SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close
Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

Portal Berita - Radio Streaming - Komunitas Anak Muda

line official dreamers
facebook dreamers
twitter dreamer
instagram dreamers
youtube dreamers
periscope dreamers
google plus dreamers
LOUNGE
HOW IT WORKS
HOW TO BE DFF OF THE WEEK
TERMS OF USE
CONTACT US
  • Latest
  • Most Viewed
  • Most Loved
  • A-Z
  • My Fanfiction
  • My Subscriptions
  • My Subscribers
  • Create New Fanfiction
Fan Fiction > Baby Face

Baby Face

Share:
Author : HimaWaRi
Published : 03 Mar 2015, Updated : 03 Mar 2015
Cast : Oh Se Hun - Hwang Ri Rin (OC)- Hwang Seo Jin(OC) - Cha Jun Ae (OC) - Nam So Jin (OC)- Choi Jae Ra (
Tags :
Status : Ongoing
0 Subscribes |297 Views |0 Loves
Baby Face
CHAPTER 1 : Her Pride

Suara dering ponsel terdengar bising membuat Ri Rin menggapai-gapai meja di sebelah ranjangnya.Layar ponselnya menunjukkan pukul 5.35 pagi.Ri Rin menyingkap selimut lalu melipatnya dan berjalan menuju kamar mandi.Se Hun sudah beberapa hari ini tidak menganggu pagi Ri Rin dengan tiba-tiba tidur di sebelahnya dengan seragam lengkap.Ri Rin bahkan ragu apakah Se Hun sempat untuk mandi karena anak itu selalu datang pukul 5.00 pagi.Sebagai gantinya,Se Hun selalu menelponnya seperti beberapa menit lalu.Dan,seperti biasa Ri Rin tidak akan mengangkatnya.

Ri Rin menyampirkan tas ranselnya dan berjalan menuju ruang makan,dimana Se Hun sudah duduk manis bersama Seo Jin.

“Ibu dimana?”Ri Rin melahap sup kentang yang telah siap di hadapannya.

“Sudah pergi bekerja.Katanya ada rapat penting pagi ini.”

“Oh ya,Se!Kau sudah mengerjakan tugas dari Miss Jean belum?”

Se Hun menggeleng pelan.”Tidak.Aku malas.Memangnya dia sanggup mengoreksi seluruh hasil jawaban kita?”Se Hun mengangkat bahu acuh.

“Oh,apa maksud Hyung Cheon Jean,guru wanita dengan wajah Shin Min Kyung itu?”Seo Jin menatap Se Hun penasaran.Se Hun mengangguk cepat.”Wah,dia benar-benar cantik!Sama sekali tidak kelihatan kalau dia sudah berusia 35 tahun.Wajahnya benar-benar menipu!”

Se Hun mengangguk setuju.”Benar sekali!Bahkan saat pertama kali melihatnya,aku mengira dia adalah murid pindahan.Ditambah dengan pakaiannya yang saat itu mengenakan baju kasual.Aku bahkan sempat jatuh cinta kepadanya saat itu.Kau tahu sendiri bagaimana tipe idealku,kan?”

Seo Jin menatap Ri Rin yang masih asyik menyantap makanannya tanpa menghiraukan percakapan dua orang di hadapannya.”Lalu,kenapa Hyung mau menerima gadis perkasa ini?”Ri Rin menghentikan aksi makannya dan menatap Seo Jin tajam,masih dengan mulut penuh oleh makanan.”Dia tidak cantik,berwajah boros,pemarah,cerewet,dan suka memerintah.Memang sih berpostur tinggi bak model,tapi sama sekali tidak berbentuk.Kurus seperti papan.Sama sekali tidak pantas disebut wanita!”

Ri Rin menunjuk Seo Jin dengan sendok di tangan kanannya.”Yak!Apa maksudmu?”

Seo Jin menutup wajahnya dengan buku di dekatnya.”Lihatlah!Bahkan sekarang dia berteriak dengan mulut penuh makanan.Benar-benar less-attitude!Aku ragu,waktu itu kau pasti dipaksa untuk menjadi kekasihnya,Hyung.”

Kali ini Ri Rin memukul kepala Seo Jin menggunakan centong sayur,beruntung jarak mereka tidak terlalu jauh.”Jaga bicaramu,Bocah!Bukan aku yang menyukainya tapi dia yang tergila-gila terhadapku!Aish,seharusnya saat itu aku tidak menyuruh ibu melahirkanmu dan membiarkanmu membusuk dalam kandungan ibu!”

“Tolong aku,Hyung!Bantu aku dari terkaman Ratu Iblis ini!Argh,sakit!”Seo Jin berusaha menghindar dari pukulan Ri Rin namun bukan Ri Rin namanya jika melepaskan mangsanya begitu saja.

Se Hun yang melihat pertengkaran Hwang bersaudara hanya mampu melihat tanpa mampu menolong maupun menghentikannya.Bisa mati berdiri dia mencampuri urusan Ri Rin.Otaknya mulai memvisualisasikan tindakan apa saja yang akan Ri Rin lakukan terhadapnya jika dia menganggunya.

Akhirnya dering ponsel Ri Rin membuat Ri Rin menghentikan aksinya.

“Halo?”

“Kalian dimana?15 menit lagi kelas akan dimulai.Kalian tidak bermaksud untuk membolos,kan?”

“10 menit kami akan sampai.Tunggu saja!”

Ri Rin memasukkan ponselnya ke saku rok selututnya.Disampirkannya tas ranselnya sembari membereskan sarapannya.”Jangan lupa kunci rumah.Kau juga harus cepat-cepat berangkat.Jangan sampai terlambat,lagi!Ayo berangkat,Se!”Ri Rin menarik lengan Se Hun menuju halaman depan rumah.

Ri Rin memakai helm dan bersiap untuk menaiki motor.”Yak Oh Se!Kau tidak mau menyetir motor?Apa perlu aku yang menyetir?”

Se Hun mencibir.”Aku tahu dulu kau seorang pembalap.Aku juga tidak ingin terlihat remeh di hadapan kekasihku sendiri.”

Kali ini Ri Rin yang mencibir.”Baiklah,Tuan Sok Keren.Cepat jalankan motornya!Si panik Jun Ae berkali-kali mengirimiku pesan.Aku pusing dibuatnya.”

“Baiklah,Yang Mulia.”

 

“Itu mereka!”Jun Ae menghampiri Ri Rin dan Se Hun yang akhirnya datang tepat waktu.”Yak!Kau bilang kalian akan datang dalam 10 menit dan bukannya 13 menit!Beruntung hari ini para guru sedang mengadakan briefing dadakan.”

Ri Rin dan Se Hun yang mendapat serangan mendadak dari Jun Ae hanya mampu meringis.Beruntung Kyung Soo –kekasih Ji Hye- manghentikan ceramahan Jun Ae yang bisa melebihi Mrs.Kwang –guru sejarah Korea- yang mampu berbicara selama 4 jam penuh.Kyung Soo menuntun Jun Ae menuju bangku mereka.Ri Rin dan Se Hun yang melihat kesempatan untuk bernapas lega pun memutuskan untuk duduk di bangku masing-masing.

Kelas yang semula bising seketika sepi ketika Miss Jean masuk.”Morning,Class.”

“Morning,Miss.”

Ri Rin melihat guru sastra Inggris itu dengan mata tajamnya.”So Jin-ah.”

So Jin yang sedang serius mendengarkan penjelasan Miss Jean sedikit terusik oleh bisikan teman sebangkunya.”Apa?”

Ri Rin sedikit mendekatkan kursinya ke arah So Jin sehingga jarak mereka hanya 1 inchi.”Apa menurutmu Miss Jean baby face?”

So Jin yang mendengar pertanyaan aneh seaneh penanyanya pun mengernyit heran.”Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu?”

Ri Rin menatap So Jin datar.So Jin yang ditatap seperti itu bergidik pelan.”Eung,i..iya.Me..memangnya kenapa?Semua orang yang melihatnya pasti akan mengatakan Miss Jean masih berusia 25 tahun dan bukannya wanita 35 tahun beranak satu.”So Jin memelankan suara saat dilihatnya ekspresi Ri Rin yang seperti ingin menelan So Jin hidup-hidup.

“Lalu bagaimana denganku?Apa wajahku terlihat tidak sesuai dengan usiaku?”Ri Rin semakin menunjukkan ekspresi yang membuat So Jin ketakutan.

“Eung,i..itu.”So Jin memainkan kedua tangannya –kebiasaan So Jin saat sedang gugup- sembari menghindari tatapan tajam Ri Rin.”Tidak juga,sih.Wajahmu sesuai dengan usiamu,kok.Kau tahu,Han Hye In?Wajahnya bahkan terlihat lebih tua dari wajah ibuku.”

Ri Rin menjauhkan kursinya seperti semula.Pandangannya terarah ke Miss Jean yang masih menjelaskan materi.So Jin mengikuti pandangan Ri Rin.”Memangnya kenapa sih?Apa Se Hun membandingkanmu dengan Miss Jean?”

Pertanyaan So Jin membuat Ri Rin terdiam.Benar.Apa benar Se Hun membandingkan dirinya dengan Miss Jean?Lalu,kenapa Ri Rin merasa tidak nyaman dengan hal itu sampai ia menanyakannya kepada So Jin dan bertingkah lemah seperti ini?Ri Rin melihat punggung Se Hun yang sedang serius memperhatikan penjelasan Miss Jean.Ri Rin menggeleng pelan.”Aku tidak tahu.”

So Jin menepuk pundak Ri Rin pelan.”Kalau ada masalah cerita saja.Apa gunanya sahabat jika di saat kau punya masalah,eo?Kalau kami bisa membantu akan kami bantu.Apalagi kalau masalahnya tentang Oh Se Hun sialan itu.Uri Chan Yeol Oppa pasti akan memberikannya hukuman jika dia berani menyakitimu.Sampai sekarang pun aku masih tidak suka dengan Se Hun.”So Jin menatap tajam punggung Se Hun yang berada dua bangku di depannya.

 

Kantin adalah tujuan utama para siswa setelah cukup mendidih terkurung di tempat terkutuk bernama kelas.Baru beberapa detik setelah bel istirahat berbunyi,kantin telah penuh oleh para siswa kelaparan.

“Ramai sekali,ya?Untung kita datang tepat waktu.Aku tidak ingin kakiku kram karena mengantri.”Baek Hyun melihat antrian siswa yang semakin lama semakin panjang.”Ck,mereka itu tidak pandang bulu jika sudah menyangkut makanan.Dan mengacuhkan wajah rupawanku.”

Jun Ae –kekasih Baek Hyun- memutar mata lengah.”Aku pun tidak akan mau mengalah hanya demi melihat wajah menyebalkanmu,Baek!”

Se Hun melihat wajah tanpa ekpresi Ri Rin.Se Hun mengernyit heran.”Kau kenapa,Ri?”

Ri Rin memainkan mie di depannya tanpa berniat untuk menyicipinya.”Memangnya aku kenapa?”

“Kau hanya memainkan mie-mu.Biasanya kau akan lahap memakan apa pun yang ada di hadapanmu seperti tidak ada hari esok.”Se Hun mencoba untuk bercanda,tapi respon yang didapatnya adalah kebisuan.

“Annyeonghaseyo,Ri Rin-ssi!”

Seluruh pasang mata di meja tersebut mengarahkan pandangannya ke arah siswa dengan name tag Jeon Jung Kook.

“Oh,Jung Kook-ssi?Ada apa?”Ri Rin menyapa Jung Kook dengan ramah diikuti senyum bulan setengahnya.

Jung Kook menyerahkan sebuah termos makanan kepada Ri Rin.”Eung,ini untukmu.Ibuku berkata kalau dia ingin memberikan ini setelah melihatmu seminggu yang lalu.Dia berharap kau memakannya.A..aku sudah melarangnya untuk tidak perlu membuatnya,tapi-“

Ri Rin mengambil termos tersebut dari tangan Jung Kook.”Tidak perlu sungkan.Katakan pada beliau aku sangat berterima kasih.”Ri Rin membuka tutup termos dan menatap makanannya satu persatu.”Wah,ini semua adalah makanan kesukaanku!Aku akan memakannya sekarang.Nanti termosnya akan aku kembalikan jika sudah selesai.Sekali lagi,terima kasih.”Ri Rin menatap Jung Kook dengan senyum bulan setengahnya.

Jung Kook menggaruk belakang kepalanya yang tiba-tiba saja gatal.”A,oh,iya.Sama-sama.Semoga kau menyukainya.Kalau begitu aku pergi dulu.Ka..kau nanti berangkat basket,kan?”Ri Rin mengangguk cepat masih dengan senyuman manis di bibirnya.Jung Kook tersenyum senang dan berlalu pergi.

Se Hun beserta keenam orang yang sedari tadi melihat percakapan Ri Rin dan Jung Kook terdiam bisu.Mereka melihat Ri Rin yang kini sedang lahap menyantap makanan dari Jung Kook dan mengacuhkan mie yang sejak 5 menit lalu ia mainkan.

Se Hun menatap Ri Rin sebal.Pasalnya,mie yang sejak 5 menit yang lalu ia acuhkan adalah menu pilihannya.Bagaimana dia lebih memilih memakan makanan dari Jeon Jung Kook daripada darinya?Kekasihnya sendiri?Oke,ini mungkin terdengar kekanakkan.Tapi,Se Hun memesankannya dengan berebut antrian dengan seorang gadis paling ditakuti seluruh sekolah.Gadis dengan tumbuh gempal yang bahkan mendorog Se Hun dengan satu tangannya saja bisa membuat Se Hun terjungkal sampai ke pojok kantin.

Kelima temannya yang melihat wajah mendung Se Hun saling menatap cemas.Selera makan mereka menjadi hilang akibat merasakan atmosfer dingin di sekitar mereka.Jika sudah begini keadaannya,hanya ada satu jalan keluar.

“Eung,kami sudah kenyang.Kalau kalian masih ingin disini,silahkan saja.Kami pergi duluan.”Jun Ae memberi kode dengan lirikan mata dan mereka pun berlalu pergi meninggalkan Ri Rin dan Se Hun.

Se Hun masih mempertahankan posisinya menatap Ri Rin tajam.Sedangkan Ri Rin tak mau kalah,dia masih mengacuhkan Se Hun dengan berpura-pura menikmati makanannya,meskipun memang makanan yang dia makan benar-benar enak dan pantas untuk dinikmati.Se Hun yang tidak sekeras kepala Ri Rin memutuskan untuk mengalah.Se Hun menghela napas keras.”Apa yang kau lakukan sebenarnya,Hwang Ri Rin?Apa aku berbuat kesalahan kepadamu?”

Ri Rin masih mempertahankan mulutnya untuk mengunyah makanan.Se Hun semakin pening dibuatnya.”Oh ayolah,Ri!Apa kesalahanku kepadamu?Aku tidak tahan kau diamkan seperti ini!”

Ri Rin meletakkan sumpit dan menatap Se Hun tanpa ekspresi.Senyum bulan setengah yang 2 menit lalu ia tunjukkan telah hilang.”Aku tidak suka kau membandingkanku dengan Miss Jean.”Ri Rin kembali mengambil sumpit dan memakan makanannya.

Se Hun menyipitkan mata sipitnya.Sekarang dia mengerti.Jadi Ri Rin cemburu saat dia membicarakan Miss Jean dengan Seo Jin tadi pagi!Dasar!Ternyata Ri Rin lebih kekanakkan daripada dirinya.Se Hun terkekeh geli.”Jadi kau cemburu kepada Miss Jean yang sudah memiliki anak satu itu?Aigo!Aku kan sudah punya kau.Aku ini pria sejati yang tidak akan mempermainkan apalagi menduakanmu,Ri.”

Ri Rin merengut.”Aku tidak cemburu!Aku hanya merasa tidak nyaman,tahu!Kau mengatakan kalau Miss Jean terlihat lebih muda dari usia sebenarnya dan Seo Jin mengejekku dengan mengatakan kalau wajahku terlihat tidak sesuai dengan usiaku!Setidak pedulinya seorang gadis dengan penampilannya tetap saja dia ingin terlihat menarik di pandangan orang lain.Dan aku termasuk dalam golongan gadis seperti itu.Aku bahkan sampai bertanya kepada So Jin.Uh,kepalaku pening!”Ri Rin memijit pelipisnya pelan.

Se Hun terdiam mendengar keluh kesah Ri Rin.Akhirnya Hwang Ri Rin kembali!Se Hun sudah cukup takut melihat Ri Rin yang mendiamkannya seperti tadi.”Kau juga membuatku tidak nyaman,tahu!”Ri Rin menatap Se Hun dengan mata sipitnya.”Kau mengacuhkan mie yang ku bawakan dan lebih memilih makanan dari Si Gigi Kelinci Jung Kook itu.Kau bahkan berkata lembut dan tersenyum manis.Kau membuatku cemburu!”Se Hun merengut kesal.

Ri Rin tertawa keras.”Memangnya kenapa?Justru gigi kelincinyalah yang membuat dia terlihat manis dan imut.Wajahnya seperti bayi kecil yang tidak berdosa.Apalagi dia selalu memberikanku makanan dan membantuku.Aku jadi merasa terkesan.Nilai tambah Jeon Jung Kook dariku itu banyak sekali.”

“Nah nah,mulai lagi memujinya.Kenapa kau tidak mau memuji kekasihmu yang tampan ini?”Se Hun menunjukkan aegyonya yang membuat Ri Rin mual.

“Hentikan,Oh Se Hun!Wajahmu tidak akan menjadi imut di mataku meskipun kau operasi plastik sekalipun!”Ri Rin menghindar dari terjangan aksi Se Hun yang mencoba menggodanya berkali-kali.”Yak yak!Hentikan!”

Di balik tembok penghubung kantin dan ruang kesehatan,kelima orang siswa melihat adegan goda-menggoda Se-Ri couple.

“Mereka manis sekali.Kenapa kau tidak bisa seromantis Se Hun,Yeol?”So Jin menatap Chan Yeol sengit.

“Yak Se Hun itu sama sekali tidak romantis!Dia bahkan terlihat menggelikan dengan wajah sok kerennya itu.Dan lagi,bukankah kau tidak suka dengannya?”Chan Yeol membela diri.

“Sudahlah,diam kalian berdua!Nanti mereka tahu kita mengintip.”ucap Kyung Soo datar.

“Lebih baik plester mulut besar kalian berdua.”timpal Jae Ra.

“Kalian cemburu kan melihat keromantisan Se-Ri couple?Kalian itu juga jangan kaku seperti itu!Jangan hanya berpegangan tangan saat berkencan.Cobalah sesuatu yang ‘baru’.Seperti kami.Benar,kan,Ae-ya?”Baek Hyun memeluk pinggang Jun Ae mesra.Ucapan Baek Hyun dibalas sorakan mengejek dari keempat temannya.

Komentar
Nama
Gender
Email
Comment

POPULAR FANFICTION
COPYRIGHT 2019 DREAMERS.ID PUBLISHED BY DREAMERS NETWORK