SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > CONFESSION

CONFESSION

Share:
Author : juljul03
Published : 30 Sep 2014, Updated : 30 Sep 2014
Cast : Nam Tae Hyun, Jennie Kim, Winner Member
Tags :
Status : Ongoing
1 Subscribes |719 Views |1 Loves
CONFESSION
CHAPTER 1 : First Confession

Title : Confession (Part I)

Main cast : Nam Tae Hyun ~ Jennie Kim

Cast : Winner Member

Other cast : GDragon, Darahae, Kim Jisoo, YG Boss (another cast, soon)

Theme : Romance

Author : Renzhu

 

This fanfic just for having fun with our imagination. I just make this for two parts, if possible I’ll make for the sekuel. Feel free for asking and comment. Happy reading!! ^^

 

Yeoboseyo..”

“Ne.”

“Berisik sekali suaranya. Jigeum eodieyo?”

“Masih di ruang latihan. Wae?” Jennie mematikan musik pada dvd di ruang latihannya.

“MWO?? Pagi-pagi kau sudah di gedung YG?” Taehyun dengan terkejutnya mendengar jawaban Jennie.

“Aku tak pulang semalam, masih banyak yang harus kupelajari.” dengan nafas yang masih terengah-engah dia berusaha mengatur kembali suaranya.

“Ya!!! Kau tidak harus berlebihan seperti itu, Jennie-ah. Ingin lebih baik seperti apa lagi? Kulihat kau sudah semakin baik hari lepas harinya, hanya menunggu waktu debutmu saja.”

“Hyun Suk appa belum bisa memberikan kepastian, Taehyun-ah. Aku bahkan tidak tahu akan masuk dalam grup atau tidak. Aku tak bisa lengah dan bersantai begitu saja.” Dalam ruangan yang dikelilingi kaca ini, hanya suara Jennie yang terdengar. Ia menatap bayangan dirinya yang terdapat di kaca, rambut panjangnya yang tergerai terlihat sangat tak teratur, kaosnya mulai terlihat basah oleh keringat, sudah hampir dua jam Jennie berlatih dance tanpa beristirahat.

“Aigoo, tak bisa kah kau memanggilku oppa? Meski aku namjachingu-mu, setidaknya biar lebih romantis, panggillah oppa..”

“Ck, masih saja membahas itu. Sudah, nanti aku akan ceritakan hal lain. Aku akan kembali ke dorm..”

“Hm.. Arraseo. Kutunggu ya, Seungyoon hari ini membuatkan sarapan untuk kita. Nanti akan kuantarkan padamu.”

“Ne. Annyeong..”

“Heum..” Taehyun mematikan ponselnya.

Jennie dan Taehyun sudah menjalin hubungan sebagai couple hampir dua tahun selama masa trainee mereka. Dorm mereka berada di apartemen yang sama, hanya berbeda beberapa lantai. Dari dimulainya reality Who Is Next (WIN) sampai terpilihnya Team A yang menjadi WINNER, Jennie terus menyemangati Taehyun. Yang Hyun Suk selaku CEO YG Entertainment, belum mengetahui hubungan mereka, para YG artist yang lain pun baru beberapa yang mengetahui. Jennie belum resmi debut, hanya muncul di beberapa lagu YG artist. Nasib Jennie ke depan belum memiliki kejelasan, terkadang ia berlatih sendiri, namun kadang juga bersama dengan calon member girlband baru yang akan debut.

 

***

 

Semenjak mulai terpilihnya Team A yang menjadi pemenang, kini popularitas WINNER makin meluas, meski belum resmi debut. Profil para member pun mulai banyak dicari banyak penggemar. Tak aneh jika profil pribadi Nam Tae Hyun mulai menarik perhatian. Kehidupan pribadi Tae Hyun perlahan diketahui para fans.

 

Nam Tae Hyun Team A, pernah menjalin hubungan dengan Ahreum (ex) T-Ara?

 

Jennie terkejut membaca judul artikel pada layar komputernya.

“Ige mwoya. Ahreum? Tae Hyun..” Jennie enggan melanjutkan pembacaan artikelnya. Ia mulai menggigit bibir bawahnya sendiri, gemas.

“Wae? Apa yang kau baca?” Kim Jisoo, salah satu trainee yang sering latihan bersama Jennie, berdiri disamping Jennie yang masih menatap layar komputernya tanpa ekspresi.

“Ah. Ania, eonni. Hanya artikel tidak penting.” Jennie buru-buru menarik mouse pc untuk meng-exit artikel. Namun tangan Jisoo bergerak lebih cepat.

“Wait...” Jisoo mulai menscroll layar komputer. Dengan refleks Jennie menggeser posisi duduknya.

“Untuk apa melihat ini? Kau ingin melukai dirimu sendiri?” Mata Jisoo dengan tajamnya mengarah pada Jennie. Gadis yang ditatapnya itu hanya bisa menunduk lemah.

“Ania, hanya.....” Jennie menggantungkan perkataannya.

“Hanya apa?”

“Ya eonni!! Bagaimana bisa media mengetahui hubungan Ahreum dengan Taehyun lebih dulu dariku? Bagaimana bisa Taehyun tidak mengatakan apa-apa padaku?” Ternyata mata Jennie sudah mulai tergenang air. Kini dia tak bisa mengendalikan emosinya.

“Jennie-ah. Sabarlah...” Jisoo hanya bisa menenangkan Jennie dengan menahan bahunya yang mulai terguncang.

“Lalu aku harus bagaimana...” Jennie menangis terisak, tak mempedulikan lagi eyeshadow dan maskaranya yang mulai meluntur.

“Berbicaralah baik-baik dengan Taehyun. Tetapi menurutku, itu hanya masa lalu bagi Taehyun, jika memang artikel itu benar...”

Jisoo mengusap bahu Jennie lembut. Semenjak menjadi trainee dan berlatih bersama, membuat mereka cukup akrab dibandingkan member trainee lain. Perbandingan usia mereka yang hanya berbeda satu tahun, tetap membuat Jennie menghargai perbedaan itu, ia tetap memanggil Jisoo dengan sebutan eonni.

 

***

 

NAM TAE HYUN POV ♫

 

“Mwo… Artikel sampah macam apa ini. Ah, harusnya aku lebih berhati-hati.” Aku benar-benar tak habis pikir, masa lalu yang sudah lama itu bisa terkuak dengan cepat, bahkan sebelum resmi debutku. Shit. Semoga Jennie tak mengetahui artikel ini.

“Wae?” Seungyoon menghampiri mejaku.

“Ah, ani. Hanya artikel sampah..”

“Huh? Ahhh~ Ahreum… Sudah kubilang kan, sebaiknya kau hapus semua foto-fotomu dari komputer mereka. Kau tidak bisa mempercayai teman dengan mudahnya, apalagi jika mengingat tingkah lakumu saat di sekolah.” Seungyoon dengan santai menanggapi artikel tersebut.

“Ya! Isshhh~ Itu kan hanya masa lalu. Mana aku tau kalau bisa seperti itu.” Seungyoon membuatku semakin gerah. Masa lalu, hanya masa lalu, dan aku pun tak ingin terjerat lagi dalamnya. Aku tau dulu atau mungkin sampai sekarang sikapku belum begitu baik pada orang lain, namun aku semakin hari aku terus berusaha merubahnya.

“Apa ada yang telah terjadi? Apa aku tertinggal sesuatu? Kalian, mengapa serius sekali, eoh?” Jinwoo hyung ikut menghampiri kami, dengan pertanyaan-pertanyaan yang diiringi suara cute-nya.

“Tak ada. Sudahlah hyung, kau sebaiknya berbenah, lusa kita sudah akan berangkat ke Jepang. Jadwal pertama kita sebagai WINNER. Besok juga sudah memulai progam Winner tv.” Seungyoon menutupi layar laptopku dengan kedua tangannya.

“Ne, hyung, tak ada apa-apa.” Aku memutuskan untuk menutup layar laptopku.

“Aishh, wae geurae? Arra, aku akan kembali ke kamar…” Jinwoo hyung langsung keluar dari kamarku, seperti biasa dengan gaya cute-nya, kurasa ia sedikit kesal karena hal ini.

“Aku akan ke gedung YG sebentar..”

“Untuk bertemu Jennie?” Seungyoon menahan tanganku.

“Ne, akan lebih baik dia mengetahuinya dariku, ya memang aku belum tau dia sudah membaca artikel ini atau belum.”

“Hm, baiklah, jangan terlarut malam.”

“Ne.”

***

 

JENNIE KIM POV♫

 

“One, Two, Three, Four... Aishh, mengapa aku sulit berkonsentrasi hari ini.” Jam sudah menunjukan pukul 9 malam, dan aku masih berusaha untuk melatih badan ini agar bisa lebih baik. Konsentrasi ku sedikit buyar hari ini. Apa karena artikel itu? Aishh.. menyebalkan.

Ceklek.. Pintu ruang latihan dance terbuka, GD oppa terlihat kaget melihatku.

“Kau, masih disini?” GD oppa mulai berjalan ke arahku.

“Ne. Sebentar lagi aku akan pulang. Wae, oppa?”

“Aku akan menemanimu disini sebentar..”

GDragon duduk disampingku. Belum diizinkan, tangannya sudah mengambil botol air minumku.

“Sudah membaca artikel tentang masa lalu Tae Hyun?” tanyanya setelah meneguk air yang ia ambil.

“Ne.”

“Abaikan saja.. Itu hanya perbuatan dari orang-orang yang tak menyukai YG. Terlalu banyak haters yang mencari cara untuk menjatuhkan YG Fam. Hal ini sudah biasa, Jen..”

“Arraseo, namun bukan itu yang kupermasalahkan, oppa.”

“Lalu?”

“Beberapa bulan lalu juga aku pernah melihat Ahreum menemui Taehyun. Namun aku sama sekali tidak tau kalau mereka pernah…. Dan Taehyun pun tak menceritakan apa-apa.”

“Heol… Come on, Jennie. Memang dia tidak bercerita apa-apa, but so what? Itu cuma masa lalu mereka, dan percayalah Taehyun bukan namja yang tidak setia, he’s good boy too. Aku sangat yakin saat ini yang ada di hatinya, hanya kau, Jennie Kim.”

Aku tersenyum tipis, memang ada benarnya pernyataan GDragon oppa, tapi hati ini belum bisa menerima fakta yang ada.

“Saat ini, yang Taehyun butuhkan ialah dukungan. Winner sebentar lagi akan debut, jangan biarkan hanya karena ini, kalian saling menjauh.”

“Aku tahu. Aku akan berusaha.”

“Nah, itu baru namanya YG girls, penuh semangat, pendirian.”

“Ne,, Ne… Kau juga harusnya sebagai YG boys, harus memiliki pendirian!” tanpa sengaja aku berbicara seperti itu.

“Maksudmu?”

“Bagaimana kau dengan Kiko, oppa? Mengapa dari sekian banyak yeoja, kenapa kau lebih memilihnya? She’s not good to you, oppa. Dan tak bisa kah kau pikirkan perasaan Chaerin eonni?”

“Mwo?”

“Berhentilah bersikap bodoh. Aku tahu, kau pun menyukai Chaerin eonni, namun karena Kiko,,,,, Ah tak seharusnya aku berkata banyak.”

“Youngbae menyukai Chaerin, Jen. Aku tak bisa jika tetap memilih Chae.”

“Oppa pabo! Sudah lah, aku sedang tak berminat berdebat denganmu.”

Aku dan GD oppa memang cukup dekat, dia sunbae yang sangat ku hormati. Salah satu alasan mengapa aku ikut berpartisipasi dalam lagu dan juga musiknya karena Hyun Suk appa melihat kedekatan kami sebagai hoobae dan sunbae yang cukup akrab. Tak heran jika kami saling bercerita tentang masalah kami. Namun saat ini aku enggan untuk menceritakan apa yang kini kurasakan.

“YA! Mau pergi kemana? Aku belum selesai bicara, Jenni-ah..”

“Pulang. Nanti lagi saja, sepulang dari Jepang kau baru boleh bicara lagi padaku.”

“MWOYA???? Ya!! Mengapa kau malah seperti itu, eoh?”

“Sudah kubilang, aku sedang malas bicara. Dan mulai hari ini aku akan berhenti berbicara untuk sementara denganmu. Selamat menikmati tur mu di Jepang dengan silahkan temui, Kiko mu tersayang.” Aku langsung menarik tas ku dan berjalan keluar ruangan.

“Ada apa dengannya? Seperti bukan Jennie rasanya. Mengapa jadi dia yang marah padaku?” terdengar samar-samar suara GD oppa, sebelum aku menutup pintu ruangan.

“Ya! Aku masih mendengarnya oppa.”

“Ck, ck, ck. Arra, arra. Pulanglah. Hati-hati..”

“Ne, dan berhentilah mengutuki diriku.”

 

***

 

Hari ini Taehyun belum menghubungi Jennie sama sekali, pasti dia akan menunggu Jennie di lobby apartemen. Untuk mengulur waktu kepulangannya Jennie memilih beristirahat sejenak di lobby gedung YG.

“Kau tak berani pulang, Jennie-ah?” suara Taehyun terdengar jelas di telinga Jennie, namun matanya belum menemukan sosok namja berwajah flowerboy itu.

“Aku disini, chagi-ya...” Taehyun memeluk Jennie dari belakang, membuat gadis berambut gelombang itu terkejut.

“YA!! Lepaskan. Geumanhae, Taehyun-ah...”

Shireo, aku masih ingin seperti ini. Aku merindukanmu, Jenni-ah..”

“Wae? Ya, mukamu pucat...” Taehyun melepaskan pelukannya, menatap wajah Jennie yang terlihat sangat letih dan pucat.

“Aku hanya kelelahan. Kajja, antarkan aku kembali.”

“Duduklah sebentar. Tenangkan pikiranmu sejenak.”

“Hmm~”

“Apa ini ada hubungannya dengan artikel tentang ku?”

“Ani. Sudah kubilang aku hanya kelelahan, Taehyun-ah...”

“Aku yakin pasti berhubungan dengan hal itu. Tapi kumohon, tetaplah jaga kepercayaanmu untukku, Jenn... Aku berjanji tak akan menyakitimu..”

Perkataan Taehyun membuatku terharu, matanya menatapku dengan sebuah ketulusan. Bagaimana aku tidak menangis menghadapi hal ini? Antara kepercayaan dan realita, bisakah aku menyeimbangkan keduanya? Jennie terus berkata dalam hatinya.

“Aku akan tetap mempercayaimu, Nam Taehyun, aku janji..”

“Jinjja?” Taehyun tersenyum sambil mengusap airmata Jennie yang mulai menetes.

“Bukankah kau akan pergi ke Jepang? Kau tidak bersiap-siap?”

“Ne, aku sudah menyiapkan semuanya kok.”

“Buatlah penampilan yang sebaik mungkin, aku akan tetap memantau perform kalian nanti.”

“Ne, aggashi.. Senang melihatmu tersenyum kembali.”

“Aku mungkin akan tetap mengkhawatirkanmu di sana. Ah iya, Winner tv akan mulai syuting kan?”

“Heum, ne. Aku rasa aku akan terbiasa nantinya, sama seperti di variety WIN dulu.”

“Baguslah.”

“Aku yang sekarang mengkhawatirkanmu...”

“Wae?”

“Jagalah dirimu baik-baik, jangan terlalu berlebihan menguras energimu untuk latihan. Kau lebih banyak menghabiskan waktumu untuk hal ini. Rasanya kau memiliki jiwa leader, kuharap impianmu akan segera terwujud, Jenni-ah..”

“Ne, ne, oppa.... Algesseumnida..” Tak kuasa membendung rasa bahagia yang Jennie rasakan, dia memeluk Taehyun begitu erat.

“YA!! Jennie, Taehyun-ah...” Tanpa mereka sadari Dara dan Donghae sudah berada sekitar dua meter dari tempat mereka. Terlihat dengan refleks, Jennie melepaskan pelukannya.

“Aishhh..” Jennie mulai mengutuk diri sendiri. Taehyun hanya menggaruk-garuk kepalanya.

“Jennie, kau lupa apa yang kukatakan kemarin?” Dara bertanya dengan nada yang cukup serius. Kini Darahae menghampiri mereka dan duduk berhadapan.

“Aniyo eonni. Aku ingat. Mianhae..”

“Mianhaeyo, noona. Kami hanya..”

Belum sempat Taehyun menjelaskan, Donghae langsung memotong ucapan Taehyun.

“Ini bukan masalah besar, Dara, mereka hanya belum bisa memahami kondisinya. Jadi hanya perlu diingatkan saja untuk lebih berhati-hati.”

“Arraseo, tapi tak seharusnya kan, Hae? Aku takut mereka terluka.”

Jennie dan Taehyun hanya menatap sepasang kekasih di hadapannya. Dara dan Donghae memang sudah menjalin hubungan cukup lama, backstreet dari para fans. Dara memang sudah dibebaskan dari agensi untuk bebas berpacaran, tapi Donghae belum diizinkan meresmikan hubungannya kepada publik.

“Taehyun-ah…..” suara berisik tiba-tiba muncul dari arah pintu masuk. Seunghoon, Mino, dan Seungyoon datang menghampiri kedua pasang kekasih tersebut.

“Heol,, noona.. hyung?” Mino terkejut melihat ternyata ada DaraHae couple disini.

“Apa kalian benar-benar….?” Seunghoon pun tak kalah kagetnya melihat mereka. Sementara Seungyoon hanya senyum-senyum, ia telah mengetahui DaraHae couple dari Taehyun.

“Ah, ne, mianhae. Kurasa kalian baru mengetahuinya ya?” Dara terlihat merasa bersalah pada mereka, atau lebih tepatnya pada Mino. Bagaimanapun Mino sangat menyukai Dara dan dia pun mengetahui hal tersebut.

“Gwenchana noona, mereka hanya terkejut.” Seungyoon mencoba menenangkan suasana yang tidak karuan ini. Mino dan Seunghoon tersenyum pahit.

“Kurasa aku mengganggu disini, ya? Dara, aku tunggu diluar saja.” Donghae beranjak dari sofa, namun Dara menahan lengannya.

“Andwae. Sekarang ayo kita pulang saja.”

“Sebentar, bolehkah aku bertanya, Donghae hyung?” tanya Mino.

“Tentang apa?”

“Apa kau serius mencintai Dara noona?” pertanyaan polos Mino membuat mereka semua tersentak.

“Geurae, aku sangat mencintai noona kalian ini, dengan susah payah aku mendapatkannya. Jadi tak usah khawatir tentang hubungan kami. Aku akan menjaganya baik-baik..” jawab Donghae sambil merangkul Dara. Mendengar jawaban tegas Donghae cukup membuat Mino berdecak kagum.

“Baiklah. Aku sangat mempercayaimu, hyung.”

“Ne, gomapta.” Donghae tersenyum cute, disusul dengan Dara eonni.

“Ya sudah, kami akan pulang duluan. Kalian jangan pulang terlalu larut ya. Jennie, Taehyun, tetap rahasiakan hubungan kalian, bisa bahaya jika Hyun Suk appa mengetahuinya. Jaga sikap di luar dan dalam gedung YG, there’s too many spy.”

“Ne, arraseo, eonni..”

“Hati-hati ya. See you later noona..”

Darahae keluar gedung. Kini yang tersisa hanya member WINNER dan Jennie.

“Ya, ya, ya! Mwoya ige… Kenapa belum pada pulang?” Seungyoon mulai bersiap menginterogasi Jennie dan Taehyun.

“Mian oppa, tadi ada sedikit kesalahpahaman.”

“Sudah kuperingatkan pula, jaga sikap kalian. Jangan sampai ini menjadi boomerang yang siap membentur kondisi kalian kapan saja. Kita masih menjadi rookie di dunia entertain, lebih baik main aman, menahan semua urusan pribadi demi karir kita.”

“Ne…” Jennie dan Taehyun mengangguk pasrah.

“Tapi, mana Jinwoo hyung? Apa dia belum sampai?” Mino mulai melihat sekelilingnya.

“Ah iya. Apa dia tersesat lagi?” Seunghoon baru menyadari absennya member tertua.

“Jinwoo hyung sudah di Seoul saja tersesat, bagaimana di Jepang nanti. Ck…”

“Apa aku tertinggal sesuatu????” Jinwoo dengan nafas nya yang masih terengah-engah masuk terburu-buru sampai lobby.

“Wae, hyung? Habis maraton?” Mino berusaha menahan tawanya, ekspresi Jinwoo terlihat sangat lucu.

“Ini oppa, minumlah.” Jennie menyodorkan botol air minum miliknya.

“Ah ne, gomawo Jennie. Aku tersasar dan malah dikejar-kejar anjing. Keterlaluan.”

“Kkkk~ Makanya sudah kubilang untuk bersama berangkatnya, tapi kau malah menolak hyung..” Seunghoon mulai meledek hyungnya.

“Sudahlah, ayo pulang. BERSAMA-SAMA, tak boleh ada yang tidak ikut pulang lagi. Jennie, kau juga ikut bersama kami.” Seungyoon sebagai leader kini semakin menjadi bijaksana membimbing para member.

“Ne, oppa.”

 

***

 

Hari keberangkatan WINNER ke Jepang….

 

Nam Tae Hyun POV♫

 

Hari ini aku akan segera berangkat ke Jepang, dan Jennie belum menghubungiku sama sekali semenjak Winner Tv dimulai kemarin. Aku sudah berusaha menghubunginya, namun belum ada balasan apapun.

“Taehyun-ah, kajja. Sebentar lagi kita berangkat.” Seungyoon menepuk bahuku.

“Ne.”

“Hyung, kau sudah menemukan beberapa lirik untuk persiapan album kita nanti?” tanya Seungyoon pada Seunghoon hyung.

“Hm, kurasa di Jepang nanti akan menemukan banyak ide. Jadi tunggu saja.”

“Dengan melihat Taehyun yang tidak bisa mengalihkan perhatian dari handphone nya membuatku terinspirasi. Lirik lagu dengan bertema menunggu jawaban kekasih, apa cukup bagus?” Mino seolah sudah menemukan titik cerah dalam pikirannya.

“Whoahhhh!! Great! Aku pun memikirkan ide lain, hmm seperti sebuah cerita kehilangan seseorang yang biasanya bersama, kini pergi. Eotte?” Seungyoon kini terlihat sangat antusias.

“Ya! Kalian ingin memanfaatkan kondisiku untuk lirik lagu?”

“Lebih baik kan lirik lagu yang mencerminkan kehidupan sehari-hari, Taehyun-ah. Hyungdeul hanya berfokus pada kondisi mu yang terpisah jauh dengan Jennie saat ini.” Jinwoo hyung yang tadi terlihat tidur kini malah ikut membuka suara.

“Ah, terserah kalian kalau begitu.”

“Lalu, bagaimana denganmu? Kau sudah menemukan ide?” Mino balik bertanya padaku.

“Sudah, namun kurasa lirik buatanku lebih cocok untuk solo ku sendiri. Kekekeke.”

“Aisshh, maknae terlalu percaya diri, begitu jadinya.”

***

 

Menjadi guest star di konser BigBang telah selesai. Namun untuk keperluan Winner Tv, kami masih akan berkeliling sekitar Jepang, melakukan beberapa games dan hal-hal lain. Belum pasti akan berapa lama kami disini, yang jelas hal ini semakin membuatku tidak leluasa menghubungi Jennie.

“Lagu apa yang nanti kita cover ya?” tanya Seungyoon pada para member.

“Untuk menjelang episode terakhir ya? Bukan kah masih lama?” Jinwoo hyung malah balik bertanya.

“Kita akan melakukannya hari ini, tim editor akan mengedit setiap video, jadi akan mumpung kita berada di Jepang, semua akan dilakukan disini. Mereka yang mengatur tambah dan kurangnya setiap episode.”

“Heum, kita akan ke Hokkaido kan?” Wajah Mino hyung terlihat sangat berpikir keras memilih lagu yang akan kami coveri.

“Missing you, by 2NE1, eotte?” aku mengusulkan lagu ini, rasanya lebih baik aku mengekspresikan rinduku ini melalui lagu.

“Kedengarannya bagus. Geurae, kita lakukan. Seunghoon hyung, kau bisa mengurus setiap part rapp nya kan?”

“Ne, serahkan padaku, leader Kang..”

Ponselku berdering, akhirnya nama Jennie tertera juga sebagai pemanggil di ponselku.

“Yeoboseyo… Ya! Jennie-ah kemana saja? Mengapa baru mengabariku?”

“Mianhae, aku benar-benar berlatih terus sekarang. Hyun Suk appa menyita semua ponsel kami dua hari kemarin.”

“Wae? Apa sudah ditentukan tanggal debut? Bagaimana, solo atau masuk grup?”

“Ne, rencananya sekitar akhir tahun ini kami akan segera debut. Appa sangat menginginkan hasil yang memuaskan, makanya waktu kami lebih banyak tersita sekarang. Bagaimana dengan penampilan pertama kalian sebagai Winner? Menyenangkan?”

“Yap, dan kami sangat melakukannya dengan baik. Nanti kami akan mengcover lagu 2NE1 untuk keperluan variety, dan lagu ini kupersembahkan untukmu, Jenni-ah..”

“Jinjja?”

“Ne. Sekarang dimana, masih di ruang latihan?”

“Yap, dan aku sedang bersama seseorang disini..”

“Nugu?”

“Chanwoo~ Dia sangat tampan, dan cute.”

“Chanwoo, heol…. Kim Tan versi remaja itu?”

“Neeee….”

“Untuk apa dia di YG? Apa kau selingkuh..?” Aku terkejut mendengar penuturan Jennie, untuk apa Chanwoo berada disana? Apa dia sedang mencoba merebut Jennie dariku? Pikiranku mulai bercabang.

“Ani….. YG appa sedang mempersiapkan member baru untuk Team B. Dan ku harap kau jangan menceritakan ini kepada Bobby. Ini hanya Hyun Suk appa dan aku yang mengetahuinya.”

“Bagaimana bisa?”

“Aku tak sengaja memergoki mereka berbicara. Maka Appa mempercayakan rahasia ini padaku juga..”

“Baiklah, aku tak akan bertanya lebih lanjut.”

“Kau cemburu?”

“Tentu, bagaimana tidak, aku berada jauh darimu, dan sekarang malah asik berduaan dengan Chanwoo. Menyebalkan.”

“Jangan begitu, Taehyun-ah. I’ll protect my heart only for you….”

“Kupegang kata-katamu, ya. Ah, ada yang terlupa. Aku hampir menyelesaikan lirik laguku, dan ini bersumber dari dirimu, kau inspirasiku, Jennie-ah..”

“Jeongmal? Akh, cepatlah kembali…..”

“Ne, wait me…. Sudah ya, sebentar lagi kami akan berangkat.”

“Hmm…”

“Nanti akan kutelpon lagi..”

“Ne, arraseo. Hati-hati..”

“Annyeong..”

Entah mengapa aku sedikit mengkhawatirkan kondisinya saat ini. Namun aku tak bisa untuk tetap menghubunginya selama proses syuting Winner Tv. Kami, Winner sebentar lagi akan tiba di Hokkaido. Akan ada games yang akan disediakan oleh PD.

Hari ini olimpiade musim dingin versi Winner Tv akan dimulai.

“Ya, mwoya.. Kita akan balap lari di salju seperti ini? Kurasa Senghoon hyung yang akan menang.”

“Ani, aku akan berusaha menjadi yang pertama..” bantahku dengan percaya diri.

PD mulai membariskan kami, line pertama Seungyoo, kedua Mino hyung, ketiga Jinwoo hyung, keempat Seunghoon hyung, dan terakhir, aku.

Tanda kompetisi dibunyikan. Para member mulai berlari. Dan sesuai prediksi, Seunghoon mencapai garis pertama. Aku sedikit kehilangan keseimbanganku, dan akhirnya hanya mendapat posisi dua.

“Lihat, Mino hyung seperti polar bear yang sedang merangkak.” Seunghoon hyung meledek Mino yang masih belum sampai garis finish.

“Hosshh, hosshh..” aku lelah, aku lelah. Jinwoo hyung merebahkan badannya.

“Aigoo, saljunya dingin sekali…” Seungyoon mengusap-usap tangannya.

Kompetisi masih berlanjut hingga larut malam, dengan pemenang yang terakhir ditentukan yaitu, Seunghoon hyung, ia berhasil mengalahkan Jinwoo hyung di kompetisi arm wrestling. Sesuai janjinya, Seunghoon mentraktir kami.

“Taehyun-ah, bagaimana Jennie, sudah ada kabar lagi?” tanya Mino hyung setelah para kameramen pergi, memberikan waktu pribadi bagi kami.

“Molla hyung, tadi aku coba hubungi lagi, namun belum bisa.”

“Hati-hati lah untuk saat ini, jang

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

COPYRIGHT 2020 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK