SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Rain Has Gone

Rain Has Gone

Share:
Author : KimmyKim
Published : 07 Mar 2016, Updated : 24 Apr 2016
Cast : Main cast : Min Yoonji (OC), Kim Taehyung, Jeon Jungkook | Other Cast : Yook Sungjae, Park Jimin,
Tags :
Status : Ongoing
1 Subscribes |571 Views |1 Loves
Rain Has Gone
CHAPTER 1 : Should I...?

Vancouver, Canada 13 November 2014

Semilir angin berhembus lembut menerpa wajah cantik seorang gadis belia yang sedang melangkahkan kakinya di jalan setapak Stanley Park. Terlihat dedaunan dari pohon-pohon oak yang berjajar rapi di tepi kanan-kiri jalan sudah berubah menjadi coklat. Angin yang berhembus itu mengugurkan satu persatu dedaunan yang telah mengering, aroma khas musim gugur dan matahari sore yang hangat selalu memiliki kesan tersendiri bagi gadis ini. Gadis belia itu kemudian mendudukkan dirinya di atas kursi panjang di taman itu yang langsung menghadap ke sebuah danau. Seperti biasa tempat ini selalu sepi, jarang ada orang yang mau ke tempat ini pada jam-jam seperti ini, kebanyakan dari mereka lebih memilih cafe atau mall untuk bersenang-senang. Berbeda dengan gadis ini, bahkan hampir setiap hari dia menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat ini.

Diambilnya buku novel yang tersimpan rapi di tas miliknya kemudian dia mulai membaca buku novel itu. Seakan sudah tenggelam pada dunianya sendiri, sampai-sampai gadis kelahiran Korea Selatan ini tidak menyadari sudah hampir tiga jam berlalu. Selama itu pula ternyata ada seorang laki-laki yang sudah duduk di ujung kursi panjang itu sambil memperhatikan gadis itu. Senyum manis itu jelas terukir saat sang gadis menyudahi kegiatannya sambil menguap dan meregangkan otot tangan dan kepalanya yang terasa kaku. Di lepasnya kacamata yang selalu bertengger di hidungnya saat dia sedang membaca.

“You look soo beautiful without sunglasses, Cassie”

Cassie nama gadis itu, tepatnya Cassandra. Mendengar perkataan laki-laki itu Cassie menolehkan kepalanya memastikan bahwa orang yang baru saja mengajaknya bicara adalah pria itu. Benar saja laki-laki itu adalah orang yang selama ini sudah menjadi sahabatnya selama dia berada di Canada. Sungjae Yook. Entah kebetulan atau memang dunia ini begitu sempit sehingga Cassie dapat menemukan teman sebaik Sungjae yang juga berasal dari negara yang sama.

Cassie memutar bola matanya jengah mendengar perkataan Sungjae. “Don’t talkless Sungjae, isn’t fun.” Setelah itu Cassie memasukan novel dan kacamatanya kedalam tas miliknya.

“Really, I’m not lie” Sahut Sungjae sambil mendekatkan duduknya menjadi disamping gadis itu. “What ever!” balas Cassie.

Sungjae beranjak dari tempat duduknya dan berdiri tepat di depan Cassie yang masih setia di tempat duduknya, dia terlalu malas untuk sekedar menatap laki-laki di hadapannya ini. “Believes it or not is nothing. So, can we go now ? It’s getting dark.” ujar Sungjae kemudian.

Cassie tak menunjukkan reaksi apapun pada ajakan Sungjae, sudah seharian dia lelah karena harus disibukkan dengan urusan sekolahnya dan sekarang dia harus berurusan dengan Sungjae. Tak ingin mendengar ocehan Sungjae lebih banyak lagi akhirnya Cassie menyetujuinya. “Sure, let’s go..”

❀❀❀

Seoul, Korea Selatan 13 November 2014

Seirin High School, sekolah yang berada dibawah naungan SK Corporation sebuah perusahaan real estate terbesar di Korea Selatan. Siswa yang sekolah disana kebanyakan adalah orang-orang dengan kemampuan ekonomi kalangan atas dan sudah barang pasti bagi siswa kalangan menengah kebawah pasti akan mendapatkan perlakuan berbeda. Tak jarang dari siswa-siswa yang tidak tahan dibully dan di perlakukan tidak adil akan keluar bahkan ada yang sampai bunuh diri. Itulah sisi lain dari sekolah elit ini, semuanya memang tidak ada yang sempurna.

“Kim Taehyung!”

Seorang gadis berambut pendek dengan seragam kebanggaannya berlari menghampiri laki-laki bernama Kim Taehyung tadi yang sudah berjalan lebih dulu di depannya. Laki-laki berambut coklat itu menoleh saat tahu siapa gadis yang baru saja mensejajarkan langkahnya. Gadis berambut pendek bernama Choi Jinri, teman sekelasnya. “Oh kau Jinri tumben naik bus, supir pribadimu kemana ?” tanya Taehyung heran karena biasanya gadis ini selalu diantaroleh supirnya.

“Ahjussi sedang mengantar halmeoni pulang dan ahjussi yang satunya lagi sedang ambil cuti.” Jawab gadis itu. Taehyung membulatkan mulutnya membentuk huruf ‘o’ sembari menganggukkan kepalanya tanda mengerti penjelasan Jinri barusan.

“Jimin dan Jungkook dimana, tumben sekali mereka tidak berangkat denganmu…?” Tanya Jinri saat menyadari kedua temannya yang lain tak tampak di matanya pagi ini.

“Mereka sudah berangkat pagi-pagi sekali tadi, katanya tugas matematika dari Kyuhyun saem belum ia kerjakan semalam…” Jawab Taehyung.

“Dasar anak itu, pasti mereka bermain game terus semalaman…”

Kedua orang itu kembali melanjutkan obrolan mereka tentang orang bernama Hoseok itu sampai Jinri tiba-tiba mengatakan sesuatu yang membuat Taehyung kehilangan semangatnya pagi ini. Membuatnya kembali mengingat tentang seorang gadis yang menjadi cinta pertamanya harus pergi meninggalkannya karena suatu hal yang menyakitkan.

“Kau merindukannya.?”

“Hmmm” Taehyung hanya dapat bergumam mendengar pertanyaan Jinri. Sebenarnya Jinri juga merutuki dirinya sendiri kenapa tiba-tiba bertanya hal yang begitu sensitif kepada laki-laki ini. Siapapun tahu kalau namja ini memiliki perasaan cinta yang besar pada gadis yang sudah pergi selama delapan tahun itu. Meski waktu itu usia mereka masih dibilang sangat kurang untuk masalah perasaan tapi tetap saja, yang namanya cinta pertama selalu menjadi kisah yang paling membekas dalam hati.

“Kuharap dia akan kembali.”

❀❀❀

Malam hari di kota Vancouver memang tak pernah lepas dari kata menakjubkan. Seperti malam ini Cassie dan Sungjae sedang menikmati pemandangan indah kota Vancouver dari sebuah restaurant yang letaknya tak jauh dari Stanley Park tadi. Cassie dan Sungjae sudah sangat sering ke tempat ini, bisa dibilang hampir setiap hari mereka kesini sampai-sampai waitress disini hafal dengan mereka berdua.

“Bon Apetite Sungjae and Cassie…” ujar sang waitress setelah menghidangkan pesanan mereka.

“Mari Makan.!” Seru Cassie dan Sungjae bersamaan, menu makan malam mereka kali ini adalah smoked salmon, mereka juga memesan salad dan cola. Sebenarnya mereka sangat ingin memakan makanan khas negara mereka tapi disini tidak banyak tempat makan yang menyajikannya.

“Mr. Yook, kenapa kau memesan salad lagi ? Kau ‘kan tahu aku tidak suka sayuran!” Setahu Cassie dia tidak memesan salad tadi, tapi waitress tadi membawakan salad juga untuk mereka.

“Kau harus berlatih makan sayuran, lihat badanmu sama seperti anak SD tidak ada menariknya sama sekali.” Kata Sungjae sambil menunjuk tubuh cassie dengan menggunakan garpu. “Setidaknya aku tidak sebodoh dirimu meski aku tidak pernah makan sayuran.” Kilah Cassie. “Terserah kau saja, tapi yang penting kau harus memakan ini meski hanya sedikit.” Ujar Sungjae tak mau kalah dengan pernyataan Cassie.

Gadis itu sebenarnya sangat membenci sayuran, di lidahnya semua sayuran itu terasa pahit dan dia benci itu. Tapi entah mengapa Sungjae tetap memesan sayuran itu untuknya meskipun Cassie sudah protes bahwa dia tak ingin memakannya. Jadi mau tak mau Cassie harus memakannya walaupun hanya sedikit, jika tidak maka Sungjae akan marah.

❀❀❀

Kantin Seirin High School kini sangat ramai karena bel istirahat baru saja berbunyi. Taehyung dan Jinri juga sedang berada di kantin, sebenarnya bukan hanya mereka, ada Jimin, Jungkook, Hoseok dan juga Namjoon. Lima laki-laki most wanted di sekolah ini terutama Taehyung dan Jungkook. Siapapun tahu kalau Taehyung dan Jungkook adalah anak dari orang-orang yang berpengaruh di sekolah ini. Ayah Taehyung adalah pemilik sekolah dan sekaligus pemilik SK Corporation. Sedangkan Jungkook, ayahnya adalah dari kepala sekolah Seirin High School.

“TAEHYUNG OPPAAAAA!!!” seru seorang gadis. Tak perlu menolehkan kepala, keenam orang itu tahu betul siapa pemilik suara itu.

“Taehyung Oppa, kenapa kau tidak mengajakku ke kantin bersama?” tanya gadis itu manja sambil merangkul lengan Taehyung dan si pemilik lengan itu terlihat sangat risih dan berusaha untuk melepaskan rangkulan tangan sang gadis namun ternyata ini bukan perkara yang mudah.

Hoseok dan Namjoon sudah cekikikan ditambah Jinri dan Jimin yang ikut memperagakan adegan Taehyung dengan gadis itu. Sementara Jungkook, dia hanya diam memandangi tingkah konyol manusia-manusia dihadapannya yang disebutnya sebagai teman.

“Hentikan Song Jihyun! kau benar-benar tidak tau malu! Lagipula untuk apa aku mengajakmu. Bahkan dengan mendengar suaramu saja sudah membuatku kehilangan selera makan!” Taehyung yang sudah sangat jengah akhirnya mulai mengambil tindakan.

Dialah Song Jihyun, perempuan yang sangat tergila-gila dengan sosok Kim Taehyung. Itu semua bermula saat kedua orang tua mereka makan malam bersama dan dari situlah semua dimulai. Song Jihyun kemudian pindah ke sekolah Taehyung dan mulai mengganggu kehidupan Taehyung.

“OPPA! Kau jahat sekali, bukankah ayahmu bilang kau harus berlaku baik padaku.” Lagi dan lagi dan hal itu membuat mereka menjadi pusat perhatian seisi kantin.

BRAK

Taehyung menggebrak meja dan otomatis semakin membuat mereka menjadi pusat perhatian. “Dengar baik-baik Song Jihyun-ssi, hubungan kita tidak sedekat itu jadi berhentilah bertingkah seolah-olah kita ini dekat, itu membuatku muak!!” Taehyung benar benar sudah tidak tahan dengan ini dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari sana.

“YAK! OPPAAAAA!” Song Jihyun hanya bisa menghentakkan kakinya kesal.

“Kau benar-benar tidak punya malu Song Jihyun-ssi. Kuakui kalau kau memang cantik, tapi kau tidak lebih dari seorang pengemis yang selalu meminta-minta cinta dari Taehyung” kata Jinri dan itu membuat teman-temannya tertawa terbahak. Kecuali Jungkook.

❀❀❀

Acara makan malam Sungjae dan Cassie sudah selesai, mereka lalu memutuskan untuk pergi ke ke Vancouver Aquarium. Cassie sangat suka ke Vancouver Aquarium, disana dia bisa menikmati keindahan pemandangan biota bawah laut dari berbagai belahan dunia mulai dari antartika sampai sungai amazon. Selain itu tempat ini juga terlihat lebih indah saat malam.

Puas berjalan-jalan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Udara malam ini terasa sedikit lebih dingin dari malam-malam sebelumnya karena sekarang sudah mulai memasuki minggu terakhir musim gugur. Dari prakiraan cuaca disini, minggu depan sudah dipastikan salju pertama akan turun.

Cassie mengeratkan jaket yang Sungjae pakaikan tadi, malam memang semakin larut tapi Cassie belum juga ingin pulang. Padahal Sungjae sudah sejak tadi mengajak Cassie pulang, dia tidak ingin dimarahi oleh penjaga rumah Cassie karena terlalu malam mengantar gadis itu.

Cassie hanya tinggal bersama dua orang pembantu, dua orang tukang kebun, tiga orang penjaga rumah dan supir pribadi Cassie. Maka dari itu Cassie selalu merasa kesepian, dia tidak punya siapa-siapa selain Sungjae di sini. Meskipun dia punya teman di sekolah tapi dia hanya percaya pada Sungjae. Asalkan ada Sungjae semuanya akan baik-baik saja, pikirnya.

Setelah dibujuk berkali-kali akhirnya Cassie baru mau pulang, dengan motor yang dibawa Sungjae akhirnya mereka pulang bersama. Tak ada percakapan diantara mereka berdua, Sungjae yang fokus dengan jalanan di depan serta Cassie yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Lima belas menit kemudian mereka pun sampai di rumah Cassie yang bisa di bilang sangat besar dan luas untuk di tinggali Cassie beserta pekerja di rumahnya yang sekarang sudah bertambah. Dulu waktu pertama kali Cassie tinggal disini dia tinggal hanya bersama dua orang pembantu dan seorang supir. Setelah memastikan Cassie sudah masuk kedalam rumahnya Sungjae akhirnya pamit untuk pulang, tentunya setelah mendapat beberapa peringatan dari penjaga rumah Cassie.

Cassie berjalan menuju kamarnya dan langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang king size miliknya. Dia bahkan belum mengganti pakaiannya yang sudah dipakai seharian. Hazel itu justru menerawang ke langit-langit kamarnya yang dihiasi oleh hiasan glow in the dark berbentuk bintang.

“Besok pagi aku akan ke korea, mungkin sekitar seminggu.”

“kenapa mendadak sekali?”

“Nenek ku meninggal jadi aku harus pulang.”

Raut wajah Cassie tiba-tiba saja berubah. Dia teringat perkataan Sungjae saat di Vancouver Aquarium tadi yang membuat moodnya tiba-tiba menjadi buruk. Itulah sebabnya dia tidak ingin cepat pulang. Dia masih ingin menghabiskan waktu bersama Sungjae sebelum laki-laki itu pergi. Dia sudah menganggap Sungjae seperti kakaknya sendiri jadi dia pasti akan sangat merasa kesepian saat laki-laki itu pergi.

From : S’

Besok jangan lupa antar aku ke bandara

Cassie tidak bisa membayangkan bagaimana seminggu tanpa Sungjae disini. Tapi disisi lain dia juga tidak boleh egois. Sungjae juga punya keluarga sendiri jadi Cassie tidak berhak melarang Sungjae. Lagipula Sungjae pergi hanya seminggu. Dia bisa pergi ke Stanley Park untuk membaca, jalan-jalan dan berbelanja bersama Rachel-teman sekolahnya atau melakukan hal lainnya yang membuatnya tidak merasa kesepian.

To : S’

OKE!!

❀❀❀

Kim Taehyung, laki-laki itu terlihat sedang duduk sendiri di sudut café. Latte yang dipesannya sudah habis sejak dua jam yang lalu, tapi laki-laki bersurai coklat itu terlihat masih betah untuk sekedar duduk sambil memandangi jalanan kota Seoul yang masih basah karena hujan. Dia jadi teringat kalau gadis kecilnya dulu sangat menyukai hujan. Bahkan mereka dengan senang hati bermain dibawah guyuran hujan meski esok hari mereka akan jatuh sakit.

“Ingin pesan sesuatu lagi tuan Kim?” tanya seorang laki-laki berambut blonde pada Taehyung membuyarkan lamunannya tentang hujan dan gadis kecilnya. Lelaki itu adalah pemilik café yang tak pernah sepi pengunjung ini.

“Tidak, Hyung. Terima kasih, aku hanya ingin menghabiskan malamku disini.” Jawab Taehyung sambil mengulas senyum tipisnya. Lelaki yang lebih tua dua tahun darinya itu mendudukan dirinya di hadapan Taehyung.

“Hyung.” Panggil Taehyung pada laki-laki itu. “Kapan Yoonji akan pulang.?” Tanya Taehyung tanpa menatap wajah lawan bicaranya. “Entahlah.” Jawab laki-laki itu sekenanya.

“Apa dia masih tidak memberimu kabar?” tanya Taehyung lagi. “Sudah terhitung tiga bulan dia tidak menghubungiku.” Jawab laki-laki itu lagi.

“Yoonji, Yoongi.. Bahkan nama kalian hampir mirip.” Ujar Taehyung sambil tersenyum kecut. Sedang laki-laki bernama Yoongi itu juga hanya menunjukan senyum kecutnya.

❀❀❀

Pesawat yang membawa Sungjae telah lepas landas satu jam yang lalu dan saat ini Cassie sedang menuju ke sekolahnya. Sungjae memang sengaja memilih jam terbang di pagi buta agar Cassie dapat mengantarnya tanpa harus meninggalkan sekolahnya. Tapi bukan Cassie namanya kalau akan menurut begitu saja. Padahal sebelum keberangkatannya laki-laki itu sudah berpesan agar Cassie tidak meninggalkan sekolahnya.

“Ahjussi kita pergi ke tempat lain saja, aku sudah meminta tolong pada Rachel untuk membuatkan surat ijin tidak masuk hari ini.” Perintah Cassie pada supir pribadinya.

“Baiklah” jawab sang supir dan kini mobil Limousin itu bergerak menjauhi arah yang menuju sekolah Cassie.

Kesepian, perasaan itu langsung melanda kala Sungjae pergi tadi. Dia tidak pernah berpisah dari Sungjae selama delapan tahun terakhir dan ternyata efek yang dirasanya begitu terasa. Tapi mulai kemarin malam Cassie bertekad untuk tidak bersikap seolah dia tidak bisa tanpa Sungjae. Bukankah Ayahnya mengirimnya kesini agar dia menjadi gadis yang kuat. Ah, dia jadi teringat pada ayahnya dan juga kakak laki-lakinya.

Dia juga tiba-tiba teringat pada teman-temannya disana. Si gadis kecil yang tomboy dan anak laki-laki yang aneh. Dia teringat saat anak laki-laki aneh itu datang ke rumahnya setelah pemakaman ibunya. Anak laki-laki itu datang ke rumahnya memakai kostum Lady Bug Fairy dan membawa sekantung coklat untuknya.

Senyum manis itu terkembang kala mengingat bagaimana konyolnya tingkah anak laki-laki itu demi berusaha untuk menghiburnya agar tidak sedih lagi. “Aku jadi merindukanmu, apa kau masih ingat denganku…” gumam Cassie pelan, sangat pelan.

Mobil Limousin itu berhenti di depan sebuah Mansion. Saat memasuki pelataran Mansion itu Cassie sudah disambut oleh beberapa orang pelayan yang berjajar rapi di kanan kiri jalan. Mansion itu sangatlah besar dan pelatarannya hampir setara dengan lapangan sepak bola. Ada taman bunga, kolam ikan dan bahkan ada sebuah labirin disana. Langkah Cassie terhenti kala dia melihat seorang laki-laki sedang berada di taman bunga dekat Mansion bernuansa putih itu, kemudian dia mendekati laki-laki itu.

“Hai Sam!” teriak Cassie membuat laki-laki bernama lengkap Samantha itu menoleh dan sedetik kemudian tersenyum pada Cassie.

“Cassie ! Tumben sekali kau datang sendiri ke tempatku, biasanya aku yang harus ke rumahmu. Ada perlu apa kau kemari ? Lagipula hari ini bukan jadwalmu.” Tanya laki-laki itu dengan beberapa tangkai Lily Putih di tangannya.

“Aku hanya ingin main Sam, temanku sedang pulang ke Seoul.” Jelas Cassie dengan wajahnya yang berubah sendu. Sam tahu betul bagaimana perasaan gadis ini. Dia pasti sangat kesepian. “Lalu kenapa kau tidak berangkat sekolah? Kau tidak akan bosan kalau disana. Nanti ku laporkan pada kakakmu kalau kau membolos sekolah.” Ancam Sam.

“Aku sudah meminta tolong pada Rachel untuk membuat surat izin palsu untukku. Aku sedang tidak mood berangkat ke sekolah” jelas Cassie. Sam hanya menggeleng mendengar penuturan gadis berusia delapan belas tahun itu. Sam lalu mengajak Cassie masuk kedalam Mansionnya.

“Aku tiba-tiba merindukan temanku di Seoul.” Pernyataan itu membuat Sam sedikit tersentak dan menghentikan langkahnya sejenak. Pasalnya selama empat tahun dirinya mengenal Cassie, ini adalah kali pertama Cassie mulai membicarakan teman masa kecilnya di Seoul. “Kalau begitu pulanglah dan temui temanmu itu.” Kata Sam santai.

“T-tapi aku belum punya keberanian, Sam” Cassie menghentikan langkahnya yang sedari tadi mengikuti Sam untuk ikut masuk ke dalam Mansionnya. Raut wajahnya yang sendu jadi semakin sendu. Gadis itu lantas menundukan wajahnya sambil memainkan ujung rok yang dipakainya. Sam hanya menghela napas berat saat melihat tingkah laku gadis itu.

“Kalau begitu kumpulkan dulu keberanianmu.” Sam berjalan menuju dapurnya untuk membuatkan gadis itu beberapa kudapan setelah sebelumnya ia memasukkan beberapa tangkai Lily Putih di vas bunga. “Entahlah, aku ragu.” Gumam Cassie tapi masih cukup terdengar di telinga Sam.

“Oh ya, apa kau sudah menghubungi kakakmu?” tanya Sam menyelidik, namun Cassie tak memberi respon apapun. “Dia terus menghubungiku dan bertanya tentangmu” lanjut Sam sambil mulai membuat adonan pancake. Pernyataan Sam tadi berhasil membuat Cassie mendongakkan kepalanya yang sedari tadi terus menunduk. “Lalu apa yang kau katakan padanya?” tanya Cassie penasaran, gadis itu kini mulai berjalan mendekati Sam yang sedang sibuk membuat adonan pancake.

“Hmm, aku hanya bilang kalau kau baik-baik saja disini.” Jawab Sam sambil menuangkan adonan pancake itu diatas teflon. “Syukurlah.” Cassie menghela napas lega. Awalnya Cassie takut kalau Sam akan mengatakan hal yang macam-macam pada kakak laki-lakinya. Suasana hening sejenak, Cassie masih sibuk dengan pikirannya sementara Sam sedang sibuk mulai membuat orange juice sebagai minumannya.

“Sam, apa menurutmu kalau aku kembali ke Seoul semuanya akan baik-baik saja?” tanya Cassie dengan ragu setelah beberapa saat terdiam berusaha untuk menyusun kata yang tepat. “Tentu saja akan baik-baik saja.” Jawab Sam dengan pasti. “Tapi bagaimana kalau A-” Cassie tidak melanjutkan ucapannya, dia bahkan tidak sanggup untuk melanjutkannya. “Semua akan baik-baik saja Cassie.” Tegas Sam lagi.

“Ini dia pancake dan orange juice spesial buatanku untukmu” Sam menaruh makanan itu di atas meja. Cassie hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Sam. Jauh di dalam hati Cassie sebenarnya dia sangat menginginkan untuk kembali ke tempat asalnya, tapi disisi lain ada sesuatu yang membuatnya tidak ingin kembali ke sana. Dia Takut.

To Be Continue

❀❀❀

 

This is my first story, hope you like it :)

Please Coment On My Story!!!

 

Kimmy Kim

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK