SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Thankyou

Thankyou

Share:
Author : Astrizu
Published : 04 Feb 2017, Updated : 04 Feb 2017
Cast : Cassiopeia, Wang Ga Yi, GOT7
Tags :
Status : Complete
1 Subscribes |1075 Views |1 Loves
Thankyou
CHAPTER 1 : One And Only

Matahari mulai menyusup keluar, sinarnya menembus atap kaca rumah, burung-burung bernyanyi tralala-trilili … dan Cassie masih saja terlelap.

     “Dek! Kamu ga sekolah?” Mama mencoba membangunkan Cassie dari balik pintu

     “Selow ma masih pagi” Jawab Cassie

     “Ya masih pagi kok dek, baru jam setengah 7” teriak mama yang membuat Cassie langsung membuka matanya.

     “Yasalam, telat lagi ini mah” gumam Cassie yang langsung mengambil handuknya dan bergegas mandi.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sampe gua telat, harus banget nih bilang makasih ke pak Nino karena udah buat gua ngerjain tugasnya sampe jam 4 pagi” ujar Cassie dalam hati.

Sesampainya di sekolah, Cassie tampak lega karena meski terlambat ia masih diizinkan untuk masuk.

     “Kak Cass!” Teriak junior sambil berlari mengejar Cassie, Cassie pun menengok ke arahnya.

     “Lah, lu anak paling rajin tumben telat” Ucap Cassie

     “Lah, lu kenapa telat? Biasanya juga minep di sekolah kan?” Jawab Junior yang lalu disambut tempeleng keras di kepalanya

     “Gua duluan dah, pak Nino gerak cepat nih biasanya kalo gua belum di kelas”

     “Haha, semoga kena hukum ya”

Cassie tak membalas, hanya menunjukkan fist untuk junior.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setibanya di kelas …

     “Pak! Saya ga salah kali ini! Itu cicak emang berisik banget sampe buat saya gabisa tidur! Gini deh pak, logikanya, masa saya mau give up gitu aja sama Pizza yang udah bapak janjiin kalo saya menang taruhan sama bapak. Nih ya pak, dicatatan saya bapak udah ga masuk selama 4 Minggu, seharusnya saya menang dong masa saya harus kalah cuma karena telat 5 menit!”

     “15 menit, Cassie”

     “Ya deh 15 menit, tapi itu kan udah termasuk jalan dari parkiran belakang ke kelas pak. Sebenernya saya cuma telat 5 menit pak. Seriusan. Tanya aja sama om upin.”

     “Oke, jadi gimana kalo kamu lari dulu 5 menit baru masuk kelas saya?”

Cassie terdiam lalu menunduk, tak lama kemudian ia mengeluarkan jurus ‘puppy eyes’ yang tak seimut kebanyakan orang.

     “Jadi setelah panjang lebar, saya harus tetap lari juga nih pak?”

     “5 menit sekarang, atau 5 menit tambahan karena kamu banyak omong”

Cassie langsung lari menuju lapangan dan menjalankan perintah.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sambil berlari mengelilingi lapangan, Cassie melantunkan lagu kesukaannya, Confession Song dari GOT7. Cassie melihat ke jam yang ada di tangan kirinya,

    “16 hari lagi” gumamnya dalam hati

Memikirkannya membuat Cassie bahagia, idolanya tak lama lagi akan berada di Negara yang sama dengannya. GOT7, boygroup asal negeri ginseng Korea Selatan dengan anggota 7 orang---yang salah satunya adalah motivator terbesar Cassie, Wang Jackson.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

    “Cass, kamu saya beri tugas untuk bantu adik-adik presentasi besok ya” Pak Nino lagi-lagi memberi mandat.

    “Besok pak? Hari Sabtu kan? Wah saya sibuk lagi”

    “Sibuk nonton Drama Korea?”

    “Kok bapak gitu?! Tapi bener sih pak..”

     “Pulang sana”

     “Siap”

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sesampainya di rumah …

“ Welcome to my world let’s do this

   이슈제조기라 불러 I’m so ill

   어딜가도 분위기 Go higher

   비행기 밖은 너무 시끄러워 과열” Cassie asik menyanyikan Hard Carry dari GOT7.

 “Dek, ayah baru pulang jangan berisik”

Seketika Cassie diam. Ia tampak bingung lalu mengambil headset nya dan memutar Hard Carry kuat-kuat hingga ia tak dapat mendengar apapun selain lagu yang keluar dari headsetnya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jam menunjukkan pukul 2 pagi, Cassie terbangun dari lantunan lagu Hard Carry yang diputar sangat kencang di telinganya. Ia melepaskan headsetnya dan bergegas ke kamar mandi. Usai mencuci wajah, tangan dan kaki, ia bergegas duduk di depan meja belajar dan mulai membuat materi untuk membantu junior nya presentasi besok. Usai menyelesaikan materi, ia mengambil buku diary yang sudah 3 tahun mendengarkan semua yang Cassie rasakan.

            Dear, diary…

            Kau tahu? Aku terlambat dan dapat hukuman dari pak Nino hari ini. Aku sangat kesal karena tugas yang ku buat semalaman bisa diterima kalau aku sudah membantu adik-adik dalam presentasi besok. Beliau selalu saja membuatku kesal, tapi ada satu hal yang menjadikannya guru favorit untukku. Beliau tau apa yang aku rasakan. Menjadi siswi tingkat akhir di sekolah menengah atas dengan seabrek tugas juga peraturan-peraturan baru yang memusingkan. Ditambah fikiran harus kemana aku setelah sekolah dan bisakah aku segera mendapat kerja setelah menyelesaikan pendidikan? Ingin rasanya berkata lelah, tapi rasanya aku akan kalah bila hal itu sungguh terucap.

            Ngomong-ngomong, GOT7 akan segera kesini. Aku masih saja belum mendapat izin dari mama. Kesal sekali rasanya. Aku akan terus berjuang! GOT7, wait for me! Good night!

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Keesokan harinya …

      “Cas! Gimana dengan pilihan lo? Udah tau kan mau kemana?”

      “Masih bingung stay di sini atau ke luar kota. Nyokap nyuruh di sini aja”

      “Eits, tapi kalo lo mau ngambil disini jurusan kita sama dong”

Cassie mengangguk,

      “Ya terserah lo sih, tapi sorry gua bener-bener gabisa mundur”

      “Selow”

Cassie tersenyum

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Cassie terdiam membaca bucket list yang ia buat di awal tahun ini. Ia tertawa kecil, merasa bahwa beberapa dari tulisannya itu tak akan dapat ia raih. Sambil tertawa, ia mengeluarkan air mata. Ia menutup buku kecil bertuliskan I GOT7 itu dan memeluknya.

note:

[yang kepo sama isi bucket list nya Cassie,

            Bucket List for 2017

  • Have a great new year! [check]
  • Attend GOT7 Flightlog: TURBULENCE in JKT []
  • Keterima di PTN favorit []
  • Buat mama, papa, kakak bangga karena prestasi []
  • Bisa main anggar lagi []

  Itu dia isinya]

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

5 tahun lalu

Tampak Cassie menggunakan seragam anggar nya siap bertanding. Hati terasa kencang sekali berdegup menandakan Cassie yang sangat gugup. Atlet anggar perwakilan Indonesia di ajang kejuaraan anggar kadet dan junior Asia 2011, Cassiopeia dipanggil. Cassie memasuki arena, gugup yang ia rasa ternyata mempengaruhi aksinya. Poin Cassie tertinggal, namun ia tak akan pernah mau mengecewakan Negaranya.

Cassie berhasil meraih medali emas tingkat kadet. Ia sangat ingin berbagi kebahagiaannya itu tapi hanya ada pelatihnya di sana. Ia sedih meski memenangkan peringkat pertama kejuaraan anggar tingkat kadet se-Asia itu. Tak ada satupun keluarganya datang, bahkan hanya sekedar menelepon. Namun bukan Cassie kalau memperlihatkan kesedihannya itu, ia berlari menuju pelatihnya membawa medali emas di lehernya.

      “Coach! Emas!”

      “Hebat anak didik coach! Selamat Cassie!”

Cassie tersenyum dan memeluk sang coach, di hati nya yang paling dalam, ia mengharapkan orangtuanya yang berada dalam pelukannya saat ini.

      “Kepada para peraih medali, harap berkumpul ke tengah lapangan untuk melakukan sesi foto bersama dengan peserta lainnya”

Cassie berlari ke tengah lapangan mencari tim sekampung halamannya namun karena badan mungilnya ia tak dapat menemukan kawan setimnya dan terpaksa pisah. Tangan besar itu tiba-tiba merangkulnya, memintanya untuk berdiri di depannya, Cassie terlonjak karena seseorang tak dikenal menyentuhnya. Saat ia melihat orang itu, orang itu mengisyaratkan bahwa foto akan segera dimulai. Cassie terdiam, tidak tersenyum hanya diam kebingungan.

      “Wang Ga Yi, peringkat ke-11 1st Summer Youth Olympic Games yang hari ini berhasil meraih medali emas anggar tingkat junior, dan dia tepat dibelakang ku saat ini!” ucap Cassie dalam hati

      “Hey, little girl, kamu tersesat?” Tanyanya menggunakan bahasa Inggris

Cassie mengangguk,

      “Ayo aku bantu mencari kawan setim-mu”

Cassie hanya mengikuti langkah orang itu

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tim Indonesia tampak kebingungan mencari Cassie, coach-nya pun kalang kabut mencari Cassie yang menghilang di tengah ramainya lapangan. Cassie yang melihat mereka langsung berlari menuju Tim Indonesia berada namun tetap menunggu senior Wang Ga Yi yang berjalan di belakangnya.

      “Thankyou so much Wang Ga Yi” ucap coach

      “No problem. Dia tadi sepertinya mencari kalian tapi karena badan kecilnya itu ia tak bisa menemukan kalian haha” Tinjuan kecil langsung melayang ke perut Ga Yi dari Cassie

      “Be good to your savior, Cassie”

      “Oh, so your name is Cassie? Be good to me little girl” Ucap Ga Yi sambil mengacak rambut Cassie

      “Sorry, but we have to go”

      “Oh right”

      “Terimakasih karena sudah menemukannya”

Ga Yi tersenyum dan melayangkan brofist pada Cassie

       “Thanks Ga Yi”

       “Bye Cassie”

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ga Yi sangat mempesona dimata Cassie, kemampuan anggar dan teknik bermainnya benar-benar menginspirasi. Pertemuan Cassie dengan Ga Yi membuatnya lupa tentang kesedihannya lantaran keluarganya yang tak hadir di kejuaraan Asia nya. Cassie tersenyum memandang foto di layar handphone nya. Wang Ga Yi, tangan orang itu melingkar di lehernya. Mereka seperti kakak-adik di foto itu karena tinggi Cassie yang pendek. Mulai saat itu, Cassie mengikuti setiap berita Wang Ga Yi dan disaat yang sama dengan waktu berjalan, gadis kecil yang kini menginjak dewasa itu menaruh perasaan padanya.

Flashback end

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

       “Mama kan udah bilang, ambil sekolah kedinasan aja biar kamu ga ribet lagi pas selesai masa pendidikannya Cassie”

       “Mau sampe kapan sih ma? Mama kan tau alasan aku kenapa ga akan coba sekolah kedinasan! Siapa sih ma yang gamau? Tapi kekurangan aku yang maksa aku untuk ga kesana ma.”

       “Siapa yang suruh kamu jadi atlet anggar dulu?”

Cassie terdiam

       “Papa dan mama sudah berusaha untuk nahan kamu. Tapi kamu sendiri kan yang mau dan akhirnya jadi gini? See? Akhirnya juga kamu keluar dari anggar kan?”

Ucapan mama nya itu membuat Cassie geram. Cassie keluar dari rumah sambil mengeluarkan airmata tanpa memperdulikan panggilan mama nya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2 tahun lalu …

       “Semangat Cass! Ayo, tahun depan kita berangkat untuk kejuaraan Anggar junior”

       “Siap coach! Cassie bakal dapat emas lagi, pasti”

Dengan ambisi yang membakar pikirannya, Cassie mati-matian latihan untuk mempersiapkan kejuaraan anggar tingkat junior yang ia idam-idamkan saat ia masih berada dalam tingkat kadet. Ia berjanji akan mendapatkan medali emas supaya Wang Ga Yi yang kini sudah menjadi Korean idol mengingatnya.

       “Cas, tadi coach liat kamu ga pake sarung tangan. Lupa?”

       “Iya coach, masih latihan sendiri juga”

       “Coach mau liat kamu latihan bareng Darian, berani?”

       “Darian doang coach?”   

       “Sombong”

Cassie hanya tertawa

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Cassie memulai latihannya bersama Darian, teman satu klub nya. Dengan gerakan-gerakan lincah Darian, Cassie tetap berhasil menghadang pedang Darian untuk masuk ke sela-sela kabel badan di jaket anggarnya. Cassie menang dengan poin yang memuaskan. Tidak mau kalah, Darian meminta ronde yang lain. Cassie mengiyakan. Tak lama setelah bergelut, Cassie kehilangan keseimbangan pada tangannya yang tak bersarung sehingga pedangnya terjatuh dan Cassie teriak kesakitan.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

       “Gua bener-bener minta maaf Cas, gua ga sengaja”

       “Ga papa Yan, mungkin udah waktunya gua istirahat”

       “Tapi tahun depan …”

       “Yan, janji untuk dapetin medali emas buat gua ya?”

Darian mengangguk dan masih terus meminta maaf atas kesalahannya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seperginya Darian, Cassie termenung sendiri di ruangan berbau obat itu. Ia hanya diam membayangkan akan sangat bahagianya bila ia bisa ikut kejuaraan tahun depan. Vonis dokter telah menghapus kebahagiaan di wajah Cassie. Cassie takkan pernah bisa kembali ke anggar karena cidera yang ia dapat siang ini ketika latihan bersama Darian, dan itu adalah mimpi buruk yang terus mengikuti Cassie.

Flashback end.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Cassie menangis di taman tempat biasa ia bermain anggar bersama Darian waktu kecil. Ia tak bisa melupakan kenangan dimana ia bermain di kejuaraan anggar tingkat kadet dan junior Asia juga mengenal Wang Ga Yi yang telah lama jadi panutannya. Ia menangis sambil mengelus dada, rasa sakit yang hanya ia sendiri yang dapat merasakannya.

       “Gua bakal ketemu Wang Ga Yi, pasti.”

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

18 Februari 2017       

Suara riuh terdengar bahkan sebelum Cassie sampai di lokasi. Lautan manusia memenuhi pintu masuk The Kasablanka Hall. Cassie tampak bingung, ia memutuskan duduk di suatu tempat yang tak jauh dari lokasi. Keramaian itu membuatnya merinding.

       “GOT7 really amazing” ujarnya dalam hati

Cassie berfikir bagaimana caranya agar ia bisa bertemu dengan Ga Yi yang kini menggunakan Jackson sebagai nama panggungnya. Ia terdiam dan mencoba fokus. Ia membuka matanya dan tampak kecewa karena tak mendapat ide apapun.Keramaian itu benar-benar membuat harapannya pupus untuk bertemu dengan sosok yang selama ini ia idamkan.

Acara telah dimulai, sorakan bahagia dari para Ahgase terdengar ke seluruh penjuru ruangan. Cassie melihat ke sekelilingnya dan kembali takjub. Cassie menunduk karena hanya dia yang tak prepare sama sekali untuk acara itu. Cassie hanya memandangi handphone yang bergambar Wang Ga Yi sebagai lockscreennya.

       “Fan nya Jackson ya?” Ahgase yang duduk di sebelahnya mengajaknya berbicara

       “Iya” Jawab Cassie sambil tersenyum

       “Dia orangnya lucu banget ya, kamu tau ga kalo dia mantan atlet anggar? Kamu pasti belum pernah nonton dia lagi tanding anggar deh? Nih aku ada videonya”

       “Aku tau kok, aku pernah lihat langsung”

       “Langsung?”

       “Maksudnya pernah lihat videonya di youtube”

       “Oh gitu”

Cassie menyembunyikan kebenarannya. Ya, kebenaran bahwa ia telah mengetahui Jackson dari sebelum orang-orang mengetahui Jackson. Jackson sebagai atlet anggar professional yang kini telah menjadi rapper GOT7.

       “Astaga! Itu Jackson!”

Cassie langsung melihat ke arah panggung dan segera menemukan Jackson, dengan pakaian serba biru dan putihnya, Jackson tampak sempurna. Cassie tersenyum berharap Jackson sadar dengan sosoknya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lagu-lagu dari tracklist Flightlog: Turbulence  telah dinyanyikan, kini saatnya para member memberikan pesan kepada Ahgase Indonesia. Cassie hampir menangis karena hingga saat-saat terakhir pun Jackson tak pernah meliriknya. Hanya Mark yang memberinya senyum karena mungkin merasa selalu dipandangi Cassie yang faktanya Cassie memandangi Jackson yang duduk tepat di sebelahnya.

       “Ahgase Indonesia, terimakasih karena sudah hadir. Kami mencintai kalian” –JB

       “Ahgase! Hati hati dalam perjalanan pulang! Aku akan selalu merindukan kalian!” –BB

       “Aku benar-benar tak ingin ini berakhir. Kalian benar-benar keren! Sayang kalian!”-JY

       “Ahgaseku~ aku tak akan melupakan hari ini! Terimakasih !” –YJ

       “Terimakasih atas makanan yang enak-enak. Aku janji akan kembali lagi!”-YG

       “Baby bird~! Aku akan selalu mengingat moment-moment yang kita lewati bersama malam ini! Benar kata Yugyeom, makanan disini terlalu enak! Aku takut aku tak mau pulang bersama mereka T.T Jaga kesehatan kalian! Ayo bertemu lagi di kemudian hari~!” –JS

       “Halo Ahgase, terimakasih atas kedatangan kalian. Dan kau gadis berkaos putih, tersenyumlah. Ku harap kami membuatmu menjadi lebih baik.” –MK

Ucapan Mark sontak membuat Ahgase langsung melirik kearah Cassie, Cassie tampak bingung dan menunduk takut. Mark yang melihatnya langsung mendatangi Cassie.

       “Are you okay?”

       “I am okay” ucap Cassie masih menunduk

       “You are here for GOT7, right?”

Cassie mengangguk dan mengeluarkan air mata

       “Ayo ikut aku naik ke atas panggung”

Suara riuh ahgase pun menjadi jadi ketika Mark menggenggam tangan Cassie dan membawanya keatas panggung. GOT7 yang melihatnya juga kaget dengan aksi Mark.

       “Hey hey Mark, it’s not a blind date! We are here for Ahgase!” ucap Jackson yang diikuti tawa Ahgase.

       “I’m so curious about her” ucapan Mark membuat Ahgase menyorak iri

       “Girl, what happen?” Tanya Mark

       “I’m sorry but I’m okay” Jawab Cassie

Jackson melihat wajah Cassie dengan jelas ketika Cassie mengangkat wajahnya. Jackson kaget dan menutup mulutnya.

       “Seriously?” Teriak Jackson

Mark, Cassie, GOT7, dan Ahgase terdiam. Ruangan yang selalu ramai semenjak mereka berada di atas panggung ini tiba-tiba hening. Hanya ada suara sound system.

       “Are you? Are you? Really?” Jackson kembali membuat bingung seisi ruangan

       “Hey dude, what’s wrong?” Tanya Mark yang penasaran

Jackson menarik Cassie untuk berdiri lebih dekat dengannya. Ia memegang kepala Cassie membandingkan tinggi Cassie dengan dirinya.

       “Cassie!” Teriak Jackson yang membuat Cassie terdiam

       “Oh my God! You guys should know, she is Cassiopeia, Indonesian former athlete. She is my friend! We met in 2011! Oh God, you are taller!”

Cassie terdiam tak dapat berkata. Jackson mengingatnya. Jackson bahkan tau bahwa sekarang ia bukan lagi atlet. Cassie kehabisan kata-kata.

        “So, are you here for Jackson?” Tanya Mark

Cassie masih terdiam,

Jackson tiba-tiba memeluknya di depan ribuan Ahgase, Cassie benar-benar kehabisan kata-kata dengan semua yang Jackson perlakukan padanya.

         “I’m sorry guys, but she is indeed my friend!” Ucap Jackson kepada Ahgase

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setelah tahu bahwa Cassie adalah teman anggar Jackson, GOT7 menjadi lebih luwes dengannya. Jackson menceritakan semuanya kepada GOT7 tentang Cassie semasa masih menjadi atlet anggar.

         “Wow, so you got gold medal when you still 14?”

Cassie mengangguk, bangga.

         “Lalu, kenapa kau tak bermain anggar lagi sekarang?”

Cassie hendak menjawab, tapi Jackson lebih dulu bersuara

         “Cidera saat latihan. Ah, apa cidera mu sudah lebih baik?”

Cassie mengangguk.

         “Ini sudah malam, Jackson, antarlah Cassie kembali ke kamarnya” Ucap JB

Jackson mengajak Cassie kembali ke kamar

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Cassie hanya diam dalam perjalanan menuju kamarnya. Ia memandangi kakinya yang terus berjalan di belakang Jackson. Jackson tiba-tiba berhenti dan membuat Cassie menabrak tubuhnya.

         “Are you okay?”

Cassie mengangguk

         “Kau banyak berubah”

         “Tentu saja, aku bukan gadis kecil pendek lagi sekarang”

         “Yang ku maksud dirimu, bukan tubuhmu”

Jackson memandang mata Cassie lekat-lekat, Cassie hanya diam.

         “Berlebihan. Memang dulu aku bagaimana?”

         “Ceria”

Cassie kembali terdiam dan menunduk.

         “Cass, aku tau apa yang kau rasa. Kehilangan sesuatu yang sangat kau sukai adalah mimpi buruk yang ku harap takkan terus-terusan mengikutimu. But you need to move on! Carilah hal baru yang membuatmu bahagia”

         “I do”

         “Apa itu?”

         “Menyukaimu adalah hal baru yang kini mengalahkan rasa rinduku pada anggar”

Jackson terdiam, wajahnya memerah. Ia melihat ke sekeliling dan memeluk Cassie.

         “What are you doing?!”

         “Kau tau? Aku mencarimu kemana-mana saat aku mendengarmu berhenti anggar. Tahun lalu aku berharap kau hadir di acara fanmeet pertama kalinya kami di sini. Aku benar-benar merindukan gadis kecil yang dulu kebingungan mencari teman setimnya”

         “Benarkah?”

Jackson mengangguk. Cassie benar-benar puas dengan pernyataan yang Jackson berikan.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Cassie pulang ke rumah dengan rasa bahagia namun juga takut lantaran dirinya yang kabur dari rumah 3 hari lalu. Cassie mengetuk pintu rumahnya, tak lama kemudian pintu terbuka.

         “Kamu darimana aja Cas” Mama memeluk Cassie

         “Cassie dari Jakarta ma nemuin Jackson”

         “Jackson? Senior anggar kamu?”

Cassie mengangguk.

         “Mama lega kamu pulang. Mama izinin kamu ngambil apapun di perguruan tinggi nanti. Mama izinin kamu untuk ketemu senior kamu itu tapi tolong jangan buat mama khawatir lagi”

Cassie mengangguk dan membalas pelukan mamanya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

CASSIE P.O.V

Halo, reader~ ending gua bahagia ga?hehe    

Gaada sesuatu yang bisa didapet dengan mudah,

Bahkan sekedar hal kecil pun kadang susah didapat. Kalian harus berani untuk action demi dapetin semuanya! Dengan perjuangan ini, meski sedikit depresi sih, tapi gua seneng karena akhirnya gua bisa menuhin semua bucket list tahun ini, yay!

Buat kalian, terus semangat dan tunjukin kalau kalian mampu ya! Jangan patah semangat karena sesuatu yang udah gabisa kalian lanjutin lagi, ayok semangat!

Btw, thankyou Gaga for being my super hero! see you soon.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jackson's instagram update

 

Jacksonwang852g7 Indonesia! Thanks tonight! And thank you to my dearest Cassie for comin’! I love Indonesia, and I love you!

 

THE END

Sumber informasi :

Wikipedia

Sumber foto :

Tumblr

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bucket List for 2017 [UPGRADE]

  • Have a great new year! [c]
  • Attend GOT7 Flightlog: TURBULENCE in JKT [c]
  • Keterima di PTN harapan [c]
  • Buat mama, papa, kakak bangga karena prestasi [c]
  • Bisa main anggar lagi [c]

 

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK