SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Ta'aruf

Ta'aruf

Share:
Author : Sasseumi_
Published : 19 May 2017, Updated : 19 May 2017
Cast : Lee Dong Wook, Annisa, All Cast
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |616 Views |1 Loves
Ta'aruf
CHAPTER 1 : Takdir Yang Indah Di Bulan Yang Suci

Hai, perkenalkan nama aku Annisa, aku mahasiswa semester IV jurusan Bahasa Inggris. Tahun ini 2016 aku merupakan salah satu mahasiswa beruntung karena terpilih untuk ke seoul selama 2 bulan (Pertukaran Pelajar).

Pagi ini, 30 Mei 2016 aku mengemas barang-barang yang aku akan bawa, hatiku sangat senang tak habisnya senyum diwajahku membayangkan akan tinggal negara impianku ya walaupun tidak untuk selamanya :). Aku melipat pakaian, hijab, make up serta kamera kesayanganku. 

"Alhamdulliah akhirnya selesai" gumamku dengan wajah yang sangat senang.

"Gimana ka persiapannya?" Tanya mamah yang tiba-tiba masuk kekamarku.

"Sudah rapih semua mah" jawab ku dengan wajah sedih.

"Ada apa ka? ko sedih gitu mukanya? bukannya seneng bisa ke korea?" katanya yang mengelus rambutku.

"iyamah seneng, seneng banget malah" kataku sedikit menunduk tak berani menatap wajah mamah

"terus kenapa sedih gitu ?" tanyanya lagi.

"Bulan juni kan ramadhan mah, dan aku ada di negara orang jadi aku gabisa saur dan buka bersama bareng tahun ini mah bahkan aku tidak bisa merayakan idul fitri di jakarta mah" kataku, didikuti tetes air mata. 

"Masih ada ramadhan berikutnya ka, kamu gausah sedih pesan mamah kamu bisa jaga diri dan sehat terus disana. kita bisa video call pas idul fitri ka" peluk mamah yang meredakan tangisku.

"udah jangan nangis lagi, ntar cantiknya ilang loh. Mamah bakalan dukung apapun yang terbaik buat kamu ka" katanya lagi sambil tersenyum.

"Terimakasih mah, udah selalu support aku" pelukku erat.

 

- Soekarno Hatta Airport - 

31 Mei 2016

 

 

"Kamu hati-hati ya disana ka, jangan lupa sholat dan pasang alarm untuk sahur" kata mamah sambil mengelus kepalaku.

"iya mah, mamah juga sehat terus ya sampai aku balik kerumah." Kataku menangis lagi.

"kabari mamah kalau kamu kenapa-kenapa disana ya" katanya sambil menghapus air mataku.

"iya mah, aku jalan dulu ya. Assalamualaikum" Kataku dan mencium tangannya.

 

Aku pun berjalan menuju pesawat, saat berbalik aku melihat ibuku sedang menangis. 'Aku tidak boleh menangis juga, semanggat nisa' kataku dalam hati.

 

- Incheon Airport -

2 juni 2016

 

Pagi ini, aku pun sampai di seoul. Tak henti-hentinya aku bersyukur dalam hati bisa menginjakkan kaki di negara ini. Indah, itu kata-kata yang pas. Ya! padahal aku baru saja sampai di bandaranya. Bagaimana dengan tempat wisatanya ya hehe..

Oh iya, sedikit cerita tentangku lagi ya. kenapa aku menyukai Korea? alasannya adalah aku penggemar berat boyband dan korean drama. walaupun aku beragama islam dan berhijab tapi aku seperti wanita normal lainnya yang jika melihat ketampanan aktor korea akan kagum hehe..

Aku dan rombonganku(?) ya rombongan karena aku tidak sendirian. Aku bersama dua temanku yang berbeda jurusan dan satu dosen dari universitasku. Kami menuju tempat penginapan dimana kami akan tinggal selama 2 bulan. 

Sesampainya di penginapan aku dan yang lain menuju kamar masing-masing dan merapikan barang-barang kami. Malam hari, setelah semua selesai kami berkumpul untuk makan malam. Selesai makan malam aku dan 2 temanku bergosip tentang oppa-oppa korea hehe..

 

"aku mau punya suami orang korea yang mirip ajushi goblin" kata salah satu temanku bernama Arvi.

"ah ka, ketinggian itu haha.. kalo aku yang penting pacaran dulu deh sama salah satu mahasiswa di kyunghee university" Jawab Uty sambil tertawa. Dan akupun ikut tertawa.

"tau gak itu hanya dalam mimpi, sekagumnya aku dengan mereka aku hanya mengharapkan suami yang baik dan soleh. eaa" kataku sambil bercanda.

 

Itulah sedikit percakapan kita di malam pertama di korea, karena lelah kamipun memutuskan untuk tidur.

 

 

 - Kyunghee University -

6 Juni 2016

 

Pagi ini kami menginjakan kaki dikampus yang sangat indah, ya walaupun di jakarta juga bagus tapi suasana di sini sangat nyaman. 3 hari kami habiskan waktu dikorea dengan berjalan - jalan ke tempat wisata yang ada disini sebelum masuk puasa aku dan temanku puaskan melihat negara yang indah ini. Karena sekarang hari pertamaku menjadi mahasiswa di sini kami harus fokus untuk mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya.

 

Aku dan temanku pun masuk ke tempat yang akan menjadi ruang belajar kami di Kyunghee University. Kami memperkenalkan diri lalu duduk di tempat yang tidak sejajar. kami berkenalan dengan mahasiswa korea dan mereka sangat ramah. Tapi ada satu mahasiswa yang pendiam, cool, dan hanya fokus pada bukunya saja. Mahasiswa itu memakai kacamata tapi tidak terlihat culun. karena penasaran akupun bertanya dengan teman sebelahku Sojin. Kami berbicara dalam bahasa Inggris.

"Hai sojin, aku mau tanya laki-laki di pojok itu siapa? kenapa dia pendiam sekali?" tanyaku

"Oh itu, namanya Lee Dong Wook dia memang seperti itu. Dia salah satu mahasiswa favorit disini. tapi tidak ada wanita yang dekat dengan dia." katanya

"kenapa ? dia kan tampan pasti pacarnya banyak dong?" tanyaku penasaran

"aku juga tidak tahu, sebaiknya kau tanya sendiri saja sama dia" kata sojin sambil meledek

"baiklah, nanti akan kutanya." kataku dan sepertinya sojin terlihat kaget aku berkata begitu.

 

*Jam Istirahat*

"Hai aku annisa, mahasiswa dari Indonesia" kataku sambil tersenyum

"ya, aku lee dong wook" katanya mendongak untuk melihat wajahku (agak lama).

"senang berkenalan denganmu" kataku, yang melihat dia terus memandangiku.

"apa ada yang salah dengan wajahku?" kataku lagi sambil merapikan hijabku.

"aaah, tidak." kata dia sambil menggelengkan kepalanya.

 "baiklah sampai jumpa, selamat makan siang dong wook shi~" kataku sampil tersenyum.

 

*Dongwook POV*

Dia ? dia kan yang kemarin aku lihat dia sungai han ? wanita dengan senyum yang indah sedang bersama kedua temannya. Saat dia kemarin berada di sungai han aku tidak berhenti memandanginya, sepertinya aku menyukainya dan saat tadi dia menghampiriku kenapa jantungku berdebar? ahhh perasaan apa ini padahal aku belum pernah mengenalnya.

Oh ya, hai perkenalkan aku Lee Dong wook mahasiswa semester IV jurusan bahasa inggris. Aku sangat suka menyendiri dan membaca buku. Karena itu, Aku sedikit banyak tau tentang Indonesia. Disana negara yang indah, mayoritas penduduk kebanyakan muslim dan mereka ramah-ramah. Aku juga pernah membaca buku tentang agam islam walaupun aku beragama kristen tapi aku senang tahu tetang segalanya.

Aku selalu duduk dipojokan tidak ada yang berani mengusikku, dan tadi wanita sungai han ah ani namanya nisa dia menyapaku. Apa dia seperti itu pada semua yang baru dia kenal ? baik ya itu kesan pertama aku pada dia.

Aku melihat dia sedang sendirian duduk di depan sedangkan kedua temannya keluar. kenapa dia tidak makan ? ini kan sudah jam makan siang. Aku pun penasaran akhirnya aku memberanikan diri menghampirnya.

 

"Apa kamu tidak keluar untuk makan siang ?" tanyaku

"Tidak, hari ini adalah hari pertama bulan ramadhan." jawabnya diikuti dengan senyum

"Ah, jadi kamu berpuasa untuk sebulan penuh ya?" Kataku, dan sepertinya dia kaget.

"Bagaimana kamu tau ?" Tanyanya

"Aku ? aku memang tau segalanya" jawabku sombong.

"Aisssh, lalu kenapa kamu disini dan tidak makan ?" Tanyanya

"Ahhh aku lebih senang menghabiskan waktu membaca buku, dan makan ketika sore hari." Kataku sambil garuk kepala (padahal ga gatel).

 

Dan akhirnya kamipun bertukar nomor telepon, tidak seperti dengan wanita lainnya yang suka chat aku tapi tak pernah ku balas. Hari kedua aku dan annisa pun semakin akrab. dan hari- hari selanjutnya kami suka jalan bareng dan bersama dua temannya terkadang. Aku senang menemaninya berbuka puasa, dan membangunkannya untuk sahur. Walaupun kami suka jalan bareng tapi kami tidak pernah bergandeng tangan, paling hanya menepuk bahu saat memanggil. aku sangan senang bisa mengaenalnya

 

- 1 Bulan Kemudian -

6 Juli 2016

Hari ini adalah hari lebaran, aku tetap kuliah tapi annisa dan teman - temannya tidak terlihat hari ini. aku pun mengirim sms padanya ucapan selamat idul fitri.

Perasaanku pada Annisa semakin yakin, banyak pertanyaan jika aku ingin menembak dia untuk jadi pacarku.

'Apa dia menyukaiku juga?'

'Apa aku bisa bersama dengan dia selamanya?'

'Apa dia mau berpacaran dengan beda agama?'

Ah kenapa aku jadi seperti ini. Sejak aku bersama dia aku semakin tau tentang islam. Aku banyak browsing dan belajar tentang islam, karena aku sudah tidak mempunyai orang tua dan sekarang hanya paman ku saja yang memperhatikan ku, Bismillah hari ini aku ingin meminta izinnya.

 

- Idul Fitri Hari Kedua -

7 Juli 2016

 

Aku bertemu dengan Annisa, di sungai Han.

"Hai, bagai mana lebaran mu? apa kamu senang?"tanyaku

Dia menundukan kepalanya dan terlihat sedih.

"Apa kamu baik-baik saja?" tanyaku khawatir

"Aku baik - baik saja, hanya saja tahun ini aku tidak bisa merayakan lebaran bersama keluargaku" katanya sambil menghapus airmatanya.

"Aku juga sedih, aku tidak bisa bertemu dengan orang tua kamu" Kata ku memberanikan diri untuk mengatakan serius padanya.

"Apa maksudmu? satu bulan lagi juga kita tidak akan bertemu lagi" katanya dan diapun semakin sedih. 

"Apa aku bisa ikut bersamamu?" kataku lagi dan sepertinya dia kaget.

"Apa maksudmu?" tanyanya bingung

"Hmm, aku menyukaimu ah tidak sepertinya aku mencintaimu sejak pertama kali aku melihatmu. Aku tau kamu tidak akan mau denganku karena kita berbeda agama, aku sering bertanya dengan kedua temanmu. Jadi aku memutuskan untuk menjadi mualaf. Aku juga sudah bisa sholat dan belajar mengaji walaupun hanya sedikit. Jadi, Apa kamu mau menikah denganku ?"

"Apa kamu sedang melamarku?" tanyanya kaget sambil menatap tajam wajahku.

 "Ya, aku akan ikut denganmu ke Jakarta bulan depan untuk meminta restu kedua orang tua mu. dan untuk sebulan ini kita akan seperti biasa tapi aku kan lebih menjagamu, aku tidak mau memintamu untuk berpacaran denganku juga. Jadi, gimana? Apa kamu mau menikah denganku?" Tanyaku dengan wajah penuh harapan.

"Aku senang bisa bertemu denganmu, aku juga suka dengan sifat mu, keberanianmu walaupun setiap hari kamu sedikit jutek dengan orang lain (ledeknya), dan niat kamu untuk menjadi mualaf dan menikahiku tanpa pacaran. Jadi jawabannya ..........." Katanya sambil berfikir.

"Jawab saja ya atau tidak ?" Berharap

"Hmmmm, aku ingin kamu menjadi suamiku" katanya sambil tersenyum. Ah cantik sekali senyumnya.

"Benarkah? Terimakasih Ya Allah" Kataku senang sekali. dan diapun mengangguk.

"Tapi bagaimana dengan kuliahmu ?"

"aku akan ke jakarta denganmu untuk menikah denganmu, lalu kita kembali ke seoul dan mengurus kepindahanmu ke korea. setelah kita lulus aku akan tinggal selamanya denganmu di Indonesia" jawabku dengan lantang.

Ya aku sudah memikirkan semuanya secara matang-matang.

 

 

- 1 Tahun Kemudian -

Aku dan Annisa sudah menikah di bulan Agustus. Kami sudah dikaruniai satu anak yang tampan seperti aku ayahnya hehe.. ada sulit dan tidaknya aku menjadi seorang muslim tapi aku bersyukur bisa bersama Annisa dan semoga aku bisa menjadi imam yang baik untuk dia dan anak-anaku. Oiya hari ini hari pertamaku berpuasa, aku sedikit merindukan saat membangunkan Annisa untuk berpuasa, dan sekarang dia yang membangunkanku untuk sahur. 

 

 

*ANNISA POV*

 

Sekian cerita ku bersama Lee Dong Wook yang sekarang menjadi suamiku. 

 

 

Thanks You udah baca FF aku yang gaje ini :D semoga bisa ketemu lee dong wook beneran yess :D dan jangan baper setelah baca hehe...

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK