SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Cause Love, I Dance

Cause Love, I Dance

Share:
Author : ismomos
Published : 23 Aug 2013, Updated : 23 Aug 2013
Cast : Junho 2PM & Min Miss A
Tags :
Status : Ongoing
1 Subscribes |1586 Views |2 Loves
Cause Love, I Dance
CHAPTER 1 : Cause Love, I Dance

 

Seorang namja sedang asik dgn dunianya. Menggerakan seluruh badannya dan membentuk sebuah gerakan indah. Namja itu terlihat sangat menikmati apa yg sedang dilakukannya. Memejamkan mata dan terus menggerakan badannya, mengikuti irama musik.

Ceklek!

Tiba tiba irama musik itu berhenti, membuat gerakan namja itu juga terhenti.

“Junho-yya... Sampai kapan kau akan terus menari???”

Min menghampiri Junho yg sedang berlatih di ruang dance.

“Sampai aku menghafal semua gerakannya, Min-ahh...”

Junho menyalakan tape yg dimatikan Min. Ia kembali menggerakan badannya mengikuti irama musik.

“Kau baik baik saja? Bagaimana dengan punggungmu?” tanya Min khawatir.

“Ye. Kau bisa lihat sendiri, kan? Aku baik baik saja. Tidak usah khawatir dengan cederaku, karna aku baik baik saja..AHHH!”

Baru mencoba beberapa gerakan, Junho terjatuh. Ia kembali merasakan sakit di punggungnya. Junho meringis, menahan kesakitan.

“JUNHO-yya!!”

Min berlari dan langsung membantu Junho yg terjatuh.

“Gwaenchana???”

“sshhh...ya. Aku baik baik saja..”

Min membantu Junho berjalan menuju unit kesehatan disekolahnya.

“Sudah kubilang, jangan terlalu keras berlatih. Aku tidak ingin cederamu semakin parah.”

Junho hanya meringis menahan sakit dipunggungunya.

* * * * * *

“Jadi....untuk saat ini, saya tidak boleh mengikuti latihan dance, dok?”

“Sebenarnya bukan hanya untuk saat ini, tapi kalau bisa, kau tidak boleh latihan dance lagi atau melakukan hal hal yg bisa membahayakan cedera pada punggungmu....”

“Mwo???” Junho membulatkan matanya. Separah itukah cederanya? Sampai ia tidak boleh berlatih dance lagi...

“Min-ssi.. Ku harap kau selalu mengingatkan Junho untuk tidak memaksakan diri.”

“Yaa.. Aku mengerti, Dok.,

Junho menghela nafasnya. Tak menyangka jadinya akan separah ini.

“Baiklah.. Kami permisi dulu, Dok. Terima kasih...”

Junho langsung keluar dari ruangan Dr.Jung. Min mengikutinya...

“Junho-yya...”

Junho tidak menghiraukan panggilan Min. Ia terlalu larut dalam kesedihannya. Junho terus melangkah sampai akhirnya ia duduk di salah satu bangku taman di rumah sakit ini. Min masih dengan setia menemani Junho.

Junho menghela nafasnya.

“Kau dengar apa yg dikatakan Dr.Jung tadi? Aku....dilarang untuk menari lagi. Hhhh.... Kau tahu bagaimana rasanya?”

Junho menatap Min lekat. Dari tatapan itu,  Min tahu, terpancar kesedihan dan kekecewaan dimata Junho. Min hanya bisa diam. Tak menjawab pertanyaan Junho.

“Sebagai sesama dancer, kau tahu kan? Menari adalah bagian dari hidupmu, dan bagaimana bisa kau hidup tanpa menari???”

“Junho-yya....”

“Kau tahu? Tidak diperbolehkan menari sama saja seperti aku kehilangan separuh jiwaku, Min-ahh.”

Junho tertunduk. Mencoba menahan segala rasa sakitnya. Terlebih, rasa sakit dihatinya...

* * * * * *

Min panik. Junho tidak ditemukan dimana mana diseluruh bagian sekolahnya.

“Kau melihat Junho?”

Ia bertanya pada teman-temannya, mungkin saja mereka melihat Junho.

“Tidak...dari tadi aku belum melihatnya.”

“Ahh ne..gomawo.”

Min melangkahkan kakinya lagi. Menyusuri setiap ruangan disekolahnya.

Tiba-tiba ia mendengar suara musik dari arah gudang sekolah. Jangan jangan itu....

Min langsung masuk ke dalam gudang sekolahnya.

Benar saja, ia melihat Junho sedang mencoba beberapa gerakan dance. Gerakannya tertatih. Junho menari sambil menahan kesakitan. Min tidak tega melihat Junho seperti itu. Ia juga tak kuasa menahan air matanya.

“Mau sampai kapan kau memaksakan dirimu seperti ini, Lee Junho?!”

Min berjalan mendekati Junho. Junho menoleh. Ditatapnya Min sekilas, lalu ia mengalihkan wajahnya.

“Kumohon...jangan memaksakan dirimu lagi, Junho-yya. Jangan menyakiti dirimu seperti ini...”

Tiba-tiba Min memeluk Junho dari belakang. Menangis di punggungnya. Junho tak bisa menahan air matanya. Ia juga tak ingin seperti ini.

“Kumohon, Lee Junho... Aku tidak mau melihatmu seperti ini. Kumohon....”

“Kau....kenapa kau begitu peduli padaku, Min-ahh?”

“Kau...kau adalah semangatku dalam menari, Junho-yya. Kaulah alasan mengapa aku menari. Kau adalah tarianku...”

Min masih terisak dipunggung Junho. Jawaban Min membuat Junho tertegun.

“Gomawo, Min-ahh. Gomawo...”

Junho melepaskan pelukan Min, dan ia membalikkan tubuhnya. Kini, ditatapnya mata Min. Diusapnya air mata yg keluar membasahi pipi Min.

“Terima kasih..... Terima kasih atas segala perhatian yg kau berikan kepadaku, Min. Maafkan aku...”

Junho mengecup kening Min lembut.

“Thank you.... I love you, Min-ahh.”

* * * END * * *

 

Tentang Penulis:

Namaku adalah Ismi Chairani. Aku lahir di Jakarta, 4 Maret 1996. Aku adalah seorang Hottest. Twitter: @ismomos

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

e-one
Jumat, 12/06/2015 16:09
1
nice fan fic
POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK