kembali lagi dan menggendongku ke UKS. Dan aku rasa ia takut jika sesuatu terjadi padaku karena tindakannya itu.” Jelas Jiyoung lagi.

“Berani berbuat harusnya ia juga berani bertanggung jawab.” Ujar Soojung.

Kejadian sore itu menjadi rahasia antara sahabat Jiyoung dan Jiyoung sendiri. Mereka pun tidak menyangka jika Siwon bisa senekat itu melakukan tindakan yang diluar nalar dan penuh resiko itu. Namun, ia terlalu takut untuk melakukannya hingga jalan yang harus ia ambil adalah memenuhi syarat Jiyoung agar ia tetap berada di ‘zona aman’nya.

Pagi itu Jiyoung dan sahabatnya pergi sekolah, tapi untuk hari ini dan sebulan ke depan mereka akan dikawal oleh Siwon. Siwon tak hanya mengawal Jiyoung dan sahabatnya, tetapi ia juga tidak boleh bertemu dengan pacarnya sendiri yaitu Jiyeon.

Satu sekolah pun dibuat tercengang dengan keanehan dimana Siwon menjadi bodyguard Jiyoung. Mereka juga tak habis pikir, bagaimana bisa seorang perayu dan playboy bisa takluk hanya dengan ancaman seperti itu. Mungkin akan lain ceritanya jika Siwon memiliki nyali besar dan tidak mengiyakan tentang keinginan Jiyoung.

Ketika istirahat Jiyoung dan sahabatnya tentunya beserta Siwon sedang makan siang. Tiba-tiba Jiyeon tak sengaja melihat mereka makan bersama dalam satu meja. Tentu saja itu membuat Jiyeon naik pitam dan ia langsung menghampiri mereka.

Tanpa basa-basi Jiyeon langsung menarik tangan Siwon yang sedang makan.

“Untuk apa kau makan satu meja dengannya? Harusnya kau makan denganku! Bukan dengannya.” Jiyeon menunjuk Jiyoung sambil melirik sinis kearahnya.

Siwon tidak merespon pertanyaan Jiyeon dan memilih untuk duduk kembali dan melanjutkan makan siangnya. Itu malah membuat Jiyeon kesal dan makin naik pitam. Ia menggebrak meja tempat dimana Jiyoung, Siwon dan sahabat Jiyoung makan.

“BRAKK!!” ia menggebrak meja dengan sekuat tenanganya.

“Sopan sedikit bisa? Kami sedang makan.” Ucap Jiyoung santai.

“Tidak, aku tidak bisa sopan. Terlebih denganmu!” Jiyeon lagi-lagi menunjuk Jiyoung.

Jiyeon masih berdiri dihadapan mereka tanpa bergerak sedikit pun. Namun mereka tidak menghiraukan Jiyeon. Ketika mereka selesai makan mereka pun pergi meninggalkan Jiyeon yang masih berdiri didepan meja tempat mereka makan.

“HAAAA!!” Jiyeon berteriak sambil membalikan meja makan.

“BRAKK!!” meja makan pun terbalik.

Kekuatan Jiyeon meningkat empat kali lipat dari batas wajar, dimana keadaan ia tidak sedang marah. Maklum saja ia memiliki kemampuan melebihi orang normal dan murid-murid lain jika sedang malam. Ia memiliki kemampuan ‘power up’ dimana kekuatannya mencapai ambang batas ketika ia sedang tidak marah dan bukan hanya itu ia bisa membuat orang meregang nyawa hanya dengan cekikannya ataupun genggamannya yang teramat keras.

Ketika Jiyoung sedang sendirian di ruang music tiba-tiba Jiyeon datang dan menarik tangannya.

“Sini kau!” Jiyeon  menarik tangan Jiyoung sekeras mungkin.

“APA?! Dasar kau perempuan gila!” Jiyoung mengumpat.

“Kau yang gila! Kau apakan pacarku sehingga ia bisa bersamamu???! Jawab!!” teriak Jiyeon.

Jiyoung hanya tertawa mendengar teriakan Jiyeon yang seolah-olah itu adalah gurauan.

“Senior Jiyeon, dengarkan aku. Kemarin ia menutut balas karena aku membuatmu malu karena terkena sup dan ia menyiramku dengan air panas. Dan bodohnya pacarmu itu, ia takut untuk bertanggung jawab dan ia memohon agar aku tetap diam akhirnya aku menyuruh ia menjadi bodyguardku selama sebulan.” Jelas Jiyoung.

Jiyeon makin kesal dan nyaris saja ia mematahkan tangan Jiyoung. Tetapi niatnya itu dicegah Jiyoung sendiri.

“Dengar, terserah kau ingin melakukan apapun. Tapi yang jelas jika kau berbuat nekat seperti pacarmu itu. Kau akan tahu akibatnya.” Ancam Jiyoung.

Jiyoung pergi meninggalkan Jiyeon yang masih tidak puas karena ia belum membuat Jiyoung meregang nyawa.

“Lihat saja Jiyoung. Aku akan membuatmu menyesal dengan ucapanmu.” Gumam Jiyeon dalam hati.

 ----------------------TO BE CONTINUED--------------------------

 

 

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK