SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > A Promise

A Promise

Share:
Author : yurimaudi
Published : 27 Jul 2014, Updated : 27 Jul 2014
Cast : Mark, Jackson, JB, Jr, Bambam, Youngjae, Yugyeom (GOT7), Yerin (15&)
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |18226 Views |0 Loves
A Promise
CHAPTER 1 : Secret

Mark OPV

“Jackson, aku keluar sebentar.”

“Mau kemana hyung ? Ini sudah malam ?” ucapnya sambil memegang tanganku

“Tidak apa, aku takkan lama.”

Aku keluar tanpa sepengetahuan member yang lain. Aku tak mau ada yang tahu selain Jackson. Aku pergi untuk bertemu dengannya, Yerin.

“Maaf aku membuatmu menunggu.”

“Gwaenchanha, oppa. So, kita langsung saja kesana.”

“Iya.” Aku pun menarik tangannya dan membawanya ke mobil. Kami pergi menginap di hotel dan menjamin bahwa tak ada satupun yang tahu karena aku dan Yerin memakai pakaian yang tebal juga memakai masker hitam beserta kacamata hitam.

Sesampai di kamar hotel .....

“Oppa, sampai kapan kita akan terus seperti ini ?”

“Belum waktunya, Yerin. Tunggulah, kau juga tahu kalau Yugyeom menyukaimu.”

“Tapi, oppa.....”

Aku tak ingin mendengar keluhan apapun darinya, dengan segera aku mencium bibirnya dan kami tidur bersama.

****

Di pagi hari, Ruang Latihan Dance

“Jackson, dimana Mark ?” tanya Jaebum

“Entahlah, hyung. Dari semalam dia pergi dan sekarang belum kembali juga.” Kata Jackson

“Kau tak tahu dia pergi kemana ? Kenapa kau tak memberitahuku ?”

“Dia bilang bahwa dia akan segera kembali tapi tidak. Aku sungguh tak tahu dia dimana, mianhae hyung.” Kata Jackson

“Sudahlah, tak perlu di permasalahkan. Ini masih pagi lagipula Mark hyung sudah dewasa. Kita tunggu saja dia sampai kembali.” Kata Jinyoung

“Aku akan tanya dia dimana, aku ambil smartphone ku dulu di kamar.”

“Cepat hyung.” ucap Bambam

Jackson POV

Aku sangat kesal dengannya, sungguh. Dia membohongiku. Ini untuk yang pertama kalinya. Dan juga aku terlihat ceroboh di depan Jaebum hyung. Ini sangat menjengkelkan. Aku takkan membiarkan Mark hyung biasa saja dengan semua ini. Iya, aku harus menelponnya.

.............

“Hyung, kau dimana sekarang ? Kenapa belum kembali juga ? Kau tahu kan pagi ini kita harus latihan.”

“Oh, mian Jackson. Aku ketiduran di rumah teman.”

“Teman ? Siapa ? Kau tak pernah terlihat dekat dengan siapapun.”

“Ah, i.. itu hanya sebatas teman alumni SMP ku. Dia sedang berlibur disini, jadi aku menemaninya.”

“Cepatlah kembali.”

“Iyaaa.”

Belum sempat aku matikan telepon ini, aku mendengar suara wanita. Sangat jelas sekali. Seperti suara dari seseorang yang ku kenal. Sangat tidak asing.

“Oppa, siapa ?”

Iya aku mendengar suara itu sangat mirip dengan.... Yerin. Iya aku yakin itu Yerin! Saat aku ingin bertanya, teleponku sudah diputus oleh Mark hyung. Ini bukan mengada-ada. Aku akan tanya setelah dia kembali. Aku harus ke ruang latihan dance sekarang.

 

#Ruang Latihan Dance

“Jadi, dimana Mark hyung ?” tanya Bambam

“Dia bilang dia masih dirumah temannya.”

“Teman ? Dia hanya dekat dengan kita.” Ucap Jaebum

“Entahlah, aku rasa dia berbohong. Aku sudah malas membicarakannya.”

Tiga jam menunggu di ruang latihan akhirnya dia kembali, Mark hyung.

“Kau darimana saja ?” tanya Jaebum

“Aku akan ganti baju terlebih dahulu, baru kita latihan.”

“Hya! Aku tanya kau itu darimana ?” bentak Jaebum

“Hyung, sudah. Biar saja aku yang bicara dengannya.” Ucapku berdiri di depan Jaebum hyung lalu aku menarik tangan Mark sampai ke kamar.

Karena aku terlalu kesal padanya, aku pun mendorongnya hingga dia jatuh di kasur.

“Aku akan jujur hyung. Aku mulai membencimu, kau bohong padaku!”

“Jangan sok tahu, Jackson. Keluarlah, aku ingin ganti baju.”

Aku memukul bahu sebelah kanannya.

“Aku mendengar suara Yerin bertanya oppa siapa. Kau mau bohong juga tentang hal itu ?”

Dia menutup mulutku dengan tangannya dan membisik di telingaku sambil berkata “Hanya kau yang tahu Jackson. Diamlah atau tak ku maafkan kau.”

Aku melepaskan tangannya dari mulutku. Seenaknya saja setelah dia membohongiku sekarang dia mengancamku ? Dia merasa hebat sekarang. Aku tak tahan, muak. Aku memilih untuk keluar dari kamar.

 

#Ruang Latihan Dance

“Kau tak apa-apa Jackson ? Kau terlihat kesal.” Tanya Jinyoung

Aku tak bisa bilang apapun karena Jinyoung benar, aku sedang kesal. Latihan pun berjalan lancar seperti biasa. Dan selama istirahat, aku yang biasa selalu bersama Mark hyung kini lebih memilih duduk di sebelah Yugyeom.

“Gwaenchanha hyung ?” tanya Yugyeom

“Tak apa.”

“Hyung.” teriak Bambam

Bambam, dia adalah member yang sangat memahamiku selain Mark. Dia melemparkan minuman berenergi dingin padaku. Aku rasa dia tahu apa yang ku rasakan saat ini. Kalau tidak, mana mungkin dia harus melemparkan minuman padaku ? Dia tahu kalau aku sedang kesal dengan Mark hyung. Dan aku mengerti Bambam, dia memilih Mark hyung karena dia tahu Mark hyung terlalu pendiam. Mark hyung butuh seseorang di sebelahnya agar dia tidak sendirian. Aku ? Aku dekat dengan semua member, aku selalu bahagia dengan yang lain meskipun kebahagiaanku berbeda saat aku bersama Mark hyung dan member lain.

****

Mark OPV

#Di kamar Mark Jackson

“Kau masih ingin mendiamkan ku ?”

“Jangan membuat hal ini makin besar, hyung. Kau seharusnya tahu betapa kesalnya aku.”

“Ara! Mian, ini belum waktunya untukmu tahu. Jackson, kau satu-satunya yang aku percaya. Kau harus percaya padaku. Aku akan memberitahumu, kau lah yang akan menjadi orang pertama yang ku beritahu.”

Aku merasa sia-sia bilang seperti itu padanya. Jackson, dia membalikkan badan dan memasang earphone. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku tahu dia sangat kesal. Bagaimanapun juga aku dan dia pernah berjanji bahwa tak ada rahasia yang di tutupi karena kami teman sekamar. Meskipun aku masih belum memahami perasaan Jackson sepenuhnya tapi aku terus mencoba untuk memperdulikannya. Dia orang yang aku sayang. Dia sangat berharga. Mungkin, aku dan Jackson harus tetap bersama sampai kami benar-benar tahu apa yang kami rasakan.

“Jackson, lihatlah aku.”

Dia tetap tidak membalikkan badan ke arahku. Aku hanya bisa memeluknya dari belakang.

“Jeongmal mianhae, Jackson.” Aku keluar dari kamar. Aku tak peduli dia mendengar permintaan maafku atau tidak.

****

Jackson POV

Sudah seminggu aku tak bicara satu katapun dengan Mark hyung. Ini aneh. Entah kenapa aku melakukan ini padanya. Aku tak betah, rasanya aku ingin tidur sekamar dengan Bambam. Mungkin, aku harus meminta pada Yugyeom.

#Di kamar Yugyeom-Bambam

“Yugyeom-ssi.” Aku menuju ke kasur Yugyeom. Bambam hanya melihatku dari kasurnya.

“Waeyo, hyung ?”

“Boleh tidak kalau dua minggu ini aku tidur dengan Bambam ? Kau tahu kan, he’s my baby.”

*Bambam laugh

“Memang kenapa dengan Mark hyung ? Kau sudah akrab dengannya lagipula aku sudah nyaman tidur bersama Bambam. Karena dia seumuran denganku, hyung.”

“Jaebal, Yugyeom. Haruskah aku berlutut ?” aku melihat ke arah Bambam

“Aku mohon, Yugyeom. Biarkan aku tidur dengan Jackson hyung.”

“Baiklah tapi tidak selama itu hyung. Bagaimana jika hanya lima hari ?”

“Hey! Yugyeom!” bentak Bambam

“Keep calm Bambam.” Aku membungkam mulutnya dan segera menganggukkan kepala dengan senyuman tipis di bibirku. Finally, Yugyeom pergi ke kamarku dan Mark hyung.

“Hyung, kau masih kesal dengan Mark hyung ?” tanya Bambam padaku

“Iya, aku benci dia membohongiku.”

“Hyung, kau tak boleh seperti itu. Kasihan Mark hyung. Dia membutuhkanmu. Kau tahukan dia terlihat murung, kau hanya bluffing dengan yang lain tapi tidak membuatnya tertawa.”

“Sudahlah, Bambam. Dia seharusnya sadar yang dilakukann nya itu salah.”

“Kalau boleh tahu, kau mau cerita padaku tentang kebohongannya ? Aku akan membantumu, hyung.”

“Tidak, kau masih terlalu kecil.”

“I gotta. Pasti masalah yeoja ?”

“Sudahlah, dia bukan satu-satunya yang harus kita pedulikan.”

“Kau kejam, hyung.”

Aku membaringkan diri di kasur Yugyeom, memejamkan mataku. Aku tak perdulikan kata-kata Bambam. Sungguh, aku ingin semuanya selesai. Aku ingin Mark hyung menarikku ke kamar dan jujur padaku. Aku sangat lelah bersikap dingin kepadanya.

****

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

fransiscasteffi
Minggu, 27/07/2014 17:23
0
hai, chingu! ^^
mind to exchange likee? n_n
jd chingu like ff aku duluan,
ntar aku like back ff chingu dehh... <3
POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2020 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK