SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Thinking Out Loud 1

Thinking Out Loud 1

Share:
Author : Nae_Rai
Published : 09 Mar 2015, Updated : 09 Mar 2015
Cast : Romance
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |1226 Views |0 Loves
Thinking Out Loud 1
CHAPTER 1 : Thinking Out Loud 2

Lee Haru

Keputusan besar diambil donghae untuk juga hiatus dari dunia hiburan, dan bisa dipastikan kecaman dan hujatan diterimanya dari haters dan beberapa fans. Tapi sebelumnya donghae sudah membicarakan ini dengan beberapa fans yang dikenalnya, dia tidak bisa membiarkan dara begitu saja dalam kondisi seperti ini.

Hari hari donghae disibukkan menemani dara dirumah, mengingatkannya jika saja dara mulai lupa sesuatu. Setiap pagi donghae memberikan obat pada dara. Memotong kuku dara setiap minggu, dan menyisir rambut istrinya setiap selesai mandi. Semua dia lakukan karena perlahan dara sudah melupakan semuanya, jadi dialah yang harus melakukan itu untuk Dara. 

“siapa namamu?” Tanya donghae

“Sandara park” setiap dara menjawab pertanyaannya maka donghae akan memberikan satu persatu obatnya. “suamiku bernama lee donghae, dan ini lee haru” ujar dara menunjuk kearah perutnya.

Terus seperti itu hampir setiap pagi,sesekali donghae berpura pura, kemudian berusaha membaca apa yang diinginkan dara. Malam itu member super junior, keluarga dan park bom datang ke apartement mereka. Dara keluar dari kamar untuk melihat siapa yang datang, semua orang menyambut dara dan ibunya meminta dara duduk bersama.

Tak disangka dara ternyata buang air kecil diatas sofa, ibunya kaget lalu menangis separah inikah anaknya. Tapi donghae segera menghampiri dara, mengajaknya ke kamar dan membersihkannya, mengganti kembali pakaian dara. Donghae mengelap kaki dara dengan handuk, mengajaknya ke kamar mandi dan membersihkannya dengan hati hati. 

“donghae yaaa mianhae…” ibu mertuanya tak henti meminta maaf pada donghae, melihat menantunya membersihkan bekas buang air kecil dara benar benar mebuatnya terluka. Leeteuk dan eunhyuk menahan air matanya, donghae melakukan semua ini demi cintanya.

Ayah dara mengajak donghae berbicara berdua, menyodorkan selembar kertas . surat perceraian, ayah dara meminta donghae menceraikan dara.

“aku tidak bisa membiarkanmu terus seperti ini,kau harus bahagia. Temukan kebahagiaan itu bersama wanita lain yang sehat”

“tidak…”

“kau harus melakukannya”

“tidak” donghae merobek surat perceraian yang diberikan ayah mertuanya, “aku bahkan sudah berjanji pada tuhan untuk selalu mencintainya, otaknya memang akan kehilangan semua memori tapi aku yakin hatinya tidak kehilangan apapun”

Setiap malam donghae berharap dara dapat mengingat semuanya dengan baik, setidaknya itu bisa menjadi alasan untuknya tetap bertahan dan membuktikan pada ayah mertuanya kalau dara masih bisa mencintainya meskipun dia kehilangan semua memorinya. Donghae tak pernah bisa tidur dengan lelap karena dia harus memperhatikan posisi tidur dara, mengganjal perut dara dengan bantal saat dia miring ke kanan atau kekiri. Lelah? Rasanya dia mendapat energy tambahan untuk melakukan semua ini.

“ayo minum susunya” ujar donghae memberikan segelas susu untuk ibu hamil

“kau siapa?”

Donghae hanya diam, menatap mata dara yang mengisyaratkan banyak pertanyaan “annyeong… aku lee donghae si ikan penakluk” tukas donghae berpura pura ceria,saat seorang istri tidak dapat mengenali suaminya itu bukanlah suatu perasaan yang mudah. Tapi Donghae bisa melakukannya. “minumlah susu ini, agar bayimu sehat” donghae mengelus perut buncit dara

“aku hamil?”

“ehm…”

Donghae menerima telpon dari managernya untuk segera datang ke kantor mengenai beberapa kontrak yang bermasalah karena dia hiatus. Membiarkan dara dirumah sendirian apakah tidak akan terjadi apa apa? Dia menghampiri dara yang sedang duduk di sofa dan menonton televisi.

“aku harus pergi, kalau ingin melakukan sesuatu kau harus membaca kertas yang tertempel yah?”

“Donghae~yaaa" 

“eung… kau ingat namaku?”

“kau suamiku bagaimana aku tidak mengingatnya”

Sedikit lega saat melihat dara bisa mengingat walaupun itu tidak lama atau mungkin hanya beberapa menit saja. Dia segera memacu mobilnya menuju gedung SM yang tidak terlalu jauh dari apartement mereka.

Dara bangun dari sofa menuju dapurnya, memperhatikan barang barang yang ada di dapur dan membaca kertas kertas yang ada disana. ‘memasak’ pikir dara, kemudian dia mengambil wajan dan menaruhnya diatas kompor. Resep pancake blueberry tertempel di pintu kulkas, telur, terigu, susu dan margarine. Awalnya dia bisa mengikuti step by step pembuatan pancake tapi beberapa menit kemudian dara menghentikannya dan pergi ke tempat tidur.

Pulang dari kantor, Donghae mencari cari dara. Kamar , kamar mandi dan dapur semua sudah dia cek tapi tidak juga menemukan dara. Sampai telponnya berdering.

“yeoboseyo… dara kau dimana?”

“…”

“mwo? Eodiseo?”

“…”

Seorang gadis tengah hamil berdiri ditengah kerumunan orang yang mengarahkan ponselnya kearah gadis itu, memanggil manggil namanya yang membuat kepalanya pusing. ‘eonni eonni’ , ‘dara kau sedang hamil’ , ‘dara kenapa kau pergi keluar sendiri’ banyak pertanyaan yang satupun sangat sulit untuk dara jawab. Dia sendiri tidak mengerti kenapa ada disini.

Donghae datang tak berapa lama setelah mendapat telpon dari orang yang menemukan ponsel dara terjatuh, sudah banyak fans disana sampai donghae kesulitan untuk masuk diantara mereka.

“permisi… “ donghae masuk diantara kerumunan, menuju orang yang sedang menjadi objek tontonan.

“taeyangieee…” jerit dara melihat donghae yang muncul dari kerumunan, berhambur memeluk orang yang dipanggilnya taeyang. Bukan tidak sakit hati tapi donghae berusaha menganggap semua ini adalah hal yang wajar.

“ayo kita pulang” doanghae memeluk dara sambil menutupinya dengan mantel.

‘apa aku tidak salah dengar? Dara memanggil donghae , taeyang?’

‘jadi siapa sebenanrnya suami dara? Donghae atau taeyang’

Puluhan kecurigaan pasti akan segera muncul di internet.

Usia kandungan Dara semakin besar dan memasuki waktu kelahiran, dari pagi donghae sudah membawa dara kerumah sakit karna dia terus mengeluh perutnya mulas. Empat jam mendapat penanganan dan beberapa kali induksi akhirnya jam 2:30 siang anak mereka lahir , anak perempuan seperti yang diperkirakan. Namanya Lee Haru..

Donghae terus memandangi setiap garis wajah haru, hidungnya , mata dan semuanya adalah wujud dari ibunya. ‘dara ya ini anak kita’ donghae berjalan menuju ruang perawatan namun dokter melarangnya, dengan alasan dara harus istirahat. Seharian dokter melarang donghae menemui dara, padahal dia ingin sekali segera memberitahukan dara kalau haru benar benar mirip dengannya.

FOREVER

Donghae tidur diranjangnya, merentangkan kedua tangannya menatap langit langit kosong. Dia belum menemukan alasan kenapa dara harus meninggalkannya tepat disaat haru datang dan mengisi kehidupannya. Sungguh dia tidak habis pikir dengan keputusan semua orang yang menjauhkan dirinya dan dara, apa salahnya jika dia harus mengurus dara?

Dia menghela nafasnya menoleh kearah haru  disebelahnya, usianya sudah 7 bulan namun haru belum pernah merasakan sentuhan ibunya.

“ya lee haru… appa akan terus mencari eomma”

Kecupan donghae mendarat di kening haru , tangan bayi itu meraih wajah donghae. Menyentuh hidung dan mata ayahnya yang basah.

Donghae, eunhyuk dan leeteuk datang kesebuah acara di daerah busan, leeteuk mengawasi donghae dengan ekor matanya. Donghae meletakan haru dalam pelukannya, mereka berdua tidur selama perjalanan. Siapa yang akan tega membiarkan donghae merawat anaknya sendiri , dia tak pernah mau meninggalkan haru bersama neneknya.

“hyung… apa tidak sebaiknya kita memberitahu donghae dimana dara berada? selagi kita ada di busan”

“ya… aku pikir juga begitu”

Setengah jam perjalanan dari pusat kota Busan, mobil mereka sampai di depan sebuah tempat terapi yang ada dipinggir pantai. Donghae dan Haru belum bangun, terlihat haru sangat nyaman berada dipelukan ayahnya.

“donghae ya~~ bangun… kita sudah sampai” leeteuk mengguncang pelan lengan donghae, agar tak mengganggu haru yang masih tidur

“eungh… dimana ini? Bukankah kita harus datang keacara tv?”

“ya, biar kami berdua yang datang kesana. Kau harus menemui seseorang disini, haru pasti sangat senang” jelas eunhyuk

Perawat di pusat terapi mengajak donghae menuju kesebuah kamar yang ada dilantai dua, menunjukkan sebuah kamar dengan cat warna biru muda dan ranjang putih serta meja rias klasik yang dicerminnya tertempel beberapa foto. Ibu dan ayah mertuanya, Cheondung, member 2ne1, dan ada foto pernikahan mereka disana dengan ukuran lebih besar.

Bau kamar itu sama dengan bau parfum yang biasa dara pakai, dari jendela kamar yang menghadap ke laut donghae melihat seseorang sedang duduk dan membiarkan rambutnya terbang terbawa angin. Memutar kembali memoar saat dia melamar dara diatas bukit 2 tahun yang lalu.

“nona park” donghae memanggilnya dengan panggilan yang sama saat 2 tahun lalu, sambil menggendong haru .

Dara menoleh namun ekspresinya datar, tak ada senyuman apalagi pelukan yang sama dengan dua tahun lalu. Donghae memberikan senyum terbaiknya, melangkah semakin dekat dengan dara.

“nona park, kami adalah penggemarmu. Maukah kamu berfoto dengan kami?” sambil  mengangkat haru dan mensejajarkan wajah haru dengannya.

“aku seorang idol?”

“ya… kau adalah idol kami berdua, kami sangat mencintaimu. Kami adalah penggemar beratmu”

Perawat membantu dara mengganti pakaian, merias wajahnya dengan make up tipis. Dress berwarna putih dengan pita dibagian pinggang, membentuk tubuh dara menjadi sempurna. Donghae meminta dara duduk dan memangku Haru, keduanya tersenyum seolah saling mengenali meskipun dara tak mengingatnya. Foto kedua adalah donghae dan dara , mereka berfoto dengan latar belakang laut .

Saat akan mengambil foto yang ketiga, dara tiba tiba menangis. Memandangi baik baik laki laki yang ada didepannya, juga anak perempuan yang berada digendongan perawat. Mungkinkah dia mengingat sesuatu? Dara memangku Haru sedangkan donghae berdiri dibelakang kedua wanita terpenting dalam hidupnya.

Dara terus menghujani haru dengan ciuman, air matanya deras mengalir kedua tangan kecil haru meraih pipi dara menyentuh nyentuh wajah ibunya seakan menghapus air mata itu. Jangan tanyakan bagaimana perasaan donghae melihat itu, dia terus menggigit bibirnya air matanya berlomba ingin segera keluar setelah lama menahannya.

“donghae ya… sebelum aku melupakanmu lagi, aku ingin berterima kasih padamu sudah memberikan apa yang selalu kau berikan untukku. Waktumu, cintamu dan juga semua air matamu. Aku ingin sekali membahagiakanmu, tapi sekarang aku hanya membuatmu menderita. Saranghae donghae ya…” dara memeluk donghae, menumpahkan air matanya didada suaminya. Entah kapan dia bisa mengingat suaminya lagi dan memeluknya seperti ini

COPYRIGHT 2020 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK