SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > DayDreams

DayDreams

Share:
Author : hellopapau
Published : 22 Oct 2014, Updated : 16 Dec 2014
Cast : Cho Kyuhyun, ALina , Member Super Junior, Keluarga Cho, dll.
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |2614 Views |0 Loves
DayDreams
CHAPTER 2 : Mengingat

Alina POV 

 Ketika sampai di rumah Kak Naomi, aku juga Kak Dylan disambut oleh ayah dan ibunya serta beberapa keluarga yang lain. Ryu bukanlah satu-satunya sepupu Kak Naomi, karena pada kenyataannya Ryu memiliki kakak yang bernama Yuki. Menurut pemandanganku, Yuki berbeda sekali dengan Ryu yang terlihat ceria dan bawel, sedangkan Yuki sangatlah pendiam wajahnya serius tanpa senyum, ia lebih mirip musim dingin dengan suhu udara benar-benar bisa membuat seseorang membeku. Setelah bercengkrama, saling mengenalkan diri dan berbasa-basi akhirnya aku bisa menuju kamar yang sudah disiapkan untukku. Dengan diantar Ryu aku berjalan menuju kamarku.

 Kamarku terletak di lantai dua rumah yang bisa kuanggap megah ini deng desain interiornya bercampur antara tradisional dan modern. Kamar yang lebih besar dibanding kamarku di rumah, didalamnya sudah terdapat tempat tidur, lemari, meja belajar, meja rias, dan segala keperluan lainnya, bahkan kamar mandinya pun ada di dalam kamar. Tidak hanya itu, akupun juga melihat bahwa di dalam kamar itu sudah dilengkapi dengan arah kiblat sehingga memudahkan aku untuk melakukan ibadah. Lagipula orang tua Kak Naomi juga muslim, hingga mereka mengerti tentang ajaran Islam. 

 "Akan aku tinggalkan kamu agar bisa istirahat. Selamat istirahat, Alina-chan." Ucap Ryu lalu meninggalkan aku sendiri di kamar. Koper-koperku juga sudah dibawakannya, lalu aku membuka koper yang berisi pakaian serta peralatan yang lainnya. Mulai hari ini aku akan tidur dan tinggal disini, semoga tidak merepotkan keluarga Kak Naomi. Satu-persatu pakaian dari koper itu berpindah ke lemari dengan rapih, setelah pakaian aku mulai meletakkan bingkai-bingkai foto, laptop, buku-buku di meja belajar. Ketika aku sedang merapikan tempat tidur dengan meletakkan boneka panda disana pintu kamarku diketuk dan terdengar suara Kak Dylan dari luar sana.

 "De, udah bongkar kopernya?" tanyanya begitu aku membuka pintu kamarku.

 "Sudah ka. Aku kok merindukan kamarku di rumah ya?" jawabku lalu duduk di tempat tidur sambil melipat selimut yang kubawa juga dari rumah.

 "Homesick sedini ini? Belum juga ada seminggu de. Nanti juga kamu akan terbiasa dan betah kok." kata Kak Dylan sambil tersenyum. Dia kemudian melihat foto-foto yang dibawaku dari Jakarta, mengambil salah satunya dan berkata, "Jika belum bisa menyembuhkan, maka kamu tidak boleh ke Jakarta. Datang jauh-jauh kesini tidak boleh sia-sia." katanya tanpa menatapku, melainkan ke foto yang digenggamnya yang aku tahu maksudnya.

 "Setelah selesai kuliah di sini, mungkin aku akan mencari pekerjaan disini barulah pulang lagi ke Indonesia ka." Ucapku. 

 "Pulang saat Idul Fitri, Idul Adha atau saat memang kamu libur." 

 "Ha-i. Wakatta onii-chan. Istirahat ka, ini sudah larut. Besok Ryu akan mengantarku berkeliling shibuya dan sekitarnya, kakak mau ikut?" 

  "Tidak bisa sayang. Besok kakak harus bertemu investor, ingat kakak ke sini juga untuk bekerja." 

  "Ah iya, lupa! Ya sudah istirahat sana! Aku juga mau tidur."

  "Iya-iya, adikku galak banget sih? Oyasumi adikku." 

 Sebelum Kak Dylan keluar kamar, ia mencium keningku lalu berjalan pergi. Aku menutup pintu kamarku dan menguncinya, merebahkan diri di atas tempat tidur dan kemudian mencoba memejamkan mataku. Tapi kenapa ketika aku memejamkan mata bayangan laki-laki yang tadi aku tabrak hingga kopi yang dipegangnya tumpah perlahan muncul di dalam otakku? Laki-laki yang sepertinya sudah tidak asing lagi, sepertinya aku sudah melihat wajahnya. Tapi di mana? Lagipula kenapa aku malah membayangkan wajahnya ketika tersenyum menanyakan namaku? Malam pertama di Tokyo, aku malah memikirkan laki-laki yang baru saja kutemui di coffee shop bandara siang tadi. 

 

Kyuhyun POV 

 Duduk di sofa kamar hotel sambil melihat kembali jadwal Super Junior yang baru saja dikirimkan Manager Kim ke e-mailku. Setidaknya aku masih punya waktu 4 hari di Tokyo sebelum ikut mempromosikan album Super Junior. Setelah tadi pemeriksaan dengan Dokter, akhirnya aku dinyatakan sudah bisa melakukan aktivitas normal seperti biasaya, hanya saja dalam beberapa bulan ini masih belum boleh yang terlalu berat sampai kelelahan. Tulang-tulang yang patah belum sepenuhnya bisa diajak kembali seperti sedia kala.,

  "Hyung, setelah pemeriksaan besok. Aku ingin berjalan-jalan ke Shibuya." Pintaku ketika baru saja melihat Hyung keluar dari kamar mandi dengan handuk masih menggantung di pundaknya. 

  "Baiklah, aku juga ingin berjalan-jalan. Terlebih kau memang memerlukan refreshing agar bisa segera pulih 100%." Jawab Juwon Hyung. 

  "Hyung, apakah menurutmu aku akan bertemu kembali dengan gadis yang tadi?" Tanyaku yang masih penasaran dengan wanita yang menabraknya di coffee shop bandara. 

  "Yaa, kau sudah jatuh cinta ya, Kyu?" Jawab Juwon Hyung yang malah meledekku. 

  "Aku hanya penasaran Hyung, baru kali ini aku melihat ada wanita seperti itu." Jelasku. Ya, aku memang baru bertemu dengannya sekali, dan rasanya aku ingin bertemu dengannya lagi. Ia wanita yang berbeda, memakai penutup kepala yang entah namanya apa, dan berbicara bahasa Jepang dengan nada seperti bukan orang Jepang. 

  "Hati-hati nanti kau bisa jatuh cinta. Ingat bahwa kau sebaiknya tidak memiliki skandal dulu dalam beberapa tahun ini." Saran Juwon Hyung.

  "Arrayo Hyung. Aku tahu dengan jelas peraturannya." Jawabku. 

 "Tidur sana, ini sudah larut. Sebaiknya kau pikirkan kesehatanmu biar jadwalmu bisa berjalan lancar." 

  "Ne, Hyung!" jawabku lalu berjalan kemudian merebahkan badanku di atas tempat tidur yang nyaman. Sebelum aku benar-benar menutup mata, aku kembali mengingat ekspresi wanita tadi. Manis sekali. Ah, apakah aku jatuh cinta? Aku berharap bisa bertemu dan berteman dengannya. 

 

[To Be Continue]

 ------------------------------------------------------------------------------------- 

  Author POV

  Mungkin bagi sebagian orang berfikir bahwa ini adalah kisah yang sama seperti Drama-drama di televisi. Tapi, percayalah ini bukanlah kisah seperti drama atau opera sabun di sana. Ada cinta yang tak sengaja tumbuh di antara perbedaan budaya, agama, dan negara. Ada cinta yang tumbuh karena ketidaksengajaan, dan ada cinta yang tumbuh karena sama-sama ingin melindungi, sama-sama saling mencintai dan menyayangi.

  Apakah kisah yang didasari oleh perbedaan yang membentang akan bertahan? Nyatanya mereka akan bersama nanti. 

 

See you again reader! :) 

I Hope you like the story.    

 

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2020 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK