SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > YouTube Syndrom

YouTube Syndrom

Share:
Author : Riidaumala
Published : 11 Sep 2014, Updated : 11 Sep 2014
Cast : Lee Donghae
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |415 Views |1 Loves
YouTube Syndrom
CHAPTER 1 : YouTube Syndrom‘Baby Hae, you are so adorable. You are pretty dependent,’ ‘Dying of donghaes adorableness!!’ ‘How can you be so adorable and so hot at the same time, Lee Donghae?’ ‘He is so amazingly hot here I can’t even.’ Yu-rui menggeleng samar setelah membaca beberapa komentar di salah satu video yang memperlihatkan dada Donghae tengah terekspos. Ia buru-buru menyentuh lambang panah back di ponselnya guna kembali ke beranda youtube yang menyajikan berderet video-video Lee Donghae yang siap untuk ditontonnya lagi. ‘Donghae, you still awesome as always,’ ‘Its something I can’t explain. He is like watching a really cute plushie.’ “Plushie?” Yu-rui mengerutkan dahinya. Bagaimana bisa donghae disamakan dengan boneka binatang. Dilihat dari sisi manapun, Donghae lebih cute jika di bandingkan dengan boneka berciri stuffed toy, soft, and cuddly tersebut. ‘Donghae Oppa, seriously, can I get any cutter than this?’ ‘I just wanted to go him and be like, ‘Oppa, I like youraegyo!’ ‘Why? Why you so cute? Why you make me falling in love with you? Why you so handsome? Why, Oppa?’ Satu sudut bibir Yu-rui terangkat. “Excessive,” ucapnya, mengomentari tulisan yang baru dibaca. ‘Oppa, I can’t live without you, I like everything about you, I wish I can hug and do everything with you.‘ “Oh My God!!” Yu-rui tak menyangka jika polah Donghae yang menceritakan bagaimana ia mengganggu Leeteuk yang sudah bersiap tidur dengan cara mematikan lampu membuat beberapa Fans se-antusias itu meninggalkan komentar yang pasti membuat dua bibir donghae melebar karena tersenyum. ‘Donghae is just adorable, he might be a little childish but he makes me want to protect him and love him forever.’ “Indeed.” Sambung Yu-rui mengamini tulisan yang ditangkap matanya. “He was more boyish than it appears.” “Stalking my video, huh?” Yu-rui menoleh ke kanan, ke arah pintu masuk kamarnya. Mendapati Lee Donghae dengan senyum tiga jari yang telihat semakin manis dengan pupil mata yang menyipit berdiri menopang tubuhnya dengan menyandarkan bahu kirinya di sisi pintu sementara dua tangannya bersedekap dada. Yu-rui yang tidak menjawab pertanyaan Donghae dan malah membuang muka lebih memilih melanjutkan kesibukannya bermain ponsel, membuat lelaki itu mempunyai alasan untuk tidak berlama-lama tidak mendekat ke arahnya. Ia menyibak selimut dan mengisut ke tengah ranjang. Menyusup di bawah selimut lalu membaringkan kepalanya di pangkuan Yu-rui yang duduk menyandar di kepala ranjang. “Video apa yang kau lihat, yang membuatmu sampai tak menyadari kedatanganku, Sweetie?” “Something that make me slightly humble.” “What is it?” “You and your thousands of fans.” Donghae sedikit mendongakkan wajahnya, bersemu muka dengan wajah Yu-rui yang baru saja menundukkan kepalanya. “What did they write?” Tanyanya. “Praise, confession, and a lot of hope. As always.” Jawab gadis itu dengan sedikit memutar mata. Yah, seperti biasa. Pujian untuk ketampanan Donghae yang diakui dan menjadikannya visual number two dalam grup-nya, pengakuan bahwa keberadaannya menjadi kesayangan semua orang, dan harapan untuk menjadi pemilik tungal seluruh hal yang berkaitan dengan Lee Donghae, kekasihnya. “Kau cemburu, aku bisa merasakannya sekarang.” “What?!” Yu-rui sedikit memekik, tidak setuju dengan tuduhan Donghae yang dilontarkan untuknya. “Apa mungkin kau juga diam-diam meninggalkan komentar dengan nama samaran, Sweetie?” Lanjut Donghae. Lelaki itu menikmati wajah Yu-rui yang tengah digodanya. “Mungkinkah kau menulis, ‘Donghae Oppa, you’re my everything. Would you marry me?’ seperti itu?” “Imposibble. I never…“ Donghae mengecup kilat bibir Yu- rui dan meninggalkan rona merah yang mendadak muncul di kedua pipi gadis tersebut. “Aku pasti akan menemukan ID samaranmu, Yu.” Yu-rui letakkan telapak tangan kanannya di atas kepala Donghae. Mengelus rambut Donghae dan membiarkan helainya menyusupi sela jari tangannya. “Sometime, I want to be the most selfish person in the earth. Imprisoned you in the house, and doesn’t allow other people staring at you.” Donghae membuka kelopak matanya yang sempat menutup akibat kegiatan tangan Yu-rui. “Maka seperti itu,” tutur Donghae pelan, sembari menangkup tangan kiri Yu-rui untuk digengamnya. “Asal kau tidak telat memberiku makan, aku pasti tidak akan menolaknya.” Yu-rui mendenggus. “Bukan saatnya melucu, Hae!” Donghae tertawa. “I can act cute more than this.” “Really?” Balas Yu-rui sembari menyibak poni Donghae. Ia menunduk dalam, lalumengambil ciuman yang sempat dicuri Donghae tadi. “I’m more cute, isn’t it?”
Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

january
Jumat, 24/10/2014 17:35
0
kok g di lanjutin, pdhal bagus lho
POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK