home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Paparazzi

Paparazzi

Share:
Author : fysidious
Published : 01 Nov 2014, Updated : 02 Nov 2014
Cast : Park Shin Hye, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, other member EXO-K
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |2456 Views |0 Loves
Paparazzi
CHAPTER 1 : Chapter 1 - First Meet

Suara riuh jeritan yang mendominasi para gadis menggelegar diantara besarnya gedung utama.

"Diantara senior-seniormu di perusahaan, siapa yang paling kau hormati? Siapa yang paling kau sukai, Baekhyun?" Dari arah ujung sang MC menuturkan pertanyaan kepada Baekhyun.

"Aku? Hm, tidak ada pengecualian untuk menghormati siapa atau menyukai siapa. Tentu saja aku menghormati semua seniorku di perusahaan, karena mereka adalah panutanku untuk menjadi diriku sekarang. Dan, aku menyukai semuanya, haha."

Kalimat terakhir dari seorang Byun Baekhyun pun membuat seisi tempat tersebut menertawakannya. 

"Lalu..." sang MC melanjutkan pertanyaannya, "Kudengar kau mengidolakan Taeyeon SNSD, benarkah itu?"

Para penonton mulai menyuarakan 'wuuu' pertanda mereka sedang membuat Baekhyun malu. Baekhyun tersenyum malu-malu, menundukkan kepalanya dan diikuti tawa ejekan dari member lain.

"Benar, sejak masa trainee aku sudah mengidolakan dirinya. Dia juga menjadi senior panutanku. Aku begitu menghormati dirinya dan kepribadiannya," jawaban dari Baekhyun mendapat respon dari penonton.

"Taeyeon! Taeyeon! Taeyeon! Taeyeon!"

"Wuah! Kau begitu didukung penggemarmu, Baekhyun!" kata sang MC berusaha menggoda Baekhyun.

"Ah, bukan apa-apa. Aku hanya sebagai fan saja darinya. Tidak lebih," ujar Baekhyun.

"Benarkah itu, Baekhyun-ah? Tidak lebih?" sang MC berusaha mengorek tentang diri Baekhyun terhadap Taeyeon.

"Ah, berhentilah menanyakan hal itu, Tuan. Nanti dia tak bisa tidur." Suho langsung menjawab pertanyaan sang MC pada Baekhyun, kemudian memegang tengkuk Baekhyun dan memukulnya diikuti tertawaan dari para member lain dan juga penonton.

"Baekhyun! Benarkah itu? Disini semua mendengarkanmu~" Dari ujung kiri, tepat disebelah sang MC Chanyeol menggoda Baekhyun, membuat Baekhyun bangkit dari kursinya dan beranjak mencubit pinggangnya.

 

Yah, setidaknya publik mengetahui bahwa Baekhyun hanya sebagai fan dari Kim Taeyeon, sang pemilik suara emas sekaligus leader SNSD, dan disebut-sebut sebagai ratu OST.

***

Park Shin Hye beringsut ke arah pojok gedung setempat, berusaha mendapat ketenangan dari riuhnya para fans yang datang untuk melihat EXO-K. Tangan kanannya memegang ponselnya, layarnya tertera bahwa Pak Ketua sedang berusaha menghubunginya.

"Ah, ini aku, Pak Ketua." Shin Hye mengangkat telfonnya. Di lehernya terkalung sebuah kamera yang biasa digunakkannya sehari-hari untuk pekerjaannya sebagai wartawan.

"Apakah kali ini kau mendapat informasi?"

"Sepertinya iya, Pak Ketua."

"Apa yang kau maksud dengan ‘sepertinya’?! Sebagai wartawan, kau harus mendapatkan informasi yang jelas dan akurat!"

Dari ujung telepon Pak Ketua membentak sedikit keras, Park Shin Hye berusaha menjauhkan ponselnya dari telinganya, setidaknya ia masing sayang dengan kesehatan gendang telinganya.

"I..iya, Pak Ketua. Tetapi menurutku semua informasi yang kudapatkan dari interview EXO-K hari ini sudah diketahui publik," kata Shin Hye.

"Ikuti dia."

Shin Hye mengerutkan alisnya.

"Eoh? Siapa?"

"Ikuti dia, Shin Hye-ah."

"Maaf, Pak Ketua. Apa maksud anda? Dan siapa yang harus aku ikuti?" Shin Hye kebingungan dengan maksud pembicaraan dari Pak Ketua diseberang telepon.

"Byun Baekhyun."

"Mwo?"

"Sudah, ikuti saja!"

Klik. Pak Ketua memutuskan sambungan telfonnya, membuat Park Shin Hye mengerang sebal.

"Aissh..! Mengikutinya? Byun Baekhyun?" Dengan kesal Shin Hye pun kembali ke tempatnya tadi, membaur diantara penonton yang berteriak mendominasi itu.

Sungguh, ia tak suka dengan tempat ramai seperti ini. Ia tidak akan sudi pergi ke tempat riuh seperti ini jika perkerjaan tak menuntutnya untuk mengorek informasi dari para artis. Ya, dia mendapat bagian untuk mencari berita pada posisi para artis. Dan ia sangat menyesal telah mengiyakan ajuan dari Pak Ketua untuk hal itu.

"Kalau tahu begini, dari dulu aku tak akan pernah menerima ajuan Pak Ketua untuk mencari berita selebriti! Lebih baik aku terpontang-panting untuk mencari berita masalah pada negara, daripada harus berbaur dengan para gadis gila ini! Fangirl macam apa, ini?!" Shin Hye mengomel pada dirinya sendiri, meski dirinya sedikit yakin omelan panjangnya ini tak akan terdengar oleh sekitar karena ramainya suasana.

Yah, setidaknya ia tak mendapat balasan ocehan kotor dari gadis-gadis penggemar. Mendapatkan lirikan tajam dari sekitar cukuplah untuk mencibirkan dirinya sendiri.

"Baiklah, sekarang waktunya EXO-K mencari lucky fan untuk dibawa diatas panggung!" sang MC memberikan kejutan tiba-tiba dan mendapat balasan riuhan teriakan dari penonton.

"EXO-K! EXO-K! EXO-K! EXO-K!"

Para penonton menyorakkan nama EXO-K dengan lantang dan berulang kali hingga sang MC menyuruh untuk lebih tenang.

"Harap semuanya bisa tenang dahulu," Suho, merupakan sang leader dari EXO-K itu pun beranjak dari tempat duduknya dan menyuruh para penonton untuk lebih tenang. Ia hampir tiga kali mengatakan hal yang sama agar para penonton tak memberontak untuk meminta dipilih menjadi lucky fan.

"Kami akan melempar dua buah boneka berbentuk hati ini," Suho memegang satu buah boneka berbentuk hati, sedangkan yang lain dibawa oleh Kai.

"Dan, barangsiapa diantara kalian yang menangkap salah satu dari boneka ini, maka kami persilahkan untuk maju dan bermain games bersama kami!" kata Suho melanjutkan pembicaraannya tadi. Ia bersama Kai berjalan menyebar dari panggung tersebut, mencari sudut yang pas untuk melempar boneka tersebut ke arah penonton.

"Sudah siap??" Baekhyun dari tempat duduknya berteriak lantang, berusaha menaikkan semangat para penggemar.

"Siap!!"

"Satu…dua…"

"…tiga!!"

Bukk!!

Tiba-tiba saja surai kepala Shin Hye terkena lemparan boneka tersebut, dan otomatis kedua tangannya menangkap boneka itu.

"Apa ini?"

"Kyaaa!!"

Tubuh Shin Hye sudah terdorong kesana-kemari, para gadis disekitarnya berusaha menjatuhkan tubuhnya dan merebut boneka yang dengan bodohnya dipeluknya erat.

"Yak, Yak!"

"Iya, gadis itu! Silahkan naik ke panggung!" sang MC terlihat mempersilahkan Shin Hye yang tampak memeluk boneka itu, sepertinya para gadis tak lagi mengerumuni dirinya.

Salah seorang gadis yang juga mendapat boneka yang sama pun telah naik ke atas panggung.

"Hey, noona. Silahkan naik ke atas panggung." Sang MC mengulangi kembali kata-katanya.

Park Shin Hye membulatkan matanya.

Dirinya? Dirinya disuruh naik ke atas panggung?

Ia menatap boneka yang barusan dipeluknya. "Kenapa aku bisa memegang boneka ini?!"

Sial. Bagaimana bisa ia mendapat boneka yang dilempar oleh Suho? Bodoh, kenapa dirinya memeluk boneka itu dengan erat dari rebutan para gadis? Seharusnya ia melemparnya lagi ke arah lain, Park Shin Hye!

Bodoh.

"Noona? Kau mendengarkan saya?" tanya sang MC. Kini semua mata tertuju padanya, Park Shin Hye.

Dengan berat hati ia melangkah naik ke panggung, tangannya masih memegang boneka berbentuk hati tersebut.

"Perkenalkan diri kalian!"

Gadis disebelah Shin Hye memperkenalkan dirinya.

"Siapa yang kau sukai diantara member EXO-K?"

"Sehun Oppa!!" gadis itu sedikit menjerit senang.

Oppa? Dasar, anak kecil! Shin Hye mengomel dalam hati, menanggapi ucapan dari gadis yang terlihat lebih muda darinya itu.

Kemudian sang MC mempersilahkan Shin Hye untuk memperkenalkan dirinya. Meski ragu, setidaknya ia masih berpikir bahwa ini hanya sebagai ajang untuk berpura-pura sebagai lucky fan, hanya perlu mengenalkan nama saja.

"Park Hye In imnida." Ia berbohong tentang namanya.

"Siapa yang kau sukai diantara member EXO-K?"

 

Deg!

 

Apa yang harus dijawabnya? Ia bahkan tak begitu mengetahui tentang grup tersebut, bahkan membernya! Lagi-lagi ia tertimpa sial.

"Noona Hye In?"

"Ah, i-iya."

"Siapa yang kau idolakan?"

Shin Hye benar-benar bingung. Siapa yang harus ia katakan? Ia tak mengenal semua member EXO-K! Ia tak ingin mengatakan hal ini. Tetapi sepertinya seluruh makhluk yang berada di tempat itu kini menatapnya. Ia menjadi pusat perhatian.

 

"Baekhyun."

 

Bibirnya pun langsung melontarkan nama tersebut yang bahkan belum meminta izin dari otaknya langsung! Demi apa bibirnya tiba-tiba mencuatkan nama ‘Baekhyun’ yang dirinya saja tak tahu menahu tentangnya. Kali ini ia akan membenci Pak Ketua gegara pembicaraan telepon tadi. Akan.

 

"Park Hye In, annyeong!"

 

Shin Hye terkejut. Buat apa si Baekhyun itu memberikannya fan servis untuk dirinya? Dan senyumannya…

 

Aku akan mengutukmu, Byun Baekhyun!

***

Ikuti Byun Baekhyun. Kemanapun pria itu pergi, meski bersama dengan grupnya atau tidak, kau tidak boleh lengah. Kau harus memotret apa yang dilakukan olehnya yang menurutmu mencurigakan, mendengarkan dengan jelas apa yang dibicarakan olehnya dan kawan-kawannya. Kita harus mendapatkan informasi yang akurat. Hubungan antar Baekhyun-Taeyeon. Kau tahu kan? Ingat, penyamaranmu akan selalu aku andalkan.

 

Jika tidak, tunggulah gajimu yang akan kupotong 70% nanti.

 

Sialan. Pesan dari Pak Ketua hendak ia hapus dari kontak smsnya dan tak menghiraukannya ketika kalimat terakhir dari sms tersebut membuat dirinya memukul jidatnya berulang kali. Hebat sekali Pak Ketua mengancamnya dengan gajinya!

Ia harus memijat kepalanya dulu, setelah kejadian barusan ketika dipanggung membuat dirinya malu dihadapan para penonton. Sungguh, aktingnya tidaklah bagus. Berpura-pura menjadi seorang fan dan mengikuti setiap perkataan yang dilontarkan oleh sang MC dan para member grup tersebut meski tak tahu menahu membuat ia tertendang dalam ledakan tawa penonton yang begitu mengejeknya.

"Oh, bukankah itu gadis bodoh yang tadi berada di panggung?"

"Yak, gadis bodoh! Berhentilah membuat oppa kami menanggung malu karenamu!"

"Kau hanya fan abal-abalan! Enyahlah kau dari sini!"

Park Shin Hye semakin merucut, ketika para gadis yang dijumpainya di sekitar gedung tadi mengejeknya dengan kata-kata bodoh. Ya, ia akui sebenarnya apa yang ia lakukan ketika di panggung tadi memanglah bodoh. Seperti orang idiot yang baru saja diberi kejutan badut-badutan untuk hiburan anak kecil.

"Park Shin Hye! Bagaimana kau bisa bodoh?" Shin Hye mengetuk kepalan tangannya pada jidatnya, memberikan umpatan pada dirinya sendiri.

Benar-benar ia ingin menenggelamkan wajahnya dalam baskom ketika bertemu gadis-gadis sialan yang memberikan umpatan sama!

Shin Hye melirik jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan kirinya. Bodoh! Ia telah melewatkan waktu selama 30 menit dengan sia-sia! Bagaimana ia bisa mengejar Byun Baekhyun itu? Ia pun segera memasukkan kameranya pada tas ranselnya, kemudian berbalik arah dan berlari cepat menuju tempat parkir gedung itu yang berada di belakang. Ketika menemukan pintu belakang gedung tersebut, ia langsung berhenti.

"Apa mereka sudah pergi?"

Shin Hye menengok kesana-kemari. Sepi. Tidak mungkin ia masuk ke dalam lewat pintu belakang kan? Sudah pasti ia akan ditendang oleh penjaga di dalam sana.

Derap langkah kaki dari dalam membuatnya segera menyingkirkan tubuhnya dan bersembunyi di balik pilar. Ia melirik sedikit. Baekhyun dan member lainnya berjalan keluar bersama sang manager menuju mobil van berwarna hitam yang terparkir di sana. Terlihat mereka berjalan tergesa-gesa, seperti tak ingin ada fans yang melihat mereka dan mengejarnya.

Dencitan ban mobil van tersebut melesat pergi meninggalkan area parkir, dan Shin Hye hanya menatapnya dengan heran.

"Omo! Bukankah aku harus mengejarnya?" Shin Hye kebingungan. Bagaimana ia bisa mengejar mereka? Sementara ia datang ke gedung ini menggunakan bus umum. Ini kesialan lagi, Shin Hye!

Tiba-tiba matanya menangkap seorang ahjussi yang hendak pergi dengan motor bebeknya dan sekeranjang telur yang sepertinya akan diantar olehnya.

"Ahjussi! Bolehkah aku meminjam motor anda? Aku sedang terburu-buru!" Shin Hye langsung merebut helm ahjussi itu yang hendak dipakaikan di kepala sang ahjussi.

"Telur ini akan aku antar! Dimana? Pasar di dekat gangnam?" Shin Hye kemudian menaiki motor bebek tersebut.

"Kamsahamnida ahjussi! Nanti aku akan mengembalikan motor anda!"

"Yak! Anak muda! Berhenti! Kembalikan motorku!"

Sepertinya sang ahjussi tak bisa mengejar Shin Hye. Ia telah melesat meninggalkan ahjussi tua itu pergi tanpa persetujuan peminjaman motor darinya.

 

Maaf, ahjussi.

***

Para member turun dari mobil van mereka yang mengantarkan pada gedung perusahaan. Selepas acara interview tadi, mereka hendak berlatih kembali untuk mempersiapkan album selanjutnya yang rencananya akan dirilis dua bulan lagi.

"Baekhyun! Begitu yakinnya dirimu mengatakan bahwa kau hanya sebagai fan baginya!" Kyungsoo atau D.O (read: Dyo), pria bermata bulat besar itu mengusik Baekhyun yang sedang mendengarkan musik di earphonenya.

"Apa?"

"Itu, aku membicarakan dirimu tentang Taeyeon nuna."

"Lupakan hal itu, Dyo. Aku tak mau membahasnya," Baekhyun berjalan cepat meninggalkan Dyo yang melongo melihat tingkahnya itu. Baekhyun kenapa?

"Dyo, dia kenapa?" tanya Suho. Dyo hanya mengedikkan bahunya.

"Sepertinya Baekhyun menyesal mengatakan hal itu pada para fans, Leader." Sehun ikut menyahut diikuti oleh anggukan Kai yang berada disampingnya.

"Yak, kau bahkan tak memanggilnya Hyung! Sehun!" Terlambat. Sehun dan Kai sudah berlari duluan memasuki gedung itu. Suho dan Dyo hanya menghela nafas, kemudian ikut menyusul masuk ke dalam. Sedangkan Chanyeol? Di sudah masuk terlebih dahulu dari member yang lain karena hasrat untuk membuang air seninya sudah mencoba mencuat!

"Mwoya? Apa ini? Mengapa Baekhyun tak ingin membahas tentang Taeyeon itu? Lalu, apa maksud perkataan bocah—ah siapa lagi nama bocah itu tadi?" Shin Hye dengan topi hitam dikepalanya untuk menutupi jati dirinya berkata pada dirinya sendiri, membuatnya harus berpikir keras.

Sebelumnya, Shin Hye telah berhasil mengejar mobil van tersebut dan membawanya untuk bersembunyi diantara mobil-mobil yang juga terparkir disana. Ia memotret segalanya, untuk dijadikan petunjuk baginya nanti.

Ia menengok kesana-kemari, setelah dipastikan tak ada orang, perlahan ia menghampiri mobil van tersebut. Ia melongok ke dalam kaca.

"Kenapa kacanya gelap?" Shin Hye mendengus kesal. Tetapi ia tak putus asa. Ia kembali menempelkan wajahnya pada kaca hitam mobil van itu, memperjelas pandangan matanya untuk menemukan sesuatu yang menjadi petunjuk baginya.

"Sebentar."

 

Shin Hye terdiam sejenak.

 

"Apa aku berusaha menjadi seorang paparazzi?"

 

***

- Sesaat ketika berada di dalam ruang latihan EXO-K -

"Baekhyun! Kembalikan uangku yang kau pinjam kemarin!" Chanyeol mengulurkan tangannya pada Baekhyun yang sedang berlatih vokal bersama Dyo.

"Uang apa? Aku tak meminjam uang darimu!"

PLETAK!

"Bodoh! Kemarin kau meminjam uang padaku untuk membeli sebotol soju kan! Kau benar-benar sialan!" Chanyeol tak tahan dengan penolakan pengakuan dari Baekhyun.

"Yak, Chanyeol-ah! Berhenti!" Suho berusaha menghentikan tindakan Chanyeol yang hendak menendang bokong Baekhyun—teman sialannya yang selalu ribut dengan dirinya.

"Baekhyun-ah, kembalikan uangnya." Dyo menyuruh Baekhyun segera mengembalikan uang yang dimaksud Chanyeol, meski Baekhyun belum mengakui apakah ia meminjam uangnya atau tidak.

Dengan pasrah Baekhyun merogoh saku celananya di belakang.

Kosong.

"Dimana dompetku?"

"Apa?"

"Dompetku? Ah, dompetku tertinggal di mobil van. Aku segera mengambilnya!" Baekhyun segera melesat menuju mobil van, hendak mengambil dompetnya yang tertinggal di dalamnya.

 

Ketika ia sampai di batas pintu belakang gedung perusahaan itu, langkahnya terhenti. Seorang gadis sedang berada di dekat mobil van dan berusaha melongok ke dalamnya.

"Nugu?"

Baekhyun segera menghampiri gadis itu.

"Apa yang kau lakukan?!"

Gadis itu yang tak lain adalah Shin Hye terperanjat. Ia akan berlari pergi, tetapi Baekhyun menahannya.

"Kau siapa? Kenapa kau berada disini?!" Baekhyun menatap tajam pada Shin Hye, meski mata Shin Hye sedikit tertutupi oleh topi yang ia kenakan.

Shin Hye bahkan tak menjawab pertanyaan Baekhyun walau pria itu mencengkram tangannya begitu kuat.

Batts!

Baekhyun melepas topi itu dan menjatuhkannya. Tiga detik kemudian ia pun tersentak.

"K-kau…!"

Shin Hye membuang wajahnya.

"Bukankah kau lucky fan tadi siang? Kau yang bernama Park…Park Hye…" Baekhyun tak berhasil menyebutkan nama palsu Shin Hye ketika disebutkan di panggung, ia lupa.

"Apa yang kau lakukan disini? Kau penguntit kan?"

"Aku bukan penguntit!" balas Shin Hye dengan tatapan tajam pula.

"Kau sasaeng fan, kan?"

"Aku bukan sasaeng fan!"

"Kau pyscho, kan?" 

Sial. Kali ini Baekhyun menunjuknya sebagai pyscho!

"Aku bukan pyscho!"

Baekhyun mendecak. "Aku tahu kau tak akan mengakui siapa dirimu. Kau begitu mengidolakan diriku sehingga kau datang kesini untuk menguntitku kan?!"

"Siapa yang mengidolakan dirimu, eoh!" Shin Hye benar-benar tak menyukai pria di depannya ini!

"Apa?"

"Aku tak akan sudi mengidolakan orang sepertimu!" semprot Shin Hye dengan tatapan nanar.

"Lepaskan tanganku!"

"Oh, lalu kau apa? Buat apa kau menyebut namaku ketika ditanya waktu itu? Apa hanya suatu kebetulan saja, eoh?" Baekhyun memajukan dirinya, berjalan selangkah dua langkah, membuat Shin Hye juga ikut berjalan mundur.

"A…a-aku…"

Shin Hye benar-benar bingung sekarang. Ia tak tahu apa yang harus ia katakan.

"Apa? Katakan!"

"I-itu… bi..bi-bibir.."

"Bibir?"

Shin Hye mendelik. "Bibirku…tak sengaja mengatakannya…"

Baekhyun menyeringai mendengar jawaban dari gadis di depannya itu.

"Bibir? Jadi, apa sekarang aku harus menyalahkan bibirmu?"

Baekhyun kembali melangkah selangkah dua langkah, membuat Shin Hye terdesak di salah satu mobil di dekatnya. Baekhyun berusaha memanipulasi jarak antara mereka.

"Sepertinya bibirmu ini harus kuberi pelajaran," Baekhyun mendekatkan wajahnya pada Shin Hye.

"Apa yang akan kau lakukan?!"

"Berusaha memberi pelajaran pada bibirmu, karena telah menyebut namaku tanpa alasan."

Baekhyun kembali mendekatkan wajahnya pada Shin Hye, hingga jarak antara mereka berdua tidaklah bisa dihitung.

Bibir mereka hampir bertemu satu sama lain. Baekhyun semakin memiringkan wajahnya.

 

Bibir mereka…

 

TBC~

 

 

 

 

 

POPULAR FANFICTION

BERITA PILIHAN

COPYRIGHT 2024 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK