home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Promise You

Promise You

Share:
Author : chohyunra
Published : 14 Jun 2014, Updated : 02 Feb 2015
Cast : kim jong woon, hwang min young, kim ryeo wook, kim tae yeon, cho kyu hyun,
Tags :
Status : Ongoing
1 Subscribes |2372 Views |1 Loves
Promise You
CHAPTER 1 : Promise You

“lihatlah, sudah jam 12 malam” taeyeon membuka pintu dan melirik jam tangannya

“yaak eonnie, tapi aku akan tampil besok, dan penampilanku harus maksimal ”

“justru kau akan tampil besok, jadi jaga kesehatanmu, jangan sampai kau sakit”taeyeon menatap yeoja yang memanggilnya eonnie itu, sedangkan yeoja yangditatap hanya mempoutkan bibirnya lalu menutup pianonya.

“aku T.I.D.U.R “ yeoja itu menekankan kata tidur untuk sang eonnie lalu keluardari tempat latihannya. Sedangkan taeyeon hanya menggelengkan kepalanya danmenutup pintu. Dia tau jika fany sudah bermain piano, dia tak ingin diganggu.Tapi taeyeon harus melakukan itu, dia tak ingin hari esok tiffany menjadi rusakhanya karena keegoisannya.

***

“ prok prokprok” semua orang bertepuk tangan atas penampilan tiffany. Mereka benar – benarkagum atas keahlian tiffany bermain piano.

Tiffanymembungkukkan badannya tanda dia memberi hormat lalu kembali ke backstage.Taeyeon tersenyum puas pada tiffany saat tiffany menghampirinya

“ daebak fany”salut taeyeon. Tiffany hanya tersenyum malu kearah taeyeon

“ ini jugaberkatmu eonnie, tanpa kau aku tak dapat mewujudkan impianku” tiffany membalas perkataantaeyeon, dan taeyeon hanya tersenyum bahagia kearah tiffany mengingat berapalama dia dapat menguasai permainan piano. Hanya dalam waktu enam bulan, taeyeonsemakin percaya bahwa fany dapat mewujudkan impiannya saat mengingat hal itu.Dan semuanya terbukti sekarang. Lihatlah, dia adalah pianis muda pertama yangdapat menguasai permainan piano dalam waktu singkat.

“ taeyeon-ssi,mereka sudah datang” seorang staff menghampiri taeyeon dan tiffany

“ah gomawoyo” jawab taeyeon sembari membungkukkan badannya

“ cheonmayo, danfany-ssi boleh aku minta tanda tanganmu” staff tersebut memberikan secarikkertas kearah tiffany. Tiffany hanya tersenyum sambil mengambil secarik kertastersebut dan membubuhkan tanda tangannya

‘ hey apa akusudah terkenal?’ fany berkata dalam hati setelah dia selesai memberikan tandatangan pada staff tersebut

“ gomawoyo, kausangat hebat fany-ssi. Sukses ya” kata staff tersebut lalu pergi. Tiffanymelirik kearah taeyeon tak percaya

“ sudah kukatakan, kau sekarang ini hebat” seakan tau tatapan tiffany, taeyeon sudahberkata. Tiffany hanya tersenyum kearah gurunya. Dia benar – benar berterimakasih kepada taeyeon, karna tanpa taeyeon dia tak akan seperti saat ini. “ aishkenapa menatapku seperti itu, lebih baik kita temui seseorang yang ingin bertemudenganmu” lanjut taeyeon. Tiffany hanya menaiki alisnya

“ bertemudenganku? Nuguya?” fany yang merasa heran bertanya kepada taeyeon. Apa dia iniseorang pejabat negara hingga seseorang datang khusus untuknya? Taeyeon tidakmenjawab, tapi dia menarik tiffany ke ruang ganti.

“ mian menunggulama” taeyeon membungkukkan badannya tanda memberi hormat, sedangkan fany hanyadiam terpaku “ fany” taeyeon menyenggol fany, dengan cepat fany membungkukkanbadannya. Orang yang menunggu fany pun bangun dari duduk ya dan membungkukkanbadannya.

“ silahkanduduk” satu dari dua orang tersebut mempersilahkan taeyeon dan tiffany duduk.

“ gamsahamnida”jawab taeyeon sambil duduk bersama tiffany.

“ jadi apatiffany setuju” kyuhyun memulai pembicaraan yang langsung tertuju pada tiffany.Fany yang mendapatkan pertanyaan dadakan langsung membulatkan matanya kaget

“ m-wo? Se ..setuju mwoya?” jawab fany gugup. Kyuhyun yang melihat ekspresi fany langsungmenatap kearah taeyeon

“ aku inginmemberinya kejutan, jadi aku tak memberitahunya.” Jawab taeyeon saatmendapatkan tatapan dari kyuhyun. Kyuhyun yang mengerti langsung menganggukkankepalanya dan kembali kearah tiffany.

“ sepertinyaryeowook-ssi lebih tepat untuk memberitahumu” kata kyuhyun sambil melirikkearah ryeowook

“ mwo? Aku?Jangan aku, nanti dia malah menatapku tak berkedip” gurau ryeowook, semuatertawa terkecuali fany. Dia masih tidak percaya sekaligus tidak mengerti apatujuan sang idola bertemu dengannya. Sejujurnya tiffany adalah penggemar beratkim ryeowook, seorang pianis terkenal dan terhebat di korea. Jadi dia takpercaya jika sang idola berada didepannya langsung, masih terasa seperti mimpi.Dan dia tak mengerti apa tujuannya bertemu dengannya. Bagaimana bisa seorangpianis terkenal ingin bertemu dengannya yang notebennya pianis pemula.

“ mian aku hanyabercanda” ryeowook kembali berkata saat menyadari bahwa hanya fany yang taktertawa sedetikpun.

“ ah an .. aniyoryeowook-ssi” jawab fany gugup

“ ah baiklah,lebih baik kita ke intinya saja. Kau tau, semua netizen bahkan peneliti duniahiburan musik sudah mulai berbicara tentangmu” kata ryeowook

“ tentangku?”jawab fany sambil menunjuk dirinya sendiri yang mendapat anggukan dari ryeowook

“ dan itumembuatku tertarik untuk berkolaborasi denganmu” lanjut ryeowook sambil meminumjus jeruknya. Fany masih tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh sang idola.Dia benar – benar tak percaya jika ryeowook mengajaknya berkolaborasi

‘ hey aku inisiapa? Kenapa ryeowook-ssi seorang pianis ternama ingin berkolaborasi denganpianis abal – abal sepertiku?’ fany berkata dalam hati

“jadi apa kau mau?” ryeowook melanjutkan kata – katanya yang membuat fanytersadar dari pertanyaan pertanyaan yang begitu banyak dalam otaknya. Fanymengingat betapa hebatnya kolaborasi terakhir ryeowook bersama seorang pianisterkenal henry lau. Itu adalah kolaborasi pianis yang sangat bagus sekorea,semua ya mengatakan itu. Jadi apa dengan berkolaborasi dengannya, itu akanberhasil?

“ta ... tapi ryeowook-ssi”

“aku tau kau tak percaya dengan apa yang ku katakan, bahkan dalam otakmu adalahbanyangan saat aku berkolaborasi dengan henry-ssi. Kau tenang saja, kolaborasiini akan lebih hebat dari kolaborasi ku dengan henry-ssi. Jadi kutunggu kaubesok dirumah jam 8 pagi untuk latihan.” Ryeowook bangun dari duduknya dankeluar dari ruangan.

“kami ada konfersi fans, jadi ryeowook hyung terburu – buru. Fany-ssi, besokjangan lupa datang” sambung kyuhyun yang langsung menyusul ryeowook

“eonnie apa aku mimpi” tanya fany masih menatap pintu yang sudah ditutup kyuhyun

“aniyo”

“tolong cubit aku” taeyeon yang mendengar hal itu langsung mencubit keras lengankecil fany

“yaaaak sakit pabo” rengek fany sambil mengelus lengan ya yang merah

“berarti kau tak mimpi “ jawab taeyeon santai sambil meminum jus jeruk di depanya tanpa dosa sedikitpun

“aish eonnie pabo”

 

***

 

Fanydengan ragu melangkah menuju rumah ryeowook. Dengan perlahan dia berjalanmenuju garasi rumah itu.

“mian, apa ryeowook-ssi ada di rumah?” tanya tiffany pada satpam bertubuh gemukitu. Merasa ditanya satpam itupun langsung menghampiri tiffany

“sudah membuat janji dengan tuan ryeowook sebelumnya?” tanya satpam tersebut.Fany hanya menganggukkan kepalanya, lalu sang satpampun membukakan garasi untuktiffany

“gamsahamnida” kata fany setelah masuk kedalam halaman rumah ryeowook

“fany-ssi, boleh aku meminta foto bersamamu?” sang satpam yang mengetahui fanyseorang pianispun langsung mengeluarkan hendphone ya untuk poto bersama. Dengansenang hati fany menganggukkan kepalanya. Merekapun berpoto bersama

“wah kau memang benar – benar cantik dan juga tidak sombong.” Kata sang satpamsetelah poto bersama fany

“aku masuk dulu ne” jawab fany sambil tersenyum

“ah ne, mian sudah mengganggu waktumu”

“gwanchana, kau tidak menggangguku kok” kata fany lalu menuju sebuah pintuberwarna putih dan menekan bel rumah tersebut

 

Tingtong

Tingtong

Tingtong

 

CLEK

 

Pintuterbuka dan menampakkan seorang namja dengan mata bulan sabitnya. Mata merekabertemu. Tak ada yang memulai pembicaraan antara mereka yang akhirnya seseorangdatang menghampiri mereka

“hay fany-ssi, kau sudah datang?” suara bass kyuhyun bergema di salam ruanganyang luas itu, menyadarkan kedua manusia yang berbeda jenis itu.

“ah kyuhyun-ssi. Nde aku sudah datang” jawab fany tersadar

“ah baiklah, ja kita ke tempat latihan. Ryeowook hyung sudah menunggu” ajakkyuhyun. Fany pun langsung mengikuti langkah kyuhyun yang menuju lantai 2.

 

***

 

Sudahhampir 2 bulan mereka latihan dan hasilnya sempurna. Mereka hanya tinggalmemperbaiki kesalahan kesalahan mereka yang mungkin terjadi saat latihan. Namunsesuatu mengganjal dalam diri tiffany. Selama 2 bulan, selama itu tiffany takpernah melihat seseorang yang membukakan pintu pertama kalinya untuk tiffany.

“hey fany kenapa melamun?” suara cempreng ryeowook menyadarkan tiffany darilamunannya

“eh ryeowook-ssi. Gwanchana” jawab fany sambil tersenyum

“aish kita sudah kenal 2 bulan, kau masih saja memanggil ku dengan embel – embel–ssi. Panggil aku ryeowook atau ...... oppa”

“m-wo? Op-pa?” fany membulatkan matanya tak percaya. Sedangkan ryeowook hanyamengangguk sambil menghabiskan air minumnya.

“ne, oppa. Aku rasa itu lebih baik” ryeowook menunjukkan deretan gigi putihnya.

“ah nde op .. pa” fany berkata dengan gugup membuat ryeowook terkekeh pelan.Fany yang tak mengerti hanya menunjukksn giginya sambil menggaruk kepalanyayang sama sekali tidak gatal.

“kau ini lucu sekali fany-ah” ryeowook mengacak rambut fany yang membuat bando kucingnyalepas

“yaak hentikan oppa” kata fany sambil membenari bandonya. Ryeowook kembaliterkekeh melihat tingkah lucu fany

“neomu kyeopta” kata ryeowook sambil memandang tiffany

“mwo?” fany yang mendengar perkataan ryeowook langsung membalas tatapan ryeowook

“ne, neomu kyeopta” ulang ryeowook sekali lagi yang berhasil membuat pipi fanymemerah seketika. Dia benar – benar tak dapat menyembunyikan perasaanbahagianya. Dipuji oleh sang idola, siapa yang menolak? “ hey, kenapa pipimumemerah?” ryeowook kembali menggoda tiffany yang semakin membuat pipi fanymerah

“yaak oppa, hentikan” fany melempar bantal sofa ke arah ryeowook, namun dengansigap ryeowook mengambil bantal lemparan fany

“gak kena “ ledek ryeowook sambil memeletkan lidahnya

“yaaak oppa, kau meledekku? Awas kau yaa” fany bangun dari duduknya dan langsungmenghampiri ryeowook. Namun dengan cepat ryeowook bangun dan lari. Alhasilmereka bermain kejar – kejarnya sampai lantai satu.

 

BRUUUK

 

Fanyterjatuh bersama seseorang. dan fany tau siapa dia. Namja yang membukakan pintuuntuknya yang pertama kali. Mata mereka kembali bertemu, dan tatapan merekasemakin dalam. Ryeowook yang melihat kejadian itu segera menghampiri tiffany

“fany, hyung” teriak ryeowook yang membuyarkan lamunan mereka dan kemudianberdiri.

“mian a ... “

“lain kali jangan berlari disini, rumah ini bukan lapangan bola” namja itumemotong perkataan tiffany lalu pergi. Fany hanya menatap kesal punggung sangnamja ‘ hey, siapa kau? Sombong sekali’ gerutu fany dalam hati

“mian itu memang sikap hyungku” ryeowook yang melihat wajah kesal fany karnatingah sang hyung langsung meminta maaf

“hyung? Dia hyungmu?” tanya fany sambil menatap tak percaya pada ryeowook

“nde, waeyo?” tanya ryeowook tidak mengerti

“sama sekali tidak mirip”

 

***

 

“prok prok prok“ semua bertepuk tangan mengagumi kolaborasi tiffany danryeowook. Semunya benar – benar terpana atas prestasi mereka, apalagi tiffanyadalah pianis pemula dan ryeowook adalah pianis ternama. Bagaimana bisakolaborasi mereka begitu hebat mengalahkan kolaborasi ya dengan henry laukemarin? Itulah yang ada dipikiran para penonton. Dan satu lagi yang adadipikiran para penonton, mereka benar – benar serasi.

“ciiis” semua bersulang atas keberhasilan tiffany dan ryeowook. Saat ini merekasedang berada di sebuah cafe untuk merayakan keberhasilan mereka.

“fany, aku ingin kau datang kerumah besok malam” tiba – tiba ryeowook berkatasambil menatap ke arah tiffany, semua menatap ke arah tiffany dan ryeowook.Sedangkan tiffany hanya menatapa tak percaya kearah ryeowook

“un ... untuk apa?” tanya fany gugup

“sudah datang saja, dan awas saja jika kau tidak datang”

 

***

 

Taeyeonmembuka pintu kamar tiffany, namun sang pemilik jari lentik itu tak ada.Biasanya jam segini, jari – jari lentik itu berdansa diatas tuts tuts piano,mengalunkan nada indah namun penuh arti kehidupan untuk fany. Taeyeon melangkahkearah balkon kamar fany, dan benar saja tiffany ada disana sedang duduk dikursi ayunannya. Taeyeon sudah tau betul sikap fany sedetailnya. Bahkan dia tauapa yang menjadi tekadnya untuk mempelajari piano

 

FLASHBACK

 

“aku mohon taeyeon-ssi, aku mohon” tiffany berjongkok di depan taeyeon sambilmemohon

“maaf, tapi kamu memang sama sekali tak mempunyai bakat itu” taeyeonmelangkahkan kakinya bermaksud untuk meninggalkan fany. Namun dengan sigap fanymenahan kaki taeyeon

“aku janji aku akan bisa dalam waktu 6 bulan, jika tidak maka aku akan pergi”

Taeyeonterhenyak dengan perkataan tiffany, iapun membalikkan badannya dan membantufany berdiri

“apa yang membuatku melakukan ini?” tanya taeyeon setelah mendirikan tiffany

“aku mencintai seorang namja. Kami saling mencintai. Tapi neo appa tidakmerestui hubungan kami. Dia berkata jika aku anak miskin dan tidak bisa bermainpiano. Tapi namjaku memaksa sang appa untuk menerimaku, hingga sang appamemberiku tantangan”

“apa tantangan itu?”

“menjadi pianis terkenal dalam waktu yang cukup singkat, 2 tahun”

 

FLASHBACKEND

 

“aku tau kau sangat mencintainya. Tapi lihatlah kedepan, ada seseorang yangmenunggumu” taeyeon menatap lurus kearah tiffany. Fany yang sedari tadi melamunmenoleh kearah sumber suara “ sudah berapa lama kau menunggunya? Bersamaku sajasudah dua tahun. Lalu berapa lama kalian pacaran? Berapa lama kalian terpisahsebelum bertemu denganku?” pertanyaan taeyeon terus terngiang ditelinga fany.Dia mencerna semua perkataan taeyeon “ aku rasa ryeowook lebih pantas denganmu”taeyeon tersenyum lalu meninggalkan fany sendirian. Fany kembali menatap luruske depan balkonnya, airmatanya tiba – tiba saja turun dengan mudah setelahmendengarkan perkataan taeyeon. Berapa tahun? Apa kau masih menungguku? Tiffanymenggenggam kalung bergantungkan kupu kupu itu “ bogoshipo, neomu bogoshipo”

 

***

 

Ryeowookmendengarkan sebuah alunan nada, alunan nada yang sudah lama tak ia dengar.Ryeowook tersenyum lalu berlari kecil kearah kamar sang hyung, membuka pintuitu pelan dan mengintipya dari celah pintu yang ia buka sendiri. Namun tiba –tiba saja nada itu menghilang beberapa detik dan

“sudah ku bilang jangan pernah mengintip” yesung membuka pintu sambil menataptajam ke arah ryeowook. Ryeowook hanya tersenyum bodoh sambil menggarukkepalanya yang sama sekali tidak gatal “ masuklah” perintah yesung, ryeowookpun masuk

“tak ada yang berubah” kata ryeowook setelah masuk ke kamar yesung

“berapa lama kau tidak ke kamarku hingga kau tau bahwa kamarku tak ada yangberubah”

“dua tahun”

Yesungterdiam saat mendengar jawaban ryeowook

“bukankah aku hanya datangs ekali saat aku membantumu membereskan kamarmu?”lanjut ryeowook sambil menatap mata bulan sabit yesung “ sadarlah hyung, sudahberapa lama kau menunggunya, aku rasa itu tak mungkin terjadi” tak ada jawabandari yesung “ aku merindukan jari jarimu di atas tuts piano, itu sangat indah.Jumuseyo” ryeowook keluar kamar yesung

“wookie” suara yesung terdengar seperti bisikan ditelinga ryeowook, namunryeowook masih dapat mendengar jelas suara hyungnya

“ne” jawab ryeowook sambil membalik badannya menatap kearah sang hyung

“aku dengar kolaborasimu berhasil, selamat” yesung tersenyum, namun bukansenyuman tulus dan bukan juga senyuman paksaan, dan ryeowook tau itu.

“bukan itu saja hyung, sebentar lagi aku akan berhasil mendapatkan tiffany”jawab ryeowook. Yesung menatap mata ryeowook tak mengerti

“aku harap hyung dapat menerimanya sebagai calon adik ipar”

 

***

 

Tiffanyberjalan kearah rumah ryeowook, tanpa meminta satpam pun membuka pintu gerbanguntuk tiffany. Tiffany tersenyum kearah satpam itu dan berjalan menuju pintubercat putih itu. Entah kenapa dengan percaya fany membuka pintu rumah ryeowookdan

 

CLEK

 

Pintuterbuka. Fany sedikit heran kenapa pintu ini tidak dikunci, namun dengan cepatdia menghilangkan pikiran itu, dalam otaknya sekarang adalah tempat latihansaat dia berlatih piano bersama ryeowook. Entah kenapa dia ingin sekali kesana.Dengan langkah yang semakin cepat, tiffany dapat mendengarkan sebuah alunannada yang sangat indah, alunan yang pernah dia dengar 10 tahun lalu dan alunannada yang dia terima sebagai tanda perpisahannya dengan sang namja chingu.Dengan nafas tersengal sengal karena berlari dari lantai satu ke dua, diamemegang gagang pintu bercat putih itu, alunan itu sangat jelas terdengar daridalam ruangan itu, dengan segera tiffany membuka pintu dan melihat sesuatu yangsangat dia tunggu, namun langkah fany terhenti saat sesuatu yang dia lihattidak seperti yang dia inginkan, seseorang yang memainkan nada promise you itubukanlah sang namjachingu, tapi yesung. Ya, yesung lah yang bermain pianosedari tadi. Namun fany tidak pernah mengerti bagaimana yseung bisa memainkannada itu yang jelas – jelas bahwa nada itu adalah sang namjachingu yangmenciptakannya. Tanpa terasa airmata fany pun mengalir mudah menelusuri pipitiffany. Isakan kecil keluar dari mulut manisnya, namun itu membuat konsentrasiyesung terganggu. Yesung menghentikan jari – jari lincahnya untuk memainkannada tersebut dan melihat siapa yang mengganggunya. Yesung menaiki alisnya saatdia tau siapa orang yang mengganggunya lalu menghampiri tiffany.

“kau menggang ... “

 

GREP

 

Belumyesung melanjutkan kata – katanya, fany langsung memeluk yesung. Entah kenapafany ingin sekali memeluk yesung walaupun dia membenci yesung. Sedangkanyessung malah dibuat bingung dengan sikap dadakan tiffany yang memeluknya danmenangis di dalam pelukannya, dan yesung semakin tidak mengerti saat otaknyamenugaskan untuk membalas pelukan fany. Dengan ragu yesung membalas pelukanitu, dan sesuatu yang berbeda itu hadir dalam diri yesung dan tiffany, sesuatuyang mereka rindukan 10 tahun lalu.

“jong woonie” tanpa sadar fany berkata membuat yesung sadar dari pikiran yangbergelut di dalam otaknya ‘ darimana dia tau nama asliku?’ namun dengan sigapfany melepas pelukannya

“ani, ini salah. Ini tidak mungkin. Tidak mungkin” fany berteriak lalu pergi meninggalkanyesung

“tunggu” langkah yesung terhenti saat dia menginjak sesuatu. Yesung menundukkankepalanya dan mengambil barang yang dia injak

“min young”

 

***

 

Fanyberhenti di sebuah taman, sudah berada diluar rumah ryeowook. Tanpa memperdulikanorang- orang yang melihatnya, tiffany menangis sejadi – jadinya, dalampikirannya adalah ketidak percayaan yesung dapat memainkan nada promise youyang diciptakan oleh jong woon sang namjachingu. Dan tiba – tiba saja sebuahsapu tangan berwarna biru sudah ada di depannya. Tanpa ragu fany mengambil saputangan tersebut dan melihat siapa orang yang sudah berbaik hati memberikannyasapu tangan.

“ryeowook” dengan segera fany menghapus airmatanya

“ternyata seorang pianis bisa menangis juga” kata ryeowook dengan nada sedikitmengejek

“yaaak pianis juga manusia” jawab fany dengan bibirnya yang dipoutkan, kesaldengan perkataan ryeowook

“hahaha, aku hanya bercanda. Saranghae”

Fanymenoleh kearah ryeowook tak percaya dengan kata terakhir yang ryeowook ucapkan

“yaaak aku tidak menyuruhmu untuk menatapku, palli jawab pertanyaanku”

“mwo? Pertanyaan yang mana?” fany yang tersentak dengan perkataan ryeowooklangsung tersadar dari dunia pikirannya. Namun ryeowook tak menjawab pertanyaanfany, dia hanya mendekatkan kepalanya, semakin dekat, dekat dan

 

CHUUUP~

 

Ryeowookmencium bibir fany, dan entah kenapa fany tidak kaget dan tidak menolak, bahkanfany membalas ciuman ryeowook.

 

1menit

2menit

3menit

 

Ciumanmereka berakhir karna kebutuhan primer mereka yaitu oksigen. Dengan malu fanymenundukkan kepalanya, sedangkan ryeowook hanya tersenyum melihat fany

“aku anggap ciuman tadi adalah jawaban ya dari pertanyaanku” fany tersentak darimendengar pernyataan ryeowook

 

BRUUSSSH

 

Danentah kenapa cuaca yang tadi sangat cerah malah menjadi mendung dan menurunkanhujan yang cukup deras

“ah hujan chagi, kajja kita pulang” ryeowook menarik tangan fany membawanyakedalam mobil. Dan saat ryeowook melajukan mobilnya fany teringat sesuatu danlangsung memegang dadanya.

“chagiya, gwaenchanayo?” ryeowook yang melihat perubahan ekspresi fany langsungbertanya kepada fany, namun fany hany menggeleng menjawab pertanyaan ryeowook.Entah kenapa fany merasa sesuatu terjadi pada diri yesung

‘kenapa yesung? Kalung ini pemberian jong woon, tapi kenap yesung yang aku pikirkan?’

Drrrrtdrrrrt

Suaragetaran handphone ryeowook menyadarkan mereka, dengan cepat ryeowook mengangkattelponya yang ternyata dari kyuhyun sang manajer

“yeoboseo”

 

***

 

Fanydan ryeowook berlari di koridor rumah sakit, dengan hati yang sangat kacau fanyberlari sekuat tenaganya, dia benar – benar ingin cepat sampai ke ruangan yangbertuliskan UGD.

“bagaimana keadaan yesung?” dengan nafas tersengal – sengal tiffany langsungmelontarkan pertanyaan kearah kyuhyun dan taeyeon yang sedang menunggu di ruangtunggu. Sedangkan yang ditanya hanya menatap heran ke arah tiffany. “ jawabaku, bagaimana keadaan yesung” merasa tak mendapat respon, tiffany mengulangpertanyaannya dengan sedikit meninggikan suaranya

 

CLEK

 

PintuUGD terbuka dan keluarlah eusia

“apa ada yang bernama min young dan ryeowook”

“aku” dengan bersamaan tiffany dan ryeowook menjawab

“yesung ingin berbicara dengan kalian”

Fanyyang mendengarkan hal itu langsung melesat masuk kedalam UGD, sedangkanryeowook menatap tak percaya ke arah punggung fany yang sedang menghampiriyeusng sang hyung.

Yesungtersenyum kearah tiffany, senyuman yang sangat jarang dikeluarkan oleh yesung.Senyuman yang baru terlihat lagi setelah lama berpisah.

“jong woonie” tanpa ragu fany memegang pipi yesung yang berlumuran darah

“ne, min young-ah” jawab yesung sambil merasakan sentuhan lembut fany

“apa yang kau lakukan?” fany bertanya dengan suara paraunya, dia sudah menangissedari tadi semenjak kyuhyun mengabari mereka bahwa yesung kecelakaan dansedang berada di rumah sakit.

“hey, berhentilah menangis” yesung menghapus airmata fany dengan masih tersenyum

“dan kau berhenti untuk tersenyum seperti itu” jawab fany sambil memukul kecildada yesung

“auw appo” ringis yesung

“ah mian “ jawab fany sambil mengelus – elus dada yesung

“apa yang kau lakukan ditaman bersama ryeowook” yesung menatap tajam mata fany,fany terhenyak mendapat pertanyaan seperti itu “ aku melihat ya dari awal kalian berbincang sampai kalian berciuman, dan itu membuatku sakit. Bagaimanabisa yeojaku dicium oleh dongsaeng sendiri, memang dongsaneg yang kurang ajar”ryeowook yang mendengarkan hal itu hanya dapat menundukkan kepalanya, takberani menatap mata sang hyung, karna bagi ryeowook itu adalah hal yang palingmengerikan dalam hidupnya. Ryeowook tak ingin melihat hyung ya marah besarkepadanya karna yesung adalah keluarga satu satunya setelah meninggalnya orangtua mereka. “ tatap aku bodoh” yesung menatap tajam kearah ryeowook, namun ryeowook tak pernah berani untuk menatapyesung

“oppa hentikan, ryeowook tidak tau apa – apa” fany menenangkan, sedangkan yesunghany tersenyum remeh kearah fany

“kita pernah bertengkar, kita juga pernah tidak bersama untuk beberapa lama.Tapi tiap kali hal itu mengingatkanku, betapa aku membutuhkanmu. “ yesung. Fanyhanya dapat menangis tak dapat menjawab pertanyaan yesung. Dia benar – benartak percaya dengan apa yang dia lakukan dengan ryeowook tadi ditaman. “kemarilah wookie” dengan lembut yesung berkata dan ryeowook menghampirisanghyung “ aku titip min young” fany dan ryeowook menatap tak percaya kearahyesung

“apa maksudmu oppa?” fany bertanya kerah yesung

“chagiya, oppa lelah. Oppa ingin beristirahat” jawab yesung sambil menggenggamtangan fany kuat

“aniyo, kau tak boleh istirahat” jawab fany dengan tatapan takutnya

“aku mohon”

“shireo, kau tidak boleh menutup mata sedikitpun jong woon” fany menatap tajamkearah jong woon, namun jong woon hanya membalasnya dengan senyuman

“annyeonghi gyeseyo” yesung berkata sambil menutup matanya

“ANDWEEEEE jong woonie andwe, jebal buka matamu” fany mengguncang tubuh yesungkuat, berharap mata sang pemilik tubuh terbuka, namun itu sia – sia saja karenadidalam tubuh yesung sudah tak tinggal roh yesung. Tubuh itu kosong tanpa rohyang mengisi

 

***

 

Ryeowook,tiffany, kyuhyun dan taeyeon sedang berada disebuah makan yang bertuliskan namakim jong woon diatas batu nisan itu. Fany tak henti – hentinya menangis dalampelukan taeyeon.

“mianhae” suara bisikan ryeowook terdengar jelas ditelinga fany “ dia begitusangat mencintaimu, bahkan dia rela bertengkar dengan appa hanya untukmembelamu, dan dia juga yang tersenyum puas saat appa meninggal, karna yesunghyung begitu membenci appa yang sudah menentang hubungan kalian. Aku benar –benar minta maaf jika aku sudah berani menyatakan cinta padamu dan menciumseseorang yang harusnya hanya yesung hyung yang dapat menciumnya” ryeowookmengakhiri kalimatnya dengan menghela nafas panjang lalu berdiri dan berjalanperlahan meninggalkan makam sang hyung

“chakkaman” langkah ryeowook terhenti saat mendengar suara fany menyuruhnyaberhenti, namun tak ada niat untuknya membalikkan badannya

“kau tau kenapa tuhan membiarkan kita saling jatuh cinta?” ryeowook menaikialisnya bingung dengan perkataan fany lalu membalikkan badannya menatap kearah tiffany“ aku tau dan aku mengerti “ lanjut tiffany. Ryeowook tersenyum bahagia kearahfany dan fany berlari kearah ryeowook dan memeluknya “ saranghae” bisik fanyditelinga ryeowook, dan saat itu juga fany dan ryeowook melihat bayangan yesung sedang tersenyum kearah mereka.

COPYRIGHT 2020 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK