home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > [ Kyuhyun ] SERIES || Dream Kiss - Chapter 1

[ Kyuhyun ] SERIES || Dream Kiss - Chapter 1

Share:
Author : SJFF_INA
Published : 20 Feb 2014, Updated : 20 Feb 2014
Cast : Cho Kyuhyun, Kim Ryeowook ,Lee Hyuk-jae,Choi Siwon, Sungmin, Yoon Tae Wook a.s Kang Minho Park Ye
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |1141 Views |0 Loves
[ Kyuhyun ] SERIES || Dream Kiss - Chapter 1
CHAPTER 1 : [ Kyuhyun ] SERIES || Dream Kiss - Chapter 1

TITTLE         : Dream Kiss 

AUTHOR      : Iynun chan

GENRE         :  Romance 

LENGTH       : Short Fic

RATED         : 13+

MAIN CAST  :

 Park Min-young a.s Kang Yuri

Romeo X : Cho Kyuhyun, Kim Ryeowook ,Lee Hyuk-jae,Choi Siwon, Sungmin,

Yoon Tae Wook a.s Kang Minho

Park Ye Eun a.s Kim Pilsuk

 

"Dream Kiss"

Chapter 1

 

        Di sebuah konser yang sangat megah dan keren. Terlihat seorang yeoja di tengah-tengah lautan penonton. Yeoja itu terlihat kurang nyaman dengan suasana konser. Berkali-kali ia menutup telinganya karena teriakan-teriakan dari para penonton. “Romeo.. Romeo.. Romeo”. Tapi walau begitu entah mengapa ia begitu enggan untuk meninggalkan konser yang bertajuk seribu bintang. Seakan-akan ada sesuatu yang mengharuskan yeoja itu untuk tetap tinggal dan melihat konser ini.

 

        Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa!

        Konserpun segera di mulai. Altar pangung punterbuka dan munculah lima sosok namja yang begitu berkilauan di atas panggung. Para penonton pun begitu histeris menyambut kemunculan mereka. Yeoja yang sedari tadi begitu tidak nyaman dengan suasana konser kini terlihat begitu terpukau dengan aksi 5 namja yang tak lain adalah Romeo X,  Boy Band yang sedang naik daun di Korea selatan saat ini. Gadis berwajah bodoh dan kaget  itu tak lain adalah Kang Yuri. Saat ini ia baru pertama kali berpacaran.

        Hari ini Yuri berbeda dari hari biasanya. Sungguh ini adalah pertama kalinya yeoja itu melihat konser. Sebenarnya yeoja itu tidak begitu suka keraimaian. Dan teriakan-teriakan semacam ini. Semua itu membutnya sesak, sulit bernafas dan pusing. Tapi ia harus tetap disana. Karena ini permintaan….. Kok bisa?.

 

        Mungkin kalian sulit percaya…. Dan benar-benar sulit dipercaya. Karena….. kekasihnya itu salah satu dari 5 cowok yang begitu berkilauan dan keren diatas panggung. Ya— dia salah satu anggota Romeo X yang sangat terkenal itu..  namanya.......... Cho Kyuhyun.

        Kyaaaaaaa! “Kyuhyun!” terdengar sebuah teriakan dari fans Kyuhyun di belakang yeoja itu. Yuri pun sedikit melonjak kaget, dan menutup telinganya. Ia menoleh sebentar kearah fans itu. Cantik, sangat cantik. Lalu iapun kembali mengarahkan pandanganya kearah 5 namja tampan di atas panggung. Ia menutup mulutnya,  matanya sedikit berair.  Kyuhyun kekasihnya itu terlihat begitu keren, dengan senyum manisnya ia menari mengikuti irama lagu yang begitu menghentak. Rambutnya sedikit berterbangan karena gerakan densnya yang begitu cepat dan keren. Keringat bercucuran menambah keseksian namja itu.

 

         Kalian pasti bingung kenapa bisa? Yuri adalah yeoja-chingu dari salah satu members Romeo X

         Ya.. baiklah akan ku ceritakan semuanya. Soalnya (berbisik) aku tahu semu tentang Kang Yuri dan juga Kekasihnya itu. Aku tahu semua tentang mereka. Kok bisa??? Pasti kalian bertanya-tanyakan???.........Karena asal kalian tahu….. Kang Yuri itu….. tak lain adalah aku… hahahahah… gak percaya??

        Eh! baiklah ini awal ceritanya…. Jadi tolong simak baik-baik ya…..

 

* * *

        “Fuuuuh. Panasnya hari ini” akupun menyeka keringat yang menetes dikening ku. aku tak ingin keringat itu merusak kacamata ku. Aku adalah gadis yang tak suka dengan libur musim panas. Karena menurutku musim panas, adalah saat bagiamana tubuh harus eksatra keras memproduksi keringat. Aku benci Keringat, dia bau dan lengket.

        Aku terus berjalan, mengikuti langkah kakiku yang barang tentu sudah tahu kemana aku ingin pergi. Aku berhenti sejenak, pandangan mataku kini tertuju pada papan nama di tembok depan sebuah bangunan yang tinggi dan besar, papan nama itu dikelilingi bunga yang cantik. "Perpustakaan Seuol" aku berbisik lirih. Dan aku tak menyangka pertemuan itu akan terjadi disini. Di perpustakaan tempat aku selalu belajar setelah aku selesai dari pelajaran sekolah ku yang berisik. Aku tak menyangka cinta kami akan bersemi disini.

        Hari itu aku sunguh lelah. Guru yang super killer memberi ku banyak tugas. Yaitu pelajaran Matematika, pelajaran yang begitu sangat aku benci. Penuh dengan rumus-rumus yang menjijikan. Aissh… aku benci semua mata pelajaran yang menguras otak.

 

         Aku terus melangkah menyelusuri setiap rak buku diperpustakaan ini. aku ingin segera duduk disana, tempat yang bisa membuat aku merasa nyaman. Aku menghela nafas sesat. Aku menggangkat wajahku, yang sedari tadi ku tekuk. eh,, aku menyeryitkan keningku “Tumben ada anak SMA lain pada jam segini?” bisik ku lirih. “Ya.. lagian kan itu tempat duduk ku. Cihii… seenaknya” akupun mengerutu dalam hati. Ku melirik sekilas. Terlihat seorang Namja, berkacamat dan berwajah tampan, tengah serius membaca buku “Waaa.. bukankah itu seragam SMA Shinwa???, kenapa siswa SMA sehebat itu datang kemari” bisik ku lirih.

         “Ya…… apa boleh buat sepertinya hari ini aku harus benar-benar sabar” akupun memutuskan untuk mengalah dan mengambil kursi didepan namja itu, aku mengeser kursi itu. Fuuuh! Terdengar helaan nafas berat dari namja didepan ku. Akupun mengerakan mataku menatapnya.

         Glekkkk! Namja itu menatap ku dengan sinis, matanya menyipit kecil dengan mulut menyeriangi dan tangan kanan menyanggah dagu. Benar-bener membut ku Eneg!. Uh… nampaknya namja itu benar-benar menyebalkan. Akupun takmau ambil pusing denganya, huh! Dengan tatapan serupa aku mengancam namja itu balik.

 

          Kembali ku mengeser kusi itu dan bermaksud untuk duduk, saat ku dengar kata-kata cukup sengit dari namja didepan ku.

         “Kenapa duduk disitu!? Sebaiknya jangan duduk disitu” namja itu membuang pandangan dari ku dan dengan cepat menurunkan tanganya.

         Benar-benar.. MENYEBALKAN! “Aku selalu duduk disini!! Kenapa kamu harus bilang begitu pada ku!!? Kalau mau pergi. Pergi saja sendiri. Kenapa harus aku”

         “Kau mengerti kata-katakukan? Padahal kamu ini cuma juliet?” lagi-lagi nada sinis keluar dari mulutnya. Yaaa!

         Maksudnya apa? Juliet!?, ngomong apa sih orang ini. Sebel banget, akupun menyeriangi menatapnya. Aaaaah! Aku jugak tidak mau pindah dari tempat duduk ku. Enak saja memang siapa dia?. "Cuek saja ah," aku bergumam sendiri ku putuskan untuk tidak ambil perduli dengan tinggah tengil namja songong  didepanku.  Dengan mengabaikan tatapan sinisnya. Aku duduk di kursi depan namja songong ini, mengambil buku dari tasku dan mengerjakan tugas.

         10 detik 1 menit 5 menit. Aissh akupun mengaruk kepala ku yang tak gatal. Sunguh kepala ku hampir meledak karena tugas ini. Aku tak mengerti satupun. Ini menyebalkan.

 

          “Yang itu…… begini cara mengerjakanya”. terdengar suara di samping kananku, akupun menolehkan kepalaku.

          Eh.. sejak kapan dia?

          Seorang Namja tiba-tiba telah duduk di sampingku. “Boleh pinjam?” dan namja itupun mengambil buku tugas ku  “Pakailah metode subtitusi.. Seperti ini penyelesainya”. ia mencoret-coter buku tugasku.

          “Oh.. begitu” Aku hanya terdiam melihat itu semua. Tidak terhitung 15 menit. Setengah dari tugas ku sudah ia selesaikan. “Apa kau sudah mengerti?”.

         Aku hanya bisa mengelengkan kepala saat ia bertanya pada ku, aku benar-benar bodoh untuk hal semacam ini. Hem.. namja itu hanya tertawa tipis. Iapun kemudian menerangkan semuanya pada ku. Aneh.. apa namja ini benar-benar pintar atau aku yang mendadak jadi pintar. Kenapa aku bisa memahami semua yang ia jelaskan dengan mudah. Akupun tersenyum tipis memandanginya. Iapun menyerahkan tugas itu kembali pada ku.

         “Nih pengsil mu”

         “Kamsahamnida…”

         “Minanhamnida. Tadi aku membentak mu. Ternyata kau bukan Juliet’s” kata namja itu tersenyum manis pada ku..Ahhhh.. begitu menggoda.

        Ahh.. “Anni-ya. Tidak apa-apa” jawab ku menggeleng dengan cepat.

 

        Hahaha tawa renyah namja itu terdengar di telinga ku. Mungkin ini semua karena ekpresiku yang aneh. Ya aku memang aneh. Aku bukan seperti anak SMA pada umumnya, yang cantik, modis, dan juga gaya.  Aku hanya seorang yeoja yang bisa saja dengan wajah yang biasa-biasa juga. Berkaca mata kuda, kucir juga kucir kuda. Inilah kenapa aku di panggil putri kuda oleh teman-teman ku. Aku sebel dengan semua itu. Tapi mau bagai mana lagi.. inilah kenyataannya.

 

* * *

         Sejak hari itu, aku biasa bertemu secara kebetulan 2 kali seminggu dengan dia disini. Diperpustakaan Seuol. Terkadang dia mengajari soal matematika yang tidak aku mengerti. Tapi sejauh pertemuan kita, kita tidak pernah tahu nama masing-masing, ataupu sekedar basa-basi untuk sekedar menanyakanya. Seolah didepan kami hanya ada angin dan Udara yang kosong. Anehkan? Ya… itulah kami. Tapi walaupun begitu aku merasa namja ini adalah orang yang cukup menyenangkan. kesan pertamaku tentangnya, kini berlahan memudar. Dia bukan lagi Namja songong dan menyebalkan. Dia adalah Namja yang paling keren, baik, pintar yang pernahku temui.

 

         “Ohya. Saat pertama dengan ku pertama kali. Kalau tidak salah kau memanggil ku dengan Juliet’s. Apa itu?” tanya ku, memecahkan keheningan suasana. Saat kami tengah menikmati makan siang kami di kantin perpustaan yang biasa kami kunjungi.

        “Ah.. dangsin-eun molla??” balik bartanya namja itu. Dengan masih asik mengunyah makananya. Dan kini terlihat pipinya agak ngembung.

       “Anni” kata ku pendek karena mulutku masih penuh dengan kentang goreng yang ku pesan.

       “Hem…bukan apa-apa kok, itu hanya kesalahan ku saja. Omongan yang ngawur” Jawab namja itu seraya memamerkan senyum manisnya.

       Deg! Jantungku serasa berhenti saat itu. Melihat senyumnya yang begitu manis. Aigoo…. akupun cepat-cepat menundukan kepala dan menyedot minuman ku untuk menghindari namja itu tahu kalau pipiku bersemu merah.

 

       “Apa aku membuat mu terpesona?” tanyanya sambil tetap menyedot minumanya.

       “Ahh.. tidak! Ehh…apa maksud mu?” tanyaku cepat dan mengangkat wajah ku.

       “Hahaha tidak. Aku hanya bercanda kok. Jangan berekpresi seperti itu”. Dan kini terlihat namja itu tertawa keras melihat tingkah cangungku sampai terbatuk-batuk karena tersendak minumanya sendiri.

       Bercanda! “Ha,, ha,, ha,,, tidak lucu” balasku melotot kearah namja itu. Dengan masih kembali menyedot minuman ku. apaan seh, emang ekpresiku seaneh itu ya?

 

       “Hemm… kau, bila kau melihat ekpresimu tadi. Kau juga akan ketawa. Hahaha Lucu-lucu sangat lucu. Itu ekpresi paling lucu yang pernah ku lihat. Tapi aku suka itu”.

       “Ha.. ha.. ha... Begitu senangkah kau menertawai aku?” kataku sambil membetulkan letak kaca mata ku. aku tajam menatapnya. Ih,, menyebalkan.

       “Ya, aku suka itu. Ini baru pertama kalinya aku melihat orang seperti mu. Dan aku menyukai mu” kata namja itu masih juga tersenyum mengejek ku.

        Menyebalkan! “Ne. arraseo. Tertawalah sesuka mu. Menyebalkan”. Akupun beranjak dari tempat duduk ku. Dan berlalu pergi dari dari hadapan namja gila ini.

        “Hai.. tunggu! Kau mau kemana?” teriak namja itu di belakang ku. Masih terdengar tawa namja itu dari jauh. Aishhh.. akupun ingin cepat-cepat keluar dari perpustakaan ini menghindari namja gila itu. 

        “Ha. Ha. Ha… sebegitu lucunyakah?. Kenapa di masih ketawa. Aishh menyebalkan!” kata ku kesal. Akupun kembali melihatnya, dan dia masih saja ketawa memandangi ku. Akupun menjulurkan lidah mengejeknya. Wekkkk!

 

        Tapi Aishhh, aku tersandung kaki ku sendiri.  Dan hasilnya aku terjatuh tak jauh dari hadapan namja jelek itu!, buku ku berhaburan kemana-mana. Huffff,,, sial!,

        tap, tap, tap terdengar langkah kaki mendekat kearah ku. “Butuh bantuan?” terdengar suara namja itu. Akupun mendongak menatapnya tajam. Namja itu terlihat pipinya agak mengembung menahan tawa. yaaa! apa-apan namja satu ini, Menyebalkan.

        “Nggak..!” jawabku sinis.

 

#TBC

COPYRIGHT 2020 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK