home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Friendzone

Friendzone

Share:
Author : qimoorr
Published : 13 Oct 2013, Updated : 13 Oct 2013
Cast : Jung Yong Hwa, CNBlue Member, Park Shin Hye, Seo Ju Hyun
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |2656 Views |1 Loves
Friendzone
CHAPTER 1 : Friendzone

Cast: jung yong hwa, lee jong hyun, lee jungshin, kang min hyuk, seo ju hyun, park shin hye.

Genre: romance/melodrama

Setelah mengakhiri konser Bluemoon keliling dunia yang berakhir di Indonesia malam ini. Semua kru memberi selamat, termasuk aku, lalu kau memeluk; ritual biasa yang selalu dilakukan saat konser berakhir. Seperti makna terimakasih, tapi menjadi berbeda arti bagiku. Keesokan harinya setelah melewati malam yang melelahkan, para member CNBlue dan kru makan siang bersama. Aku? Tentu saja ikut, aku kan bagian dari kru yang sudah seperti keluarga baru bagi CNBlue. Semua bercengkarama, menceritakan keunikan dan keseruan konser di Indonesia tadi malam.

 “Hahaha...lucu sekali kemarin itu hyung, apa itu namanya joget kaisar apalah itu. Menggelikan. Hahaha”, seru jungshin terbahak-bahak mengingat kejadian kemarin yang tiba-tiba penonton dan promotor menyuruh mereka untuk mengikuti gerakan goyang caesar.

Semua tertawa. “Hahaha lebih menggelikan lagi saat melihat jonghyun menari kaku dan minhyuk menari malu-malu. Hahahaha apa kalian tidak bisa sedikit rileks?Hahaha”, Yonghwa tertawa geli.

Jonghyun menyela, “habis gerakannya lucu hyung, dan gesit sekali aku jadi bingung dan susah mengikuti. Haha”

“sudahlah hyung hentikan, aku malu sekali mengingat-ingat itu”, tambah minhyuk tersipu.

“aku jadi tak sabar menunggu videonya muncul di youtube. Mungkin akan ku putar setiap hari sebelum tidur.” Aku ikut mengejek minhyuk.

Drrt..drrt...smartphone yonghwa bergetar. Jungshin mengintip lalu memberi senyum mengejek. Yonghwa bergegas menjauh dari meja makan. Aku meilhatnya berbicara ditelpon sambil tersenyum. Sekembalinya ia ke meja makan, dia mengambil ma’ apel dan sesegera mungkin menghabiskannya.

“aku harus segera pergi. Seohyun mengajak bertemu hehe, tak apa kan?” cengirnya.

“Hati-hati hyung. Sukses ya” jonghyun menepuk pundak yonghwa.

“shinhye makanlah yang banyak ya. Jangan lupa minum obat.” Yonghwa mengusap rambutku, mengedipkan mata sambil berlalu, mengingatkan aku untuk segera menyembuhkan flu akibat kelelahan. Dibalik idol yang terlihat lelah karena tidak berhenti perform diatas pangggung, sebenarnya ada kru yang lebih lelah dibelakang panggung sebelum dan sesudah mereka perform. Aku hanya tersenyum sambil melambaikan tangan.

Seusai makan siang bersama, kami memutuskan untuk beristirhat sampai lusa nanti. Karena itu aku berniatan utnuk kembali ke kos-kosan ku. Jungshin berinisiatif untuk mengantarku, aku sudah menolak tapi ia dan manajer memaksa. Karena tubuhku yang memang sedang lemah ini dan tidak enak juga akhirnya aku mengalah. Disepanjang perjalanan aku tertidur, tapi masih bisa mendengar jungshin ikut bernyanyi-nyanyi mendengarkan radio dalam mobil. Aku bilang terimakasih pada jungshin karena sudah mau direpotkan.

“haha tidak apa-apa, aku memang sengaja mengantarmu agar aku ada alasan keluar dan memakai mobil ini untuk bertemu teman-temanku hihihi”, sahutnya.

“haha kau ini! Dasar baboo. Yasudah hati-hati ya menyetirnya jangan sambil headbang, itu jalanan bukan panggung konser.”, jawabku.

“iya baiklah haha aku pergi ya, get well soon shinhye noona”

\

Aku menerima pesan baru dari jungshin ‘hey coba lihat diyoutube sudah ada video cnblue joget caesar hahaha menggelikan’. Aku yang sedang merapihkan file di laptopku langsung scek youtube. Aku tertawa geli melihat tingkah-tingkah para member CNBlue. Bodoh. Setelah itu aku cari video hasil konser kemarin, aku pilih video CN Blue yang sedang meaminkan lagu Get Away. Seru sekali, melihat performance mereka dan didukung oleh para boice yang kompak memutarkan blish mereka sambil head bang dan loncat-loncat. Aku merinding, aku yang sedang kurang enak badan ini pun terbawa suasana video dalam konser sampai ikut berteriak dan menggerakan kepala mengikuti alunan musik rock khasnya Yonghwa dan kawan-kawan.

Tapi aku menyadari, mataku tidak pernah terlepas memandangi aksi yonghwa. Dia yang tengil, liar, enerjik diatas panggung menarik sudut-sudut bibirku ke atas. Aku terseyum, atau bisa jadi terpukau. Dia mempesona, kataku dalam hati.

Aku sadar semua boice pasti mengaguminya, semua pasti menyukainya. Dia memang tampan, pintar, dan hebat. Kita sudah berteman sangat lama, bahkan sebelum dia se-terkenal ini. Kita selalu berbagi cerita, menertawakan hal-hal yang sederhana yang mungkin tidak lucu bagi orang lain. Aku bahagia, sampai aku tersadar bahwa aku menyimpan rasa, sebagi pemuja rahasia.

‘heaven.. heaven.. heaven way’ nada dering smartphoneku berbunyi. Segera aku angkat telpon masuk.

“halo.. kenapa?” jawabku tanpa basa-basi seakan-akan sudah hafal apa yang akan terjadi.

“hehe aku sedang dijalan menuju kosanmu. Kau belum tidurkan?aku sudah bawakan ddeobokki dan banana smoothies favoritmu hehe” kata sang penelpon.

“hmm.. hati-hati”

Semburat ceria terpancar dari auranya saat ketika dia datang malam ini. Iya, jung yong hwa. Dia datang membawa ddeobokki dan banana smoothies yang dia janjikan, apalagi jika bukan untuk menyuapku agar mau menerimanya malam ini beristirahat di kamar kosku.

“ttaraaa... ini kesukaanmu kan?ayo kita makan sebelum terlalu dingin danbtidak enak!” sahutnya riang.

“yaaa.. kau kan membawakannya untuk aku kenapa kau mau ikut makan? Andwae! Tidak boleh!”

“yaaa tapi aku juga suka. Sedikit saja sedikiiit. Jebaaaal”

Sambil berbagi snack beras ditambah dengan ramen panas favoritnya, Aku tahu ada kisah bahagia yang siap dia bagikan. Seperti biasa matanya menatap tajam, memancing untuk diterka. Seperti biasa, aku akan bertanya ‘kenapa?ada kejadian apa?’. Dia tersipu, memegangi lengan ku menegakkan posisi duduk, bahasa tubuh lain yang menyuruhku untuk siap mendengar ceritanya.

“jadi gimana tadi?’, tanyaku sembari mengunyah.

“hahaha aku kaget sekali hari ini seohyun merangkul lenganku. Yaaa shinhyeee! Ini ini dirangkul”, menunjuk pada lengan kirinya.

Senyumnya terus merekah sampai akhir cerita. Dia bilang, seohyun datang membawa aursa segar dalam atmosfer semu kejenuhan hidupnya.

“aku merasa seohyun itu bagai malaikat dengan holow putih diatas kepalanya dan melambaikan tangannya padaku”, katanya sumringah.

Dia bilang, seohyun memiliki senyuman yang dapat menghangatkan kebekuan sorenya. Ada rasa mendamba ketika dia bercerita tentang rupanya, sehingga aku berpikir dia terlalu sempurna untuk jadi manusia. Yonghwa memuja.

Lalu dia berkeluh, “Tapi aku merasa minder, apa aku sosok yang cocok untuknya? Apa aku tidak akan menjadi bad influence untuk dia? Bagaimana bisa ‘dewi’ menyeimbangkan alamnya dengan manusia?”

Sehingga dia agaknya berpikir untuk mundur. Selangkah. Namun, aku tahu itu bukan mundur, tapi memeinta aku untuk mendorongnya untuk maju. Tak apa sudah biasa.

Aku bilang, “kamu akan menjadi dewa jika bersama sang dewi. Kamu akan menjadi raja jika bersama sang permaisuri.”

Sesak. Aku merasa bawha aku dan yonghwa berkejaran seperti planet yang dicipta dengan orbitnya masing-masing. Dia menjadi satelit yang mendamba planetnya, yaitu seohyun. Ketika aku mendambanya. Aku merindukan kehadirannya seperti matahari yang merindukan bulan yang entah kapan dan aku pikir mungkin mustahil untuknya saling bertemu. Walaupun orang sering menyandingkan kami, toh kita memang tidak dicipta untuk bersama.

Aku ikut tertawa saat dia merekahkan senyumnya. Bahagia. Aku menahan sesak, jika aku diperkenankan berteriak, aku akan melakukannya. Tapi untuk apa? Bukankah setiap makhluk layak mendapatkan bahagianya. Seperti yonghwa yang bahagia mendamba seohyun, dan aku yang bahagia saat yonghwa ada disini, walau kadang sesak. Tapi tak apa, asal selalu ada waktu untuk kita bisa saling bercengkrama.

“terus..terus.. gimana?tadi ngobrolin apa aja sama seohyun?” tanyaku berpura-pura penasaran.

“tadi makan matcha ice cream terus ngobrolin tentang buku-buku favoritnya dan banyak hal lagi. Tadi sempat akan pergi berkaraoke tapi batal karena manajernya sudah menelpon. Tapi kita sudah berjanji nanti jika bertemu lagi akan pergi karaoke hahaha” cerocosnya dengan semangat tanpa henti.

“benarkah? Wah pasti akan seru. Haha itu sih maumu!” gurauku sambil mendorong sedikit badannya.

Tak apa, teruskan ceritamu., kata suara hatiku. Seperti biasa, aku bilang aku turut bahagia dan siap bersekutu dengan apapun yang kamu putuskan. Seperti biasa, senyumanmu menghapus jejak runtuhnya sebuah harapan. Teruskan ceritamu, bukankah sesak ini adalah alasan untuk aku bertemu kamu malam ini?

“yaa shinhye, aku selalu suka pemandangan dari jendela kamar kosmu. Lihat langit bertabur banyak bintang. Terlihat jelas dari sini. Lihat itu bulan biru yang penuh dan indah! Itu aku! Itu nama konserku. Hahaha” dia terus berbicara seperti orang yang mabuk. Ya, mungkin dia emmang mabuk. Mabuk cinta.

“Dan aku selalu suka bulan biru”, aku tersenyum memndang langit sembari memegangi segelas banana smoothies.

Malam sebentar lagi akan berakhir, akhirnya yonghwa tertidur. Lelah dengan segla kebahagiaan dan ceritanya. Aku suka saat dia tertidur, karena aku bisa menikmati indahnya mendambakan sesuatu yang tidak menyakitkan.

Mungkin aku terlalu rendah untuk mendamba sang bintang. Karena bintang tercipta bukan untuk dimiliki, tapi untuk tetap menghiasi langit dan dinikmati dari kejuhan. Biarkanlah aku menikmati keindahannya dari jauh dengan ditaburi sesak. Tak apa beginipun aku bahagia. Cepat atau lambat, perihnmya akan hilang, atau tubuhku akan mengebal karena selalu menahan sakitnya. Karena bulan biru yang terang dan istimewa tercipta bukan untuk dimiliki, tempatnya memang di langit. Dan biarlah seperti itu. Karena cepat atau lambat malam ini akan segera berakhir dan horizon akan menggariskan pagi. Dan saat itu bulan biru akan berganti matahari.

SEOUL, 04.00pm. Matamu masih terpejam, dadaku masih terhujam.

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2021 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK