SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction

PMS?

Share:
Author : aleeya
Published : 04 Apr 2015, Updated : 07 Apr 2015
Cast : Cho Kyuhyun (Super Junior), Song Hara (OC), Cho Eomma, Cho Ahra
Tags :
Status : Ongoing
1 Subscribes |397 Views |0 Loves
PMS?
CHAPTER 1 : PMS

-PMS?-

 

 

 

Ting Tong…ting…tong

Tak perlu menunggu lama hingga pintu putih ini terbuka.

“ Eommonim….”

Wanita setengah baya itu belum membuka penuh pintu  ketika seorang gadis menerobos  masuk dan memeluknya.

“Oh… Hara-yaa….” 

Bogoshippoyo Eommonim…..”

Eomma  juga merindukanmu sayang….  Masuklah dulu….”

Gadis yang dipanggil Hara itu mengekori sang Eommonim masuk dan duduk di sofa putih yang ada di ruang keluarga.

 

“  Kenapa sepi sekali Eommonim?”

Appa belum pulang, ia sibuk dengan Mom Housenya. Eonnimu mungkin sebentar lagi akan pulang”

“ …”

“Minumlah,”

Gomawo Eommonim,” Hara  meminum segelas jus jeruk yang diberikan   padanya.

 “Hara-ya,kau tampak tak bersemangat. Kau sedang ada masalah?”

Aniyo Eommonim,..”

Eoh, Syukurlah kalau begitu… “

“Aku hanya sedang merindukan Eomma dan appaku…rasanya sepi sekali Eommonim,” suaranya mulai melemah.

Aigoo, kau tidak perlu merasa kesepian chagi, datanglah kemari kapanpun kau mau …. “ Cho Eommonim memeluk lembut gadis di hadapannya.

Hara memang bukan anak kandung keluarga Cho, namun hubungannya dengan keluarga itu sangatlah dekat. Keluarga Hara  ada di Jepang sejak tiga tahun lalu. Dan  Ia hidup  seorang diri di Seoul. 

“Apa kau sudah makan Ra-ya?”

Hara hanya menjawab dengan gelengan.

“Baiklah, kau tunggu sebentar.  Eomma akan memasak untuk makan malam..”

“Apa ada yang bisa kubantu Eommonim?”

“Tidak perlu, kau terlihat  sangat lelah. Istirahatlah. Ahra membeli beberapa DVD baru kemarin, kau bisa menonton itu sambil istirahat,”

“Ah, kau sangat baik Eommonim. Tapi aku selalu merepotkanmu, Mianhaeyo  Eommonim…”

Gwaenchana, kau sudah seperti anakku sendiri, kau sama sekali tidak merepotkan. Aku senang kau ada di sini, setidaknya rumah ini lebih ramai…”

Gomawoyo  Eommonim…” Hara membungkukkan badannya. Sungguh ia merasa bahwa Cho Eommonim  seperti Eomma kandungnya sendiri.

Nyonya Cho beranjak ke dapur. Membuka kulkas, dan menutupnya tanpa ada sesuatu yang ia keluarkan dari lemari pendingin itu. Ia melangkah menuju kamarnya yang ada di ujung rumah ini.

 

Tuuth…tuuuth….

Ne Eomma….” Terdengar suara laki-laki dari seberang sana.

Oeh, Kyuhyun-ah, oddiya?”

“Aku sedang di  jalan Eomma, wae?”

Ani, Eomma hanya ingin bertanya kau ingin makan apa malam ini?”

Eomma akan memasak untukku?”

“Tentu saja,”

“Tapi aku belum tahu jam berapa sampai di dorm,”

Dorm? Bukankah kau akan makan malam di rumah?”

Ne?”

“Apa kau tidak akan menjemput Hara?”

Mwo? Hara? Dia di rumah kita?”

Eoh, kau tidak tahu?”

“Haiiish, jinja… pantas aku tidak menemukannya di kampus dan di apartementnya.”

“Apa kalian sedang ada masalah?” nampaknya Cho Eomma mulai menyadari apa yang sedang terjadi antara Hara dengan putranya, Cho Kyuhyun.

“Aku juga tidak tahu Eomma, dia tiba-tiba menghilang dan tidak bisa dihubungi. Eomma, apa dia baik-baik saja?”

Eomma rasa dia sedang dalam situasi hati yang buruk, dia tidak banyak bicara seperti  biasanya.”

Eomma, jangan biarkan dia pergi kemana-mana. Aku akan segera pulang,”

“Ah…arraso…”

Tuutt..tuutt

Sambungan telepon pun  terputus.

Nyoya Cho kembali ke dapurnya. Menyiapkan makan malam. Sedangkan Hara sudah berbaring di sofa, matanya memandang lurus ke arah televisi. Tapi pikirannya sama sekali tidak ada di sana. Pikirannya terpaku pada satu titik. Kekasihnya, Cho Kyuhyun. Si Evil maknae Super Junior  itu benar-benar meguras habis pikiran dan menghempaskan mood baiknya sejak tadi pagi.  Membawanya terdampar di tempat ini. Ah, bukan terdampar, karena dia sendiri yang memutuskan untuk kemari. Rumah kedua setelah apartemennya sendiri.   Tanpa disadari matanya mulai terpejam.

.

.

.

.

Chagi…” tangan besar  Kyuhyun mengusap lembut lengan gadis di hadapannya. Tapi tak ada respon. Ia masih lelap dalam mimpinya.

“Hara-ya, irreona…” jari Kyuhyun berpindah mengelus  pipi Hara.

Hara mulai bergerak. Menggeliat pelan sebelum membuka matanya. Dan matanya terbuka sempurna ketika menyadari siapa laki-laki yang ada di hadapannya.

Oppa?” impuls ia bangun dari posisi tidurnya. Menatap laki-laki yang tengah mempersembahkan senyum  terbaiknya.

“Sedang apa kau di sini?”

“Menurutmu apa yang sedang kulakukan di rumahku sendiri?”

“Aaahhh,…”  Hara mengangguk menyadari pertanyaan bodohnya barusan.

Chagi, kenapa kau tiba-tiba menghilang? Kau kemana saja hari ini?”

“Hanya ke toko  buku” jawab Hara singkat.

Dahi Kyuhyun tampak berkerut. Ia tahu pasti Hara bukan orang yang senang dengan toko buku. Dan itu adalah tempat yang akan Hara datangi ketika pikirannya benar-benar buruk dan tidak tahu harus kemana lagi.

“Hara-ya, sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa mematikan handphone? Kau sendiri yang meminta untuk bertemu lalu tiba-tiba menghilang tanpa kabar, kau….”

“Aku baik-baik saja, dan aku tidak menghilang. Bukankah  kau sudah melihatku sekarang?” Hara memotong kalimat Kyuhyun dengan ketus. Tangannya terulur untuk meraih remote tivi.  Namun Kyuhyun menarik tangan itu.

“Kau marah padaku Ra-ya?”

Ani,” Hara menggeleng tanpa memandang Kyuhyun.

“Katakan jika memang aku ada salah padamu,”

“…”

“Hara, lihat aku dan katakan apa yang terjadi padamu,” Kyuhyun menarik bahu Hara, membuat gadis itu mau tidak mau menghadapnya.

Nan gwaenchana Oppa,” jawabnya tanpa memendang wajah Kyuhyun sama sekali.

Kalau boleh jujur ia sangat merindukan pria di hadapannya ini. Ingin sekali menghambur ke pelukkannya begitu   wangi parfum yang sangat ia hafal itu melewati indra penciumannya. Tapi egonya terlalu tinggi malam ini. Itu sebabnya ia enggan memandang mata teduh itu.

 “Sejak kapan kau mulai berani  berbohong padaku?”

“…”

“Hara-ya!” impuls Hara menoleh ketika mendengar nada Kyuhyun yang meninggi.

Tanpa sadar Kyuhyun membentaknya. Membuat mata gadis ini membulat sempurna karena kaget.

Mianhae, aku tidak bermaksud membentakmu. Aku hanya lelah, dan semakin lelah ketika kau tidak menjawab pertanyaanku.”

“Apa Oppa lelah bersamaku?” mata Hara mulai berkaca-kaca.

Aniyaaa, bukan begitu… hany…..”

“Kyuhyun-ah, bicaralah dengan lembut pada Hara….”

Tanpa mereka sadari sudah ada dua wanita  di belakang mereka.

“Ahra Noona,…”

“Oh, kau sudah pulang Eonni?” lagi-lagi Hara memotong kalimat Kyuhyun, ingin sekali ia mengalihkan topik ini.

Cho Ahra hanya tersenyum.

“Kyu, ajak Hara masuk dan bicaralah baik-baik. Eomma yakin ada beberapa hal yang harus kalian bicarakan..”

Gwaenchana Eommonim, aku dan Oppa baik-baik saja tidak ada yang perlu kami bicarakan..’

Aniya  Chagi, Eomma memahami apa yang sedang terjadi pada hubungan kalian.Eomma juga pernah muda seperti kalian.  Mungkin kau tidak nyaman jika harus berbicara disini. Cha, bicaralah di kamar Kyuhyun,”

“Kamarku? Tapi Eomma…..”

“Kenapa? Eomma percaya padamu,  kalian tidak akan melakukan hal-hal yang tidak baik. Jadi tidak masalah kalian bicara di kamar. Bicaralah dengan nyaman, dan Eomma harap ketika kalian keluar, sudah tak ada masalah lagi…” Nyonya Cho itu mengusap lembut bahu Hara.

Eomma benar Kyu-ya, lebih baik kalian bicara di kamar, itu lebih aman  daripada kalian harus berbicara di luar. Akan berbahaya bagi hubungan kalian jika publik sampai mengetahuinya,” Jelas Ahra.

“Baiklah… “ Kyuhyun berdiri dan menarik lembut tangan Hara. Tapi gadis itu sama sekali tak beranjak. Ia   menatap Cho Eommonim, Ahra, dan Kyuhyun bergantian.

Seolah mengerti arti tatapan yeojachingunya, “Yyaaak, kau tak perlu berlebihan seperti itu. Walau itu kamarku, aku tak akan berlaku macam-macam padamu.”

“Kalau dia berani macam-macam, kau hanya perlu berteriak dan kami akan datang dengan tongkat golf,” sambung Ahra meyakinkan.

Tapi Hara masih saja diam.

“Kyuhyun  memang sudah berkali-kali masuk kamarku, bahkan mengotori dan membuatnya berantakan sekalipun, tapi  ini bukan di apartemenku. Bahkan ada Eommonim dan Ahra Eonni di sini. Pantaskah jika aku masuk ke kamar itu?   Eommonim, Eonni… apakah ini tidak berlebihan?” batin Song Hara.

“Aish, kenapa malah melamun eoh?  Kajja…,  aku ingin semua cepat selesai dan kita bisa makan dengan tenang, aku bahkan belum makan seharian karena mencarimu…” Kyuhyun mulai menarik tangan Hara menuju kamarnya. 

Sementara itu Eomma dan Noonanya hanya tersenyum memandang ulah sang dongsaeng.

 

 

 Mereka sudah ada di kamar. Kyuhyun membuka tirai dan pintu balkon.  Lalu menyandarkan tubuhnya pada pagar balkon itu, berharap Hara akan menyusul dan berdiri di sampingnya. Tapi sayang, Hara tak menuju kesana. Ia duduk di tepian ranjang, ikut memandang gemerlapnya Seoul dari celah balkon.

Kyuhyun yang semula bersandar mulai tak sabar. Ia mendekati ranjangnya dan duduk di sebelah Hara.  

“Kapan kau akan berhenti meremas jari dan mulai bicara padaku?”

“…”

“Sayang, kalau kau marah, marahlah. Jangan diam seperti ini, kau membuatku frustasi.”  Kyuhyun merengkuh tangan Hara, menggenggamnya erat.  Membuat gadis itu menghadap ke arahnya. Ia menatap mata Kyuhyun lekat-lekat lalu menunduk lagi. Nampaknya ia belum ingin berkata apapun

Sigh.

Kyuhyun mendengus pelan, ia benar-benar  frustasi kali ini. Ia menggeser duduknya, mendekati Hara. Tanpa kata ditangkupnya wajah mungil yeoja   itu. Lalu mengecupnya singkat tepat di ujung bibir,  membuat mata Hara membulat sempurna, tapi ia tidak menolak.

Tangan Kyuhyun kembali meraih tangan Hara, menggenggamnya erat.

“Ra-ya, katakan pada Oppa apa yang sedang terjadi. Kesalahan besar apa yang Oppa lakukan hingga membuatmu diam seperti ini, hm?” kali ini Kyuhyun bertanya lebih lembut. Matanya menatap Hara tepat di irisnya. Mengunci mata coklat itu dengan tatapannya.

Di luar dugaan, tatapan itu membuat Hara menangis.

“Sayang, Uljima….”

Oppa, mianhae….. ini semua salahku,  tidak seharusnya aku mendiamkanmu seperti ini.. jeongmal mianhae Oppa….”

“Tanpa kau minta, Oppa akan selalu  memaafkanmu.   Tapi tolong jelaskan alasanmu dulu Sayang, biar semuanya lebih jelas…”

“Aku hanya kesal pada Oppa,” Hara mempout bibirnya.

“Eh? Kesal padaku? Wae?”

“Aku kesal kenapa Oppa dekat dengan banyak wanita, cukup bagiku mendengar rumor tentang Oppa dan Seohyun, Seulgi, Song Qian,  atau siapapun. Tapi sungguh, aku muak ketika kau berfoto dengan banyak perempuan akhir-akhir ini.  Demi apapun aku lebih baik  melihat  foto-fotomu dengan si ikan atau Sungmin oppa,  bahkan si mesum Siwon. Tapi sungguh, jangan dengan wanita lagi.”

Ne?”  Nampaknya otak cerdas Kyuhyun belum mampu mencerna kalimat panjang kekasihnya itu.

“…”

“Sayang, tapi aku sama sekali tak ada hubungan apapun dengan yeoja-yeoja itu. Kami  hanya berteman, wajar bukan kalau kemudian berfoto bersama?   Dan bahkan aku tak tahu ada banyak foto yang beredar .”

“Kau tak tahu oppa?”

Ne, nan molla, jeongmal…”

“Apa kau tidak melihat beritamu di internet?”

Lagi-lagi Kyuhyun  hanya menggeleng.

“Haish, asal Oppa tahu saat ini ada banyak  foto-foto Oppa yang sedang berpose bersama wanita. Dan itu ramai di media social. Belum lagi artikel gossip kedekatanmu dengan Kijoon Ahjussi. Artikel-artikel itu membuatku sulit bernapas Oppa. Bahkan aku nyaris membanting laptopku melihat foto-foto itu….”

“Kau berlebihan Chagi….” Kyuhyun menarik Hara ke pelukannya.

“….”

“Aah, gadisku sedang cemburu rupanya..”

Ani, aku hanya tidak suka kau dekat dengan yeoja lain dan terekspos seperti itu Oppa.” Hara membalas pelukan Kyuhyun.

“Aaah, kalau begitu lain kali Oppa akan melakukannya tanpa terekspos. Othe?”

Yyaaak.. mworago  Oppa?” Pelukan Hara langsung lepas, digantikan oleh sepasang mata bulat yang melotot tajam pada namja di depannya.

“Heeey,, aku hanya bercanda. Kau tak perlu khawatir Sayang, aku sudah memilikimu aku tak akan melirik yeoja lain. Kalaupun kami dekat itu karena pekerjaan.  Kau mengerti kan?” Kyuhyun membelai lembut surai Hara.

“Aku mengerti Oppa, itu sebabnya aku minta maaf padamu.”

“Aku tahu ini resiko menjadi yeojachingumu, dan tidak seharusnya aku cemburu saperti ini, apalagi pada peristiwa yang telah lama berlalu dan tidak mungkin terjadi. Tapi sungguh moodku memburuk ketika melihat berita itu.  Aku marah pada artikel dan foto-foto  itu. Dan itu juga yang membuatku menghindar darimu Oppa, karena aku tidak ingin menunjukkan kemarahan padamu dan membuatmu kecewa karena kecemburuanku yang tidak jelas ini. Walaupun sebenarnya aku juga kecewa pada Oppa,”

Ne? Apalagi yang membuatmu kecewa?”

“Karena… “

“Karena apa?”

“Karena Oppa sudah lama tidak menemuiku…” ujar Hara malu-malu.

Aigoo, kau merindukanku?”  dengan gemas Kyuhyun mengacak poni Hara, dan membuat gadis itu kembali mempout bibirnya.

“Aku senang kau cemburu dan merindukan Oppa Ra-ya, hanya saja…” Kyuhyun menggantungkan kalimatnya, membuat Hara melebarkan matanya.

“Hanya aneh saja, kau tidak pernah seperti ini ketika merindukanku..”

“Aku juga tidak tahu kenapa aku jadi sesensitif ini, apa mungkin karena ini masa PMS-ku?” tanya Hara dengan polos.

Mwo?”

PMS Oppa. Premenstrual Syndrome, sebuah sindrome yang timbul ketika wanita mendekati masa datang bulannya” Jelas Hara.

“Haish, kenapa kau membicarakan hal-hal perempuan seperti itu padaku. Kalaimat itu terdengar aneh di telinga namja Ra-ya.  Seharusnya kau menjawab karena aku mencintaimu Oppa..”

Aniii, kurasa karena memang itu yang membuatku sesensitif ini…”

Kyuhyun memandang Hara dengan tatapan yang sulit diartikan. Suasana Hampir saja   menjadi romantis tapi dengan mudahnya Hara meruntuhkan dengan kalimat polosnya. Syndrom PMS?

“Berhenti memandangku Oppa, ayo keluar bukankah kau sudah lapar? Eommonim dan Ahra Eonni pasti sudah menunggu kita…”

Hara mulai berdiri. Tapi baru satu langkah ia beranjak, sepasang tangan kekar melingkar di bahunya dengan tiba-tiba.

Oppa…”

“Heemh…”  Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya.

Hara menarik nafasnya, rasanya ia mampu merasakan detak jantung pria di belakangnya itu.

“Kau tahu, aku khawatir saat aku tak berhasil menemukanmu di kampus dan di apartemen. Aku khawatir terjadi sesuatu yang buruk padamu. Aku hampir gila mencarimu kemana-kemana, nyaris mati rasanya,”

“Eeeiy, kau berlebihan Oppa,” Hara memukul lembut lengan Kyuhyun.

“Aku serius. Lain kali jangan seperti ini, eoh. Jangan bersembunyi dariku.”

Hara mengangguk.

“Aku tidak bisa membayangkan sehancur apa jika aku benar-benar kehilangamu.”

Hara tak mampu menjawab. Ia juga sangat merindukan   Kyuhyun. Hara menggenggam tangan Kyuhyun ketika laki-laki itu menyandarkan kepalanya di bahu Hara, menyembunyikan senyumnya di bahu  sang kekasih. Kyuhyun sangat menyukai aroma strawberry yang selalu menguar dari tubuh Hara-nya.

“Aku sangat merindukanmu Chagi,”

Na do Oppa,”

Kyuhyun membalikkan tubuh Hara untuk menghadapnya. Mengamati wajah yeojachingunya. Dan perlahan mulai menghabisi jarak di antara mereka.

Cuup.

Ciuman tulus tercipta begitu saja. 

Saranghae  Oppa….”

Na do Chagi, jeongmal saranghae….” Ibu jari Kyuhyun mengusap lembut bibir basah  Hara, menghapus jejaknya. Hara tersenyum penuh arti dan kembali menghambur ke pelukan Kyuhyun.  

Kyuhyun pun tersenyum. Di satu sisi ia bahagia, tapi di sisi lain ia masih geli dengan alasan Hara. PMS. Yyaa, seringkali pria menjadi sasaran amukan wanita yang sedang PMS. Tak terkecuali untuk pria sepertimu, Cho.

 

--E.N.D--

 

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK