SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > A LETTER FOR NOONA

A LETTER FOR NOONA

Share:
Author : quinnara
Published : 14 Jan 2014, Updated : 14 Jan 2014
Cast : Cho Kyuhyun - Cho Ahra - Super Junior Member
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |994 Views |1 Loves
A LETTER FOR NOONA
CHAPTER 1 : A LETTER FOR NOONA

Suasana di ruang tamu dorm Super Junior tidak terlalu ramai, bahkan terkesan sepi di karenakan beberapa member memang sedang ada jadwal masing – masing.

“Wookie-ya, hyung lapar.” Teriak Yesung dari kamar, namun merasa tak mendapat jawaban, sang lead vocal bersuara emas itu terpaksa melangkahkan kakinya keluar dari kamar untuk mencari couple sekaligus dongsaeng tercintanya.

Ia melewati Kyuhyun, si magnae yang sedang duduk termangu di atas sofa. Di tangannya terdapat secarik kertas kosong. Yesung yang melihatnya hanya mendengus sambil berlalu menuju dapur, berharap menemukan sang couple disana. Tapi didepan pintu dapur, Yesung tertegun dan buru – buru berbalik kembali ke sofa.

Namja itu menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sulit di artikan, tangannya menggenggam pergelangan lengan Kyuhyun yang memegang kertas putih itu. Ia mengamati, bahkan membolak – balik tangan Kyuhyun hingga akhirnya Kyuhyun merasa terganggu.

“Ya!!!! Apa yang kau lakukan Kim JongWoon?” hentak Kyuhyun dengan tatapan sebal.

Yesung mrnghiraukan panggilan Kyuhyun yang sangat tidak sopan itu, ia lebih tertarik pada kertas di tangan Kyuhyun. “Kau menyihir PSPmu menjadi kertas?” tanyanya polos.

“Kau tertular bodoh oleh couplemu eoh? Sudah! Jangan menggangguku, pergi sana cari Ryeowook hyung!” Kyuhyun mengusir Yesung dengan wajah gusar. Yesung yang masih dilanda rasa penasaran itu mau tak mau pergi meninggalkan Kyuhyun meskipun beberapa kali Yesung memutar tubuhnya untuk melihat Kyuhyun. Mensugesti dirinya bahwa kertas itu adalah sebuah PSP yang hanyalah ia salah lihat. Tapi biarpun berkali – kali Yesung melihatnya, si kertas tak jua berubah menjadi PSP.

“Kau kenapa hyung?” Tanya Sungmin ketika Yesung tiba didapur, rupanya Ryeowook dan Sungmin tengah memasak berdua. Sungmin merasa aneh saat melihat tingkah aneh Yesung walaupun sebenarnya tingkah aneh Yesung tak lagi aneh di mata Super Junior member.

“Aku bingung dengan Kyuhyun, sejak kapan ia bermain dengan kertas, bukan dengan PSP?” jawab Yesung yang langsung berubah konotasi menjadi pertanyaan. Sungmin mengertukan keningnya heran, ia merasa sepeninggalannya kedapur tadi, Kyuhyun masih dalam kondisi yang normal [baca: main PSP].

Akhirnya Sungmin keluar dari dapur, meninggalkan YeWook couple yang asyik bercengkrama, menuju ruang tengah untuk melihat Kyuhyun yang menurut Yesung membingungkan. Ketika sampai, Sungmin tak kalah tercengang dari Yesung sebelumnya. Ia melihat Kyuhyun yang duduk diatas sofa dengan kedua kakinya yang terangkat. Kyuhyun memeluk kedua kakinya sedangkan dagunya bertumpu pada lututnya, ia termangu menatap kertas yang ada di hadapannya.

“Kyuhyunnie, waegurae?” Tanya Sungmin lembut, ia duduk di samping Kyuhyun dan terdengar Kyuhyun menghela nafas panjang.

“Aku merindukan noona.” Jawabnya singkat.

Sungmin tersenyum, ia telah mendapati permasalahannya. “Lalu kenapa kau seperti ini? Kau bisa mengiriminya SMS, keurae, itu terlalu mahal. Bagaimana kalau kau mengiriminya pesan di account me2day-nya?” usul Sungmin.

Sungmin bisa mengerti ketika dimana Kyuhyun merindukan noona kesayangannya yang sedang melanjutkan studynya di luar negeri itu. Mereka sangat amat jarang bertemu, bahkan karena terlampau sibuknya, mereka juga jarang saling berkirim pesan. Sehingga rasa rindu itu tertumpuk. Cho Ahra dan Cho Kyuhyun tidaklah bisa seperti Kim JongWoon dan Kim JongJin.

“Anni..terlalu banyak kata yang ingin ku sampaikan padanya, dan aku ingin sesuatu yang berbeda hyung, aku ingin mengiriminya sebuah surat.”

Lagi – lagi Sungmin tersenyum. Jika sudah berbicara tentang Ahra, seperti inilah Cho Kyuhyun. Ia bisa mendadak berubah menjadi seseorang yang romantic dan melankolis. Sungmin tahu betapa besar rasa sayang  Kyuhyun pada noona satu – satunya yang ia miliki itu. “Tulislah apa yang kau rasakan, luapkan semuanya dengan jujur.” Kata Sungmin seraya menepuk – nepuk pelan kepala Kyuhyun sebelum akhirnya ia kembali kedapur, memberikan ruang dan waktu bagi Kyuhyun untuk menyendiri.

Kyuhyun merogoh saku belakang celana jeans hitamnya untuk mengambil dompet. Ia lalu membuka dompetnya dan mengeluarkan selembar foto, foto dirinya bersama sang noona tercinta. Kyuhyun tersenyum kecil, ia kemudian mengambil posisi didepan meja, meletakkan kertas dan foto disamping pulpen yang telah lebih dulu tergeletak.

Tak sampai semenit, jemari panjang yang biasa memijat keypad PSP itu kini bergerak dengan lincah diatas selembar kertas, menuliskan deretan kata yang menggambarkan perasaan rindunya pada sang noona.

“Noona…bogoshippo…

Aku merindukanmu ketika kau membangunkanku di pagi hari, kau selalu menendangku dari kasur hingga aku terjatuh ke lantai…

Merindukanmu ketika kau selalu di sisiku dan selalu memelukku disaat aku membutuhkannya…

Merindukanmu ketika kita berdua bertengkar hanya karena ‘BENDA HIJAU’ yang sangat aku benci itu…

Merindukanmu ketika kita berdua berbagi sesuatu bersama, cerita, suka, duka…

Merindukanmu ketika aku tak bisa tidur dan kau tanpa lelah mengusap rambutku hingga aku terlelap…

Aku sangat merindukanmu ketika kita terpisah, seperti ini…

Bogosippo…nan jeongmal bogoshippo…

Saranghae..jeongmal saranghamnida nae noona—“

Kyuhyun tersenyum kecil, ia melipat kertas itu lalu memasukkannya kedalam amplop, tak lupa ia menuliskan alamat lengkap Cho Ahra yang berada di luar negeri sana.

Kyuhyun menghapus butiran air mata yang entah sejak kapan menetes dari pelupuk matanya. Ia menarik nafas panjang kemudian berlari menuju pintu keluar dorm.

“Hyungdeul, aku pergi ke kantor pos dulu!!!!” teriaknya rang, tak sabar menunggu surat itu sampai ke tangan noonanya, Cho Ahra.

[END]

---

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK