home_icon
SIGN IN
SIGN UP
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Jika Kamu Tau

Jika Kamu Tau

Share:
Author : Maisaveron
Published : 14 Feb 2016, Updated : 20 Jul 2019
Cast : Nam Woohyun, Kim Hanbin, Hoshi, Hyungwon, Seolhyun, Bora, Eunha
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |6667 Views |0 Loves
Jika Kamu Tau
CHAPTER 2 : Aku Bukan Apa-apa Tanpa Sahabatku (Ep 2)

Sepertinya, pagi hari adalah dimana waktu tidak pernah sepi di rumah. Mulai dari teriakan ibu yang membangunkan anak-anaknya hingga teriakan anak yang menanyakan dimana letak beberapa barang yang mereka butuhkan.

Good morning’ sapa Woohyun yang baru saja turun dari lantai dua rumahnya. Ia langsung duduk di bangku dan meminum segelas susu coklat. Wooyeon yang duduk di sampingnya hanya fokus pada majalah terbitan terbaru.

‘Dua bulan lagi aku ada pertandingan, jangan lupa untuk nonton’ Woohyun mengingatkan Ayah dan Ibu nya untuk tidak lupa menonton perlombaan terakhirnya, sebelum ia benar-benar fokus untuk perguruan tinggi.

‘Fokus dengan ujian masuk perguruan tinggi’ ucap Ayahnya yang sibuk membaca Koran. Woohyun melihat Ayah dan Noona nya secara bergantian.

‘Kalau di pertandingan ini aku berhasil, aku akan sekolah sepak bola ke luar negeri’ tungkas Woohyun dengan antusias. Ibunya yang baru selesai memasak, memberikan waffle kepada Woohyun.

‘Terimakasih Eomma’ Ucap Woohyun.

‘Apa itu tidak menganggu belajar mu?’ tanya Ibunya.

‘Tidak.. aku akan tetap berada di lima besar siswa bernilai tinggi’ tungkas Woohyun.

‘Aku pergi dulu’ pamit woohyun.

‘Kamu tidak makan sarapanmu?’ tanya Ibunya ketika Woohyun berpamitan.

‘Ibu lupa? Woo-na tidak pernah sarapan pagi.’ Celetuk Wooyeon yang mengambil Waffel milik Woohyun.

‘Makanlah yang banyak, biar kamu gendut’ ledek Woohyun.

Woohyun membuka pintu pagar rumahnya, ia melihat tetangga barunya juga keluar dari rumahnya.

‘Oh tetangga baru, kita belum kenalan. Siapa namamu?’ tanya Woohyun, tapi gadis itu hanya membungkukkan tubuhnya dan berlalu meninggalkan Woohyun. Untuk sejenak Woohyun menatap gadis itu berjalan, apa yang salah dari dirinya?

‘Wooo.. jadi adiknya Nam Woo Yeon, sedang di tolak oleh seorang gadis’ ledek Hyungwon yang menghampiri Woohyun dan merangkul bahun Woohyun.

‘Apa perlu Bum aku bunuh?’ tanya Woohyun, Hyungwon hanya tertawa mendengar ucapan Woohyun.

‘Kamu harus urus anjingmu itu, ia membuang kotoran sembarangan sejak tidak ada kamu. Terakhir kalinya, Hoshi menginjak kotoran anjingmu itu’ Cerita Woohyun. Hyungwon hanya tertawa mendengar celotehan Woohyun.

‘Apa kalian sedang pacaran?’ tanya Hanbin yang berdiri di belakang mereka, entah sejak kapan. Woohyun dan Hyungwon membalikan tubuh mereka untuk melihat Hanbin.

‘Tidak, memangnya ada apa?’ tanya Hyungwon polos.

‘Kalian seperti kekasih yang baru saja kencan’ canda hanbin.

‘Apa katamu?’ Woohyun menaiki nada bicaranya.

‘Aku hanya becanda’ tungkas Hanbin.

‘Hyungwonie, apa kamu tau kalau Hanbin mempunyai seorang kekasih?’ tanya Woohyun.

‘Wooo… Hanbin sudah besar’ ledek Hyungwon.

‘Memangnya yang bisa memiliki pacar hanya kamu?’ tunggkas Hanbin.

‘Kita akan telat jika terus mengobrol di depan rumahku’ Tungkas Woohyun yang mengajak teman-temannya untuk berangkat sekolah.

‘Tunggu aku…’ Hoshi berlari untuk mengejar temannya.

‘Siapa yang belakangan sampai kelas, traktir makan kue Ikan’ Teriak Woohyun yang mencolong start duluan untuk berlari. Mereka langsung berlari sekuat tenaga untuk sampai halte bus lebih cepat.

Suara di kelas menjadi riuh, sebagian besar dari mereka sibuk menceritakan liburan mereka sebelum mereka sibuk dengan ujian masuk perguruan tinggi yang sangat sulit, sebagian dari mereka juga meributkan berita kembalinya Hyungwon dari Amerika. Tak jarang dari mereka juga mengosipkan tentang Idol Korea.

‘Aku sampai duluan’ tungkas Woohyun dengan nafas tersengal. Ia berjalan gontai menuju bangkunya. Ada empat bangku yang berada di tengah kelas yang sengaja di kosongkan, seperti tradisi dari tahun ke tahun, ketiap empat laki-laki tampan ini masuk dalam kelas yang sama, maka bangku di tengah akan di kosongkan untuk mereka duduk.

‘Larimu memang tidak ada yang mengalahkan’ tungkas Hanbin yang duduk di bangku sebelah woohyun, beberapa menit kemudian. Suasa kelas mulai berbeda saat Hyungwon masuk ke dalam kelas. Dengan keringat yang bercucuran, ia melempar sebuah senyum kepada gadis yang ada di kelas, lalu berjalan untuk duduk di belakang bangku Woohyun.

‘Tidak usah sok tampan!’ Protes Woohyun ketika mendengar beberapa gadis mulai berteriak.

‘Ah, aku kangen dengan sekolah ini’ tungkas Hyungwon.

‘Sekolah ini masih menyebalkan’ celetuk Hanbin.

‘Aku rasa aku mau mati’ keluh Hoshi saat sampai di kelas.

‘Belikan kami kue ikan’ tagih Woohyun.

‘Iya, saat pulang sekolah nanti yah’ janji Hoshi.

‘Aku merindukanmu’ tungkas Hyungwon yang membuat ketiga sahabatnya menengok ke arahnya.

‘Bum?’ Woohyun melihat anjing itu dengan wajah terkejut.

‘Untung saja itu anjing tidak di bawa ke Amerika, kalau ia di bawa ke Amerika. Wah, mungkin ia anjing yang paling beruntung’ tungkas Hanbin.

‘Senangnya jadi dirimu, memiliki majikan yang pintar, penyayang dan tampan’ tungkas Hoshi yang memainkan bulu Bum.

‘Kemarin aku ke Sekolah, aku melihat Bum. Ternyata ia sudah banyak berubah’ tungkas Hyungwoon.

‘Tentu, pengemarmu merawatnya’ ucap Woohyun.

Beberapa menit kemudian banyak gadis yang datang ke kelas. Mereka memberikan baju, makanan anjing, susu anjing, bahkan ada dari mereka yang memberikan kandang baru untuk Bum.

‘Bumnie, kamu sungguh sangat terkenal’ Tungkas Hoshi yang mengendong Bum. Majikan Bum hanya sibuk mengucapkan terimakasih kepada gadis-gadis yang datang lalu meninggalkan sebuah benda di atas meja.

‘Oh.. terimakasih’ tungkas Woohyun ketika seorang gadis mendatanginya dan memberikan minyak urut, namun beberapa menit kemudian gadis lainnya juga memberikan minyak urut dan surat beramplop warna pink. Woohyun terdiam sejenak lalu berfikir. Apa yang salah dengan dirinya. Ia sedang tidak keseleo atau jatuh cinta, kenapa banyak sekali gadis yang mengirimnya surat cinta dan minyak urut?

‘Hoshi-e, coba kamu cek Twitter. Aku yakin Noona menuliskan sesuatu di akun Twitter-nya’ yang di suruh mengecek Twitter -nya hanya tertawa melihat postingan Wooyeon.

‘Noona memang luar biasa’ komentar Hyungwon yang membuka twitter mengunakan ponselnya.

‘Aku rasa kamu beruntung memiliki Noona sebaik Nam Woo Yeon’ puji Hanbin.

Woohyun merebut ponsel Hanbin dari tangannya dan melihat apa yang di posting oleh Wooyeon di Twitter.

Nam Woo Yeon : Aku sangat sedih melihat adik tersayangku tertidur di kamar dengan kaki pegal-pegal sehabis main sepak bola, semoga kamu bisa sekolah sepak bola, dan aku harap kalian mengirimkan banyak dukungan untuk Nam Woo Hyun.

Woohyun yang membacanya kesal karena Wooyeon memposting foto dirinya yang sedang tidur di kamar.

‘Ah.. Noona Jjinja’ Woohyun berteriak hingga membuat teman-temannya tertawa.

‘Aku sedang tidak pegal-pegal, aku juga baik-baik saja’ gerutu Woohyun.

‘Eh, apa kamu tau mengapa kamu banyak mendapatkan surat cinta akhir-akhir ini?’ tanya Hanbin.

‘Apa Noona memasukan kisah Woohyunie kedalam novelnya?’ tanya Hoshi dan Hanbin hanya menganguk.

‘Woo.. kamu memang akan terkenal’ puji Hyungwon.

Woohyun menendang meja belajarnya. Merasa kesal dengan tingkah kakak perempuannya, ia merasa ingin pulang dan menjabak rambut kakak perempuannya itu, lalu menumpahkan minyak urut ke rambut Wooyeon.

‘Guru datang’ seseorang berteriak dan membuat seisi kelas berhamburan untuk duduk di tempat duduk mereka. Woohyun merapihkan mejanya dan memasukan minyak urut serta surat cintanya kedalam tas. Hyungwoon memasukan Bum kedalam kandang dan meletakannya di bawah meja. Wali kelas memasuk kelas. Tubuhnya masih tegap seperti biasanya, dengan rambut belah tengah dan kemeja warna biru, ia menyapa anak-anak muridnya.

‘Selamat datang di kelas tiga’ serentak murid di kelas bersorak lemah, seakan masih belum siap untuk kelas tiga.

‘Kita kedatangan teman baru’ tungkas Wali kelas. Seorang gadis masuk kedalam kelas.

‘Woo, tetangga baru Woohyun’ celetuk Hyungwon yang membuat seisi kelas menengok kearah Woohyun.

‘Ada apa dengan kalian? Aku tidak mengenal dia’ tungkas Woohyun yang melipat kedua tanganya di atas dada.

‘Ah, Woohyunie. Aku ingin memberika ini’ sang wali kelas memberikan sebuah bola kepada Woohyun.

‘Wah, itu bola mahal. Kemarin aku lihat di internet’ ucap Hanbin ketika melihat wali kelasnya memberikan Bola kepada Woohyun.

‘Terimakasih’ ucap Woohyun ketika menerima itu bola.

‘Kamu harus menang di pertandingan nanti’ tungkas wali kelas yang kembali ke depan kelas.

‘Silahkan perkenalkan diri’ tungkas wali kelas.

‘Nama saya Seolhyun. Sedang bertemu kalian, mohon bantuannya’ tungkas Seolhyun yang menundukan kepalanya dan duduk di tempat yang di suruh wali kelasnya. Tempat duduk Seolhyun di samping kiri Woohyun, sedangkan di samping kanan Woohyun adan Hanbin yang duduk dengan tenang, di belakang Hanbin duduk Hoshi. Laki-laki berambut blode dengan bandana di kepalanya. Di samping Hoshi duduk Hyungwon, lelaki berutbuh tinggi dengan wajah tampan dan otak yang sangat pintar. Sejak kecil ia selalu menjadi ranking satu dalam kelas, bahkan ia sempat menjadi siswa pertukaran pelajar ke Amerika.

‘Jangan di liatin terus, kamu bisa naksir dengan salah satu di antara mereka’ tungkas Yesi. Ia teman sebangku Seolhyun.

‘Mereka siapa?’ Tanya Seolhyun dengan polos.

‘Pertama aku masuk sekolah ini, aku juga tidak tahu mereka siapa. Mereka sudah terkenal bahkan sebelum masuk sekolah ini. Yang aku dengar, seluruh gadis yang ada di sekolah ini sudah menunggu kehadiran mereka berempat’ cerita Yesi.

‘Separah itu kah?’ tanya Seolhyun.

‘Iya. Benar. Mereka telah begitu terkenal di twitter sebelum masuk sekolah ini, mereka memiliki satu akun twitter yang mereka gunakan bersama. Pada awalnya twitter itu mereka namain @Hohyun tapi mereka ganti dengan @H_ dan beberapa orang mengatakan mengapa mereka tidak menamai twitter mereka dengan nama Honey atau Hero’ Jelas Yesi.

‘Mengapa harus ada H?’ tanya Seolhyun.

‘Karena nama mereka semua memiliki huruf H. Hanbin, Hoshi, Hyungwon dan Woohyun. Tapi saat mereka masuk ke sekolah ini, mereka menganti nama twitter mereka dengan @Honey_. Banyak orang yang bilang kalau wajah mereka manis seperti madu jadi cocok untuk nama twitter mereka, tapi ada yang bilang juga Honey sebagai panggilan sayang ke mereka. Namun saat di tanya, mereka mengatakan kalau mereka menganti nama akun twitter mereka saat mereka sedang mencicipin kue madu buatan Ibu Hyungwon’ Seolhyun tertawa mendengar cerita Yeri.

‘Bukannya itu gila?’ tungkas Seolhyun yang tertawa menutupi mulutnya dengan angun.

‘Mereka tidak hanya tampan, tapi cerdas dan berbakat. Hyungwon selalu ranking satu dan di susul oleh Woohyun. Sedangkan Hanbin harus pasrah duduk di peringkat ke tiga. Hanbin memiliki kelebihan di seni gambar, kelebihan itu tak di miliki oleh teman-teman lainnya. Sedangkan Hoshi, si pemalas itu bisa mendapatkan ranking empat atau lima. Kadang aku suka berfikir, kurang fokus pada suatu hal saja ia bisa mendapatkan ranking empat atau lima, bagaimana jika ia fokus? Mungkin ia akan mengalahkan Hyungwon. Tungkas Yesi yang menengok kearah Hoshi yang sedang sibuk main dengan Bum setelah beberapa menit yang lalu wali kelas keluar dari kelas.

‘Ternyata mereka memang hebat’ puji Seolhyun.

‘Sekitar beberapa bulan yang lalu, mereka mendapatkan julukan Honey to Hero’ cerita Yesi.

‘Wow, apa yang mereka lakukan?’ tanya Seolhyun.

‘Di hari yang sama, mereka mencetak prestasi yang sungguh luar biasa. Hyungwon mendapatkan nilai tertinggi di ujianya saat di Amerika, Woohyun menang di kejuaraan sepak bola tahunan. ia mencetak tiga gol untuk sekolah ini. Hoshi menang di lomba dance tahunan, dan Hanbin. dia yang paling berprestasi, ia menang juara satu dalam lomba photographer yang di adakan di Belanda. Pada hari yang sama, ia juga melelang photo-nya di sebuah pameran, foto itu laku terjual seharga $25.000 (atau sekitar Rp. 337.500.000)’ Seolhyun terkejut mendengarnya.

‘Lalu uang sebayak itu di kemanakan?’ tanya Seolhyun.

‘Tentu di amalkan, Hanbin sama sekali tidak menerima uang tersebut. Saat di Belanda, ia bilang kepada temannya untuk menyumbangkan uangnya itu ke masyarakat miskin di Afrika’ jelas Yesi yang membuat Seolhyun mengangga.

‘Dia seperti malaikat’ puji Yesi.

‘Iya, makanya banyak yang diam-diam juga mencintainya. Ia sangat sayang dengan wanita’ tungkas Yesi.

‘Mereka selalu main bersama’ tanya Seolhyun.

‘Tidak, mereka akan bermain dengan siapa saja di kelas tapi saat salah satu dari mereka keluar dari kelas, maka yang lain akan mengikutinya’ Jelas Yesi ketika melihat satu per satu dari mereka keluar dari kelas.

‘Mereka kemana?’ tanya Seolhyun.

‘Entahlah’ tungkas Yesi yang mengangkat kedua bahunnya.

 

Hyungwon menghempaskan tubuhnya keatas sofa yang ada di atap sekolah mereka. Ia sedang memeluk Bum, anjing kesayanganya. Sedangkan Hoshi yang baru datang menyuruh Hyungwon untuk bergeser sedikit agar ia bisa duduk di sofa itu juga. Woohyun membawa bola yang tadi di berikan oleh wali kelasnya. Sedangkan Hanbin membawa kamera SLR nya dengan lensa panjang berwarna putih. Ia sibuk memfoto teman-temannya, dan memfoto keadaan sekitar.

‘Kita belum merayakan kepulangan Hyungwon’ tungkas Woohyun yang sedang asik bermain bola.

‘Orang tua kalian pasti sudah menerima wine yang aku bawa’ tungkas Hyungwon yang asik bermain dengan Bum.

‘Kenapa kamu tidak membawakannya juga untuk kami?’ protes Hanbin.

‘Apa kamu gila? Aku bisa tidak boleh keluar selama berhari-hari’ tungkas Hyungwoon.

‘Bagaimana kalau sabtu ini kita jalan-jalan?’ usul hoshi.

‘Boleh, sabtu ini aku libur latihan’ ucap Woohyun.

‘Sabtu ini aku tidak ada les’ Hyungwon mengingat-ingat jadwalnya.

Mian, minggu ini aku tidak bisa’ tungkas Hanbin yang menurunkan kameranya dari hadapannya dan berjalan ke sofa untuk duduk di samping Hoshi.

‘Kamu mau kemana?’ tanya Woohyun.

‘Aku mau menemui Eunha’ jawab Hanbin.

‘Woooo… boleh aku mengenal Eunha?’ goda Hyungwon.

‘Boleh, kalau kau mau mati besok’ jawab Hanbin.

‘Mungkin memang kita harus pergi bertiga’ ucap Hoshi yang menghela nafas.

‘Oh yah, buat tetangga baru. Aku bingung, kenapa dia tidak mau berkenalan dengan ku tadi pagi’ tanya Woohyun yang sudah lelah bermain bola dan sekarang memutuskan untuk duduk di samping Hyungwon.

‘Kamu telalu percaya diri’ ledek Hanbin yang membuat teman-temannya tertawa kecuali woohyun.

‘Kamu ingat kalau beberapa hari yang lalu kamu sempat menabraknya di depan rumahmu? Kamu tidak membantu ia bangun ataupun minta maaf. Aku rasa gadis mana yang tidak marah jika diperlakukan seperti itu oleh tetangga barunya’ Woohyun mengigit bibir bawahnya dan mengerutkan keningya mendengar ucapan Hyungwon.

‘Aku harus minta maaf’ tungkas Woohyun.

‘Ya, besok pagi kita lari pagi, yuk? Aku merasa aku kurang olahraga’ tungkas Hoshi yang mengelus bahunya.

‘Lebih baik kamu temani aku latihan sepak bola siang ini, kamu bisa lari mengelilingi lapangan’ ajak Woohyun.

Core’ tungkas Hoshi yang setuju dengan ajakan Woohyun.

 

COPYRIGHT 2020 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK