SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > My Bias It's My (Boy)Friend

My Bias It's My (Boy)Friend

Share:
Author : Oktachan
Published : 05 Feb 2017, Updated : 05 Feb 2017
Cast : Min Yoonji (OC), Jinyoung GOT7
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |313 Views |1 Loves
My Bias It's My (Boy)Friend
CHAPTER 1 : One Shoot

MY BIAS IT’S MY (BOY)FRIEND

            Aku mempunyai seorang teman laki-laki sejak kecil, ia adalah Park Jinyoung. Ya ia adalah salah satu member sebuah grup ternama saat ini GOT7, sebuah boygrup yang berada dibawah salah satu agensi BIG3 yaitu JYP Entertaiment.

            Sejak ia debut tiga tahun yang lalu aku menjadi jarang bertemu dengannya padahal ia telah berjanji padaku, janji yang telah meluluhkan hatiku, janji yang tak pernah bisa ku lupakan.

            “Hah… Aku sangat merindukannya…” gumamku.

-Tiga tahun yang lalu-

            “Duh sibuknya… Mentang-mentang kau akan debut sebentar lagi…” ujarku menggoda Jinyoung yang sedang sibuk. Aku menarik bangku dan duduk disampingnya, ia sangat tampan saat serius seperti ini. Hah… Aku yakin jika ia debut nanti pasti banyak wanita yang menyukainya.

            “Nanti setelah aku debut nanti kau akan mendapatiku setiap saat dilayar televisi…” ujarnya setengah menyindirku karena aku memperhatikannya terlalu lama.

            “Oh… Jeongmalyo? Hmm… Tapi aku lebih suka memperhatikanmu secara langsung…”

            “Terserahlah…” Jinyoung mengacak rambutku, aku tersenyum senang saat ia melakukannya walaupun rambutku berantakkan tapi aku sangat menyukainya.

            “Hyaa… Jinyoung-ah…”

            “Hehe… Yoonji-ah ayo kita pergi kencan…” ajaknya. Aku membeku karena perkataannya, yah walaupun kami berdua memang sering jalan bersama tapi belum pernah ia mengajakku kencan seperti ini.

            “Ken… Kencan?” tanyaku.

            “Ya kencan… Wae? Shireo?”

            “Aniya… Bukan itu… Aku hanya merasa aneh saja, biasanya kau hanya mengatakan ‘Yoonji-ah ayo kita pergi ke…’ begitu.”

            “Ah benar… Yah bagaimanapun intinya tetap samakan? Kita sama-sama pergi berdua…”

            “Ya juga sih…”

            “Jadi kau mau atau tidak? Ini kencan terakhir sebelum aku debut menjadi seorang idol.”

            “Oke chua!”

            “Asa! Aku akan menjemputmu Sabtu ini dirumahmu jam 7 pagi, berdandanlah yang cantik, ingat aku adalah calon idol!”

            “Ish…” Tanpa dimintapun aku akan berdandan yang cantik, aku kan ingin terlihat cantik didepan seseorang yang ku sukai. Ya aku menyukai temanku! Aku menyukai Jinyoung!

+++

            Hari ini aku mengikuti kencan buta bersama dengan salah satu temanku diUniversitas. Aku melakukannya karena ia terus-terusan memohon padaku agar aku ikut dengannya, akhirnya aku mengalah karena aku bosan mendengar rengekan darinya. Kami berdua duduk disebuah café, dihadapan kami ada sepasang pemuda yang menurutku lumayanlah.

            “Anyonghaseo namaku Ahn Hyorin, ini temanku Min Yoonji…” ujar Hyorin memperkenalkan dirinya dan juga diriku, baguslah jadi aku tak perlu memperkenalkan diriku, aku hanya perlu tersenyum sedikit.

            “Anyong… Namaku Kim Joon dan ini temanku Im Sean…”

            “Apakah Sean blasteran?” tanyaku penasaran.

            “Ya aku memang memiliki darah Amerika…” ujar Sean.

            “Ah pantas…”

            Setelah perkenalan kami berbincang satu sama lain, membicarakan hal-hal yang umum seperti hobi kuliah dan lain-lain. Sampai disuatu situasi emosiku terpancing karena perkataan dari Kim Joon.

            “Hanya gadis bodoh yang menyukai pria pesolek seperti mereka…” ujar Joon saat melihat penampilan GOT7 disebuah acara televisi.

            “Maaf kalau gitu aku termasuk gadis bodoh dalam kriteriamu itu…” ujarku sambil menatap tajam pemuda itu.

            “Yoonji-ah sudahlah…” ujar Hyorin berusaha menahan emosiku.

            “What!? Kau ini mahasiswa kedokteran Yoonji-ah… C’mon realistislah… Untuk apa kau menyukai orang-orang seperti itu? Lebih baik kau denganku saja, bagaimana?”

            “Joon-ah hentikan!” ujar Sean mencegah perselisihan lebih lanjut.

            “Memangnya kenapa? Aku memang mahasiswa kedokteran lalu kenapa? Apakah aku yang notabene seorang calon dokter tak boleh menyukai hal-hal semacam itu? Kalau boleh ku bandingkan mereka itu jauh lebih baik dibandingkan denganmu!”

            “Lebih baik gimana? Mereka hanyalah sekelompok orang dengan makeup yang hanya dapat berjoget diatas panggung…”

            Wuah… Aku benar-benar emosi saat ini, aku sungguh tak terima jika Jinyoung dan teman-temannya dihina seperti ini. Sebaiknya aku segera pergi dari sini sebelum emosiku semakin tak terkendali.

            “Hyorin-ah aku pergi…” Aku mengambil tas serta jaketku dan segera bangkit untuk pergi meninggalkan tempat ini.

 

-Just One Day-

            Temaku hari ini adalah perpaduan antara feminim and boyish, aku mengenakan baju semi mini dress yang casual dengan celana mini jeans untuk memberikan efek feminim sedangkan untuk sentuhan boyish aku mengenakan sneakers serta jaket denim yang sedikit kebesaran. Ya kebesaran karena jaket ini adalah milik Jinyoung yang belum sempat aku kembalikan.

            “Oh? Bukankah itu milikku?” Tanyanya saat melihat aku keluar dari rumahku.

            “Ya benar hehe…”

            “Dasar… Sepertinya jaketku telah menjadi hak milikmu.”

            “Bolehkah?”

            “Ambil saja lagi pula aku punya banyak jaket.”

            “Eish! Andwe! Jangan mengacak rambutku lagi!?” Seruku. Lagi-lagi Jinyoung hendak mengacak rambutku, aku langsung menghindarinya karena aku tak ingin rambutku berantakkan saat kencan.

            “Araseo… Yoonji-ah kau sudah siap?”

            “Nee! Tapi mau kemana kita hari ini?”

            “Entahlah, kita berjalan saja kemanapun kaki melangkah. Hari ini… Seharian… Hanya untuk hari ini… Mari kita bersenang-senang sepuasnya!”

 

+++

            Dengan marah aku keluar dari café tersebut enak saja siapa memangnya dia? Berani-beraninya menjelekkan uri GOT7, belum pernah merasakan diamuk oleh fangirl kali ya!? Karena kesal aku akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan seorang diri ditaman.

            “Oh?” Betapa senangnya aku begitu sampai ditaman ternyata Jinyoung sedang berada disana sedang melakukan pemotretan. Aku segera bergabung dengan para fans lainnya yang juga sedang melihat pemotretan pemuda itu.

            Begitu pemotretan selesai Jinyoung langsung diserbu oleh para fansnya untuk dimintai foto bersama. Mereka semua saling berebut sehingga aku terdorong kesana kemari dan akhirnya aku terjatuh karenanya.

            “Ah… Sakitnya…” gumamku kesakitan.

            “Kau tak apa?” Tanya seseorang, seseorang yang sangat ku kenal suaranya, seseorang yang sangat ku rindukan, Jinyoung.

            “Jinyoung-ah…” gumamku.

            “Bangunlah…” Ia mengulurkan tangannya untuk membantuku, aku pun menerima uluran tangannya dan aku bangkit dibantu oleh Jinyoung.

            “Gumawo…”

            “Cheonma…” setelah itu ia pergi dari tempat tersebut, pergi meninggalkanku begitu saja. Entah kenapa aku merasa sesak karenanya. Apakah ia telah melupakanku?

            “Lucky fans…”

            “Serius gadis itu sangat beruntung ditolong oleh Jinyoung…”

            “Ah aku sungguh iri…”

            “Lain kali aku akan berpura-pura jatuh seperti gadis itu agar ditolong oleh member GOT7 yang lainnya…”

            Lucky fans… Fans yang beruntung… Gadis beruntung yang ditolong oleh Jinyoung GOT7… GOT7… Ah aku sungguh lupa kalau ia seorang idol saat ini… Dan posisiku saat ini adalah seorang fans baginya bukan sebagai seorang teman dekat baginya…

            “Agh…” Dadaku sesak karenanya. Aku mengetahui kalau saat ini dunia kami sangatlah berbeda, ia telah berada didunia yang sulit untukku raih. Jinyoung-ah… Kalau begini jadinya mengapa kau memintaku untuk menunggu?

 

-Last Happy Day-

            Hari ini aku sungguh bersenang-senang dengan Jinyoung. Kami saling bergandengan tangan dan berjalan kesana kemari menggunakan transportasi umum.

            “Oh photo studio… Jinyoung-ah ayo kesana…” ajakku.

            Jinyoung menuruti perkataanku kami pun masuk kedalam foto studio tersebut. Dengan membayar 10 dollar kami mendapatkan kesempatan sebanyak 36 kali photoshoot dan dapat memilih 18 foto terbaik untuk dicetak.

            “Ada beberapa jenis tema disini silahkan kalian memilih dua jenis tema yang akan menjadi konsep pemotretan kalian…”

            Aku dan Jinyoung melihat-lihat tema yang ada disana, wah banyak sekali tema-tema yang lucu aku kesulitan memilihnya karena aku menyukai semuanya. Akhirnya setelah kami saling berdiskusi satu sama lain, kami memilih dua tema yang pertama adalah tema klasik kerajaan dan yang kedua adalah tema anak sekolahan.

            “Silahkan kalian berganti pakaian disini, aku akan menunggu didalam studio, jika kalian sudah siap silahkan kalian kedalam saja…”

            Kami masuk ke kamar ganti kami masing-masing, aku segera mengganti bajuku dengan gaun panjang klasik yang sangat indah. Tak lupa aku merias diriku sedikit dan mengganti kacamataku dengan softlens yang ku bawa dari rumah. Setelah siap aku keluar dari kamar ganti tersebut, ternyata Jinyoung sudah siap dengan pakaian ala pangeran, ia benar-benar terlihat sangat tampan.

            “Wah prince Jinyoung…”

            “Anyong princess Yoonji…”

            “Kau sungguh tampan Jinyoung-ah…”

            “Kau juga cantik Yoonji-ah…” aku tersipu mendengarnya.

            “Ayo kita pergi sekarang…” ajakku.

            “Nee… Mari kita pergi sekarang…”

            Kami memasuki ruangan studio bersama, wah ternyata suasana didalam studio sudah disulap sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tema yang diusung.

            “Oh kalian sudah selesai rupanya, wah kalian berdua cocok sekali… Pangeran yang tampan dan puteri yang cantik…” ujar sang fotografer.

            “Kamshamida…”

            “Oke kalau gitu apa kalian sudah siap?”

            “Nee…”

            Kami pun melakukan pemotretan pertama, kami melakukan berbagai pose sambil diarahkan oleh sang fotografer. Setelah 18 kali shoot kami berganti pakaian untuk persiapan tema yang kedua.

            “Jinyoung-ah aku punya ide yang menarik…” ujarku tiba-tiba mendapatkan sebuah ide yang lucu untuk pemotretan kami yang berikutnya.

            “Apa?” tanyanya.

            “Bagaimana kalau kita bertukar peran?” saranku.

            “Maksudmu?” tanyanya tak mengerti.

            “Kau dan aku bertukar, kau menjadi yeoja dan aku menjadi namja, kau menggunakan seragam siswi SMA aku menggunakan seragam siswa SMA.” Ujarku mengutarakan ide gilaku.

            “Jadi aku harus menggunakan rok?”

            “Yup…”

            “Eih shireo! Itu bukan menarik tapi gila…”

            “Jinyoung-ah ayolah itu akan menjadi kenangan yang tak terlupakan, oh?”

            “Araseo…” Akhirnya Jinyoung setuju dengan ideku tersebut, kami pun masuk ke kamar ganti dan langsung mengganti baju masing-masing.

            Aku mengenakan seragam siswa yang ada disana, rambutku yang panjang aku gulung dan aku sembunyikan didalam topi. Setelah selesai aku keluar dari kamar ganti ternyata Jinyoung belum selesai berganti.

            “Jinyoung-ah…” aku mengetuk pintu kamar ganti tersebut.

            “Yoonji-ah haruskah kita melakukannya?” Tanyanya.

            “Iya… Ayo cepat…” ujarku.

            “Araseo sebentar…”

            Tak lama kemudian Jinyoung keluar dengan tampang sedikit manyun. Dia lucu sekali mengenakan seragam siswi, ia bahkan mengenakan topi baret yang memiliki kuncir palsu dikedua sisinya.

            “Kau unyu sekali…” ujarku.

            “Sudahlah cepat aku malu…” Ia menarikku kedalam studio foto, begitu sampai disana sang fotografer terkejut melihat penampilan kami berdua.

            “Kalian adalah pasangan terunik yang pernah ku temui…” ujarnya.

            Kami melakukan pemotretan berikutnya, berkali-kali Jinyoung berusaha menampilkan aegyo miliknya walaupun sulit ia berusaha sebaik mungkin, kiwoyo…

            “Oke aku sudah tak sanggup lagi…” ujarnya menyerah setelah melakukan enam kali shoot.

            “Araseo… Mari kita berganti dengan pakaian yang normal…” ujarku.

            Jinyoung langsung berlari menuju kamar ganti, sepertinya ia benar-benar sudah berada pada batasnya. Gumawo Jinyoung-ah walau kau keberatan dengan ide gilaku ini kau tetap melakukannya.

 

+++

            “Eonnie… Eonnie…”

            Aku segera bangkit dari tidurku karena Hani teman sekamarku diasrama membangunkanku.

            “Waeyo?” tanyaku masih setengah tersadar.

            “Ada surat untukmu…” ujarnya.

            “Taruh saja disana… Ah kau ini menganggu tidurku saja…”

            “Tapi ini surat special! Ada materai yang bertuliskan JYP Entertaiment!”

            Aku segera bangkit dan mengambil surat tersebut begitu mendengar kata JYP Entertaiment. Aku membuka surat tersebut dengan Hani yang masih berada disampingku karena penasaran. Ternyata isi surat itu adalah sebuah tiket fanmeeting GOT7 dan sebuah surat singkat untukku.

            [Datanglah dan temui aku disana- Jinyoung]

            “Wah daebak! Daebak! Tiket fanmeeting dan surat dari Jinyoung! Eonnie bagaimana bisa?” Tanya Hani heran.

            “Kan sudah ku bilang Jinyoung adalah temanku…” ujarku. Aku tersenyum senang karena akhirnya aku dapat bertemu dengan Jinyoung.

            “Eonnie… Bolehkan tiketnya untukku saja?” Tanya Hani.

            “Andwe! Jinyoung memberikannya untukku!”

            “Araseo… Tapi Eonnie aku sungguh tak percaya kalau kau berteman dengan Jinyoung GOT7…”

            “Aku memang temannya! Bukankah dulu aku pernah cerita padamu?”

            “Yah aku kira dia itu adalah Jinyoung yang lainnya… Aku sungguh tak menyangka kalau itu adalah Jinyoung GOT7… Eonnie aku sungguh iri padamu…”

 

-Last Time-

            Kami mengakhiri perjalanan ini dengan menikmati sunset dipinggir pantai. Ah aku sangat menyukai pantai, angin laut yang membelai lembut rambutku serta suara deburan ombak yang sangat menenangkan aku sangat menyukainya.

            “Gumawo Jinyoung-ah… Aku sangat senang hari ini…” ujarku berterimakasih padanya.

            “Nado… Aku juga senang hari ini, yah walaupun aku harus mengikuti ide gilamu itu…”

            “Hahaha… Mian… Anggap saja itu latihan untukmu, soalnya aku melihat beberapa idol harus bercosplay dan menarikan tarian girl grup demi membahagiakan fansnya…”

            “Yah kau benar…”

            Lembayung senja menyinari kami berdua, perlahan matahari itu turun menghilang tenggelam didalam lautan. Ah… Haruskah hari ini berakhir?

            “Yoonji-ah… Saranghae…”

            “Huh?”

            “Aku menyukaimu Yoonji-ah…”

            Aku terdiam berusaha mencerna apa yang dikatakan Jinyoung barusan, jadi apakah barusan Jinyoung mengutarakan perasaannya padaku? What!?

            “Eeeh!?” seruku begitu aku menyadari apa yang terjadi.

            “Wae?”

            “Ba… Barusan kau… Kau bilang… Kau menyukaiku?”

            “Nee…”

            Jinyoung menghadap kearahku lalu ia meraih tanganku dan menatapku dengan lembut.

            “Aku menyukai Yoonji yang ada dihadapanku ini… Apakah aku boleh mencintaimu Yoonji-ah?”

            Aku terdiam, aku speechless, aku bingung harus berbuat apa. Ah… Ini terlalu membahagiakan untukku.

            “Yoonji-ah?”

            “Nee?”

            “Ottoke?”

            “Nee… Nado saranghae Jinyoung-ah…”

            Jinyoung menarikku kedalam pelukannya ah aku sungguh bahagia saat ini. Cintaku tak bertepuk sebelah tangan, bahkan aku mempunyai seorang namchin seorang calon idol. Eh… Tunggu dulu… Idol?

            “Tidak ini salah!” ujarku sambil melepaskan diri dari pelukannya.

            “Waeyo Yoonji-ah?”

            “Kau seorang calon idol, kau tak seharusnya seperti ini…”

            “Karena itulah aku ingin memohon padamu… Maukah kau menungguku? Aku akan kembali padamu setelah kontrak berpacaranku berakhir.”

            “Menunggu? Berapa lama?”

            “Entah… Mungkin sekitar 3-5 tahunan… Maukan? Selama menunggu kau boleh mengikuti kencan buta, kau boleh jalan bersama teman priamu yang lain tapi kau tak boleh berpindah kelain hati…”

            “Ck… Aku tak yakin…”

            “Yoonji-ah…”

            “Hehe… Araseo… Aku akan menunggumu, lagipula aku bukanlah gadis yang mudah jatuh cinta… Aku hanya jatuh cinta padamu Jinyoung-ah…”

            “Saranghae Yoonji-ah…” Jinyoung mengecup bibirku.

            “Saranghae…” lagi-lagi ia mengecup bibirku.

            “Nomu nomu nomu saranghae…” kali ini bukan lagi sebuah kecupan melainkan sebuah ciuman lembut yang kuterima dari Jinyoung.

 

+++

            Aku memasuki venue tempat dimana GOT7 akan melakukan fanmeeting. Aku segera mencari kursiku yang berada di blue stage, wah ternyata bagian yang cukup strategis untuk melihat para member diatas panggung. Aku mendapati kursiku yang ternyata berada disisi luar.

            “Ah akhirnya…” aku duduk dikursiku memperhatikan sekeliling venue yang sudah dihias dengan warna hijau muda warna official dari GOT7. Perlahan satu persatu kursi seisi venue sudah terisi oleh para fanboy dan fangirl yang biasa disebut oleh Ahgase.

            Setengah jam kemudian seluruh lampu venue dimatikan dan hanya lampu yang berada dipanggung yang dinyalakan, tak lama kemudian satu persatu para member GOT7 keluar dari balik panggung dan langsung menyapa para Ahgase.

            “Come and get it... GOT7… Anyonghaseo kita adalah GOT7…” ujar seluruh member GOT7. Hiruk pikuk langsung terjadi diseluruh stage, mereka meneriakkan seluruh nama member dengan begitu antusias.

            “Yo what’s up Ahgase… Apa kabar kalian?” ujar Jackson membuka sesi pembicaraan. Acara fanmeeting pun dimulai dengan sesi Q&A yang dilakukan antara Ahgase dan seluruh member GOT7.

+++

            Acara fanmeeting berjalan dengan lancar akupun mengikutinya dengan senang, wah mereka benar-benar top dalam urusan fanservice. Sampai tibalah ke sesi fansign, sayang hanya orang-orang tertentulah yang dapat mengikuti fansign tersebut hanya orang-orang yang berada diblue stage yang dapat mengikuti sesi ini.

            “Anyong Min Yoonji?” sapa Jaebum.

            “Nee…” Aku melihat sang leader menandatangani sebuah photocard untukku.

            “Gumawo…”

            Aku beralih ke meja berikutnya, Mark-lah yang berada disana.

            “Anyong…” sapanya.

            “Anyong oppa… Eh bisakah kau menuliskan to Oh Hani? Aku ingin memberikannya untuk temanku…”

            “Ah baiklah…” Mark menandatangani photocard tersebut dan menuliskan apa yang kuminta padanya.

            “Bilang pada temanmu itu mari kita bertemu kapan-kapan…”

            “Nee oppa… Gumawo…”

            Aku beralih kemeja berikutnya ternyata itu adalah meja Jinyoung.

            “Akhirnya… Aku kira kau tak datang…” ujarnya.

            “Memangnya kenapa kau berfikiran seperti itu?”

            “Karena mungkin saja kau marah padaku…”

            “Hmm… Aku memang marah padamu tapi sayang sekali kalau aku menolak kesempatan kali ini… Aku bisa bertemu dengan Jaebum, Mark Oppa dan juga… Bertemu denganmu…”

            “Eih kau ini… Sudah sana pindah…” Jinyoung mengacak rambutku. Aku tersenyum senang, sudah lama sekali aku tak diperlakukan seperti ini.

           

+++

            Sesi terakhir sesi penutup, Jinyoung-lah yang mengambil sesi kali ini.

            “Ahgaseee… Apakah kalian bersenang-senang hari ini?” tanyanya.

            “Nee…”

            “Terimakasih kalian sudah datang keacara hari ini… Ah sebelum aku menutup acara ini aku ingin bertanya sesuatu pada kalian… Hmm… Apakah kalian menginginkanku dan para member bahagia?”

            “Tentu…”

            “Kalau begitu bolehkah aku berkencan dengan seseorang?”

            “Tidak…”

            “Eih kalian bagaimana katanya kalian ingin aku bahagia tapi kalian malah tak mengizinkanku berkencan…”

            “Aku akan mendukungmu apapun itu oppa…” seru salah seorang ahgase.

            “Nado… Aku akan merelakanmu pacaran asal kau bahagia…”

            Dari atas panggung Jinyoung tersenyum senang menatapku.

            “Jadi bolehkah aku mengenalkan seseorang saat ini? Seseorang yang special telah hadir diantara kalian…”

            Lagu confession song mengalun menggema diseisi ruangan satu persatu member GOT7  mulai menyanyikan partnya masing-masing. Jinyoung perlahan turun dan berjalan menuju stage penonton, jeritan histeris para fangirl langsung menggema mengalahkan lagu yang confession song yang sedang diputar. Aku menahan napasku, mungkinkah?

            “Yoonji-ah…” Jinyoung menghampiriku dan mengulurkan tangannya padaku. Aku pun menerima uluran tangannya ia mengajakku naik keatas stage dan akupun langsung dinyanyikan lagu confession song oleh seluruh member.

I love you, baby I,

I love you (aju orae jeonbuteo)

I love you, baby I,

I love you (I do)

 

“Saranghae Yoonji-ah…”

           

            

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK