SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Love Cells--Gomawoyo, Navi.

Love Cells--Gomawoyo, Navi.

Share:
Author : edadae
Published : 29 Oct 2015, Updated : 30 Oct 2015
Cast : Navi, Park Tae Joon, Song Ye Bom, Kim Hye Ri, dan Choi Yoon Hwan
Tags :
Status : Complete
1 Subscribes |1689 Views |4 Loves
Love Cells--Gomawoyo, Navi.
CHAPTER 1 : Oneshoot

 “Aku serius.”

Suara cowok itu tampak tegas untuk memohon kepada perempuan yang diketahuinya bernama Song Ye Bom—nama yang didapatinya dari internet yang dikenal sebagai penolong untuk mengobati hati yang perih.

“Jasa yang di internet itu sudah expired. Aku telah melakukan hal konyol karena memasang iklan tersebut di internet. Seseorang yang memakai jasaku, pada akhirnya dibunuh oleh mantan kekasihnya. Itu mengerikan!”

“Ku mohon.” Park Tae Joon, begitu ia memperkenalkan dirinya saat memasuki ruangan kecil yang letaknya disudut pasar tersebut. “Aku terlalu lelah hidup dalam penyesalan ini.”

“Aku bisa saja membuang penyesalanmu jauh-jauh terhadap cewek yang kau cintai. Bukan, cewek yang membuangmu karena ulahmu telah mengabaikannya itu. Tapi, aku tidak ingin bertanggung jawab dengan risikonya nanti,” jelas Ye Bom menatap Park Tae Joon lekat-lekat. “Aku tidak ingin ada korban lagi karena ulahku membuang sel cinta dalam tubuh mereka,”

“Bagaimana kalau kau menyimpannya saja. Jika aku butuh, kau bisa memberinya padaku.”

Ye Bom menarik nafasnya, mengalihkan pandangannya. Memiih, mengitari ruangan sumpek yang sudah hampir dua tahun ini ditempatinya. Tak ada apa-apa selain banyak barang rongsokan. Satu-satunya yang terlihat baru adalah kulkas dan seperangkat alat komputer. Kulkas sebagai penyimpanan asupan gizinya, dan komputer tempat ia menghabiskan waktu dengan bermain games dan berinteraksi dengan orang tuanya yang jauh di benua Afrika sana.

“Jangan bilang, kau tidak bisa menyimpan sel cinta ini?” Tae Joon memasang tampang frustasi. “Kau bisa mengeluarkannya, bagaimana bisa kau tidak bisa menyimpannya?” Tae Joon berlutut didepan Ye Bom, meraih kedua tangan Ye Bom, “Aku ingin hidup tenang. Aku benci hidup tanpa semangat karena mengingat dia selalu,” Ia tampak hampir menangis.

Ye Bom menatap langit-langit ruangan sumpek tersebut. Ia bukan ahli dalam menyimpan sesuatu kecuali file dan makanan, karena ada kulkas dan komputer. Jika ia ahli dalam menyimpan, setidaknya sekarang ia berada di apartemen di daerah Gangnam karena kepintarannya menciptakan software sering menghasilkan uang banyak. Sayangnya, uangnya selalu lenyap entah kemana. Ia pernah frustasi karena masalah uang hingga melakukan pekerjaan konyol untuk mengeluarkan sel cinta dari tubuh seseorang setahun yang lalu. Sialnya, orang yang Ye Bom tolong akhirnya terbunuh karena cewek orang tersebut sakit hati.

***

Park Tae Joon benar-benar ingin melupakan Kim Hye Ri, cewek yang ia pacari selama empat tahun terakhir. Sayangnya, itu terlalu sulit. Sebab, mengingat Hye Ri yang selalu setia dan sabar menghadapi kemarahan dan sifat moody-annya, membuat hulu hatinya sakit. Hye Ri akhirnya pergi meninggalkan Seoul atas permintaan Park Tae Joon memilih berkarir sebagai stylist artis di Hongkong.

“Apa kau masih menyukai Hye Ri?” Tanya Ye Bom sembari asyik melahap Ramen yang dimasak oleh Park Tae Joon.

Sure.” Tae Joon berseru cepat. “Sayangnya, ia sudah melupakanku, sejak aku usir dari Seoul setahun yang lalu. Dua hari yang lalu, aku melihatnya bersama pria lain di Incheon. Dia bilang, dia ke Seoul bukan untuk kembali, tapi sekedar liburan bersama pacar barunya. Itu benar-benar membuatku frustasi,”

“Kau benar-benar aneh.” Ye Bom menyeruput air Ramen hingga tandas. Ia menelusuri ruangan studio apartemen milik Park Tae Joon. “Hanya karena fokus bereksperimen dengan masakan dan bercita-cita menjadi chef handal, kau mencampakkan orang yang kau sayang,”

“Aku menyesali itu. Makanya aku ingin menghukum diriku untuk tidak hidup lagi dengan cinta dan perasaan sakit ini. Dan, kau berjanji untuk mengeluarkan sel cinta ini. Kelak, jika aku butuh, kau bisa mengembalikannya kepadaku.”

“Iya, aku akan mengeluarkannya. Dan menyimpannya di….”Ye Bom mengantungkan kalimatnya. Ia lalu tersenyum lebar melihat kucing anggora berbulu putih tersebut. “Siapa nama kucingmu?”

“Navi,”

“Di Navi. Kau bisa mendapatkannya kembali dari Navi. Navi akan mengembalikan sel cintamu, jika ia sudah memiliki pasangan hatinya.”

Ya, aku tidak akan membiarkan Navi memiliki kekasih. Itu akan membuatku frustasi. Satu aja sering membuatku kewalahan apalagi dua nanti,”

Ye Bom tak peduli. Ia berjalan, meraih ranselnya. Mengeluarkan beberapa peralatannya. “Semoga kau tidak akan menyesal Park Tae Joon,” desisnya. Hah, dia bener-bener tahu bahwa kulkasku harus terisi penuh.

***

2 Tahun kemudian

Park Tae Joon terbelalak kaget saat mendapatkan dapurnya berantakan. Diatas meja, tampak seorang cewek dengan gaun putih tampak melahap ramen dengan tangannya. “Kau siapa?”

“Navi,” Jawabnya cuek. “Kau jangan membelalakkan matamu seperti itu, aku berubah karena sel cintamu kelamaan ditubuhku. Maksudku, aku terlalu muak dengan tingkah narsismu sebagai chef  yang tidak pernah menghargai wanita,”

Park Tae Joon tampak geram. Ia buru-buru membersihkan dapurnya. Ia paling benci melihat dapurnya berantakan. “Kau terlalu cantik menjadi manusia. Sayangnya, attitudemu buruk,” ujarnya sambil meraih vacum cleaner. “Jika kau terlalu lelah menjomblo, kenapa kau tidak kabur dari apartemenku?”

Navi menyelesaikan suapan terakhir ramennya. Ia lalu turun dari atas meja. Navi berjalan kearah Park Tae Joon. Ia jahil memeluk tubuh Tae Joon dari belakang. “Aku berterima kasih, karena kau pernah menyelamatkanku tiga tahun yang lalu dari jalanan. Aku tidak ingin lepas darimu.”

Park Tae Joon membelalakkan matanya. Ia tampak bingung. Baginya, Navi adalah segalanya. Walau tak ada lagi sel cinta ditubuhnya, tetap saja ia membutuhkan Navi untuk menemani kesepiannya. Tapi, melihat navi berubah menjadi wanita cantik, membuat ia tiba-tiba gugup mendapatkan perlakukan lembut dari Navi. "Bisakah kau mencuci tanganmu. kau mengotori bajuku."

“Tapi kumohon, berhentilah untuk mempermainkan mereka. Berapa banyak perempuan yang kau sakiti, kau manfaatin untuk semakin tenar sebagai chef yang wara-wiri di televisi sana.” Navi tak mengubris permintaan Park Tae Joon.

Park Tae Joon melepaskan pelukan Navi. Ia memilih kembali asyik membersihkan dapur. Kali ini, ia asyik mencuci piring. “Bisakah kau menolongku untuk membawa tempat makanmu itu kesini. Sekalian, kau bersihkan mejanya juga.”

Ne.”

***

 “Bisakah kau mengembalikan sel cinta milikku?” Park Tae Joon mengejutkan lamunan Navi yang asyik menikmati Ayam goreng.

Navi mengernyitkan dahi saat melihat Tae Joon menatapnya dengan nafas mengebut. Ia tiba-tiba tampak takut melihat mata Tae Joon yang sedikit memerah. “Apa kau minum?”

“Aku ingin kembali mencintai Hye Rin!”

Tanpa pikir panjang, Navi meletakkan ayam gorengnya begitu saja diatas meja. ia berdiri dan menumbruk Tae Joon, berlari keluar pintu apartemen Tae Joon.

Ye Bom yang berdiri di depan pintu terhuyung, seketika hampir saja ia jatuh, jika tangannya tidak refleks menahan tubuh yang menumbruknya, dan menyandarkannya ke dinding koridor apartemen. “Hah, kau kenapa?” tanya Ye Bom yang sudah mengetahui bahwa Navi berubah menjadi wanita cantik.

“Bisakah, kau membuang sel cinta Tae Joon?” pinta Navi tiba-tiba. “Aku tidak ingin menjadi manusia. Aku ingin kembali menjadi kucing.” Navi mulai mengeluarkan airmatanya. “Tae Joon tampak mengerikan bagiku."

“Tapi kau harus menemukan pasanganmu, jika kau ingin melepaskan sel cintanya Tae Joon.”

“Aku tidak ingin Tae Joon memiliki sel cinta itu. Aku takut ia akan merusak hubungan Hye Rin dan Yoon Hwan. Dia mengumpulkan uang selama ini untuk bisa menyusul Hye Rin ke Hongkong.,”

“Yoon Hwan?”

“Kekasih baru Hye Rin. Aku melihatnya di televisi kemarin. Dia seorang aktor di Hongkong. Dia tulus menyukai Hye Rin. Dan aku mendengar bisikan hati Tae Joon untuk merusak hubungan mereka.”

Ye Bom mengangguk paham. "Choi Yoon Hwan itu sepupuku," Ye Bom membuat pengakuan. Ia melihat Navi yang ikut mengangguk sembari tersenyum. Namun, Ye Bom membalasnya dengan tampang frustasi. Ia menelungkupkan kepalanya. Berpikir lama. “Selain aneh, Park Tae Joon benar-benar mengerikan." desisnya tanpa menjelaskan menceritakan mengenai Choi Yoon Hwan. "Pantes, tiga bulan terakhir ini ia tidak menggirimku pasokan isi kulkas. Ternyata sedang menghemat.” lanjutnya. Ia melirik kearah Navi yang tiba-tiba berubah menjadi kucing. Lalu, matanya mengalih pandangan kearah keranjang yang di dalamnya ada kucing berwarna abu-abu. “Ya….” Ia berseru berang. Lalu kepalanya berpaling ke belakang, mengikuti arah pandang Navi. Ia tampak geram melihat Park Tae Joon yang berdiri di depan koridor, menatap dengan tatapan frustasi. “Kau lihat, Navi memilih mengembalikan sel cintamu karena ia takut kau bunuh. Oh tidak,” Ye Bom tampak benar-benar frustasi. “Aku menyesal mengikuti saranmu untuk membawa kucing jantan  ke apartemenmu.” Airmatanya lalu mengalir deras. “Bisakah, kau tidak menganggu hubungan Hye Rin dengan Yoon Hwan?”

Tae Joon tiba-tiba menumbruk Ye Bom, memeluknya dengan erat. “Yang kuinginkan bukan Hye Rin. Tapi kau,” suara Tae Joon lirih. “Navi mengatur semuanya, menceritakan sandiwara aneh ini. Dia ingin aku bersamamu. Dia ingin kau tidak kesepian lagi. Dia ingin kau tidak lagi berteman dengan kulkas ataupun komputer,”

“Tapi, kenapa aku?” Ye Bom gelagapan.

“Karena aku suka kau yang mengingkat rambutmu asal dengan karet gelang. Karena aku suka kau dengan wajah lelahmu. Karena aku suka, kau yang memakai kacamata ini,”

“ Tapi, sejak kapan?”

“Sejak aku rajin memberi bento dan mengisi kulkasmu. Oh tidak, sejak aku menjadi chef sukses. Navi selalu mengingatkanku tentangmu.”

Ye Bom tampak salah tingkah. Ia lalu meraih handphonenya. Mencoba melakukan skype dengan Hye Rin dan Yoon Hwan. "Anyyeong " sapanya sedikit gugup. "Apa kalian bahagia?" tanyanya yang langsung disambut anggukan dari dua orang disana. Ia lalu segera menutupnya tanpa salam saat Tae Joon hendak mengintip layar Handphone  Ye Bom. "Bagaimana cara Navi mengeluarkan sel cintamu?"

"Ya, kau jangan pura-pura bodoh menanyakan itu kepadaku?"

Ye Bom tertawa. ia tahu, saat Navi menerjang ke keranjang, ke arah kucing jantan yang dia bawa, saat itulah sel cinta Tae Joon kembali ketubuh Tae Joon. "Gomawoyo, Navi." Ye Bom meraih Navi yang asyik bergelut dengan kucing jantan.

"Kau ini, dia sedang pacaran, kau ganggu." dengus Tae Joon, meraih kembali Navi dari Ye Bom. ia mencium Navi sebelum meletakkan kembali kedalam keranjang, membiarkan Navi bergelut dengan kucing jantan. "Apa kau ingin kubuatkan sesuatu?" tanya Tae Joon sambil merangkul Ye Bom.

Ye Bom tersipu malu sembari mengangguk. "Kau tau saja kalau aku laper,"

 

 

 

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

ahayulma
Minggu, 01/11/2015 16:33
0
Ceritanya rada lompat-lompat... hahaha, tapi lumayan bagus lah... :)
POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK