SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Dorm On Air

Dorm On Air

Share:
Published : 09 Dec 2013, Updated : 01 Jan 2014
Cast : Taemin SHINee, Yoo Seung Ho, Fanfiction Caracter
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |9976 Views |1 Loves
Dorm on Air
CHAPTER 1 : The Beginning

CHAPTER 1: The Beginning

                Tahun ini, pertukaran pelajar berlaku disekolahnya, Nabil mencoba peruntungan itu untuk memilih negara mana yang akan dia pilih. Wali kelasnya merekomendasikan dirinya untuk menginjakkan kaki ke Korea, dimana Korean Wave berkembang sampai ke Indonesia. Meskipun ia mengiyakan ajakan gurunya, tetapi hati dia tak tertuju pada Korea, melainkan Jepang. Tahun ini, sekolahnya kedatangan siswa ari Korea yang memilih untuk belajar di Indonesia. Lebih tepatnya kota Pekanbaru. Beberapa murid yang terpilih di kota tertentu harus beradaptasi dengan masyarakat sekitarnya. Menimbang keadaan yang ada, SMA Negeri 1 terpilih menjadi sasaran pelajar pendatang dari negara Gingseng.

Banyak sekali, murid disekolahnya mengidolakan orang Korea yang bagi dirinya terlalu mendambakan kedatangan orang yang tentunya masih setara dengan manusia yang lainnya. Pemikirannya berlanjut dengan salah satu sahabatnya yang mengidolakan Super Junior. “Lama-lama kepalaku akan pecah melihat reaksi berlebihan ini!” kekesalan Nabil makin memuncak, ketika 3 orang Korea masuk ke halaman sekolah dan berjalan menuju ruang kepala sekolah. Semua orang histeris melihat 3 orang Korea itu.

“Apa bagusnya mereka? Toh bukan idol kan?”

“Eits daha, Nabil. Meskipun bukan idol tetapi mereka keren banget. Lo tau gak, gua udah tau mereka yang bakalan datang kesini. Huaaah. Pasti banyak yang tergila pada mereka!” miris sekali, Nabil tak tertarik dengan kedatangan 3 orang Korea itu. Ia memilih masuk dalam ruang kelas dan kembali melihat pelajaran selanjutnya.

Kelasnya semakin heboh, ketika salah satu murid Korea masuk kekelasnya. Ya, bisa dibilang, kelasnya termasuk kelas unggulan dan setiap kelas unggulan akan menerima satu murid Korea yang akan bergabung. Ia tak habis pikir dengan keputusan konyol itu. “Kenapa gak dikelas yang lain aja.”

“Husss, nabil. Lo harusnya berterima kasih sama Pak Hedi, memperbolehkan mereka bisa berada disini. Hemmm..” ekspresi Nabil yang tak karuan membuatnya kuat akan sabar menghadapi semuanya. Mengapa tidak, satu kelas sangat mengidolakan kehadiran 3 orang Korea yang menurutnya biasa saja. Tak ada special dari diri mereka.

“Okay, you can site there. And I hope, you can adjust in this school, okay!” Wali kelasnya mempersilahkan pemuda itu duduk disamping bangkunya. Kini, pemuda itu berada disebelah kirinya, dan menundukkan kepalanya untuk memberi salam padanya. Ia mengetahui, cara itu selalu dilakukan orang Korea untuk memberi salam.

“Nice to meet you, my name is Lee Taemin. Call me Taemin. How about you?” taemin memulai percakapannya kepada Nabil. Tetapi, tak ada reaksi sama sekali darinya. Taemin sempat bingung, dan salah satu temannya memperkenalkan namanya.

“Her name is Nabil. Hi, my name Namila. Call me Nami. Nice to meet you, Taemin.” Nami tersipu melihat senyum lembut dari Taemin. Keramahan Taemin membuat satu kelas banyak berkenalan dengannya. Disaat itu juga, Nabil makin geli melihat satu kelas memperkenalkan diri sendiri dengan cara konyol.

Tepat jam 3 sore, pelajaran selesai secara keseluruhan. Ia merapikan bukunya dan memasukkan kedalam tasnya. Ia bergegas keluar ari kelas dan menuju asrama sekolahnya tak jauh dari kelasnya. Sekolahnya baru membuka asrama bagi murid yang ingin tinggal dekat dengan sekolah. Dan kali pertamanya ia tinggal jauh dari orang tuanya. Keinginannya untuk lebih dekat dari sekolah terwujud, ketika kepala sekolahnya berhasi membangun asrama pelajar yang berada dibelakang sekolah. Saat berjalan menuju asrama, ia beradu jalan dengan salah satu pelajar Korea yang memiliki ketampanan luar biasa dan tak sengaja menjatuhkan buku yang dipegang pemuda itu. “Brukkk!” “Awh…” kakinya terkena batu lancip melukai kaki mulusnya.

“I’m sorry..” Nabil membereskan buku yang terjatuh dari pemua itu. “Are you okay?” tangannya memberikan buku yang jatuh ke pemuda itu.

“It’s oke, no problem. Hmm, your foot…” ia menunjuk ke arah roknya yang sobek, dan terlihat kakinya luka dan ia tak menyadari rok panjangnya sobek.

“Ohh.. no problem. I’m sorry. i..i back to dorm. Thank you.” Nabil berjalan cepat, saat itu lututnya berdarah dan mencoba berjalan lebih cepat dari biasanya. Seung Ho tak bisa menghentikan rasa khawatirnya melihat kaki gadis itu terluka. “Begitu kuatkah? Hmmm..”

Suasana kamarnya membuatnya ia sangat nyaman dan tak ada niatnyanya untuk keluar menghirup udara segar. Ia memerhatikan ponselnya, dan ternyata masih jam 7 malam. Ia mencoba mengangkat tubuhnya untuk kelar dari kamarnya, tetapi keinginannya memperkuat dirinya untuk tak keluar dari kamarnya. “Tok, tok, tok..” ketukan tiga kali berada pas dipintu kamarnya. “Siapa lagi malam ini mengangguku?” ia membuka pintu kamarnya.

“Hi, kamu tidak apa-apa?” pemuda itu, datang kekamarnya. Asrama disekolahnya termasuk besar, dan bisa memuat 50 siswa dalam satu gedung yang terdiri dua lantai. Lantai atas untuk perempuan, sedangkan lantai bawah untuk laki-laki. Ia tak menyangka bisa bertemu dengan pemuda itu.

“Senang bisa bertemu lagi, namaku Yoo Seung Ho. Pangggil saja aku Seung Ho.” Ia memperkenalkan diri tepat masih berada didepan pintu masuk.

“Oh. Ya ya ya. Kalo gitu, kita bicara diluar saja.” Sebelah kanan kamarnya ada ruang khusus untuk bertemu dengan teman ataupun keluarga. Ruang serbaguna ini terdapat televisi 32 inci dan antena parabola yang diperbolehkan untuk menggunakan sampai jam 10 malam. Mereka duduk berhadapan, hawa kecanggungan itu kembali terasa dan Nabil mencoba memulai percakapan pada Seung Ho.

“Bahasa Indonesiamu sudah lancar ternyata. Kenapa kamu pilih Indonesia untuk pertukaran pelajar?” pertanyaan itu terlontar bebas tanpa hanbatan. Seung Ho hanya bisa tersenyum dan masih memperhatikan Nabil.

“Kamu belum memperkenalkan dirimu, bagaimana bisa aku memanggilmu?” ia kembali melontarkan senyuman lembut itu pada Nabil.

“Oh, maaf. Aku Nabila Putri, panggil aja aku Nabil. Maaf, insiden tadi sore.”

“Aku seharusnya yang minta maaf, karena tak memerhatikan jalan. Hm.. kaki kamu tidak apa-apa kan?” kecemasannya masih mengguncang pikirannya sampai saat ini.

“Oh, gapapa. Lagian, luka kecil kok. Gak usah khawatir. Oh, sorry. Kamu mengerti ucapan aku kan?”

“Huh!” ia mengangguk. “Aku paham, aku mencoba memahami maksud perkataanmu.”

“Berarti apa yang aku katakan tadi tak tahu?”

“Aku tahu, dan aku mencoba lebih santai dengan orang baru.”

“Begitu rupanya, sekali lagi aku minta maaf. Oh ya! Sebentar” Nabil masuk kedalam kamarnya dan mengambil sesuatu. Seung Ho tercengang dengan langkah gesitnya, kemudian Nabil kembai dengan membawa sesuatu yang begitu asing baginya.

“Kalau kamu ingin menyesuaikan dirimu, coba deh makan ini.” Ia memberikan makanan itu pada Seung Ho.

“Ini apa ya?”

“Namanya, kue kambojo. Ini khasnya orang Riau. Kamu coba deh, enak. Sebenarnya, aku bukan asli orang sini, aku hanya tinggal disini dan mengikuti kedua orangtuaku bertugas. Gimana? Enak tidak?”

“Wahh!” wajahnya menunjukkan rasa kepuasan saat mencoba kue yang diberikan Nabil. “Ini enak, terima kasih kuenya. Bolehkan ini aku bawa kekamar?”

“Bawalah, hehe. Enak kan? Semoga kamu betah disini. Ternyata, pemikiran aku tentang orang Korea salah.”

“Mengapa? Ada yang salah dengan kami disini?”

“Bukan, aku hanya tidak menyukai orang-orang yang begitu berlebihan untuk menyambut kedatangan kalian. Mungkin karena kalian berasal dari Korea, dan saat ini Hallyu Korea meraja lela di Indonesia. Apa kamu tidak dengar hal ini?”

“Aku mendengarnya, dari Taemin. Kamu tau Taemin bukan? Dia cerita, ada salah satu orang yang cuek dengan keberadaan kami. Tapi setelah aku lihat, ternyata baik ya. Haha!” ledekan Seung Ho membuat Nabil malu dengan kelakuannya hari ini. Ia sadar, ternyata berbeda dengan apa yang ia pikirkan saat itu. Malam itu, mereka berdua saling mengenal satu sama lain. Sisi lain, Taemin melihat Seung Ho dan Nabil sudah begitu akrab dan mampukah ia bisa mengenal Nabil lebih jauh lagi?

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK