SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > When My Female Fan Met Her Boyfriend

When My Female Fan Met Her Boyfriend

Share:
Author : Maisaveron
Published : 11 Apr 2016, Updated : 20 Jul 2019
Cast : Jimelsa Anatasha (OC) , Nam Joo Hyuk = Alvaro Gomer Jianheeng, All Member Infinite, Kim Mi Ra
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |53408 Views |0 Loves
When My Female Fan Met Her Boyfriend
CHAPTER 1 : I'm A Fangirl

Februari 2013

‘Bapak...!’ teriakan itu begitu bergema. Ibu yang mendengar teriakan anak sulungnya hanya pura – pura  tak mendengar apa yang di katakan oleh anaknya, sedangkan anak kedua dari keluarga tersebut harus menambah volume tipe yang ada di kamarya agar tidak mendengar ocehan Mbak nya.

‘Bapak, itu poster Uyon ku’ gadis itu sudah habis kesabaran, ia sama sekali tidak terima dengan prilaku Bapak-nya. Kini ia sedang berdiri di ruang tamu, Bapak-nya sedang asik membaca koran di sofa panjang—Seakan sudah terbiasa dengan ucapan anak sulungnya, si Bapak malah tidak menanggapi sama sekali ucapan anaknya.

‘Bapak, aku beli ini jauh banget loh. Kalau naik pesawat menghabiskan waktu tujuh jam dan uang enam juta. Kalau naik kapal mungkin bisa sebulan kesananya, Pak’ gadis itu berbicara dengan nada lebih tinggi dari biasanya, bukan maksud memarahi Bapak-nya namun merasa tidak terima dengan sikap Bapak-nya.

‘Bapak tidak suka cowok Korea, apa itu cowok Korea?’ gumam Bapak dengan nada meremehkan.

‘Yah iyah lah Bapak engggak suka cowok Korea. Kalau Bapak suka cowok Korea, mungkin aku dan Jilsa enggak akan ada di dunia ini’ ucap gadis itu dengan rasa kesal.

‘Pesen lagi sana, ini Ibu kasih uangnya’ Ibu memberikan selembar uang seratus ribu kepada anak sulungnya itu. Si anak masih merajuk, bibirnya di manyunkan.

‘Baiklah, aku akan cari kerja ke Jakarta!’ anak sulung itu langsung masuk ke kamarnya dan membanting pintu kamarnya.

‘Bapak sih, kenapa juga poster anaknya di robek?’ Ibu menyengol tangan Bapak dengan kesal.

‘Ia tidak mungkin ke Jakarta’ ucap Bapak dengan santai.

 

Februari 2011

 

            Bali merupakan tempat yang paling indah saat sore hari, Debur ombak di Bali merupakan suatu hal yang di rindukan oleh banyak orang yang pernah ke Bali, di tambah dengan pura-pura yang mempesona, Bali selalu menuntutmu untuk kembali dan menikmati musim panas selama setahun, tapi itu tidak untuk Jimelsa Anatasya; Julia. Bali sangat melelahkan untuk dirinya, ia harus bangun pagi, bersiap untuk pratek kerja lapangan dan pulang malam karena lembur. Demi sebuah sertifikat dan demi nilai yang bagus, ia harus melewati masa pratek kerja lapangan yang sangat menyebalkan dan melelahkan. Di tambah dengan tamu yang ada di Bali terkadang tidak begitu lihai berbahasa Inggris, ia harus lebih flesibel untuk mengusai beberapa bahasa agar ia mengerti dengan apa yang tamu hotel inginkan.

‘Julia’ seorang gadis memanggil namanya. Gadis itu memiliki tinggi sekitar 167 cm, dengan berat badan sekitar 50 kg, rambut panjang berwarna coklat dan kulit putih khas orang Korea. Yang di panggil hanya menengok ke arah sumber suara. Gadis itu adalah Kim Mi Ra.

‘Infinite ngeluarin album baru!’ ucap Mi Ra dengan antusias, namun Julia masih seperti biasanya, ia bahkan tidak perduli dengan siapapun orang Korea yang Mi Ra ceritakan.

‘Lalu?’ Julia menangapinya dengan datar.

‘Baiklah, aku tau kamu tidak menyukai Korean Group, tapi ini berbeda dengan yang lain. Aku akan memperlihatkan dance mereka, dan memperdengarkan lagu mereka. Jika kamu tidak suka, aku tidak akan memberitahu mu apapun tentang mereka’ ucap Mi Ra.

‘Aku sedikit tidak yakin, aku rasa kamu akan tetap memberitahu seberapa kerennya Infinite-mu itu’ ucap Julia.

‘Ah, kali ini beneran. Aku akan menepati janjiku’ gumam Mira dengan senyum kikuk, seperti Nobita yang sedang membujuk doraemon untuk mengeluarkan alat nan fantastis. Akhirnya,Julia menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju. Mi Ra segera mengeluarkan laptop miliknya, ia baru saja men-download video penampilan Infinite di Inkigayo beberapa hari yang lalu.

‘Aku mau dengar suara mereka terlebih dahulu’ menangapi pernyataan Julia, Mi Ra langsung menyetel lagu Before The Dawn (BTD) yang merupakan lagu terbaru dari Album Infinite saat itu. Mi Ra membiarkan Julia memejamkan kedua matanya dan mendengarkan lagu BTD. Setelah lagu BTD, terputar lagu Can You Smile dan Voice My Heart yang menjadi track di album baru Infinite pada waktu itu. Julia sama sekali tidak memberikan respon terhadap tiga lagu yang terputar di laptop Mi Ra.

‘Puterin aku video mereka, dong’ pinta Julia. Tanpa menunggu lama, Mi Ra langsung memutarkan video BTD. Saat video itu di mulai, Julia sangat fokus melihat video tersebut layaknya anak kecil yang sedang menonton film animasi kesukaanya.

‘Yang ini namanya siapa?’ tanya Julia menunjuk seorang pria.

‘Woo Hyun, Nam Woo Hyun. Dia main vocal di Infinite, Jul’ Jelas Mi Ra.

‘Pantes, suaranya bagus’ puji Julia. Mi Ra tak hentinya tersenyum mendengar perkataan Julia. Akhirnya ia bisa membuat Julia menyukai Infinite.

            Julia dan Mi Ra bertemu tidak sengaja di dunia maya, pada saat itu Mi Ra sedang mencari seseorang yang mau tinggal bersamanya di Bali untuk beberapa bulan. Setelah beberapa hari mencari, akhirnya Mi Ra berkenalan dengan Julia lewat media sosial.

            Mi Ra menjadi salah satu mahasiswa yang di kirim ke Bali untuk pertukaran pelajar, sedangkan Julia ke Bali karena pratek kerja lapangan dari kampus tempat ia berkuliah. Julia yang sama sekali tidak suka Kpop harus bertahan hidup dengan Mi Ra yang sangat fanatic dengan drama Korea dan Idol Korea yang menurut Mi Ra ganteng dan menurut Julia biasa saja. Sebuah dilema perbedaan yang semakin lama bukannya menjauhkan mereka, namun membuat mereka lebih dekat lagi.

 

            Bandara, sebuah tempat perpisahan dan pertemuan. Sebagian orang berwajah senang bertemu dengan seseorang yang baru saja menginjakkan kakiknya di bandara, namun sebagian orang ada yang pura-pura berkuat hati dengan kepergian seseorang. Bandara, sebuah tempat yang diam-diam orang rindukan, sebuah tempat yang diam-diam orang ingin kunjungin, entah ingin bertemu seseorang atau entah ingin pergi ke suatu tempat atau sekedar selfie lalu di posting di media sosial agar menjadi lebih hits! Julia, berbeda dengan kembanyakan orang, ia menatap tiket, passpot dan visa dengan rasa yang tidak percaya. Selain Amerika, ia tidak pernah keluar negeri lantaran Ibu dan Bapak yang sibuk dengan macam-macam pekerjaan yang menumpuk. Kedua orang tua Julia hanay bisa mengajak Julia jalan-jalan di beberapa tempat indah di Indonesia, namun ini pertama kalinya Julia pergi ke Negara yang tidak ia kenal—Negara kelahiran Mi Ra.

‘Akhirnya aku akan bertemu dengan Woo Hyun Oppa’ ucap Julia dengan bangga. Julia kembali melihat tiket pesawat yang ia pegang, rasanya seperti mimpi di belikan tiket pesawat oleh Mi Ra menuju Seoul.

‘Aku kira kamu tidak akan pernah menyukai Korean Group’ sindir Mi Ra, yang di sindir hanya tertawa mendengar perkataan temannya.

‘Sejujurnya, aku jatuh cinta dengan suara Woo Hyun bukan dengan wajahnya. Untukku wajah tampan hanya sedikit bonus yang di berikan oleh Tuhan’ ucap Julia.

‘Aku akan membawa kamu nonton Infinite selama di Korea sebagai rasa terimakasih ku karena kamu telah mengajarkanku bahasa Indonesia, telah memperkenalkanku kepada masakan yang enak di Indonesia dan telah mengajak aku berjalan - jalan selama di Bali’ Mi Ra mengulas sebuah senyum. Julia berdecak.

‘Kamu juga mengajarkaan aku bahasa Korea, memberi tau aku info terbaru tentang Infinite. Aku pikir kita impas’ ucap Julia yang mengulurkan tanganya untuk bersalaman.

‘Aku harus bersyukur bertemu teman sebaik dirimu’ puji Mi Ra.

Pada musim panas; 21 juli 2011, Infinite mengeluarkan sebuah album berisi 10 lagu. Bisa di katakan kalau tahun 2011 adalah tahun Infinite, walau banyak Idol senior yang bercahaya juga di tahun itu. Infinite mampu membuktikan kalau mereka adalah rookie yang dapat di perhitungan kemampuannya. Terlepas dari mereka lahir di sebuah agensi yang kecil, mereka mampu mencuri hati penikmat music yang berada di Korea.

Di cuaca Seoul yang cukup panas, Infinite tampil membawakan lagu terbaru mereka di sebuah acara music sebagai bentuk promosi album terbaru mereka. Julia dan Mi Ra juga hadir di sana. Wanita-wanita dengan kamera berlensa panjang siap untuk membidik setiap gerakan – gerik personil Infinite dan mempostingnya di Twitter. Orang-orang menamain mereka Fansite, kumpulan Noona atau Dongsaeng yang rela mengikuti Idol kemanapun pergi. Orang-orang mengira mereka kaya, mereka banyak uang karena dapat memberikan Idol benda-benda mahal atau melakukan project yang besar, namun orang-orang lupa kalau sebenarnya Fansite juga hidup dari uang donasi dan barang-barang yang di jual mereka.

Julia dan Mi Ra duduk di kursi paling depan dengan memenggang sebuah benner dukungan untuk Infinite.

‘Aku harap aku bisa memberikan ini untuk Woo Hyun Oppa’ ucap Julia dengan antusias, ia ingin memberikan sebuah bingkisan ke Woo Hyun. Saat satu menit menjelang penampilan Infinite berakhir, Julia turun keluar dari bangku penonton. Ia berjalan menuju samping panggung—tempat Infinite turun dari panggung. Jantung Julia mendadak berdetak lebih cepat dari biasanya, ia mendadak gugup menunggu Woo Hyun turun dari atas panggung.

            Satu persatu member turun dari atas panggung melalui tangga yang ada di samping panggung, manager mereka sudah menunggu mereka tidak jauh dari panggung. Member yang bertama kali turun adalah Sung Kyu, lalu di susul oleh Sung Jong, Myung Soo, Hoya, dan Woo Hyun. Saat Woo Hyun berjalan Julia langsung menyapanya. Woo Hyun tersenyum melihat Julia.

‘Oppa, saya dari Indonesia. Ini untuk mu, semoga kamu menyukainya’ ucap Julia dengan bahasa Korea yang sangat lancar, hal itu membuat Woo Hyun menghentikan langkahnya untuk menerima hadiah yang di berikan oleh Julia. Woo Hyun tersenyum saat menerima kado dari Julia.

‘Jangan lupa untuk mendengarkan lagu Be Mine, semoga kamu sehat selalu’ ucap Woo Hyun yang membungkukkan tubuhnya di hadapan Julia. Hal itu membuat Julia hampir pingsan.

Ne, Oppa’ ucap Julia yang juga membungkukkan tubuhnya.

Mi Ra berlari memeluk Julia ketika Woo Hyun pergi meninggalkan Julia.

‘Ya! Akhirnya aku berhasil untuk memberikan hadia itu’ ucap Julia dengan suara yang cukup keras hingga mencuri perhatian beberapa orang, Mi Ra langsung membekap mulut Julia dan membawa keluar dari studio.

‘Aku berhasil’ Julia langsung memeluk Mi Ra ketika mereka berada di luar studio. Julia tak henti-hentinya tersenyum riang membayangkan kejadian beberapa menit yang lalu, saat Woo Hyun menerima hadiah darinya. Rasanya itu seperti mimpi yang mejadi kenyataan

‘Kamu harus traktir aku karena keberhasilanmu’ ucap Mi Ra dengan semangat.

‘Ayo kita makan’ ajak Julia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2020 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK