SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Love Cells 2 : Rule Is A Rule

Love Cells 2 : Rule Is A Rule

Share:
Author : rinyong
Published : 20 Oct 2015, Updated : 20 Oct 2015
Cast : Im Seoulong, Kim Yoojung
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |15103 Views |2 Loves
Love Cells 2 : Rule is a rule
CHAPTER 1 : Kucing? Sel Cinta?

“Kau pria paling tidak berguna yang pernah menjadi pacarku, Park Taejoon!”

“Dan kau wanita paling egois yang pernah menjadi pacarku, Kim Hyeri!”

“Aku mau putus!”

“Baiklah! Kita putus!”

Glek. Taejoon meneguk sisa bir kaleng dalam genggamannya. Sial baginya, ingatan kejadian itu masih saja betah mengganggu hidupnya meski sudah setahun berlalu. Taejoon menatap langit sore yang mulai menjingga lalu memejamkan matanya dengan erat.

“Bahkan aku masih bisa melihat wajahnya ketika memandang langit. Cih!”

 

* * *

 

“Kau harus pergi ke kencan buta, Park Taejoon!”

Taejoon menangkap sekaleng bir yang dilempar ke arahnya. Seorang pria duduk di sampingnya sambil membuka kaleng minumannya, matanya tak lepas menatap televisi yang menayangkan pertandingan baseball antara Korea Selatan dan Jepang.

“Kau saja yang pergi, Choi Yoonhwan. Aku tidak lagi tertarik dengan wanita.”

“Lalu kau mulai tertarik padaku?” tanya pria itu dengan nada menggoda, tak perlu waktu lama untuk Taejoon menyemburkan bir dalam mulutnya ke wajah pria dengan rambut sepanjang bahu itu.

“Aiiissshh… Apa yang kau lakukan, Park Taejoon?!”

“Aku berusaha menyadarkanmu, mungkin saja ada hantu perawan yang merasukimu. Syukurlah kau tidak apa-apa.” jawab Taejoon santai dan kembali fokus ke televisi, sementara Yoonhwan beranjak menuju kamar mandi.

-ting tong-

Taejoon beranjak menuju pintu dan membukanya, namun ia tak menemukan seorangpun berdiri di belakang pintu apartemennya. Ketika Taejoon akan menutup pintu, sebuah kotak berukuran sedang mengeluarkan suara.

Meong…

“Ada siapa?” tanya Yoonhwan yang keluar dari kamar mandi hanya memakai celana panjang tanpa memakai baju hingga menunjukkan bentuk tubuh atletisnya.

Taejoon mengangkat kotak itu masuk ke dalam dan menemukan Yoonhwan tanpa baju membuatnya hampir menjatuhkan kotak yang dibawanya. “YA! CHOI YOONHWAN! Pakai pakaianmu!”

Yoonhwan hanya terkekeh lalu berjalan masuk ke dalam kamar Taejoon dan mengambil sehelai baju milik Taejoon kemudian memakainya. Taejoon sudah duduk di atas sofa merah sambil menatap kotak yang ia letakkan di atas meja. Yoonhwan menyusul Taejoon menatap kotak yang bersuara itu.

“Kenapa kau hanya memandanginya? Buka saja kotak itu. Siapa pengirimnya?”

“Hyeri.” Jawab Taejoon singkat.

Yoonhwan membuka kotak itu tanpa menunggu persetujuan Taejoon, seekor kucing menyembulkan wajahnya dari dalam kotak. Tepat seperti dugaan Taejoon, Hyeri mengembalikan kucing yang diberikannya. Entah apa maksud Hyeri tapi yang menjadi pertanyaan Taejoon, mengapa baru sekarang Hyeri mengembalikannya?

“’Aku akan pindah ke Kanada, jadi Nevi aku kembalikan. Tidak mungkin aku membawanya ke Kanada. Kim Hyeri.’ Hyeri akan ke Kanada, Joon. Apa kau tahu itu?” Yoonhwan menatap bingung ke Taejoon, sementara Taejoon menatap kosong ke kucing yang memandangnya manja.

Sekali lagi kenangan tentang hubungannya bersama Hyeri kembali terputar secara rapi dalam ingatannya, bagaimana Hyeri menunjukkan kesukaannya pada Nevi saat pertama kali mereka melihatnya di pasar dan betapa bahagianya Hyeri ketika Taejoon memberikan Nevi sebagai hadiah hari jadi mereka yang ke 100 hari dan pertengkaran hebat mereka yang akhirnya meruntuhkan semua rasa cinta antara mereka berdua.

“Taejoon… Park Taejoon.” Panggil Yoonhwan.

“Buang saja kucing ini.” ucap Taejoon dingin.

“Nevi sangat lucu. Kalau Nevi dibuang, kau tidak akan pernah tau kekejaman seperti apa yang kucing ini bisa terima di luar sana. Untuk kita yang manusia saja, dunia sangat kejam apalagi untuk Nevi, kucing lucu nan menggemaskan, pasti lebih kejam.” Yoonhwan mengucapkannya dengan dramatis sambil mengelus tubuh Nevi yang sudah berada dalam pelukannya. Taejoon menatap jijik ke temannya itu.

“Kau bisa membawanya.” Tawar Taejoon.

“Benarkah? Ah tapi flat-ku sangat berantakan, tapi jika Nevi bersamamu dia pun tak akan selamat. Bagaimana ini?” Yoonhwan tampak bingung dan resah memikirkan tempat tinggal untuk Nevi yang sudah membuatnya jatuh hati.

“Ya! Choi Yoonhwan! Kau punya rumah yang nyaman kenapa harus membawa Nevi ke flat busukmu itu?”

“Itu karena ibuku alergi kucing, kalau aku membawanya ke rumah bisa-bisa Nevi hanya tinggal nama.”

“Kalau begitu bawa Nevi ke flatmu.” Taejoon mulai geram dengan tingkah Yoonhwan yang aneh.

“Tidak bisa sekarang, Taejoon-ah. Aku akan menjemput Nevi dua hari lagi, selagi aku membereskan flat dan mempersiapkan tempat tinggal untuknya. Amat sangat dilarang untuk membuang Nevi atau kau akan melihat wujud asliku.” Ancam Yoonhwan.

“Terserah kau saja, teruslah berdoa semoga Nevi tetap hidup selama menunggumu.”

 

* * *

 

Sinar matahari masuk dari sela-sela tirai membuat Taejoon mulai memicingkan mata. Tangannya meraba selimut yang tak lagi menutupi tubuhnya namun sesuatu mengganggunya, suara dengingan seperti nyamuk terdengar beberapa kali di dekat telinganya. Tangan Taejoon beberapa kali terangkat untuk mengusir dengingan itu. tiba-tiba saja.

Meong…

Sebuah hentakan mendarat tepat di perut Taejoon membuat pria itu langsung terduduk di atas kasurnya. Taejoon mencari sumber yang membuat matanya tak lagi bisa terpejam. Matanya menyisir kamar yang berukuran 3x4 meter dan akhirnya berhenti pada satu tempat.

“K-Ka-Kau siapa?” tanya Taejoon terkejut.

Betapa tidak, seorang gadis berambut legam lurus tengah membelakanginya lengkap dengan kemeja kotak-kotak yang dipakai Taejoon semalam. Taejoon segera melihat ke tubuhnya sendiri sambil mengingat apakah dirinya semalam mabuk dan membawa seorang wanita pulang ke apartemennya atau tidak tapi Taejoon tak mengingat apapun.

“Meong…”

“Ne-vi?” tanya Taejoon pelan

Gadis itu perlahan menoleh dengan simpul senyum yang terukir di wajahnya, “Meong.”

“APA INI?” Taejoon melompat dari tempat tidurnya, ia berdiri tapi kemudian kembali ke tempat tidur untuk menarik selimut menutupi tubuhnya yang hanya memakai boxer.

Bagaimana bisa seorang wanita berada di kamarku?

Kenapa dia mengeong? Apa dia memakan Nevi?

“Di-dimana Nevi?” tanya Taejoon gugup.

“Aku Nevi.” Jawab gadis itu santai. Ia berdiri dan berbalik menghadap Taejoon. Baju Taejoon yang dipakainya hanya menutupi sampai lututnya dengan lengan baju yang menyembunyikan kedua tangannya.

“Jangan bercanda nona. Nevi itu kucing bukan manusia.”

“Aiiisshh… Aku Nevi, Park Taejoon-ssi. Gara-gara aku memakan sel cintamu, aku jadi berubah menjadi manusia. Sekarang, berikan aku baju yang baru. Baju yang ini sangat bau dan kau juga harus pakai baju.”

“Sel? Cinta?” Otak Taejoon berhenti di ucapan Nevi tentang itu. Ia benar-benar tidak mengerti apa hubungan Nevi dan sel cinta, sel cinta itu sendiri apa?

“Hei, Park Taejoon! Baju!”

Taejoon tak menjawab, ia hanya menjelit lalu berjalan menuju lemari pakaiannya. Mengeluarkan kemejanya yang lain untuk Nevi dan mengambil pakaian untuk dirinya sendiri. Taejoon berjalan keluar kamar agar Nevi bisa berganti pakaian, berjalan menuju kamar mandi dengan wajah bingung dan penuh tanya.

Sepuluh menit kemudian, Nevi duduk di sofa yang berada di ruang tengah sementara Taejoon duduk di atas meja panjang tempat televisinya diletakkan. Ia menatap selidik ke Nevi namun gadis itu tampak santai melihat Taejoon.

“Aku adalah sel cinta milikmu, aku memisahkan diri dari sel-selmu yang lain. Tugasku adalah untuk membimbingmu menemukan cinta agar aku dan jutaan sel cintamu yang lain tidak mati. kenapa aku bisa terjebak di tubuh Nevi, semua karena kucing itu berusaha memakanku.” Jelas Nevi sambil mengelus rambut panjangnya yang legam.

“Kenapa? Kenapa aku harus menemukan cinta? Aku tidak mau menemukan cinta. Itu bodoh.” tolak Taejoon tegas.

“Kalau kau tidak mau jatuh cinta maka kami akan mati.”

“Mati ya mati. Sel kan meregenerasi dirinya.”

“Kalau kami mati, kau juga akan mati paling lama dua tahun dari sekarang.”

“YA! Apa hubungannya denganku?”

“Aiiisshhh… Kenapa aku harus menjadi sel cintanya sih? Dia manusia paling bodoh di muka bumi ini. Tentu saja ada hubungannya. Kalau kami mati, lambat laun kau akan kehilangan selera pada dunia. Saat kau benar-benar kehilangan selera pada dunia ini, tubuhmu akan lemah dan perlahan kau akan mati dalam kesendirianmu.” Jelas Nevi dengan dingin.

Taejoon mulai membayangkan kehidupannya karena memilih tak mau mencari cinta lagi, ia terlalu detil membayangkan akhir kehidupannya sampai bahunya bergidik ngeri. Taejoon membuyarkan khayalannya dan menatap Nevi memelas.

“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?”

“Mudah saja. Kau hanya perlu jatuh cinta pada wanita yang kau cinta.” Jawab Nevi enteng.

“Tapi wanita yang Taejoon cinta sudah pergi ke Kanada.”

Nevi dan Taejoon langsung memalingkan wajahnya pada pemilik suara itu. Yoonhwan bersandar pada meja makan Taejoon sambil melipat kedua tangannya di depan dada, mengangguk kecil dan menatap Taejoon dengan iba.

“Sejak kapan kau ada di sini, Yoonhwan?”

“Apa dia benar-benar Nevi? Kucing yang menjadi milikku? Aigoo, dia manis sekali ketika menjadi manusia. Nevi-ya, mulai malam ini kau tidur di rumahku. Aku oppa yang manis untukmu.” Yoonhwan melewati Taejoon dan langsung membungkukkan tubuhnya tepat di depan Nevi lalu mengelus lembut rambut Nevi sambil tersenyum.

Nevi yang terkejut dengan perlakuan Yoonhwan langsung memalingkan wajahnya ke bawah, dia bukan tuan yang buruk untuk seekor kucing sepertinya tapi membimbing Taejoon adalah tujuan utama dia berubah menjadi manusia saat ini.

Aigoo, Nevi manis sekali. Aku tidak tahu kalau kucing juga bisa malu.” Yoonhwan duduk di samping Nevi sambil tetap mengelus kepala Nevi.

“Hentikan Choi Yoonhwan! Kau membuatku ingin muntah. Lalu bagaimana sekarang?”

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK