home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > My Pretty Boy

My Pretty Boy

Share:
Author : megadelians
Published : 17 Apr 2014, Updated : 17 Apr 2014
Cast : Song Alice, Lee Chunji & Xi Luhan
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |795 Views |0 Loves
My Pretty Boy
CHAPTER 1 : The Truth

"diamlah, dan jangan berbicara tentang laki laki itu dihadapanku."

Ciuman itu bukan ciuman pertama untuk Alice, tapi perasaan itu sama seperti yang Alice rasakan saat Luhan pertama kali menciumnya.
Chunji menggandeng tangan Alice lebih erat. Alice hanya berjalan dan terus memegang bibirnya. Jalanan terasa sangat lengang. Suasana terasa aneh dan mereka berdua hanya berjalan dalam diam.
~
Keesokan harinya Alice bangun dan sudah melihat sarapan di meja makan. Dia melihat Chunji sudah duduk manis disana.
"Pagi noona~" sapa Chunji kepada Alice yang sedang berjalan pelan ke meja makan.
"makanlah.. kau harus makan banyak sayur.. lihatlah dirimu.. menyedihkan.. kurus kerempeng dan pendek.. ckckck" kata Chunji sambil melihat badan Alice dari atas ke bawah.
"Apa kau bilang?!" Tukk!! Alice mendaratkan sendok sayur diatas kepala Chunji.
"Ahh! kau ini benar benar...." Chunji berteriak sambil mengelus kepalanya. "Setelah ini mandilah, aku ingin melihat suatu tempat jadi kau harus menemaniku." Lanjut Chunji. Alice hanya diam dan memakan sarapannya. Sebenarnya dia sangat malas untuk pergi hari ini.

(Alice POV)
Hari diluar sangat cerah, dan Chunji mengajakku ke Pantai yang bahkan aku sendiri belum pernah kesini. Indah, sangat indah. Pantai ini sangat bersih dan sepi. Pasirnya putih dan airnya sangat biru. Aku duduk dipantai dan memandangi sekitarku.
"Berteriaklah." kata Chunji tiba tiba sambil menarik pelan tanganku. Aku berdiri dan menatapnya bingung. Berteriak? Untuk apa?
"Berteriaklah untuk semua hal yang menahanmu untuk menatap ke depan dan melanjutkan hidupmu. Kau mengerti maksudku?" Aku masih tidak mengerti maksud Chunji. Dia menggandeng tanganku dan mengajakku ke pinggir pantai.
"Sekarang buka tanganmu dan pejamkan matamu." Katanya sambil membuka tangan dan memejamkan matanya. "Kau bisa rasakan angin? Kau bisa rasakan dinginnya air mengenai kakimu? Kau bisa mendengar debur ombak?" Aku yang mengikuti apa yang dilakukan Chunji mengangguk tanpa mengatakan apapun. Aku bisa merasakan semua hal, dan matahari bahkan terasa sangat hangat menyentuh kulitku.
"sekarang, berteriaklah dan lepaskan apapun beban dihatimu" lanjut Chunji. Aku terpikir semua hal yang mengingatkanku pada Luhan, sampai dimana dia pergi tanpa kabar dan meninggalkanku, menyakitkan dan ingin ku lepaskan. Aku mendengar Chunji berteriak sangat keras. Aku pun kemudian berteriak sekuat tenaga. Rasanya semua kesakitan dihatiku pergi bersama ombak yang kembali ke laut. Tanpa sadar aku pun meneteskan air mata dan duduk terisak. Aku tidak tahu apa yang aku tangisi, tapi aku merasa tubuhku sangat ringan sekarang. Chunji mengulurkan tangannya dan menarik tanganku lagi.
"Merasa lebih baik? Sekarang kau bisa memulai hidup barumu" katanya sambil tersenyum. Untuk kesekian kalinya, Chunji benar. Aku harus melanjutkan hidupku bukan hanya untuk menunggu orang yang bahkan aku tak tahu dimana keberadaannya. Entah kenapa aku merasa Chunji jauh lebih mengenalku dari pada diriku sendiri. Dan aku senang dia berada didekatku sampai detik ini.
~
(Author POV)
"Ayah!~“ panggil seorang anak laki laki berumur 8 tahun sambil berlari membawa bunga.
"Seorang bidadari mengirim bunga bunga ini untuk ayah, dan dia mengatakan sesuatu" lanjut anak itu sambil memberikan beberapa tangkai bunga lily untuk Chunji.
"Apa sayang? Apa yang bidadari itu katakan?" tanya Chunji sambil menundukkan kepala sejajar dengan anak tadi. Anak itu kemudian membisikkan sesuatu di telinga ayahnya. Senyum Chunji mengembang dan anak itu berlari sambil tertawa riang. Dia menuju ke arah Alice yang sedari tadi melihat mereka dari kejauhan. Alice membuka tangannya dan kemudian memeluk anak kesayangannya itu. Dia tertawa. Mereka, keluarga kecil bahagia itu tertawa sangat riang. Chunji, Alice dan Daniel anak mereka. Sudah 9 tahun sejak terakhir kali Alice menangis. Dan sudah 9 tahun juga sejak kematian Luhan. Chunji berhenti sejenak melihat kedua belahan jiwanya tertawa riang. Hatinya terasa sedikit sesak karena rahasia yang sudah ia sembunyikan selama bertahun tahun. Luhan meninggalkan Alice karena kanker yang dideritanya. Dan kematiannya adalah berita yg sangat buruk. Untuk bersama Alice, Chunji harus membayar dengan menyembunyikan sebuah fakta dari gadis pujaannya itu. Fakta yang sangat penting bagi Alice. Fakta yang harusnya Alice tahu. Fakta yang sekaligus akan menjadi "tear-maker" untuk Alice. Senyum Alice terlalu mahal untuknya. Chunji bahkan tak ingin mengingat kenyataan bahwa dia tahu tentang kematian Luhan. Chunji menghela nafas panjang dan berkata dalam hati, "maafkan aku hyung.. aku tahu kau juga pasti menginginkan kebahagiaan Alice, maafkan aku."

-end-

COPYRIGHT 2020 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK