SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > I'm Fine. You'll Be Fine. Let's Not Fall In Love.

I'm Fine. You'll Be Fine. Let's Not Fall In Love.

Share:
Author : dilla92
Published : 22 Aug 2015, Updated : 22 Aug 2015
Cast : G-Dragon (Big Bang), Kiko Mizuhara
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |1159 Views |1 Loves
I'm Fine. You'll be Fine. Let's Not Fall In Love.
CHAPTER 1 : One Shot!

Aku Kiko, gadis blasteran Amerika-Korea yang sudah lama menetap di Jepang. Aku hanyalah seorang desainer yang bekerja disalah satu butik pakaian ternama di Jepang. Yah, mungkin bisa dibilang saat ini namaku sedang naik didunia fashion karena peragaan busana perdanaku dua bulan yang lalu. Aku memang sangat beruntung. Aku dikaruniai seorang bos yang begitu baik dan mau mensponsoriku sehingga peragaan busana itu terjadi. Dan inilah aku sekarang. Bos-ku bilang aku punya tangan dewa dan imajinasi brilian sehingga karya-karyaku selalu membuatnya takjub. Dia bilang tak mau melepasku begitu saja hingga aku benar-benar sukses nantinya. Setelah itu semua benar-benar terjadi, terserah padaku apakah akan terus bersamanya atau akan meninggalkannya. Apapun itu keputusanku, bos-ku adalah orang yang sangat berjasa dalam karirku dan tak akan pernah kulepaskan namanya dari dalam sejarah hidupku.

Aku mungkin orang paling beruntung dalam karir, bahkan dalam cinta, tapi tidak dengan nasib. Seorang artis ternama asal Korea bahkan jatuh cinta padaku. Namanya Ji Young. Dia lelaki dengan senyuman termanis yang pernah aku temui, sangat baik dan penuh perhatian. Dia pandai menciptakan lagu-lagu, mulai dari lagu yang dapat meremukkan hati, lagu romantis hingga lagu penuh keceriaan. Aku mulai menyukainya semenjak pertama kali pertemuan kami. Mulai dari saat itu kami beberapa kali bertemu dan ia sering menelponku karena kami tinggal di negara yang berbeda. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk menjalin hubungan tanpa ada seorangpun yang tahu, kecuali bos-ku.

Hubungan kami cukup sulit untuk dipublikasikan, karena Ji Young sangat populer di negaranya bahkan diseluruh dunia. Aku sendiri punya banyak ketakutan saat memulai hubungan ini dengannya. Aku takut karirnya akan hancur, fans-nya akan patah hati, orang-orang akan mencercaku karena merebut idolanya, dan berbagai macam ketakutan lainnya. Tapi, Ji Young selalu sabar dan sekuat tenaga menenangkan ku dan berkata bahwa “semuanya akan baik-baik saja, aku akan jamin itu. Jangan ragukan hatiku.” Dan aku percaya padanya, karena aku tidak ragu akan hatinya, dan aku sangat mencintainya.

***

Namaku Ji Young, dengan nama panggung yang cukup aneh bagi kalangan yang tidak akrab dengan KPop. G-Dragon atau GD. Begitulah orang-orang biasanya memanggilku. Siapa yang tidak tahu aku? Aku adalah rapper paling dikenal, dengan kemampuanku yang begitu apik dalam menciptakan lagu, terutama lagu-lagu untuk grup-ku. Aku bisa membuat semua orang menangis, tertawa bahkan patah hati seketika saat mendengarkan laguku.

Bertahun-tahun aku sudah memiliki segalanya semenjak debut bersama grup-ku didunia musik. Tapi, satu yang belum aku dapatkan sampai akhirnya aku bertemu dengannya. Kiko. Gadis yang kutemui di Jepang kala itu. Dia seorang desainer disalah satu butik ternama di Jepang milik sahabatku. Aku saat itu diundang untuk menghadiri sebuah peragaan busana yang disponsori olehnya, dimana semua koleksi yang dibuat oleh semua desainernya ditampilkan disana, termasuk Kiko. Karya Kiko menjadi sebuah masterpiece saat itu. Aku mengakui kehebatannya. Ya, karya-karyanya begitu menakjubkan. Tapi, tidak hanya itu yang aku sukai. Kiko, kepribadiannya, kecantikannya dan keramahannya membuatku sangat terpukau. Aku menyukainya.

Nama Kiko baru saja naik saat itu. Aku takut akan menjatuhkan namanya jika aku mendekatinya dan semua media mengetahuinya. Jadi, akupun diam-diam bertemu dengannya beberapa kali atas bantuan sahabatku si pemilik butik. Saat aku kembali ke Korea, aku sering menelponnya untuk sekedar tahu keadaannya dan aktivitasnya. Untuk sekedar tahu apakah dia merindukan aku atau tidak, seperti aku yang terus memikirkannya saat jauh darinya. Tak lama, kami pun memutuskan menjalin hubungan tanpa diketahui siapapun. Aku selalu meminta bantuan sahabatku untuk bertemu atau untuk pergi kesuatu tempat bersama Kiko. Sahabatku itu adalah cupid paling berjasa dalam kehidupan cintaku, meskipun pada akhirnya nasiblah yang menentukan episode akhir cintaku.

***

Eda      : Kiko, aku ingin mempertemukanmu dengan seseorang. Apa kau keberatan? Dia sepertinya penggemarmu.

Kiko     : Siapa bos? Tidak mungkin aku bisa punya penggemar secepat itu. Ini baru peragaan pertamaku. Tidak mungkin bos.

Eda      : Apanya yang tidak mungkin? Kau tidak mau bertemu? Dia artis terkenal.

Kiko     : Hah, artis? Siapa bos? Ahh tidak mungkin. Masa iya artis terkenal begitu cepat menyukai karya-karyaku (Kiko terlihat malu).

Eda      : Jadi, kau menemuinya tidak? Aku yakin kau tidak akan menyesal bertemu dengannya. Hmm??

Eda terus bersabar menunggu keputusan Kiko sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya. Sambil terus melirik dengan senyuman menggoda kearah Kiko.

Kiko     : Ehmm, oke kalua begitu menurutmu. Jadi, dimana dia sekarang?

Eda      : Oke. Keputusan bagus. Ikut aku! Dia ada dibawah sekarang, diruanganku.

Kiko akhirnya bertemu dengan Ji Young. Lucunya, Kiko sama sekali tidak familiar dengan wajah Ji Young. Orang-orang seantero Jepang mungkin langsung tahu siapa Ji Young ketika bertemu dengannya dijalan, tapi tidak dengan Kiko. Yah, Kiko memang belum terkontaminasi dengan budaya KPop, meskipun dia memiliki darah keturunan Korea. Dia tidak punya ketertarikan sama sekali tentang apapun dari negara ginseng itu.

Kiko dan Ji Young dengan cepat mulai akrab saat pertemuan pertama malam itu. Meskipun Kiko sedikit pemalu, tapi karena kepribadiannya yang cepat membaur dan ramah membuat mereka tidak terlihat seperti teman baru. Ji Young pun beberapa kali mengajak Kiko untuk keluar sekedar makan malam, jalan-jalan atau nonton. Meskipun sangat beresiko karena mata-mata fans ada dimana-mana.  Ji Young terpaksa harus selalu menggunakan topi, masker dan jaket setiap kali bertemu Kiko. Untungnya Ji Young dan Kiko mempunyai orang yang bisa diandalkan yaitu Eda, sehingga pertemuan mereka selalu berjalan mulus. Selama satu bulan Ji Young di Jepang, tak satupun hari terlewati oleh Ji Young untuk menghubungi Kiko meskipun ia tidak bisa setiap hari menemui Kiko.

Ji Young           : Kau sedang apa?

Kiko                 : Aku? Coba saja tebak aku sedang apa? (sambil tersenyum-senyum sendiri).

Ji Young           : Hmm, coba kutebak. Kau sedang dibalkon apartemenmu, seperti biasa. Memadangi bintang-bintang, dan membayangkan wajah tampanku dilangit malam. Benarkan?

Kiko                 : Haha… Geer sekali. Aku memang sedang dibalkon, tapi tidak sedang membayangkanmu. Tapi aku sedang bersamamu, karena kau menelponku. Terima kasih sudah menghubungiku, Ji Young.

Ji Young           : Hmm, terima kasih sudah bersamaku malam ini. Apa boleh aku tanya sesuatu?

Kiko                 : Tentu boleh. Apa?

Ji Young           : Kau tahu perasaanku padamu?

Kiko                 : Perasaanmu? (Diam sejenak). Memang kau merasakan apa?

Ji Young           : Kalau aku bilang aku nyaman denganmu, aku suka caramu melakukan segalanya, aku suka kepribadianmu, keramahanmu, kecantikanmu, dan pada akhirnya aku menyukaimu, menurutmu bagaimana? Apa boleh aku menjadi kekasihmu? Meskipun aku tidak bisa sering bertemu dan menemuimu.

Kiko                 : (Masih terdiam untuk beberapa detik).

Ji Young           : Kiko? Kau masih disana?

Kiko                 : Hmm, aku masih bersamamu dan mendengarkanmu.

Ji Young           : Jadi, bagaimana menurutmu? Apa aku boleh?

Kiko                 : Tidak masalah bagiku jika ada seseorang yang menyukaiku, terutama orang yang baik, penuh perhatian dan punya senyuman manis sepertimu. Tidak masalahnya juga kalau kita tidak sering bertemu, karena seperti ini saja menurutku sudah ada kau disini. (Dan hening…)

Ji Young           : Jadi, apa boleh?

Kiko                 : Boleh apa?

Ji Young           : Jadi kekasihmu?

Kiko                 : (Terdengar Kiko menghembus nafas panjang dari balik telponnya). Aku tidak mau jadi penghancur hidupmu.

Ji Young           : Kenapa?

Kiko                 : Kau dikenal semua orang. Kau punya banyak fans. Mereka akan terluka karena aku.

Ji Young           : Apa karena itu aku tidak punya hak untuk mencintai seseorang? Aku mencintai mereka yang mencintaiku, aku sangat bersyukur. Aku besar karena mereka. Tapi, aku juga manusia. Aku bolehkan seperti mereka? Mencintai seorang gadis, apa itu dilarang?

Kiko                 : (Hanya diam).

Ji Young           : Kau mencintaiku?

Kiko                 : Menurutmu? Bagiku tidak sering bertemu denganmu pun tidak masalah, karena perhatianmu seperti membuatku terasa seperti sedang bersamamu. Jadi menurutmu?

Ji Young           : Aku mencintaimu, Kiko.

Kiko                 : Aku juga, Ji Young.

Mereka pun akhirnya memutuskan menjalin hubungan diam-diam. Bertahun-tahun mereka lalui hubungan tersebut tanpa ada masalah. Beberapa kali media mendapati Ji Young dan Kiko bersama dan terlihat akrab, tapi media hanya menganggap keduanya dekat karena bersahabat. Beberapa kali Ji Young juga mengenakan pakaian rancangan Kiko yang ada dibutik Eda. Ji Young mencoba mempertegas pada media bahwa hubungannya dengan Kiko hanya sebatas sahabat dan rekan layaknya artis dan desainer. Nama Kiko kali itu sudah berada dipuncak sebagai salah satu desainer papan atas. Kiko pun masih belum lepas dari butik Eda, dan masih ingin bekerja sama dengan bosnya yang baik itu. Karya-karya Kiko bahkan dibuat brand khusus oleh Eda dengan mencantumkan nama mereka berdua. KikoXEda.

***

Masa-masa romantis Kiko dan Ji Young selama lima tahun terakhir tidak bertahan lama. Pertemuan diam-diam dan telpon jarak jauh yang sering mereka lakukan kini tidak lagi sama. Fans Ji Young sudah mulai mencurigai hubungan aneh antara Ji Young dan Kiko. Kiko mulai resah karena sering mendapat hujatan dari para fans, mulai di akun media sosialnya sampai artikel-artikel yang memuat berita tentang hubungannya dengan Ji Young. Hubungan keduanya pun retak. Kiko mulai tidak menerima telpon atau kontak apapun dari Ji Young. Ji Young tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk terus menjaga hubungannya dengan Kiko. Sampai pada akhirnya Ji Young hilang akal, ia mengikuti cara Kiko dan tidak saling berhubungan setidaknya dua bulan.

Artikel-artikel dan hujatan mengenai hubungan Ji Young dan Kiko sudah mulai mereda. Ji Young pun kembali mulai memunculkan dirinya kehadapan para fans-nya. Ji Young dan grupnya pun mulai melakukan tur untuk konser dibeberapa negara, termasuk salah satunya Jepang. Jepang jadi negara pertama yang didatangi untuk konser. Ji Young dan grupnya menetap di Jepang selama tiga hari untuk satu hari konser. Hanya ada satu hari baginya yang dapt dimanfaatkan untuk bertemu dengan Kiko. Selama di Jepang, Ji Young selalu berusaha menghubungi Kiko tapi selalu gagal. Pada akhirnya, Eda adalah tempat pertolongan terakhir bagi Ji Young. Eda pun berhasil membujuk Kiko dan mau bertemu Ji Young di hari terakhirnya di Jepang.

Ji Young menemui Kiko di apartemennya. Seperti biasa, Ji Young melakukan penyamaran dengan mengenakan topi, masker, jaket dan ditambah syal, karena saat itu sedang musim dingin. Kiko membuka sedikit pintunya ketika bel apartemennya berbunyi. Ia mengintip dari balik pintu yang sedikit terbuka dan melihat mata tajam Ji Young yang memendam rasa rindu yang sangat dalam terhadap Kiko. Kiko tidak bisa menahan perasaannya saat menatap mata Ji Young, hatinya seperti bergejolak dan matanya seakan panas dan mulai mengeluarkan air dari kelopaknya. Tak disangka air dimatanya pun jatuh dan membentuk garis lurus diwajah putihnya. Ji Young tidak tahan melihat air mata yang jatuh itu. Ia pun beranjak dari tempatnya berdiri, membuka pelan pintu itu. Kiko pun mundur dan menyambut pelukan Ji Young yang ternyata sudah menangkap tubuhnya. Air mata jatuh tak tertahan dari mata Kiko, sedangkan Ji Young merasakan dadanya bergejolak mendengar tangisan Kiko yang sudah pecah. Merak berpelukan setidaknya lima menit sampai tangisan Kiko mereda.

Ji Young terus mengelus pipi dan menatap wajah Kiko lekat-lekat. Satu detikpun tidak ia lewatkan dari wajah Kiko. Keheningan masih menyelimuti apartemen Kiko. Sampai akhirnya Ji Young memulai pembicaraan.

Ji Young           : Aku merindukanmu.

Kiko                 : (Hanya diam dan kembali terisak).

Ji Young           : Jangan menangis. Aku sudah disini. (sambil mengusap air mata Kiko yang jatuh)

Kiko                 : Aku juga rindu.

Ji Young kembali merenggut lembut tubuh Kiko dan memeluknya dengan hangat. Pelukan itu pun kembali dilalui dengan keheningan.

Kiko                 : Apa kita akan terus seperti ini?

Ji Young           : Aku akan mengumumkan hubungan kita.

Kiko                 : Jangan! (Kiko bangkit dari pelukan Ji Young).

Ji Young           : Wae?

Kiko                 : Hidupmu akan hancur karena aku. Kau sudah jadi sebesar ini karena usahamu, aku tidak mau jadi penghancurnya hanya karena hubungan ini.

Ji Young           : Lalu, kita harus putus? Menurutmu jika aku putus denganmu, semuanya akan baik-baik saja? Siapapun yang menjalin hubunganku nantinya, meskipun itu bukan seorang Kiko, hasilnya akan sama saja seperti ini. Jadi, kenapa harus menghindar, Kiko?

Kiko                 : (Hanya diam).

Ji Young           : Kita umumkan hubungan ini, dan aku yakin akan baik-baik saja. Semuanya akan baik-baik saja, aku akan jamin itu. Jangan ragukan hatiku, oke?

Kiko                 : Ehm. (Kiko mengangguk dan kembali kedalam pelukan Ji Young, meskipun penuh kegelisahan).

Ji Young lewat agensinya pun mengumumkan kebenaran berita hubungannya dengan Kiko. Semua publik Korea dan Jepang, bahkan dunia pun akhirnya tahu dengan hubungan mereka. Banyak fans yang tidak mendukung lalu mencerca Kiko, tapi tak banyak juga yang biasa-biasa saja dan menerima serta mendukung hubungan mereka. Alasannya yah tentu karena Ji Young dan Kiko sama seperti mereka dan manusia lainnya, berhak atas cinta yang saling dirasakan. Akhirnya, dua tahun sudah terlewati oleh Ji Young dan Kiko setelah pengumuman hubungan mereka. JI Young dan Kiko masih baik-baik saja, sampai pada akhirnya…

***

 Ji Young dan grup-nya pun comeback kedunia musik setelah dua tahun hiatus dan melakukan promosi individual oleh masing-masing anggotanya. Ditengah-tengah masa comeback-nya, Ji Young diberitakan putus dengan Kiko tanpa ada alasan yang jelas. Eda yang sibuk mempersiapkan pembukaan cabang butik terbarunya tentu saja syok, karena menurutnya hubungan sahabatnya dengan Kiko baik-baik saja. Eda sudah dua bulan tidak bertemu dengan Kiko semenjak Kiko memutuskan untuk membuka brand karya-karyanya sendiri.

Eda lalu memutuskan bertemu dengan Kiko dan meminta penjelasan darinya.

Eda      : Apa maksudnya dengan putus, Kiko? Ini hanya rumor kan?

Kiko     : Tidak, Eda. Ini memang benar. Aku yang memutuskan hubungan ini.

Eda      : Kenapa?

Kiko     : Aku sudah memikirkannya semenjak aku tahu dia akan merilis album baru. Aku takut banyak orang yang sudah meninggalkannya dan tidak akan peduli akan albumnya karena hubunganku dengannya. Lagi pula, fans-nya akan senang jika mereka tahu aku putus dengan Ji Young. Mereka akan kembali menyukai karya-karya Ji Young, dan Ji Young tidak akan ditinggalkan. Aku juga tidak akan dihujat lagi oleh siapapun. Aku bisa terus bekerja tanpa harus takut ada yang datang ke apartemenku membawa sesuatu yang mengerikan. Eda, kau mengertikan bagaimana ketakutanku?

Eda      : Iya, aku mengerti kau takut, tapi mungkin aku bisa jelaskan sedikit padamu. Ji Young bukan orang yang mudah jatuh begitu saja hanya karena rumor ataupun kenyataan akan hubungan percintaannya. Dia berbakat, bakatnya dihargai sangat tinggi dinegaranya, bahkan orang diseluruh dunia mengakui itu. Cinta tidak akan menghalangi kehidupannya. Tanpa ia berpromosi dengan album pun, selama ini ia masih bisa hidup normal seperti saat ia promosi album walaupun ia berpacaran denganmu. Jadi tolong Kiko, pikirkan lagi keputusanmu, ya?

Kiko     : Aku tidak tahu. Biarkan aku sendiri memikirkan ini. Terima kasih sudah menemuiku dan mencemaskanku, Eda.

***

 

Di masa promosi album yang cukup panjang, Ji Young punya kesempatan untuk bisa bertemu Kiko saat konsernya di Jepang. Ji Young dengan style-nya mengenakan topi, masker dan jaket, pergi menemui Kiko ke apartemennya malam itu. Kiko tidak membukakan pintu setelah tiga kali Ji Young membunyikan bel.

Ji Young           : Kiko, kau kemana?? (ucap Ji Young berbisik sambil mengotak-atik ponselnya dan mencari nomor Kiko).

*Maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau diluar jangkauan. Silakan hubungi beberapa saat lagi*

Ponsel Kiko tidak aktif. Kiko pun tidak di apartemennya. Jadi, Kiko kemana?

Tak lama, ponsel Ji Young berdering dan muncul nama Eda yang sudah lama tidak ia hubungi.

Ji Young           : Hallo, Eda. Hai, apa kabarmu?

Eda                  : Kabarku baik-baik saja Ji Young, tapi kabar Kiko tidak.

Ji Young           : Maksudmu?

Eda                  : Kiko sekarang dirumah sakit. Dia terlalu kecapean dan banyak pikiran, sampai akhirnya dia pingsan karena tidak makan beberapa hari dan hanya minum kopi. Lebih baik kau cepat kesini, kau sedang di Jepang kan?

Ji Young           : Iya Eda. Aku di Jepang. Aku kesana sekarang. Kirimkan aku alamatnya.

Tak lama Ji Young sampai dirumah sakit. Ia masuk keruangan Kiko dan menghampiri Kiko disebelah tempat tidurnya. Kiko tampak lelah dan pucat, seperti orang yang sudah mati. Ji Young tak sanggup melihat orang yang ia cintai begitu lemah dan sakit seperti itu. Kiko pun terbangun dan menyadari kehadiran Ji Young disampingnya yang sedang tertidur. Kiko mengusap lembut rambut Ji Young yang terlihat acak-acakan karena mengenakan topi. Kiko sadar ia sangat rindu pria itu. Sudah lama rasanya ia tidak bisa merasakan lembutnya rambut Ji Young yang acak-acakan itu. Ji Young pun terbangun dan menatap dalam mata  Kiko. Mata Kiko terlihat berkaca-kaca, hati Ji Young bergejolak dan mulai mengusap pipi Kiko yang basah karena air mata.

Ji Young           : Bogoshipo.

Kiko                 : Nado! (Kiko terisak sambil tidak bisa menahan air matanya jatuh)

Suasana mulai tenang. Ji Young dan Kiko masih saling bertatapan.

Kiko                 : Kapan kau kembali ke Korea?

JI Young           : Harusnya besok. Tapi akan ku cancel.

Kiko                 : Jangan. Kau harus pulang besok. Jangan cemaskan aku, aku akan baik-baik saja.

Ji Young           : Kenapa? Kau tidak mau aku disini?

Kiko                 : Bukan begitu. Aku malah senang. (Kiko tersenyum manis kepada Ji Young). Akum bosan, mau nonton tv. Bisa kau nyalakan untukku?

Ji Young           : Ehm, akan aku nyalakan.

Saat TV menyala, ternyata sudah banyak berita tentang Kiko yang jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, Ji Young yang datang menjenguk Kiko kerumah sakit juga diketahui oleh media. Semua pemberitaan kembali menyoroti Ji Young dan Kiko.

Ji Young           : Kita matikan saja tv-nya.

Kiko                 : Ji Young-ah! Duduklah. Aku mau bicara.

Ji Young           : Ehm, ada apa? (Sambil mengusap rambut kiko)

Kiko                 : Kita putus saja ya?

Ji Young           : (Hanya terdiam, senyum, dan tidak menjawab apa-apa)

Kiko                 : Aku tahu  ini bukan akhir yang sama-sama kita inginkan. Tapi, aku ingin yang terbaik untukmu. Karirmu yang bagus, hidupmu yang bagus, dan hubunganmu dengan wanita yang baik. Aku tidak ingin orang-orang selalu mencercamu karena hubungan kita. Aku yakin, nanti kau akan menemukan seseorang yang kau cintai dan bisa diterima semua orang, oleh penggemar yang mencintaimu, sehingga tidak perlu ada rumor, skandal, atau apapun seperti yang kita alami.

Ji Young           : Aku mencintaimu, apa kau tidak mencintaiku lagi?

Kiko                 : Aku memang mencintaimu, tapi aku akan belajar mencintaimu cukup sebagai teman, atau mungkin fans beratmu, yang akan selalu mendukungmu dari posisiku tanpa harus menjatuhkanmu. Kau orang yang hebat Ji Young, bahkan tanpa aku kau akan baik-baik saja. Aku juga nanti akan baik-baik saja. Sebaiknya kita tidak  saling jatuh cinta lagi.

Ji Young           : Kiko… Aku mohon pikirkan lagi?

Kiko                 : Aku sudah pikirkan ini, Ji Young. Jika nanti dikehidupan selanjutnya kita bertemu lagi, aku berharap kau bukanlah G-Dragon yang dikagumi orang banyak, aku berharap kau hanyalah orang biasa dan aku pun seorang yang biasa. Dan ketika saat itu tiba, aku tidak keberatan untuk jatuh cinta lagi denganmu.  Jadi, sekarang kita putus saja, ya?

Ji Young           : Permintaan aneh yang pernah kudengar seumur hidupku, Kiko. Aku bingung harus berbuat apa sekarang.

Kiko                 : Cukup cium aku untuk terakhir kali, boleh kan?? Itu permintaan terakhirku sebagai pacarmu.

Ji Young           : (Terdiam menatap wajah pucat Kiko yang berusaha untuk terlihat tegar).

Kiko                 : Tidak boleh ya?

Ji Young mendekati Kiko sedekat mungkin sampai sedikit jarak tersisa diantara kedua wajah mereka.

Ji Young           : Tolong ingat aku sebagai yang terindah dihidupmu. Ini ciuman terakhir yang tak akan pernah aku lupakan, ciuman manisku untukmu. Aku tulus mencintaimu dari dasar hatiku, bahkan saat ini rasanya hatiku sesak karena tak sanggup menerima keputusanmu. Tapi, karena aku mencintaimu, aku menerimanya. Seperti katamu. Aku baik-baik saja ( ya! Tapi hatiku hancur), dan aku yakin kau akan baik-baik saja. Jadi mari kita akhiri hubungan ini dan jangan saling jatuh cinta lagi mulai dari ciuman terakhir kita. Tapi, aku akan menunggumu dikehidupan mendatang. Aku tidak tahu itu kapan. Tapi aku akan terus mengharapkan dirimu, Kiko.

Kiko meneteskan air matanya saat mendengar ucapan Ji Young yang begitu menyayat hatinya. Ji Young pun tak kuasa menahan air matanya ketika mengucapkan kata-kata itu. Ji Young pun mencium Kiko dengan sepenuh hatinya, seluruh cintanya ia curahkan saat itu kepada Kiko. Keduanya tidak bisa menahan air mata yang terus keluar saat itu. Ji Young pun merelakan separuh hatinya pergi, setelah ciuman terakhir yang ia berikan pada Kiko. Ji Young beranjak dari tempat tidur Kiko, berdiri dan meninggalkan Kiko dari kamar itu. Kiko hanya bisa memandangi punggung Ji Young yang menjauh dari dirinya. Hari itulah hari terakhir Kiko bersama dengan Ji Young. Entah kapan mereka bisa bertemu kembali, atau entah kapan mereka bisa bersama lagi. Hanya nasib yang menentukan.

THE END.

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK