SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Thinking Out Loud 1

Thinking Out Loud 1

Share:
Author : Nae_Rai
Published : 09 Mar 2015, Updated : 09 Mar 2015
Cast : Romance
Tags :
Status : Complete
0 Subscribes |1132 Views |0 Loves
Thinking Out Loud 1
Synopsis

Angin menyapu lembut rambutnya, terbang bersama arah angin diatas bukit. Tahun lalu Dara datang ketempat ini sendiri untuk merayakan ulang tahunnya, tapi sekarang dia kembali untuk menunggu seseorang. Seseorang yang ingin memenuhi janjinya untuk membawa Dara keluar dari kehidupan penuh tekanan, yang terus menerus menuntut kesempurnaan, dialah yang mampu bertahan menunggu Dara bahkan mampu menerima dirinya yang tidak sempurna.

“Nona park… “ asal suara dari Lee Donghae, si ikan penakluk begitulah dia selalu menyebut dirinya setiap kali membanggakan diri pada Dara.  Dara menoleh dan langsung menemukan senyuman khas yang begitu membius siapa pun yang melihatnya, langkahnya semakin mendekati Donghae. Tanpa diminta dia langsung memeluk tubuh Donghae, membagi perasaannya yang tertahan.

“Maukah kamu membagi waktumu denganku? Setiap detik dalam hidupmu membagi nafas denganku?” bisik Donghae, pelan namun tetap dapat terdengar dengan jelas meskipun angin membawa sebagian dari suaranya tapi Dara mampu mendengar itu dengan jelas. Dia tak seromantis yang ditunjukkan di TV, dia tidak berlutut dan memberinya buqet bunga. Donghae hanya membisikkannya …

The Wedding

Enam bulan setelah memutuskan untuk mengumumkan hubungan mereka, Donghae dan Dara kembali membuat keputusan besar bukan hanya dalam hidupnya namun juga dalam karir mereka. Sadar kalau pernikahan sesuatu yang sangat sensitive bagi fans mereka, rasa ragu sempat menyelimuti mereka. Pihak management berulang kali meminta mereka untuk memikirkan ulang tentang masalah ini, tapi harus sampai kapan ini semua disembunyikan? Sampai kapan mereka akan tetap bertahan seperti ini? Walaupun mereka mampu menjaganya selama 4 tahun kebelakang, tapi mereka tidak tahu apakah mampu menahannya 4 tahun kemudian?

YG dan SM entertainment kembali melakukan konferensi pers untuk mengumumkan ini, berkaca pada kejadian sebelumnya pada member yang lain. Donghae tak ingin menutupi ini dan menyakiti fansnya perlahan. Biarkanlah mereka mendengarnya, tersakiti mungkin tapi akan segera menemui obatnya dengan cepat.

Mar 23rd

Member dari Super Junior dan 2NE1 sama sama sudah membuat video ucapan selamat pada Dara dan Donghae yang hari ini akan melakukan upacara pernikahannya. Pilihan mereka jatuh pada sebuah ballroom Hotel W, dengan dekorasi bernuansa putih. Meja meja para tamu dihiasi pohon maple putih, mawar putih dirangkai pada hampir setiap bagian ruangan. 

Sebuah pondok disediakan di luar ruangan, beberapa kursi yang dibalut dengan kain putih dan diikat pita dengan hiasan mawar berjajar menghadap pondok yang berada di lantai atas hotel tempat pernikahan akan dilangsungkan.  Lagi lagi mawar putih mendominasi dekorasi pernikahan Dara dan Donghae, kotak kotak kaca berisi penuh bunga mawar putih dengan juluran mutiara mutiara yang menghiasi meja.

“Dara yang~~~ ige mwoya???” jerit Bom pada Dara yang sedang mencoba gaun putih model klasik dengan renda pada bagian atas dan rok gaun dari satin lembut yang simple. “pernikahanmu indah sekali, kau cantik… Donghae tampan dan pernikahan putihmu …. Yaaa dan aku tetap saja sendiri” Bom semakin gundah, tak ada cela sedikitpun dari pernikahan Dara dan Donghae yang membuatnya tidak iri.

“Bommie ya… jadi kau ingin aku membatalkannya saja dan menemanimu terus?”

“aniya…. Setidaknya kau harus mencarikan pasangan dulu untukku sebelum menikah, jadi aku bisa membawanya kesini.” Rutuk bom dipinggir tempat tidur sambil terus memperhatikan Dara.

Knock knock…

Wajah Donghae muncul dari balik pintu yang dibuka separuh, mengintip wanita yang beberapa jam lagi akan menjadi istrinya. Senyumnya lebih lebar dari beberapa hari yang lalu, semua terasa sangat mudah tidak ada penolakan dari fans keduanya dan itu sangat melegakan mereka.

“hey… kenapa kau datang kesini?? Apa kau tak bisa menahan dirimu sampai nanti eoh!!!” sergah bom menghampiri donghae dan menghalangi pandangan donghae dengan menggunakan tubuhnya.

“ya noona yaaaa… perutmu buncit”

“mwoyaaa” bom mendorong kepala Donghae dan berusaha menutup kembali pintu kamar, “boleh menikahi Dara bukan berarti boleh mengatakan perutku buncit” tangannya masih mendorong kepala Donghae keluar.

“rambutku aniyaa rambutku…”

Mar 23rd , 02:30 pm

“Lee Donghae maukah kamu menjaga dan mencintai Park Sandara sebagai istrimu dalam keadaan sakit, sedih dan kekurangan?”

“ya..”

“Park Sandara maukah kamu menjaga dan mencintai Lee Donghae sebagai suamimu dalam keadaan sakit, sedih maupun kekurangan?”

“ya..”

Kenapa tidak menyebutkan dalam keadaan senang? Menurut Dara dan Donghae, dengan mereka bersama itu berarti kebahagiaan. Mencintai pasangan dalam keadaan senang itu mudah, begitupun dengan mencintai kelebihan pasangan jadi mereka memutuskan untuk merubah sedikit isi dari janji pernikahan mereka.

2 Bulan setelah pernikahan

2NE1 akan segera menyiapkan comeback mereka, Dara yang sudah bangun daritadi pagi menyiapkan sarapan pancake untuk suaminya. Menyiapkan pakaian yang akan digunakan Donghae untuk pergi ke acara variety show dan juga tak lupa membawakan Donghae tonik.

“Donghae ayo sarapan” Dara kembali menata meja makannya, memastikan semua sudah ditata dengan baik sebelum Donghae menikmati sarapannya.Donghae keluar dari kamar dengan setelan baju yang dipilihkan Dara, mata mereka terus memperhatikan satu sama lain. Tak ingin kehilangan moment sedikitpun karna kesibukan yang membuat mereka hanya bertemu di pagi dan malam hari saja.

Pancake yang disiram dengan saus blueberry menjadi makanan favorit Donghae sejak dua bulan lalu, dan dia tetap menikmatinya setiap pagi. “eoh…” Donghae heran dengan dua buah garpu yang mengapit piringnya. “Jadi aku harus menikmatinya dengan dua garpu?” ujar Donghae pada dara sambil menunjukkan dua garpu ditangannya.

“ahhh mianhae … aku tadi terburu buru” dara bangkit dan mengambilkan pisau untuk donghae.

“gwenchana dara ya… aku akan makan ini dengan dua garpu”

“yaa donghae ya kau meledek?”

“ayo kita makan, kau kan harus rekaman” donghae memotong pancake dengan garpunya sambil sesekali tersenyum puas pada Dara. “ini pancake terlezat di dunia” puji donghae.

Donghae mengantar Dara ke gedung YG, ciuman sekilas selalu menjadi kebiasaan mereka sebelum memulai aktivitas. Dara keluar dari mobil melambaikan tangannya pada Donghae sampai mobil suaminya itu pergi. Setengah berlari  dara masuk kedalam gedung, masuk ke lift dan menekan angka 7 untuk menuju ke ruang rekaman 2ne1. Sampai di depan sebuah studio, dara masuk dan bertemu dengan suhyun.

“eonni… ada apa?”

“aku harus rekaman, sudah terlambat” dara menaruh tasnya diatas sofa.

“tapi ini studio Akmu, bukankah studio eonni ada dilantai yang lain?”

“ah…benarkah?” keluh dara, ada apa dengannya akhir akhir ini? Apakah ini efek dia terburu buru atau memang dia sudah sangat pelupa?

Di studio rekaman bersama bom,cl, dan minzy dara mengambil posisi untuk menyanyikan beberapa part dalam algu terbaru cipt Teddy. Semua melakukan pengambilan suara dengan baik namun saat ketika giliran Dara dia tak juga memulai bagiannya, dia terus menikmati musik.

“kau…” bom menyenggol tangan dara mengisyaratkan gilirannya untuk menyanyi.

Sekali, dua kali dan sudah kelima kali Dara melakukan kesalahan dengan terus lupa masuk kunci partnya . Teddy meminta untuk break sampai dara bisa fokus dan mengetahui di bagian mana seharusnya dia bernyanyi. Baru setelah 8kali mencoba mengulang dara bisa menyelesaikan rekaman.

Sebenarnya dua bulan pernikahan mereka dara dan donghae belum pergi berbulan madu, padatnya jadwal donghae membuat mereka membatalkan perjalanan bulan madu ke Bali seperti impian mereka. Hingga donghae memutuskan untuk membuat sendiri acara bulan madunya di apartement mereka, dia membeli banyak bunga mawar merah dan memesan steak di restoran favorit dara.

Donghae meletakan foto foto mereka dari depan pintu masuk sampai ke balkon luar apartement, satu meja dan dua kursi yang menghadap ke pemandangan gedung gedung bertingkat di Seoul. Hanya ada setangkai mawar yang donghae masukan kedalam gelas bening berisi sedikit air, satu buah lilin ditengah meja menemani mawar itu. Dua gelas wine merah, steak dan lima buah cupcake berwarna warni yang menggugah selera.

Sambil menunggu dara datang, donghae mengingat kembali setiap moment yang mereka lalui. Seolah menonton sebuah film drama, emosinya menyentuh donghae yang tak hentinya tersenyum dan menahana air matanya saat saat dimana mereka berdua pernah sama sama hampir menyerah.

“aku pulang… “ dara masuk dan langsung menemukan bingkai bingkai foto mereka dikanan dan kiri membantuk sebuah jalan cerita, ketika mereka berdua sama sama baru memulai debut di dunia hiburan. Kemudian saat mereka mulai dekat, semakin dekat dan hingga sekarang sebuah bingkai  besar membingkai foto pernikahan mereka. Tepat di sudut kanan bawah donghae menuliskan FOREVER dengan tinta merah.

Donghae yang sedang berdiri di balkon berbalik melihat dara yang sudah ada di depan pintu, menarikkan kursi dan mempersilahkan istrinya duduk. Tangannya memegang tangan dara, menghirup nafasnya dalam dalam melihat lampu lampu kota dari atas seolah melihat bintang bintang lebih dekat.

“terima kasih” tukas dara tanpa melihat kearah suaminya

“ya… aku juga berterima kasih karna kau ada disini dan membagi semua kehidupanmu denganku”

Lost…

Sudah beberapa bulan dara terakhir dara menjadi sangat pelupa, melupakan dimana studio 2NE1, lupa lirik lirik lagunya dan hal hal kecil yang ada dirumahnya. Pernah suatu kali dia sedang menempelkan berita berita tentang suaminya di sebuah album, tiba tiba dia tinggalkan dan mulai memasak. Dara bukannya tidak menyadari hal ini hanya saja dia merasa mungkin ini karna dia belum terbiasa, dan masih harus banyak belajar sebagai istri.

Dara pergi ke sebuah supermarket, membeli keperluan untuk dia dan donghae. Usai membayar semua belanjaan, dara langsung pergi dan meninggalkan belanjaannya di meja kasir. Baru setelah sampai di parkiran mobil, dia menyadari tas belanjaannya tertinggal. Dia memijat kepalanya, “ahhh kenapa jadi semakin parah” keluhnya . Dara memutuskan untuk pulang, dia rasa dia hanya membutuhkan istirahat. Tapi jalan yang dilalui Dara bukan menuju apartementnya malah pergi kerumah orang tuanya.

“eomma…”

“ah… kau” ibunya menyambut dara dengan pelukan, setelah menikah dara hanya beberapa kali datang kerumah bersama donghae. “ada apa kau datang kesini?”

“aku tidak boleh pulang kerumah”

“aniyaa… dimana donghae?”

“ibu tahu kan, aku tidak boleh sering bertemu dengannya. Nanti paparazzi akan menemukan kami dan menyebarkan berita kencan kami”

“ah?kalian kan sudah menikah. Kau bercanda kan” nada suara ibunya mulai khawatir, ekspresi dara seperti tidak sedang bercanda tapi kenapa dia mengatakan itu? Apa ada masalah diantara mereka?

Donghae menerima telpon dari ibu mertuanya, menceritakan tentang dara yang lupa bahwa mereka berdua sudah menikah. Mulailah donghae merunut kembali kejadian akhir akhir ini. Dara lupa dimana kamar mereka, tiga kali kehilangan ponsel, membawakannya bekal kosong dan ya dara sempat memanggilnya taeyang?

Ibunya dara meminta ijin pada donghae agar dara menginap dirumah malam ini, saat pulang ke apartement donghae melihat ruangannya masih sama dan belum ada yang berubah semoga tidak akan berubah. Rasa takut menyergap donghae saat ibu mertuanya membaritahu soal kejadian tadi siang, dia takut itu bukanlah hal sepele namun sesuatu yang bisa merubah keadaannya sekarang.

Tanpa ditemani siapapun, Dara datang kesebuah rumah sakit untuk memeriksa kondisinya. Dokter menanyakan tentang usianya dan dara menjawab dia sulit mengingat angka, dokter juga menanyakan tentang alamatnya dan itu membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk dara mengingat alamat apartementnya.

Pemeriksaan MRI dilakukan untuk melihat kondisi otak dara, dokter Choi meminta dara untuk datang seminggu kemudian. Usai dari rumah sakit dara pulang kembali ke apartementnya, menemukan donghae masih tidur dikamar. Dia meletakkan dirinya diatas tempat tidur dan menghadapkan wajahnya pada dada suaminya.

“eung… “ donghae belum sepenuhnya sadar , tapi hidungnya sudah bisa mencium aroma parfum dara. “kau sudah pulang?” dara mengangguk.

“aku tadi kerumah sakit, untuk memeriksa kondisiku. Karna jadi sangat pelupa aku menyusahkan member yang lain” tidak menimpali keluhan istrinya, donghae menarik tubuh istrinya kedalam pelukannya.

Alzheimer

Dara tidak datang kerumah sakit sesuai dengan perintah Dr Choi, dara datang dua minggu setelah pemeriksaan pertama. Dr. Choi hanya memperhatikan dara mengulas senyum tipis pada pasiennya itu, hasil pemeriksaan dara menngingatkannya pada sang istri yang juga mengalami hal yang sama dengan dara.

“kau menderita Alzheimer”

“mwo?”

“awalnya kau lupa dimana menaruh ponselmu, kau lupa lirik, dan kau lupa dengan belanjaanmu. Tapi secara perlahan kau mulai lupa siapa orang orang yang ada disekitarmu, orang tuamu, adikmu, dan suamimu. Bahkan kau bisa melupakan siapa dirimu.” Jelas jelas Dr.Choi sedang membicarakan efek dari penyakit yang dideritanya, bukan sebuah kematian seperti penyakit kanker tapi kenapa efek dari penyakitnya lebih menyakitkan dari kematian.

Saat kau kehilangan semua memorimu bukankah itu sama saja dengan mati? Kau melupakan siapa orang orang disekitarmu, melupakan semua yang mereka lakukan untukmu. Orang tua, member, fans dan tentu saja suamimu. Tentu saja mereka bukan orang yang layak untuk bisa kau lupakan tapi sekarang kau benar benar akan melupakan mereka.

Dara terus menangis di sofa sambil menonton acara televisi dimana donghae sebagai bintang tamunya, tangisnya pecah saat dia terus berusaha mengingat apa saja yang sudah dia lalui bersama donghae. Sulit kenyataannya sekarang dia sangat sulit mengingat itu, tangannya terus menggenggam surat keterangan dari rumah sakit. Sampai dia lelah dan mulai tertidur hingga tidak menyadari donghae pulang.

Secarik kertas menarik perhatiannya, dia membacanya dengan seksama dan menemukan tulisan Alzheimer disana. Bukan kanker atau penyakit berbahaya lainnya, donghae mencari tahu tentang penyakit itu di internet. Jantungnya mendesak ingin keluar saat membaca penjelasan tentang Alzheimer di banyak situs kesehatan. Ya dara akan melupakan semuanya termasuk melupakan dia.

Donghae mengumpulkan foto foto mereka, foto foto keluarga dan teman teman dara. Menuliskan nama dan data data lain pada selembar kertas yang ditempel berdampingan dengan foto tersebut. Donghae juga membuat tanda penunjuk jalan untuk menunjukkan setiap ruangan dalam apartement, tak ada satupun yang luput dari perhatian donghae. Tempat penyimpanan, cara menggunakan barang barang yang ada dirumah dan semuanya seluruh bagian rumahnya ditempeli kertas kertas tentang penjelasan setiap bagian dari mereka.

“huft…” sekarang semua bagian dari apartement mereka berubah… ya benar benar berubah…

Aroma pancake blueberry memenuhi dapur, dara memulai harinya dengan kegiatan yang sempat dia tinggalkan. Agensinya memutuskan untuk membiarkan dara hiatus meskipun mendapat banyak kecaman tapi membiarkan dara terus mengikuti kegiatan hanya akan memberatkannya. Sejak divonis menderita Alzheimer dara memberitahu managementnya dan semua orang yang dekat dengannya. Tapi nampaknya suaminya sudah tahu sebelum dia menceritakannya, melihat semua kertas yang tertempel di dinding, foto dan barang barang dirumah ini sudah cukup menghancurkan hatinya.

Saat bangun dipagi hari, donghae berharap apa yang dilakukannya semalam tidak lah nyata, surat dari dokter dan penyakit itu tidak ada. Apalagi bau pancake yang manis seolah memaksanya untuk tidak mempercayai apa yang terjadi semalam. ‘dara tidak akan melupakannya, tidak…’ desis donghae yakin. 
 

Saat kakimu tak lagi berfungsi seperti biasanya

Dan aku tak bisa membuatmu jatuh cinta

Akankah mulutmu masih ingat rasa cintaku

Akankah matamu masih tersenyum dari pipimu

Kasih, aku akan Mencintaimu

Hingga usia kita tujuh puluh

Kasih, hatiku masih bisa jatuh sama besarnya

Seperti saat usiaku dua puluh tiga

Pada Supershow kali ini donghae menampilkan lagu dari musisi luar Ed Sheeran, Thinking Out Loud untuk istrinya. Sengaja membawa dara ke konsernya seperti yang dulu pernah dia lakukan memperkenalkan dara secara tak langsung pada fansnya. Tak pernah seperti ini sebelumnya, sangat emosional bahkan suaranya menjadi parau saat menyanyikan tiap bait lagu ini.

Dara duduk diantara ibunya dan ibu mertuanya, dia tak bisa menerka apakah saat ini dara mengingatnya sebagai suaminya atau dara mulai melupakannya. Hingga usai konser dara tiba tiba pingsan dan segera mendapat penanganan medis dirumah sakit. Bukan sesuatu yang parah, justru itu adalah sebuah berita bahagia.Dara hamil…

Entah bagaimana donghae ingin meluapkan perasaannya, leeteuk, eunhyuk dan kyuhyun memeluknya memberi selamat. Tapi nampaknya masalah akan timbul bersamaan dengan kebahagiaan mereka. Dr. Choi yang mendapat kabar dari Donghae menjelaskan kalau itu sangat buruk, dara bisa saja lupa kondisinya yang sedang hamil dan itu membahayakan kehamilannya.

“apa tidak ada cara lain? Obat? Atau operasi?”

“obat hanya akan memperlambat tapi itu tidak pasti”...

To Be Continued....

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

dinaza
Selasa, 10/03/2015 20:47
0
ini sedih, padahal udah seneng sama castnya..... berharap happy ending please masa kenyataan udah ribet ff harus sad ending juga hahahha
COPYRIGHT 2017 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK