SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Forum & Community
Dreamers Market
Dreamers TV
Fan Fiction
Hei-Yu
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Baby You're Not A Monster

Baby You're Not A Monster

Share:
Author : missxxvi
Published : 27 Jul 2014, Updated : 27 Jul 2014
Cast : A Pink Chorong, A Pink Naeun, Sistar Hyorin, Sistar Bora, Sistar Soyou, Sistar Dasom, Soomin
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |694 Views |1 Loves
Baby You're Not a Monster
Synopsis

Synopsis:

A story about a sister who really loving her little sister, no matter what. Even if her little sister is a… monster.

 

***

 

Baby You’re Not a Monster

 

Petir masih terus bergemuruh di luar sana dalam malam yang gelap di iringi dengan hujan menambah kesan malam itu terlihat menekam.

Terlihat seorang wanita cantik yang menyandang gelar Putri Kerajaan berada di dalam ruangan bawah tanah tempat yang seharusnya dia tidak datangi karena tidak pantas seorang Putri Kerajaan berada di tempat gelap dan terlihat sangat kotor seperti saluran air tempat dimana para tikus bersembunyi. Seharusnya ia berada di dalam istana mewah duduk di kursi kerajaan dengan beberapa pengawal di samping nya. Tapi tidak untuk Putri yang satu ini, kenali ia Park Chorong, seorang anak kerajaan dari sepasang Raja dan Ratu Park. Tetapi bukan hanya dia yang menjadi anak kerajaan, masih ada satu lagi, ya satu lagi ia memiliki seorang adik perempuan yang seharusnya mendapat gelar Putri bersama sang kakak, namun yang ia dapatkan selama ia terlahir di dunia ini adalah ejekan, cacian, dan pandangan jijik serta takut dari orang lain yang melihat nya atau pun hanya sekedar tahu tentang nya. Sebenarnya apa masalah orang-orang melakukan itu pada nya? Bukan kah dia seorang Putri juga? Dan bukan kah seorang Putri itu cantik, baik hati, memiliki sopan santun, dan bersikap baik lainnya? Kenapa semua orang melakukan hal itu terhadap nya? Apa dia seorang... monster?..

Sang Putri, Park Chorong terus menatap dalam gelap melalui celah kecil yang ada di pintu besi di hadapan nya seperti pintu biasa yang ada di sel tahanan penjara. Ia terus saja melihat ke dalam tepat nya di ujung ruangan itu ada seseorang dengan tangan dan kaki di rantai besi dengan sangat kuat, seakan orang itu adalah monster yang siap menerkam semua orang. Namun itu lah yang orang lain pikirkan tentang dirinya, semua menyebut nya seorang monster.

Tiba-tiba orang itu yang sedari tadi duduk menyender di ujung ruangan sambil memeluk lutut nya dan memejamkan mata nya tiba-tiba langsung membuka mata dan menoleh kan kepala nya cepat ke arah sang Putri yang masih setia menatap nya.

"Mau apa kau?! Pergi!" teriak orang itu terhadap sang Putri. Hey memang nya siapa dia sampai berani berkata kasar seperti itu pada Putri?

"Naeun-ah.." lirih Chorong sambil terus menatap nya.

"Pergi! Aku adalah monster, lebih baik kau pergi!" Teriak gadis yang ternyata bernama Naeun itu.

"Tidak Naeun-ah, kau bukan monster. Kau adik ku, dan aku kakak mu. Apa kau lupa? Bahkan setiap hari aku selalu mengingatkan mu akan hal itu" dan ternyata seorang gadis yang tangan dan kaki nya di rantai besi itu adalah Naeun, adik Chorong. Entahlah ada apa dengan nya, kita masih belum bisa melihat nya dengan jelas karena ia masih berada di pojok ruangan yang minim nya pencahayaan. Dan satu hal yang perlu kalian ketahui, setiap hari pasti Chorong selalu menyempatkan diri nya untuk menjenguk sang adik tersayang namun tentu saja sang adik tidak pernah menyambut nya dengan hangat, yang ada hanya umpatan kasar yang menyuruh sang kakak pergi dan menjauhi nya. Hey sebenarnya ada apa dengan diri nya?

"Tidak! Apa kau buta? Aku ini monster!" teriak Naeun lalu berdiri cepat dan berniat berlari sampai ke pintu dimana Chorong terus menatap nya namun karena rantai di kaki dan tangan nya ia tertahan dan tidak sampai ke pintu itu. Chorong sudah menahan nafas nya saat sang adik berlari ke arah nya dan untung saja dia tidak bisa meraih pintu itu. Dan sekarang terlihat jelas sudah sosok seorang Naeun. Kalian pasti akan terkejut saat melihat nya. Lihatlah gaun putih nya yang kusam dan sobek di beberapa bagian tidak seperti milik Chorong yang begitu indah, seluruh tubuh nya yang kotor tidak seperti Chorong yang putih bersih, lalu rambut nya yang berantakan tidak seperti Chorong yang memiliki rambut hitam panjang bergelombang yang sangat indah, dan terlebih wajah nya.. wajah nya bisa di katakan seperti monster atau apapun itu, lihatlah wajah dan kulit nya yang berwarna hitam seperti abu-abu layak nya mayat hidup dan aneh nya lagi bagian wajah nya retak dan terlihat terkelupas. Bagaimana itu bisa terjadi? Tidak pernah ada manusia yang memiliki wajah atau bagian tubuh lain yang dapat retak kecuali tulang itu pun ada di bagian dalam, tapi ini..

"Tapi Naeun-ah.. Bagaimana pun juga kau tetap adik ku" ucap Chorong lirih masih berusaha meyakinkan sang adik.

"Tidak! Pergi! PERGIIII!!!" Naeun berteriak dan meronta-ronta kencang ingin berusaha menarik rantai itu namun tak bisa. Tak berapa lama beberapa pengawal istana pun datang dan langsung membawa sang Putri, Chorong untuk kembali ke istana. Chorong hanya menatap sendu saat beberapa pengawal istana yang berbadan besar dan berwajah garang bersusah payah menenangkan Naeun.

Chorong menghela nafas nya saat ia sudah berada di dalam kamar nya yang terbilang mewah dengan interior ala istana kerajaan itu. Ia langkah kan kaki nya menuju balkon kamar nya dan menatap hamparan taman luas yang ada di pekarangan istana. Ia memejamkan mata nya, kejadian masa lalu yang sungguh pahit berputar di memori nya. Kejadian yang menyebabkan sang adik menjadi seperti sekarang ini.

 

FLASHBACK

"Mau apa kau datang kesini Soomin?!" ucap sang Ratu lantang.

"Mau ku? Tentu saja menghancurkan kalian!" balas wanita yang menggunakan pakaian serba hitam itu yang kita ketahui bernama Soomin.

"Apa tidak cukup kau membunuh suami ku hah?!" sang Ratu benar-benar kesal di buat nya.

"Apa kau bilang? Aku? Membunuh suami mu? Bukankah kau penyebab suami mu itu mati?" kekehan keluar dari mulut jahat nya itu.

"Apa maksud mu?" sang Ratu mengerutkan kening nya heran.

"Kalau saja waktu itu kau rela memberikan gelar Ratu mu kepada ku, aku mungkin tak akan melakukan itu semua" senyum licik terpatri di wajah Soomin.

"Kau benar-benar keterlaluan Soomin! Lalu sekarang apa mau mu hah?!" teriak sang Ratu.

"Wow pelan-pelan saja tak perlu berteriak seperti itu kakak ku yang cantik" Ratu hanya mendenguskan nafas nya kasar saat mendengar ucapan Soomin.

"Ku dengar kau sekarang sedang mengandung eoh? Wah kasihan sekali ternyata kau baru tau kalau kau sedang hamil setelah suami mu mati. Kasihan sekali anak mu itu" Ratu semakin kesal di buat nya.

"Lalu apa mau mu? Cepat katakan!" sang Ratu sudah benar-benar tidak sabar lagi menghadapi sang penyihir jahat itu.

"Kenapa terburu-buru sekali? Apa kau sudah tidak sabar ingin merasakan penderitaan mu setelah ini?" Soomin menaikan sebelah bibir nya yang menghasilkan smirk jahat nya.

"A-apa maksud mu?" Ratu sungguh di buat bingung dengan ucapan Soomin.

"Maksud ku adalah... ini"

"AAAHHHH" tiba-tiba saja kabut hitam mengelilingi sang Ratu di iringi jeritan dari sang Ratu. Pengawal istana pun kewalahan ingin menolong sang Ratu karena tertutup kabut hitam.

"Setelah ini ku pastikan hidup mu menderita! Kupastikan anak yang ada di kandungan mu itu menjadi monster! Hahaha" setelah itu Soomin sang penyihir jahat menghilang bersama kabut hitam. Sang Ratu sudah tergeletak lemas di lantai saat kabut hitam yang ada di sekeliling nya hilang bersama sang penyihir jahat. Beberapa pengawal istana langsung membantu sang Ratu dan membawa nya ke kamar nya.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Dan sihir Soomin benar-benar terjadi pada anak yang berada di dalam kandungan sang Ratu. Tentu kejadian ini menggemparkan rakyat, hingga suatu hari saat sang anak yang bertumbuh dengan cepat itu benar-benar menjadi monster dan hampir menerkam seorang rakyat yang ada di sana. Setelah kejadian itu, hampir seluruh rakyat datang beramai-ramai ke istana dan menyuruh sang Ratu memusnahkan anak nya yang menjadi monster itu. Namun bagaimana pun juga sang Ratu masih menyayangi anak nya sehingga ia memutuskan mengurung anak nya itu di ruang bawah tanah dengan penjagaan ketat termasuk di rantai agar ia tidak bisa kabur. Baru lah rakyat menerima keputusan sang Ratu saat mereka mulai merasa aman tanpa ada nya ancaman dari anak Ratu yang menjadi monster itu.

.

Chorong membuka perlahan mata nya dan cairan bening berhasil lolos dari mata indah nya begitu saja. Tentu saja ia tahu akan hal itu, bahkan ia lebih dari sekedar tahu karena ia menyaksikan semua nya. Ia benar-benar melihat semua, termasuk saat Soomin sang penyihir jahat memberikan sihir itu kepada sang Ratu.

"Aku harus menemukan cara bagaimana pun untuk menghilangkan sihir itu dari tubuh Naeun, sudah cukup selama 16 tahun dia hidup seperti ini" gumam Chorong.

Sudah lebih dari sebulan ini Chorong mencari informasi mengenai cara menghilangkan kutukan sihir dari penyihir Soomin. Namun hasil nya tetap nihil. Chorong sempat putus asa setelah ia sudah mengelilingi seluruh desa terdekat namun tak ada juga yang bisa membantu nya. Sekarang ia sedang menunggangi kuda nya sendiri di tengah malam melewati hutan untuk kembali ke istana nya. Ia memang lebih suka berpergian sendiri karena ia tidak terlalu suka saat ia harus di kawal dengan pengawal istana menyebabkan orang lain harus sangat hormat di depan nya, yaa walaupun ia tetap di hormati tapi ia tidak terlalu suka jika terlalu mencolok dengan membawa sang pengawal. Saat di tengah-tengah perjalan Chorong melihat seseorang duduk di bawah pohon. Segera saja Chorong menghentikan kuda nya dan turun menghampiri orang itu.

"Maaf, permisi.." ucap Chorong pelan sambil menatap seorang kakek tua yang duduk di bawah pohon sambil memejamkan mata nya. Bisa di lihat pakaian kumuh nya dan kain gendongan lusuh yang entah apa isi nya itu.

"A-annyeong" ucap Chorong lagi dan kali ini berhasil membuat sang kakek membuka mata nya.

"Oh annyeong" ucap sang kakek kaget saat melihat seorang gadis yang ia ketahui ada Putri Kerajaan itu. Cepat-cepat sang kakek berdiri dan membukuk hormat.

"Ahh ani, tidak usah seperti itu" Chorong kaget saat tiba-tiba sang kakek membukuk hormat di hadapan nya, cepat-cepat saja ia menyuruh sang kakek menegakan badan nya kembali.

"Bu-bukankah kau Putri Kerajaan? Park Chorong?" tanya sang kakek masih dengan ucapan formal dan sopan nya. Chorong yang mendengar nya hanya tersenyum.

"Ne, Park Chorong imnida" ucap Chorong sambil membungkuk sopan.

"Apa yang Tuan Putri lakukan di sini? A-anu maksud saya di hutan ini tengah malam.." tanya sang kakek bingung.

"Aku baru saja dari desa yang berada di selatan" sang kakek malah mengkerutkan kening nya heran.

"Sendirian?" tanya sang kakek lagi saat memastikan kalau sang Putri benar-benar sendirian.

"Ne" ucap Chorong masih dengan senyum nya.

"Maaf kalau saya lancang, tetapi apa yang Tuan Putri lakukan?" sang kakek benar-benar penasaraan rupa nya.

"Ahh anu.. Ahjussi tau kan tentang adik ku?" lalu sang kakek hanya menganggukan kepala nya.

"Aku sedang berusaha mencari informasi cara untuk menghilangkan sihir yang ada di tubuh adik ku.. Namun aku sudah mengunjungi seluruh desa dan hasil nya nihil" sang kakek bisa melihat raut wajah kesedihan saat sang Putri mengucapkan itu.

"Aku tau siapa yang dapat membantu Tuan Putri untuk menghilangkan sihir itu" Chorong langsung menatap serius sang kakek.

"Be-benarkah?"

"Ne, seperti nya SiSTAR dapat membantu mu"

"SiSTAR?" tanya Chorong bingung.

"Ne, SiSTAR merupakan sebutan untuk dewi bintang di jaman nenek moyang dulu"

"Jadi mereka adalah dewi bintang? Lalu bagaimana cara aku menemui nya? Aku sungguh ingin melenyapkan sihir itu dari tubuh adik ku agar dia bisa hidup bahagia setelah nya" ucap Chorong sambil membayangkan sang adik.

"Kau harus menunggu saat bulan purnama tiba, tepat nya 13 hari setelah ini yaitu pada tanggal 8 Agustus kau pergilah ke atas bukit yang ada di balik hutan sebelah utara sana. Saat itu SiSTAR akan turun dari langit dan semoga bisa membantu mu"

"Terima kasih, terima kasih banyak. Aku tidak tahu bagaimana jika aku tidak bertemu dengan ahjussi saat ini. Jeongmal gomawo" Chorong menangis senang karena ia yakin setelah ini adik nya akan merasakan kebahagiaan hidup nya tanpa ada rasa takut dari orang lain yang melihat nya.

"Ne, semoga bisa membantu Tuan Putri. Dan seperti nya aku harus pergi, permisi" ucap sang kakek lalu membukuk kepada Chorong. Namun sebelum ia melangkah kan kaki nya, Chorong menahan nya.

"Tu-tunggu! Aku tidak tau bagaimana cara berterima kasih pada mu, tapi saat ini aku punya ini. Ambillah" sang kake tersenyum dan mengambil kantung yang ternyata berisi persediaan makanan di dalam nya.

"Gomawo" ucap sang kakek lalu benar-benar pergi dari sana. Setelah itu Chorong pun kembali menunggangi kuda kembali ke istana nya.

 

.

.

 

Tanggal 8 Agustus pun tiba. Ketika sore menjelang, Chorong sudah menunggangi kuda nya berjalan di dalam hutan ke arah bukit yang berada di utara. Dalam perjalanan ia selalu berdoa dalam hati agar usaha nya tak sia-sia.

Setelah beberapa jam dan sudah memasuki malam hari, Chorong akhirnya tiba di atas bukit tersebut. Ia melihat sekitar namun hanya ada diri nya disana. Chorong menatap langit dan melihat lurus ke arah bulan.

"Bulan purnama.. aku benar-benar berharap kali ini aku berhasil" gumam Chorong sambil menutup mata nya. Perlahan ia membuka mata dan betapa terkejut nya ia saat melihat ada empat wanita cantik berpakaian serba putih di hadapan nya saat ini.

"Ka-kalian.. SiSTAR?" tanya Chorong hati-hati. Lalu ke-empat wanita cantik itu tersenyum.

"Ne.. kami SiSTAR, dewi bintang.. Dan kau?" ucap salah satu sang dewi bintang pada Chorong masih dengan senyum manis nya.

"A-aku Park Chorong" Chorong membungkuk kaku dan di balas dengan senyum dari sang dewi bintang yang baru saja menanyai dirinya.

"Aku Kim Hyorin. Kau sangat beruntung sekali Chorong-ssi" ucap sang dewi bintang yang ternyata bernama Hyorin itu.

"Ne?" Chorong bingung apa yang di maksud beruntung dalam hal ini.

"Kau beruntung karena bisa melihat kami. Dan perkenalkan aku Kim Dasom" ucap salah satu sang dewi bintang lagi yang bernama Dasom.

"Ne, hanya satu orang beruntung yang dapat melihat kami setiap tahun nya. Perkenalkan aku Yoon Bora" salah satu sang dewi bintang lagi-lagi berbicara dan memperkenalkan diri.

"Lalu apa kau memiliki tujuan khusus datang kemari? Kami dapat mewujudkan permintaan mu Chorong-ssi. Dan oh ya, aku Kang Soyou" Chorong mengerjapkan mata nya seakan tersadar akan tujuan nya kemari setelah semua sang dewi bintang memperkenalkan diri.

"Ne tentu. Bisakah aku meminta satu hal?" tanya Chorong dan di jawab anggukan dari sang dewi bintang.

"Jadi..." Chorong mulai menceritakan kejadian yang menimpa sang adik dan mengatakan apa tujuan nya datang menemui SiSTAR.

"Jadi kau ingin kami membantu mu untuk menghilangkan sihir yang ada di tubuh adik mu?" tanya sang dewi bintang, Dasom. Chorong hanya menganggukan kepala nya.

"Seperti nya itu bukan hal yang sulit" ucapan sang dewi bintang, Soyou membuat Chorong tersenyum senang.

"Be-benarkah? Kalian bisa membantu ku?" tanya Chorong dan di jawab anggukan dari sang dewi bintang.

"Aku akan membuat ramuan khusus yang berisikan ramuan dari para dewi bintang yang nanti nya akan melenyapkan sihir yang ada di tubuh adik mu dan akan membuat diri nya yang tadi nya seperti monster akan menjadi seperti mutiara" Chorong benar-benar tersenyum senang mendengar sang dewi bintang Hyorin mengatakan itu, ia sungguh berharap ramuan ini akan berhasil dan dapat memberikan sang adik kehidupan yang normal sebagai Putri Kerajaan seperti sang kakak.

"Sebentar, biarkan kami mewujudkan nya dulu" Chorong hanya tersenyum dan menganggukan kepala nya saat mendengar ucapan sang dewi bintang, Bora. Setelah itu para dewi bintang mendekatkan diri dengan tangan yang saling bertautan, tak lama tiba-tiba cahaya putih menguar dari diri mereka. Chorong yang melihat nya hanya menatap takjub, menurut nya pemandangan di hadapan nya sangat indah. Tak selang berapa lama SiSTAR sudah menyelesaikan ramuan yang di sekarang mereka berikan ke Chorong.

"Ini.. ramuan ini bernama SHINZU'I" Hyorin memberikan sebuah mangkuk yang lebih terlihat seperti cangkang kerang yang berisikan air berwarna bening yang mungkin orang lain berpikir itu hanyalah air biasa.

"Kau harus pastikan adik mu meminum semua nya sampai habis" ucap Bora saat Chorong sudah menerima ramuan itu.

"Ne, aku akan langsung meminumkan nya kepada adik ku. Tapi, apakah ini pasti akan berhasil?" pertanyaan Chorong membuat ke-empat dewi bintang itu tersenyum.

"Tentu saja, kau tidak perlu khawatir. Tidak ada yang bisa mengalahkan ramuan dari dewi bintang" terang Soyou.

"Seperti nya kami sudah harus kembali, sebentar lagi sudah pergantian hari" ucap Hyorin yang memang benar karena sekarang sudah tengah malam dan akan berganti menjadi hari esok.

"Jeongmal gomawo.. aku tidak tau harus berterima kasih bagaimana pada kalian.. gomawo, jeongmal gomawo" ucap Chorong bersungguh-sungguh.

"Ne, kau hanya perlu pastikan adik mu hidup bahagia setelah ini. Kami akan melihat nya dari atas sana" ucap Dasom sambil tersenyum.

"Baiklah seperti nya sudah saat nya kami pergi. Annyeong" ucap Hyorin lalu cahaya putih mengelilingi mereka sampai mereka tak terlihat lagi, lalu cahaya putih itu menghilang mengarah ke atas langit.

Chorong langsung beranjak dari sana saat sudah memastikan bahwa SiSTAR sudah benar-benar tidak ada. Ia kembali berjalan menunggangi kuda nya kembali ke istana nya. Tidak lupa ia membawa baik-baik ramuan yang sudah di kasih SiSTAR untuk sang adik. Semoga ini berhasil, ucapnya dalam hati.

Akhirnya Chorong tiba di istana nya saat matahari sudah hampir menampakan diri nya. Langsung saja ia berjalan cepat tanpa menghiraukan para pengawal nya menuju bawah tanah tempat sang adik di kurung.

"Naeun-ah.." lirih Chorong saat sudah berada di depan pintu besi itu.

Naeun hanya diam meringkuk di ujung sana tak menghiraukan lirihan sang kakak. Ia bukan nya tidak peduli atau tidak mendengar, ia hanya tidak ingin sisi monster nya menyakiti sang kakak yang ia tau sangat menyayangi diri nya itu.

"Pergilah.. aku tidak ingin menyakiti mu.. aku ini monster, tolong pergilah sebelum aku menyakiti mu eonnie" ucap Naeun pelan pada akhirnya.

Chorong tersenyum kecil mendengar penuturan sang adik. "Ani, aku tidak akan pergi. Aku datang kemari membawa sesuatu untuk mu"

"Tidak, lebih baik kau pergi. Aku tidak membutuhkan apapun itu yang kau bawa" ucap Naeun.

"Ku pastikan kau membutuh kan nya Naeun-ah.." Chorong mulai membuka pintu besi itu dan jalan perlahan mendekati Naeun.

"Mau apa kau?! Jangan mendekati ku! Pergi!" teriak Naeun saat sang kakak mulai berjalan mendekati nya, sungguh ia tak ingin menyakiti kakak nya itu.

"Tunggu Naeun-ah biarkan aku menjelaskan nya dulu.."

"Tidak! Lebih baik kau pergi sebelum aku menyakiti mu eonnie!" beberapa pengawal sudah datang karena mendengar teriakan Naeun, tapi Chorong menyuruh para pengawal itu tidak mendekati nya.

"Ani, aku percaya kau tidak akan menyakiti ku. Karena aku eonnie mu, dan kau adik ku. Aku datang kesini membawa ini, aku mendapatkan nya dari dewi bintang yang katanya bisa melenyapkan sihir itu dari tubuh mu Naeun-ah.. Minumlah" Chorong memberikan mangkuk yang lebih terlihat seperti cangkang kerang yang berisikan air berwarna bening itu saat ia lihat seperti nya sang adik sudah mulai tenang.

"Be-benarkah?" tanya Naeun mulai mendekat dan mengambil mangkuk itu.

"Ne, cobalah.. dan dengar, kau perlu tau aku sangat menyayangi mu, aku ingin kau hidup normal dan bahagia setelah ini jadi aku berusaha keras mencari cara untuk menghilangkan sihir itu dari tubuh mu.. sekarang minumlah itu, aku harap ini berhasil"

"Aku.. aku juga sangat menyayangi mu eonnie.. sangat" ucap Naeun bersungguh-sungguh lalu meminum pelan ramuan itu. Chorong tersenyum mendengar ucapan sang adik. Naeun sudah menghabiskan air itu dalam sekai teguk dan tak berapa lama cahaya putih menguar dari diri nya yang membuat siapapun yang melihat nya takjub. Beberapa menit kemudian cahaya putih itu memudar dan menghilang. Chorong menatap tak percaya ke arah Naeun.

"Na-naeun..." Chorong membulatkan mata nya.

"Ne? Ada ap-"

Grepp

Chorong tiba-tiba memeluk sang adik dan menangis dalam pelukan nya pada Naeun. Sedangkan yang di peluk terlihat bingung. Namun perlahan Naeun mengangkat tangan nya hendak membalas pelukan sang kakak namun ia juga terkejut saat melihat tangan nya dan seluruh kulit nya sudah terlihat normal seperti manusia pada umum nya. Awal nya Naeun sempat tak percaya sampai pada akhirnya ia membalas pelukan sang kakak sambil ikut menangis.

"Hikss.. eonnie.. a-aku.. hiks" Naeun tak sanggup melanjutkan perkataan nya. Perasaan nya saat ini tercampur menjadi satu senang, sedih, terharu, tak percaya, semua menyatu.

"Naeun-ah kau sudah menjadi normal.. ramuan nya berhasil Naeun-ah" ucap Chorong masih dengan isakan kecil nya.

"Ne eonnie, gomawo. Terima kasih sudah mau berusaha membantu ku. Jeongmal gomawo. Aku menyayangi mu eonnie hiks" ucap Naeun masih memeluk kakak nya sambil terisak.

Di mulai dari hari itu kehidupan kakak beradik itu menjadi lebih bahagia. Terutama Naeun yang justru sekarang di sambut hangat dan meriah oleh rakyat nya.   

 

.

.

 

"Hahaha Naeun-ah berhenti! Yakk!" teriak Chorong dari dalam kamar nya. Apa sebenarnya yang terjadi di malam hari seperti ini? Mari kita lihat.. Ahh ternyata mereka sedang perang bantal, lihat saja beberapa kapuk yang berterbangan dan keadaan kamar yang seperti kapal pecah. Tapi bukan kah mereka seorang Putri Kerajaan? Kenapa berperilaku seperti itu? Ah mereka tidak perduli jika sudah di dalam istana nya yang mereka anggap seperti rumah biasa. Mereka tidak terlalu menjaga image agat tidak terlihat sangat di segani, bagaimana pun juga mereka masih remaja dan ingin menikmati masa remaja nya.

"Yak! Eonnie berani nya kau membalas ku hahah" mereka terus saja memukulkan bantal satu sama lain, tak jarang mereka tertawa lepas.

"Hahh hahh eonnie aku lelah" ucap Naeun sambil menghirup oksigen dalam-dalam.

"Ne, hahh hahh aku juga.. lebih baik kita sudahi saja hahh hahh" Chorong juga terlihat lelah setelah perang bantal bersama adik nya ini.

"Omo eonnie!" teriak Naeun tiba-tiba.

"Wae?? Kau mengagetkan ku saja" Chorong terlihat kesal karena sekarang jantung nya berdebar karena sang adik mengangetkan nya.

"Lihatlah itu ada bintang jatuh!" ucap Naeun cepat lalu berjalan ke arah balkon kamar sang kakak.

"Benarkah? Wahh benar! Omo! Indah nya.." Chorong jadi teringat dengan dewi bintang saat melihat bintang-bintang di langit.

"Gomawo" gumam Chorong pelan namun masih bisa di dengar oleh Naeun.

"Gomawo untuk apa eonnie?" tanya Naeun. Chorong hanya terkekeh saat sang adik bertanya.

"Aku berterima kasih pada dewi bintang yang sudah membuat mu kembali normal dan menjadi secantik ini. Aigoo bahkan kau lebih cantik dari pada aku" Chorong mempoutkan bibir nya lucu. Melihat itu Naeun tertawa.

"Hahaha kau lucu eonnie. Aniya, kau juga cantik dan kita sama-sama cantik. Dan aku harap aku bisa bertemu langsung dengan dewi bintang dan berterima kasih pada mereka.. Gomawo" gumam Naeun sambil menatap ke arah langit. Melihat itu Chorong memeluk adik nya.

"Aku janji kita akan bahagia selama nya Naeun-ah.. Eonnie sangat menyayangi mu" ucap Chorong.

"Ne eonnie, aku juga sangat menyayangi mu. Seandainya eomma dan appa ada di sini bersama kita, pasti lebih menyenangkan" Chorong menatap adik nya mendengar penuturan sang adik.

"Aku yakin mereka tengah berbahagia di sana melihat kita sekarang" Chorong memberikan senyum nya yang juga di balas senyum oleh adik nya.

Kalau kalian bertanya kemana sang Ratu yang merupakan eomma dari Chorong dan Naeun. Jawaban nya adalah, sang eomma telah meninggal saat melahirkan Naeun karena pendarahan yang cukup hebat.

"Oh ya, Naeun-ah aku lupa.. Sebentar" ucap Chorong tiba-tiba lalu masuk kembali ke dalam kamar nya dan tak berapa lama ia kembali menghampiri Naeun dengan membawa sesuatu di tangan nya.

"Ini.. pakailah" Chorong memberi kedua botol yang entah apa itu kepada Naeun.

"Apa itu eonnie?"

"Hmm yang ini body scrub dan ini body cleanser.. kurasa kau membutuh kan nya setelah selama ini kau hidup jorok di bawah tanah sana haha" jelas Chorong di selangi dengan tawa nya.

"Mwo? Kau mengejek ku? Haha baiklah akan ku pakai, gomawo" ucap Naeun yang di balas senyum dari Chorong.

Jadi ucapan Soomin sang penyihir jahat itu tidak sepenuh nya benar. Ia berkata bahwa hidup sang Ratu akan menderita setelah nya. Namun apa? Walaupun sempat menderita tetapi sekarang ia sudah tenang dan berbahagia di sana. Begitu juga dengan kedua anak nya yang sekarang tengah merasakan kebahagiaan. Jadi, jangan menyerah saat kalian sedang terpuruk. Karena kebahagiaan akan datang kapanpun bagaimana pun cara nya.

 

.

.

.

.

.

 

END

 

Hello!

This is my first time make a fanfic and the cast is a girl.

Sorry I didn't make about a couple fanfic, so I make a sister story for this project!

Did u guys like it? I hope so XD

And actually my first reason I make this fanfic because.. I want to see them in SHINZU'I White Concert! ><

Sooooooo, please give me a 'LOVE' for this fanfic by click 'LOVE' in the above ^^

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

COPYRIGHT 2016 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK