SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > ICE LOVE

ICE LOVE

Share:
Author : ocho
Published : 12 Jul 2014, Updated : 15 Jul 2014
Cast : Park Chorong, Jung Taekwoon/Leo
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |1000 Views |1 Loves
ICE LOVE
CHAPTER 1 : Ice Princess And Ice Prince

 

Seorang gadis cantik  berambut coklat panjang, dengan mata karamel, bibir cherry yang indah, kulit putih susu tetapi satu kekurangannya yaitu sifatnya yang dingin. Walaupun sifatnya yang dingin ia tetap menjadi primadona di sekolahnya. Bagaimana tidak ia ketua osis, ketua dance juga ketua hakpido di sekolahnya. Gadis cantik itu bernama Park Chorong. Sekarang gadis itu sedang di mejanya yang penuh dengan berkas yang harus ia periksa sebelum ia berikan kepada kepala sekolah.

“chorong sunbae bagaimana ini kepala sekolah tidak membolehkan kita membuat acara pensi di sekolah” kata lee jaehwan.

“aish waktu kita tinggal dua minggu lagi dan apa kau bilang kita tidak dibolehkan membuat acara di sekolah?? Ayolah kau hanya perlu meyakinkannya saja, apa susahnnya” jawab chorong yang masih sibuk dengan berkas-berkas di mejanya.

“aku dan panitia lain sudah mencobanya dan kepala sekolah tetap tidak memperolehkannya” jawab  jaehwan menyesal.

Chorong bangkit dari duduknya dan segera berjalan ke ruang kepala sekolah tanpa memperdulikan jaehwan yang masih berdiri di depan mejanya. Apa susahnya meminta persetujuan kepala sekolah sampai-sampai harus dia yang turun tangan, pikir chorong. Sesampainya di ruang kepala sekolah chorong segera masuk kedalam tak lupa mengetuk pintu terlebih dahulu.

“ap..pa. Ah jweosonghamnida kepala sekolah”. Chorong segera mengganti pangilannya setelah mengetahui ada tamu yang menemui Appanya. Appa? Ya tak ada yang salah dengan panggilan tersebut, karena chorong adalah anak dari kepala sekolah. Tak ada satu pun murid yang tahu hal ini karna chorong menyembunyikannya. Ralat chorong hanya tak ingin mereka mengira semua yang ia dapat karena ia anak dari kepala sekolah, semua bisa ia dapat murni karena jerih payah dan kemampuannya.

“ah chorong kebetulan sekali, kenalkan ini jung taekwoon siswa baru tolong antarkan dia ke kelas 12-A” perintah kepala sekolah park.

“tapi kepala sekolah ada yang ingin saya bicarakan” kata chorong.

“kau bisa kembali lagi kesini setelah mengantar jung taekwoon” kata kepala sekolah memotong kata-kata chorong. Chorong yang tidak terima hanya bisa memanyunkan bibirnya.

“baiklah, kajja” chorong segera keluar dan berjalan ke kelas 12-A.

Saat keluar dari ruang kepala sekolah banyak siswi yang melihat kearah mereka, tidak lebih tepatnya kearah taekwoon. Melihat dengan mata berbinar seolah mereka melihat seorang pangeran. Berlebihan? Sepertinya tidak untuk seorang namja tinggi, tampan, bertubuh atletis, dan mengeluarkan aura misterius/?.

‘siapa namja itu? dia kelas berapa? Apa dia anak baru? Siapa namanya? Aaa dia tampan, apa dia punya pacar?’ seperti itu lah yang siswi-siswi itu lontarkan ketika melihat seorang jung taekwoon.

“ini kelas mu” seru chorong saat sampai di kelas 12-A. Taekwoon langsung masuk kelas tanpa berkata apapun pada chorong. Chorong yang merasa tidak di hargai hanya bisa melihat taekwoon dengan death glare-nya.

“apa-apaa namja itu bahkan dia tidak mengucapkan terima kasih karena sudah ku antar ke kelasnya” chorong terus mengoceh sepanjang jalan tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya.

***

Sudah hari ketiga sejak kepindahannya dan semakin banyak pula penggemar taekwoon, sepertinya ia akan menjadi bintang di sekolah ini. Fans-fans taekwoon terus mencoba mendekatinya tapi tak seorang pun yang mendapat respon dari taekwoon. Seperti saat ini taekwoon terus saja di kelilingi  gadis-gadis.

“apa-apaan mereka seperti melihat idol saja”, sindir chorong.

“ya dia memang seperti seorang idol, aku yakin kalau dia ikut audisi idol pasti lolos” ucap bomi yakin.

“seyakin itu kah?? Memangnya kau sudah mendengar suaranya, melihat dancenya, atau melihat dia berakting sebelumya??”

“belum T.T bahkan mereka saja jarang melihatnya berbicara, jangankan untuk berbicara tersenyum saja sepertinya sangat sulit baginya. Aaahh ice prince, kapan aku bisa mengajakmu bicara dan melihat senyumanmu??”, chorong yang mendengar celotehan bomi hanya memutar bola matanya.

“leo oppa” pangil seseorang kearah kerumunan gadis-gadis di depan chorong. Gadis cantik berambut panjang yang merupakan ketua grup vocal di sekolahnya tanpa ragu menghampiri namja di dalam kerumunan itu. Taekwoon segera keluar dari kerumunan dan langsung pergi menemui sang gadis. Gadis-gadis di sekitar namja itu menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Seolah bertanya apa hubungan mereka, apa mereka pacaran. Dua orang itu langsung pergi mencari bangku kosong yang tersisa di kantin.

“oppa bogoshipo, kenapa kau tidak pulang ke rumah saja?? Kau tidak merindukan ku eoh??” gadis itu langsung memeluk namja di depannya.

“jung eunji-ya aku juga merindukanmu, bukannya oppa tidak mau pulang ke rumah hanya saja oppa mau mandiri” jawab taekwoon membalas pelukan eunji.

“dan kau kemana saja tiga hari ini, kenapa aku baru melihatmu sekarang?” lanjut taekwoon.

“aku tidak kemana-mana, aku sedang bersiap-siap dengan grup ku untuk mengisi acara tengah semester nanti oppa saja yang terlalu sibuk mengurusi fans-fans mu sampai aku saja di lupakan” jawab eunji sambil  memanyunkan bibirnya kesal.

“mianhae baby, aigoo kau semakin jelek seperti itu” ejek taekwoon sambil mengacak-acak rambut eunji.

“aaa oppa, kau yang jelek, leo oppa jelek leo oppa jelek leo oppa jelek”, ejek eunji dan di sambut death glare dari fans taekwoon.

“Hmm sepertinya aku harus segera pergi oppa atau aku akan di amuk fansmu. Jangan lupa pulang ke rumah nanti, awas saja kalau tidak pulang kau akan mati di tangan ku, eomma appa merindukanmu” kata eunji dan langsung pergi menghindari tatapan tajam fans taekwoon.

Chorong dan bomi yang sedari tadi memperhatikan eunji dan taekwoon menatapnya bingung, bukankah taekwoon jarang sekali berbicara bahkan dengan teman sebangkunya. Apa hubungan mereka berdua, mereka terlihat sangat akrab. Bomi langsung menarik chorong dan pergi ke ruangan grup mereka meminta penjelasan dari eunji tentang hubungannya dengan taekwoon.

“eunji-ya apa hubunganmu dengan taekwoon sunbae? Kenapa kau terlihat akrab dengannya? Bagaimana bisa kau bicara dengannya? Teman sebangkunya saja tak pernah di ajak bicara :3 aaaa aku juga ingin bicara dengannya. Tunggu apa hubunganmu dengannya? Jangan bilang kalau kau yeojachingunya? Aaaa eunji jelaskan padaku sekarang” tanya bomi bertubi-tubi sambil terus mengoyang-goyangkan tubuh eunji.

“eonni tolong aku” kata eunji yang badannya masih di goyang-goyangkan bomi.

“bomi-ya hentikan, bagaimana bisa eunji menjawab semua pertanyaanmu kala kau terus menggoyangkan badannya =_=” perintah chorong.

“hhehe mianhae eunji-ya aku hanya shock dengan semua yang aku lihat di kantin tadi” bomi segera menghentikannya.

“sepertinya kau salah satu fans si ice prince itu, aku jadi takut untuk mengatakannya. Sebenarnya aku yeo..” ucap eunji memutus perkataannya.

“haaahh yeojachingunya? Eonni pegangi aku sepertinya aku akan pingsan, eonniii” kata bomi hyperbola.

“aku yeo….”

“aku yeodongsaeng-nya” lanjut eunji dengan cengirannya. Bomi bernafas lega mengetahui eunji bukan yeojachingu taekwoon sunbae.

***

“noona-ya, chanyeol hyung bilang kalian mau jalan-jalan jiyu ikut noona” chorong yang sedang bersantai dikamar mengernyitkan dahinya bingung, sejak kapan adik sepupunya itu datang kerumah dan apa katanya jalan-jalan?

“CHANYOL-AH” teriak chorong.

“hhehe ayo noona kita pergi, sudah lama kita tidak pergi bersama”

Chorong pov

Sepertinya sudah lama sekali aku tidak ke taman ini, semenjak eomma meninggal 1 tahun lalu aku tak pernah lagi menginjakkan kaki ku di taman ini. Aku merindukan masa-masa saat kami sekeluarga pergi kesini bermain bersama, duduk di atas rerumputaan sambil bencengkrama. Eomma aku merindukanmu. Tak terasa air mataku turun begitu saja.

“noona” panggil chanyeol saat melihat aku meneteskan air matanya. Sepertinya ia tahu apa yang aku pikirkan. Ia langsung menghampiriku, memberikanku pelukan hangat. Tangisanku pecah saat chanyeol memelukku. Chanyeol semakin mempererat pelukannya. Dia sangat tahu diriku, saat aku bersedih dia selalu memelukku. Membiarkanku menangis di dadanya sampai aku tenang. Saat seperti ini aku selalu berfikir dialah kakaknya, aku senang memiliki saudara sepertimu.

“kenapa kau menangis noona? Merindukan eomma? Kalau begitu sama, aku juga merindukan eomma” katanya lembut saat aku mulai tenang.

“tapi aku tidak menangis sepertimu, huh kau cengeng noona” ledeknya.

“yaa!” aku memanyunkan bibirku tidak setuju, aku hanya merindukan eomma apa salahnya menangis?

“kau harus ingat eomma tak suka anaknya jadi cengeng” kata chanyeol seolah bisa membaca pikiranku.

“cepat hapus air matamu, kau tahu wajahmu semakin jelek saat menangis seperti itu” lagi-lagi dia meledekku. Tanpa babibu aku langsung melayangkan tanganku kekepalanya. PLETAK.

“aaah, appo noona”

“rasakan, siapa suruh megataiku”

“tapi itu kenyataan noona, kau memang cengeng” dia berlari menghidari tanganku yang hampir mendarat di kepalanya lagi.

“ya chanyeol jangan lari” aku langsung bangkit dan mengejarnya.

Setelah kelelahan karena terus mengejar chanyeol aku rebahkan badanku diatas rerumputan sambil menatap langit sore kota seoul. Tunggu seperti ada yang ku lupakan tapi tak tahu apa? Aku kembali mengingat apa yang aku lakukan tadi. Pergi ketempat ini bertiga melihat chanyeol dan ziyu bermain bola bersama dan …. “ziyu” teriakku saat ingat yang ku lupakan itu ziyu. Aku segera bangkit dan mencari bocah kecil itu. Mataku tertuju pada dua orang yang sedang bermain bola. Syukurlah dia tidak pergi kemana-mana. Ku hampiri mereka.

“ahh noona kau sudah baikkan? Hmm noona maaf aku harus pergi kau mau tetap disini atau pulang?” tanya chanyeol

“aku masih ingin disini chanyeol-ah, pergilah dan ziyu tak apa bersamaku”

“baiklah, aku pergi noona bye”

“ne hati-hati chanyeol-ah”

Aku melihat ziyu yang sepertinya tak rela di tinggalkan bersama ku “hmm ziyu noona bosan tak apa kan menemani noona disini, tenang noona akan traktir es krim”

“benarkah? Yeeeyy ayo kita beli es krim noona” ziyu berlari meninggalkan ku menuju toko es krim yang ada di sebrang taman. Tapi belum sampai di sebang kulihat motor melaju kencang kearah ziyu. Suara rem dari motor itu terdengar di telingaku. Tubuhku melemas, bahkan untuk berdiri aku tak mampu. Melihat kejadian itu saat ziyu hampir tertabrak motor karna kelalianku, untung seorang namja dengan cepat menarik tangan ziyu dan membawanya ke tepi jalan. Namja itu menghampiri pengemudi motor dan mereka nampak berbicara entah apa yang ia bicarakan, setelah selesai namja itu dan ziyu menghampiri ku, langsung ku sambar tubuh kecil ziyu kupeluk erat tubuh mungilnya tak ingin sesuatu yang lebih buruk terjadi padanya. Kulihat wajah namja yang menolong ziyu.

“aah taekwoon sunbae? Sunbae-ya terima kasih banyak telah menolong adikku” tanpa kusadari aku memeluknya erat.

“n.ne cheonma” ucapnya risih sambil melepaskan pelukanku.

“ngg, mianhae sunbae-ya” kataku gugup sambil menggaruk tengkuk ku yang tidak gatal. Tak ada yang memulai pembicaraan baik aku maupun taekwoon sunbae. Suasana berubah menjadi canggung setelah aku –secara tak sengaja- memeluknya. Aah aku benci suasana ini.

“noona-hyung” panggil ziyu. Aah ziyu malaikat kecilku, penyelamatku dari suasana tak mengenakan ini, noona janji akan mentraktirmu es krim dua kali lipat.

“nne” seru kami bersamaan.

“kalian lucu, apa kalian saling mengenal noona hyung?”

“nne noona mengenalnya, sunbae pindahan yang memiliki banyak fans tapi tak pernah terlihat bicara kecuali pada adiknya, eunji noona”

“…” taekwoon sunbae hanya menatapku bingung.

“aku dan eunji itu satu grup jadi aku tahu itu. Seharusnya kau lebih peka terhadap sekelilingmu. Dasar namja es” PLETAK, sebuah pukulan mendarat dengan mulus di kepala ku.

“yaa! Appo” teriakku sambil mengelus-elus kepalaku.

Chorong pov end.

Sudah setengah jam mereka bersama tapi tidak ada yang memulai pembicaraan. Chorong terlalu gengsi untuk memulai pembicaraan terlebih dahulu sedangkan taekwoon semua orang sudah tahu kalau dia jarang bicara kalau tidak ada yang memulainya, lagi pula saat ini taekwoon terlalu sibuk bermain dengan ziyu. Chorong memperhatikan taekwoon yang sedang bermain bersama ziyu, dan chorong baru sadar taekwoon tidak sedingin yang ia pikirkan. Merasa bosan akhirnya chorong memutuskan untuk memulai pembicaraan.

“sunbae” seru chorong

“hmm” sahut taekwoon tanpa melihat kearahnya.

“ani” jawab chorong dingin ketika tahu respon dari taekwoon seperti itu. Segera ia hapus pemikirannya tadi. ‘kenapa aku bisa berpikir seperti itu, apanya yang lembut -_-‘ batin chorong.

Tak terasa hari sudah sore, chorong dan ziyu harus segera pulang sebelum orang tua mereka pulang.

“sunbae sepertinya aku dan ziyu harus segera pulang sebelum orang tuaku mengoceh karna pulang malam. Terima kasih sudah menolong ziyu tadi, kalau tidak ada sunbae entah apa yang akan terjadi pada ziyu, sekali lagi terima kasih sunbae”

“hmm”

‘tidak ada kah kata lain yang bisa kau ucapkan selain hmm sunbae? -_-‘ batin chorong.

“hmm, annyeong sunbae” chorong berbalik tapi saat berbalik ia kehilangan keseimbangannya, untungnya ada taekwoon. Chorong terjatuh di pelukan taekwoon, mata mereka saling bertemu. DEG, detak jantung chorong berdetak lebih cepat dari biasannya saat ia melihat mata taekwoon. Cukup lama mereka saling bertatapan sampai ziyu menyadarkan mereka.

 “hyung kapan-kapan kita main lagi ya annyeong”

“ng.ng.ng a.annyeong sunbae”

“ne, annyeong ziyu annyeong chorong-ah” jawab taekwoon disertai dengan senyuman yang tulus.

Diperjalanan pulang chorong terus saja senyum-senyum sendiri seperti anak kecil mendapat mainan baru. Tatapan dan senyuman seorang jung taekwoon yang pertama kali ia lihat lah penyebabnya.

Taekwoon pov

Chorong kehilangan kseimbanganya, segera ku tanggkap tubuh mungilnya. Mata kami bertemu cukup lama. DEG, aah apa ini? kenapa jantungku berdetak cepat saat melihat matanya.

 “hyung kapan-kapan kita main lagi ya annyeong”

“ng.ng.ng a.annyeong sunbae” katanya seperti gugup, kau lucu chorong seperti itu.

“ne, annyeong ziyu annyeong chorong-ah” kataku sembari tersenyum padanya.

Diperjalanan pulang aku selalu tersenyum saat terbayang matanya yang indah dan kelakuannya saat gugup. Dia sangat lucu seperti anak kecil. Aah taekwoon-ah jangan bilang kalau kau mulai menyukainya. Tapi bagaimana mungkin aku tidak menyukainya, dia cantik, lucu, pintar, ketua osis, hakpido juga dance disekolah, ya walaupun sifatnya yang cuek sedikit menjengkelkan tapi aku tetap menyukainya dan kurasa hanya orang bodoh yang tidak menyukainya.

Sesampainya di rumah aku melihat eunji sedang bersantai di ruang keluarga.

“nji-ah” sapaku sambil duduk di sebelahnya.

“kau terlihat bahagia sekali, apa yang terjadi saat kau pergi oppa bukankah tadi kau sedang badmood?” tanya eunji.

“hmm chorong, kau dekat dengannya bukan? Menurutmu dia seperti apa?”

“dia baik walau terkadang juga dia menjengkelkan”

“menjengkelkan bagaimana?”

“tunggu kenapa kau menanyakan chorong eonni dia kah yang membuatmu menjadi seperti ini? Kau menyukainya?” tebak eunji. Aku enggan menjawab tebakan eunji tadi. Tapi sepertinya aku memang menyukainya. Aku segera pergi ke kamarku tanpa memperdulikan eunji yang masih mengoceh itu.

 

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

fransiscasteffi
Minggu, 27/07/2014 17:32
0
hai, chingu! ^^
mind to exchange likee? n_n
jd chingu like ff aku duluan,
ntar aku like back ff chingu dehh... <3
POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK