SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > I Choose To Love You

I Choose To Love You

Share:
Author : srisrisri
Published : 24 Jul 2014, Updated : 24 Jul 2014
Cast : Soyu, Lee Donghae, Cho Kyuhyun
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |968 Views |4 Loves
I Choose To Love You
Synopsis

Synopsis

Title : I Choose To Love You

Author : srisrisri

Genre : Romance, sad

Length : one shoot

Main Cast : Soyu (SISTAR), Lee Donghae

Support cast : Lee Donghwa, Cho Kyuhyun

Disclaimer :

All cast in this fanfiction is belong to God and themselves, but the story is mine.

 Karena hidup adalah sebuah pilihan, maka aku memilih untuk selalu mencintaimu, dari pertama kali aku mengenalmu - Lee Donghae

#ShinzuiWhiteConcert

Sistar

Body lotion

Body cleanser

Body scrub

 

 

 

My hot lips want to touch your soft lips

So that my love will be delivered to your heart

If you still haven’t known how I felt

I will love you more than anyone in this world

I will love you until always, I will love you

Like this moment right now, more than anyone in this world

I will love you

I can arouse your curiosity by saying difficult words

I can spend this night with that common game

But I want you to know my heart now

I will love you more than anyone in this world

( I Choose To Love You – Hyorin SISTAR)

                                                                             ***

     Lagi-lagi Soyu harus menahan amarahnya yang bisa meledak kapan saja ketika menghadapi pria bermata sendu yang sedang memeluk boneka ikan Nemo di hadapannya. Entah untuk ke berapa puluh kalinya, pria tersebut memaksanya untuk mengikuti casting iklan Shinzui, produk pemutih kulit dari negeri sakura.

     “Oh demi Tuhan Lee Donghae, harus berapa kali lagi kukatakan kalau aku tidak ingin mengikuti casting itu!” ucapnya penuh penekanan.

     Pria tersebut, Lee Donghae, hanya menatapnya dengan tatapan sedih, layaknya anak kecil yang dilarang membeli mainan baru oleh ibunya.

     “ Kau, tidak ingin membantuku pergi dengan tenang, hm?” Tanyanya sambil tertunduk.

     “ Maksudmu?”

   “ Soyu-ya, beberapa saat setelah aku terlepas dari ragaku, ada sesosok makhluk bersayap yang menghampiriku, dia berkata kalau aku belum bisa meneruskan perjalananku ke dunia selanjutnya karena ada hal-hal yang belum aku lakukan.”

     “ Memangnya apa saja yang belum kau lakukan, hm?”

    “ Aku ingin membantumu menjadi seorang model yang bersinar, mempertemukanmu dengan pria yang tepat, juga aku belum mengungkapkan perasaanku kepada wanita yang aku suka.”

   “ Kau benar-benar menyebalkan Lee Donghae! Tidak bisakah kau memikirkan hal lain untuk mengintervensi hidupku?!”

     “ Kau itu cantik So-ya, hanya saja kau belum menyadarinya! Makanya aku ingin membantumu!” ucap Donghae yang membuat pipi Soyu memerah karena malu.

   “Ah, sebentar, lalu, siapa wanita yang kau sukai itu, hm?” Tanya Soyu berusaha mengalihkan pembicaraan agar Donghae tak mengomentari pipinya yang memerah tersebut.

     “ Cari tahu sendiri saja!”

                                                                             ***

     Rasanya Soyu ingin melempar Donghae dengan berbagai macam benda. Pasalnya, arwah penasaran yang selalu menempel padanya itu, berhasil membujuknya mengikuti casting Shinzui dan membuatnya terus menerus berpose selama empat jam nonstop.

     “ Tegakkan badanmu, So-ya! Pegang botol Shinzui Body Lotion dengan tangan kirimu, nah tangan kananmu letakkan di atas pinggang. Ya, ya, iya benar seperti itu! Arahkan pandanganmu ke kamera dengan pandangan kosong. Yap, bagus sekali!” Donghae sibuk sekali mengarahkan gaya Soyu di depan kamera, membuat gadis tersebut mengerang frustasi.

     “ Nah, sekarang kau masuk ke dalam bathtub. Angkat sedikit kaki kananmu. Iya benar seperti itu. Dekatkan Shinzui Body Cleanser ke wajahmu, ketika aku memberimu kode, kau harus mengucapkan ‘Putih itu Shinzui’ dengan semenarik mungkin. Araseo?!”

     “ Aku lelah Hae-ya! Tidak bisakah kau membiarkanku beristirahat barang sejenak?”

     “ Aku janji, ini yang terakhir kalinya. Setelah video ini selesai dibuat, kau boleh beristirahat!”

     Lima belas menit kemudian, Soyu sudah terkapar di atas lantai ruang tengah rumahnya. Sedangkan Donghae asyik melihat-lihat hasil pemotretan dan video yang dilakukan Soyu tersebut.

     “ Foto-fotomu bagus So-ya. Videomu juga, kau terlihat sangat natural di video ini, jauh dari image-mu sebagai gadis barbar. Hahahaha. Nanti malam aku akan mengirimkan file-file foto dan video ini ke web-nya Shinzui!” ucapnya antusias yang hanya dijawab gumaman malas oleh Soyu.

    “ Keundae, kenapa kau bisa memegang banyak benda tapi kau tidak bisa menyentuh manusia, Hae-ya?”

      “ Aku juga tidak tahu, So-ya, mungkin memang begitu peraturannya!”

     “ Hae-ya..”

     “ Hm?”

     “ Kau.. Kenapa menyelamatkanku waktu itu? Harusnya, harusnya akulah sekarang yang menjadi arwah penasaran. Harusnya kau masih bisa bermain sepak bola, masih menjadi bagian dari tim paduan suara sekolah kita, dan masih bisa bermain di pantai. Kenapa, Hae?”

     “ Karena jika kau yang meninggal, maka ayahmu akan merasa terpukul dan menyalahkan diri sendiri karena merasa gagal melindungimu, anak satu-satunya, ibumu juga pasti setiap hari akan bersedih. Tapi jika aku yang meninggal, tidak ada yang menangisiku, karena ayah dan ibuku sudah lama pergi. Donghwa hyung juga kurasa tidak terlalu merasa kehilangan.”

     “ Kau salah, Hae, akulah yang merasa sangat kehilangan dirimu!” ucap Soyu dalam hati.

                                                                             ***

     Hari ini adalah hari pelaksanaan casting iklan Shinzui. Soyu benar-benar merasa buruk, berkali-kali ia mengusap peluh yang mengalir dari dahinya.

    “ Hae, kau yakin aku masih harus mengikuti casting ini?” Tanya Soyu sambil berpura-pura fokus melihat foto Donghae di dalam tabletnya (ia benar-benar jera dianggap aneh oleh orang-orang di sekitarnya, ketika dia sedang berbicara dengan Donghae).

    “ Sangat yakin!” jawab Donghae singkat, karena ia sedang memperhatikan para peserta casting yang menjadi saingan Soyu.

     “ Berhenti memperhatikan gadis-gadis itu, Lee Donghae!” tegur Soyu yang merasa tak diperhatikan.

     “ Kau cemburu?” goda Donghae.

    “ Yang benar saja! Aku hanya mengingatkanmu, bahwa kau dan mereka sudah berbeda alam!” ucap Soyu kejam dengan sedikit berbisik.

     Lima belas menit kemudian Soyu sudah berada di dalam ruang audisi, tentunya dengan Donghae yang mengekor di belakangnya. Casting iklan ini benar-benar di luar dugaannya dan Donghae. Mereka pikir, Soyu hanya perlu berpose di depan kamera. Ternyata tidak, setiap peserta diharuskan menampilkan salah satu bakat yang dimilikinya. Akhirnya Soyu memilih untuk bernyanyi secara akustik. Membuat kagum semua juri dengan permainan gitar dan suara merdunya.

                                                             ***

     Soyu sedang menikmati waktu istirahatnya dengan merebahkan tubuhnya di bawah pohon beringin yang berada di taman belakang sekolahnya, ketika Donghae melayang-layang dengan heboh di atasnya.

     “ Lee Donghae mennyebalkan, tidak bisakah kau membiarkanku menikmati ketenangan?!”

     “ Tidak!” jawab Donghae dengan polos, “ maaf, maaf, tapi aku tak bisa membiarkannya lebih lama lagi! Sekarang bukalah website Shinzui!”

     “ Ah, aku malas, nanti saja!”

     “ Buka sekarang, atau aku akan membuang seluruh koleksi komikmu?!”

     Tanpa mendebat Donghae lagi, Soyu langsung membuka website resmi Shinzui. Ternyata pihak produk kecantikan asal Jepang tersebut telah mengumumkan pemenang casting untuk iklan produknya di musim panas mendatang.

     “ Oh, ternyata aku pemenangnya!” ucap Soyu dengan muka datar, tapi sedetik kemudian “ OH YA TUHAN, LEE DONGHAE YANG PENDEK! AKU MENANG!!! AKU MENANG!!!”

     “ Iya, kau menang, tapi tak perlu juga mengatakan kalau aku pendek!” ucap Donghae cemberut.

     Tiba-tiba mereka berdua mendengar suara orang berdehem.

     “ Berbicara dengan teman khayalan, Nona?” Tanya orang tersebut.

     “ Bukan urusanmu!” ucap Soyu ketus.

     “ Tentu saja itu menjadi urusanku. Kau mengganggu saat-saat aku merasakan ketenangan!”

     “ Kalau begitu maaf, aku tidak tahu kalau ada kau disini!” ucap Soyu setengah hati sambil berlalu.

     “ Cho Kyuhyun!” seru orang tersebut membuat Soyu mengerutkan kening.

    “ Cho Kyuhyun, itu namaku. Sepertinya kita akan sering bertemu, Nona! Jadi kurasa kau harus tahu namaku!”

     “ Ck, percaya diri sekali!”

     “ Sepertinya aku memiliki firasat bagus dengan orang tersebut, So-ya!” bisik Donghae sambil tersenyum misterius.

                                                                             ***

     Soyu dan Donghae sedang berada di sebuah padang rumput yang sangat luas, berbaring di atasnya dengan saling menautkan tangan. Tak ada yang bersuara, masing-masing hanya memandang langit yang terlihat sangat cerah.

     “ So-ya, sepertinya sebentar lagi aku bisa meneruskan perjalananku.” Ucap Donghae tiba-tiba.

     “ Benarkah? Bukannya kau baru mewujudkan satu hal?”

     “ Dua, So-ya, aku sudah membantumu menapaki tangga untuk menjadi seorang model, dan secara tidak sengaja akupun sudah mempertemukanmu dengan pria yang tepat.” Sontak saja ucapan Donghae ini membuat Soyu mengerutkan kening.

     “ Berbaliklah So-ya!”

    “ Kyu..hyun?” gumam Soyu tak mengerti dengan situasi ini, setelah membalikkan tubuh seperti yang diperintahkan Donghae, tiba-tiba saja ia melihat sosok Kyuhyun – pria yang bertemu dengannya beberapa bulan lalu di taman sekolah – berdiri di sana.

     “ Dialah pria yang tepat untukmu, So-ya! Dia yang akan menggantikan posisiku untuk terus berada di sisimu, menjadi sandaranmu ketika kau bersedih, dan selalu ada kapanpun kau membutuhkannya.”

     “ Tapi – “

     “ Ssst, jangan mengatakan apapun dulu. Nah, sekarang aku harus melakukan hal terakhir yang belum aku lakukan. Saranghae So-ya!”

     “ Ke – pada siapa, Hae-ya?” Tanya Soyu dengan mata mengerjap bingung.

     “ Kepadamu! Saranghae, jeongmal jeongmal saranghae So-ya! Aku mencintaimu dari pertama kali aku mengenalmu. Maaf sudah membuatmu terkejut, setelah ini aku harus benar-benar pergi dari sisimu. Hiduplah dengan baik, dan berbahagialah!”

    Lalu setelah itu, Donghae melepaskan tautan tangannya dari tangan Soyu, perlahan kabut tipis menyelubunginya.

     “ Kajima, Hae-ya! Kajima! Bahkan kau tidak memberiku kesempatan untuk berkata satu katapun! Kau menyebalkan Lee Donghae! Hajima nado saranghae! Neon deul su isseo?! Nado saranghae!!!” teriak Soyu dengan berlinang air mata.

   Soyu merasakan tubuhnya terguncang dan terasa nyeri. Dibukanya matanya perlahan, berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya yang berusaha menerobos masuk ke retinanya. Ternyata dia terjatuh dari tempat tidurnya.

     “ Hhh, hanya mimpi ternyata!” gumamnya dengan lega sembari mengelus dada.

     Tak berapa lama kemudian matanya tertumbuk pada secarik kertas di atas meja belajarnya. Kertas yang dirasanya tak pernah dilihatnya. Diraihnya kertas tersebut dengan hati-hati, dibacanya tulisan yang tertuang disana. Dibekapnya mulutnya sendiri dengan kedua tangannya, berharap dapat meredam kesedihan dan rasa perih yang menyeruak dari dalam hatinya setelah membaca isi kertas tersebut.

                                                                             ***

     Untuk matahari pagiku, kang Jihyun

     Ya ya ya, pasti kau sedang mengutukku yang menyebut nama kecilmu ya? ^^

    Mianhae, So-ya, aku hanya menemuimu di dalam mimpi saja.

   Kupikir aku takkan sanggup mengucapkan perpisahan jika kau terjaga.

   So-ya, kau ingat saat pertama kali kita bertemu?

  Ya, kau datang membantuku yang nyaris tenggelam di pantai.

  Saat itu, aku seperti terhipnotis oleh mata indahmu.

 Membuatku tak bisa melihat gadis lain dalam hidupku.

 Terima kasih So-ya  karena telah memberikan warna dalam hidupku.

Terima kasih karena telah menjadi alasan bagiku untuk tak lagi bersedih ketika aku kehilangan appa dan eomma.

Kau tahu So-ya, kenapa aku senang memanggilmu matahari pagi?

Karena bagiku, wajahmu sangat bersinar, namun tak membuat silau, memberikan kehangatan ke dalam lubuk hati, persis seperti matahari pagi.

So-ya hiduplah dengan bahagia!

Ah, kurasa sebentar lagi Tuhan akan segera membuat skenario indah untukmu dan untuknya ^^

 

P. S terima kasih atas pengakuanmu semalam.

       Itu membuatku tak bisa berhenti tersenyum ^^

                                                                             ***

     Soyu merasa sangat bosan, orang tuanya sedang pergi ke rumah neneknya di Ulsan, menjadi anak satu-satunya di dalam keluarga, membuatnya sering dihinggapi perasaan sepi. Beruntung ia memiliki Donghae yang tak pernah mengeluh untuk menemaninya. Ah, Donghae! Hari ini tepat sudah seminggu arwah Donghae mengucapkan perpisahan. Bahkan rasanya lebih sesak ketika melihat Donghae menutup mata untuk selamanya.

     Mengingat pria itu, memberinya ide untuk berkunjung ke rumah Donghae yang terletak beberapa blok dari rumahnya. Disambarnya jaket dan topi yang tergantung di belakang pintu kamarnya, lalu memakainya dengan tergesa. Tanpa membuang banyak waktu, dikayuhnya sepeda berwarna pink kesayangannya dengan penuh semangat.

     Seorang pria berwajah tampan dengan usia tiga puluhan awal membukakan pintu rumah tersebut. Sedikit terkejut dengan kedatangan Soyu yang sangat mendadak itu.

     “ Eoh, Soyu-ya?! Apa kabar?” Tanya pria itu – Donghwa, kakak laki-lakinya Donghae - .

     “ Baik, oppa! Oppa sendiri apa kabar?”

     “ Baik. Wah ternyata sudah lama juga ya oppa tidak melihatmu, sampai sempat tidak mengenalimu,” ucapan Donghwa tersebut sontak membuat Soyu mengusap tengkuk karena malu “ sudah, sudah, oppa mengerti kok! Ayo masuk!” Donghwa sangat mengerti, berkunjung ke rumahnya sama saja membangkitkan kenangan tentang adiknya di benak gadis tersebut.

     Mereka berjalan beriringan menuju ruang keluarga rumah tersebut, ketika melewati sebuah pintu, Soyu hanya tertegun melihat tulisan “Lee Donghae’s Room” tergantung di depan pintu tersebut.

    “ Masuklah, Soyu-ya. Kau belum pernah masuk ke kamarnya kan? Oppa tahu kau merindukannya. Kalau kau membutuhkan sesuatu, oppa ada di ruang keluarga ya?!” ucap Donghwa mengalihkan perhatian Soyu, sambil menepuk pundak gadis itu dengan pelan.

     Ketika pintu kamar tersebut terbuka, Soyu tak mampu membendung air mata yang mulai berlomba keluar, membentuk sungai deras yang mengalir melewati pipinya. Kamar tersebut tidak terlalu luas, dengan warna biru yang mendominasi isinya serta terdapat berbagai pernak-pernik khas anak laki-laki di sana. Di salah satu dindingnya, terlihat banyak sekali foto Soyu dengan berbagai macam pose, ditempel ke dinding dengan pola tempelan berbentuk hati.

     “ Jadi inikah alasanmu melarangku untuk masuk kesini, hm? Babo!” rutuknya dalam hati.

     Pandangan mata gadis tersebut akhirnya tertuju pada sebuah album foto yang tersimpan di antara buku-buku pelajaran. Dibukanya halaman pertama album tersebut, dan terselip selembar kertas di sana.

     So-ya…

     Sepertinya aku mulai terjebak dalam perasaan antara pria-wanita terhadapmu,

     tapi sepertinya aku takkan pernah mampu mengungkapkannya padamu.

     Aku takut kau malah menjauhiku jika kau mengetahuinya..

     Jadi…

     Izinkan aku mengagumi diam-diam.

     Saranghanda.

 

     Di halaman pertama album tersebut, terlihat foto Soyu yang masih berumur enam tahun dengan tulisan tangan “ ini hari pertama kita masuk sekolah dasar, benar?”

     Lalu, di halaman kedua, ada fotonya yang sedang mengunyah permen karet, seperti tidak menyadari sedang dipotret, dengan goresan tangan khas seorang Lee Donghae “ bagaimana mungkin seorang anak gadis bisa dengan cueknya mengunyah permen karet sepertiseorang preman begini? Tapi baguslah, dengan begitu takkan ada pria yang mau denganmu. Kau aman, Lee Donghae! Hahahaha.”

     Di halaman ketiga, ada foto Soyu yang sedang berjongkok mengamati bintang laut. “ Bagaimana mungkin kau mengatakan bintang laut sangat cantik? Karena bagiku kaulah yang tercantik ^^”

     Selanjutnya di halaman keempat, terdapat foto dua orang murid sekolah menengah sedang berjalan beriringan, dengan tulisan “ Setelah mengenal Jang Hyunseung kau mulai melupakanku, So-ya!”

     Begitu seterusnya. Album foto ini hanya dipenuhi dengan foto-foto Soyu dalam berbagai kegiatan, dengan berbagai tulisan di bawahnya. Hingga di halaman terakhir, hanya ada foto sepasang kaki telanjang, dengan keterangan “ So-ya, aku berharap kau dan aku akan seperti sepasang kaki ini, selalu berjalan beriringan, saling melengkapi, saling melindungi, juga saling menguatkan! P. S. I will love you more than anyone in this world!”

                                                                             ***

EPILOG…                

     Donghae dan beberapa teman satu kelasnya memutuskan untuk bermain basket dulu di lapangan basket indoor sekolahnya, sebelum pulang ke rumah masing-masing. Hujan deras yang sudah datang sejak pagi hari membuat sebagian besar penghuni sekolah itu enggan untuk sekedar beranjak menerobos hujan yang seolah tumpah dari langit tersebut. Setelah setengah jam bermain, lelah menghampiri mereka. Pria itu sedang mengatur nafasnya yang masih terengah-engah ketika sebuah mug berisi cokelat hangat menyentuh kulitnya. Tanpa mendongakkan kepalanyapun, ia sudah tahu siapa orangnya.

     “ Gomawo, So-ya!” ucapnya sambil mengacak pelan rambut gadis tersebut.

   “ Eung, jangan terlalu lelah, Hae! Kau baru sembuh dari sakit!” Setelah itu, hening menyelimuti, semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing, mencoba menyelami keheningan yang terasa begitu khidmat.

    “ Kajja! Kurasa hujannya juga sudah berhenti!” ucap Donghae sambil menggandeng tangan Soyu dengan protektif, menghadirkan gelenyar-gelenyar aneh di hati gadis tersebut.

    “ Hae-ya, mulai besok ada pameran buku di Incheon! Temani aku kesana ya?” pinta Soyu sambil menggoyang-goyangkan lengan sahabatnya itu.

     “ Mianhae So-ya, sepertinya aku tidak bisa. Aku sudah terlebih dahulu memiliki janji dengan Chaerin.”

    “ Eoh, gwaenchana! Pameran itu sampai seminggu ke depan kok! Kau pasti mau menemaniku barang sehari saja di waktu yang akan datang, kan?”

     Ucapan Soyu tersebut membuat Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “ eung, bagaimana ya? Sampai seminggu ke depan aku akan sering menghabiskan waktu dengan Chaerin!” ucap Donghae akhirnya dengan diliputi perasaan bersalah.

     “ Kau benar-benar telah berubah Hae!” ucap Soyu dengan raut terluka, meninggalkan Donghae yang masih dilanda kebingungan.

    “ Eh? Apa maksudnya? Aku kan harus mengerjakan proyek penelitian untuk lomba Fisika bulan depan!” ucap Donghae kepada dirinya sendiri, lima menit kemudian barulah dia mulai tersadar untuk mengejar Soyu.

     “ Ya! Kang Jihyun, kenapa kau pergi begitu saja?” ucapnya setelah bisa mensejajari langkah Soyu, “ baiklah, baiklah, aku tidak akan pernah lagi memanggilmu Kang Jihyun!” ucapnya sambil memasang peace sign.

     “ Kau lupa lagi membawa jaket, eoh? Sudah tahu tubuhmu rentan terhadap udara dingin, tapi kau masih saja lupa untuk membawa jaket!” gerutu Donghae panjang lebar sambil memakaikan jaketnya sendiri ke tubuh Soyu.

     “ Kenapa kau seperti ini? Jangan lagi sok mempedulikanku, kalau yang menjadi prioritasmu sekarang hanyalah Song Chaerin, si anak baru yang jenius itu!”

     “ Kau kenapa sih sebenarnya?” Tanya Donghae masih saja tak mengerti.

   “ Kupikir, kau akan selamanya memperhatikanku, menyayangiku. Tapi ternyata tidak! Semua perhatianmu teralihkan oleh gadis sok polos itu! Gara-gara dia, kau tak lagi memiliki waktu untuk menemaniku, bermain denganku! Kau selalu berdalih kalian hanya sedang mengerjakan proyek penelitian Fisika yang kalian garap bersama-sama! Akui saja kalau kau juga memiliki ketertarikan padanya! Aku muak dengan pandangan memuja yang ia tujukan untukmu, aku muak setiap kali ia memandangku sinis, dan memperingatkanku untuk menjauhimu! Kukira, asal kau masih membutuhkan kehadiranku, aku takkan menyerah pada gadis iblis bertopeng malaikat itu! Tapi kenyataannya kau memang sudah tak mengharapkanku. Oke, fine! Aku takkan lagi mengganggu kebersamaan kalian yang begitu berharga itu!” Soyu berbicara di tengah-tengah air mata yang semakin deras mengaliri pipinya yang mulus, tak dihiraukannya Donghae yang berkali-kali mebuka mulut ingin menyanggah semua ucapannya.

     Tanpa menunggu jawaban dari mulut Donghae, Soyu segera melangkahkan kakinya menjauhi pria tersebut. Pria yang sudah disukainya dari awal pertemuan mereka, juga pria yang sudah membuatnya terjebak dalam zona pertemanan. Berkali-kali ia memukul dadanya yang terasa sangat sesak, berharap dapat menghilangkan perasaan sakit tersebut. Tak pernah ia sangka, kalau melepaskan Donghae bisa sesakit itu, seperti ada ribuan pisau yang sengaja disayatkan berkali-kali ke hatinya dengan gerakan lambat. Ia terus saja berjalan, tak menyadari bahwa lampu untuk pejalan kaki sudah berubah kembali menjadi warna merah.

     Dari arah berlawanan, ia melihat ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi. Orang-orang yang melihatnya berteriak panik, menyuruhnya untuk segera menepi. Namun, kedua kakinya terasa begitu kaku untuk sekedar digerakkan. Soyu hanya bisa memejamkan mata, serta memohon kepada Tuhan untuk mengampuni dosanya, karena barangkali inilah saatnya meninggalkan dunia. Gadis itu merasa tubuhnya terlempar dengan cukup keras. Hanya saja, alih-alih permukaan aspal yang keras yang menyentuh kulitnya, ia hanya merasakan material empuk di bawah tubuhnya. Seperti hanya terlempar ke atas tempat tidur. Setelah lepas dari keterkejutan, Soyu berusaha untuk bangkit, dan betapa terkejutnya ia karena ia berada tepat di atas tubuh Donghae. Kepala sahabatnya tersebut mengeluarkan cairan kental berwarna merah dengan bau amis yang sangat kentara.

     “ Do – Donghae..kau, kau kenapa seperti ini?”

     “ Kau..tidak..apa-apa..So-ya?” Tanya Donghae lirih.

    “ Bodoh! Harusnya aku yang bertanya seperti itu! Donghae maafkan aku, sungguh maafkan aku! Karena aku kau jadi seperti ini, kenapa, kenapa kau menyelamatkanku?!”

     “ Ssttt, bukan salahmu So-ya, bukan!” ucap Donghae semakin terbata-bata.

     “ Donghae, kumohon bertahanlah, Hae! Maafkan aku, maafkan aku! Kau boleh mengabaikanku, Hae! Boleh berkencan dengan Chaeri atau siapapun yang kau mau, asal kau mau bertahan, Hae!” ucap Soyu di sela tangisannya.

     “ Ul..jima! Neon..haeng..bok..hae..ya..hae! Donghae berusaha meraih pipi Soyu dan menghapus air mata dari sana, lalu terpejam untuk selamanya. Meninggalkan Soyu yang belum mengatakan dengan jelas bahwa ia sangat cemburu bila Chaeri sudah menempel pada pria bermata sayu tersebut.

                                                                             ***

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      

 

 

 

 

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

sri
Rabu, 06/08/2014 16:09
0
aduh maaaaf banget Astri,,aku selama libur lebaran kemarin gak internetan, komenmu pun baru terbaca sekarang..maaf banget ya
astria_dhima
Jumat, 25/07/2014 09:44
0
Hai! Aku sudah beri love pada fic ini, jebal love back ya http://www.dreamersradio.com/fan-fiction/758/my-sister aku juga ikut event shinzui. Makasih :D
COPYRIGHT 2017 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK