home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Four Times Around The Sun

Four Times Around The Sun

Share:
Author : syifa1303
Published : 30 Oct 2014, Updated : 03 Nov 2014
Cast : Yoon Bomi, Lee Sungyeol, Kim Myungsoo, Yoo Jiae (Woollim Trainee)
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |1353 Views |1 Loves
Four Times Around The Sun
CHAPTER 1 : First Time?

Four Times Around The Sun

 

 

Malam ini, langit tampak indah. Tak terlihat awan di atas sana, yang ada hanya kemerlap bintang yang saling berlomba memamerkan cahayanya. Senang sekali melihatnya, membuat perasaanku semakin tenang dan bebas. Sambil merebahkan tubuhku diatas meja kayu ini, disini, ditempat ini kunikmati lukisan malam itu, ya.. disini diatas rooftop ini, walaupun aku hanya sendiri, walaupun aku tak tahu apa yang akan terjadi besok, lusa, ataupun 50 tahun kemudian. Aku tidak akan takut. Aku tidak akan takut sendirian. Bintang – bintang di langit sana selalu memberikan senyumnya kepadaku. Bintang – bintang adalah sahabat kedua yang menemani hidupku disini. Semakin ku melihat lukisan malam itu, semakin aku terlarut dalam lamunan kecilku. Sampai suatu suara membuyarkan lamunanku.

Rrrrt... Rrrrrt... terdengar sebuah getaran kecil dari ponselku. Kulihat layar ponselku menyala menampilkan sebuah gambar berbentuk amplop. Dengan malasnya kuraih dan kusentuh layar ponselku sampai pesan tersebut terbuka.

Eo.. ige mwoyaaa... (apa ini...) yaish” teriakku sambil spontan mengacak rambut ketika melihat isi pesan tersebut.

From : Daeyeolie

Bomi-ah, sebenarnya aku tidak enak hati menyampaikan hal ini kepadamu tapi aku harus. Manager memintaku untuk memberitahumu bahwa besok dan seterusnya kau tidak perlu datang ke cafe. Manager bilang dia tidak membutuhkan banyak pekerja paruh waktu lagi. Sekali lagi maafkan aku, aku sudah mencoba untuk mempertahankanmu disini, namun kau tahu sendiri manager Ahn sangat keras kepala -_- Bomi-ah berjuanglah!

Sambil mengerutkan dahi, ku balas pesan teman paruh waktu sekaligus teman dekatku itu.

To : Daeyeolie

Dayeolie, terima kasih sudah memberitahuku, ah jinjaaaa aku kesaaaal sekali, kenapa aku harus di pecat, yaish -_,- tentu saja! Aku pasti akan segera menemukan pekerjaan baru. Jika kau menemukan lowongan pekerjaan yang cocok untukku, segera hubungi aku ya!!

Ku tekan tombol send. Lalu ku jatuhkan kembali tubuhku diatas meja kayu tersebut. Aku yakin aku pasti akan segera menemukan pekerjaan baru. Aku harus bersemangat!

Rrrrr.... Rrrrr... Layar ponselku kembali bergetar. Kulihat nama Daeyeol kembali muncul di layar ponselku.

From : Daeyeolie

YAAA TENTU SAJA BOMI-AH! AKU YAKIN SEKALI! AKU YAKIN 200%! KAU PASTI BISA SEGERA MENDAPATKAN PEKERJAAN YANG BARU KEKEKE SEMANGAT BOMI-AH! ^w^)9

Sambil tersenyum kecil kubaca pesan tersebut. Ah ~ pesannya membuatku semakin bersemangat, kekeke..

To : Daeyeolie

Ya.. baboyaaa!! Apa kau mengetik pesanmu menggunakan jempol kakimu huh? Mataku hampir loncat melihat huruf di pesanmu. Kekekekekeke

Ku ketik pesan balasanku untuk Daeyeol. “Brr.. udara sudah semakin dingin.” Gumamku. Aku bangkit lalu kuberjalan menuju pintu kamar kontrakanku atau sering ku sebut apartemen kecil kekeke. Segera saja kulepaskankan sendal yang kupakai, dan ku kunci pintu apartemen kecilku ini.

Rrrrrtt... Rrrrtt...

From : Daeyeolie

Tidak, aku mengetik menggunakan pantatku -_- jaljayo (selamat tidur) bomi-ah, bisa-bisa kau terlambat masuk sekolah besok. Ingat besok ulangan matematika. Choi seonsangnim (guru) tidak akan memtolerir siswa yang terlambat!

Ah... yang benar saja, aku bahwa lupa besok ada ulangan matematika. Dengan malas, segera kuraih buku tebal bercover beragam angka tersebut. Dan tidak lupa kubalas pesan Daeyeol.

To : Daeyeolie

Ne.. ne... dae-harabeoji (kakek), aku akan segera tidur! Jaljayong!

Kulirik kembali buku tebal tersebut. Kulihat beberapa soal latihan. Kucoba mengerjakan soal no. 1  sambil sesekali ku menguap.

*             *             *

"heoncheonhi.. soljighi aju geumbangkkajin... anideo~rado eonjengan ijhyeo~jil georago..“ terdengar suara dentingan piano mengalun diiringi sebuah suara merdu Kim Jonghwan.

Hmmm.. sepertinya aku mengenal suara itu. Segera saja kucari sumber suara tersebut. Kuraba setiap permukaan kasur mungil berwarna blue baby yang sekarang kutiduri itu. Dengan mudahnya, ku temukan arah sumber suara tersebut dari balik boneka teddy bear coklatku. Dengan mata yang masih tertutup dan dengan suara parau, ku usap layar ponselku itu.

Eng.. Yeoboseyo?” sahutku sambil sesekali menguap.

YAAAAA YOON BA-BO-MI! APA KAU BARU BANGUN HUH? YAAAA PPALLI (cepat)! 30menit lagi kelas akan dimulai.” Sahut suara disebrang sana sambil berteriak.

Eo.. “ dengan spontannya segera saja kuterbangun dari tempat tidurku. Kulirik jam dinding berbentuk burung hantu yang bertengger di dinding merah muda itu. Terlihat jarum panjang menunjukkan arah angka 12 dan jarum pendek menunjukkan arah 7.

YA YA BOMI-AH...... “ terdengar suara di sebrang sana masih mengomel di dalam ponselku.

YAISH!! Etteoke (Bagaimana)?!” kuacak rambutku, tanpa sadar ku lemparkan ponselku ke atas kasur, dan segera berlari ke arah kamar mandi. Aku hanya menggosok gigi dan mencuci muka seperlunya. Ku pakai pelembap, bedak, lipbalm, deodorant dan tidak lupa parfum secukupnya. Lalu segera kuraih seragamku. Tidak lupa ku kuncir rambutku agar tidak menghalangi wajahku saat sedang berlari ke sekolah. Ku kenakan tas dan sepatuku tergesa-gesa. Dan untung saja, ponselku dapat segera terlihat, segera saja kuambil dan kumasukan ke dalam saku seragam bajuku. Tidak lupa ku kunci pintu apartemen kecilku itu. Dan cepat-cepat ku berlari menuju arah sepeda. Kulihat jam di tanganku.

Hmm.. 15 menit lagi, aku harap bisa datang tepat waktu” gumamku sambil mengayuh cepat sepeda berwarna merah milikku ini.

 

*             *             *

Ku lirik jam tanganku kembali. Yaish 5 menit lagi. Segera saja kuparkirkan sepedaku itu di market belakang sekolah. Segera ku ambil ponsel di dalam saku ku, dan ku tekan layar ponselku itu.

YA YA DAEYEOL-AH EODIGA? (dimana?) Apakah Choi seonsaengnim sudah datang? Bisakah kau menghambatnya sebentar sebelum beliau menuju kelas. Tolonglah sekali ini saja, jebaaal, eo?” pintaku sambil merengek

Ah.. jinjja.. (benar-benar).. araseo (aku mengerti)! Kau berhutang makan siang kepadaku” sahutnya.

Gomawo daeyeol-ah” sahutku sambil segera menutup telpon dan memasukan ponselku kembali ke dalam seragam bajuku.

Nice.. “ gumamku, sambil segera bersiap-siap memanjat tembok belakang sekolah. Sisi kiri belakang sekolah memang letak yang paling aman menurutku. Karena sisi belakang sekolah sebelah kiri ini merupakan kawasan terlarang yang jarang dimasuki oleh guru maupun siswa. Tidak ada yang berani ke dalam kawasan ini karena disini kabarnya dahulu ada seorang siswa yang ditemukan tidak bernyawa di belakang sekolah ini. Oleh karena itu banyak sekali rumor yang beredar diantara anak-anak sekolah ini. Sebenarnya aku tidak begitu percaya dengan hal-hal semacam itu. Hal saat ini yang kupercayai sekarang adalah aku harus segera sampai kedalam kelas.

“BRUK!” Kudaratkan kakiku ditanah. Pendaratan yang mulus. Pujiku dalam hati. Namun belum sempat aku bangkit dari posisi jongkokku sekarang. Aku mendengar sebuah bunyi lain tidak jauh dari posisiku sekarang.

“BRUK!” terdengar suara benda berat jatuh ke dalam semak-semak.

Bulu kudukku mendadak berdiri. Kepalaku spontan memutarkan adegan ketika anak-anak kelas menceritakan rumor tentang kejadian mengerikan di belakang sekolah ini. Namun kuberanikan untuk bertanya kearah suara tadi muncul.

N.. nugu.. se.. yo? (siapa disana?)” tanyaku sambil mencoba mengeluarkan jurus kuda kuda yang kupelajari ketika taekwondo.

Yaish” ucap sumber suara tersebut dari balik semak semak

Ya, siapa disana? Aku tidak takut padamu.” Tanyaku kembali masih dengan posisi kuda-kudaku.

Tiba-tiba sebuah pria berdiri muncul dari balik semak-semak. Lebih tinggi dariku. Dia cukup tampan, dengan rambut hitam yang cukup berantakan, dan bisa kutebak dia mungkin sedikit bengal. Bisa kulihat dari plester yang menempel di dahinya. Aku merasa pernah melihat wajahnya sebelumnya atau mungkin dia mirip seseorang. Hmm.. ucapku dalam hati.

Ah sukurlah” sahutku sambil menghela nafas dan mengendurkan posisi kuda-kudaku. Kuraih tasku yang berada diatas rumput, yang tadi terjatuh saat aku melompat.

Mendengar ucapanku, pria itu mengerutkan dahu dan menaikkan satu alisnya.

Apa kau baik-baik saja? Aku ingin menolongmu tapi aku sedang terburu-buru. Maafkan aku” ku bungkukkan badanku didepannya dan belum sempat pria tersebut menjawab pertanyaanku, segera saja kuberlari ke arah sekolah. Aku bisa merasakan pria itu masih menatapku ketika aku meninggalkannya begitu saja. Sesegera mungkin ku pacu kakiku untuk berlari.

Belum sampai 15 meter dari tempat berlari, tubuhku tidak sengaja menubruk seorang pria yang sedang berjalan ke arah belakang sekolah. Tubuhku hampir terjatuh namun pria itu hanya diam dalam posisinya dan untung saja dia tidak terjatuh gara-gara kecerobohanku, mungkin hal ini karena hanya bahu kami yang saling bertubrukan.

Apa kau tidak apa-apa?” ucap pria itu sambil melepaskan headsetnya dan menatapku sedikit cemas.

Ah, ne (ya)... Mianhae (maaf).. ” ucapku tidak sempat menoleh melihat wajahnya dan melanjutkan untuk berlari menuju pintu masuk belakang sekolah.

(To be continue)

*           *          *

Woaaaaah udah lama amat ga nulis fanfic, kebetulan kemarin-kemarin tiba-tiba terlintas sekelebat ide *halah* hahahaha dan langsung aja dituangkan dalam tulisan ini^w^

Kalo ada yang mau nanya-nanya boleh, atau bingung ama jalan ceritanya boleh ko, langsung aja komen dibawah yah, tar pas aku buka lagi, langsung aku bales ko *nyengir* 

Oiya, fyi Lee Daeyeol itu adik kandung Sungyeol INFINITE yang sekarang jadi trainee di Woollim. Jiae juga trainee Woollim yang *katanya* bentar lagi mau debut. Daeyeol itu 93liner makanya aku pasangin temenan ama Bomi hehe. Oiya dan satu lagi yang belum tau siapa itu Kim JongHwan, beliau itu vokalis dari Nell hehehe. 

Aku harap pada penasaran ama chapter selanjutnya, karena emang lagi on process dan kali ini ga akan selama fanfic sebelumnya *mian* *bow* *fanfic lama udah berdebu, mau lanjutin lupa lagi alurnya* and.. please give much love for my fanfic, tell your friend to read this fanfic and I'm promise I'll give you a good, unforgetable and ngena-able (?) fanfic*etdah* ditunggu saran, kesan dan pesannya yak~~ 

sekali lagi, thank you so much for reading my fanfic, see you in the next chapter *emot kiss* ㅋㅋㅋ

 

 

 

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2020 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK