SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > [ Kyuhyun ] ONESHOT || Stupid Love

[ Kyuhyun ] ONESHOT || Stupid Love

Share:
Author : SJFF_INA
Published : 18 Feb 2014, Updated : 18 Feb 2014
Cast : Cho Kyuhyun , Choi Nami (OC) , Lee Donghae , Choi Woong
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |773 Views |0 Loves
[ Kyuhyun ] ONESHOT || Stupid Love
CHAPTER 1 : [ Kyuhyun ] ONESHOT || Stupid Love

Author : Septiseulbi (FB & Twitter) : Septi Rina Fatmasari / @septiseul 

Tittle : Stupid Love 

Genre : Romance , PG-17 

Leight : One Shoot 

Main Cast : Cho Kyuhyun , Choi Nami (OC) , Lee Donghae , Choi Woong 

Disclaimer : This Fan fiction is original story of mine , Don't copas and bash me ! 

 

~Stupid Love~ 

 

"Ketika cinta datang di saat yang salah , membuat semua hal terasa bodoh dan menyakitkan" 

 

 

Nami melepas kedua alas kakinya dan berlari ke tengah jalan yang dipenuhi salju . Air matanya jatuh beriringan dengan langkahnya yang mantap . Choi Woong sebenarnya mengetahui apa yang dilakukan Nami , tapi pria itu telah mengeraskan hatinya dan berjanji untuk tidak berbalik apapun yang terjadi . Saat ini kaki gadis itu pasti terluka , karena tergores salju yang mengeras dan tajam . Hati pria itu berkecamuk haruskah dia menghentikan aksi gila adiknya ini ? Atau tetap mempertahankan egonya untuk tetap pergi ? 

 

"Oppa !" 

 

Suara lemah Nami berhasil menghentikan langkah Choi Woong . Kini wajah pria berusia 26 tahun itu dipenuhi dengan air mata. 

 

"Oppa !" 

 

Tangan Nami yang gemetar mencoba meraih lengan kakaknya . Choi Woong diam sesaat ketika Nami berhasil menyentuh tangannya . Wajahnya mengeras saat egonya kembali menguasai dirinya . 

 

"Choi Nami lepaskan !" 

 

Choi Woong menepiskan tangan Nami kasar , dan kembali meneruskan langkahnya . 

 

"Apa oppa membenciku ?" 

 

Mendengar ucapan Nami , Choi Woong kembali menghentikan langkahnya . Pria itu mengehela napas sesaat , mempersiapkan dirinya untuk mengeluarkan kata kata yang seharusnya tidak dikeluarkannya . 

 

"Ya . Jadi mulai sekarang biarkan aku pergi !" 

 

Begitu mendengar kata kata itu , Nami seolah merasakan sebuah pisau tajam menusuk jantungnya dan mengoyaknya hingga hancur . 

 

"Hiduplah dengan baik Choi Nami !" 

 

Choi Woong akhirnya pergi , pergi tanpa menoleh sedikitpun , meninggalkan Nami yang kini jatuh terduduk dan menangis meraung raung memanggil namanya . Dari kejauhan tanpa disadari mereka , dua orang pria tampak memperhatiknnya . Dua orang dengan tempat berbeda tetapi pandangan mereka hanya berporos pada Nami disana . Donghae hanya bisa menangis seraya bergumam kata maaf berkali kali . Sedangkan kyuhyun yang mulai gerah , langsung keluar dari mobilnya dan berlari ke arah Nami . Meraih tubuh lemah gadis itu , dan memeluknya erat . Donghae yang melihatnya hanya diam di tempat tak berespon . Sampai akhirnya dia memilih pergi meninggalkan tempat itu . 

 

-o0o- 

 

Pagi itu , cahaya matahari menyinari apartement 905 Somerset Palace di daerah Jongno-Gu , Seoul . Apartement yang terbilang cukup mewah ini ditempati oleh Nami tiga minggu belakangan ini . Nami kini tengah duduk dipinggir tempat tidurnya hanya menatap kosong sebuah kaca besar yang menyuguhkan pemandangan balkon balkon apartement lainnya . 

 

Tepat pukul enam pagi tadi Nami bangun dengan napas terengah dan keringat dingin yang mengalir deras di keningnya . Dia baru saja bebas dari kenangan buruknya yang tiba tiba kembali hadir ke dalam mimpinya . Gambaran bagaimana kakaknya pergi meninggalkannya , Donghae yang memperhatikannya dan juga Kyuhyun yang datang menyelamatkannya . Dia ingat betul kejadian di hari itu . Nami menjerit begitu kembali mengingatnya . 

 

Tidak lama setelah itu Nami menghentikan tangisannya . Wajahnya berubah pucat pasi , gejala yang sama seperti tiga hari yang lalu . Nami langsung bangkit dari duduknya dan berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya , tidak hanya sekali tapi berkali kali sampai kakinya melemas dan tak dapat lagi menopang berat tubuhnya . Dia terduduk lemah di lantai yang basah seraya tersenyum kecil ketika menyentuh perutnya . 

 

Kemarin begitu mendengar kata kata dokter , Nami seolah kehilangan nyawanya sesaat . Hamil , itu yang dikatakan dokter padanya . Kata kata itu seperti sebuah cahaya kecil yang meneranginya di tengah tengah jalan besar yang gelap . Sebuah kekuatan yang mampu memberinya kesempatan untuk bertahan hidup . Setidaknya saat ini kabar itu adalah peganggan yang cukup kuat di tengah tengah kesendiriannya . 

 

Di tempat ini hanya berdua dengan calon anaknya , tanpa Kyuhyun , Donghae atau kakaknya Choi Woong . Siapa yang menyangka apartement seharga ₩ 950.000.000 itu adalah milik Nami . Semua itu didapatkannya setelah menyepakati perjanjian dengan ayah mertuanya . Kisah Cinderellanya lagi lagi tidak dapat berakhir bahagia . Setelah menjalani masa masa pemberontakannya bersama sang suami , Nami akhirnya memilih menyerah dan berakibat dirinya harus pergi dari kehidupan Cho Kyuhyun suaminya . 

 

Nami masih ingat dengan jelas ekspresi Kyuhyun saat mengetahui dirinya meninggalkan rumah dengan membawa semua barang barangnya . Dia juga terkejut ketika mendapati Kyuhyun yang meneleponnya puluhan kali dan pesan suara yang dikirimkan pria itu . Bahkan kata kata cinta yang tak pernah didengarnya selama menikah kini tersimpan di ponselnya . Satu satunya pesan suara yang tidak dihapusnya . Disana suara Kyuhyun yang menangis dengan suara serak yang terus menerus memanggil manggil namanya sampai akhirnya kata "aku mencintaimu" sebagai kata penutup yang mengharukan . 

 

Suatu hari Nami pernah berfikir untuk keluar dari apartement itu , tapi saat ini dia merasa seperti sedang berada di tengah tengah kota yang baru . Tidak tau tempat apapun , seperti jalan asing yang gelap tanpa ujung terus menekannya . Memaksanya untuk berlari , tapi Nami tak kuasa melangkahkan kakinya sedikitpun. Terasa berat , dia terlalu takut dengan kemungkinan yang akan terjadi jika dia benar benar keluar . Entah itu ayah mertuanya atau suaminya . Nami percaya bahwa tidak akan ada apapun yang terjadi selama dia tetap diam disini , namun Nami juga sadar ketakutannya itu tidak akan pernah hilang jika dia belum keluar dari sini . Apakah selamanya dia akan mengurung diri di tempat itu ? Itu tidak akan mungkin . Akhirnya , Nami memberikan diri untuk keluar . 

 

Jalan yang selama ini dilihatnya dari ketinggian , dia berhasil berpijak disana . Pemandangan orang orang dan mobil , papan jalan , serta gedung gedung pencakar langit yang terlihat jauh lebih besar jika dipandang dari bawah sini . Nami mengeratkan mantel beigenya , berusaha mengusir semua rasa takutnya . 

 

Matahari di musim panas menemani langkahnya . Tujuan Nami saat ini adalah kantor utama Yongsang Grup . Entah kenapa setelah dengan susah payah keluar dari sangkar emas itu , kini Nami memutuskan dirinya untuk datang ke tempat yang lebih mengerikan dari pada kandang singa . Tempat di mana ayah mertua dan suaminya menghabiskan waktu , juga tempat dimana dia dipandang sebagai nyonya besar . Dari kejauhan Nami menatap setiap mobil yang berhenti di depam pintu utama , dirinya berharap untuk sekali saja melihat Kyuhyun . Setelah tiga puluh menit berlalu , Nami memutuskan untuk pergi . Matanya tampak sesekali mencuri curi pandang ke arah sana. 

 

"Kyuhun , aku juga mencintaimu !" 

 

Nami tersenyum kecil saat mengatakan itu , matanya kini tak mampu menahan air matanya lagi . Dia berbalik pergi dari sana , bersamaan dengan itu Kyuhyun datang menggunakan mobilnya . Luas pandangnya menangkap Nami yang berjalan di kejauhan , saat itu Kyuhyun menghentikan mobilnya . Laki laki itu segera keluar dan berlari berusaha mengejar sosok Nami . Jarak mereka semakin dekat , Nami yang awalnya berjalan membelakangi Kyuhyun kini berbalik membuat senyum di wajah Kyuhyun berkembang . Orang yang ingin sekali ditemuinya kini berdiri di hadapannya . Pandangan mereka saling bertemu , Nami tersenyum seraya menghapus air mata yang mengalir di pipinya . Kyuhyun ingin sekali berhambur ke pelukan Nami , akan tetapi jika dia melakukannya , kemungkinan besar ayahnya tidak akan segan segan membunuh Naminya . 

 

Nami menggigit bibir bawahnya menahan tangis , dia juga menundukkan kepalanya untuk mengalihkan pendangannya dengan Kyuhyun . 

 

"Nami , maaf !" 

 

Sebuah taksi datang menutupi jarak pandang mereka . Kyuhyun berusaha mendekat lagi , tapi saat itu , begitu taksi abu abu itu pergi , Nami juga ikut menghilang . Kepergian Nami yang sangat jelas dimatanya ini terasa sangat menyedihkan sampai membuat Kyuhyn kehilangan jiwanya sesaat . Kyuhyun terdiam diasana masih menatap tempat dimana Nami berdiri . Diam disana untuk waktu yang lama. 

 

-o0o- 

 

 

Kyuhyun menutup matanya berusaha mengingat wajah Nami yang menatapnya di sebrang jalan tadi . Tulang pipinya yang semakin jelas menonjol keluar membuat Kyuhyun semakin prihatin , wajahnya juga terlihat pucat ditambah dengan mata cekungnya . Kyuhyun mulai berandai andai . Andai saja saat itu dia tidak membiarkan Nami pergi , atau setidaknya dia membawa pergi nami saat mereka terakhir kali bertemu . Atau menyeretnya keluar dari apartemnet yang ditempatinya sekarang . Tapi saat ini semua yang dipikirkan Kyuhyun sudah tak ada gunanya lagi . Nami telah pergi meninggalkannya . 

 

Menyadari dirinya telah jatuh cinta itu adalah kesalahan terbesarnya . Kenapa tidak sejak dulu saat dia masih bersama dengan wanita itu . Cinta itu membuatnya takut , takut melihat wanita itu terluka karenanya , takut sesuatu terjadi padanya . Maka Kyuhyun bertekat untuk tidak menemuinya lagi . Kyuhyun berfikir hari ini adalah terakhir kalinya dia dapat melihat Nami , melihat senyumnya kyuhyun masih bisa bernapas lega meskipun belum sepenuhnya sumbatan di kerongkongannya menghilang . 

 

Tatapan Nami yang penuh dengan penderitaan itu mengingatkannya pada sosok Shin Ji Hyun seorang gadis yang dikenalnya saat masih duduk di bangku SMA . Cinta pertamanya yang menghilang secara tiba tiba tanpa ada jejak sama sekali , hal ini membuat Kyuhyun frustasi ditambah lagi dengan kenyataan yang ditinggalkan Ji Hyun saat itu . Gadis itu pergi karena Donghae . Kyuhyun merasa Donghaelah yang menyebabkan semua ini dan membuatnya mendendam pada temannya itu . 

 

Saat ini Kyuhyun merasa sangat puas karena dia berhasil membalaskan dendamnya pada Donghae dengan cara memiliki apa yang sangat diinginkannya . Nami adalah salah satunya , wanita yang sangat dicintai Donghae . Wanita yang mampu membuat hidupnya berantakan dan kini telah menjadi miliknya . Kyuhyun tersenyum kecil mengingat dia telah menang dari Donghae . 

 

Dua wajah tengang kini saling berhadapan , rahang yang mengeras membuat suasana semakin panas . Kyuhyun dan Donghae saling menatap , tatapan yang kadang beralih pada secarik kertas bermap biru tebal yang tergeletak di hadapan mereka bersama dengan coklat panas dan cappucino pesanannya. Donghae tersenyum miris ketika membaca beberapa bagian di dalam kertas itu . Matanya dengan kesal menatap Kyuhyun yang hanya diam tanpa ekspresi melihatnya . Kali ini bukan karena Nami tapi lebih tepatnya karena saat ini Donghae harus membubuhkan tanda tangannya disana sebagai tanda dia menyetujui penjualan saham yang dimilikinya di Yongsang Grup . 

 

Yongsang Grup yang saat ini hampir hancur karena insiden yang menimpa presdirnya , yang tidak lain adalah ayah dari direktur Cho Kyuhyun. Dana gelap yang dimiliki Yongsang untuk pembangunan cabang di Jepang tercium oleh pihak Kantor Kejakasaan Seoul dan membuat perusahaan itu harus membayar denda sebesar 5 milyar won dan presdir ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya . 

 

"Jadi ini yang kau lakukan ? Mengorbankan para pemengang saham ?" 

 

"Tidak . Ini semua hanya taktik untuk menyelamatkan perusahaan ini !" 

 

"Apa menyingkirkan Nami juga sebagian dari taktikmu untuk memerasku ?" 

 

"Jangan mengalihkan pembicaraan . Ini tidak ada hubungannya dengan Nami !" 

 

"Direktur Cho !!!" 

 

"Memeras ? Untuk apa . Kau bukanlah siapa siapa bagi Nami begitupun sebaliknya." 

 

"Apa ?" 

 

"Nami tidak ada hubungannya dengan semua ini . Jadi tolong jangan salah paham . Tanda tangani saja . Dua minggu lagi aku akan menemuimu untuk menepati janjiku !" 

 

Kyuhyun bangkit dari duduknya , tangannya meraih map biru yang telah dibubuhi tanda tangan Donghae . Kyuhyun membungkukkan badannya memberi hormat sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan Donghae yang diam termenung . 

 

 

-o0o- 

 

Pagi berikutnya berita penangkapan Presdir Yongsang Grup menghebohkan seluruh negri. Pimpinan perusahaan yang dikenal baik itu telah mencoreng nama baiknya sendiri , itu adalah salah satu kalimat pembukaan hotnews di salah satu media massa . Nami juga melihatnya , dan membuat wanita itu tersenyum penuh kemenangan . 

 

Entah kenapa saat ini Nami terlihat begitu menyeramkan dengan senyum itu . Yongsang Grup hancur itulah yang diinginkannya , dan saat ini apa yang diinginkan Nami akan tercapai . Kebencian mendalam yang dirasakannya pada Yongsang Grup , harta mereka dan kekuasaan telah membuat orang orang sepertinya menderita . Ibu , Ayah dan Kakaknya menjadi salah satu korbannya . Jika saja Nami melihat keadaan Kyuhyun sekarang apakah dia tetap memikirkan kehancuran perusahaan itu ? Tapi sayangnya.Nami tidak tau apapun tentang keadaan Kyuhyun saat ini . Berbanding terbalik dengan Nami yang sedang menunggu detik detik kehancuran Yongsang Grup , Kyuhyun kini sedang mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyelamatkan perusahaan yang telah membesarkannya itu . Kyuhyun bisa saja egois seperti Nami , dengan membiarkan semua ini terjadi . Tapi saat ini Kyuhyun memiliki sebuah misi yang harus dilakukannya , mengembalikan perusahaan dan pergi dari sana . 

 

Ayahnya mungkin akan berubah pikiran jika dia berhasil membantunya keluar dari semua masalah ini . Dengan harapan ayahnya dapat melepaskan Nami , dan membiarkannya hidup bersama gadis itu . Hanya itu yang ada dipikirannya . Lampu lampu jalan yang memantul memani langkah lemah Kyuhyun . Pikirannya melayang saat menatap kelopak bunga sakura yang berjatuhan di hadapannya , matanya memejam berusaha menenangkan dirinya . Bunga sakura itu menginggatkannya pada Donghae dan juga perdebatan yang pernah terjadi di antara mereka kembali ke dalam ingatannya . Dia seperti tengah berada di masa lalu , dia dan Donghae remaja tergambar jelas di hadapannya 

 

"Apa kau puas sekarang hah !!!!" 

 

Kyuhyun berteriak seraya menarik kasar lengan temannya itu dan membuat Donghae terpaksa menghentikan langkahnya . 

 

"Dia pergi , sudah kukatakan padamu jangan ... jangan dekati dia !!!! apa kau bodoh hah ???" 

 

"Hei ! Cho Kyuhyun !" 

 

"Kau membuatnya pergi !" 

 

"Apa kau menyukai Ji Hyun ?" 

 

"Apa ?" 

 

"Kau menyukainya kan ? Maka dari itu sekarang kau marah padaku !" 

 

"Ya , aku memang menyukainnya !!" 

 

"Kyuhyun , biarkanlah dia pergi !" 

 

"Apa maksudmu ha ?" 

 

"Aku sudah melakukan hal yang benar dengan membiarkannya pergi . Jadi jangan halangi dia . Ji Hyun hanya akan menjadi penghalang kita !" 

 

"Apa maksudmu ?" 

 

"Ayahmu mungkin akan melakukan hal yg sama seperti apa yg dilakukan ayahku saat ini. Dan jika kau menjadi aku , kau juga akan melepaskannya !" 

 

"Apa ?" 

 

"Biarkan dia pergi , dia lebih bahagia tanpa kita berdua !" 

 

Kata kata Donghae hari itu setelah dia meninggalkan Ji Hyun . Saat ini Kyuhyun mengerti apa yang dilakukan Donghae 10 tahun lalu . Meninggalkan Ji Hyun adalah jalan satu satunya untuk melepaskan jeratan yang mengikat lehernya . 

 

Mencintai seseorang yang memiliki latar belakang tidak sebanding dengannya mempunyai resiko yang besar . Resiko yang tidak mungkin ditanggung oleh seorang anak berusia 16 tahun . Mereka merasakannya , sebagai anak anak yang lahir dari keluarga terpandang , mereka memiliki beban yang lebih berat dari anak anak lainnya . Kyuhyun sadar dia bukanlah siapa siapa tanpa orang tuanya . Saat ini Kyuhyun tengah mematung di depan sebuah pintu coklat dengan nomor 905 tergantung di atasnya . 

 

Apartement Nami . Apa yang membuatnya kesana ? Dia juga tidak tau alasannya , hanya saja hatinya saat ini terasa sangat sakit karena memikirkan wanita itu , dia hanya ingin memastikan Nami baik baik saja di sana. Pria itu hanya diam disana selama 1 jam tanpa berinisiatif untuk menekan bel atau mengetuk . 

 

"Nami tunggulah aku sebentar lagi !" 

 

Hanya gummamman kecil yang keluar dari bibir Kyuhyun yang memucat . Angin malam yang dingin itu mengantarkan Kyuhyun pergi dari sana. 

 

 

-o0o- 

 

 

Nami berjalan terhuyung huyung di sebuah lorong Rumah Sakit . Matanya berbinar saat melihat sesosok pria yang berdiri tak jauh darinya. Air matanya mengalir begitu wajah pria itu terlihat jelas . Pria dengan jas putih itu berjalan menghampirinya , menatapnya dengan tatapan kesal . Choi Woong , dia adalah Choi Woong . Melihat adiknya disini dan dengan keadaan seperti itu , sebenarnya apa yang terjadi ? itulah yang sekarang ada di dalam pikirannya . Apa yang terjadi setelah sekian lama dia pergi ? 

 

"Apa yang kaulakukan disini ?" Tanya Choi Woong dingin 

 

"Oppa , akhirnya kita dapat bertemu lagi oppa . Maaf aku baru mengunjungimu setelah sekian lama . Aku merindukanmu Oppa !" 

 

Ucap Nami dengan senyum yang mengembang . Begitu selesai mengatakannya , pandangan Nami kabur dan sedetik kemudian tubuhnya melemas jatuh tepat di dalam pelukan Choi Woong . 

 

"Choi Nami , ada apa denganmu ? Sadarlah Nami !" 

 

ucap Choi Woong seraya menepuk nepuk pelan pipi Nami yang kini ada di dalam pelukannya . Choi Woong tidak dapat lagi menyembunyikan ekspresi kesedihannya . Choi Nami apa yang sebenarnya terjadi padamu ? Lirihnya dalam hati. 

 

-o0o- 

 

Di sebuah ruangan serba putih dengan ranjang kecil terletak di sisi sebuah jendela . Terbaring disana Nami bersama dengan Choi Woong yang setia menyeka lembut keringat yang keluar di wajah adiknya itu , perlahan seraya memperhatikan wajahnya yang pucat . Tangannya menyentuh pergelangan tangan adiknya itu kembali memastikan denyut nadinya . 

 

"Apa yang terjadi padamu ? Dan anak siapa yang ada di kandunganmu ini Nami ? Donghae kah ?" 

 

Tanya Choi Woong pada Nami yang masih tidak sadarkan diri . Matanya yang sendu itu , menatap dengan serius wajah Nami . Orang yang sangat dirindukkannya , kejadian 6 bulan yang lalu saat dia meninggalkan Nami , membuat air matanya tak terbendung lagi . 

 

"Nami maafkan aku !" 

 

Ucap Choi Woong di sela sela tangisnnya . Pria itu terus mennggenggam tangan Nami , dari genggamannya seolah dia berkata bahwa dia tidak akan meninggalkan Nami sendirian lagi .

 

Mata Nami yang terpejam perlahan mulai terbuka , samar - samar wanita itu menatap pria yang duduk di hadapannya . Tangis wanita itu pecah menyadari pria yang ada dihadapannya adalah Choi Woong , kakaknya . 

 

"Oppa !" 

 

Nami segera bangun dari ranjang rumah sakit dan merengkuh tubuh Choi Woong . Memeluk tubuh pria itu dengan erat tanpa menghentikan tangisannya . 

 

Choi Woong yang awalnya diam tak merespon mulai mengganngkat tangannya dan mengusap puncak kepala Nami pelan . Air matanya mengalir semakinderas. 

 

"Maafkan aku Nami , maafkan aku !" 

 

Bisik Choi Woong pelan. 

 

 

-o0o- 

 

 

Diwaktu yang bersamaan dengan Nami kini Kyuhyun menatap ayahnya dengan serius . Diantara keduanya terdapat sebuah kaca dengan banyak lubang yang berfungsi sebagai penyalur suara . Mereka sedang berada di sebuah ruangan kecil yang merupakan salah satu bagian dari penjara . 

 

Selama 30 menit kedua orang itu hanya saling menatap , tidak ada kata kata saling menyapa yang biasannya terucap dari kedua orang yang sudah lama tak bertemu . 1 bulan yang lalu di hari dan tanggal yang sama seperti sekarang Kyuhyun pergi dari hadapan ayahnya dan mengatakan bahwa dia tidak akan menemui ayahnya lagi , hari itu juga adalah hari dimana Nami pergi dari hadapannya . 

 

"Ayah aku akan mengembalikan perusahaan seperti sebelumnya , setelah itu aku akan keluar dari sana dan pergi !" 

 

Mendengar ucapan putranya Presdir Cho hanya tersenyum kecil . Dia sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan putranya disaat seperti ini , putranya telah jatuh cinta pada Nami . Alasan yang digunakkannya memisahkan Kyuhyun dengan Nami adalah karena Kyuhyun menikahi gadis itu karena dendamnya pada Donghae . 

 

"Aku juga akan mengeluarkan ayah dari sini !" 

 

"Tidak . Lakukan saja apa yang sudah direncanakan olehmu jangan terpengaruh oleh ayah . Kembalilah pada gadis itu , ayah tau kau mencintainya . Dan tolong jaga ibu dan kakakmu ! Kyuhyun maafkan ayah !" 

 

"Ayah !" 

 

"Pergilah !" 

 

Presdir bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan kyuhyun yang mematung masih tak percaya dengan ucapan ayahnya . Presdir Cho tak mampu lagi membendung lagi air matanya mengingat apa yang dilakukannya pada putra dan menantunya . Keluarga menantunya yang hancur berantakan karena perbuatannya , itulah alasannya melepaskannya . Kyuhyun juga termenung di dalam mobilnya mengingat semua sikap ayahnya padanya dan Nami . Dia juga mengingat bagaimana kehidupan pernikahannya , dia juga merasa bersalah pada Nami karena dendamnya itu . 

 

"Nami maafkan aku !" 

 

-o0o- 

 

 

"Kak , aku sudah menikah ! tepatnya 4 bulan yang lalu!" 

 

Choi Woong menghentikan aktivitasnya ketika mendengar ucapan Nami . Tangannya gemetar bersiap mendengar nama orang yang meinkahi adiknya itu . 

 

"Apa dia Donghae ?" 

 

Tanya Choi Woong berusaha menguatkan dirinya . Mendengar pertanyaan itu Nami diam , matanya menatap lekat wajah kakanya itu. 

 

Nami tau Choi Woong tidak menyukai Donghae , jika mengingat apa yang dilakukan keluarga Donghae pada cafe ayah mereka Choi Won Suk . Mereka sekeluarga dengan terpaksa kembali berjualan di pinggir jalan , menjajakan teopokki . Mereka juga harus kehilangan rumah agar dapat membayar gaji karyawan ayahnya . Kakaknya itu juga terpaksa mengambil cuti kuliah agar dapat membantu ibu dan ayahnya berjualan di pinggir jalan . Sebuah kehidupan yang awalnya menyenangkan itu berubah menjadi menyedihkan . Senyuman ayahnya juga menghilang hari demi hari . 

 

Lee Donghae semua karena orang itu . Selang beberapa lama setelah kejadian bangkrutnya cafe Choi Won Suk , ayah mereka mengalami depresi dan harus mendapat perawatan di rumah sakit jiwa . Beberapa bulan kemudian tiba tiba Choi Won Suk ditemukan meninggal dalam keadaan tergantung di kamar perawatannya . 

 

Ibu yang ditinggal ayah juga mulai berubah , dia didiagnosis terkena demensia . Tak lama setelah itu akhirnya dia juga mengikuti jejak ayah pergi meninggalkan Nami dan Choi Woong . Itulah yang membuat kakaknya sangat membenci Donghae , Nami tersenyum sesaat menanggapi tatapan serius kakaknya yang saat ini tengah cemas. 

 

"Kyuhyun , Cho Kyuhyun . apa kakak ingat dia ?" 

 

"Apa ?" 

 

"Direktur di tempat ku bekerja Cho Kyuhyun , dia adalah suamiku oppa !" 

 

Ucapan Nami membuat Choi Woong menghembuskan napas lega . 

 

"Jadi dimana dia sekarang ? Kenapa kau menemuiku sendirian . Apa dia tidak tau kondisimu yang lemah ini ?" 

 

Choi Woong memberondong pertanyaan pada adiknya ini . Dia tak habis fikir bagaimana bisa ada seorang suami yang membiarkan istrinya berkeliaran keluar rumah disaat hamil muda . Apalagi gejala morning sickness yang sedang dialami adiknya ini . 

 

"Aku sedang berpisah dengannya kak ! dia tidak tau aku sedang hamil !" 

 

Kata kata Nami yang terdengar tenang itu membuat Choi Woong membulatkan matanya . Nami enggan bercerita tentang hubungannya dengan Kyuhyun , jika Choi Woong tahu Kyuhyun dan Donghae ada di dalam satu perusahaan yang sama , mungkin saja Choi Woong akan menyuruhnya untuk benar benar meninggalkan suaminya itu . Lebih lagi dengan kenyataan awal pernikahan mereka yang dilaksanakan hanya untuk pembalasan dendam . 

 

Kebencian mendalam yang dirasakan Choi Woong , membuatnya merasa bersalah . Nami sempat berfikir mungkin ini adalah akhir dari hubungannya dengan Kyuhyun . Nami tersenyum lepas , memgenyahkan semua pikiran yang melitas di dalam pikirannya . 

 

"Dia sedang dalam perjalanan bisnis !" 

 

"Kau bohong kan ?" 

 

Choi Woong menatap tajam Nami , ucapan singkat adiknya ini menjelaskan hubungan rumit yang dialami adiknya . Dia tahu betul saat dimana Nami berbohong padanya . 

 

"Jangan bohong ! Apa kau berusaha membohongi kakak yang sudah bersama denganmu selama ini hah ? 23 tahun itu bukanlah waktu yang singkat ! Jadi jangan bohongi aku !" 

 

"Oppa !" 

 

"Nami , apa diameninggalkanmu ?" 

 

"Tidak oppa !" 

 

Nami tertawa kecil mendengar ucapan kakaknya ini . Dia berusaha menahan air mata yang hampir jatuh . 

 

"Oppa , aku bodoh !" 

 

"Apa maksudmu ?" 

 

"Aku menukar orang itu dengan sebuah apartement !" 

 

Pertahanan Nami akhirnya runtuh saat dia dapat mengingat jelas wajah Kyuhyun yang tersiksa karena perasaan yang baru saja muncul di dalam hatinya . Cinta itu kenapa tidak datang di saat aku masih bersamanya ? Kenapa datang di saat yang salah ? Di saat kami tak bisa saling menatap dan menyentuh lagi . Cinta itu juga membodohi diri kami . 

 

-o0o- 

 

Kyuhyun termenung , ingatanya seperti sebuah kaset yang terua mengulang ucapan ayahnya . Matanya berbinar , kali ini dia merasa ada sebuah harapan muncul untuk hubungannya dengan Nami . Ayahnya sudah menyerahkan semua keputusan padanya , yang perlu dia lakukan saat ini adalah memperbaiki masalah yang ditimbulkan ayahnya dan pergi dari perusahaan itu . 

 

Hal terakhir setelah semua itu adalah hidup bahagia dengan wanita yang dicintainya . Nami , haruskah saat ini dia menemui wanita itu ? Namun saat ini bukanlah waktu yang tepat , Nami adalah kelemahannya , dia takut akan goyah setelah melihat wanita itu . Mungkin saja dia akan meninggalkan semua kewajibannya itu setelah melihat Nami dan memilih pergi mengasingkan diri bersama wanita itu . Hal itu mungkin saja terjadi . 

 

Ragu ragu Kyuhyun meraih ponselnya , menekan tombol 1 cukup lama dan melepaskannya ketika nama Nami muncul di layar ponselnya . Dia menatap nama iti cukup lama sampai akhirnya dia menekan tombol Ok dan panggilan pun dimulai . 

 

"Hallo !" 

 

Kyuhyun diam , berusaha mencerna dan merekam baik baik suara wanita yang sangat di rindukannya ini . Haruskah ia merekam percakapan ini ? Kyuhyun berusaha menelan ludahnya dengan susah payah. 

 

"Nami , ada satu hal yang akan ku beritahukan padamu !" 

 

"Aa.. apa ?" 

 

"Aku harus pergi untuk menyelesaikan semua kekacauan ini , jadi ... !" 

 

"..." 

 

"Apa kau bisa menungguku , aku akan datang padamu setelah semua masalah ini selesai !"

 

"Apa ?" 

 

"Tunggulah aku !" 

 

"Tunggulah aku !" 

 

Waktu yang seolah berhenti , memberikan waktu untuk mereka saling melepas rindu . Mata Nami berkaca kaca , wanita itu masih tak percaya orang yang tengah meneleponnya saat ini adalah Kyuhyun . Tangannya menutup rapat mulutnya agar tak mengeluarkan suara histeris . Dia meredam gejolak di dalam hatinya . 'belum saatnya Nami !' Itu yang dikatakannya pada hatinya sendiri . 

 

Kyuhyun diam , dari sana dia masih bisa mendengar suara tangis yang kadang tenggelam dan kadang muncul . Nami , kenapa wanita itu harus menangis dalam diam seperti itu . Kyuhyun lebih menantikan teriakkan dan jeritan Nami , juga makian yang akan membuat hatinya lebih tenang . Tapi saat ini , Nami tidak melakukan apa yang diharapkannya . 

 

"Nami .. Apa kau masih disana ?" 

 

Tanya Kyuhyun dengan suara gemetar . Laki laki itu menggigit bibir bawahnya mencoba menahan tangis . Tak ada jawaban . 

 

"Kau sudah menutupnya ? Nami ? Ada satu lagi hal yang belum kukatakan padamu ... !" 

 

Ucapan Kyuhyun terhenti dia menatap ponsel yang kini telah lepas dari telinganya , pertahanannya mulai runtuh laki laki itu menangis . 

 

"Nami , aa.. aku mencintaimu !" 

 

Begitu mengatakannya Kyuhyun merenggangkan dekapan ponsel di tangannya . Tepat saat itu kunci telepon terbuka dan menampakkan panggilan yang baru saja berakhir . Saat itu ... 

 

"Nami kau baru menutupnya ? benarkah ini ? apa kau mendengarkan ucapanku tadi ?" 

 

Pertanyaan itu kini berputar putar di kepalanya . Nami mendengar pengakuan cintanya , senyum mengembang di wajah kyuhyun begitu juga yang terjadi pada Nami disebrang sana , Wanita itu memeluk erat ponselnya . 

 

-o0o- 

 

3 bulan kemudian 

 

"Aku percaya dia akan datang kembali padaku , aku percaya padanya . Kyuhyun aku menunggumu , cepatlah kembali" 

 

Nami berjalan dengan perlahan sambil sesekali menghirup harum rangkaian bungan mawar merah yang ada di genggamannya . Dengan senyum mengembang wanita itu menatap Apartementnya , dia menghembuskan napasnya sesaat setelah berhasil masuk ke dalam lobi apartementanya , sesekali pandangnya mengedar ke seluruh penjuru ruangan besar itu . 

 

Apa yang dicarinya ? Kyuhyun , laki laki itu belum juga datang . Senyum Nami mulai berganti dengan wajah kecewa . Apa Kyuhyun benar benar akan datang ? Nami melangkah masuk ke dalam lift , dia kembali menghembuskan napas . Tangannya perlahan menyentuh perutnya yang saat ini sudah semakin membesar . 

 

Wanita itu bergumam kecil 

 

"Masalahnya sudah selesai , tapi kenapa orang itu belum juga datang ? Apa ayahmu itu membohongi ibu ? Bagaimana menurutmu hah ?" 

 

Dengan kesal wanita itu menekan tombol lantai yang ditujunya . Beberapa menit kemudian lift telah berhenti dan mulai terbuka . Nami melangkahkan kakinya keluar , tepat saat itu seorang pria datang menghadang jalannya . 

 

"Maaf , permisi !" 

 

"Nami ?" 

 

Nami mendongak menatap wajah pria itu , dia terkejut mendengar namanya dipanggil . Pria berkaca mata hitam itu tersenyum , tangannya meraih pundak Nami dan mencengkramnya dengan kuat . Nami semakin tak mengerti , matanya tetap terpaku dengan tatapan heran. 

 

"Apa aku mengenalmu tuan ?" 

 

Pria itu melepaskan kaca matanya perlahan , dengan tetap tersenyum di hadapannya . Nami diam menatap pria itu kesal , kakinya saat itu dengan sengaja menginjak dengan keras kaki pria itu sehingga cengkramannya terlepas . Wanita itu lalu pergi meninggalkan pria itu yang mengeluh kesakitan . 

 

"Kau berani pada suamimu hah !" 

 

Teriakan pria itu menghentikan langkah Nami , air mata mengalir deras di wajahnya . Pria itu Cho Kyuhyun suaminya , dengan perlahan wanita itu berbalik , menatap dengan seksama wajah yang 3 bulan ini tak dilihatnya . Saat itu Kyuhyun langsung berjalan cepat meraih tubuh Nami dan memeluknya dengan erat , sedangkan Nami tengah menangis sekencang kencangnya . 

 

"Bodoh ! Kau benar benar bodoh ! Untuk apa kau kembali padaku hah ?" 

 

Ucap Nami di sela sela tangisnya , wanita itu memukul pelan tubuh Kyuhyun yang tengah memeluknya . 

 

"Aku mencintaimu , bahkan kau belum sempat mendengar pernyataanku ! Kenapa saat itu kau tak datang dan mengatakan langsung padaku ? kenapa harus lewat telepon ? apa kau tak mau tau perasaanku hah !" 

 

"Nami !" 

 

Kyuhyun mengencangkan pelukannya . Saat ini pria itu tengah berjanji tidak akan pernaheninggalkan wanita ini sendirian lagi . 

 

"Anak kita menunggumu !" 

 

Kyuhyun terdiam begitu mendenagr ucapan Nami , tangannya melonggar , matanya menatap wajah Nami tak percaya . 

 

"Benarkah ?" 

 

"Iya , dasar kau bodoh ! bagaimana bisa kau meninggalkan kami !" 

 

"Nami !" 

 

"Bodoh !" 

 

Kyuhyun menaruh tangannya tepat di atas perut Nami dan mengelusnya pelan . Benarkah ? kata Kyuhyun dalam hatinya . Nami mengangguk pelan dan langsung merekuh tubuh Kyuhyun yang masih mematung tak percaya . 

 

"Nami terima kasih !" 

 

Ucap Kyuhyun seraya mencium kening Nami perlahan. 

 

--------------------------------------------End------------------------------------------ 

 

"Jika saja kau mengatakan cinta padaku lebih awal . Apakah semua ini tetap akan terjadi ?" 

 

"Aku fikir itu akan tetap terjadi , karena kita memulai semua ini dengan keaalahan dan ku yakin inilah balasannya . Walaupun kau menyataknnya lebih awal ini tetap akan terjadi . Ini adalah takdir !" 

 

Cho Kyuhyun - Choi Nami

 

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK