SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Touch Your Heart

Touch Your Heart

Share:
Author : PuspitaWidi
Published : 01 Sep 2016, Updated : 01 Sep 2016
Cast : Bobby, BI, Koo Joonhoe, Kim Jinhwan, Jung Chanwoo, Yunhyeong, Kim Donghyuk, Widi, others.
Tags :
Status : Complete
1 Subscribes |741 Views |1 Loves
Touch Your Heart
CHAPTER 1 : Touch Your Heart

Korea selatan. Dari dulu kami sangat ingin pergi ke korea karena kami sangat menyukai negara yang satu ini mulai dari bahasa, makanan, dan tentunya, para idol k-pop. Kami pun sering berlatih tarian-tarian para idol kpop disela-sela kesibukan kami. Kami juga sering mengikuti event-event Dance Cover yang sering diadakan di Negara kami, Indonesia meski banyak dari teman kami yang mengolok-olok bahwa kami tidak akan pernah bisa pergi ke sana dan mereka berkata jika apa yang kami lakukan saat ini hanyalah sia-sia.

Namun kami tetap optimis kami percaya bahwa tidak ada yang tidak bisa terjadi di dunia ini jika kita mau berdoa dan berusaha. Kata-kata mereka itu malah membuat kami semakin berusaha lebih keras lagi untuk menggapai apa yang kami cita-citakan. Sampai suatu hari kami mengikuti acara "KPOP Cover Dance" se-Asia dan kau tahu, kami berhasil meraih juara kedua sebagai GlowFriend grup Dance Cover asal Indonesia yang meng-cover salah satu Girlgrup Korea yaitu GFriend.

Kami memiliih YG Entertainment untuk menaungi kami selama setahun kedepan dan menemui Mr. Hyunsuk selaku pimpinan atas YG Entertainment untuk menandatangani kontrak dan menyetujui peraturan-peraturan yang ada selama masa pelatihan di sana. Dan setelah masa pelatihan selesai kami akan pulang lalu menentukan sendiri nasib grup kami.

 

Keesokan harinya kami pergi menuju gedung YG Entertainment. Kami langsung disambut oleh Mr. Hyunsuk lalu kami diajak ke sebuah ruangan dimana di dalamnya terdapat artis-artis besar YG Entertainment, seperti 2NE1, BIGBANG, PSY, Tablo, Lee Hi, Akdong Mussician, Winner, Blackpink, dan.. iKON.

iKON.. Adalah salah satu dari sekian banyak idol kpop yang patut diacungi jempol selain wajah mereka yang tampan – ahiiww – mereka juga memiliki talenta yang luar biasa. Perjuangan mereka untuk bisa menjadi idol pun patut di jadikan contoh – hal itulah yang membuat aku dan teman-temanku ini sangat menyukai iKON.

Mereka juga yang telah memotivasi diriku untuk menggapai apa ku cita-citakan. Aku memang sangat menyukai mereka terutama.. Junhoe. Dia lah yang membuat aku menyukai iKON, hmm entahlah aku tidak bisa menjelaskan mengapa aku begitu menyukainya sampai-sampai aku ingin mengejarnya dan mengabaikan laki-laki di sekitarku karena perasaan itu.

Namun sebenarnya banyak sekali alasan yang tidak bisa aku ungkapkan. Setelah kami diperkenalkan dan di sambut dengan hangat oleh mereka sebelum akhirnya kembali pada aktivitas mereka masing-masing, tetapi iKON masih berada di ruangan ini bersama kami dan juga Mr. Hyunsuk yang memberikan kabar gembira untuk kami karena selama 1 tahun kedepan kami akan dibimbing dan belajar bersama iKON!

Bayangkan! Saking tidak percayanya, aku sampai speechless.

Setelah Mr.Hyunsuk memberikan kabar tersebut beliau langsung kembali ke aktivitasnya meninggalkan kami bersama member iKON.

"Hey ayo kita saling memperkenalkan diri" ucap Bobby.

 

Mulai dari Kim Hanbin, leader iKON yang tampak bersemangat, lalu Kim Ji Won yang minta dipanggil  Bobby Oppa supaya tidak canggung, lalu Kim Jinhwan yang merupakan member tertua iKON, selanjutnya Kim Donghyuk, Jung Chanwoo si maknae iKON, kemudian Song Yunhyeong, dan terakhir..

"Annyeong aku Koo Junhoe panggil saja June" Begitulah June dia memang orang yang agak cuek dia juga berbeda dengan laki-laki lain mungkin itulah yang menjadi daya tarik dari dirinya. Selain itu dia juga punya suara yang bisa membuat siapa saja akan jatuh hati jika mendengarnya.

Kemudian Meli dan Raisa memperkenalkan diri, lalu Tara, Mega, Adelia, dan.. Aku hampir tidak sadar kalau sekarang adalah giliranku. Aku masih terpaku melihat June sampai aku tersadar saat Mega menegur ku dengan sikunya.

"Ah iya maaf. Annyeong.. Aku Widi aku dari Jakarta umurku 18 tahun senang sekali bisa bertemu dengan kalian. Mohon bimbingan nya." Aku tersenyum semanis mungkin meski aku mulai gugup. Tapi.. Kami yang semula sangat takut dan khawatir kini sudah bisa merasa tenang melihat sikap para member iKON yang ternyata sangat friendly.

***

Saat pagi hari kami sudah berkumpul di gedung YG Entertainment dan bersiap-siap untuk berangkat ke Gwangju. June terlihat sangat tampan hari ini meski ia hanya menggunakan kaus putih dan celana hitam casual. Dan aku pun hanyut dalam lamunanku lagi namun aku tersadar ketika Donghyuk memanggilku untuk segera masuk ke dalam bus, karena bus segara berangka ke Gwangju yang asri. Dan sesampainya disana, kami memasuki villa dan menempati kamar yang sudah dibagi.

Sudah tengah malam dimana kami merasa sangat lapar karena mengobrol lama. "Hmm.. nih, aku bawa mie banyak banget, hehe." kukeluarkan amunisi cadanganku itu dari ransel.

"Mau dong kak. Kamu cantik deh kak baik pula" ucap Tara.

"Haha.. yasudah aku buatkan dulu ya.”

Namun sesampainya di dapur aku terkejut ketika aku melihat seorang laki-laki yang sedang mencari sesuatu. Dia adalah June. Oh!

Aku semakin terkejut karena aku tidak bisa berkata apapun.

June, orang yang selama ini hanya bisa aku temui lewat khayalan indahku sekarang ada di hadapanku. Menatapku dengan raut wajah yang lucu. Aaah!

"Kamu?" ucapnya yang menbuat aku tersadar dari lamunanku.

“Ah maaf. Apa.. Yang sedang kamu lakukan June?" tanyaku gugup

...

"Apa kamu sedang mencari makanan?"

"Hmm iya"

"Ah begitu. Apa .. Kamu menemukannya?"

...

"Hmm .. Aku .. Punya beberapa mie instan. Apa kamu mau aku buatkan?" Dia terdiam dan menatapku penuh tanya

Aku ikut terdiam. Hening.

".. Tapi bisakah kamu membuatkan tiga porsi?"

"Haha apa? June kamu .." belum selesai aku berbicara dia malah menyambar, "Hei, Itu untuk Chanwoo dan Yunhyeong juga"

"Ah iya baiklah aku mengerti. Maafkan aku haha" Aku masih tertawa melihat sikap June yang menggemaskan itu. Selama aku memasak dia hanya memperhatikanku. membuatku semakin merasa gugup berada di dekatnya . saat aku sudah selesai dah hendak menaruh panci yang baru ku cuci di atas rak, namun panci itu malah jatuh dan mengenai kepalaku.

“Aw!” Aku menutup mulutku agar tidak berisik dan meringis sendiri.

Dan tiba-tiba sangat terkejut karena tanpa kusadari air mataku jatuh. Bukan karena rasa sakit di keningku tetapi karena aku sangat tidak menyangka dengan apa yang terjadi saat June menghampiriku.

Ingin sekali kukatakan apa yang telah lama kupendam. "June aku sangat lemah. Aku lelah dengan semua ini. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan . tapi aku tahu, aku harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa menggapai keinginanku dan tentu saja untuk mendapatkan hatimu. Tapi bisakah kamu memelukku kali ini? Sekali saja! Kumohon! Aku ingin menangis bersamamu!" dan suara hati itu menghilang begitu saja.

"Jangan menangis" suaranya membuatku tersadar

"Ah .. Iya maafkan .. Aku"

"Sudah tidak berdarah, kok.."

"Te.. Terimakasih banyak .. June"

"Makanya lain kali hati-hati!"

"Iya .. June.. Aku mengerti"

"Bagus! Yasudah, cepat sana kembali ke kamar. Terimakasih mie nya."

"I .. Iya sama-sama" Dia membantuku berdiri dan mengantarkan aku ke kamarku . dia sangat baik meski aku tahu, dia tidak mau terlihat seperti itu. Dia tetap terlihat tenang dalam situasi apapun .. Aku ingin sekali menjadi seperti dirinya. Dia memang berbeda.

***

Waktu pun berlalu.. susah, senang, sedih, lelah, dan banyak hal kami lewati bersama. Selain itu perbedaan cuaca antara Korea dan Indonesia juga sempat membuat kami down .air mata pun sering menghiasi hari-hari kami namun hal itu bisa kami atasi bersama meski tidak jarang dari kami yang bertengkar satu sama lain. Kami juga sudah semakin dekat dengan member iKON . mereka banyak mengajari kami hal-hal baru.

Begitupun aku yang semakin dekat dengan June . dia benar-benar memberiku kenyamanan saat berada di sampingnya. Namun tidak terasa waktu berlalu begitu cepat . sudah 1 tahun kami berada di Korea . belajar banyak hal di YGent bersama iKON. Banyak juga kenangan indahku bersama June disana. Tapi besok kami sudah harus pulang ke Indonesia.

Kami pun mulai berpamitan kepada senior-senior kami disini dan tak lupa kami mengucapkan banyak terimakasih karena sudah membimbing kami dan memberikan kami kesempatan untuk belajar banyak hal disini. Kami belum berpamitan dengan member iKON karena hari ini mereka sangat sibuk. Lalu kami putuskan untuk kembali ke apartemen untuk mengemasi barang-barang kami.

"Kak kamu udah pamitan sama June?" tanya Raisa yang kujawab dengan gelengan lesu.

"iKON sibuk ya kak hari ini? Kamu kenapa sih kak? Lemas banget.." tanya Meli.

"Nope."

"Kamu sedih ya kak, tidak bisa dekat lagi dengan June Oppa?" tanya Adelia.

"Udah kak jangan sedih dong!" ucap Meli

"Iya aku tidak sedih kok . justru kita harus semangat dan bekerja keras lagi . benar kan?" Sahutku.

"Siap .. GlowFriend? – Fighting!!!"

 

Malamnya, salah satu staff datang ke apartemen kami dan mengajak kami ke suatu gedung dan disana sudah ada Mr. Hyunsuk dan member iKON yang ternyata sudah mempersiapkan pesta perpisahan dengan kami.

Tak kuduga.. Malam ini terasa sangat menyenangkan!

Sekaligus terasa sangat menyedihkan karena kami harus mengakhiri semua hal indah dan berharga ini . aku pun merasa sangat sedih karena aku harus segera berpisah dengan June.

Selesai acara, tiba-tiba June membawaku ke taman dan kami duduk di sebuah ayunan. Benar-benar drama, aku mendesah dalam hati menahan sedih.

"Kenapa kamu mengajak aku kesini?" tanyaku

"Hmm tidak tau"

"Kok tidak tau sih June? Kamu ini gimana!" Suaraku sedikit kesal sekaligus manja.

"Hehe"

"Malah tertawa"

"Hmm selamat ya" Dia menatapku.

"Untuk apa?"

"Selamat kamu sudah berhasil melewati masa trainee ini dengan baik"

"Mmm ini juga karena June yang sangat baik padaku. Lagipula peejuanganku masih panjang dan jujur aku agak takut.." Suaraku menghilang.

"Takut? Kenapa?"

"Aku takut jika aku tidak bisa melewati perjuanganku selanjutnya" Dan terlepas begitu saja.

"Kenapa begitu?"

"Karena aku akan jauh dari penyemangatku" Kutundukkan kepala menahan air mata.

"Maksudmu apa sih?"

"June! Kenapa kamu ini tidak pernah mengerti sih! Kamu ini adalah penyemangatku! Aku takut bila jauh darimu!" aku tidak menyadari jika air mataku terjatuh dan aku pun menangis.

June terdiam melihatku menangis . entah apa yang ada di dalam pikirannya sehingga ia terdiam seperti itu. Setelah sekian lama melihat aku menangis tiba-tiba dia menggenggam tanganku

 

"Widi." Aku hanya diam dan menatap kosong ke arah lain saat dia berbicara. "Aku tahu kamu menyukaiku tapi .. Aku tidak tau apa aku juga menyukaimu atau tidak.." Aku masih terdiam mencoba mencerna perkataannya.

"Sikapmu yang seperti ini malah membuatku menganggapmu sebagai adikku sendiri.”

Jdar!!

"Aku mengerti." Sahutku cepat, secepat perasaan yang mmebuatku kelu.

"Tunggu dulu."

"Aku .. hanya mau bilang terimakasih June karena kamu telah menjadi penyemangatku . kamu adalah orang yang memotivasiku dan karena kamu aku bisa berada disini . di duniamu dan di dekatmu . maafkan aku June aku sudah berusaha untuk melupakanmu tapi semakin aku ingin melupakanmu aku malah semakin memikirkanmu dan ingin berada di dekatmu. Maafkan aku." Aku mulai bangkit.

June terdiam menatapku lagi dan tatapannya mengikuti langkah kakiku yang bergerak menjauh darinya.

"Jadi hanya itu?”.

Apa? Aku berhenti mendengarnya berbicara dan perlahan membalikkan tubuhku.

"Hanya sebesar itu rasa cintamu padaku? Kamu mau berhenti menyukaiku begitu saja?"

Aku terdiam. Bertanya pada diri sendiri.

“Jangan lakukan itu Widi – Jangan berhenti mencintaiku!"

Nafasku tertahan. Tak mampu kugapai oksigen yang mengelilingiku saat itu. Dingin.

 

"Teruslah mencintaiku! Mencintai June! dan teruslah jadikan aku sebagai penyemangat di hatimu! Aku juga akan mulai menyukaimu mulai saat ini."

"Apa yang kamu katakan june?"

"Dengar. Widi .. Aku mau kamu tetap menyukaiku. Tetaplah pada perasaanmu terhadapku itu. Jangan pernah merubah perasaamu sedikitpun! Karena aku juga akan mencintaimu . tetaplah berada disisiku! Yang boleh tinggal di hatimu itu hanya aku! Hanya June! Tidak boleh orang lain! Berikan hatimu hanya untuk aku! Karena aku juga akan melakukan hal yang sama untukmu! Kamu mengerti?"

Mataku kembali berkaca-kaca dan sedetik kemudian air mataku tumpah ruah begitu saja.

"Ju .. June .. Ka.. Mu?"

"Iya aku serius Widi. Izinkan aku untuk mencintaimu! Kita mulai semua ini dari awal . kita mulai sama-sama dan saat kita dewasa nanti aku akan menemuimu di Indonesia . tapi kamu juga harus janji untuk selalu menungguku dan beri aku kesempatan untuk mencintaimu!"

"Ba .. Baiklah June aku janji aku akan membuatmu mencintaiku . aku akan berjuang lebih keras lagi dan aku akan membuatmu bangga karena telah memilih orang yang tepat. Tapi bisakah kamu memelukku sekarang?" June pun langsung memelukku dan kali ini tangisanku pecah dalam pelukannya .

Pelukan hangat itu akan menjadi milikku seutuhnya setelah aku berhasil membuat dia mencintaiku dan membuat dia bangga kepadaku! Seperti yang dikatakannya . hanya dia yang ada dihatiku dan hanya aku yang ada dihatinya. Lalu kami akan bahagia bersama seperti kisah Cinderrella dan pangeran dalam dongeng di abad modern ini.

Terimakasih June.. Terimakasih iKON .. Kalian adalah yang terbaik.

"YOU CAN MAKE ME PROUD AND I COULD TO MAKE YOU PROUD OF ME TOO!"

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK